-->

Brain Dump, Arti, Manfaat, dan Bagaimana Cara Melakukannya

manfaat journaling


Saat mengunggah tentang brain dump di status Facebook, ada seorang kawan yang bertanya, apa sebetulnya brain dump, dan apa manfaatnya. So, daripada jawabnya panjang, saya buat tulisan saja deh, tentang brain dump ini. 


Brain dump, arti dan manfaatnya

Brain dump, sebetulnya merupakan aktivitas yang biasa digunakan untuk "melepaskan" pikiran, perasaan, ide, atau apa saja yang ada dikepala,- pada media lain, misalnya buku atau catatan digital. Secara umum, brain dump membantu kita untuk menguraikan dan mengorganisasikan pikiran yang mungkin membuat kita cemas, berpikir kurang jelas (brain frog), dan lain sebagainya. 


Jika Sahabat RPB adalah penggemar film Harry Potter, tentu Sahabat ingat kebiasaan Albus Dumbledore yang suka memindahkan pikirannya ke dalam sebuah bejana (pensieve). Ya, kira-kira seperti itulah brain dumping. 


Manfaat brain dump


Hidup kita sebagai manusia tentu saja tidak hanya berfokus pada satu hal. Pekerjaan, tugas rumah tangga, tanggung jawab sosial, juga kewajiban untuk terus sebagai individu, tentu membutuhkan banyak perhatian. Tidak heran jika kita sering mudah merasa kewalahan, stres, sulit berpikir dengan kreatif, karena ... ya, terlalu banyak hal di dalam pikiran kita. 


Disinilah fungsi brain dump, membantu menjernihkan pikiran. 
Merekam pikiran dan perasaan kita di media lain akan membantu kita menemukan gambaran besar dari sebuah masalah. Sehingga kita akan lebih mudah menemukan solusi, atau tahu mana masalah yang perlu kita tinggalkan atau ditindak lanjuti. 


Dan sebagai seorang freelancer, yang kadang mengerjakan beberapa project dalam satu waktu, brain dump banyak membantu saya untuk memetakan pikiran, membantu membuat prioritas, dan tentu saja mencegah lupa. 😁


Bagaiman cara melakukan brain dump


Ada banyak cara orang melakukan brain dump, diantaranya: 

1. Mind map

Ini salah satu cara favorit saya untuk melakukan brain dumping. Saat hendak menulis artikel, atau punya rencana baru, seringkali ada banyak ide yang bermunculan di kepala. Dan dengan menuangkannya pada mind map, saya bisa melihat hal mana saja yang memang terkait dengan subject yang sedang saya kerjakan, dan mana yang tidak. 


2. Menuangkan pada catatan digital

Bentuknya bisa beragam, sebagian ada yang memilih dengan menggunakan dokumen, sementara lain memilih menggunakan journal online. 


Saya sendiri memilih menggunakan Google Keep. Fitur labelling dan warna yang ada pada Google Keep membantu saya mengkategorikan semua hal dengan lebih mudah.

3. Kertas atau buku catatan biasa

Beberapa teman saya yang menyukai bullet journal, lebih menyukai melakukan brain dump di atas kertas atau buku. Bagi mereka cara ini juga isa menjadi sarana healing yang murah meriah. 😁

Ya, siapa sih yang tidak suka mencorat-coret buku dengan gambar atau tulisan semau kita? 


Selain menggunakan Google Keep, saya juga memiliki catatan konvensional yang biasa saya gunakan untuk melakukan brain dumping. 


Catatan saya ada dua macam, lifebook dan journal. Khusus untuk journal saya membaginya menjadi empat macam, journal produktivitas, journal emosi, journal habit, dan journal bersyukur. 


Di dalam journal-journal itulah biasanya saya meletakkan brain dump, planing, dan insight harian atau quote yang tiba-tiba terlintas di pikiran. 


Agar tidak membingungkan begini saya membagi "catatan pikiran" saya. 


#1. Lifebook 


Ini merupakan buku besar semua perkembangan hidup saya. Tujuan hidup saya, alasan saya memilih tujuan tersebut, break down rencana mewujudkan, pencapaian penting dalam hidup -, semua ada di buku ini.  Dan tentu saja, jika ada brain dump terkait tujuan hidup, saya tulis disini juga. 


Lifebook ini tidak saya tidak saya sering isi, hanya di awal dan akhir tahun, atau saat ada momen tertentu yang sekira bisa mengubah life plan saya. 


#2. Journal


Pada journal lah, semua catatan keseharian biasanya saya simpan. 

Seperti namanya, journal adalah catatan keseharian yang memiliki tema tertentu. Dan milik saya adalah journal produktivitas, journal emosi, habit, dan bersyukur.

Saya memilih empat hal tersebut, karena empat hal itulah yang menjadi hal penting dalam hidup saya. 


Journal produktivitas saya berisi catatan ritme produktivitas sehari-hari. Isinya antara lain: 

  • Project yang sedang saya kerjakan
  • Bagaimana saya menyelesaikan pekerjaan 
  • Berapa lama waktu saya bekerja dan menghasilkan berapa (log focus)
  • Trial sistem produktivitas 
  • Insight harian saya
  • Brain dump terkait pekerjaan

Journal kategori ini paling tebal, karena saya menyimpan semua pikiran dan rencana karir saya disini. 


Journal yang kedua adalah journal emosi. 

Journal ini saya buat karena dulu saya punya kecenderungan overthinking dan ini sering membuat emosi saya naik turun. Di journal ini saya biasa menuliskan hal kurang baik yang terjadi, bagaimana saya menghadapinya, dan insight atau hikmah apa yang saya peroleh dari kejadian tersebut. 

Journal ini banyak membuat saya lebih tenang, dan mengendalikan overthinking saya. Sedikit membuat saya lebih bijak juga sih, #eh 😃


Journal ketiga adalah journal habit atau catatan kebiasaan yang sedang saya bangun.  

Tapi journal ini bukan habit tracker ya,. Karena saat ini saya masih menggunakan habit tracker di aplikasi ticktick saya hanya menggunakan journal habit ini sebagai review perkembangan habit saja. 

Misalnya kebiasaan olahraga selama bulan juni berapa persen, tilawah setelah sholat berapa persen, sarapan buah berapa persen dan lain sebagainya. 

Biasanya saya mengisinya di akhir bulan, atau saat tiba-tiba ada hal baru terkait dengan habit yang sedang saya bangun. 


Bagaimana denga jurnal bersyukur atau gratitude journal? Ya, tentu saja berisi catatan hal-hal apa yang saya syukuri di hari berjalan. 


Banyak ya, catatan saya? 

Ya, begitulah, hidup saya memang penuh dengan tulisan. 😁


Seperti yang pernah saya tulis pada artikel "Manfaat Journaling", semua catatan tersebut sebetulnya hanya berfungsi sebagai tracker. Dalam ilmu perkembangan diri, semua hal yang tidak dicatat, maka tidak akan bisa dilihat kesalahan dan kemajuannya. Akibatnya, kita pun akan kesulitan melihat perkembangannya. 


Dan tentu saja, inilah cara saya untuk melakukan brain dumping, mengeluarkan pikiran atau apa yang dirasakan pada media lain, tepat seperti pensieve-nya Dumbledore. 😀 Terkadang membaca journal membuat saya bersyukur dan bangga, bahwa sudah ada banyak perubahan yang saya buat. Mengetahui hal ini memotivasi saya untuk terus belajar dan tumbuh, juga yakin jika pada saatnya, saya akan sampai pada tujuan.


Ide-ide yang saya simpan di Google Keep, selain membantu saya tidak melupakan hal penting, juga biasa menjadi sumber inspirasi saat saya butuh ide-ide segar untuk project yang berjalan. 


Jadi, yuk, biasakan untuk melakukan brain dump, agar pikiran lebih lega, dan kita bisa menghasilkan hal-hal kreatif yang bermanfaat untuk sesama. 


Terima kasih sudah bersedia berkunjung, semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Sahabat. 

Rahayu Pawitri for rahayupawitriblog.com

Review Masker Scarlett Facecare, Herbalism Mugwort Mask dan Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask

review_masker_scarlett_facecare


Hai, hai, ...ketemu lagi dengan  review Scarlett Facecare. 😃 Semoga nggak bosen, ya. Saya memang lagi seneng nyoba-nyoba produk facecare nih, in the name of self-care gitu. 😊


Bulan ini saya mencoba 2 produk masker dari Scarlett, "Herbalism Mugwort Mask" dan "Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask". 


Niat awal, sebetulnya hanya ingin coba produk "Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask" saja untuk melengkapi set Scarlett Brightly yang sudah saya pakai sehari-hari. Tapi karena pas baca di Instagram Scarlett masker "Herbalism Mugwort Mask"  juga bisa untuk eksfoliasi wajah, akhirnya ya, angkut juga deh, masker ini.  


Sejak salah seorang teman di Facebook mengunggah status tentang eksfoliasi saya jadi kepo. Meski sudah biasa dengan perawatan yang lebih komplit, -pakai serum, sun block, daily facecare-, tapi tetep aja, kalau step komplit sampai maskeran atau malah eksfoliasi masih belum bisa jalankan. 


Alasan utamanya, "kayaknya kok ribet, ya?" 😃 Alasan keduanya, enggak ngerti milih produknya. 


Tapi kalau pas duduk di depan kaca, lihat komedo di hidung, bintik-bintik hitam yang makin banyak, kulit bekas jerawat yang benjol-benjol; baru deh, berasa, "Wah, kudu maskeran rajin sama ekfoliasi, nih!" 


Oya, bicara tentang ekfoliasi, sejujurnya, saya tuh nggak paham banget, cuma tahu ada dua macam saja, kimia dan fisik. Eksfoliasi kimia sebaiknya dilakukan oleh seorang ahli atau dokter karena tujuannya untuk memperbaiki kerusakan wajah sementara eksfoliasi fisik kadang bisa dilakukan sendiri kadang disebut dengan scrubbing. 


Makanya, waktu tahu ada produk Scarlett yang bisa digunakan untuk eksfoliasi, saya jadi pengen coba. 


Kenalan dengan "Herbalism Mugwort Mask" dan "Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask"


Sebelum ke pengalaman pakai maskernya, kenalan dulu ya, dengan kedua masker dari Scarlett Facecare ini. 


Herbalism Mugwort Mask


Akhir-akhir ini produk perawatan wajah dengan bahan dasar Bamboo Charcoal sedang banyak dicari orang. Sifatnya yang mampu menyerap minyak dan kotoran pada wajah membuat produk dengan bahan dasar ini jadi favorit. 


Dan dengan kandungan bahan Bamboo Charcoal ini , Scarlett menyebut produk masker mereka mampu untuk 

  • Membantu menghidrasi dan menenangkan kulit
  • Membantu produkdi kolagen 
  • Menyamarkan pori dan noda bekas jerawat, sehingga kulit terlihat lebih cerah
  • Menyerap minyak berlebih 
  • Berfungsi sebagai natural eksfoliator (Herbalism Mugwort Mask mengandung Bamboo Charcoal)
  • Menjaga kelembapan kulit 
  • Antioksidan 


review_masker_scarlett_herbalism_mugwort_mask


Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask

Namanya panjang, ya. 😃 Kata "Soothing-nya" itu bikin saya penasaran. Ngebayangin panas-panas habis olahraga trus maskeran pakai Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask, sepertinya jadi auto adem.


Produk yang dikemas seperti kemasan Brightly Ever Serum ini, mempunyai kandungan utama 
  • Niaciamide
  • Vitamin C
  • Grape Fruti Water
  • Seven Berry ekstract
  • Ginseng ekstrak 
  • Centella Asiatica
  • Rose Flower Water


review_masker_scarlett_seriously_soothing-gel_mask


Menurut keterangan resmi di Instagram Scarlett, Serioulsy Shooting & Hydrating Gel Mask ini, fungsi utamanya membantu menghidrasi dan sebagai anti-oksidan melindungi wajah dari terpaan sinar matahari yang bisa membuat wajah terlihat lebih kusam. 


Review Seriously Shooting & Hydrating Gel mask dan Herbalism Mugwort Mask


Sebelum mulai pakai kedua produk ini saya mencoba dulu di bagian lengan dalam, sekedar untuk tahu, apakah kandungan kedua masker sesuai dengan kulit wajah saya. Alhamdulillah, saat dioleskan di lengan, kedua masker tidak menimbulkan efek apa-apa. So, mantap deh mencoba. 


Produk yang pertama saya coba adalah Herbalism Mugwort Mask (enggak sabar pengen coba ekfoliasi maksudnya).


Cara pakainya tentu saja cuci muka dulu dengan sabun wajah Scarlett Brightening Facial Wash. Kemudian dilanjutkan dengan mengaplikasikan masker Herbalism Mugwort mask. 


Produk Herbalism Mugwort Mask ini teksturnya kental tapi terlihat kalau kandungan airnya cukup banyak. 


Di dalam kemasan produk, Scarlett sudah menyertakan spatula kecil yang berfungsi untuk mengaplikasikan masker. Jadi kita nggak perlu repot-repot beli atau malah olesin masker pakai tangan. Spatulanya kecil, dan pas banget dengan kemasan botol masker. Seusai pakai, kita tinggal cuci, keringkan, dan simpan spatulanya ke dalam kemasan botol guna menjaga kebersihannya. 


review_masker_scarlett_facecare


Saat mencoba mengaplikasikan Herbalism Mugwort Mask ini, wajah saya baik-baik saja, tapi saat nunggu masker mengering, timbul rasa gatal di wajah dan diikuti dengan rasa panas. 


Karena khawatir, saya nggak nunggu masker mengering, langsung cuci muka dan kompres dengan air es. Sepertinya, saya kurang cocok dengan produk Herbalism Mugwort Mask.


Yach, sedih deh, musti hunting lagi produk untuk eksfoliasi.  Padahal saya sudah suka sama produknya. Senang aja gitu bisa nemu produk eksfoliasi yang juga yang satu merk dengan produk facecare yang saya pakai sehari-hari. Tapi ya, mau gimana lagi. 


Setelah 2 hari memastikan kondisi wajah saya baik-baik saja, saya mulai mencoba produk masker Serioulsy Shooting & Hydrating Gel Mask. 


Kali ini sebelum sebelum aplikasikan ke wajah, saya coba lagi di belakang telinga yang katanya, termasuk kulit yang lebih sensitif dibandingkan kulit lengan bagian dalam. 


Pas cobain di belakang telinga ada sedikit rasa panas, tapi hanya sedikit (hampir tidak begitu terasa) dan itu pun hanya sesekali muncul. Biar aman, saya coba dulu aplikasikan di leher. Alhamdulillah, aman, nggak ada reaksi apa-apa. Adem dan seger.


Keesokan harinya barulah saya coba untuk aplikasi di wajah. Alhamdulillah tetep aman. Hasil setelah menggunakan produk ini kulit jadi terasa lebih lembut, dan kencang. 


review_masker_scarlett_facecare


Kesimpulan: 

Dari hasil mencoba kedua produk masker Scarlett ini, hasil seperti yang dijanjikan oleh kedua masker tersebut memang belum terlihat nyata (ya, kan saya baru dua kali coba he he he). Hasil langsung yang saya peroleh adalah kulit yang lebih halus, lembut, dan tumpukan komedo yang sering mengganggu di bagian hidung juga berkurang. 


Meskipun produk Herbalism Mugwort Mask kurang sesuai untuk kulit saya, tapi setelah pemakaian dan radang menghilang, kulit saya juga terlihat lebih bersih dan segar. 


Oya, saat kemarin mengalami radang tersebut, saya mencoba bertanya pada customer care Scarlett; dan ternyata Herbalism Mugwort Mask memang lebih pas untuk pemilik kulit wajah normal cenderung berminyak. Sementara tipe kulit saya kan normal cenderung kering. Jadi, mungkin ini yang menjadi salah satu sebab saya kurang cocok dengan masker Herbalism Mugwort Mask. 


Tapi, bagaimanapun juga reaksi wajah setiap orang kan berbeda-beda, ya. Salah seorang teman yang kulitnya cenderung kering tidak mendapat masalah apapun saat mencoba Herbalism Mugwort Mask. 


So, kalau ingin coba masker ini, tidak ada salahnya sih, tetep dicoba aja. Apalagi harga produk Scarlett memang terjangkau dan mudah didapatkan apotik atau counter sekitar rumah. Nggak ribet kalau pas habis, kan?


Kalau ragu dengan keaslian produk Scarlett yang Sahabat beli di apotik atau  toko, Sahabat RPB dapat mengunjungi tautan di bawah ini. Isi data sesuai form yang muncul, dan tunggu hasil pengecekan dari data Scarlett. 



cara_cek_keaslian_produk_scarlett_facecare

Jika produk yang Sahabat miliki asli, maka akan muncul pop up notifikasi seperti di bawah ini. 


cara_cek_keaslian_produk_scarlett_facecare


Untuk nomor BPOM-nya Sahabat juga bisa cek dengan cara memindai barcode yang ada di kemasan produk Scarlett. 


cara_cek_nomor_bpom_scarlett_facecare


Pengen lebih gampang membeli produk asli tanpa harus verifikasi? Kunjungi aja tautan di bawah ini



Atau kunjungi akun resmi Scarlett di Instagram 
@scarlett_whitening. 

Sebelum ditutup, saya mau cerita, ah. 

Kemarin usai mencoba Herbalism Mugwort Mask itu, saya jadi punya angan-angan, andai Scarlett punya set kemasan sample untuk konsumen yang ingin mencoba produk perawatan wajah Scarlett. Kan enak tuh, kalau ingin coba tidak perlu membeli yang kemasan besar. Kemasan sample kan juga bisa jadi alternatif tetap glowing dengan Scarlett saat travelling, ya nggak? 


Okay, gitu ya, cerita review-ku. Terima kasih sudah bersedia berkunjung, semoga review aku bermanfaat untuk Sahabat yang sedang cari produk masker atau perawatan sehari-hari. 


See you at another product review, ya. 

Rahayu Pawitri for rahayupawitriblog.com

Menyiapkan Dana Cadangan dengan Passive Income

kelas bisnis online passive income
Sumber gambar: koleksi premium canva.com



Sebagai seorang freelancer, sudahkah teman-teman menyiapkan dana cadangan? Bagaimana jika menyiapkannya dengan membangun passive income?  


Seperti kita semua sudah sadari, salah satu syarat wajib seorang Freelancer adalah punya self-management, terutama kemampuan mengatur waktu dan keuangan. Sifat pekerjaan Freelancer yang “tidak pasti” menuntut Freelancer agar mempunyai cukup persiapan saat kondisi darurat dan masa depannya (saat pensiun). Karena itu, wajib bagi seorang Freelancer untuk memiliki dana darurat, dana kesehatan, dan tentu saja dana pensiun.  


Menyiapkan ketiga dana tersebut tidak mudah, seringkali memaksa seorang Freelancer untuk bekerja lebih keras. Tapi kadang hal ini pun tidak mudah dilakukan. Bagaimanapun waktu kita terbatas, hanya 24 jam. Dan setiap jamnya, tidak mungkin diisi dengan kerja, kerja, dan kerja agar kebutuhan ketiga dana tersebut terpenuhi.  


Salah satu cara yang bisa seorang Freelancer lakukan, adalah mulai membangun sumber pendapatan baru melalui passive income.  


Cara membuat passive income, untuk seorang Freelancer 



Apa yang ada dibenak Sahabat RPB bila mendengar tentang passive income, MLM?  Padahal mendapatkan passive income enggak selalu harus dari MLM, lho. Ada banyak cara untuk mendapatkan pendapatan pasif, terlebih jika profesi Sahabat saat ini adalah seorang Freelancer. 


Passive income umumnya diartikan sebagai penghasilan sampingan. Tapi sebetulnya passive income adalah penghasilan yang diperoleh seseorang dengan melakukan aktivitas yang sedikit tapi memberikan hasil yang memuaskan 


Tanggal 21 Mei kemarin, saya berkesempatan untuk mengikuti event Xpreneur Summit Indonesia 2022 dengan tema Wealth Automation.  Acara yang diisi oleh banyak ahli bisnis ini bertujuan untuk memberikan bimbingan kepada peserta,- karyawan, profesional, Business Owner, konsultan, dan Freelancer,- agar dapat menciptakan dan mengembangkan bisnisnya melalui pendapatan pasif.  


Xpreneur Summit 2022 kali ini diisi oleh banyak pembicara, seperti  
 
  1. James Gwee, Sales Xpert & Indonesia’s Favorite Trainer & Seminar Speaker 
  2. Tom MC Ifle, Indonesia’s #1 Business Coach & CEO of Top Coach Indonesia 
  3. Sunil Tolani, Founder dari Mindset Merdeka & Calibreworks 
  4. Roy Shakti, Pakar Kartu Kredit No. 1 di Indonesia 
  5. Hendra Hilman seorang FMCG Sales & Distribution Xpert 
  6. Anthony Sudarsono yang dikenal dengan juragan belasan kost eksekutif di usia 25 tahun

Saya mendapat pencerahan passive income untuk freelancer dari pemaparan yang diberikan oleh bapak Joshua Tan praktisi bisnis, dan founder Xpreneur & Lightrees Group; tempat belajar bisnis online dengan bimbingan banyak pakar dan praktisi bisnis online. 


Menurut Beliau, di zaman serba digital ini penting mendapatkan penghasilan yang konsisten. Dan akan lebih baik jika penghasilan tersebut kita hasilkan dengan mengeluarkan tenaga dan waktu yang sedikit. 


kelas bisnis online passive income
Sumber gambar: dokumen pribadi pada saat live zoom event Xpreneur Summit 2022

Tidak berarti uang besar tidak baik, tapi kalau besar namun hanya sesekali dapatnya, maka kita akan kerepotan sendiri untuk memenuhi kebutuhan kita. Caranya tentu saja dengan membangun wealth automation, mengubah pendapatan aktif, yang notabene kita "tukar" dengan tenaga dan waktu; menjadi pendapatan pasif. Hasilnya, kita akan tetap memiliki penghasilan, tapi waktu dan tenaga yang kita keluarkan tidak sebanyak saat mengusahakan pendapatan aktif. 

Bagaimana cara mendapatkan passive income bagi Freelancer 

Ada banyak cara kaya dengan pendapatan pasif bagi seorang Freelancer. Sahabat RPB bisa membuat e-book misalnya. Sebagai seorang praktisi bisnis online, bapak Joshua Tan menyarankan agar kita mengubah ketrampilan kita menjadi produk. Ini adalah salah satu cara membuat passive income. Misalnya dengan membuat automated seminar, online course, dan lain sebagainya. 


Untuk mendapatkan passive income terbaik, bapak Joshua juga menyarankan agar kita tidak mencukupkan diri dengan membuat produk saja. Kita juga perlu mengadaptasi strategi yang tepat agar produk yang kita buat bisa menjadi sumber penghasilan passive income terbaik. Pak Joshua menyebutnya dengan nama Value Ladder Funnel. 

kelas bisnis online passive income
Sumber gambar: dokumen pribadi saat live zoom Xpreneur Summit 2022

Saya penasaran dengan tips otomasi kekayaan Joshua Tan ini, karena ternyata setiap produk yang kita buat punya karakter berbeda untuk memasarkannya. Untungnya, pak Joshua membuka kelas bisnis online yang bisa diikuti siapa saja, termasuk kita para Freelancer. Saya juga sedang menunggu buku Beliau tentang wealth automation yang kabarnya, tidak lama lagi akan terbit. 


Jika ingin mengikuti kelasnya, Sahabat dapat mengunjungi website kelas bisnis online dari Xpreneur. Ya, memang sih kita bisa join di kelas belajar bisnis dimana saja tentang stream passive income ini, tapi berdasarkan pengalaman belajar mandiri selama ini, belajar dengan bimbingan ahlinya lebih menguntungkan. 


Kita tidak hanya akan mendapat lebih banyak ilmu, tapi juga bisa mempercepat keberhasilan dari aktivitas belajar yang bisa kita lakukan. Coba bayangkan, jika belajar sendiri kita perlu menyusun silabus sendiri, belum lagi trial and error nya. Proses ini tentu berbeda jika kita belajar langsung pada ahlinya. Kita bisa menyerap ilmu dari berbagai sumber dalam satu waktu. 


Belum lagi Kelas Bisnis Xpreneur ini berisi pengalaman dari para mentor yang bisa kita jadikan tambahan pengetahuan juga. Masuk akal bukan, jika belajar pada ahli itu seperti “shortcut” untuk sukses dengan wealth automation


Jadi, yuk, jangan ragu lagi, mulai lah membangun passive income dengan mendaftar di kelas bisnis online yang tepat.

Tips Kehamilan Sehat untuk Ibu Bekerja dari Rumah

tips_kehamilan_sehat_rahayupawitriblog
Sumber gambar: canva.com


Bekerja dari rumah bagi seorang ibu hamil tentu tidak mudah. Melihat daftar pekerjaan harian saja sudah sangat panjang, apalagi ditambah dengan pekerjaan profesional. Namun, sulit tidak berarti tidak bisa dilakukan. Ada banyak cara bagi ibu untuk menjaga kesehatan dan kehamilannya selama bekerja dari rumah. 



Tips kehamilan sehat untuk ibu WAHM


Disamping keleluasan dalam mengatur waktu dan tempat bekerja, sebetulnya bekerja dari rumah juga banyak tantangannya. Seperti saat himbauan WFH diterapkan saat pandemi kemarin, tidak terhitung banyaknya keluhan stres karena kaburnya batasan antara waktu kerja dan waktu istirahat. 


Kondisi seperti ini tentu akan semakin menantang bagi seorang ibu. Ibu hamil yang bekerja dari rumah perlu melengkapi diri dengan informasi yang tepat, agar dapat menjaga kesehatan dan kehamilannya dengan baik. 


Saat mengikuti "Sarapan IIDB" tanggal 2 Juni kemarin, saya banyak mendapat info yang berkaitan dengan menjaga kesehatan selama kehamilan. 


Sesi zoom bersama bapak Agus Jatmika Soegiarto founder klinik "Kehamilan Sehat" kemarin memang tidak secara spesifik membahas menjaga kehamilan bagi ibu bekerja dari rumah. Namun ada beberapa poin yang menurut saya, perlu dilakukan oleh seorang WAHM (Working at Home Mother; ibu bekerja dari rumah).


Dan berikut ini beberapa poin yang ibu bisa catat saat harus bekerja dari rumah di saat hamil. 


Bagaimana menjaga kehamilan yang sehat pada ibu bekerja dari rumah


#1. Konsultasi rutin


Umumnya, konsultasi pada dokter dilakukan sebulan sekali. Namun menurut bapak Agus kemarin kondisi setiap ibu berbeda, jadi frekuensi konsultasi setiap ibu juga berbeda. Misalnya bagi ibu yang sudah masuk usia berisiko hamil, maka jumlah sesi konsultasi bisa saja lebih dari satu kali. 


Oya, ada hal penting yang perlu kita semua catat. Saat ini, banyak sekali aplikasi konsultasi kedokteran yang memungkinkan ibu hamil berkonsultasi dari rumah. Namun, jika ibu menginginkan kehamilan sehat, cara terbaik adalah berkonsultasi langsung pada dokter kandungan (obgyn). 


Kondisi ibu memang mudah dilihat dari luar, tapi kondisi janin tidak bisa dilihat begitu saja. Dengan berkonsultasi langsung pada obgyn, kondisi janin akan diperiksa melalui pemeriksaan USG (ultrasonografi). 


Jadi, ibu jangan lupa dan jangan pernah melewatkan sesi konsultasi, ya. Jika perlu gunakan reminder pada kalender elektronik untuk membantu ibu memenuhi kewajiban konsultasi. 


#2. Penuhi kebutuhan nutrisi


Setiap ibu hamil tentu sadar dan paham, jika nutrisi penting bagi ibu dan janin. Namun literasi  nutrisi para ibu di negeri kita ternyata masih perlu ditingkatkan. 


Pada sesi zoom kemarin, bapak Agus bercerita jika ibu hamil saat ini sudah banyak yang mengetahui  pentingnya konsumsi sayur saat hamil. Sayangnya belum banyak yang mengetahui sayur mana yang baik dan mencukupi nutrisi ibu hamil. 


Hal lain yang perlu ibu perhatikan, mencukupi kebutuhan makanan ibu dan anak tidak berarti sekedar kenyang dan kebutuhan kalori tercukupi. Kebutuhan lain, terutama vitamin dan mineral (asam folat, besi, kalsium, vitamin D) juga perlu diperhatikan. 


Tentu saja, kita tidak boleh asal mengonsumsi vitamin dan mineral tersebut, jumlah takarannya, jenis makanannya juga perlu sesuai dengan petunjuk dokter. 


Jika kegiatan ibu membuat ibu tidak punya banyak waktu, coba gunakan aplikasi ticketing yang biasanya disediakan oleh beberapa klinik kehamilan. Seperti aplikasi ticketing milik klinik Kehamilan Sehat yang tidak hanya membantu para ibu mempermudah proses pendaftaran, namun juga menyimpan rekam medik pasiennya. 


Bagi ibu yang ada di kota Jakarta (tepatnya Jakarta Timur), Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, dan Palembang, bisa lho, menggunakan fasilitas dari klinik Kehamilan Sehat ini. Ada banyak keuntungan yang bisa ibu peroleh dengan mendaftar pada klinik Kehamilan Sehat, seperti 

  • Ditangani oleh dokter ahli yang berpengalaman
  • Mendukung persalinan normal
  • Akan mendapat rujukan dokter Rumah Sakit dan rumah sakit yang tepat
  • Harga sangat kompetitif namun mendapat standar pemeriksaan dan perawatan Rumah Sakit
  • Jujur, jelas dan transparan dalam memberikan informasi pada pasien. Jika memang harus dirujuk dan membutuhkan bantuan rumah sakit, maka ibu akan langsung dirujuk ke rumah sakit 
Sebagai tambahan, pasien klinik Kehamilan Sehat juga bisa mendapatkan harga diskon di rumah sakit rujukan. 


tips_kehamilan_sehat_rahayupawitriblog
Sumber gambar: canva.com


#3. Penuhi kebutuhan air 

Rata-rata seorang ibu membutuhkan air sekitar 2,1 liter. Kekurangan air minum dapat menyebabkan ibu mengalami dehidrasi dan gangguan kesehatan baik jangka panjang atau pun jangka pendek. 


Mencukupi kebutuhan air membantu organ dalam tubuh ibu berfungsi dengan normal, mood atau pikiran juga lebih terjaga. Sementara kekurangan air dapat menyebabkan ibu mengalami pesalinan prematur, turunnya volume cairan ketuban, dan sirkulasi darah terganggu.


Jadi Ibu, jangan pernah lupa untuk memenuhi kebutuhan air, ya. 


#4. Olahraga

Menjadi seorang ibu bekerja dari rumah yang seringkali menghabiskan lebih banyak waktu di depan komputer atau meja, berolahraga dengan teratur termasuk kewajiban. Begitu juga di saat ibu sedang hamil. Tapi tentu saja, jenis olahraga yang dilakukan tidak seperti saat ibu sedang tidak hamil, ya. 


Sebelum berolahraga, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter, termasuk kemungkinan untuk melakukan senam hamil. 


Jika ingin melakukan senam hamil, usahakan memilih tempat yang mudah dijangkau dari rumah, ruangan senam yang cukup nyaman, juga biaya untuk sekali pertemuan.


Untuk ibu yang lokasinya dekat dengan klinik Kehamilan Sehat, ibu dapat mendaftar pada kelas senam hamil di klinik tersebut. Biaya sekali pertemuan di klinik Kehamilan Kesehatan sangatlah terjangkau. Ibu juga akan mendapat fasilitas edukasi seputar kehamilan dan pasca kehamilan sebelum sesi senam dimulai. 


Melakukan senam hamil akan membantu ibu 
  • Menjaga stamina
  • Menjaga kesegaran tubuh
  • Menjaga keseimbangan berat badan
  • Mengurangi resiko mengalami diabetes
  • Menurunkan resiko sulit tidur
  • Mencegah terjadinya pembengkakan 

#5. Kenali kapasitas diri

Salah satu keuntungan dari seorang Freelancer atau pekerja Remote (pekerja jarak jauh) adalah dapat menyesuaikan kapasitas bekerja. Karena itu, begitu positif hamil, segeralah buat daftar prioritas dan target sesuai kemampuan ibu. 


Prioritaskan mencukupi kebutuhan istirahat ibu dibanding banyaknya pekerjaan yang ingin ibu selesaikan. Ingatlah, bahwa ibu perlu menjaga kesehatan fisik dan pikiran jika menginginkan kehamilan sehat persalinan yang lancar dan janin yang sehat. 


Hindari juga menumpuk atau menunda pekerjaan. Menunda pekerjaan hanya akan memperpanjang daftar to-do list ibu, mengundang stres dan membuat ibu kewalahan karena tumpukan pekerjaan. 
Kenali waktu produktif ibu, dan kerjakan pekerjaan penting atau membutuhkan konsentrasi tinggi pada jam-jam tersebut. 


tips_kehamilan_sehat_rahayupawitriblog



#6. Cukupi kebutuhan tidur

Seperti kebutuhan air, memenuhi kebutuhan tubuh untuk tidur juga penting bagi ibu hamil. 
Tercukupinya kebutuhan tidur pada ibu hamil yang bekerja di rumah tidak hanya baik untuk ibu, tapi juga untuk janin. 


Umumya kita membutuhkan tidur selama 7 jam, begitu juga dengan ibu hamil. Usahakan ibu juga menambahkan tidur siang pada jadwal harian ibu. 


Jika saat bekerja ibu sudah mulai tidak dapat menahan kantuk, segeralah beristirahat. Percayalah, menahan kantuk tidak akan membuat ibu lebih produktif. Alih-alih, ibu akan sulit fokus, dan malah semakin lelah. 


Kecukupan tidur tidak hanya tentang kesehatan fisik, tapi juga kesehatan psikis. Sudah banyak penelitian yang mengungkap manfaat tidur yang cukup bagi kesehatan mental. Karena itu jika sudah merasa lelah, segeralah beristirahat. 



Bekerja dari rumah saat hamil memang tidak mudah, dan mungkin akan lebih sulit untuk memenuhi jadwal kerja seperti hari-hari biasa. Lakukanlah tindakan preventif dengan membuat prioritas pekerjaan dan melakukan 6 hal di atas. 


Oya, jika ibu membutuhkan tips kesehatan lengkap, ibu dapat mengunjungi blog kehamilansehat.com untuk mengunduh buku elektronik (e-book) yang berisi tips kehamilan sehat dari sumber yang terpercaya. 


Inspirasi Cara Mengatur Waktu dari CEO Indscript, Indari Mastuti

tips mengatur waktu untuk ibu rumah tangga dan bekerja


Mengatur waktu bagi seorang ibu rumah tangga sangatlah penting. Manajemen waktu yang baik bisa membantu ibu menyelaraskan peran sebagai ibu rumah tangga, profesional, anggota masyarakat, dan kebutuhan ibu untuk tetap belajar dan bertumbuh. 


Sahabat RPB tentu sudah banyak membaca tips produktivitas di blog ini. Nah, kali ini kita belajar dari ibu Indari Mastuti, yuk, Founder Ibu-ibu Doyan Nulis, Ibu-ibu Doyan Bisnis, dan CEO Indscript. 


Seperti yang ceritakan di artikel "Indscript, Membantu para Ibu untuk Produktif dari Rumah", bu Indari adalah satu sosok yang menjadi panutan saya. Saya belajar tentang mengatur waktu pertama kali dari Beliau, tepatnya tahun 2013, saat seorang kawan mengajak saya bergabung di komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis. Sebagai seorang ibu dan pebisnis, kesibukan Beliau sangatlah banyak, tapi Beliau selalu punya waktu untuk upgrade diri dan memperhatikan keluarganya. 


Guna mendukung jaringan bisnis, komunitas, sekaligus sebagai salah satu wujud dari misi Beliau membantu para ibu produktif dari rumah, ibu Indari saat ini rutin mengadakan pembelajaran pagi. Kegiatan pagi yang diberi nama "Sarapan IIDB" ini dilakukan setiap jam 6.30 WIB, waktu-waktu hectic bagi para ibu. 😁 


Bisa Sahabat RPB bayangkan, bagaimana Beliau rapi sekali mengatur waktu, jam 6.30 saja sudah bisa tune in menyapa jaringan dan anggota komunitasnya. 


Mau tahu bagaimana ibu Indari mengatur waktu? Terus baca sampai tuntas, ya. 


Cara mengatur waktu agar ibu rumah tangga tetap bisa belajar


Sudah dua bulan ini saya bergabung dalam salah satu grup bisnis bu Iin, begitu saya biasa memanggilnya. Di dalam grup ini, Beliau seringkali mengingatkan kami, para ibu hectic tapi suka nambah penghasilan, agar senantiasa belajar hal baru. Belajar apa saja, yang bisa membantu kami untuk produktif dari rumah. 


Saat Beliau mengingatkan tentang kewajiban belajar, saya ingin banget bertanya apa tips Beliau agar kami bisa punya kesempatan untuk belajar. Alhamdulillah, saya dapat jawabannya di "Sarapan IIDB" edisi Senin, 30 Mei 2022, dengan topik "Cara Ibu Tetap Belajar Meski Sibuk Mengurus Keluarga dan Bisnis." 


Berikut ini tips yang Beliau bagikan. 


#1. Mulai dari perencanaan


Sudah bukan rahasia jika pekerjaan ibu rumah tangga itu banyak, apalagi jika ia juga berprofesi ganda. Tanpa memiliki perencanaan matang, kemungkinan besar ibu akan kesulitan memenuhi kewajiban sebagai ibu rumah tangga dan kewajiban profesionalitasnya. 

Jadi, planning bagi seorang ibu bekerja, planning tidak hanya tentang deadline, sub task, dan lainnya. Bagaimana pekerjaan rumah tangga akan dikerjakan, juga perlu direncakan. Misalkan merencanakan menu harian untuk keluarga. 

Sepeti yang ibu Indari contohkan, Beliau memiliki rencana menu harian dan bekal untuk anak selama sepekan (seingat saya, Beliau malah punya rencana masakan selama sebulan). Agar lebih mudah, libatkan anak dalam menyusun menu bekal atau makanannya sehari-hari. 


Supaya di pagi hari urusan dapur bisa selesai lebih cepat, ada baiknya bahan masakan sudah disiapkan di malam hari. Misalnya bumbu-bumbu sudah dicincang, sayur dan lauk goreng sudah dipotong-potong dan lain sebagainya. Siapkan juga perlengkapan untuk bekal anak (botol, tempat bekal) di satu tempat agar saat dibutuhkan, tidak perlu mencari lagi. 



Memiliki rencana masakan tidak hanya akan membantu ibu menghemat waktu di dapur, tapi juga menghindari keributan di pagi hari. 


Coba ibu ingat, betapa sulitnya memilih menu masakan setiap hari. Mau bergerak ke pasar saja berat, karena bingung mau beli apa. Sampai di pasar malah asal beli, mana yang terlihat enak di hati. Giliran sampai rumah, masih bingung mau masak apa dengan bahan yang dibeli. Aduh, stres combo jadinya! 😀😀 


Oya, ada satu hal lagi yang kadang tidak banyak orang sadari, memiliki rencana membantu kita menghemat energi pikiran karena tidak perlu berkali-kali membuat keputusan. Pikiran kita sesungguhnya juga punya energi. Jika dipakai terus-menerus untuk membuat keputusan, energi tersebut bisa habis dan membuat kita mengalami decision fatigue. Akibatnya kita susah fokus, kreativitas terhambat, dan susah membuat keputusan-keputusan penting dengan tepat. 


Parahnya lagi, energi untuk membuat keputusan sepele ini sama banyaknya dengan energi yang digunakan untuk membuat keputusan-keputusan penting. Kebayang dong, "kerugian" kita jika energi habis hanya untuk membuat keputusan, "Hari ini mau masak apa". 


Jadi, yuk Bu, mulai belajar mengatur waktu dan membuat rencana. 


#2. Komunikasikan kegiatan ibu 

Tips yang kedua adalah mengomunikasikan kegiatan ibu pada anak.


Mengomunikasikan rencana kegiatan ibu kepada anggota keluarga membantu mereka menyesuaikan kegiatan. Cara ini juga bisa melatih anak untuk memahami kapan ibu beraktivitas bersama, dan kapan ibu perlu bekerja. 


tips mengatur waktu untuk ibu rumah tangga dan bekerja
Mengatur ritme aktivitas anak, membantu ibu 
membangun sistem manajemen waktu yang tepat


#3. Patuhi jadwal tidur 

Tidak disiplin dengan jam tidur bisa mengganggu aktivitas harian ibu. Tidak hanya beresiko bangun kesiangan, tapi kebutuhan tidur ibu juga akan terganggu. 

Hubungan mengatur waktu dengan disiplin waktu tidur memang seperti lingkaran yang tidak ada ujung  pangkalnya. Dengan mengatur waktu, ibu akan mampu mematuhi jam tidur, dan dengan mematuhi jam tidur usaha ibu untuk mengatur waktu akan lebih sukses. 

#4. Delegasikan sebagian pekerjaan

Ibu juga perlu mempertimbangkan untuk mulai mendelegasikan tugas. 

Mendelegasikan tugas ini tidak selalu harus memilik ART di rumah, ibu bisa menggunakan jasa laundry untuk tugas mencuci dan setrika baju misalnya; tugas anta-jemput anak dengan jasa ojek atau bus antar-jemput dan lain sebagainya. Silahkan ibu pilih dan sesuaikan dengan kemampuan ibu. 


Yang penting jangan pernah fokus pada masalah, tapi fokuslah pada solusi. Jika tidak bisa delegasi dengan cara A, maka pilihlah B, C, atau yang lainnya. Sistem mengatur waktu tidak perlu harus ideal seperti orang lain, lakukan saja apa yang bisa dilakukan. Seringkali penyempurnaan itu bisa dilakukan sambil jalan. 


Kadang kala, yang kita butuhkan hanya lakukan saja. Kondisi ideal, sempurna, lakukan saja sambil berjalan. 

Masalah yang mungkin ibu hadapi saat berusaha mengatur waktu 

Sistem mengatur waktu setiap ibu tentu berbeda-beda. Kita tidak bisa meng-copy paste kegiatan ibu Indari plek-ketiplek tanpa membuat penyesuaian apapun. Toh salah satu prinsip produktivitas memang  personal kan sifatnya? 


Nah, beberapa curhatan ibu-ibu saat acara tadi pagi di bawah ini mungkin membantu ibu mendapatkan sistem mengatur waktu yang tepat. 

#1. Ibu sering mengikuti ritme anak, misalnya anak balita yang sering tidur malam, apa yang perlu dilakukan
Solusi: latih anak untuk mengikuti ritme aktivitas yang tepat. Tidur larut tidak baik untuk anak. Karena itu ibu perlu mulai membangun rutinitas yang tepat dan sesuai untuk anak. 

Saat ini banyak tips parenting yang dibagikan di media sosial atau YouTube. Ada banyak sekali tips parenting yang bisa ibu tiru dan aplikasikan. Daripada scrolling konten yang kurang bermanfaat, lebih baik gunakan saja untuk mencari solusi masalah kita. 


#2. Kegiatan banyak, bingung mau mulai darimana. 
Solusi: mulai buat scheduling, dan dicatat agar review dan koreksi mudah dilakukan.


#3. Bangun pagi bolehkah tidur lagi? 
Jawaban: fleksibel, yang penting ada obrolan dengan anak. Biasakan juga mengomunikasikan kegiatan dengan anak. Jangan biasakan mengikuti kemauan anak terus agar kedisiplinan lebih mudah dijaga. 


#4. Bagaimana jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan sampai pagi?
Solusi: buat to-do list dan mulai buat prioritas. Usahakan tetap mematuhi jadwal tidur. 


Ibu juga bisa memilih melakukan pekerjaan dengan multitasking. Tentu saja, pilih pekerjaan yang mempunya tingakt atensi atau fokus yang berbeda, misalnya menunggu cucian digiling sambil menyapa grup reseller, membaca buku, melakukan stretching, dan masih banyak lagi. 



Itulah beberapa inspirasi mengatur waktu ibu rumah tangga agar dapat memiliki waktu untuk belajar.


Sumber artikel: Channel YouTube Rumah Teh IIn



Penasaran dengan prinsip produktivitas dan membuat prioritas? 
Artikel saya di motiva.id dan retizen ini mungkin membantu





Apakah Kamu Merasa Sedih Saat Ramadhan Berakhir?

saat ramadhan berakhir

Lebaran hari ke-4. 

Saat mendekati lebaran kemarin, saya nemu beberapa status iseng, nanyain 

"Yakin, kamu sedih karena Ramadhan pergi? Bukannya kamu seneng karena sudah lebaran?"


Well, pertanyaan tersebut cukup bikin nyengir, sih. 😁 Berpotensi membuat pertentangan di hati, dijawab "enggak", kok rasanya jadi hamba yang buruk gitu. Di jawab "iya", tapi kenyataannya seneng. Orang iseng itu memang ngeselin, ya. 😀


Jujurly, saya termasuk golongan kedua, "seneng karena lebaran sudah datang."


Ya, saya tahu, ada banyak pahala di bulan Ramadhan, tapi sepertinya iman saya belum seindah itu untuk merasa melow ketika Ramadhan pergi. 


Dan hei, siapa yang tidak suka lebaran; waktu untuk ketemu dengan sanak saudara dan keluarga besar yang tinggal berjauhan bukan? Apalagi seperti saya, kesempatan tersebut kadangkala hanya datang sekali setahun. Pulang kampung perlu nunggu anak atau suami libur kerja cukup panjang. 


Ya saya tahu sih. di luar sana ada beberapa teman, yang sudah mengubah budaya keluarga dan pandangannya tentang Idul Fitri. Hari raya besar mereka adalah Idul Adha, bukan Idul Fitri.

But again, itu belum terjadi di keluarga saya. Paling tidak sampai lebaran 1443 H ini, kami masih dengan budaya yang sudah turun temurun, Idul Fitri adalah hari raya yang sesungguhnya. So, asli saya seneng tuh, kalau lebaran sudah datang. 😁


Alasan yang kedua, karena sampai saat ini saya menganggap Ramadhan adalah bulan latihan. Yap, latihan untuk menyeimbangkan ibadah dan urusan dunia, mengusahakan bekal akhirat, tapi tetap mengusahakan dunia dengan sebaik-baiknya. So, the real challenge will be those days after Ramadhan


Setidaknya, sampai saat ini, ukuran keberhasilan saya beribadah adalah bagaimana saya mempertahankan kebiasaan baik selama Ramadhan selama setahun ke depan. 


Lalu bagaimana jika tahun depan tidak ada lagi kesempatan bertemu Ramadhan? Ya, itu kan sudah takdir, sudah tertulis dari jaman saya belum lahir. Itulah mengapa fokus saya malah pada bagaimana setiap hari memperbaiki ibadah, nggak hanya di bulan Ramadhan. Challenging banget itu. Ciyus deh. 😁.


Bagaimana dengan pahala? Ya tentu saya pengen. Tapi gimana ya, pahala kan di luar kendali saya juga, tugas saya mengusahakan sebaik-baiknya. Dan bagi saya, kalau selepas Ramadhan bisa mengusahakan kebiasaan baik seperti saat Ramadhan, -interaksi dengan Al-Quran tetap intensif, sholat tepat waktu, ibadah sunah malam tidak ketinggalan-, itu sudah termasuk pahala. 


Bener, lho, asli nggak gampang ibadah seperti itu, apalagi bila Sahabat hidup di lingkungan yang kuantitas ibadahnya "B" aja (saya nggak bilang kualitas ya, susah dinilai itu). 


Karena itu, usai lebaran begini, saya biasanya mulai review bagaimana saya menjalankan ibadah saat Ramadhan kemarin. Apalagi di tahun ini saya berusaha menyiapkan "membangun good habit saat Ramadhan" dengan lebih baik. Jadi agak exiciting gitu, review-nya, he he he. 


Ya, usaha saya memang tidak sekeren mereka yang dapat khatam Al-Qur'an berkali-kali di bulan Ramadhan. Bagi saya yang kuantitas ibadahnya (dan mungkin kualitas juga) masih "B" aja, sanggup membiasakan diri dengan konsisten itu sudah keren banget. 


Eh, ini nggak bermaksud sombong, ya, sekedar menghargai usaha diri sendiri saja. Modal membangun kepercayaan diri, bahwa hal yang awalnya saya pikir nggak mungkin, bisa juga saya kerjakan. Yang saya butuhkan hanya usaha, melebarkan sedikit zona nyaman


Jadi, bagaimana dengan Sahabat RPB, apakah biasanya merasa sedih saat Ramadhan berakhir? Share dong, ceritanya. 


PS. Semua yang saya tulis di atas hanya pendapat pribadi, ya, jangan dijadikan ukuran dan pedoman untuk Sahabat RPB. Dan jika pemikiran saya salah, tolong dikoreksi, ya. Colek saja saya di WA atau Instagram @rahayu_pawitri. Thank you for dropping by ....

How to Choose Bodysuit for Pear-shaped Women

bodysuit for pear-shape



As women, we often think that choosing the right clothes to wear is not easy. No wonder, guideline articles on how to choose perfect clothes are always on-trend. 

Well, in my opinion, choosing your best clothing should not be a daunting task as long as you know what is your shape and the clothes you are comfortable in. 

So, when it comes to choosing a bodysuit, let's start our hunting from our body shape. 

Choosing the perfect bodysuit for Pear-shaped 


If we summarize all of the tips from the clothes guiding articles that guide, there are two important measurements that must be considered in choosing clothes, those are model and size. 

But before jumping into a specific style for pear-shaped, let's remember some characteristics that often apply: 

Our hips and thighs are wider than our body 
We have a gorgeous waist, which is smaller than our hips 

So, what kind of bodysuit is perfect for pear-shaped women? 

 #1. Best style for pear-shaped 

Some of the advice we often get is to balance our shoulders, bust, waist, and hips. We also can do it by emphasizing our favorite parts and being smart about the colors we choose. 

So, if you love your waist most, you can opt for a bodysuit that shows your waist more like those with a belt or a structured waistline will define your smallest part. 

bodysuits for women
Pict. source: popilush.com



Another option to choose is a bodysuit that focuses on top detail, like a bodysuit with a dramatic neckline, or a V neckline. 

#2. The size 

One of the reasons why we love bodysuits is because they help us to tuck in our shirt or those high-waisted pants which just won’t cooperate. It also helps us to have more options on style. 

Thus it is important to choose the perfect size to wear. You may ever hear that we should go one or two upper than our original size. But it is best to go with the basic guidelines when choosing  bodysuits for women. 

Pict. source: popilush.com



The first thing we should consider is the length. Of course, we all want it to cover us without it riding up or being too baggy. So it is best to have it a try before deciding to bring it home. Don't forget to wear your best sports bra and do a few squats when you try it on.   

As for the overall fit, check how it fits your bum, bust, and tummy. There should not be any underarm spillage, a cheeky indent on your bum, or constricting feeling. 

Another option is choose a two pieces bodysuit, which allowing you to go with so many clothes. 

bodysuit for pear-shape
Pict. source: popilush.com



We hope this guide helps you to choose your best one or two (or perhaps three) bodysuits. Happy shopping.

Meraih Keberkahan Waktu Lewat Membangun Kebiasaan Baik Baca Al-Qur'an di bulan Ramadhan

agar bisa baca Qur'an seusai sholat


Bulan Ramadhan tinggal hitungan hari. Sebagian kita mungkin sudah mulai menyiapkan keperluan selama bulan puasa. Daftarnya bisa mulai bayar hutang puasa, menyiapkan aneka resep yang mudah dimasak di bulan puasa, hingga sounding ke anak apa yang harus dilakukan saat bulan Ramadhan nanti. 


Beberapa teman blogger juga mulai menulis artikel seputar bulan Ramadhan, seperti mbak Anis Khoir, Blogger Tuban yang menulis topik tips puasa saat menyusui, mbak Arinta (mamakepiting.com) dengan resepnya, dan masih banyak lagi.


Aku sendiri memilih memulai membangun kebiasaan baik membaca Al-qur'an selama 15 menit setiap habis sholat, dan dalam keadaan puasa. 


Kebiasaan baca Al-Quran sebetulnya sudah terbentuk, tapi tiap kali puasa, rasanya kok berat banget; terutama kalau habis sholat Dhuhur dan Asar. Bawaanya tuh, pasti pengen merem aja. Sementara tahun ini aku pengen bisa khatam Al Qur'an dalam sebulan. 


Artikel terkait: Agar Bisa Baca Qur'an Seusai Sholat


Dibayangan aku, target khatam Al-Qur'an selama Ramadhan masih terlihat besar dan berat, nggak yakin juga kalau aku bisa konsisten. Jadi, daripada langsung "terjun" masuk bulan Ramadhan bongkar pasang jadwal untuk kejar target, mendingan sebelum Ramadhan aja aku mulai cobain pola waktu yang pas agar target baca qur'an selaras sama aktivitas sehari-hari. 


Upaya meraih berkah waktu dengan membangun kebiasaan membaca Al-Qur'an

Judulnya keren, ya? 😀 

Tapi memang itu sih yang jadi salah satu resolusiku tahun ini, punya keberkahan atas waktu. Salah satu cirinya adalah bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan meski dalam waktu terbatas. 


Ide tentang berkah waktu ini aku peroleh dari cerita coach Darmawan Aji. Beliau pernah bertemu dengan seorang profesor yang menulis dua buku dalam bahasa arab setebal lebih dari 1000 halaman. Yang paling keren, aktivitas bapak Profesor ini banyak (mengajar, nulis buku, mengisi kajian), tapi selalu punya waktu untuk mengkhatamkan Al-Qur'an setiap minggu. 😮


Menurut bapak Profesor tersebut (maaf ya, aku lupa nama Beliau), inilah salah satu ciri dari keberkahan waktu; waktu yang kita miliki tidak banyak, tapi kita sanggup menyelesaikan target-target yang bermakna. 


Alasan kedua, selama ini setiap bulan Ramadhan, pekerjaanku malah sering keteteran. Dugaaanku, mungkin karena aku mesti masak lebih banyak, kalau hari biasa cukup sekali, maka di bulan Ramadhan jadi dua kali. Belum lagi harus kompromi dengan badan yang lemes dan mudah ngantuk. 


So, mumpung lagi punya target pengen bisa khatam Al-Qur'an selama Ramadhan, plus cari ritme yang pas buat kerja, ya udah sekalian aja, aku coba bangun sistem produktivitas lewat kebiasaan baca Al-Qur'an seusai sholat. 


Eh, tapi memang ada hubungannya antara sistem produktivitas sama baca Qur'an? 


Gini lho, buat muslim itu produktivitas tidak hanya terkait dengan "mampu menyelesaikan X pekerjaan dalam waktu Y", enggak gitu. Produktivitas dalam Islam itu tujuannya untuk menyeimbangkan tubuh, pikiran, dan jiwa.


Jadi, kalau ada porsi untuk kebutuhan dunia, maka perlu ada juga porsi untuk kebutuhan spiritual/ jiwa, dan juga sosial. 


Langkah untuk membangun kebiasaan baik baca Al-quran


Dan inilah pengalamanku saat mencoba membangun kebiasaan baca Al-Quran 15 menit seusai sholat. 


#1. Menentukan tujuan besar

Langkah pertama yang aku lakukan adalah menentukan tujuan besar terlebih dahulu, yaitu khatam quran selama Ramadhan. 


#2. Menentukan performance goals

Pernah dengar tentang performance goals dan goals process? Kedua goals ini termasuk dalam sub goals/ sub tujuan. 


Untuk mencapai sebuah tujuan besar, sudah sewajarnya kita membuat performance goals dan process goals. Saat membangun kebiasaan baik, action yang perlu kita lakukan sebaiknya mudah untuk dilakukan dan tidak membuat kita terllau terbebani. Dengan kata lain, aktivitas yang kita lakukan itu perlu yang actionable. 


Kadangkala, performance dan process goals ini jauh sekali dari tujuan besar. 

Misalnya, target atau tujuan yang diharapkan adalah sanggup lari maraton. Maka performance goal-nya bisa berupa "bagaimana berlari dengan benar" (lari dengan teknik tepat akan membantu mengatur ritme lari), sementara proses goal-nya adalah "lari setiap pagi keliling komplek sebanyak 8 putaran."


Kegiatan lari tersebut mungkin memang tidak mencerminkan jika "sanggup lari maraton", tapi kegiatan itu akan memberikan landasan yang kuat agar bisa lari maraton. 


Terkait dengan goal yang aku tetapkan, maka performance goal-ku adalah

  • Mencoba teknik mengatur energi agar tidak mudah ngantuk
  • Mengatur waktu agar setiap hari kebutuhan tidur terpenuhi


Sementara proses goal-ku adalah membaca Al-Qur'an selama 15 menit seusai sholat. 


Kedua goals ini memang bukan goals besar, tapi dari dua goals inilah aku berharap bisa membangun sistem (cara khusus) yang membantu bisa khatam Al-Qur'an


#3. Menentukan kuota terkecil

Tujuan dari penentuan ukuran terkecil ini untuk mencegah aku dari menghukum diri sendiri, sampai akhirnya memilih berhenti atau tidak melakukan karena alasan tidak sanggup memenuhi target. 


Seperti kita tahu, dunia itu tidak seindah drama korea, eh, maksudnya hidup kan nggak selalu berjalan sesuai rencana. Kadang jadwal sudah rapi dibuat, eh, nggak tahunya bangun kesiangan, anak tiba-tiba sakit, internet yang lelet bikin waktu kerja molor dan lain sebagainya, dan seterusnya. 


Dengan menentukan kuota terkecil, kita memotivasi diri kita sendiri agar tetap melakukan kebiasaan meski standarnya tidak sempurna 100%. Kalau James Clear bilang, "Reduce the scope, but stick to the goal"


Dan kuota terkecilku adalah "kalau tidak sanggup membaca 15 menit, maka paling tidak membaca 20 ayat".


#4. Antisipasi hambatan

Selain menentukan kuota terkecil, cara mengatasi hambatan yang mungkin muncul juga perlu ditentukan. 


Masalah terbesarku adalah, ngantuk 😀😀, terutama kalau habis sholat dhuhur. Agar target tercapai aku bisa dua pilihan, tidur sebelum dhuhur, atau membaca sesuai dengan kuota terkecil. 


Masalah yang kedua adalah jam sholat Asar biasanya adalah waktu masak. Jadi biar target baca Al-Qurannya nggak terganggu, maka pagi hari aku bisa potong sayur terlebih dahulu agar masak bisa tetep dilakukan seusai baca Qur'an. 


Hasil percobaan selama dua minggu

Susah, Mak ....! 😀
Aku bolak balik kebayang waktu kerja melulu. 😁
Sekuat tenaga aku afirmasi, "setiap aktivitas ada waktunya. Tenang, kamu sudah perhitungkan semua. Ayo, dicoba". 😀😀😀


Aku juga coba mengubah tujuan menjadi identitas, "mau jadi muslim yang seperti apa" biar goals proses tuh tercapai dengan lebih mudah. (Oya, ada dasar ilmunya sih, pemikiran ini, nanti kapan-kapan aku tulis, ya)


Hasilnya Alhamdulillah cukup lumayan, aku bisa selesai 5 juz. Prosentase bolong dari usaha baca 15 menit juga kecil, 20%. 



Oya, kondisi aku waktu itu bener-bener puasa full, karena kebetulan puasa tahun lalu belum kelar bayar. 



Masalah mulai datang di minggu kedua, saat si Ayah jadwal kerjanya bolak-balik berubah. Aku kurang tidur, dan akhirnya ambruk. Padahal minggu kedua ini aku puasanya selang-seling lho, nggak full seperti minggu pertama. 



Ya, begitulah, gangguan saat membangun sistem tuh memang akan selalu ada. Tapi pengalaman di minggu pertama, Alhamdulillah sudah bisa memberi gambaran, kendala dan solusi yang bisa aku lakukan agar target khatam Qur'an tercapai.


Hal lain yang aku peroleh adalah aku nggak bisa kompromi dengan masalah tidur, Kuota tidur 6-7 jam sepertinya wajib aku penuhi jika nggak pengen ambruk. Belum ketemu gimana akan ngaturnya, tapi kemarin dapat ide dari productive moslem untuk membagi waktu istirahat dalam 2-3 term. Belum aku pelajari lebih jauh sih, Insya Allah nanti aku coba baca lagi. 


Oke, itulah kegiatanku untuk mempersiapkan Ramadhan tahun ini. Semoga bisa jadi ide Sahabat RPB untuk mempersiapkan Ramadhan, ya. 


Oya, bagaimana denganmu, Mak, persiapan apa yang sudah kamu lakukan untuk menyambut bulan Ramadhan? Punya usaha membangun kebiasaan baik juga? Yuk, share. 


Rahayu Pawitri
untuk rahayupawitriblog.com

Cara Membantu Anak Belajar Mengatur Waktu

ide membantu anak mengatur waktu


Hari ini, selain aku isi dengan review kerjaan, aku juga beresin kertas-kertas catatan dan struk, dan printilan lain yang ada di atas meja. Saat itulah aku nemu kertas catatan saat ikut webinar Brainfit dengan topik membantu anak belajar mengatur waktu. Waktu itu memang nggak niat pindahin ke kertas, menurutku ditulis di blog sepertinya akan lebih bermanfaat. 


Acara bareng Brainfit Indonesia ini diadakan pada bulan November tahun lalu (2021), saat Hana sedang bersiap untuk UTS. 


Seperti biasa kalau mau UTS gitu dia kerepotan dengan buat rangkuman sekaligus mempelajari materi kisi-kisi UTS, plus masih menghadapi ujian praktek. 


Sebetulnya, sejak masuk bulan Oktober aku tuh, sudah ngingetin dia agar mulai buat ringkasan agar pas tes nanti cukup ngulang beberapa materi saja. 


Tapi ya gitulah; mulutnya memang berkata "iya", tangannya juga bergerak menyiapkan meja, tapi begitu duduk, perhatiannya mulai ke YouTube TV, alasannya, aku nggak bisa belajar kalau ga ada suara. Ga ada suara sama dengan bikin ngantuk" 


Terasa masih kurang, dia juga balesin chat temen, galfok sama notifikasi channel yang disubscribe, gambar Doodle buat catetan de es be de el el. Bikin emaknya pengen garukin tembok aja. 


Hasilnya, waktu duduk dua jam itu paling hanya dapat beberapa baris rangkuman saja. 


Cara membantu anak mengatur waktu 


Alasan aku keukeuh ngajarin Hana ngatur waktu dari sekarang


Sebetulnya, sudah dari dulu Hana belajar mengatur waktu. Apalagi dia juga terbiasa lihat aku bikin mapping waktu, tapi (lagi-lagi tapi ...) belum memberikan pengaruh nyata. Nggak heran, saat UTS dia masih sibuk membuat rangkuman dengan sistem kebut semalam. Akibatnya, dia sering berangkat tidur di atas jam 9 malam, tidur pun jadi tidak nyaman karena merasa belum belajar semua materi. 


Okay, dia memang masih anak-anak, masih SD, tapi buatku sudah waktunya dia mulai bertanggung jawab atas waktu yang dia miliki. Toh, dia sudah baligh, sebentar lagi SMP dan rencananya dia pengen masuk ke sekolah dengan sistem pembelajaran online. 


Kita semua tahu, kalau ingin berhasil sekolah online, kuncinya ada pada kemampuan mendisiplinkan diri dalam menggunakan waktu. 


Menurutku membiasakan diri aware dengan waktu dan bagaimana menggunakannya sejak awal, akan sangat membantu anak saat dia dewasa. Toh ini bukan tentang mendapatkan nilai 10 atau grade A, tapi membangun ketrampilan hidup. 


Alasan lainnya ....


Aku paling nggak suka kalau Hana belajar dengan metode seperti itu. Selain capek, dia jadi sering mengakhirkan waktu sholat atau malah ninggalin tilawah dengan alasan pekerjaan merangkumnya belum selesai. 😔


Jujurly, aku tuh bukan orang yang religius, tapi nggak tenang aja kalau Hana mulai sholat di akhir waktu. Khawatir jadi kebiasaan. 


Belajar dan sholat memang penting, tapi berapa lama sih waktu yang dibutuhkan untuk sholat dan tilawah sampai-sampai dilakukan di akhir waktu? 


Allah SWT mengatur waktu sholat sedemikian rupa tentu ada manfaatnya. Dan kalau Sahabat RPB pernah ngamati, sholat di awal waktu malah bantu kita lebih fokus pada pekerjaan yang kita lakukan karena kewajiban sudah dikerjakan. 


Artikel terkait: Mengatur Waktu untuk Seorang Muslim


Oya, menurut pengajar Brainfit, ternyata ada manfaatnya lho, ngajarin anak mulai mengatur waktu dari kecil. 


cara membantu anak belajar mengatur waktu

Kata ahli tentang anak belajar mengatur waktu sedari dini


Kemampuan mengatur waktu pada anak saat ini jadi semakin penting sejak diberlakukannya sekolah dari rumah. 


Pas pembukaan webinar kemarin, pengajar dari Brainfit mengemukakan beberapa masalah yang dihadapi orang tua terkait dengan tugas sekolah dan menajemen waktu, yaitu 

  • Keterlambatan mengumpulkan tugas 
  • Kebiasaan menunda
  • Belum tahu cara membuat prioritas
  • Bisa mengerjakan tugas tapi sangat lama karena terdistraksi 


Saat anak masuk usia remaja, sekitar usia 11-18 tahun, otaknya mengalami perubahan besar-besar-besaran karena berpindah dari fase otak anak ke fase otak orang dewasa. 


Kondisi otak dewasa adalah kondisi yang dipersiapkan untuk mengambil keputusan, mempertimbangkan resiko, menentukan  prioritas, bisa membuat rencana jangka pendek dan jangka panjang, mampu mengontrol diri, termasuk bisa me-manage banyak hal, baik yang terkait diri sendiri ataupun orang lain. 


Karena itu wajar jika sering jadi "kacau", otak mencoba rekoneksi jaringan-jaringannya, karena sebagian jaringan ada yang hilang dan muncul jaringan baru. 


Meskipun begitu, para remaja tetap butuh dilatih agar otaknya nanti berkembang dan menjadi otak dewasa yang matang. Pada momen inilah, momen terbaik untuk melatih otak anak menjadi otak dewasa, agar kualitasnya nanti menjadi optimal. 


Masalah mengatur waktu sebetulnya adalah masalah tentang self management, dan jika tidak dilatih dengan baik dapat menganggu kehidupan sosial, menurunkan rasa percaya diri, hingga kebiasaan menunda (prokrastinasi).


Ini dapat terjadi karena koneksi jaringan pada otak saat usia awal kurang. Gejala yang biasa ditunjukkan antara lain: 
  • Susah fokus
  • Inkonsistensi
  • Sudah ada gejala keterlambatan

Jika saat SD gejala di atas sering terjadi, maka saat remaja biasanya akan terbiasa dengan penundaan dan sulit berpindah dari aktivitas satu ke aktivitas lainnya. 


Penyebab kurangnya koneksi jaringan ini memang bisa bawaan (nature) tapi juga bisa karena didikan orang tua.


Setiap anak memang terlahir unik, tapi perlu diingat jika otak juga punya sifat neuroplastisiti, otak dapat berubah dengan latihan. Tentu saja cara melatihnya akan berbeda dengan anak yang sudah punya kecederungan self management


Pada anak yang self managementnya kurang, kita perlu melatih misalnya dengan repeat atau perulangan, yang tujuannya untuk membentuk brain wiring


Inilah prinsip yang harus orang tua ketahui. Jadi jangan heran jika di usia ini anak masih perlu kita ingatkan terus-menerus. 

langkah membantu anak mengatur waktu

Hal yang bisa kita lakukan untuk membantu anak mampu mengatur waktu 


Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk membantu anak mengatur waktu, antara lain; 


#1. Mengenalkan konsep waktu 


Tahu tentang jam, belum tentu memahami konsep waktu. Mereka hanya tahu waktu secara teori, tapi belum tentu menjadikan seorang anak memahami konsep waktu. 


Konsep waktu merupakan bagian dari self management, seorang yang paham konsep waktu akan  mampu memperkirakan waktu, misalnya jika melakukan aktivitas A dengan kecepatan tertentu akan membuat dirinya punya cukup waktu untuk semua aktivitas.   


Konsep waktu dapat diperkenalkan sejak anak masih bayi. Caranya dengan melakukan rutinitas bayi pada jam yang sama atau dengan urutan yang sama. Misal habis mandi, makan, main, istirahat, tidur, makan, dan seterusnya. Semua itu harus dilakukan dengan berurutan dan berulang. 


Perulangan ini akan membantu anak mengenali sequnce, atau urutan. Cara ini membantu anak mengenal waktu secara biologis ada awal dan akhir dari satu kegitan ke kegiatan yang lain. 


Pada tahap ini, anak memang belum mengenal konsep waktu secara nyata (jam), tapi mengenalnya melalui rutinitas yang dilakukan. Inilah yang menjadi alasan mengapa pada balita rutinitas menjadi hal yang sangat penting. 


#2. Membuat rutinitas


Masih terkait dengan mengenalkan konsep waktu, mengenalkan rutinitas akan membantu anak mengetahui nama waktu, misalnya pagi hari waktu makan pagi, siang hari main, dan seterusnya. 


Mengenalkan rutinitas juga akan membantu anak untuk mengenal prioritas, konsistensi, disiplin dan self control. Empat hal penting yang termasuk dalam ketrampilan hidup 


#3. Sering ngobrol tentang urutan


Selain dengan mengenalkan rutinitas, ngobrolin aktivitas yang sudah dilakukan anak (atau aktivitas yang dilakukan bersama orang tua) juga bisa membantu anak mengenal waktu. Misalnya ngobrol tentang kejadian/ aktivitas hari ini atau kemarin. 


Dan kalau anak sudah mulai mengenal waktu, kita juga bisa mengajak anak untuk merencanakan aktivitas. Nggak perlu yang rumit, misalnya cukup tanya, habis sarapan mau ngapain. 


Pada saat merencanakan ini, kita juga bisa sesekali menyisipkan pemahaman tentang prioritas. Misalnya jika anak setelah sarapan ingin nonton TV, coba tawarkan melakukan hal lebih penting seperti mewarnai, membereskan mainan, atau merapikan kasur bersama. 


#4. Kenalkan kosa kata waktu


Konsep dari pemahaman ini saat anak tahu "namanya" (kosa kata waktu) maka otak juga akan mulai mengenali konsepnya. 


Pengenalan ini bisa dilakukan melalui buku cerita yang berisi kosa kata waktu umum seperti tetang musim, matahari, bulan, pergantian hari, bulan dan lain sebagainya. 


#5. Gunakan alat mengatur waktu


Untuk anak yang sudah mulai membaca kita bisa mengenalkan dengan jadwal secara visual. Sementara untuk anak yang lebih besar kita mulai bisa menggunakan bentuk digital seperti Google kalender. Tapi jangan lupa untuk tetap mendampingi anak, ya. 


Kita dapat ajak anak membuat jadwal, dan diskusikan apakah kira-kira akan ada kendala pada saat pelaksanaan jadwal atau tidak. Jika terjadi jadwal yang tidak sesuai dengan yang direncanakan, ajak anak menelusuri apa yang menjadi penyebabnya; apakah karena anak sengaja melanggar atau ada sebab lain. 


Diskusi tentang mengatur wajtu ini juga akan membantu anak belajar memutuskan sesuatu yang terkait dengan waktu (make decision). 


Wah, udah panjang banget, ya, semoga poin-poin penting terkait dengan membantu anak mengatur waktu bermanfaat untuk Sahabat RPB. 

Terima kasih sudah mampir, sampai jumpa di artikel produktivitas lainnya. 

Rahayu Pawitri
untuk rahayupawitriblog.com