-->

Planning dan Cari Ide Masakan di Aplikasi Yummy

Nggak bingung masak apa hari ini karena yummy app

 

Weekend, it's a planning time, ....


Selain bikin planning untuk kerjaan, saya juga bikin planning untuk kerjaan rumah tangga, termasuk di dalamnya adalah menu makanan selama seminggu. 


Buat saya, planning makanan, sama pentingnya dengan planning pekerjaan. Sering banget waktu kerja saya jadi berantakan, hanya karena saya nggak punya rencana masakan di hari berjalan. 


Alasan lainnya, anak saya tuh, bukan anak yang mudah menyesuaikan dengan menu makanan di luar rumah. Entah yang kepedesan lah, dilidah rasanya asing, ... atau ya, nggak doyan aja. Kalau buat kita pilihan jajanan di luar itu banyak, maka kebalikan buat Hana, pilihan makanan di dalam rumah itu malah banyak. Jadi, mau nggak mau masakan di rumah memang menyesuaikan selera Hana. 


Dan dari pilihan makanan Hana itulah biasanya saya bikin planning menu masakan. Tiap weekend begini, pasti saya teriak, "Adeeekkk, .... bikin daftar lauk."


Cari ide planning masakan di aplikasi Yummy 


Salah satu trik saya untuk bikin meal planning adalah membuat daftar makanan yang bisa saya masak (perlu digaris bawahi, yang saya bisa, aja ya 😀). Nah, kalau Hana sudah bikin daftar lauk, barulah menu makanan yang "saya bisa masak" itu digabungkan dengan request Hana. 


Tapi, meal planning saya minggu ini ada yang berbeda. Minggu ini saya bosen saja, lihat request lauk Hana hanya itu-itu aja, nggak jauh dari bakwan tahu, tahu isi, ayam tepung, tahu tepung, ....  Jadi, iseng tadi browsing aplikasi kumpulan resep di Play Store. Dan penasaran dengan aplikasi yang baru kali ini saya lihat, Yummy. 



Tentang aplikasi Yummy

yummy app untuk ide masak apa hari ini

Dalam keterangannya di Play Store, Yummy merupakan aplikasi kumpulan resep makanan milik IDN Media. Dan ternyata, Yummy ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 2016 (aduh, kurang gaul deh aku rasanya). Tapi memang awal kiprahnya memang dari media sosial, Facebook dan Instagram dengan nama akun @yummy.idn. 


Fokus dari Yummy adalah membahas aneka resep makanan sehari-hari, termasuk tips memasak dan tutorial masak yang dikemas dalam format "5 Langkah Memasak."


Fitur dalam aplikasi Yummy


Fitur unggulan dari aplikasi ini adalah makanan yang anti-gagal karena sudah dikurasi dan dimasak langsung oleh para Chef top di Indonesia. 


Semua resep dibuat dengan 5 langkah praktis, agar mudah diiikuti oleh semua pengguna aplikasi Yummy. 


Tentu ada kumpulan resep dari para pengguna Yummy juga, yang bisa kita akses di halaman komunitas. Dan setiap resep yang berhasil (disetujui) dipublish akan mendapat reward sebesar Rp10.000,-


Fitur unggulan lainnya adalah rekomendasi resep berdasar

  • Bahan makanan yang ada di kulkas 
  • Jumlah porsi yang ingin kita hidangkan
  • Budget masakan sebesar Rp10.000,- 


ide masak dengan Yummy App
Cara memasak dalam 5 langkah ala Yummy App


Pengalaman merencanakan masakan dengan aplikasi Yummy 


Tujuan pertama saya instal aplikasi Yummy adalah cari ide variasi makanan yang Hana doyan, yang isinya hanya, tahu, tempe, ayam, dan telur. 


Parahnya lagi, Hana tuh, cuma mau lauknya dimasak, jadi bakwan atau ditepungin. Enak sih, sebetulnya, karena nggak neko-neko, tapi kadang saya bosen aja masaknya. Apalagi kan menu kami jadi ngikut Hana, ya, mau nggak mau lauknya itu lagi, itu lagi. 


Jadi, kalau nemu resep masakan praktis (harus praktis dan mudah dibuat, ya), it's such a bless


Lebay, ya? Tapi coba tanya para mamak yang nggak suka masak, kalau ketemu resep praktis tuh, pasti serasa ketemu gamis no. 1 tapi seharga gamis obralan. 😁😁😁


Back to Yummy, ...


Pertama buka aplikasi Yummy, kita akan disuguhi jenis makanan yang sedang Trending saat ini, Event dan Promosi, Akun Official para Chef top di Indonesia, kumpulan resep makanan barat, masakan Korea, masakan dengan budget 10K, dan rekomendasi resep lainnya. 


Ada banyak ide masakan yang bisa kita coba, baik makanan untuk hidangan utama, cemilan, atau dessert. 


Saya langsung tertarik dengan resep budget 10 K. Dan penasaran dengan resep stick tahu-nya. 


Dari ngulik resep ini, saya baru tahu, kalau kita bisa mencari ide makanan based on topik atau kategori makanan (gorengan, cemilan, makanan rumahan, takjil, makanan ramadhan, makanan utama, dan lain sebagainya). 


Dan dari rekomendasi di pencarian berdasar topik ini, kita akan mendapat rekomendasi resep yang lengkap dengan lama memasaknya. 


Dibagian bawah resep, kita juga bisa membaca pertanyaan dan pengalaman pengguna Yummy yang sudah re-cook resep tersebut, kendala yang dihadapi jika ada, dan lain sebagainya. 


Ada tujuh inspirasi resep dari Yummy App yang saya masukan ke tab Favorit, yaitu 

  1. Brokoli kuah
  2. Stick Tahu 
  3. Omelet sayur
  4. Nori gulung
  5. Tempe woku
  6. Kreasi tahu telur sayur
  7. Ayam katsu

Saya memilih ketujuh masakan di atas karena "sepertinya saya bisa memasaknya", dan jika melihat bahan dasar masakannya, kemungkinan besar Hana juga akan suka. 


Oya, tab Favorit ini adalah tab untuk menyimpan daftar resep yang kita sukai atau ingin kita coba. Jadi, nanti kalau lupa resepnya, tinggal buka aplikasi Yummy, hover ke tab akun, dan scroll ke bawah, pilih menu resep favorit. 


Nah, kalau sudah dapat beberapa menu acuan seperti, bikin planning masakan jadi lebih gampang. Tinggal padu padan saja masakan sayuran atau menu lauk lainnya. 



Nggak lupa, saya masukin juga satu resep baru yang pengen saya coba di minggu ini. 


Setiap dua minggu sekali, saya usahakan untuk mencoba resep baru. Tujuannya, selain menghindari bosan, saya mencoba "meluaskan" jenis makanan yang Hana doyan. Itung-itung mengurangi sifat picky eater-nya lah. 


Dan resep yang pengen saya coba minggu ini adalah "Ayam Pedas Ricebox". Siapa tahu, bisa jadi ide bekal makan siang kalau kelak Hana sudah masuk sekolah seperti biasa kan? 


Oya, saya juga mencoba fitur mencari resep berdasar sayuran yang ada di kulkas. Caranya, 
  1. Klik menu masak
  2. Masukkan nama sayuran, pilih terapkan
  3. Masukkan nama sayuran kedua jika ada
  4. Tap menu "2 Bahan Telah Dipilih"
  5. Tap terapkan
  6. Pilih rekomendasi resep masakan 





My opinion about Yummy 



Saya termasuk emak yang nggak begitu betah di dapur. Tapi kalau disuruh setiap hari jajan diluar, juga enggak mau banget. Selain boros, menu di luar rumah paling ya gitu-gitu aja. Belum lagi, si Hana yang memang susah banget makan menu di luar rumah. 


Karena itu, dengan aplikasi Yummy, terus terang banyak membantu saya lebih mudah menyusun menu masakan. 


Pertama, karena resepnya sudah dikurasi hanya dalam 5 langkah saja. Ini jelas mengurangi "kadar stres" saya untuk masuk ke dapur. 


Yang kedua, saya nggak perlu khawatir salah nyoba resep, karena setiap resep sudah dikurasi oleh para Chef, dan kemudian disajikan dalam bentuk video. Lebih gampang diikuti, kan?  


Ketiga, ide makanan untuk satu bahan melimpah. Dari "tahu" saja, kita bisa bikin aneka makanan, baik lauk ataupun cemilan. 



ide masak dengan Yummy App
Meal planning saya minggu ini




Jujur, saya jadi pengen masukin banyak resep ke halaman Favorit, biar nggak roaming lagi kalau pengen nambah jenis masakan "yang bisa saya masak". Tapi saya nggak mau mblenger juga, prinsip lebih baik sedikit dan diselesaikan dulu, tetap harus saya pegang. #halah 😀😀


Dengan Yummy, #MasakituGampang, planning masakan juga jadi lancar. 


Masih galau besok mau masak apa? Coba cek Yummy App aja. 




Manfaat Planning untuk Kesehatan Mental

pentingnya planning untuk menjaga kesehatan mental


Jum'at. 22.20 WIB


Saya baru saja selesai mengerjakan tugas kelas "27 Hari Mengubah Hidup", dan masih ada rencana untuk planning November ini. 


Hari ini sengaja masih pengen lembur, karena besok hendak mendedikasikan hari untuk belanja dan mengurus segala keperluan yang harus dikerjakan di luar rumah. 😀


Sengaja juga masih memaksakan diri melanjutkan planning bulanan November ini. Soalnya, buat saya tuh, planning akan menjaga kesehatan mental dan kewarasan jiwa saya. 😃


Itulah mengapa saya selalu mengkhususkan satu hari di awal dan akhir bulan hanya untuk planning. Dibilang nggak punya libur, ya biar saja. Justru saya membuat planning agar setiap weekend di bulan depan saya dapat beristirahat dengan nyaman dan melakukan hobi saya. 


Begitulah, setelah dua bulan kemarin mengarungi lautan pekerjaan tanpa rencana (maaf lagi dengerin Kla Project jadi romantis, nih 😃), asli saya capek secapek-capeknya. Pernah malam nggak bisa tidur tenang gara-gara ngimpi pekerjaan dan tugas kelas online. 


Serius, se-stres itu saya. Mau dilepas butuh, ngga dilepas kok nelangsa. 😁 Saya sampai takut depresi saya balik, karena kadang jadi nangis lagi tanpa sebab. 


Program sholat on time kacau. Building habit reciting Qur'an after sala'ah, ambyar sudah. Dhuha lewat, Tahajud apalagi. 


Hidup saya berjalan auto saja. Pagi bangun, gawean, masak, gawean lagi, mandi, gawean lagi, kelas online, gawean lagi... Subhanallah, .... parah banget pokoke. 


Alhmadulillah, akhirnya ketemu ritme, dan beban kerja juga sedang sedikit berkurang, satu kelas online juga sudah selesai. Alhamdulillah. Seneng banget pokoke; meski kelasnya saya lewatin dengan prinsip, "Yang penting gue hadir. Tugas wajib dikerjakan", 😁😁 Alhamdulillah, akhirnya usai sudah. 


Bagaimana planning membantu menjaga kesehatan mental


Karena itu, biar sedikit lembur malam ini, saya jabanin saja. Lebih baik menghabiskan 20% waktu di muka untuk planning, tapi Insya Allah 80% aktivitas saya terkendali.


Sayang nggak mau lagi gedebugan karena pekerjaan yang nggak ada acuan jadwal. 


Cukup! Enough is enough! Saya nggak mau stres lagi. 


Dan malam ini saya baru nyadar, ternyata planning punya manfaat yang signifikan buat saya, menjaga kesehatan mental.


Tapi kalau mau dirunut, ini bener, lho, planning memang bisa menjaga kesehatan mental kita. Nggak percaya, coba simak 5 alasan berikut ini. 


Manfaat planning untuk kesehatan mental


Coba deh, Sahabat RPB cek tips-tips produktivitas, salah satu tips yang diberikan,- agar mampu menyelesaiakan pekerjaan atau tidak melewatkan hal-hal penting,- pasti planning.  


Apapun profesi Sahabat, entrepreneur, freelancer, karyawan swasta, kata planning ini akan disebutkan pertama kali. 


Apalagi bila Sahabat juga seorang ibu, yang tugasnya pasti bejibun, tanpa henti. Punya planning tentu sangat membantu untuk menyelesaikan pekerjaan dan menjaga kewarasan. 


Planning saat ini dianggap sebagi dasar untuk punya hidup yang seimbang, terutama jika Sahabat menjalankan profesi ganda, atau hidup di dua dunia #tsah (maksudnya itu dunia nyata dan dunia maya 😁). 


Berikut ini 5 manfaat planning untuk menjaga kesehatan mental


#1. Life balance


Planning akan membantu kita untuk tahu seberapa jauh kemampuan kita untuk menyelesaikan tugas-tugas kita, sesuai dengan profesi yang diamanahkan pada kita. 


Planning membantu kita tahu kapan harus berhenti pada peran profesional kita kapan harus berperan sebagai individu dan makhluk sosial. 


Planning juga membantu kita tahu, prioritas setiap to do list. Dengan planning Sahabat akan tahu kapan pekerjaan A harus dilakukan, kapan pekerjaan B yang tidak butuh banyak fokus bisa dilakukan. 


Hasilnya, tentu saja waktu ekstra untuk melakukan hal yang Sahabat sukai. #nontondrakoryuk ... 😂


#2. Membatasi ketidakpastian


Coba kalau kita mau pergi, tapi nggak tahu mau kemana, disana mau ngapain, perginya naik apa, kira-kira gimana rasanya? Dijamin nggak jadi pergi saking bingungya. 


Itulah mengapa planning penting. 


Saya tahu sebagai freelancer, saya harus aktif di media sosial, blog, mengamalkan strategi marketing, dan masih banyak lagi. 


Tapi saat saya tidak membuat planning, saya tidak tahu sampai kapan saya harus mengerjakan semua itu. 


Saya hanya mengerjakan "karena mereka bilang, begitu". Dan semuanya juga akan saya kerjakan otomatis, orang teriak A, saya ikut A. Orang teriak B, maka saya ikut B. Tidak ada waktu evaluasi dan koreksi, hanya terus lari. 


Saya pun nggak ngerti kapan semua pekerjaan akan selesai, karena seolah semua jadi penting, semua harus selesai sekarang juga. 


Beda halnya jika saya punya planning; hari ini mungkin saya akan fokus menulis, esok fokus pada media sosial, lain waktu mengumpulkan gambar, dan seterusnya. 


#3. Membantu fokus


Sedang masak, eh kepikiran update status. 

Sedang update status, udah mikirin besok mau bikin konten apa. 


Biasa seperti itu? 


Itu saya dua bulan kemarin, ciyus. Dan hasilnya malah nggak ada pekerjaan yang selesai. Atau kalau selesai hasilnya nggak maksimal. Wis to, cuuapek pokoke!


Jujur, planning membantu saya tahu, setiap kegitan sudah punya jatah waktu masing-masing. Jadi saya bisa fokus pada pekerjaan yang dihadapan sekarang saya kerjakan. 


#4. Membantu konsistensi


Kesel, malas bikin jadwal karena nggak pernah bisa konsisten? Sebaiknya jangan! Justru aktivitas membuat jadwal, itu juga membantu kita membentuk kebiasaan baik, dan melatih konsistensi kita. 


Dengan planning Sahabat akan mudah melacak kesalahan, kenapa nggak bisa memenuhi jadwal, apa saja gangguan yang dihadapi sehingga jadwal berantakan, dan seterusnya. 


Contoh mudah, misalnya saya yang susah update IG. tapi setelah bikin planning, ternyata saya bisa konsisten update, bisa juga melakukan IW (Instagram Walking, istilahnya saling mengunjungi akun yang follow atau like Instagram kita), follower nambah sedikit, dan engagement pun membaik (meski sedikit sih, he he he). 


Planning membantu kita konsisten. Dan seperti kita tahu konsisten termasuk modal berharga dalam hidup kita. 


#5. Peace of mind


Ini artinya apa ya, pikiran yang tenang? Anggap saja gitu, ya. 😁


Seperti yang saya sebutkan diatas itu, karena tahu setiap kegiatan sudah ada waktunya, jadi semua nggak buru-buru. Santai, tapi ada alurnya. Ah, what a peace of mind, right? 💚💚


Sebulan lalu, saya ikut kelas Instagram, dan karena ikutnya mendadak, dan memang nggak ada plan, berkalikali saya harus mendadak menyiapkan konten juga. 


Kejar-kejaran sama pekerjaan konten yang lain. Dugun-dugun kenceng, waktu koneksi internet lelet .... Mending kalau idenya nongki cantik di meja; lha kalau dia malah lari-lari ngejar kucing tetangga gimana? 


Waaa.... auto stress, Maaakkkk!!!


So kawan, mumpung masih awal bulan, bikin planning, yuk. Biar kegiatan kita lebih mindful, dan kita pun jadi lebih hepi, plus kesehatan mental lebih terjaga. 

Nggak percaya? Cobain dulu .... baru boleh nggak percaya.


Thank you for dropping by, see you at another productivity post

Rahayu