-->

Konsultasi Dokter dan Rawat Jalan Online Lebih Mudah dan Aman Bersama Aido Health

konsultasi dokter online review aido health


Sejenak saya bengong saat mencatat membuka catatan jadwal menstrasi. Ternyata, ini adalah kali kedua saya mendapatkan menstruasi di bulan ini. 

Duh, ada apa ini? Seumur-umur baru kali ini mengalami menstruasi dua kali. Sejak pertama mendapatkan haid, menikah dan punya anak, belum pernah mengalami kejadian seperti ini. 

Iseng, googling dong, apa yang menjadi penyebab mestruasi dua kali, atau malah ini merupakan pertanda apa. 

Dari hasil browsing itu ternyata ada kemungkinan saya mulai mengalami preimenopouse, periode atau masa-masa wanita memasuki menopouse. 

Ya, wajarlah, sudah 40 tahun lebih kan, wajar jika sudah mulai mengalami. 

Konsultasi dokter dan rawat jalan online jadi mudah dengan Aido Health


Meskipun ada banyak artikel kesehatan yang bisa membantu kita mendeteksi penyakit; tapi perlu diingat, jangan pernah menjadikan artikel yang Sahabat peroleh di Google sebagai patokan, apalagi untuk menentukan cara atau malah jenis pengobatan. Jangan pernah, Bahaya!

Apapun keluhanmu yang terkait dan terkait dengan kesehatan, tetap memerlukan panduan dokter untuk penanganan yang lebih tepat dan aman. 

Malas antri, malas pergi, atau nggak mau keberatan biaya? Tenang, ada aplikasi Aido Health yang bisa bantu Sahabat untuk konsultasi dokter secara online, 

Tentang Aido Health

Aido Health merupakan aplikasi kesehatan yang dikembangkan oleh Aido Indonesia, yang tujuannya menghubungkan antara tenaga kesehatan profesional dengan masyarakat

Dengan Aido Health, kita tidak perlu lagi harus antri, mengejar jadwal dokter praktek, atau malah was-was dengan biaya perawatan kesehatan yang kita tidak tahu pasti. 

Konsultasi dokter pun dapat kita lakukan dari rumah. Terlebih di saat pandemi seperti sekarang ini, saat pergi ke rumah sakit jika tidak benar-benar darurat, sebaiknya tidak kita lakukan. 

Aido Health telah bekerja sama dengan jaringan rumah sakit Siloam yang terdapat hampir di seluruh Indonesia; diantaranya 
  • Siloam Hospitals Lippo Village
  • Siloam Hospitals Kebon Jeruk
  • Siloam Hospitals TB Simatupang
  • MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
  • Siloam Hospitals Balikpapan
  • Siloam Hospitals Medan
  • Siloam Hospitals Denpasar
  • Siloam Hospitals Makassar
  • Siloam Hospitals Surabaya
  • Siloam Hospitals Manado
  • Siloam Hospitals Palembang
  • Siloam Hospitals ASRI
  • Siloam Hospitals Jambi
  • Siloam Hospitals Yogyakarta
  • RS Jantung Diagram
  • Siloam Hospitals Bogor
Tenaga ahli yang ada di aplikasi Aido Health ini merupakan tenaga ahli yang telah berpengalaman. Pengguna juga bisa melihat riwayat pendidikan tenaga kesehatan, untuk memastikan kulifikasi mereka. 

Profil tenaga kesehatan ini juga dilengkapi dengan tanggal dan jam praktek, sehingga kita akan dengan mudah menyesuaikan waktu konsultasi dan waktu kunjung jika diperlukan. 

Layanan dalam Aido Health

Ada beberapa layanan yang dapat diperoleh di aplikasi Aido Health, yaitu 
  1. Pemeriksaan COVID-19
  2. Perawatan luka
  3. Perawatan pasca stroke
  4. Rawat jalan online, yang merupakan layanan konsultasi kesehatan secara online dengan dokter spesialis dari Siloam Hospitals
  5. Rumah Sakit dan Klinik, yang merupakan layanan perawatan di rumah dari rumah sakit pilihan. Untuk saat ini ada NK Health yaitu rumah sakit yang memberikan layanan fisioterapi; dan Klinik Medifarma yang memberikan perawatan di rumah juga pesan antar obat. 
konsultasi dokter online review aido health


Cara kerja Aido Health

konsultasi dokter online review aido health

Aido Health bekerja dengan cara merekomendasikan rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan Aido Health. 

Untuk menggunakan layanan ini, kita perlu mengunduh aplikasi Aido Health dan membuat akun di Aido Health terlebih dahulu. 

Selanjutnya tinggal memilih jenis layanan apa yang kita inginkan. 

Untuk konsultasi online, kita dapat langsung memilih dokter spesialis pilihan kita di cabang Siloam Hospitals terdekat. Sementara untuk pemeriksaan "COvID-19" dan "Wound Care", kita akan diminta untuk mengisi quisioner assesment terlebih dahulu, sebelum akhirnya mendapatkan rekomendasi biaya dan perawatan yang kita butuhkan. 

Jika jadwal konsultasi telah disepakati dan pembayaran telah dilakukan, maka kita akan mendapat tautan konsultasi online via Zoom Meeting. 

Review konsultasi dokter dan rawat jalan online di Aido Health


Berhubung saya cuma pengen konsultasi, usai membuat akun di Aido Health, saya memilih layanan "Rawat Jalan Online".  Saya memilih konsultasi di Siloam Hospitals yang ada di Cikarang. 

Begitu klik, langsung terdapat daftar dokter spesialis yang praktek disana. 

Berhubung bingung harus pilih dokter apa, saya coba cek FAQ, bagaimana cara memilih dokter jika tidak tahu harus berkonsultasi kemana. Sayang, saya tidak mendapat jawabannya disana. Akhirnya coba browsing, dan nemu beberapa artikel yang membahas Aido Health. 

πŸ’‘ Disarankan jika tidak tahu mau konsultasi kemana, maka kita bisa menggunakan fitur "Chat Care Coordinator". πŸ’” Tapi sekali lagi sayang, tombol ini tidak berfungsi di aplikasi. 




πŸ’‘Akhirnya saya memilih menghubungi Aido Support, dan Alhamdulillah langsung tersambung. Dan diberikan solusi untuk menghubungi "Care Coordinator" melalui WA. 

πŸ’‘Care Coordinatornya juga oke, meski sudah diluar batas menjawab, tapi saya tetap diberi solusi. 

πŸ’™ Enak kan ya, kalau begini, kita jadi nggak ragu untuk tanya, dan lebih mantap untuk konsultasi? 

Sesuai saran, saya memilih dokter Spesialisasi Obstetri dan Ginekologi. Dan dapat rekomendasi dua dokter dr. Adhitya Indrapraja, SpOG dan dr. Agebrina Satolom, SpOG. 




Saya memilih dokter Agebrina. Begitu memilih dokter, nanti akan muncul biaya layanan dan juga jam praktek. Tinggal pilih jam praktek sesuai pilihan, tulis keluhan dan lakukan pembayaran, tunggu konfirmasi pembayaran, dan link untuk konsultasi via Zoom Meeting. Mudah kan? 

Kesimpulan


Jadi, apakah Aido Health cukup membantu kita untuk membantu untuk konsultasi dokter? Bagi saya, ya. Ada banyak kemudahan yang bisa diperoleh dari aplikasi ini, seperti 
  • Kemudahan memilih dokter yang sesuai kebutuhan
  • Kejelasan biaya dokter/ konsultasi
  • Kepastian jam praktek
  • Kepastian mendapatkan layanan yang tepat
Aplikasi Aido Health ini juga sederhana dan mudah digunakan. Apalagi sudah bekerja sama dengan jaringan rumah sakit Siloam, yang memiliki banyak cabang diseluruh Indonesia. 

Layanan pelanggannya juga oke, baik dari support aplikasi, ataupun "Care Coordinator". 

Sedikit kekurangan memang hanya dibagian tombol "Care Coordinator" pada aplikasi yang belum berfungsi. Ya, semoga ke depan, layanan ini semakin terintregasi dengan chat WA, sehingga semakin memudahkan pengguna untuk memanfaatkannya. 

Selain itu, layanan stroke sekarang tidak lagi tertera pada halaman beranda aplikasi, untuk memanfaatkannya kita perlu menuju ke menu "Profil", "FAQ", dan kemudian hover pada tiga garis di kanan atas agar dapat mengakses menu "Layanan Kami". 

Thank you Aido, konsultasi dokter sekarang semakin mudah, tepat, dan cepat. 


Bidet Toilet, Macam, dan Cara Penggunaanya

bidet toilet dan cara menggunakannya


Pernah mendengar tentang bidet toilet

Istilah ini mungkin tidak umum terdengar bagi Sahabat RPB, meskipun sebetulnya sudah sangat akrab dengan keseharian kita.  

Bidet toilet merupakan sarana untuk membersihkan diri seusai buang air besar atau kecil. Bentuknya seperti wastafel yang biasanya diletakkan bersebelahan dengan toilet. 

Seperti kita tahu, umumnya masyarakat di belahan bumi barat menggunakan tissue sebagai sarana untuk membersihkan area genital. Tapi cara ini ternyata lebih populer di daerah Amerika dibanding di Eropa. 

Istilah bidet sendiri pertama kali muncul di Perancis. Disebut dengan bidet, karena cara menggunakannya yang seperti saat kita menunggang kuda. 

Aneka jenis bidet toilet dan bagaimana menggunakannya


Saat menggunakan toilet umum, disebelah kanan kita bisanya tersedia kran air yang dilengkapi dengan shower sebagai sarana untuk membersihkan diri. Nah, sarana ini sebetulnya disebut dengan bidet toilet. 

Bentuk bidet ada tiga macam, diantaranya

1. Bidet duduk

Model bidet toilet ini seperti gabungan dari toilet duduk dan wastafel; bentuknya seperti toilet dukuk, tapi lubang pembuangannya seperti mangkuk wastafel. 

Bidet ini umumnya dipasang bersebelahan dengan toilet duduk, dilengkapi dengan kran kecil seperti penyemprot yang dapat diatur tekanan airnya. 


bidet toilet dan cara menggunakannya


Beberapa jenis bidet tidak dilengkapi dengan penyemprot, sehingga pengguna perlu memenuhi bidet dengan air terlebih dahulu, baru kemudian menggunakannya. 

Karena alasan inilah, kadang orang menggunakan tissue terlebih dahulu seusai buang air besar atau kecil, baru kemudian membilas dengan air dengan menggunakan bidet. 

Ya, memang terasa lebih boros, dan sepertinya agak aneh ya, kalau dibayangkan. Tapi begitulah, beda daerah, tentu beda budaya dan kebiasaan kan? 

2. Bidet semprot

Ini adalah jenis bidet yang lebih banyak dijupai di daerah Asia Selatan, Timur Tengah, Finlandia, dan Indonesia. 

Bentuknya biasanya kran yang dilengkapi dengan kepala shower. 

Kelemahan bidet jenis ini, jika tidak hati-hati, malah berpotensi membasahi pakaian, dan menyebabkan lantai basah. Pengguna juga harus memegang dengan tangannya, sehingga resiko kontaminasi tentu lebih besar. 

Tapi keunggulannya, kita dapat mengontrol kekuatan air dengan mudah. Dan tentu saja, tidak perlu mencelukan seluruh area genital kita ke dalam air. 

3. Bidet + WC

Bidet jenis ini menyatu dengan WC, baik WC duduk ataupun jongkok. Kita biasanya akan melihat sebuah pipa kecil yang menyembul dari bagian atas mangkuk WC. 

Pipa inilah yang nantinya akan mengalirkan air guna membersihkan area kemaluan kita. 

4. Bidet eletronik

Akhir-akhir ini, bidet mulai banyak digunakan juga di Amerika. Tapi karena bentuk kamar mandi disana umumnya kecil, maka diciptakanlah bidet yang elektronik. 

Bentuknya bisa berupa feauture tambahan yang dipasang pada toilet biasa, tapi kadang juga sudah merupakan bagian dari toilet itu sendiri. 


bidet toilet dan cara menggunakannya



Cara menggunakannya cukup mudah, pengguna cukup menekan tombol untuk mengeluarkan air. 

Bidet toilet jenis ini banyak juga dijumpai di Jepang dan Korea Selatan, atau hotel-hotel mewah di banyak negara. 


Menggunakan bidet pertama kali? Cek tipsnya, yuk!



Kalau Sahabat RPB baru ketemu bider toilet pertama kali, jangan bingung bagaimana menggunakannya. 

Pertama, amati dulu bagaimana cara air pembilas dialirkan, jadi Sahabat akan tahu kemana arah air mengalir, juga seberapa kuat semburannya. 

Kedua, pastikan juga pakaian yang Sahabat kenakan tidak akan basah jika menggunakan bidet (sangat disarankan untuk melepasnya saja, terlebih jika menggunakan bidet duduk). 

Nah, jika sudah paham bagaimana cara bekerja pembilasnya, Sahabat nggak perlu kawatir lagi, bagaimana menggunakannya dengan benar. 

Oya, bidet toilet ini memang tidak umum di Indonesia, tapi banyak digunakan di luar negeri seperti negara-negara eropa, Jepang, dan Korea. Jadi, tidak ada salahnya, jika Sahabat mengetahui bagaimana cara kerja bidet toilet, agar tidak bingung saat travelling nanti. 

Review Sekolah Leader by Indscript Bussiness Women

review sekolah leader indscript


Selain ngobrol dengan founder Indscript, selama sepuluh hari kemarin saya mengikuti Sekolah Leader yang dimentori langsung oleh ibu Indari Mastuti. 

Seperti namanya, sekolah atau program training ini dikhususkan bagi para Ibu yang menjadi leader dari sebuah tim kerja, pengusaha yang memiliki jaringan pemasaran, atau marketer leader dari sebuah grup reseller. 

Sekolah Leader Indscript


Tentang Sekolah Leader Indscript


Memiliki jaringan penjualan atau tim kerja yang tidak optimal, susah mencapai target, susah diajak berkoordinasi memang sangat menyebalkan. Semua rencana dan planning rapi bisa jadi berantakan karena tim yang tidak bisa diajak bekerja sama. 

Dengan latar belakang inilah, Indscript Bussiness Women akhirnya membuka kelas atau program baru dengan nama Sekolah Leader. 

Sebagai perusahaan yang memiliki banyak program pembelajaran dan beberapa lini bisnis, Indscript juga memiliki jaringan pemasaran yang cukup besar. Dan selama melakukan pendampingan pada para ibu yang berada dalam jaringan inilah, bu Indari sering melihat banyaknya leader yang masih lembek, mudah sekali menjadi down, dan kurang menjalankan konsep leadership yang bagus. Akibatnya jaringan mereka pun rontok. 

Dibuka per tanggal 1 April 2020, Sekolah Leader ini telah berlangsung sebanyak dua kali dengan diikuti oleh banyak pebisnis, baik sebagai leader sebuah MLM, jaringan reseller, produsen, distributor, dan direct selling. 

Sekolah Leader merupakan kelas regular dalam program Indscript, jadi dalam sebulan bisa diadakan 1-2 batch. 

Materi Sekolah Leader 

Ada enam materi yang diajarkan dalam Sekolah Leader, yaitu 

  1. Penggalian diri
  2. Manajemen kepemimpinan
  3. Personal branding
  4. Motivasi dan Tekad
  5. Ketrampilan Berkomunikasi
  6. Membangun antusiasme 
review sekolah leader indscript
Materi pelajaran Sekolah Leader


Semua materi diatas disampaikan langsung oleh ibu Indari Mastuti dan dibantu oleh beberapa leader Indscript, yaitu : 
  • Euis Marlina; Beliau adalah salah satu Leader Indscript, Mentor Canva dan pengampu kelas ABCD
  • Yaya Yanti; mbak Yaya juga salah satu leader dari Indscript dan asisten kelas BOW (Bimbingan Optimasi Whatsapp)
  • Yuni Ummu Wafi; Queen Ambassador "Bukuin Aja!"
  • Ruri Andriyani: Founderdan Mentor LAAF; Pemateri Sekolah Leader; Leader Indscript
  • Cicik Rosida; Leader Indscript dan Asmen Sekolah Leader
Semua Materi dalam Sekolah Leader disampaikan dalam bentuk audio. Harapannya, penjelasan dalam kelas ini bisa lebih lengkap dan peserta akan merasa seolah-olah berada di kelas nyata (bukan online). 

πŸ’‘Tapi memang lho, dengerin suara bu Iin menyampaikan materi bisa jadi penyemangat. Beneran deh, gampang banget semangat Beliau nular. 

Harga Sekolah Leader Indscript

Saat saya masuk kelas ini, harga Sekolah Leader sebesar Rp250.000,- Tapi Sahabat RPB kadang bisa mendapatkan penawaran lebih murah dengan ketentuan tertentu. Misalnya membayar lebih awal. 

Pada sesi ini, peserta yang membayar pada tanggal 18-19 April, cukup mengeluarkan Rp99.000,- 


Review Sekolah Leader Indscript


Ini adalah kali kesekian saya ikut kelas Indscript dengan pemateri Ibu Indari Mastuti (tepatnya sudah lupa berapa kali, lumayan banyak kelas yang sudah saya ikuti soalnya. Maklum #fansgariskeras πŸ˜€).  

Materi Sekolah Leader disampaikan setiap hari tepat jam 7 pagi, dan kemudian akan diberikan waktu untuk beranya sampai jam 10.00 WIB. Pertanyaan nantinya akan dijawab oleh bu Iin, bergantian dengan pemateri yang lain. 

Selain materi audio yang diberikan Bu Iin, peserta juga akan mendapat materi dari para leader Indscript. 

Materi yang diberikan para leader ini adalah contoh praktek, alias bagaimana melakukan teori yang sudah disampaikan oleh Bu Iin. Apa yang diberikan oleh para Leader ini berdasarkan pengalaman mereka sehari-hari di lapangan. 

Seperti materi dari mbak Euis Marlina yang merupakan salah satu Leader Indscript dan pengampu kelas ABCD. Mbak Euis melengkapi materi hari pertama tentang "Penggalian Diri" apa yang membedakan mbak Euis dari Leader yang lain. Mbak Euis bercerita bagaimana proses, dan pengalaman apa saja yang Beliau alami, serta usaha apa yang telah dilakukan untuk menjadi salah satu Leader unggulan di Indscript; termasuk apa yang dilakukan saat gagal, bagaimana mempertahankan tim, dan seterusnya. 

review sekolah leader indscript


Materi yang disampaikan cukup panjang, dan list pertanyaan plus tugas juga banyak. πŸ’‘ Jadi saran saya, kalau ikut kelas ini, sebaiknya buat catatan atau file khusus untuk menyimpan materi. Jika perlu lengkapi dengan tugas yang telah kita lakukan. Siapa tahu suatu saat butuh, kita akan mudah melihat materi leadership ini. 

Seperti kelas-kelas Indscript yang lain dalam Sekolah Leader juga ada tugas, setiap hari. Tugas ini wajib dikumpulkan, meski tidak semua tugas diberikan koreksi. 

Sekolah Leader ini cukup seru, dan psesertanya kemarin juga aktif bertanya. Saya banyak mendapat pengetahuan dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta lain dalam kelas ini. 

Materi yang diberikan bu Iin juga cukup jelas dan dapat dijadikan acuan mengatasi masalah yang sering dihadapi dalam mengelola jaringan. 

Misalkan bagaimana "membangunkan kembali jaringan yang telah mati." Bu Iin mengajak peserta untuk berani mereview kesalahan yang pernah dilakukan, sekaligus mengoreksi kesalahan tersebut. Tidak hanya solusi teori, tapi bu Iin memberikan solusi yang langsung dapat di praktekkan. 

Action yang dilakukan bisa berupa mengumpulkan data, apa penyebab para anggotanya tidak aktif. Dan setelah data diperoleh, maka Leader perlu membuat langkah nyata, berdasarkan data yang telah diperolehnya. 

Dalam kelas ini, bu Iin berkali-kali menekankan, jika seorang Leader, harus berani bergerak terlebih dahulu, sebelum meminta jaringannya untuk bergerak. Jika Leader ingin jaringannya mencapai target yang telah ditentukan, maka Leader pun wajib berani dan berusaha mencapai target terlebih dahulu. 

Dari kelas ini saya banyak belajar tentang bagaimana sikap seorang Leader, yang tidak hanya butuh luas pengetahun, tapi juga luas emosi. Seperti disampaikan bu Iin, jika anggota jaringannya mudah baperan, bisa jadi karena Leadernya pun Baperan. πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Meskipun semua materi yang disampaikan bu Iin,-andaikan obat,- sangat cespleng; tapi lulus Sekolah Leader tidak akan langsung menjadikan pesertanya menjadi Leader yang tangguh. 

Semua materi yang disampaikan dalam kelas ini perlu dipraktekkan satu per satu. Terlebih, "objek" yang ingin diperbaiki adalah manusia, yang tentu memiliki kehendak dan nilai yang berbeda dengan kita (red: Leader). 

Jadi, hasil nyata dari Sekolah Leader ini tentu butuh proses, butuh waktu sampai akhirnya menjadikan kita Leader yang tangguh. Dan prinsip ini perlu dimengerti dan diterima sejak awal. Tidak pernah akan ada jalan pintas untuk mencapainya. Gagal memahami dan menerima prosesnya hanya akan membuat sahabat RPB marah, lelah dan mungkin pada akhirnya menyerah. 


πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘Tips: kelas Leader ini merupakan kelas intensig, yang diadakan tiap hari. Jadi, jika memang sudah niat mengikuti kelas ini, lebih baik luangkan waktu, siapkan catatan, juga pertanyaan. Kerjakan tugas dan kalau bisa, setor pertama kali agar bisa dikoreksi. Oya, siapkan juga stamina, karena kelasnya kan marathon, jadi perlu fokus yang baik agar dapat menyerap materi dengan baik pula. 

Pros and Cons mengikuti kelas Leader Indscript

Pros:
  • Materi yang disampaikan lengkap dan mudah untuk dipraktikkan
  • Karena berupa audio, materi dapat disimak peserta kapan saja, meski untuk mengajukan pertanyaan perlu memperhatikan batas waktu
  • Setiap pertanyaan dijawab satu persatu
  • Materi dilengkapi oleh pengalaman Leader Indscript, tidak hanya teori
  • Harga kelas cukup terjangkau
Cons:
  • Tidak ada pendampingan setelah kursus. Jadi, peserta masih butuh untuk terus mengembangkan ilmu yang sudah diperoleh. 

Kesimpulan review Sekolah Leader Insdcript

Bagi saya yang pernah gagal sebagai seorang Leader, materi yang disampaikan dalam Sekolah Leader ini sangat bagus. Tapi tetap membutuhkan kemauan peserta untuk praktek. Dan jangan pernah mengharapkan hasil instan dari kelas ini. Bisa jadi Sahabat RPB akan butuh praktek, review, dan evaluasi berkali-kali. 

Oya, dan sebagai salah satu pelanggan Indscript, saya berharap juga sih, kalau materi bu Iin ini tidak hanya berupa audio, tapi juga diubah dalam bentuk video, dan dilengkai dengan caption. Sehingga mereka yang memiliki keterbatasan dalam pendengaran, dapat ikut serta dalam kelas-kelas Indscript. 

Dan score review saya untuk Sekolah Leader ini adalah 🌟🌟🌟🌟

Terima kasih sudah membaca sampai jumpa di post review selanjutnya. 



Indscript, Membantu Para Ibu untuk Produktif dari Rumah




Minggu lalu saya diajakin ngobrol online bareng Indscript dan bu Indari Mastuti,- owner Indscript. Rasanya, saya seperti dejavu, ingat cerita awal kenal dengan bu Iin (panggilan ibu Indari) dan IIDN.

Bagi saya, bu Iin, dan IIDN adalah bagian tak terpisah dari perjalanan karir saya sebagai freelance content writer.

Saya memang mengawali karir di dunia content writing, dengan mengikuti kursus menulis artikel di Indscript Creative.

Saya mengenal Indscript karena bergabung di komunitas IIDN yang didirikan oleh bu Indari. Di komunitas itu saya paling hanya duduk manis nyimak obrolan anggota disana, yang ternyata selain hobi nulis, juga biasa berbisnis dari rumah. Keren, banget pokoknya.

Tentang Indari Mastuti, komunitas untuk para ibu, dan misi mengajak ibu produktif dari rumah


Ada banyak cerita yang bisa diceritakan tentang bu Iin. Saya jatuh cinta pada Beliau sejak membca buku "Puzzle Mimpi", biografi ibu Indari Mastuti yang ditulis oleh Anna Farida.

Saya kagum dengan banyaknya kegiatan bisnis Beliau sehari-hari, dengan tetap memperhatikan kepentingan keluarga.

Waktu saya dan Beliau smaa, tapi mengapa begitu banyak kegiatan yang bisa Beliau selesaikan. Sejak membaca Puzzle Mimpi itulah, saya jadi makin intens belajar mengatur waktu; saya ingin sepeti ibu Indari yang produktif berkarya dari rumah, dan tanpa mengabaikan keluarga.

Lahirnya Indscript Creative


Cerita tetang bu Indari tidak akan pernah lepas dari Indscript Creative dan IIDN. Ya, karena perusahaan dan komunitas khusus perempuan tersebut memang didirikan oleh bu Iin (begitu saya biasa memanggilnya).

Indscript Creative pertama lahir pada tahun 2007, disaat bu Iin memutuskan untuk total berkarir dari rumah sebagai seorang penulis.

Di awal berdirinya, hanya ada satu penulis di Indscript, yaitu bu Iin sendiri. Tapi ketika mulai ada banyak tawaran menulis buku dengan tema yang tidak Beliau kuasai, bu Iin mulai mengajak Bang Aswi (pemilik blog sosokitu.com), yang kemudian diikuti dengan dua penulis.

Kebutuhan penerbit akan buku, disambut bu Iin dengan menjadikan Indscript sebagai agensi naskah.

Sebuh terobosan baru di ranah penerbitan buku. Model bisnis Indscript ini tidak hanya dianggap aneh oleh penerbit, karena seolah Indscript "menjual kucing dalam karung"; mengajukan outline buku terbit, bukannya buku yang siap terbit seperti pada umumya para penulis.

Meskipun begitu, pada akhirnya Indscript menjadi agensi naskah terdepan dan mulai banyak menghasilkan buku dan banyak penulis. Inovasi Indscript saat itu adalah pelayanan all in, tidak hanya buku yang masih butuh revisi, tapi langsung ke buku yang telah siap cetak.

Kerennya, bu Iin membuat model bisnis tersebut secara otodidak, hanya belajar dari buku Desctop Publisher yang berisi tentang peran agensi naskah.

Indscript pun semakin berkembang dan banyak orer.

Namun cobaan datang. ketika akhirnya order yang banyak membuat kualitas buku menurun, hingga banyak order yang macet. Di tahun 2009, Indscript mulai kehilangan pelanggan (penerbit buku). Tapi bukan Indari Mastuti namanya jika menyerah.

Beliau mulai lagi membangun Indscript. Kali ini Beliau memutuskan untuk kembali belajar, dan melakukan banyak perubahan dalam Indscript. Mulai dari merumahkan karyawan, memperbaiki kembali hubungan dengan penerbit hingga akhirnya sampai bisa mengembalikan lagi kepercayaan pelanggan.

Ada satu kalimat yang bu Iin bagikan pada kami dan membuat saya begitu terkesan, dan kemudian ingin mengadopsinya sebagai moto saya dalam bekerja

Bisnis bukan hanya sekedar mengambil order yang banyak, tapi bagaimana mendeliver kebutuhan pelanggan dengan maksimal, dan menjaga kepuasan mereka agar menjadi pelanggan yang royal. -Indari Mastuti-

Kelak, kegagalan ini pula yang akan Belau jadikan sebagai salah satu kelas produktif bagi para ibu, kelas Reparasi Bisnis.

IIDN, komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis, sarana berbagi ilmu dan menelurkan penulis baru

Merasa sebagai ibu yang bisa produktif dari rumah dengan menulis, bu Iin kemudian ingin mengajak para ibu rumah tangga yang hobi menulis untuk agar juga dapat berkarya dari rumah. Kebetulan beberapa teman Beliau yang mengeluh ingin "pegang uang sendiri" meski penghasilan dari suami cukup. Namun ada kepuasaan batin tersendiri jika bisa produktif juga secara finansial. (1)

Akhirnya tanggal 24 Mei 2010, Ibu-ibu Doyan Nulis berdiri, dengan visi menelurkan penulis-penulis baru di kalangan ibu rumah tangga.

Bu Indari sengaja memilih ibu rumah tangga, karena dengan menulis Beliau bisa tetap produktif, tanpa harus meninggalkan rumah.

Komunitas IIDN, tidak hanya menjadi pelengkap semangat tapi juga sarana menebar manfaat Indscript Creative bagi banyak orang.

Kini sudah ada 4000 karya dari penulis IIDN yang diterbitkan oleh banyak penerbit mayor seperti Elex Media, Penebar, Gramedia Pustaka Utama, Caesar Publisher Book, dan masih banyak lagi.

Hikmah dari keterpurukan

Rupanya ada banyak pelajaran yang bu Indari peroleh dari kegagalan Indscript di tahun 2009. Tidak hanya tentang perubahan gaya hidup, tapi juga cara pandang. 

Jika semula, saat Indscript berjaya, Beliau merasa bisa membeli apa saja, keterpurukan membuat Beliau belajar, jika sebesar apapun bisnis yang dimiliki, gaya hidup tidak boleh berubah. Gaya hidup sederhana, secukupnya, tetap perlu untuk diadopsi. 

Hikmah keterpurukan lainnya adalah tawaran menulis buku biografi yang diberikan oleh penerbit Mizan. Tawaran yang kemudian menjadi kekuatan baru Indscript, jasa kepenulisan biografi. 

Biografi penulis Brownies Amanda adalah biografi pertama yang bu Iin tulis, tidak lama kemudian, Beliau juga menulis biografi tokoh besar lainnya seperti teh Ninih, Ibu Atalia (istri Ridwan Kamil), Ibu Siti Oded (istri Walikota Bandung periode 2018 - 2023) dan pengusaha besar lainnya. 

Kebangkrutan juga membawa bu Iin pada jalan rejeki lain. 

Dalam upaya utnuk menghasilkan uang guna membayar hutang, bu Iin mencoba menggali potensi membuat planning bisnis. Potensi ini akhirnya yang Beliau bawa ke ajang kompetisi bisnis. Banyak kemenangan yang Beliau peroleh dalam kurun waktu 2 tahun, diantaranya,  Perempuan Inspiratif Nova 2010, Wirausaha Muda Mandiri 2011, dan Kartini Award 2012.

Salah satu ciri bu Iin kalau ngajar, sambil bawa anak πŸ˜ƒ

Kemenangan yang Beliau peroleh membawa hikmah lain untuk Indscript. Indscript semakin banyak diliput media, sehingga Indscript semakin banyak dikenal diranah penerbitan buku, perusahaan, hingga BUMN. 

Kompetisi yang Beliau ikuti juga membuka kesempatan bagi bu Iin untuk belajar pada mentor-mentor bisnis, akhirnya tidak hanya kapasitas bisnisnya saja yang meningkat, bu Iin pun mulai banjir ide-ide dan inovasi baru untuk melejitkan Indscript. 

Inovasi dan transformasi bisnis Indscript Creative

Mulai dari agensi naskah, kemudian menjadi jasa penulisan biografi, mulai bergerak ke bisnis yang lainnya dengan inovasi-inovasi yang tidak pernah terhenti sampai sekarang, itulah Indscript. -Indari Mastuti-
Dari pengalaman belajar dengan mentor bisnis, ibu Indari akhirnya membuat beberapa terobosan baru diantaranya:

#1. Tahun 2013, mendirikan Sekolah Perempuan dan Indscript Personal Branding
Sekolah Perempuan ini merupakan sekolah yang spesial. Sekolah yang dikhususkan untuk kaum perempuan ini merupakan sarana belajar menulis, dan menfasilitasi pesertanya hingga menerbitkan buku.

Setelah mewisuda 24 angkatan, kini Sekolah Perempuan berdiri sendiri sebagai Yayasan Sekolah Perempuan. Dan kelasnya sekarang kegiatannya diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Telegram.

Indscript Personal Branding sendiri merupakan jasa dari Indscript Creative yang memberikan layanan Personal Branding untuk para pengusaha di berbagai media.

Saya masih ingat sekali dengan Personal Branding Indscript ini. Dulu pernah ikut menulis tentang Adjie Silarus (sekarang lebih dikenal dengan nama Adjie Santosoputro) dan Veronica Tan. Dan dua project tersebut merupakan project pertama yang saya ikuti bersama IIDN.

#2. Tahun 2014, Indscript Direct Selling

Menulis bagi bu Iin tidak hanya tentang buku, kali ini Beliau menciptakan board atau papan yang merupakan alat untuk membantu konsistensi menulis; Metrik dan Dremboard. Kedua produk tersebut sangat laku keras dan belakangan Beliau juga menciptakan Writing Board, Financial Board for Mom, Social Media for Mom, Product Launching Board, Papan Kebaikan for Kids, Daily Activities for Kids, dan Daily Activities for Mom. 

#3. Tahun 2015, Indscript Training Center dan Emak Pintar

Membersamai para reseller dari produk-produk Superboard dan juga buku, akhirnya membuat bu Iin membuka lini baru dalam Indscript Creative, yaitu Indscript Training Center.

Training yang diselenggarakan tentu saja tidak eksklusif bagi para reseller produk Indscript, tapi juga semua ibu pebisnis yang ada di Indonesia.

Di kelas-kelas yang ada dalam Training Center ini, bu Iin mengajarkan bagaimana membangun bisnis dari rumah.

Training yang pertama diselenggarakan adalah Reparasi Bisnis. Di kelas ini bu Iin mengajarkan bagaimana untuk bangkit dari kebangkrutan, berdasarkan pengalaman saat Beliau bangkit dulu.

Dan seiring berjalannya Indscript Training Center, layanan Indsript Personal Branding pun akhirnya ditutup. Beliau ingin lebih banyak membantu para ibu Pebisnis yang diambang kebangkrutan atau memiliki begitu banyak masalah.

Menyesuaikan dengan situasi dan terus berinovasi,
kunci kesuksesan bisnis Indari mastuti

Setelah di tahun 2010 mendirikan komunitas IIDN, tahun 2011 bu Iin juga membuat komunitas IIDB aka. Ibu-ibu Doyan Bisnis, karena Beliau melihat banyak juga anggota IIDN yang ternyata memiliki kegiatan bisnis.

Dan ketika tahun 2015, kedua komunitas semakin besar, bu Iin ingin menyatukan keduanya dalam wadah Emak Pintar. Namun Emak Pintar malah berkembang sendiri menjadi komunitas baru dengan ciri khas tersendiri.

#4. Tahun 2017, mendirikan Indblack

Jiwa berbagi ibu Indari memang seperti tidak ada habisnya. Kali ini Beliau mendirikan Indblack, yang merupakan lini fashion dari Indscript.

Dari lini Indblack inilah bu Iin berhasil memberdayakan banyak pengrajin handmade untuk membuat handsock.

Meskipun Indblack cukup sukses, awal April 2020 ini Beliau memutuskan untuk dan fokus kembali pada bidang penulisan.

#5. Tahun 2018-2019, meluncurkan workbook, agenda dan guidance book; menjadi Co Founder Kunikita

Bagi bu Iin menulis tidak selamanya harus berupa buku, tahun 2018 Beliau membuat workbook, agenda dan minibook untuk membantu para ibu produktif, berkarya dari rumah.

Dan bermula dari kelas Reparasi Bisnis yang dilanjutkan dengan kelas privat, bu Iin akhirnya menjadi Co Founder Kunikita, sebuah bisnis ritel yang menyediakan keperluan muslimah.


#6. Tahun 2019, program BUKUIN aja! 

BUKUIN aja! adalah program penerbitan indie yang sebelum menerbitkan, buku, peserta diberikan training terlebih dahulu.

Di tahun ini pula Indscript Training Center berubah menjadi Indscript Businesswomen University dengan program yang ditujukan 3000% untuk perempuan.


Dari tahun ke tahun bu Iin memang terus berinovasi, dengan terus memperbaharui sistem perusahaan dengan membuat divisi pelayanan seperti Miss Indscript, Miss Love, Miss Cunik, Miss Writing, dan masih banyak lagi.

Tak lupa kekhasan bu Iin yang ramah dan friendly juga ditularkan pada para icon atau brand ambasaador Indscript.

Dalam obrolan grup kemarin, saya sampai termangu dan penasaran sekali bagaimana bisa selalu penuh semangat dan banyak ide.

Otot belajar saya memang kuat banget, senang belajar, baca biografi, dan terus mencoba hal baru-baru; berinovasi sambil terus menyesuaikan dengan kondisi saat ini. -Indari Mastuti- 

Begitulah, nama Indari Mastuti memang sepertinya identik dengan inovasi dan kegiatan produktif dari rumah untuk para perempuan.

Tidak hanya itu, sejak Indscript berusia 10 tahun, 10 persen omset yang diperoleh digunakan sebagai dana CSR dalam bentuk pembebasan riba, pemberian hibah modal usaha, donasi lansia, dan berbagai kegiatan lainnya.

Tahun 2020, Indscript memasuki usia ke-13. Masih banyak mimpi yang ingin Beliau wujudkan, baik melalui Indscript ataupun Kunikita, dengan tujuan utamanya adalah menciptakan semakin banyak peluang bagi perempuan untuk mengembangkan dirinya baik melalui tulisan ataupun bisnis.

Harapannya tahun 2024 nanti akan ada 15.000 jaringan pemasaran dengan anggota para kaum perempuan, khususnya ibu rumah tangga.


Obrolan selama hampir 2 jam di grup Telegram beberapa hari lalu, benar-benar memberi banyak inspirasi untuk saya. Begitulah, kalau sudah dekat dengan Beliau tuh, semangat membangun dan mengejar mimpinya memang gampang banget nular, seru pokoknya.

Semoga ulasan diatas bermanfaat ya, dan untuk Sahabat RPB, khususnya para ibu rumah tangga, yuk kenali Indscript; siapa tahu dengan belajar dan berkomunitas disana bisnis ibu bisa berkembang dengan pesat.