Parenting Talk: Pentingnya Peran Ayah untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak

by - 6/30/2016

rahayupawitri
Media Gathering bersama Nestle Lactogrow

Hujan turun cukup deras di Temanggung sore ini. Hana, yang sudah hampir hampir 13 hari pisah dari ayahnya, tiba-tiba berteriak, "Ibu aku mau ayah".

Begitulah, bagi Hana, ayah adalah pelindungnya di saat hujan. Bila hujan turun dan suami saya di rumah, Hana pasti duduk meringkuk di pangkuan suami saya.

Ayah adalah pahlawanku

Ketika kasus kekerasan marak akhir-akhir ini, banyak pakar parenting yang mendengungkan pentingnya peran ayah dalam kepengasuhan anak-anaknya. Mengapa? Karena ada banyak hal positif dari peran ayah yang bisa membantu optimalnya tumbuh kembang anak.

Seperti Hana, di mata anak-anak, ayah adalah seorang sosok yang kuat. Karena itulah keberadaan ayah akan memberikan rasa aman dan percaya diri saat mereka menghadapi masalah atau pelbagai ketakutan di depan mata. Bagi anak-anak, hadiah terindah dari ayah, adalah kehadiran ayah itu sendiri.

Sayangnya, kita telah terbiasa dengan pola asuh yang “menjauhkan” ayah dari anak-anaknya. Seperti hasil survey yang dilakukan oleh Nestle Lactogrow sejak awal tahun hingga akhir Mei 2016 lalu.

Peran ayah dalam tumbuh kembang anak

Nestle Lactogrow menemukan bahwa pengasuhan anak di Indonesia 75-91% dipegang oleh ibu. Sementara kakek-nenek memegang peran 7-18%. Para Nany, menduduki rangking ketiga dalam hal pengasuhan anak, mereka berperan sebanyak 2-8%. Dan sayangnya, peran ayah justru hanya 1% saja.

Hal yang wajar bila hasil survey berkata demikian. “Karena para ayah memang hanya memiliki waktu terbatas untuk anak dibandingkan ibu.” jelas Psikolog Rini Hildayani, MSi dalam acara penutupan Nestle LACTOGROW Happy Date with Legenddady di Mall Kelapa Gading pada 28 Mei lalu.

peranayahpadaanak_rahayupawitri
Pentingnya peran ayah pada anak

Semenjak kecil kegiatan anak pun telah terbiasa dipenuhi kebutuhannya oleh ibu. Mandi, makan, bermain, menidurkan menyuapi, semua dibantu oleh ibu, atau pihak lain selain ayah (kakek/ nenek dan babysister).

Ironi, karena sebetulnya justru peran ayah sangat dibutuhkan anak, terlebih dalam tahun-tahun pertama tumbuh kembang anak. Seorang anak yang memiliki kedekatan dengan ayahnya, tidak hanya akan memiliki rasa percaya diri, tapi juga akan memiliki emosi yang lebih aman dan lebih berani untuk mengeksplorasi hal-hal baru yang disekitarnya.

Sifat ayah yang tidak mudah khawatir dengan hal-hal detil, seolah mengajarkan keberanian pada anak.

Meningkatkan peran ayah dalam keluarga = membangun kebahagiaan keluarga

Sebagai salah satu bentuk bentuk kepedulian Nestle LACTOGROW terhadap keluarga Indonesia, Nestle mengadakan acara Happy Date with Legendaddy - Happy Winter Land di empat kota besar di Indonesia.

Acara ini dimaksudkan untuk memberikan inspirasi bagi orangtua untuk lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan anak.



Selama acara Nestle Lactogrow juga mengadakan survey hubungan kebahagiaan keluarga dengan kedekatan setiap anggota keluarga.

Dari hasil survey 300 pengunjung yang datang ke Happy Date with Legendaddy - Happy Winter Land, diketahui para keluarga yang telah menghabiskan waktu bersama dalam kegiatan tersebut merasa hubungan mereka dengan anak menjadi lebih kuat, kompak, dan harmonis. Meskipun waktu yang dihabiskan untuk berkegiatan bersama hanya sekitar satu jam saja.

Karena itu, menurut Nestle, sudah sewajarnya bila para ayah juga mulai berperan aktif dan meningkatkan hubungan kedekatannya dengan anak, meski waktu yang mereka miliki sangat terbatas.

Para ayah bisa meniru apa yang dilakukan Choky Sitohang, salah seorang selebritis di Indonesia serta seorang Legendaddy dari dua orang anak. Sebagai ayah, Choky sering tidak memiliki banyak waktu untuk bersama dengan dua orang putrinya, karena itu ia selalu mencari cara, bagaimana memanfaatkan waktu yang sangat sempit itu.

Terinspirasi dari acara Happy Date with Legendaddy - Happy Winter Land, seperti saat membuat bola salju dan menghias Snowman, Choky tergerak untuk melakukan permainan sederhana dengan kedua putrinya. Seperti bermain kuda-kudaan, bermain bayangan, atau apa yang membuat dirinya bisa berinteraksi dekat dengan anak-anaknya.

Choky Sitohang menekankan bahwa arti dari menemani anak, tidak hanya sekedar duduk di dekat anak, dan kemudian ayah/ ibu memiliki kegiatan sendiri. Yang terpenting dari kegiatan tersebut adalah terlibat dalam kegiatan anak.

Cerita Ayah dan Hana

Saya pribadi telah banyak mengetahui manfaat kedekatan ayah-anak ini dari buku parenting-parenting yang saya baca. Jadi, saya sering mendorong suami untuk lebih banyak terlibat dengan aktivitas Hana.

Dulu saat hamil, saya memintanya untuk sering-sering ngobrol dengan janin yang saya kandung. Saya juga memintanya menemani dan mengajak Hana ngobrol meski ia baru berusia beberapa bulan.

peranayahpadaanak_rahayupawitri
Aneka ide untuk membangun kedekatan ayah-anak

Suami saya sebetulnya bukan tipe Family Man. Ia pun tidak terbiasa bermain dengan anak-anak. Tapi karena kebiasaan menemani Hana sedari kecil, hingga kini Hana berusia 7 tahun, suami saya masih terlihat menikmati waktu yang ia habiskan dengan Hana.

Kadang saya mendorong Hana untuk meminta si ayah memotong dan merangkai puzzle kertas, membetulkan mainan, atau bermain pura-pura bersama.

Sesekali si Ayah juga mengajak Hana ke bengkel, atau meminta Hana mengecat rumah, dan mencuci motor. Pada saat seperti ini, Hana biasanya banyak belajar hal baru. Maklum, ia memang suka bertanya banyak hal, meski itu hal-hal yang sepele ("Kenapa motor bisa jalan ayah? Kenapa motor harus dicuci dan lain sebagainya).

Saat ini, saya merasakan manfaat dari kedekatan tersebut. Saya bisa lebih tenang meninggalkan Hana dengan suami saat ada kegiatan di luar rumah. Hana yang dulu tipe anak slow to warm up, perlahan-lahan mulai tumbuh menjadi anak yang percaya diri. Kini ia tak takut lagi menyapa kawan baru, meski berada di lingkungan yang baru pula.

Permainan mengikuti pemimpin yang kadang Hana lakukan bersama ayahnya, ternyata membantunya untuk memahami kapan keinginannya bisa dipenuhi, dan kapan ia harus mengalah.

Nutrisi tepat membantu tumbuh kembang anak

Tak lupa, guna menunjang aktivitas Hana saya pun memilihkan makanan dengan nutrisi yang tepat sesuai usianya. Saya mengawali dengan memberikan ASI eksklusif, dan MPASI ketika usia Hana 6 bulan. Awal mula saya mengenalkannya dengan makanan dasar karbohidrat, kemudian sayuran dan buah-buahan.

Sebisa mungkin saya menjaga kesehatan pencernaanya, karena saya percaya kesehatan pencernaan sangat berpengaruh pada kesehatan.

Bagi saya, proses kedekatan ini memang membangun kedekatan dan kebahagiaan kami. Dan memang, awal yang baik dan sehat akan membantu tumbuh kembang anak.


Bagaimana dengan Sahabat, adakah cerita tentang kedekatan suami dan si kecil? Yuk, bagi di kolom komentar.

Hana di acara closing day Lactogrow Happy Date with Legendaddy - Happy Winter Land

You May Also Like

6 komentar

  1. Betul sekali mbak, anak-anak sangat membutuhkan ayahnya, karena karakter anak terbangun lewat Ayahnya

    ReplyDelete
  2. peran ayah mmg sgt diperlukan, biasanya mengular, suami perhatian-ayah perhatian-ibu jadi gak stress-anak2 jd bahagia-semua bahagia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin itu yo, yang disebut sakinah, mawadah, dan warahmah.

      Delete
  3. Assalamualaikum, Jika boleh saya bertanya data 75-91% pengsuhan ibu datanya dari mana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walaikumsalam. Hasil dari survey Nestle Lactogrow mbak Ade ... :)

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.