-->

Bagaimana Mengatur Jadwal Ibu Rumah Tangga Muslimah

mengatur waktu jadwal ibu rumah tangga muslimah


Sebagai seorang muslim, saya sering bertanya-tanya, bagaimana cara yang tepat untuk membuat jadwal ibu rumah tangga yang sesuai dengan aturan Islam. 

Awal mula saya belajar mengatur waktu atau membuat jadwal, memang hanya karena kagum melihat beberapa orang terkenal yang sanggup menjalankan banyak peran dalam kesehariannya. 

Seiring rajin ngumpul dengan teman yang paham agama, saya sadar jika Islam sangat memperhatikan tentang penggunaan waktu. Biasanya surah Al-Ashr, yang sering digaungkan sebagai dalil bagaimana kita seharusnya menggunakan waktu. 

Hanya saja, ya, begitulah... sedikit sekali muslim yang sangat memperhatikan penggunaan waktu. Ya mungkin di luar sana ada banyak sih, hanya saya saja yang enggak tahu. 

Sejauh ini saya hanya kenal Coach Darmawan Aji dan bu Indari Mastuti, yang bener-bener konsen dengan bagaimana seharusnya waktu digunakan. 

Hal itu pula yang membuat saya menjadi pengikut setia Beliau berdua. 

Sudah beberapa kelas, juga buku karya Coach Darmawan Aji dan ibu Indari Mastuti yang saya koleksi. Ilmu Beliau berdua yang sering dibagikan di halaman media sosial, juga sering saya coba. 

Tujuan saya hanya satu, bagaimana agar saya dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang tidak banyak. 

Meski sering mengikuti dan menyimak Beliau berdua, saya masih saja belum ketemu sistem yang klik. Dan akhirnya berpetualanglah saya ke berbagai penjuru dunia, meski hanya bermodal jari dan jempol saja (aka. browsing 😁). 

Disana saya ketemu Darius Foroux, James Clear, Lavendrei, Rowena Tsai, Megan Minss dan masih banyak lagi. 

Disaat itu saya termangu, sistem yang mereka lakukan, atau ceritakan, sebetulnya sudah ada dalam Islam. Hanya saja sebagai muslim, saya sering tidak dapat menangkap esensinya, apalagi kemudian mempraktekannya.

Saya semakin bertanya, hal apa yang pertama kali harus dilakukan oleh ibu rumah tangga muslimah, agar dapat membuat jadwal yang selaras dengan ajaran Islam. 

Mengatur jadwal ibu rumah tangga muslimah

Jawaban saya datang di akhir bulan Juli kemarin. 

Beberapa hari lalu, scrolling status WA seorang teman yang berisi cuplikan ceramah Ustadz Khalid Basalamah Official, berjudul "Susunan Program Hidup atau Pengaturan Waktu". 

Dalam post IGTV tersebut, Ustadz berbicara bagaimana seharusnya menfokuskan kegiatan harian kita. 

Menurut Ustadz, jadwal kegitan kita sehari-hari, termasuk ibu rumah tangga tentu saja, tidak perlu terlalu banyak; cukup fokuskan pada lima hal berikut ini: 

  1. Sholat lima waktuyang on time; dan mengerjakan sholat dengan khusuk
  2. Sholat Rawatib 
  3. Membaca dzikir pagi dan petang 
  4. Sholat dhuha dan tahajud
  5. Doa diantara adzan dan iqomah

Dan jika nanti ada waktu, barulah ditambah dengan kegiatan lain seperti membaca buku, diskusi atau kegiatan bermanfaat lainnya. 

Apa yang Ustadz sampaikan ini tentu tidak berarti kita tidak boleh bekerja dan melakukan kegiatan lain. Namun, fokuskan jadwal kegiatan kita sehari-hari pada lima hal kegiatan diatas. 

mengatur waktu jadwal ibu rumah tangga muslimah


Cara mengaplikasikan mengatur jadwal ibu rumah tangga sesuai saran Ustadz Khalid Basalamah

Sebagai ibu rumah tangga, yang bangun tidur saja kita sering auto bertanya, "Masak apa, ya?", saran Ustadz tersebut mungkin terdengar berat dan rasanya tidak mungkin untuk dilakukan. 

Meskipun begitu, sudah sewajarnya juga jika kita menjadikan ibadah pagi sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT. 

Caranya bagaimana? 

Ibu bisa menggunakan metode blocking time yang pernah saya bahas di "Time Blocking, Cara Mengatur Waktu dengan Banyak Pekerjaan"

Fokuskan saja kegiatan ibu pada jam-jam sholat. Tambahkan 10-15 menit untuk waktu berdzikir atau melakukan sholat sunah. Sisa waktu lainnya baru jadwalkan untuk kegiatan rumah tangga yang lain. 


Jika ibadah pagi (yang selain sholat wajib) masih merupakan hal baru untuk ibu, maka pilihlah satu kegiatan saja dulu. 

Bangunlah kebiasaan dengan perlahan, namun kontinyu. Jangan semua dilakukan, tapi hanya bertahan 3-4 hari saja. 

Dalam ceramahnya, Ustadz Khalid juga terus menekankan tentang jumlah kegiatan yang kita jadwalkan sehari-hari. Menurut Beliau lebih baik memiliki sedikit kegiatan, namun kita mampu mengerjakan kegiatan tersebut dengan terus menerus; dibanding, satu kali kegiatan, durasinya lama, namun kita jarang melakukannya. 

Jadi, coba pilih salah satu dulu. Jika nanti ibu sudah mampu membangun kebiasaan tersebut dengan baik (ukuran kebiasaan terbangun dengan baik biasanya 60 hari), barulah tambah dengan kebiasaan lain. 

Saya pribadi memilih mengusahakan ibadah wajib tepat waktu, merutinkan membaca Al-Quran seusai sholat, plus dzikir pagi. Bagaimana pengalaman saya dengan kegiatan baru ini? Nanti akan saya ceritakan di post yang lain, ya Bu. 

Semoga ulasan diatas bermanfaat. Terima kasih sudah mampir di blog rahayaupawitriblog.com. Sampai jumpa di artikel produktivitas selanjutnya. 


Rahayu Pawitri
untuk rahayupawitriblog.com
Kontak untuk kerja sama dan diskusi: WA 08131 258 622




2 komentar

  1. Alhamdulillah bisa membaca postingan Bunda Rahayu... serasa mendapatkan hidayah agar bisa berubah lebih baik lagi sebagai seorang wanita muslimah... dari lima hal tersebut saya bisa ada bayangan membuat time blocking Bun... Salam kenal dan Sukses selalu untuk Bunda Rahayu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah bersedia membaca Ibu/ Bapak. Semoga bermanfaat untuk kita semua ya.
      Doa sukses juga untuk Anda. 😊

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar pada pertanyaan atau hubungi WA 08131 2658 622 untuk kerjasama dan diskusi.