7 Pertanyaan Tentang Toksoplasma yang Sering Ditanyakan pada Saya

by - 11/13/2016

toksoplasma_rahayupawitri
Ada banyak pertanyaan yang saya terima setelah artikel 
toksoplasma saya di muat di Asian Parent Indonesia.


Untuk kesekian kalinya saya mendapat telepon terkait pengobatan toksoplasma yang pernah saya jalani.

Sejak menulis artikel "Dokter Menyatakan Saya Positif Toksoplasma" di Asian Parent Indoneasia, saya banyak sekali mendapat pertanyaan riwayat pengobatan saya.

Beberapa mengirimkan pertanyaan dengan berkomentar pada artikel, ada juga yang sms, inbok di fb, 
email, bahkan hang out.

Tulisan ini saya buat tidak karena saya merasa terusik, sebaliknya, saya sering lupa memeriksa "Permintaan Pesan" di Facebook, spam atau malah permintaan chat di Hang Out.

Jadi, bagi Anda yang sedang berjuang untuk lepas dari toksoplasma, inilah pengalaman saya saat berusaha lepas dari penyakit tersebut.

Pertanyaan tentang toksoplasma yang paling sering ditanyakan kepada saya



1. Benarkah bisa sembuh?

Dari pengalaman yang saya alami, saya berani bilang toksoplasma bisa disembuhkan.
Saya maklum bila banyak yang bertanya seperti itu. Berjuang untuk bebas dari toksoplasma itu amat, sangat melelahkan, baik fisik, apalagi kantong.

Dulu di tahun 2002, saya harus menghabiskan Rp600rb setiap bulannya untuk membeli antibiotik. Belum lagi untuk pengobatan herbal, ongkos ke rumah sakit, dan sebagainya.

Kemarin salah seorang penderita bercerita, jika ia menghabiskan Rp700rb untuk obat selama 2 minggu saja.  Nah, silahkan Anda bayangkan, bagaimana bila ia seorang kepala rumah tangga?
Sudah pengobatannya mahal, saya merasakan perkembangannya sangaaat lama. Saya tidak tahu dengan pasien yang lain, tapi setidaknya, itulah yang terjadi pasa saya.

Jika penyakit lain tiga bulan sudah menunjukkan perubahan, maka yang terjadi pada saya justru sebaliknya; jalan di tempat.

2. Jadi, berapa lama saya berobat toxoplasma?

Tiga tahun lebih. Saya menghentikan pengobatan ketika hasil tes toxo Ig G dan Ig M saya negatif.

3. Apa jenis pengobatan yang dijalani?

Saat itu saya minum Spiramycyn (mg-nya sudah lupa), 4 kali sehari.

Di tengah pengobatan saya juga sempat melakukan pijat refleksi 2 kali seminggu, plus minum obat herbal yang dicampur madu.

Sayangnya saya sudah lupa ekstrak buah apa yang saya minum saat itu. Tapi saya masih ingat, obat tersebut saya peroleh dari Bapak Djuanda, seorang spesialis pengobatan alternatif TORCH.
Saya menghentikan pengobatan herbal karena setelah 6 bulan mengkonsumsi, tidak ada hasil yang sinigfikan.

Kebetulan terapis pijat refleksi saya menyarankan agar saya memperbaiki pola hidup saya. Beliaulah yang melihat bahwa daya tahan tubuh saya sangat lemah, jadi yang terbaik adalah memulai gaya hidup sehat, mengkonsumsi lebih banyak air hangat, dan menghindari jajan yang dibeli di tempat-tempat terbuka.

4, Bagian tubuh yang mana yang terserang toxoplasma?

Saya menyadari menderita toxoplasma ketika merasa ada yang tidak beres dengan mata kiri saya. Saya merasa ada pendar-pendar sinar kecil, atau bayangan ubur-ubur yang melayang-layang. 

Saat periksa di optik (karena saya mengira minus saya bertambah) ternyata memang mata kiri saya rusak. Ketika melihat sebuah kotak, biasanya saya tidak bisa melihat bagian tengahnya. Meski bagian pinggir dari kotak tersebut dapat saya lihat dengan jelas. 

5. Apakah kerusakan di mata bisa sembuh?

Tidak. Dokter menyatakan kerusakan mata saya permanen dan tidak bisa sembuh lagi.

6. Apakah mungkin toksoplasma bisa kambuh lagi?

Terus terang untuk yang satu ini saya tidak tahu jawabnnya. Sampai tes terakhir, dua tahun yang lalu, toksoplasma saya masih negatif. Jadi saya tidak tahu apakah toksoplasma bisa kambuh atau tidak.

7. Saya hamil dan dinyatakan positif toksoplasma. Apa yang harus saya lakukan? Apakah pengobatannya aman untuk bayi saya?

Yang harus Anda lakukan pertama kali tentu berkonsultasi dengan dokter. Dokter Anda akan lebih tahu jenis pengobatan yang tepat untuk Anda dan janin yang Anda kandung. 

Kira-kira itulah 7 pertanyaan yang biasanya ditanyakan oleh beberapa orang yang pernah membaca tulisan saya di Asian Parent. 

Oya, ada yang dua hal yang ingin saya tambahkan. 
Bila saat ini Anda berencana menikah, selain menabung untuk biaya pernikahan, sisihkan juga budget untuk tes kesehatan pra-nikah, Saya banyak sekali mendapat curahan jika mereka tidak menyadari menderita toksoplasmosis. Mereka baru sadar ketika sering keguguran, bayi lahir meninggal, atau malah lahir, mohon maaf, dengan membawa kekurangan baik fisik ataupun non fisik. 

Bijaklah!. Kesehatan Anda tidak hanya untuk Anda, apalagi bila Anda berencana memiliki keturunan. 

Yang kedua, bila Anda adalah pasangan yang telah menikah, dan salah satu dari Anda dinyatakan positif toksoplasma; sebagai pasangan sebaiknya Anda juga melakukan tes darah. Dokter saya pernah berkata, toksoplasma ini seperti flu, bisa bolak-balik menyerang penderita. 

Apakah artinya toksoplasma bisa menular melalui hubungan seksual? Wallahualam, saya belum pernah membaca literatur yang membahas detil hal tersebut. Namun, dulu saya juga minta suami untuk tes tokso saat saya masih dalam masa pengobatan. 

Semoga ulasan singkat saya bisa menjadi sedikit jawaban untuk kegundahan Anda, ya. Selamat berjuang, yakinlah, Tuhan tidak akan membebani umatnya melebihi kapasitas Anda. 
Teruskan pola hidup sehat Anda, jauhi stres, dan dekatkan diri Anda pada Tuhan. 

Salam. 


Ps. Untuk Anda yang belum tahu tentang toksoplasma, kawan saya mbak Arinta membuat tulisan singkat terkait virus ini pada blog-nya kayusirih.com (*bila Anda mengikuti tautan disamping, Anda akan ditujukan pada post kayusirih.com)

You May Also Like

4 komentar

  1. Sama seperti kista ya, toksoplasma ini bisa kembali datang walau sudah sempat diperiksa dengan hasil negatif. Jadi menghindari jajan di tempat terbuka itu jg masuk sbg cara pencegahan ya mbak... Semoga tidak terkena lagi, Amin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa jadi mbak. Inilah yang mengkhawatirkan sebetulnya

      Delete
  2. Replies
    1. Tidak Bapak, saya tidak pernah memelihara kucing.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.