-->

Mengenal Apa itu BPM, Mengukur Denyut Nadi, dan Manfaatnya untuk Kesehatan

denyut nadi yang normal




Sudah pernah mengenal apa itu bpm, dan apa manfaatnya untuk kesehatan kita? 


Bpm adalah kependekan dari beats per menit, yang merupakan ukuran dari jumlah denyut nadi kita. 


Denyut nadi merupakan jumlah denyut pembuluh darah arteri (pembuluh darah pembawa darah bersih) dalam satu menit. Pembuluh arteri ini berdenyut (berkontraksi) sebagai respon terhadap detak jantung. Jadi, jumlah denyut nadi kita per menit, sama dengan jumlah detak jantung. 


Karena itu, selain bisa digunakan untuk menentukan kondisi kesehatan, denyut nadi juga bisa menjadi tolok ukur apakah jantung bekerja dengan baik atau tidak. 


Buat saya, dibanding suhu tubuh, denyut nadi lebih sering saya jadikan patokan apakah saya sehat atau sedang butuh istirahat lebih banyak. Kalau masih dikisaran angka 100, berarti saya baik-baik saja. 


Kesimpulan ini nggak analisa asal-asalan lho, pelatih senam di RT kami yang ngajarin. 


Mengukur denyut nadi setelah bangun tidur adalah cara yang paling mudah untuk mengetahui kondisi kesehatan kita. Jika tidak lebih dari 100 bpm, berarti kondisi tubuh kita baik-baik saja. 


Berapa bpm atau denyut nadi normal untuk orang dewasa? 

Lalu seperti apa denyut nadi normal pada orang dewasa, terutama jika usia kita sudah di atas 40 tahun? 


Denyut nadi normal pada orang dewasa jika tidak sedang aktif antara 60-100 bpm.


Tidak sedang aktif artinya, kita tidak baru saja selesai melakukan pekerjaan yang berat seperti olahraga, mengangkat beban berat, dan pekerjaan berat lainnya. 


Waktu terbaik untuk mengukur denyut nadi normal adalah usai bangun tidur. Sementara kalau pengen ngukurdenyut nadi norma  usai berolahraga, Sahabat RPB perlu berisitrahat paling tidak 5 menit, sebelum mengambil denyut nadi yang normal. 


Denyut nadi juga bisa menjadi ukuran apakah olahraga yang kita lakukan efektif atau tidak. Bahkan denyut nadi kita perlu mencapai 120 bpm, jika latihan yang kita lakukan akan memberi dampak pada tubuh. 


Eh, tapi denyut nadi 120 bpm itu hanya untuk mereka yang jarang berolahraga, ya. Kalau Sahabat RPB biasa berolahraga, bisanya malah dibawah 100 bpm. 


Saya pernah maksain diri mengikuti "Strong by Zumba" dari Aisha Lee. Waktu itu napas saya rasanya mau putus, tapi denyut nadi saya mentok 98 bpm. Ya pikir saya kan olahraga saya jadi sia-sia dong, kalau tidak bisa mencapai denyut nadi yang optimal. 


Pas tanya dengan pelatih senam di RT kami, ternyata denyut nadi usai olahraga pada mereka yang bisa aktif (biasa berolahraga) dengan yang tidak biasa aktif memang berbeda. 


Mereka yang biasa berolahraga, denyut nadinya lebih rendah, karena jantung tidak perlu bekerja lebih keras meski tubuh melakukan pekerjaan lebih keras. Bahkan denyut nadi para atlit saat tidak sedang aktif hanya 60 bpm. Kecil banget kan, ya? 


Faktor-faktor yang mempengaruhi bpm atau denyut nadi


Selain aktivitas fisik, denyut nadi juga dapat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain 


  • Usia; Denyut nadi anak-anak lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Namun, lansia memiliki denyut nadi yang cenderung rendah. 
  • Suhu udara; Saat suhu udara tinggi, jantung akan bekerja lebih keras, maka denyut nadi pun akan lebih tinggi. 
  • Emosi; Yang ini sudah jelas lah, ya, orang yang kondisi marah, stres, cemas, terkejut, atau mala gembira, tentu denyut nadinya lebih tinggi. 
  • Ukuran tubuh; mereka yang obesitas bisanya memiliki denyut nadi yang lebih tinggi dibanding pemilik badan normal, meski umumnya, denyut nadinya tidak lebih dari 100. 
  • Mengkonsumsi obat-obatan atau makanan tertentu; obat-obatan yang bekerja untuk menurunkan hormon adrenalin, biasanya menyebabkan denyut nadi menjadi lebih rendah. Mengkonsumsi makanan/ minuman yang mengandung kafein, merokok, bisa menyebabkan denyut nadi meningkat.

Cara mengukur bpm atau denyut nadi

Nah, setelah tahu manfaat mengukur denyut nadi, yuk, kita coba mengukur denyut nadi tubuh kita. Caranya gampang, kok. 


#1. Letakkan ujung jari telunjuk dan jari tengah di pergelangan tangan, atau pada lipatan paha, cekungan leher depan dibawah batang tenggorokan. Jika denyut nadi tidak terasa, Sahabat boleh menekan sedikit lebih keras, sampai denyut terasa. 


#2. Gunakan jarum jam, atau stopwatch untuk menghitung denyutnadi selama 15 detik, dan kalikan hasilnya dengan 4. Hasil dari perkalian tersebut adalah denyut nadi Sahabat. 


Oya, cek juga apakah ritme denyut nadi Sahabat teratur atau tidak. Denyut nadi yang teratur seperti tik-toknya jam di dinding. 


Gampang, kan? Selamat mencoba, ya ...!

Tips Mudah Memilih Lampu Depan Mobil Terbaik

cara memilih lampu depan mobil



Kita semua tentu paham, jika lampu depan mobil memiliki fungsi yang penting, tidak hanya sekedar untuk penerangan, namun juga untuk keselamatan; baik pagi pengendara ataupun pengguna jalan lain. 

Seiring dengan perkembangan jaman, termasuk di dunia otomotif, lampu depan mobil kini juga berfungsi sebagai penambah estetika pada mobil. 

Ada banyak lampu depan mobil di pasaran, seperti lampu halogen, HID (high Intensity Discharge), dan lampu LED.

Dan sangat disarankan untuk mengganti lampu depan mobil setiap beberapa tahun sekali, karena penerangan yang dihasilkan lampu, juga akan cenderung menurun seiring jangka waktu penggunaannya. 

Menjaga lampu depan mobil Sahabat dalam kondisi prima, termasuk salah satu hal penting dalam perawatan mobil dan juga menjaga keselamatan saat berkendara. 

Saat memilih lampu depan mobil, coba pertimbangkan beberapa hal dibawah ini, agar Sahabat mendapatkan lampu depan mobil yang terbaik. 


Tips memilih lampu depan mobil

Coba pertimbangkan beberapa detil berikut untuk mendapatkan keseimabangan antara tampilan visual, fungsi, dan keselamatan. 

#1. Masa pakai lampu

Masa pakai lampu depan mobil merupakan pertimbangan penting. Tujuannya, tentu saja, menghemat biaya perawatan mobil. 😄

Perhatikan juga apakah pemasangan lampu membutuhkan tenaga ahli, atau cukup dilakukan sendiri. Pilihan lampu yang customer-friendly tentu lebih baik. 

#2. Brightness atau kecerahan lampu

Sudah tahukah jika cahaya yang terang mampu meningkatkan jarak pandang di jalan lebih dari 50 persen? Tapi Sahabat juga perlu pahami, lampu semacam ini selain sedikit lebih mahal, masa pakai lampu pun tidak terlalu lama. Lampu dengan brightness tinggi tidak memiliki masa pakai lama karena jenis ini pelru bkerja lebih keras memantulkan cahaya dengan intes. 

Mana yang terbaik? Tentu saja tergantung dengan budget dan kebutuhan. Tidak ada salahnya lebih mengutamakan keselamatan, jika Sahabat memang lebih sering berkendara di malam hari. 

#3. Whiteness 

Perbedaan mendasar dari jenis lampu depan mobil, sebetulnya ada pada pemakaian energi listrik, karakter warna, tingkat pencahayaan, dan tingkat kecepatan pencahayaan. 

Sahabat RPB mungkin menyadari jika lampu HID mampu mengeluarkan cahaya putih, sehingga membantu pengendara untuk lebih mengenali tanda bahu jalan atau hal lain saat di jalanan. 

Hanya saja lampu ini masih termasuk lampu yang paling mahal. Kepolisian Indonesia juga melarang penggunaan lampu ini karena kemampuan pencahayaanya yang seperti sinar matahari (sangat menyilaukan untuk pengendara lain). 

Alternatifnya, Sahabat dapat memilih lampu LED (Light Emitting Diodes). Meski menghasilkan warna putih yang lebih kecil dibanding HID, namun jenis lampu ini memiliki keunggulan lain seperti pemakaian daya listrik yang lebih kecil, dan ketahanan atau masa pakainya juga lebih baik dibanding lampu HID. 


Memilih lampu yang sesuai dengan budget, gaya, dan juga keselamatan mungkin tidak mudah. Namun tidak ada salahnya jika mempertimbangkan faktor keselamatan sebagai faktor utama dalam memilih lampu depan untuk mobil kesayangan Sahabat. 

Selamat berbelanja, semoga ketemu lambu yang tepat, ya.