-->

Dua Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menulis Artikel Menarik dan Enak Dibaca

tips menulis artikel menarik dan enak dibaca


Sebagai seorang penulis, baik dalam profesi sebagai Blogger atau Penulis Freelance, kita tentu selalu berusaha untuk menulis artikel menarik dan enak dibaca.

Sayangnya, saat menulis artikel online, banyak sekali hal yang harus diperhatikan; mulai dari artikel harus mudah ditemukan oleh mesin pencari, mengandung kata kunci, memperhatikan kaidah SEO, sampai pada keterbacaan pembaca.

Dan ketika semua hal tersebut diterapkan dalam kepenulisan, seringkali proses menulis menjadi terhambat. Hingga akhirnya menjadi Writers Block, bengong aja duduk di depan lepi ngliatin kursor nge-blink. 

Ada yang senasib, mari angkat tangan bareng-bareng. 😁 

Dua hal sederhana yang perlu diperhatikan sebelum menulis artikel menarik dan enak dibaca

Sebelum lanjut, disclaimer dulu, ya. Artikel ini merupakan artikel yang saya alih bahasakan dari news letter Darius Foroux. Kebetulan waktu itu saya share artikel doi di grupnya mbak Widi Utami, dan janji hendak menerjemahkan. Nah, ini adalah pemenuhan janji saya 😀 (janjinya mundur sampai dua bulan). 

Saya juga masih belajar menulis artikel yang menarik dan enak dibaca kok. Oya, ini alih bahasanya sesuka saya tapi ya, nggak ngikuti kaidah penerjemahan yang tepat. 😁😁 (ngetiknya malam ini, wis capek kalau harus sesuai kaidah penerjemahan. #ngeles). 
Sekian disclaimer, terima kasih. 👀

Nah menurut om Darius, ada dua hal yang wajib kita perhatikan saat hendak menulis artikel, yaitu 

#1. Pembaca artikel

Kalau di copywriting untuk konten situs, pembaca artikel sering disebut user

"Lha, tulisanku cakep dan bermanfaat buat semua orang, lho, mbak."

Ya nggak masalah jika pengen seperti itu. Tapi agar tulisan kita menarik dan tepat sasaran, sebaiknya perhatikan dulu siapa calon pembaca artikel kita. 

Seperti seorang pengusaha yang membuat produk, atau seperti Sahabat yang memberikan jasa menulis konten.

Kalau buat rok ya, pasti untuk perempuan kan, nggak mungkin untuk laki-laki. Begitu juga kalau kita menulis tentang SEO; seberapa pun manfaatnya tulisan tersebut, buat tetangga saya yang jualan di rumah, tulisan SEO ya jelas nggak bakal dilirik, dong. 

Dengan menentukan calon pembaca kita, maka kita akan lebih mudah untuk memilih kata (diksi) yang akan digunakan. Kita juga akan lebih mudah fokus, mau dibawa kemana hubungan kita tujuan tulisan tersebut. 

Artikel yang fokus pada pembaca tertentu, lebih mudah mencapai target yang kita harapkan. Terlebih di tengah persaingan mesin pencari, yang sekali satu kata kunci saja, saingannya bisa sampai jutaan artikel. 
... articles that are for everyone are usually for no one ,-Darius Foroux

#2. Manfaat artikel untuk pembaca

Bagi Darius Foroux, sebuah artikel seharusnya menjadi sebuah "perjalanan kecil" pembaca, dan diakhir perjalanan, pembaca sebaiknya mendapat "pengalaman"; entah dalam bentuk jawaban atas pertanyaan, sebuah cerita yang menginspirasi, apapun itu. Karena itu, tidak berarti setiap artikel harus memiliki unsur informasi, bisa saja sebuah perasaan atau pengalaman tertentu saat kita menghadapi masalah dan bagaimana kita menyelesaikan masalah tersebut. 


Poin pentingnya adalah apa manfaat dari artikel yang kita akan tulis. 

Misalnya seperti artikel yang sedang Sahabat RPB baca saat ini, tujuannya tentu saja membantu Sahabat untuk melanjutkan menulis dengan mudah, bukan?

Memang benar, manfaat yang dirasakan pembaca bukan sesuatu yang dapat kita kendalikan. Tetapi dengan menfokuskan pikiran kita pada manfaat yang ingin kita bagikan, akan membantu proses penulisan lebih mudah (dan tulisan juga tidak akan melebar kemana-mana). 

Coba ingat-ingat saat Sahabat merasa kesulitan membuat tulisan atau mencoba belajar masak dari resep online. Begitu berhasil mengatasi hambatan tersebut rasanya ingin segera bercerita di Facebook semua perasaan dan trik untuk mengatasi kesulitan tersebut bukan? 

Nah, kira-kira seperti itulah salah satu cara untuk menulis artikel yang menarik dan enak dibaca; punya rasa dan punya nyawa. 


Mengatasi rasa takut gagal saat menulis (dan hambatan lainnya)


Salah satu kendala yang kadang membuat kita macet menulis (kena writers block), biasanya adalah rasa takut salah, takut tidak ada yang membaca, takut diketawain dan masih banyak lagi. 

Bagi Darius, sebelum menulis kita perlu punya mindset yang tepat terlebih dahulu. Mindset bahwa sebetulnya kita semua dapat menulis. 

Menurut Darius, selama kita dapat bicara dengan baik, kita tentu akan bisa menulis dengan baik pula. 

Menulis tidak hanya tentang tata bahasa, atau bagaimana kita memilih diksi dan gaya bahasa; tapi juga tentang "tahu apa yang akan kita tulis." 

Sayangnya, jarang dari kita yang mau mulai menulis, karena dengan alasan merasa takut ini dan itu. Kita telah menghakimi tulisan kita sendiri, bahkan sebelum satu hurufpun kita tulis. 

Dan lebih sayang lagi, susah sekali mengusir "para hakim" di kepala kita itu. 

Satu-satunya cara untuk dapat mengalahkan "hakim-hakim di kepala kita adalah, dengan melawannya. 

tips menulis artikel menarik dan enak dibaca


Kita harus sadar jika hakim-hakim itu telah menybotase dan menghentikan kita dari memulai tulisan. Padahal fakta yang sebenarnya hakim-hakim itu tidak pernah ada. Kitalah yang menciptakan mereka. Jadi, hanya kita yang akan bisa mengusir mereka. 

Terus kenapa jika di luar sana sudah banyak buku laris? 
Apakah masalah jika kita gagal? Toh, kita bisa mendapat pelajaran dari kegagalan tersebut, bukan? 

Hadir saja di saat ini, jangan berada di masa depan. Kita hidup di saat ini, sekarang, bukan di masa yang akan datang. 

Menyadari kita hidup di saat ini, akan membantu kita melepaskan para hakim di kepala. Kita pun tidak akan memiliki rasa takut tentang "buku yang gagal di pasaran", "artikel tidak ada yang membaca","tulisan tidak menarik", dan lain sebagainya. 

Menulis saja dulu, keluarkan semua yang ada di kepala. Fokus pada cerita yang ingin kita bagi kepada semua orang. 

Nikmati proses menulis. Darius sendiri mengaku, jika ia menulis untuk memuaskan dirinya sendiri. Memang akan menyenangkan jika banyak orang yang mengatakan tulisan kita bermanfaat dan mengubah hidup mereka. Tapi pertama kali yang harus merasa bahagia adalah diri kita sendiri. 



Nah, begitu saran dari om Darius tentang dua hal yang perlu kita lakukan untuk menulis artikel menarik dan enak dibaca; perhatikan siapa pembaca kita dan fokus pada manfaat tulisan kita. 

Maaf ya, kalau terjemahannya nggak plek-ketiplek, dan ada tambahan disana-sini. Tulisan si Om ini sebetulnya memang artikel offering kelas menulis dia sih, jadi ada banyak kalimat yang saya ganti dan saya sesuaikan. 

Semoga Sahabat RPB menikmati tulisan diatas dan nggak kena writers block lagi, ya. Ingat keluarkan saja apa yang di kepala, edit mah urusan belakangan, okay? 

See you at another writing tips .... 

Tidak ada komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar pada pertanyaan atau hubungi WA 08131 2658 622 untuk kerjasama dan diskusi.