-->

Pekerjaan yang bisa dikerjakan ibu dari rumah

ibu kerja dari rumah



Mencari penghasilan dengan bekerja dari rumah kini semakin banyak diminati. Apalagi disaat kondisi keuangan yang semakin tidak menentu, memiliki sumber penghasilan kedua seperti sebuah kebutuhan. 


Bekerja dari rumah tidak hanya penting bagi mereka yang ingin mencari tambahan penghasilan, tapi juga cocok dikerjakan oleh para ibu yang saat ini memiliki anak masih kecil tapi tetap ingin menambah pengahsilan. Bonusnya, ibu pun bisa menghemat biaya untuk penitipan anak. 


Tentu saja bekerja dari rumah tidak semudah dikatakan, apalagi ketika ibu masih memiliki anak yang belum mandiri.


Tapi sebelum memutuskan mulai bekerja dari rumah, ada baiknya ibu juga memperhatikan beberapa hal berikut ini agar karir ibu dari rumah tetap dapat dibangun dengan gemilang. 

  • Mengenal kebiasaan anak
  • Punya self-management


Kapan-kapan bagian ini saya tulis terpisah, deh, intinya miliki dua hal itu terlebih dahulu. Kalau pengen lebih komplit, artikel "Persiapan Jadi Freelancer" ini mungkin membantu. 


Tapi, sebetulnya apa saja sih, yang bisa dilakukan seorang ibu untuk bekerja dari rumah? 


Daftarnya sebetulnya banyak, mulai dari jualan online (seller, dropshiper, reseller) hingga pekerjaan yang butuh ketrampilan khusus. 


Jika bingung darimana memulai, 5 daftar pekerjaan di bawah ini mungkin membantu. 

5 Contoh pekerjaan yang bisa ibu kerjakan dari rumah

#1. Editor/ Writer


Kalau bicara tentang kerja freelance, pekerjaan penulis memang biasanya menjadi pilihan pertama. Kepercayaan kalau semua orang bisa nulis, dan, ya ... kita sudah biasa nulis sebetulnya kan? 

Dan memang di dunia frrelance, pekerjaan "writer" ini banyak sekali jumlahnya. Barulah jika sudah dikotakkan menjadi blogger, content writer, content marketer, copywriter, editor, ghostwriter, maka akan kelihatan jumlah setiap kategori pekerjaannya. 

Untuk sukses di bidang kepenulisan ini, tentu tergantung dari masing-masing kategori pekerjaan, ya. Misalnya jika ingin menjadi seorang content writer seperti saya, maka menguasai dasar SEO (syulur-syukur advanced), mneulis berdasar kaidah SEO, melakukan riset untuk kepenulisan, self editing, dan tentu saja tata bahasa. 

#2. Transkripsi

Punya kemampuan mengetik dengan cepat? Coba tawarkan jasa transkripsi untuk memulai karir bekerja dari rumah. 


Pekerjaan ini biasanya dihitung berdasar jumlah huruf atau jumlah kata, tapi tidak jarang juga dengan hitungan per jam. 


#3. Designer 

Salah satu pekerjaan freelance yang mulai ngetrend saat ini adalah designer. 

Menjamurnya start up, kebutuhan pemilik bisnis untuk mengunggak konten atau gambar-ganar yang ciamik tentu sangat menarik. 


#4. Guru/ Tutor

Jika pernah memiliki pengalaman mengajar, Ibu mungkin bisa menawarkan jasa mengajar kepada tetangga atau kenalan. Bahkan dengan seiring mudahnya akses internet, mengajar juga bisa diajarkan secara online. 

Ibu bisa memilih menginduk pada sebuah lembaga pendidikan atau menyusun kurikulum sendiri. 

#5. Jasa pengasuhan di rumah

Tinggak di kawasan yang rata-rata penghuninya pekerja 9 to 5? Kenapa tidak coba menyediakan jasa penitipan anak saja. Jika tidak punya modal yang besar Ibu bisa mulai dari mengasuh anak tetangga 1-2 orang. 

Kelak jika sudah mampu membayar tenaga pengasuhan lain, bu bisa mulai mengembangkan jasa ibu sebagai sebuah bisnis. 


Semoga lima ide di atas membantu, selamat memulai karir bekerja dari rumah. 

Cara Mengembalikan Mood Kerja

cara mengembalikan mood kerja


Saya menyelesaikan tulisan "Terwujudnya Resolusi tahun 2021" kemarin, saat jam mendekati pukul 22.00 WIB. Nggak tahu kenapa, waktu itu kok susah sekali mengembalikan mood kerja sepulang dari jemput Hana dan ngurusi Cobi yang lagi sakit. 

Sepertinya willpower saya turun drastis. 😃 Sudah coba kembalikan dengan tidur siang dua kali, tapi tetep nggak bisa mengembalikan mood balik kerja lagi. Padahal menurut banyak teori, tidur tuh, senjata paling ampuh untuk menaikkan lagi kadar willpower. 

Berhubung perlu setor tulisan untuk KLIP challenge, maka mood kerja wajib balik lagi. Akhirnya saya iseng browsing mencari tips-tips ringan bagaimana mengembalikan mood kerja seketika. 


Cara mengembalikan mood kerja dengan cepat

Cara yang terbaik saat mood kerja turun, memang istirahat. Tapi ada masa, kita nggak bisa melakukannya karena deadline di depan mata, ada kewajiban yang harus segera dipenuhi, atau karena alasan lain. 


Satu-satunya pilihan kita hanyalah mencari cara bagaimana mood agar bisa kembali agar semua kewajiban selesai tepat waktu. Persis kondisi saya kemarin. 

Dan inilah beberapa cara mengembalikan mood kerja yang saya coba kemarin

#1. Terima perasaan tersebut

Saat kita merasakan mood turun drastis sementara ada kewajiba yang harus dipenuhi, tentu saja rasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri muncul. Padahal, perasaan negatif ini sebetulnya normal saja, dan wajar saja terjadi dalam hidup kita. 

Lucunya, saat kita mencoba menghindari, menolak, atau menyalahkan diri sendiri karena memiliki perasaan tersebut, mood kita akan semakin turun. 

Jadi, lebih baik akui saja perasaan negatif tersebut, dan katakan pada diri sendiri, 
"Perasaan ini wajar dan normal. Banyak kok orang yang mengalami. Aku tidak menjadi payah atau buruk hanya karena punya perasaan ini."
Saat mencoba teknik ini, jujur aja, perasaan saya langsung enteng, lho. Percik-percik semangat mulai muncul. 

#2. Bergerak

Nggak harus bergerak selama satu sesi olahraga, yang penting bergerak dari tempat Sahabat rebahan. Entah kemudian beresin dapur, nyapu-nyapu ringan, atau angkat jemuran (sarannya kok emak banget, ya 😂). 

Yang terbaik sih memang berolahraga, meski hanya push up atau sit up 10 kali, tapi kalau memang nggak sempat karena kerjaan rumah aja banyak, ya sudah, ngepel aja atau nyapu aja dulu, yang penting bergerak, jangan malah makin diperpanjang rebahannya. 

Pas kemarin saya butuh booster mood, saya memilih melakukan push up on the wall selama 8 kali trus lanjut beresin dapur. Itung-itung biar bisa terus ngetik tanpa mikirin kerjaan rumah. 😃

Kalau cara di atas masih kurang nendang, coba jalan-jalan keluar rumah 15 menit aja. 

Bergerak dari tempat kita duduk atau rebahan membuat otak memproduksi endorfin, hormon bahagia. Hormon inilah yang kemudian mengembalikan mood kerja kita. 

#3. Bersyukur

Kalau buat saya, bersyukur itu artinya bisa kerja di jam berapa saja, masih bisa ngawasin anak, punya rumah nyaman untuk berteduh (meski belum punya sendiri 😄), nggak perlu keluar rumah untuk kerja jadi bisa ngopi kapan saja. #eh

Salah satu riset yang diadakan oleh Dr. Robert A. Emmon, dari Universitas California dan Dr. Michael E dari Universitas McCullough, Miami; menyebutkan jika membiasakan diri bersyukur membantu memupuk emosi positif, membangun hubungan persona yang kuat, meningkatkan kesehatan, dan lebih berani menghadapi tantangan. 

#4. Menvisualisaikan diri kita yang ideal

Saat kemarin baca tips nomor tiga ini, saya cuma mbatin "Apaan sih, mood kok pakai visualisasi."
Tapi waktu saya coba, ternyata memang bisa mengembalikan mood, lho. 

Saya selalu punya gambaran ideal untuk diri saya. Dan saat mengingat hal ini, seringkali saya jadi lebih bersemangat. 

So, kalau hari ini Sahabat sedang nggak mood, cobain teknik nomor 4 ini ya, siapa tahu berhasil juga, kan? 

Ide lain untuk mengembalikan mood kerja


#5. Inhale and Exhale

Kalau lihat daftar to-do yang panjang, jadwal belajar, plus project yang sedang dikerjakan; kadang rasanya tuh pengen balik nonton drakor aja, healing sepuasnya. Tapi kadang kan nggak ada pilihan ya, deadline yang dekat, kewajiban di rumah tentu nggak bijak kalau malah ditinggal rebahan. 

Biasanya ini hal paling pertama yang saya kejakan, inhale and exhale. Sebaiknya sih, nggak cuma take a deep breath saja, tarik lagi kesadaran diri (awareness) ke dalam diri. Buat saya, cara ini biasanya bantu melihat tugas lebih jelas sehingga prioritas lebih mudah dilakukan. 

Dengan membuat prioritas, saya jadi tahu kalau pekerjaan yang saya perlu lakukan saat ini sebetulnya nggak banyak, dan ini lah yang membantu mengembalikan mood kerja. 


#6. Journaling

Saya pernah menuliskan manfaat journaling di artikel "6 Manfaat Journaling dalam Keseharian Saya"
Dan ya, menulis dengan pena di atas kertas tuh, rasanya memang beda. Menulis di atas kertas membantu saya berpikir lebih runut. Misalnya saat saya merasa kurang produktif, journaling membantu saya lebih memahami kenapa saya bad mood, apa yang sudah menganggu produktivitas saya, dan seterusnya. 

Dengan melihat akar masalah, juga kemungkinan penyelesaiannya, bisa membuat saya lebih baik. 


#7. Jalan keluar rumah 

Salah satu hal yang paling saya nggak saya suka adalah keluar rumah. Tapi kalau sudah suntuk, biasanya saya milih jalan-jalan atau sesepedaan sebentar muterin blok rumah. 

Ganti suasana bener-bener bisa bantu mood kita balik, lho.


#8. Main sama binatang piaraan 

Siapa hayo yang piara kucing dengan alasan buat healing? 

Kalau sudah suntuk nggak punya ide nulis, mood turun drastis, biasanya saya milih ngisengin atau ngajak main Cobi dulu (makanya si Cobi juga kami panggil "Tombol Kebahagiaan" 😁). Nggak tahu kenapa, asik aja ngeliat dia loncat-loncat kegirangan saat dikasih potongan kecil roti. Gaya dia kalau lagi posisi siaga ngejar mainan tuh, bikin mood auto naik. 

Nggak heran sih, kenapa temen-temen krafter banyak yang milih punya piaran. Main sama binatang kesayangan tuh, memang bisa balikin daya kreasi yang ilang.

Melihat tingkah laku Cobi yang lucu, tubuhnya yang gemoy, juga bikin saya inget kalau nggak boleh malas-malasan kerja. Siapa nanti yang mau bayar makanannya, vaksinnya, pasirnya, mainannya .... (Coba dong, yang Mamak Anabul juga, mana pengekuannya? 😂) Kadang tanggung jawab dan "butuh" itu memang bisa jadi motivasi terbesar. 


Udah ya, 8 tips aja, nanti kalau ingat atau punya cara mengembalikan mood kerja lain, artikelnya saya update, ya. Semoga membantu, thank you for dropping by ....


Rahayu Pawitri, untuk rahayupawitriblog.com

Akhirnya, Bisa Juga Mencapai Resolusi Tahun Baru

mewujudkan resolusi tahun baru



12 Januari 2022

Sudah dari bulan Desember 2021, saya pengen nulis kenangan di tahun 2021. Tapi karena kesibukan goals setting dan planning, akhirnya baru ada kesempatan mengabadikan kenangan di tahun 2021. 

Bagi saya, tahun 2021 adalah salah satu tahun terbaik saya. Seumur hidup baru kali ini bisa mewujudkan resolusi tahun baru, dan saya puas dengan hasilnya. 

Meski di tahun 2021 pula saya harus belajar ikhlas kehilangan Bapak di bulan April, dan disusul mbah Putri di bulan September. 

Sungguh dua hal tersebut tidak mudah. Tapi dua hal itu pula, yang membantu saya bertumbuh banyak. 

Alhamdulillah, akhirnya bisa mewujudkan resolusi tahunan


Bermula dari mengikuti kelas "27 Hari Mengubah Hidup", saya memasuki tahun 2021 dengan penuh percaya diri. Karena sudah tahu bagaimana membuat tujuan perubahan yang bener,awal tahun 2021 saya hanya membuat dua resolusi, memperbaiki kondisi keuangan dan kesehatan. 

Buat saya dua-duanya ini penting, dan saling mempengaruhi. 

Keuangan bisa diperbaiki jika kondisi kita sehat. Dan kesehatan juga bisa diperoleh jika kita punya keuangan yang cukup (misal untuk tes darah, lebih banyak beli buah dan sayur, check up tahunan, dan lain sebagainya). 

#1. Upaya meraih resolusi keuangan

Waktu di awal tahun saya niatnya cuma satu, ngatur keuangan dengan bener. Udah itu aja. No paylater, beli kalau duit sudah di tangan, dan mulai nabung meski hanya beberapa persen dari penghasilan. 

Jujurly, dulu tuh jangankan mbayangin punya tabungan jutaan, bikin cita-cita bisa nabung saja nggak berani.

Dulu saya punya kebiasaan belanja impulsif, apalagi kalau ada kelas atau buku baru, takut ketinggalan kesempatan. 

Prinsipnya, "Ambil aja dulu, toh, nanti ada gaji lagi."
Tapi ya gitu, bulan depan ada buku atau kelas lain, trus nggak jadi lagi nabungnya. 

Akhirnya kelabakan saat hp mulai minta ganti. Dana darurat nggak ada, karena nabung aja nggak bisa. 

Memang bener kata orang-orang, duit berapapun itu bisa habis kalau kita nggak bisa ngaturnya. 

💮 Saya memulai resolusi tahun baru dengan membangun kebiasaan menyisihkan uang di awal. Tiap dapat gajian atau ada invoice cair, langsung potong 10% dulu untuk biaya perlatan kerja. Jumlahnya tidak pasti (namanya juga freelancer 😊), kadang hanya Rp10 rb, sesekali beberapa puluh atau ratusan ribu. 

💮 Kalau ada kelas atau buku baru, dan budget buat belajar memang belum ada, ya tahan dulu. Yakin kalau rejeki nggak akan kemana. Kalau memang rejeki, nanti kelasnya pasti ada lagi atau bukunya tetap bisa beli meski enggak seperti harga PO. 

Pokoknya belanja hanya kalau ada uang di tangan. Nggak ada ya, lewat dulu. 

Oya, ada dua orang yang berperan dalam usaha ini, mbak Windi Teguh dan mbak Widi Utami. 

💡 Mbak Windi pernah membuat utas tentang sebab nggak bisa nabung, saya jawab karena ada kelas dan buku baru. Dan mbak Windi membalas, "Ya kalau belum cukup uangnya, tahan dulu."

💡 Mbak Widi Utami ini tempat curhat semua-semua. Pada Beliau saya sering ngeluh nggak ada dana buat ganti lepi. Akhirnya Beliau ngusulin anggap uang lepi itu biaya operasional seperti biaya pulsa atau wifi. Jadi, memang harus keluar setiap bulan. 

Dengan mengikuti nasehat Beliau berdua, Alhamdulillah, di akhir tahun, meski belum mencapai target tabungan yang saya inginkan, saya bangga sekaligus bahagia, karena akhirnya bisa punya tabungan juga. 

Setelah bertahu-tahun resolusi tahun baru hanya sebatas wacana, tahun ini, Alhamdulillah bisa mewujudkannya jadi realita. 😁

#2. Upaya memperbaiki kondisi kesehatan melalui kebiasaan baik berolahraga

Untuk resolusi ini sebetulnya saya tidak punya strategi khusus. Hanya berusaha saja olahraga di pagi dan siang hari semampu saya. Tapi ya gitu, masih sering bolong karena kecapekan ngurusin rumah, deadline, bantuin kerjain tugas sekolah Hana, dan masih banyak lagi. 

Alhamdulillah di bulan Oktober-November kemarin saya  terpilih menjadi peserta Gaya hidup sehat Anlene. Setiap hari saya harus berolahraga sesuai arahan, dan diselingin jalan kaki 10 ribu langkah. 

AHA moment saya datang di bulan Oktober akhir, saat hujan deras tapi tetep wajib melakukan challenge harian. 

Saya mungkin tidak bisa memenuhi tugas seperti peserta lain yang punya perlengkapan lengkap, waktu, atau sistem yang mendukung, tapi apapun kondisinya, saya menyukai olahraga. Menggerakkan badan mengikuti hentakan musik, naik turun angkat beban, semua membuat saya bahagia. Dan ini yang penting, rasa bahagia untuk tetap bergerak, seperti apapun kondisi atau sistem yang saya miliki. 

Alhamdulillah dengan mengikuti Anlene Challenge tersebut, akhirnya saya menemukan,  
  • Durasi waktu yang paling tepat untuk berolahraga
  • Jenis olahraga yang tepat untuk saya
  • Apa yang perlu dilakukan jika ada hambatan atau setback terjadi
Saya akhirnya menemukan poin-poin yang penting untuk membangun kebiasaan berolahraga. Poin-poin inilah yang nantinya akan menjadi pondasi untuk membangun kebiasaan baik berolahraga. 

Pencapaian lain di tahun 2021

#1. Aktif menulis copy untuk media sosial

Keinginan ini muncul saat di buan Februari mengajari kami bagaimana menjadi seorang education consultant. Salah satu tugas seorang education consultant adalah menggali potensi dari klien. 

Nah, sebelum mampu menggali potensi klien, tentu kami perlu juga menggali apa yang menjadi kekuatan kami. 

Disaat itu saya baru menyadari jika story telling adalah salah satu kekuatan saya. Hanya saja selama ini masih kurang dipupuk. 

Dan karena menyadari potensi inilah, saya jadi pengen menekuni media sosial dengan lebih serius. 

Alhamdullilah, mulai November kemarin, keinginan tersebut akhirnya terwujud, Saya tidak hanya membuat copy untuk media sosial, tapi juga merancang konten yang cocok sesuai dengan record statistic history. 

Ya, memang belum memuaskan hasilnya, tapi kesempatan ini sungguh membuat saya bahagia. 


#3. Ikut kelas "Mendesain Hidup"

Jujurly (again), ini adalah kelas Motiva yang paling ingin saya ikuti. Tapi belum terwujud juga sampai bulan April 2021 kemarin. Tapi Alhamdulillah, coach Daramawan Aji memberi saya kesempatan untuk ikut kelas ini. 

Kelas inilah yang membantu saya untuk move on lebih cepet setelah kepergian Bapak. 
Bagaimanapun, setelah Bapak pergi, tanggung jawab ibu dan paman yang semula ada pada Bapak, kini beralih kepada saya. Dan kelas mendesain hidup inilah yang membantu saya memperjelas apa saja yang haru saya lakukan. 


#3. Ikut kelas NLP 

Sudah beberapa teman dekat yang mengikuti kelas NLP. Saya awalnya nggak tertarik sih, mengikuti kelas ini karena dalam pandangan saya kelas ini untuk mereka yang ingin menjadi seorang Coach. 
Jika tidak, kelas ini sepertinya lebih cocok untuk mereka yang berprofesi sebagai marketer. 
"Dan aku kan bukan marketer!"

Ternyata ... saya salah besar. Setelah beberapa tim Motiva rata-rata adalah alumni NLP, saya baru tahu kalau NLP adalah salah satu cara untuk "mengenali diri sendiri, dan kemudian berkembang menjadi lebih baik."

Akhirnya saya pun berniat untuk ikut NLP di tahun 2022 ini. Tapi siapa sangka, akhir November, coach Darmawan Aji malah menawari untuk ikut kelas NLP dasar. Wah, berkah kan? Satu lagi cita-cita terwujud lebih awal. 


Bagi saya, tahun 2021 termasuk salah satu tahun terbaik untuk saya. Meskipun pada tahun yang sama, saya juga mengalami kesedihan yang besar, tapi harus saya akui, hal-hal baik yang terjadi banyak "menyembuhkan" luka saya. Hingga akhirnya saya lebih percaya diri menghadapi tahun 2022. 

Terima kasih untuk semua pembelajaranmu 2021. 
Hai, 2022! Insya Allah akau akan tetap bekerja keras, dan bersiap dengan semua pembelajaranmu. 




Things I learned This Week, Manfaat Tidur dan Pentingnya Bersyukur

 

manfaat tidur dan bersyukur

Ahad, 9 Januari 2022, beberapa menit sebelum waktu tidur


Nggak tahu kenapa, tadi pagi bangun kepala sebelah kiri rasanya berat banget. Bawaannya pengen tidur aja. Padahal ini hari Ahad, dan besok Hana sudah mulai masuk sekolah, sementara di rumah nggak ada makanan untuk bekal besok, pun untuk makan di hari Ahad ini. Masih ditambah makanan Cobi yang habis. 


Yang kaki dua mah bisa gopud, lha, yang kaki 4? 


Akhire ke pasar meski udah jam 7 lewat, meski jalannya pelan banget, plus mampir duduk di abang toko buku. 


Kepala berat sebelah ini kayane, gara-gara semalam nggak bisa tidur, bangun jadi nggak jelas begini. 


Rebahan beberapa menit benernya dah seger, tapi giliran bangun, langsung kayak kena hantaman godam. Beuh! 


Auto makin terbeban kalau ingat habis dhuhur mau ngaji, sorenya ada arisan RT. 
Apa daya, kepala benar-benar nggak bisa diajak kompromi. 


Nyesel banget, ngapain semalam nunggu ayah berangkat ronda sambil scrolling YouTube dan nonton Louyang. Akhire tidur sambil overthinking, kebayang “Erlang ….” (tipe-tipe tsundre kenapa suka bikin kepikiran sih? 😁).


Tidur dan manfaatnya


Memang bener apa kata Mohammed Faris di buku “Muslim Produktif”, tidur seorang muslim itu juga punya nilai spritual. Tidak seperti anggapan kebanyakan orang, tidur nggak sekedar hal alami, jadi nggak perlu dipikirin banget. Tidur bagi muslim merupakan tanda bagi kekuasaan Allah dan karunia-Nya. 


Tidur juga merupakan pengingat kematian, dan salah satu aktivitas yang seorang muslim perlukan agar dapat beribadah dan beraktivitas dengan baik di keesokan harinya. 


Karena itu, tidur bagi seorang muslim haruslah dipersiapkan dengan baik, tidak hanya dengan doa, bahkan apa yang dimakan sebelum tidur pun harus diperhatikan. 


Apa yang saya alami hari ini membuat saya berniat memperbaiki kebiasaan tidur. 


Sudah waktunya untuk lebih memperhatikan bagaimana kebiasaan saya sebelum tidur. Terlebih polanya sudah terlihat jelas, produktivitas saya selalu menurun drastis jika tidak cukup tidur. 


Selalu bersyukur membantu saya tetap termotivasi 

Kondisi hari ini juga mengingatkan saya saat terinfeksi Covid bulan Juli lalu. 


Persis seperti saat ini, saya nggak bisa tidur tenang karena kepala yang berat sebelah, suhu badan yang tinggi, juga makanan yang sepertinya semua rasanya sama, pedas dan seperti dimasak dengan minyak jelantah. 


Bedanya hari ini saya masih berani memejamkan mata, sementara dulu saat infeksi Covid sama sekali nggak berani. Dulu saat terinfeksi, setiap pejamkan mata mimpi buruk langsung datang. Saya bermimpi ditarik oleh benda-benda aneh yang berusaha menenggelamkan atau membungkam mulut saya. Bau-bau tidak enak juga mengganggu, membuat saya semakin susah tidur. 


Di titik ini rasanya saya disentil lagi, betapa banyak hal-hal sepele yang benar-benar harus saya syukuri. 

Kemudahan beribadah itu rejeki. Bisa tidur dengan nyaman itu anugrah. Bangun tidur dalam kondisi sehat, itu berkah. 


Menghitung kenikmatan yang sudah Allah berikan memang nggak ada habisnya. Dan semakin dihitung, semakin membuat saya merasa cukup. 


Semakin bersyukur, semakin membuat bersemangat menjalani hidup. Karena tahu saat Allah tidak mengabulkan satu doa, sebetulnya Dia sudah memberi banyak hal kepada. 

  • Kesempatan baru saat bangun tidur 
  • Pelajaran baru saat hal-hal tidak berjalan sesuai rencana  
  • Waktu untuk mewujudkan tujuan hidup 
  • Tubuh yang sehat untuk beraktivitas 
  • Makanan yang mudah saya peroleh ...
Banyak, sangat banyak . 


Hari ini saya belajar, siapkan segala sesuatu dengan niat untuk beribadah, dan Insya Allah semua hal akan mengikuti dengan mudah. 


Bekasi, Januari 2022

Ternyata Kesehatan Mental Memang Bisa Memengaruhi Kesehatan Fisik



Pernah dengar dapat blast WA jika sakit tertentu sebetulnya dipengaruhi oleh kesehatan mental kita? Misalnya nih, stres bisa menyebabkan penyakit jantung dan asam lambung,tekanan darah tinggi biasanya terjadi karena kurang legowo, dan lain sebagainya? 


Sahabat RPB percaya nggak sih dengan blast WA tersebut? 


Jujur, awalnya saya tidak percaya dengan pernyataan di atas, tapi setahun lalu saat usai ikut kelas PULIH,  dan sakit di tangan kiri saya hilang, sekarang saya termasuk yang mengamini pernyataan tersebut. 


Tahun lalu, saat belum mampu lepas dari trauma dan amarah masa lalu saya, tangan kiri saya mudah banget merasa lelah dan kebas. Begitu rasa marah dan trauma pulih, jreng, kebas tersebut langsung hilang. Sesekali datang, tapi sangat jarang, hanya saat tangan kiri saya ini digunakan untuk melakukan beban kerja berat dan terus-menerus. 


Disaat itulah saya akhirnya mengamini, jika penyakit fisik, bisa jadi penyebab awalnya adalah penyakit pikiran. 


Pernyataan ini juga diamini oleh salah seorang Hypnotherapist yang waktu itu mengisi acara Motiva Talk (dulu Mindshare Talk). Bapak Chairul Anwar yang menjadi pembicara saat itu bercerita tentang seorang ibu yang sering merasa sakit kepala dan jantungnya berdebar. Setelah di telisik, ternyata Beliau mempunyai kekecewaan terhadap masa lalunya. 


Lalu bagaimana cara emosi mempengaruhi fisik kita? 


Bagaimana kesehatan mental memengaruhi kesehatan fisik kita


Jaman dulu kita sering mendengar istilah "Mens Sana In Corpore Sano", dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat". Sayangnya, saat ini jargon tersebut sudah tidak relevan lagi. KIta sduah sering melihat mereka yang terlihat badannya kuat, sehat, ternyata menderita gangguan kesehatan mental. 


Menjaga kesehatan fisik memang penting, tapi menjaga kesehatan mental juga tidak kalah pentingnya. 


Mengetahui bagaimana cara bekerja tubuh dan pikiran, serta bagaimana keduanya saling mempengaruhi, akan sangat membantu kemampuan kita membuat keputusan yang tepa,t baik bagi diri kita sendiri, keluarga, dan juga lingkungan kita. 


Definisi kesehatan mental


Merujuk dari situs alodokter, mental kita dikatakan sehat jika kita merasa sejahtera baik secara psikologis, emosional, dan sosial. Kesehatan mental akan sangat mempengaruhi bagaimana kita bertindak, memproses emosi, dan membuat keputusan. 


Mental yang sehat juga akan membantu kita memelihara hubungan yang sehat, tepat mengekspresikan emosi, dan menentukan respon yang tepat saat terjadi perubahan, baik yang berasal dari dalam diri ataupun lingkungan, dan mempengaruhi kehidupan kita. 


Berbeda dengan anggapan banyak orang jika kesehatan mental hanya tentang "masalah di dalam kepala"; pada kenyataanya, kondisi mental kita sungguh mempengaruhi fisik kita. 


Alasan utamnya, karena kondis mental juga akan mempengaruhi kinerja otak, maka otomatis mempengaruhi kondisi fisik juga.  


Contoh paling gampang nih, ingat nggak pas dulu dapat tugas jadi petugas upacara, atau presentasi PR di depan kelas, perut rasanya seperti ada kupu-kupu, kan? Nah, itu salah satu contoh bagaimana pikiran bisa mempengaruhi pikiran kita. 


Gejala gangguan fisik lainnya antara lain otot tubuh yang mengeras, sakit kepala, sulit tidur, sulit fokus (brain fog), hingga sakit perut dan diare.

Mekanisme kondisi mental yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik 


Tubuh kita sebenarnya punya mekanisme bertahan dalam bentuk perlawanan atau melarikan diri (fight or flight). 


Saat tubuh kita menghadapi bahaya, hormon stres adrenaline dan kortisol akan memenuhi tubuh. Denyut jantung dan tekanan darah kita pun naik, menekan sistem pencernaan dan mempengaruhi sistem imun tubuh. 


Mekanisme ini enggak selamanya buruk sih, mekanisme itu terjadi karena kita memang butuh energi ekstra saat menghadapi bahaya. Saat kondisi lingkungan sudah tenang, tubuh kita pun perlahan akan kembali ke kondisi semula. 


Mekanismepertahana tersebut akan menjadi masalah kalau setiap saat kita dalam kondisi stres. 


Kondisi stres yang terus-menerus berarti kadar kortisol dan adrenalin juga akan terus menerus tinggi, dan tubuh pun tidak akan pernah dalam kondisi "istirahat" (tenang). Tentu saja organ dan fungsi tubuh akan terganggu karenanya. 


Terlebih lagi, rasa cemas dan depresi juga dapat menurunkan toleransi rasa sakit. 


Bagian otak yang bertanggung jawab untuk merespon rasa sakit, serta kedua neurotransmiter (serotonin dan norepinefrin) yang bertanggung jawab mengirim sinyal rasa sakit, juga  akan terpengaruh oleh rasa cemas dan depresi. 


Karena itu penting bagi kita untuk selalu mendengarkan kondisi tubuh dan menjaga agar kesehatan mental kita. 


Tentu saja, tidak semua penyakit fisik disebabkan oleh kondisi mental kita; gaya hidup, infeksi bakteri dan virus juga bisa menjadi penyebab penyakit fisik. Kita perlu berkonsultasi pada dokter untuk memastikan apa yang menjadi penyebab utama sakit kita. 


Jadi gimana, percaya tidak jika kondisi pikiran atau mental kita bisa mempengaruhi kesehatan tubuh kita?