Tanpa Kamu Sadari, Bisa Saja Kamu Menderita Resistensi Insulin

by - 11/14/2016



resistensiinsulin_rahayupawitri
Tanpa kita sadari, bisa saja kita menderita resistensi insulin.
Cek yuk, apa gejala dan bagaimana mencegahnya. 


Ngobrolin diabetes lagi yuk. Sejak ikut acara jumpa blogger bareng SunLife kemarin, saya memang semakin intens untuk mencari info tentang diabetes. Habis gimana ya, si silent killer ini memang mengerikan sekali, Nggak nunjukin gejala berarti, tahu-tahu udah kena aja.

Nah kemarin dapat info ni dari WebMD, tentang resistensi insulin. Kenapa dan bagaimana seseorang bisa menderita resisten insulin? berikut ulasannya.

Insulin termasuk salah satu hormon yang memiliki peran penting dalam sistem metabolisme tubuh kita. Hormon ini berfungsi untuk membuka sel agar gula (dalam bentuk glukosa) bisa masuk ke dalam sel tubuh untuk diuraikan sebagai energi.

Saat proses ini tidak berjalan dengan semestinya, maka glukosa akan bertumpuk dalam darah, bahkan bila tubuh memproduksi lebih banyak insulin.

Gejala resisten insulin


Biasanya, tidak ada gejala nyata yang bisa menunjukkan Sahabat menderita resisten insulin. Sahabat bisa saja sduah mengalami resisten insulin dalam waktu yang cukup lama, tanpa tahu bila tubuh Sahabat tubuh sudah tidak merespon insulin.

Hanya saja, ada beberapa bagian tubuh pada penderita resisten insulin yang menghitam. Misalnya pada leher, siku, lutut, tangan dan ketiak.

Apa yang membuat seseorang beresiko mengalami resisten insulin


1. Kurang gerak, kelebihan berat badan, dan merokok

Kemungkinan seseorang menderita resistensi insulin lebih beasar bila saat ini mengalami overweight, kurang olah raga, dan atau merokok

2. Gangguan pada darah dan jantung

Beberapa masalah pada sistem peredaran darah juga bisa menjadi penyebab resisten insulin, termasuk kadar HDL atau kolesterol baik yang rendah, kadar lemak trigliserida yang tinggi, gangguan jantung, pernah mengalami stroke, dan gangguan pembuluh darah di leher atau kaki.

3.  Riwayat kesehatan keluarga

Umumnya, orang keturunan Afrika-Amerika, Latin, orang Amerika asli, Asia-Amerika, atau mereka yang lahir dari penduduk di kepualauan Pasifik, memiliki kecenderungan lebih besar mengalami resisten insulin

Dan bila orangtua atau kakak Sahabat juga menderita diabetes tipe 2, maka resiko Sahabat mengalami resisten insulin lebih besar. Begitu juga bila Ibu Sahabat pernah menderita diabetes saat mengandung, resiko resisten insulin Sahabat juga akan semakin tinggi. 

Diagnosis resisten insulin


Tes resisten insulin sangat rumit, dan biasanya kurang nyaman untuk tubuh. Jadi, kadang dokter hanya melakukan diagnosa pre-diabetes (dengan parameter level gula darah yang lebih dari normal). 

Jika tidak mungkin Sahabat akan disarankan untuk melakukan cek kadar gula saat puasa (tidak makan selama waktu tertentu). Pilihan lainnya adalah melakukan perhitungan rata-rata dari kadar gula Sahabat selama beberapa bulan. Dan bila perolehan angkanya tinggi, maka Sahabat bisa saja dinyatakan menderita resisten insulin. 

Bisakah resisten insulin berubah menjadi diabetes?

Sebetulnya, tidak mudah bagi tubuh untuk terus-terusan menghasilkan insulin guna "memasukkan" glukosa ke dalam sel tubuh. Sel-sel pembuat insulin tersebut pada akhirnya akan rusak. Dan kondisi ini bisa memicu pada penyakit diabetes tipe 2.

Jadi, bila Sahabat memang terdiagnosa mengalami resisten insulin, cobalah ganti gaya hidup Sahabat dengan lebih sehat. Cara ini bisa mengurangi kemungkinan munculnya diabetes tipe 2.

Jika berpotensi mengalami resisten insulin


1. Makanlah dengan benar

Kurangi makanan manis, pilihlah biji-bijian, kurangi lemak yang berasal dari hewan dan makanlah lebih banyak sayur, buah dan gamdum utuh.

Diet (baca: pola makan) semacam itu akan membantu Sahabat mempertahankan berat tubuh juga kesehatan, dan membantu sel tubuh menggunakan insulin lebih baik,

Pola makan untuk mereka yang memiliki tekanan darah tinggi (mengurangi intake garam) juga bisa menjadi alternatif. Diet rendah garam bisa mengurangi resiko resisten insulin. Terlebih bila Sahabat juga mengurangi berat badan plus lebih aktif bergerak.

Sebuah penelitian menunjukkan hubungan antara jumlah vitamin D yang rendah pada tubuh dengan kondisi tubuh yang tidak bisa menggunakan insulin dengan baik.

2. Lebih aktif bergerak

Aktivitas jelas sejalan dengan upaya melawan resisten insulin. Seperti mengikuti pola makan sehat yang membantu mengurangi berat tubuh. Olah raga juga bisa membantu sel tubuh menggunakan insulin dengan lebih baik, dan bonusnya, otot Sahabat lebih terbangun bukan? Jantung berdetak lebih cepat, dan nafas pun menjadi lebih panjang.

Pengobatan resisten insulin


Perubahan gaya hidup adalah obat terbaik untuk resistensi insulin. Tapi jika Sahabat memiliki resiko menderita diabetes tipe 2, dokter mungkin akan menyarankan penggunaan obat metfromin.

Obat ini berguna untuk mencegah atau menghambat munculnya dibaet tipe 2 diusia muda, terlebih bila Sahabat juga mengalami bobot berlebih. Metformin juga bisa membantu mencegah diabetes tipe 2 pada wanita hamil yang mengalami diabetes gestational.

Tentang gangguan metabolisme tubuh


Resisten insulin hanyalah sebagian dari gangguan metabolisme tubuh. Mereka yang mengalami gangguan ini umumnya memiliki ciri, panggul besar, kadar trigliserida tinggi, kolesterol HDL rendah, menderita tekanan darah tinggi, serta kadar glukosa darah yang tinggi. Kondisi yang bisa menjadi pemicu bagi penyakit jantung, diabetes dan stroke.

Penyakit terkait


Orang yang menderita resisten insulin, umumnya sering mengalami inflamasi di seluruh tubuh. Resisten insulin sangat berkaitan dengan penyakit jantung, dan pembuluh nadi tersumbat, gumpalan darah di arteri, penyakit hati, ginjal, PCOS (polycystic ovary syndrome). dan rematik tulang (rheumatoid arthitis).


ref: webmd.com


You May Also Like

16 komentar

  1. Waaduh saya kurang gerak nih harus segera diubah mulaidari sekarang tapi suka keasyikan depan Pc Sih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya, kurang geraknya saya penuhi dengan ngonthel Pak Dwi he he he.

      Delete
    2. saya geraknya pake jalan-jalan aja ke sini . . .

      Delete
    3. Berapa Km tu jalan-jalan kesini he he he

      Delete
  2. Intinya kalau mau bebas dari penyakit resistensi insulin, kita harus banyak gerak ya Mba?
    Makasih sharingnya Mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul teh, tambahi dengan makan yang baik dan hindari stres.

      Delete
  3. Semakin ke sini aku semakin ngeri sama yang namanya "diabetes", sepertinya memang perlu cut karbo. Secara saya mengkonsumsi banyak karbo -_-, itu Han Yoora bilang orang Korea suka makan dalam porsi besar tetapi mereka banyak yang langsing, mungkin karena mereka aktif ngegym juga ya. Ah apa perlu kita (((kita))) mendaftar di gym juga mbak Wit?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beli sepeda statik wae mbak Ran wkwkwk

      Delete
    2. inget loh mereka juga doyan sayur (org Korea maksudnya) terutama kimchi yang harus selalu ada saat makan. Kadang mereka makan daging bbq bareng bawang putih mentah sama slada trus hap! ditelan :) makan banyak kyk gimanapun ya bakal terjaga metabolisme tubuhnya.

      Delete
    3. Ah, iya ya mbak Ria, kuncinya di metabolisme ya.

      Delete
  4. Best described here, the best remedy for any kind of body related problem - YOGA and Meditation. What do you think?

    ReplyDelete
  5. aslm mba rahayu td sya share yaa tulisan ttg resistensi insulin trmksh smoga bermanfaat trs tulisaannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, monggo mbak. terima kasih sudah berkunjung

      Delete
  6. penyakit yang satu ini memang sangat rewel ya mbk, baik pencegahan maupun pengobatannya. dicegah dari sini lewatnya sana diobatin dari sana kena yang sini, terus saja begitu sehingga banyak yang tidak mampu terhindar dari penyakit ini. kurangnya pengetahuan saya soal kesehatan akhire saya pasrah ae mbk, banyak-banyak berdoa ae semoga terhindar teko bahayane penyakit-pnyakit iki . . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yo, tapi tetep usaha to Pak Budi. Gaya hidup sehat nggak ada salahnya kok

      Delete
    2. yang namanya usaha itu ya udah pasti to mbak,, masa hidup kok gak bergaya sama sekali la terus kepiye. hehe

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.