Ibu Rumah Tangga Juga Butuh Jadwal Harian, Lho...

by - 11/12/2017

bagaimana_mengatur_waktu_untuk_ibu_rumah_tangga


Ah...akhirnya, kesibukan hari ini hampir berakhir juga. Setelah kemarin seminggu sibuk dengan pekerjaan baru, dan hari ini sibuk dengan "semua-kerjaan-rumah-yang-numpuk", Alhamdulillah, semua selesai. Jadwal pekerjaan, PR, janji-janji, untuk seminggu ke depan juga sudah tersusun. Alhamdulillah.

Jam 21.43 WIB. Udah wayahe tidur si, tapi tadi pas bikin jadwal harian, saya jadi inget curhatan salah seorang kawan di pengajian.

Jadi ceritanya, si Ibu ingin meningkatkan amalan sunah, sayang, waktu Beliau selalu habis untuk pekerjaan rumah dan menemani putrinya yang masih balita. Beliau curhat dalam forum, bagaimana caranya agar ia bisa mengatur waktu dengan baik.

Alasan ibu rumah tangga membutuhkan jadwal


Tuink-tuink, sinyal di kepala saya langsung bunyi begitu mendengar kata "mengatur waktu" 😁😁 Semacam saya merasa sudah pandai mengatur waktu saja, ya... He he he.

Tapi jujur, saya punya motivasi sih, pengen ngajak para ibu rumah tangga untuk juga pandai mengatur waktu.

Apalagi sebagai muslim, sudah menjadi kewajiban untuk pandai-pandai memanfaatkan waktu. Baik Al-Qur'an atau pun sabda Nabi, sudah banyak menyebutkan tentang hal itu. Allah sudah berjanji, akan menaikkan derajat siapa saja yang pandai memanfaatkan waktu dengan baik. Coba bayangkan, jika seorang ibu bisa menggunakan waktu dengan baik, dan kemudian mengajarkan hal tersebut kepada anaknya,  then we can hope for a better world, right?

Okay, back to the post ye....

Jika sudah bicara masalah pekerjaan rumah tangga, rata-rata ibu pasti akan berkata, "Pekerjaan rumah tangga itu banyak, enggak ada habisnya."

Ya emang bener si, tapi itu kalau diturutin semua, tanpa prioritas.

Tapi hidup seorang ibu kan nggak cuma bersih-bersih, nyapu, masak, dan nyuci 'kan? Butuh upgrade diri melalui belajar, ngumpul sama teman, atau sekedar nonton drakor (perlu disebut? Iya...! 😀😀).

Karena itu, ada baiknya seorang ibu rumah tangga (meski tanpa sambilan apapun) tetap punya jadwal harian.

Oya, selain suka kepoin blog-blog parenting di Indonesia, saya juga suka jalan-jalan ke blog-blog parenting luar negeri. Awalnya saya pengen tahu bagaimana cara mereka mendidik anaknya agar berani berkata tidak, juga lebih mandiri.

Nah, disaat jalan-jalan itulah, saya menemukan momy-momy disana tu kok profesional banget ya, mereka punya jadwal pekerjaan rumah tangga bulanan, mingguan, juga harian.

Dari situlah, saya jadi berpikir, jika seorang ibu rumah tangga juga perlu jadwal pekerjaan, baik harian, mingguan, atau bulanan.

Dan dari pengalaman saya trial and error manejemen waktu, saya menemukan ada beberapa manfaat jadwal pekerjaan/ jadwal harian untuk ibu rumah tangga, yaitu:

1. Jadwal harian akan memberi gambaran jelas apa yang harus ibu kerjakan

Punya pengalaman seperti ini nggak; pas mau arisan, baru sadar jika debu di telaris sudah sangat tebal? Eh, korden ternyata belum diganti dari bulan lalu. Baru ngeh juga kalau tutup kulkas ternyata sudah menghitam.

Padahal hari itu juga harus ambil kue, siapin minuman, jemput anak sekolah, .... eaaa... pusing deh pala berbi!

Begitulah pikiran seorang ibu memang banyak. Ruwet, nyambung-nyambung kayak mie keriting (minjem istilah mbak Bety Kristanto 😂).

Dengan jadwal, ibu akan bisa melihat dengan jelas apa saja yang  harus ibu kerjakan di hari itu; mana yang harus dikerjakan lebih dulu, dan mana yang bisa dikerjakan nanti. Pekerjaan mana yang bisa didelegasikan, atau malah tidak usah dikerjakan karena tidak mempengaruhi kegiatan di hari itu.

2. Jadwal harian akan membantu ibu menentukan prioritas


Seperti yang ibu peserta pengajian keluhkan diatas, Beliau ingin memiliki lebih banyak waktu untuk beribadah, plus pekerjaan rumah juga beres.

Dengan membuat jadwal, ibu akan mempunyai gambaran besar, pekerjaan mana yang penting, penting tapi bisa dikerjakan nanti, penting tapi tidak harus selesai sekarang, dan seterusnya.




3. Jadwal akan membantu ibu memenuhi tujuannya


Jika ibu sudah tahu apa saja yang harus dikerjakan di hari itu, mana yang harus lebih dahulu dikerjakan, maka ibu akan lebih mudah mencapai apa yang ia inginkan. Misalnya beribadah sunah, waktu me time dengan anak yang lebih banyak, dan seterusnya.

Tips membuat jadwal harian untuk ibu rumah tangga

Nah, sekarang setelah tahu manfaat mengatur waktu, maka sekarang saatnya ibu memulai untuk mengatur waktu.

Dari beberapa diskusi tentang tip dan trik mengatur waktu, ada satu hal yang sering kali menjadi kendala: tidak percaya diri jika mampu mengatur waktu.
Belum mulai saja para ibu ini sudah bilang, "Aku bisa nggak, ya?", "Ah, paling nanti banyak gangguan", "Malaslah kalau harus mencatat. Toh, kerjaannya itu-itu aja."

Pertanyaan (dan pernyataan) ini memang wajar, terlebih bila melihat pola keseharian yang masih sering berantakan manajemen waktunya.

Sayangnya, perasaan ini mempengaruhi akan "kekuatan" untuk memulai. Andaikan harus melalui jalan yang menurun, belum melangkah, mental sudah ciut dulu.

Jadi, bila memang berniat untuk mengatur waktu dengan baik, bersihkan dulu semua pikiran negatif. Luruskan niat. Saya yakin Ibu sudah paham, jika orang -orang yang sukses adalah mereka yang bisa mengatur waktu dengan baik.

Nah, jika pikiran negatif sudah hilang, dan niat yang benar sudah digenggam, mari kita mulai langkah manejemen waktu untuk ibu rumah tangga.

1. Buat daftar pekerjaan

Daftar pekerjaan ibarat tujuan yang hendak Ibu capai dalam satu hari. Iya, betul memang hanya masak, nyuci, belanja, jemput anak, bersihin debu meja ... tapi tetap semua itu harus Ibu tulis.

Di awal membuat daftar pekerjaan, Ibu mungkin akan teringat pekerjaan-pekerjaan yang biasanya malah tidak Ibu kerjakan dalam satu hari. Misalnya melap rak buku, debu dibalik teralis jendela, mengganti korden dan lain sebagainya.

Saran saya, tulis saja dulu semua. Jika sudah selesai, mulailah Ibu kelompokkan, mana yang pekerjaan yang harus selesai setiap hari, dan mana kelompok pekerjaan mingguan, dan bulanan.

2. Prioritaskan


Jika Ibu sudah mengelompokkan pekerjaan, sekarang waktunya ibu untuk untuk mengurutkan jenis pekerjaan mana yang harus selesai di waktu pagi, siang, dan sore.

Bagi para ibu dengan anak sekolah, prioritas utama mempersiapkan semua keperluan sekolah si kecil, membereskan dapur ketika si kecil sudah berangkat, dan seterusnya.

Saya sendiri mengatur waktu based on jam-jam yang fix. Misalkan jam menjemput Hana atau jam sholat. Dengan menggunakan patokan seperti itu, plotting pekerjaan akan lebih mudah. Dan Insha Allah tujuan yang diinginkan pun akan lebih cepat tercapai.

3. Set waktu untuk setiap kegiatan


Selain mengurutkan dan mengkategorikan daftar pekerjaan, jangan lupa untuk menetapkan lama waktu setiap pekerjaan.

Saat awal belajar mengelola waktu, kadang ibu akan akan merasa terburu-buru melakukan pekerjaan, Jangan merasa lelah ya, Bu. Ini wajar, karena kita sedang dalam masa peyesuaian.

Saran saya, cobalah untuk lebih longgar, lebih realistis. Jika biasanya nyuci dan jemur baju 3 ember itu dua jam, ya alokasikan juga waktu selama dua jam untuk menyuci.

Jangan lupa, terus amati, berapa rata-rata waktu yang ibu butuhkan. Jika nanti sudah terbiasa, pasti ibu akan lebih santai mengerjakan semua pekerjaan ibu.


Hanya tiga langkah itu saja sebetulnya yang ibu butuhkan; daftarkan, kategorikan, dan tetapkan. Mudah dan sederhana. Namun memang pada prakteknya, selalu saja ada kendala. Apa saja kendala dalam mengelola waktu ibu, dan bagaimana cara mengatasinya, akan saya bahas di post selanjutnya, ya Ibu. Saat ini, cobalah praktekkan. Dan semoga niat Ibu untuk lebih banyak waktu ibadah (atau apapun itu), segera terwujud. Salam.

You May Also Like

12 komentar

  1. Kalau ibu rumah tangga nggak punya jadwal harian, biasanya bikin bingung. AKu paling nggak bisa tanpa jadwal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, kalau sudah terbiasa dengan jadwal, malah nggak produktif lagi kalau nggak bikin.

      Delete
  2. Bisa diterapkan nih, apalagi buat para pengantin baru. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. HUaaa....selamat menempuh hidup baru. Iya, mumpung masih adaptasi dengan dunia baru, mending rapi dari mula. biar ga berantakan nantinya, Selamat mencoba mbak, terima kasih sudah mau main ke blog saya :)

      Delete
  3. Noted mbak, aku beberapa kali berusaha buat ngatur waktu tapi suka banyak toleransinya, lalu menyesal kemudian. Tapi makasih mbak udah mengingatkan lagi buat atur waktu. Kayaknya ini memang harus dilakukan terus menerus biar terbiasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih kembali ...

      Aku juga ga selalu sukses kok mbak. Tapi ya itu, sepengalamanku, kalau sudah dicatat, waktu di plotting, biarpun ada gangguan, Insha Allah, semua akhirnya tetep bisa jalan.

      Delete
  4. aku malu kalau baca post tentang mengatur waktu... susah mau istiqomah, semangat pas awal-awalnya saja hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dicoba dengan jangka waktu pendek aja mbakyu. Misal 3 hari dulu, istirahat sehari. esoknya mulai lagi sampe seminggu, baru tingkatkan. Cobain deh, nanti akan terasa bedanya, biasa dicatet, diatur, kalau nggak teratur rasane malah ... hampa. Serasa liat lee jong suk lewat tapi lupa welfi ha ha ha. Analogi ga nyambung,

      Delete
  5. Pingin bgt bisa bikin jadwal harian biar waktu lebih termanage dengan baik, tapi rempongnya ya itu mbak, aku msh punya anak umur setahun yg dikit2 minta ASI. Apesnya, kadang pas breastfeeding, akunya malah ikutan molor, hadeuuuhh....

    Tapi bolehlah kyknya kucoba dulu, dgn catatan, penuh toleransi. Wkekwk...

    Trims y mbak dan salam kenal...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, salam kenal juga..... Terima kasih ya sudah berkunjung ke RPB

      Iya, kalau ada adik kecil di rumah, memang berantakan. kalau dari pengalaman dulu, saya memilih kerjaan yang paling penting saja diwaktu yang tidak diganggu adik. Usahakan juga untuk mulai mendidik adik mandiri kelak.

      Delete
  6. sebenernya ini berat mb buat aku yang terbiasa kerja selama 11tahun dan karena keluarga harus jadi ibu rumah tangga yang sebelumnya samasekali ga bisa urusan rumahtangga terbiasa dg ART dan sekarang
    * tanpa ART
    * hamil muda
    * ada anak batita usia 1th

    duhh ini PR banget buat aku yang harus belajar sekaligus adaptasi dengan dunia baru ibu rumah tangga... semoga qonaah dan istiqomah dan semoga semua usaha dan niat ini jadi jalan jihad untuk mengurus keluarga karena cinta..
    bismillah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin....

      Semangat kakak, "gunakan ketrampilan management waktu bekerja untuk mengurus rumah tangga", itu tips yang dulu saya peroleh dari editor saya. Insya Allah dengan cara itu ada kepuasan tersendiri saat kita dapat melakukannya dengan baik.

      Jika boleh memberi saran, jangan terlalu merasa bersalah karena kita merasa perlu waktu untuk menyesuaikan diri, terima saja. Perasaan itu normal kok, semua orang juga merasakannya. Akui dan terima, Insya Allah, prosesnya akan menjadi lebih mudah nantinya.
      Terima kasih karena sudah berkunjung ke blog saya, ya.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.