-->

Ide Self Care Praktis untuk Membantu Produktivitas



Ada satu hal penting dalam rutinitas yang akhir-akhir saya usahakan untuk saya kerjakan, self-care.

Bagi saya, self care memang tidak menjadi faktor yang mempengaruhi produktivitas, tapi merupakan salah satu fondasi yang dapat membantu saya untuk lebih produktif.

Saat mendengar kata self care, Sahabat RPB mungkin akan berpikir tentang mandi busa selama setengah jam, luluran, atau sekedar menyesap kopi di kafe langganan.

Tapi self care sebetulnya lebih dari itu.

Self care adalah tentang membangun hubungan baik dengan diri kita sendiri. Kita memerlukan hubungan ini untuk menjaga fisik dan kesehatan mental kita.

Jadi, nggak salah memang kalau self care sering diidentikkan dengan maskeran atau berendam di bathub, meskipun jalan-jelan keluar sebentar atau malah bengong enggak ngapa-ngapain; juga termasuk self care.

Ide self care praktis dengan mandi parfum vitalis


Mengutip tulisan dari the Forbes, self care bermanfaat karena dapat

  • Mengurangi resiko depresi, 
  • Mengurangi resiko gangguan pada fungsi pernafasan
  • Membantu meningkatkan fungsi otak, dan 
  • Meningkatkan fokus
Dari manfaat diatas kita dapat melihat, jika self care benar-benar dapat membantu produktivitas. 

Cara merawat diri sendiri pun bermacam-macam, dan self care ala saya dapat berupa:

  • Meditasi, 
  • Doing nothing
  • Tidur nyenyak 
  • Merawat tubuh (dan muka, dong) 

Bagi beberapa Ibu pembaca RPB, meditasi mungkin bukan hal yang mudah dilakukan, karena butuh suasana yang lebih tenang.

Begitu juga dengan doing nothing alias tidak melakukan apapun, mengingat situasi rumah dan tuntutan perhatian pada anak mungkin akan menyulitkan ibu.

Alternatifnya, ibu dapat memilih tidur nyenyak atau malah melakukan perawatan tubuh, sebagai salah satu cara untuk membangun hubungan baik dengan diri sendiri.

Jujur, yang terakhir ini masih menjadi tantangan, karena saya memang bukan tipe yang suka ubo rampe* yang berlabel "kecantikan". Tapi ya, gitu sering ada rasa nggak fully happy kalau lihat muka kusam, apalagi kulit terlihat kering.

Jadi, mulai bulan lalu saya sudah pasang habit reminder untuk nggak lupa minum air, juga mulai ngumpulin bahan-bahan perawatan tubuh dan wajah. Dan salah satu koleksi terbaru saya adalah produk baru dari brand Vitalis, sabun mandi parfum yang dilengkapi dengan moisturizer.

Pengalaman self care dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

Saya pertama kali kenal dengan produk baru Vitalis ini, saat teman-teman di grup Arisan Link ngobrolin sensasi wangi dari sabun mandi parfum Vitalis. Karena penasaran, akhirnya saya mengikuti saran mbak Arinta (pemilik blog mamakepiting) untuk mencoba sabun mandi ini. 

Sebagai brand parfum ternama di Indonesia, Vitalis mengeluarkan tiga varian perfumed body wash, Fresh Dazzle, White Glow, dan Soft Beauty. 

Seperti namanya, setiap varian memiliki fungsi dan keharuman yang berbeda;
  • White glow untuk membantu mencerahkan kulit atau Skin Brightening
  • Fresh Dazzle untuk membantu menjaga mood karena kulit yang terasa segar, halus dan lembut (Skin Refreshing)
  • Soft Beauty untuk membantu menjaga kekencangan dan kelembutan kulit (Skin Nourishing)


Saat ini saya menggunakan ketiga varian tersebut setiap hari. Nggak dicampur ketiga-tiganya sih, tapi dipakai sesuai kebutuhan. 😀😀😀

Sehari-hari, saya pakai Fresh Dazzle, keharuman bunganya paling cocok untuk mengawali pagi dan mandi sore. Kesegarannya juga membuat putri kecil saya jatuh cinta dan sering curi-curi ikutan pakai. 

Kalau lagi capek banget, butuh suntikkan energi, saya memilih mandi dengan White Glow (yang botolnya warna pink). Kandungan aroma fruity-nya (cherry dan rasberry) terasa menyegarkan dan bisa mengembalikan semangat yang mulai kendor. 

Apalagi ada licoricenya juga, tubuh jadi terasa lebih lembut, dan terlihat lebih segar. 

Nah, kalau seharian lebih banyak kena sinar matahari, saya pilih menggunakan Soft Beauty, mood seharian yang menguap bareng panas, jadi kembali lagi. 

Menurut saya, wangi sabun mandi dengan botol ungu ini juga seksi banget. 😀 Seperti mengeluarkan aura "I am a strong woman". 😍

Setiap varian dari Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini dilengkapi juga dengan bahan-bahan untuk merawat kulit tubuh kita.

Seperti White Glow yang dilengkapi dengan ekstrak licorice dan susu, untuk membantu kulit agar tampak bersih dan bersinar. 

Fresh Dazzle dilengkapi dengan ekstrak yuzu orange dan green tea yang berfungsi sebagai antiokasidan plus menjaga lebih wangi, segar, bersih, dan terawat

Sementara Soft Beauty dilengkapi dengan ekstrak alpukat dan vitamin E untuk menjaga kulit agar tetap kenyal, halus, dan lembut. 

Mandi dengan ketiga body perfumed diatas bagi saya sungguh sangat menyegarkan. 

Selama ini suka nggak percaya kalau mandi dengan aroma tertentu akan bisa memperbaiki mood dan membuat merasa lebih baik. Tapi setelah mandi dengan Vitalis Body Wash ini, saya benar-benar dapat membuktikan pernyataan diatas. 

Sambil masih main sabun, biasanya saya juga pijat sedikit pundak dan beberapa pagian badan yang pegel. Dengan cara ini, saya merasa telah membangun relationship yang baik dengan tubuh saya. Dan tentu itu membuat saya menjadi lebih baik. Nggak gampang baper, lebih santai menghadapai stres deadline, dan juga tugas-tugas rumah tangga. 

Dan ritual self care seperti ini bagi saya cukup praktis, karena dapat dikerjakan sehari-hari, plus tidak butuh waktu khusus untuk melakukannya.


Menurut saya, penting bagi seorang ibu untuk selalu meluangkan waktu melakukan self care. Dan salah satu cara paling mudah, adalah menghadiahi diri sendiri dengan mandi menggunakan produk yang dapat membantu Ibu memperbaiki mood dan semangatnya sepanjang hari. 
Ibu itu "everything's everyone", segala-galanya buat semua orang yang ada di lingkungan keluarganya. Jadi perlu bagi ibu untuk terus menjaga semangat, mood, dan rasa bahagianya. Agar orang-orang disekitar Ibu juga ikut ketularan seneng kan? 

Semoga bermanfaat idenya, terima kasih sudah mampir di blog RPB....


*ubo rampe: perlengkapan

Ide Tetap Produktif Bekerja dari Rumah untuk Ibu Meski Harus Menemani Anak Belajar


 cara tetap produktif dari rumah untuk ibu



Apa kabar weekend Sahabat RPB, terutama para Ibu yang mendadak harus bekerja dari rumah plus mendadak jadi guru? Lelah dua kali lipat, dan pekerjaan terbengkelai? 😀

Setiap kali membuka beranda media sosial Facebook saya banyak membaca dua hal, kemarahan tentang ignorant people terhadap himbauan pemerintah, dan kelelahan para Ibu yang harus "mendadak jadi guru".

Jujur, saya mengamini kelelahan para ibu. Menurut saya, produktif bekerja dari rumah saja, sebetulnya sudah menjadi tantangan tersendiri, apalagi jika keluarga belum terbiasa dengan sistem ini.

Ditambah dengan tugas sebagai guru dadakan. Aduh, rasanya.... tumpukan pekerjaan rumah tangga, kantor, dan mengawal anak belajar, semua mbulet, kruntelan di kepala Ibu.

Ide tetap produktif saat anak belajar di rumah

Sayang, saat ini kita tidak bisa protes. Mewabahnya virus baru Covid-19 ini membuat kita semua harus berhati-hati, dan mengambil tindakan preventif, termasuk semua konsekuensinya.

Alih-alih mengeluh, ngomel panjang lebar, lebih baik cari solusi yang menyelamatkan semua.

Mendadak jadi guru dan tantangan produktif dari rumah


"Mbak, share dong, manajemen waktu pas anak home learning gini"

Saya tergelak sendiri saat seorang teman menjawab komentar saya seperti itu.

Saat itu, saya hanya menjawab "biasa wae",  tapi aslinya bohong banget kalau tidak ada yang berubah dari ritme kerja saya. Yang biasanya mulai kerja on time, mau nggak mau harus di geser juga.

Hari pertama saya juga khawatir jika Hana menjadi lebih santuy dan leha-leha karena tidak masuk sekolah. Alhamdulillah sih, dia tetep mandi pagi, beberes buku, dan sarapan seperti saat mau sekolah. Jam 7 dia sudah ready.

Saya menjawab "biasa" karena memang dua hari pertama, semua berjalan dengan normal.

Tapi perlahan,semua runtuh saat jadwal baru datang, dan semua kegiatan Hana dilaporkan real time. Bolak-balik harus pegang hp, cek grup kalau ada pengumuman baru, foto kegiatan dan tugas Hana, laporan, bantu Hana memahami materi, dan seterusnya, dan lain sebagainya.

Ditambah Jum'at kemarin Hana harus membuat mind map dari ringkasan bacaan berlembar-lembar. Padahal, bacanya saja sudah malas dia. 😕 Mau nggak mau saya harus mendampingi penuh Hana belajar.

Hasilnya seharian, saya nggak dapat pekerjaan. 😒😒


Artikel terkait: Pohon Pikiran, Ide untuk Merangkum Pelajaran


Alhamdulillah, akhirnya saya menemukan cara, agar tetep bisa menyelesaikan pekerjaan, meski gangguan terus-terusan menerpa.


Ide untuk tetep produktif bekerja dari rumah



Hari itu akhirnya saya mulai kerja jam 18.45 (iya, semalam itu 😁). Tapi Alhamdulillah, masih bisa menyelesaikan 2 artikel, termasuk post blog ini. Pakai cara tentu saja, tidak muter jam untuk mengundurkan waktu milik Dumbledore.

Berikut adalah sistem atau cara yang saya terapkan, meski jadwal bekerja dari rumah saya, melenceng jauh dari kebiasaan.

#1. Sounding ke anak


cara tetap produktif dari rumah untuk ibu


Begitu lepas Magrib, saya bilang, "Ibu mau kerja, nggak boleh diganggu." 😀

Sebetulnya sih, ini sudah biasa saya bilang ke Hana, kalau"Ibu kerja dari rumah, nulis. Kalau nggak nulis, ibu nggak punya duit buat beli buku." 😀  Jadi, dia auto menarik diri dari sekitar saya. 

Nah, untuk Ibu Sahabat RPB yang tiba-tiba harus Working from Home, bisa juga gunakan cara ini untuk membuat kesepakatan dengan anak. 

Katakan pada si kecil, meski di rumah, tapi ibu wajib kerja, seperti adik wajib belajar dan mengerjakan tugas sekolah. 

Lanjutkan dengan kesepakatan, kapan ibu ingin kerja dan tidak ingin diganggu. Dan gunakan waktu tersebut untuk deep work; fokus kerja,- tidak ada kontak media sosial, teleponan dengan rekan kerja di luar topik pekerjaan, dan seterusnya. 

Jika mungkin, infokan juga dengan rekan di kantor tentang jam kerja ibu. Tek tokan kapan ibu akan bekerja dan kapan menemani anak.

Memiliki kesepakatan waktu kerja dengan anak akan membantu ibu mengurangi stres saat harus menemani anak belajar, karena dalam pikiran ibu, ibu sudah tahu jam berapa akan melakukan pekerjaan, sehingga pikiran ibu pun akan lebih tenang.


#2. Usahakan tidak merubah rutinitas 


cara tetap produktif dari rumah untuk ibu


Jika biasanya pagi hari ibu sudah masak dan menyelesaikan sebagian tugas rumah tangga, maka sebaiknya saat ini tetap lakukan yang sama.

Cara ini juga akan membantu anak untuk tetap pada rutinitasnya. Kalau anak beres, pekerjaan ibu juga pasti cepet beres kan?

Bagaimana kalau anak malah santai dan memilih bangun siang? Sebaiknya Ibu tetap pada rutinitas harian. Gunakan waktu saat anak belum siap untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan Ibu. Saat harus beralih profesi jadi guru, sebagian tugas Ibu sudah selesai bukan?


#3. Miliki mindset "kerja"

Dari tahun 2013, saya belajar mengatur waktu karena terobsesi dengan produktivitas ibu Indari Mastuti, founder Indscript. Dalam pandangan saya, Beliau ini produktif sekali, dalam sehari Beliau bisa menyelesaikan kegiatan yang bejibun, sementara keluarga juga tetap terurus.

Saya struggling bertahun-tahun agar bisa punya jam kerja yang rutin. Mencoba berbagai tips, ikut kelas produktivitas, membaca buku, juga berlangganan productivity newsletter.

Tapi seringkali rencana itu ambyar. Teratur beberapa hari, berantakan kemudian. Biasanya ya, gitu deh, namanya emak, sering banget ada gangguan bekerja.


Artikel terkait: Hal-hal yang Bisa Mengganggu Produktivitas Kerja Ibu


Alhamdulillah, awal tahun 2019 saya menemukan ritme atau pola bekerja yang tepat.

Sayangnya, (lagi-lagi) masih sering ambyar karena gangguan dari luar. Saya pun terus mencari cara, bagaimana agar menemukan pola bekerja yang rutin.

Sampai akhirnya, beberapa hari lalu, saat di luar sana mulai banyak pekerja mendadak working from home, satu tips dari Darius Foroux melegakan saya;

If you want to suscced working from home, then Adopt a "work first" mindset

Si Darius Foroux ini kebetulan seperti saya (paling tidak menurut pengakuannya, ya) bertahun-tahun mencoba punya rutinitas kerja, baca banyak buku, ikut seminar ... Mencoba satu sistem berhasil, beberapa hari kemudian ambyar ....

Sampai akhirnya ia mengamati pola kerja para orang sukses, mereka memang punya sistem kerja, tapi mereka juga punya working mindset. 

Ibu mungkin sering membaca, jika ingin sukses atau produktif kerja di rumah, cobalah gunakan pakaian seperti saat kita kerja, cari tempat terpisah dengan aktivitas keluarga dan lain sebagainya.

Menurut Darius, hal-hal tersebut tidak terlalu membuat perbedaan. Lebih penting adalah memiliki working mindset. 

Punya working mindset, akan membantu kita untuk menyelesaikan pekerjaan tidak peduli baju seperti yang kita kenakan saat bekerja. Termasuk juga duduk di meja atau ruangan tertentu. 
Coba bayangkan saat kita dikejar deadline, atau rekan satu tim kita sakit, apakah "ada di ruangan tertentu dan memakai baju tertentu membuat kita lebih bisa menyelesaikan pekerjaan"? Enggak, kan? ,-Darius Foroux

Jadi, intinya adalah "kita berkomitmen menyelesaikan pekerjaan apa pun yang terjadi, jam berapa pun itu". 

Dengan punya mindset "pekerjaan harus selesai", kita akan lebih mudah fokus pada apa yang sedang ada dihadapan kita, membantu anak belajar misalnya.

Saat kita bekerja pun, kita tidak akan mudah teralihkan dengan situasi yang ada di sekeliling kita.

cara tetap produktif dari rumah untuk ibu


Untuk ibu yang biasa bekerja dalam cubicle, hal diatas mungkin butuh penyesuaian. Nah, ibu bisa mencoba ide diatas dan mengkombinasikannya dengan ide produktivitas milik Coach Aji.

Pendapat coach Aji ini sedikit berbeda dengan pendapat Darius, tapi intinya adalah kita men-setting pikiran kita untuk siap bekerja. Meski caranya adalah dengan mengenakan pakaian yang rapi (tidak harus ala ke kantor) dan memiliki tempat untuk bekerja yang terpisah.

Dalam webinar "Produktif Bekerja dari Rumah" kemarin, coach Aji berpendapat, punya ruang atau tempat bekerja khusus akan membantu otak kita untuk shifting focus.

Ya, mungkin tidak semua Ibu bisa punya keleluasan ini. Tidak semua orang juga punya rumah luas, sehingga bisa duduk bekerja, terpisah dari aktivitas keluarga lainnya.

Tapi cobalah untuk mencari cara, fokus pada solusi, siapa tahu, di pojok ruang makan bisa ditambah meja untuk Ibu bekerja. Mumpung weekend, bisa dicoba kan untuk geser-geser perabot sedikit?


#4. Buat "to do" dan "No to do"


cara tetap produktif dari rumah untuk ibu


Oke, ini memang kedengarannya klasik, sudah banyak juga tips bekerja dari rumah yang menulis tentang tips ini. Tapi berdasar pengalaman berkali-kali (*kata lain dari berbulan-bulan 😃), jika tidak membuat to do list, seringnya kita malah melakukan hal-hal yang tidak wajib dilakukan atau diselesaikan di hari itu.

To do list itu seperti "sebuah tujuan perjalanan". Kalau kita tahu kemana kita mau pergi, kita tidak akan melirik kanan-kiri atau mampir kemana-mana dulu sebelum sampai di tujuan.

Nah, to-do-list juga berfungsi sama. Ibu tidak akan terpikir untuk melakukan hal yang lainnya sebelum daftar to-do ibu selesaikan.

Selain to do list, usahakan punya no-to-do-list. 

Percaya sama saya deh, melakukan not to do list alias pekerjaan yang tidak akan kita kerjakan bisa mengganggu waktu kita seharian.

Sudah dari sononya kalau para ibu itu, saat punya waktu luang sedikiiiitttt saja pasti pengen beresin semua kerjaan rumah. Tujuannya sih, biar nanti bisa lebih fokus kerja, sayangnya, menuruti keinginan seperti ini seringnya malah membuat kita lupa pada pekerjaan utama. 

Membuat list pekerjaan dan apa yang tidak akan dikerjakan ini harus realistis. Gunakan mapping waktu, agar ibu tahu benar apakah semua daftar ibu dapat diselesaikan.

Ingat, to-do yang tidak berhasil biasanya berpotensi menimbulkan stres, lho. 😀 

#5. Kelola energi 

Lupakan sejenak semua tips produktivitas, kelola energi Ibu jika ingin mampu tetap bekerja dari rumah dan tetap memenuhi deadline (dan untuk itulah no-to-do-list itu penting).

Kenali jika tubuh Ibu minta istirahat. Lima belas menit tidur siang, tidak akan merusak semua hari Ibu. Justru jika tidak diikuti, Ibu malah akan kehabisan energi, dan akhirnya susah sekali untuk memenuhi deadline.

#6. Terima kondisi saat ini

Jika memang jadwal anak belajar tidak bisa digeser, maka cobalah untuk fokus saja dulu pada anak. Jika Ibu terlalu stres, dan terlalu over react pada sikap kecil yang lambat, selain energi ibu akan habis, percayalah, ibu tidak akan pernah bisa menyelesaikan satu pekerjaan pun.

Sikap anak yang rewel, susah diajari, bos yang bolak-balik telepon, kondisi ibu yang "mendadak harus kerja dari rumah", adalah hal-hal yang ada di luar kendali ibu.

Satu-satunya hal untuk tetap "waras" adalah jangan mencoba mengendalikan, tapi berdamai dengan kondisi tersebut.

Ya, minimal, anak-anak tidak akan berpikir untuk kabur dari singa yang menjadi guru di rumah, deh. 😖😖


Lalu bagaimana jika semua sudah dicoba tapi tetap tidak ada waktu sisa? Poin ke-7 mungkin jawabnya.

#7. Bangun lebih pagi

Begitu melihat tidak ada waktu yang bisa saya kendalikan, saya memilih untuk bangun lebih pagi.

Bangun lebih pagi tidak hanya membuat pekerjaan lebih banyak selesai, ibu pun bisa lebih fokus dan bekerja tanpa gangguan.


#8. Olahraga

Banyak yang tidak menyadari jika produktivitas erat kaitannya dengan kesehatan. Jika tidak sehat, ya bagaimana mau produktif kan?

Jadi, jangan lupa untuk berolahraga. Saya kemarin baru saja menulis artikel "Rekomendasi Olahraga yang Bisa Dilakukan di Rumah". Silahkan pilih, dan sesuaikan dengan energi dan waktu yang Ibu miliki.



Itulah 8 cara saya tetap produktif bekerja dari rumah meski harus nyambi nemani anak belajar di rumah juga. Saya sadar, tidak semua ide bisa diterapkan karena kondisi ibu tentu berbeda dengan saya. Tapi semoga dapat diambil prinsip dasarnya, ya.... dan membantu Ibu mengatasi keriwehan bekerja dan mendadak jadi guru.

Terima kasih sudah mampir di blog RPB, dan seperti biasa, sampai jumpa di artikel produktivitas selanjutnya. 😉😉

5 Ide Olahraga di Rumah untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh

ide olahraga di rumah untuk meningkatkan imunitas


Sejak himbauan untuk #dirumahaja digaungkan pemerintah, saya banyak sekali mendapat ajakan untuk bergaya hidup sehat. Mulai dari anjuran seperti yang digaungkan pemerintah (lebih sering cuci tangan, menjaga jarak) sampai ajakan untuk mengonsumsi makanan dan minuman tertentu.

Tapi saya jarang banget memperoleh ajakan untuk melakukan olahraga. Paling hanya sebatas di pamflet seperti sering cuci tangan, makan seimbang, dan olahraga.

Padahal olahraga sama pentingnya dengan konsumsi makanan seimbang.

Sudah banyak penelitian yang membuktikan konsumsi makanan sehat yang tidak dibarengi dengan olahraga tidak akan menghasilkan kesehatan yang maksimal.


Ide olahraga yang bisa dilakukan di rumah


Waktu ngobrol sama teman-teman di grup Arisan Link, olahraga biasanya juga jarang dilakukan, begitu juga dengan grup ibu-ibu di RT tempat saya tinggal.

Sebelum ada pembatasan keluar rumah, kami memang biasa melakukan senam pagi dua minggu sekali, sayang, begitu masuk hujan + corona, ya sudah, selamat tinggal, deh olahraga.

Hubungan imunitas dan olahraga

Mengutip unggahan di situs medlineplus.gov milik pemerintah Amerika, olahraga akan membuat perubahan pada antibodi dan sel darah putih. Seperti kita ketahui, sel darah putih adalah sistem imun yang berperan dalam mempertahankan kesehatan tubuh kita. 

Situs ini juga menyarankan, dengan jalan kaki setiap hari atau olahraga ringan beberapa klai seminggu akan membantu tubuh aliran darah di tubuh kita lebih lancar, mengurangi resiko penyakit jantung, plus memperkuat tulang tubuh. 

Tapi sayang, meski sudah tahu jika olahraga itu baik untuk tubuh, kita masih juga sering malas untuk memulai olahraga. 

Alasan kita enggan memulai olahraga


Sudah pernah dengar jika salah satu resolusi adalahmenurunkan berat badan dan berolahraga? Ya, memulai olahraga memang sangat susah. Saya pun jika tidak karena sering review kelas-kelas olahraga, kemungkinan besar ya, akan malas memulai.

Saya pernah menyimak sebuah presentasi di channel TED tentang bagaimana mengubah perilaku dan kebiasaan kita. Dalam persentasi tersebut, pembicara menyebutkan, ketika membayangkan sesuatu yang berat,- seperti bangun lebih pagi-, otak kita memang cenderung menghindari. Dan memang butuh lingkungan yang dapat mendukung agar kita mau untuk bergerak.

Sebagai makhluk sosial, kita cenderung melakukan hal-hal yang sama dengan lingkungan kita. Kita tidak mau jika tertinggal sesuatu dengan yang lain.

Tapi gimana ya, untuk memulai olahraga di saat justru aktivitas sosial malah dilarang?

5  Rekomendasi video YouTube untuk olahraga di rumah


Mumpung hampir sebagian besar anggota keluarga ada di rumah nih, bagaimana jika olahraga dijadikan aktivitas tambahan di rumah. Bukannya kita sering bingung mencari aktivitas untuk anak? Nah, olahraga ini bisa jadi salah satu alternatifnya.

#1. Walk at Home



Saya paling sering merekomendasikan olahraga ini untuk teman-teman yang baru mulai olahraga. Saya juga sering memilih channel ini jika sudah cukup lama berhenti olahraga. Atau malah jika sedang tidak punya banyak waktu untuk berolahraga.

Alasan saya merekomendasikan karena .... cuma jalan doang. Iya, beneran, hanya jalan ditempat, maju-mundur, sesekali kesamping, dan dengan beberapa gerakan modifikasi tangan. Enteng dan gampang.

Di channel ini Sahabat RPB dapat memilih durasi olahraga sesuai kebutuhan, bahkan ada yang hanya 8 menit saja. Sahabat juga bisa memilih jenis latihan sesuai kekuatan Sahabat, misal ingin yang melatih tangan, kaki, atau malah jenis latihan HIT.


#2. Poco-poco



Senam asli Indonesia ini juga sering saya rekomendasikan untuk teman-teman. Malahan Bapak instruktur senam di RT juga sering memilih olahraga ini jika kami sudah lama jeda latihan.

Gerakannya cukup sederhana, dengan variasi gerakan juga tidak begitu banyak, seperti gerakan silatm lempar lembing, atau kuda lumping. Ditambh dengan alunan musik asli Indonesia. Bikin badan pengen terus goyang. 😀 Aseeekkkk .....

#3. Bipasha Bashu, Break Free



Senam ini cocok untuk Sahabat yang sudah mulai terbiasa berolahraga (olahraga 2-3 kali seminggu). rekomen juga untuk para Kakak usia belasan.

Oya, para penyuka film India, pasti suka ikut aerobik ini. Bipasha Bashu adalah seorang artis India yang tertarik dengan aerobik. Saat ini selain membintangi banyak film, ia juga aktif mengenalkan gaya hidup sehat di India,

Seperti nama penciptanya, aerobik ini banyak menggunakan gerakan tari India untuk berolahraga. Asik, penuh tantangan, tapi bener-bener nguras keringat saat latihan.

Durasi olahraga ini 30 menit dengan 5 menit break untuk istirahat minum.

#4. Pop Sugar Fitness



Ada banyak kategori latihan di channel Pop Sugar ini. Mulai dari 30-Minutes Workout, Pilates, Yoga, Dance, dan masih banyak lagi. Tinggal milih mana yang paling cocok dengan kekuatan dan waktu yang tersedia.

Asiknya, di channel ini, semua video olahraga juga ada peserta yang melakukan olahraga dengan gerakan alternatif. Tujuannya, agar kita bisa memilih gerakan yang sesuai dengan kemampuan kita.

#5. Strong by Zumba, Ai Lee Syarief



Ini adalah olahraga favorit saya, durasi pendek, nguras keringat sampai habis. He he, saya memang penyuka olahraga yang ngluarin keringat banyak, kecuali untuk lari dan permainan bola. Nggak cocok banget.

Gerakan olahraganya sebetulnya sederhana, tapi powerful banget. Plus banyak gerakan memukul, menendang, dan loncat. Jadi, kalau baru mulai olahraga, jangan pilih ini, nanti kecapekan.

Selalu sediakan air dan handuk saat mengikuti latihan Strong by Zumba, biar nggak dehidrasi juga.


Oke, itulah 5 rekomendasi olahraga yang bisa Sahabat RPB lakukan di rumah.

Untuk Sahabat yang sudah memiliki riwayat gangguan kesehatan, saya sarankan untuk konsultasi dulu ke dokter jika ingin melakukan latihan-latihan diatas. Jangan lupa cek denyut nadi sebelum latihan, ya. Selamat berolahraga...!


Kenalan dan Belajar Investasi di P2P Lending




Hal apa yang pertama kali Sahabat RPB lakukan saat punya rencana di masa depan?

Umumnya salah satu hal yang dipersiapkan adalah biaya untuk rencana tersebut. Cara mempersiapkannya pun bermacam-macam, bisa dengan menabung, berusaha menambah penghasilan dan lain sebagainya.

Sayangnya, sudah menjadi rahasia umum, jika saat ini menabung saja tidaklah cukup, kita perlu melakukan usaha agar tabungan atau dana yang kita miliki juga bisa berkembang. Dengan melakukan pengembangan dana, ada dua hal yang bisa peroleh:

  1. Tambahan dana untuk rencana masa depan
  2. Tambahan dana untuk kebutuhan lain

Karena itu, agar tambahan dana ini hasilnya maksimal, akan lebih baik jika pengembangan dana ini kita lakukan sedini mungkin.

Meskipun begitu, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan agar usaha kita mengembangkan dana ini maksimal, yaitu tahu ilmu atau caranya, dengan cara belajar investasi.

Hal yang perlu dilakukan oleh para Pemula saat belajar investasi


Belajar investasi sangat penting bagi pemula, selain agar hasil yang diperoleh maksimal, hal ini juga akan menghindarkan pemula dari kerugian yang cukup besar.

Lalu apa saja yang perlu dilakukan oleh para pemula saat belajar investasi?

#1. Pahami jika selalu ada risiko dalam investasi
Hal pertama yang seirng dipertanyakan orang saat ingin berinvestasi adalah, "Investasi ini menguntungkan atau tidak?"

Padahal ada aturan dasar dalam berinvestasi, yaitu memahami (tidak sekedar tahu) jika setiap investasi pasti ada risikonya. Risiko dalam investasi bervariasi, mulai dari risiko rendah hingga tinggi.

Sebaiknya, jangan mulai berinvestasi jika belum memahami betul risiko di dalam instrumen investasi tersebut. Tanpa mengetahui risiko yang akan dihadapi, kemungkinan besar pengembangan dana yang dilakukan tidak akan maksimal.

Karena itu, pahami profil risiko investasi Sahabat RPB sebelum mulai mulai mengembangkan dana dalam instrumen investasi.

#2. Memahami dasar investasi
Yang dimaksud dengan dasar investasi adalah bagaimana dana dikelola (bekerja) dalam investasi tersebut. Misalkan jika reksadana, dana dana yang disetorkan digunakan untuk berinvestasi pada beberapa platform investasi lain; sementara SBR menggunakan dana yang disetorkan untuk membangun infrastruktur, dan seterusnya.

Cek juga, apakah cara kerja investasi tersebut cocok dengan keinginan Sahabat, rentang imbal hasil yang diberikan juga apakah sesuai dengan harapan Sahabat.

Memahami dasar investasi akan sangat bermanfaat untuk mendapatkan hasil yang optimal.

#3. Ketahui tujuan investasi
Agar poin pertama dan kedua diatas dapat kita lakukan dengan tepat, kita perlu tahu tujuan investasi kita. Jangan hanya karena ikutan teman, atau yang penting dana aku berkembang.

Tentu saja, setiap orang punya tujuan berinvestasi berbeda-beda; sebagian ingin mengumpulkan dana untuk membeli rumah (untuk membayar DP misalnya), membeli mobil, properti, naik haji, mengumpulkan biaya nikah, dan lain sebagainya.

Akan lebih baik juga jika tujuan tersebut dilengkapi dengan jangka waktu, misalnya 6 bulan, dua tahun, atau malah lebih dari dua tahun.

Menentukan tujuan dan jangka waktu investasi akan memudahkan kita memilih jenis investasi yang tepat.

Dan bagi pemula, bisanya banyak disarankan memilih jangka waktu investasi yang relatif pendek. Selain jika terjadi kesalahn investasi akan lebih mudah mengoreksinya, dana yang dimiliki pun dapat lebih cepat diputar.

#4. Cobalah diversifikasi
yang dimaksud dengan diversifikasi investasi adalah teknik meminimalisir kerugian dengan cara mengkombinasikan beberapa jenis investasi. Maksudnya ketika salah satu jenis investasi sedang menunjukkan trend negatif, maka kerugian ini dapat ditutupi oleh jenis investasi lainnya.

Diversifikasi investasi dapat dilakukan dengan peluang investasi yang berbeda, atau dengan instrumen investasi yang berbeda.

Misalkan saat Sahabat RPB melakukan investasi di platform Peer to Peer Lending, yang biasanya menyediakan beberapa pilihan peluang investasi dengan imbal balik yang berbeda-beda.
Dan Sahabat melakukan 5 diversifikasi investasi yang imbal baliknya berbeda-beda antara 18% sampai 21% per tahun.

Saat salah satu peluang investasi mengalami gagal bayar, Sahabat masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan hasil dari 4 peluang lainnya.

Diversifikasi usaha juga bisa membantu Sahabat untuk menetapkan tujuan yang berbeda dari investasi yang dilakukan.

#5. Mulai dari nominal kecil
Sebagai pemula, tidak ada salahnya memulai mengembangkan dana dari nominal yang kecil. Pelajari dulu cara kerja investasi yang dipilih, serta memahami cara mengoptimalkannya, barulah Sahabat bisa menambah dana investasi.


Jangan lupa juga, pilih "wadah" yang tepat untuk mengembangkan dana awal Sahabat, agar proses belajar investasi yang dilakukan dapat berjalan efektif dan efisien.

Belajar investasi mulai dari Rp100 ribu

Salah satu platform belajar investasi adalah P2P Lending Akseleran. Pada Platform ini Sahabat RPB bisa mengembangkan dana mulai dari Rp100 ribu dengan imbal hasil hingga 21% per tahun.

Melakukan pengembangan dana di Akseleran juga diproteksi dengan asuransi yang dapat membuat proses transaksi lebih aman dan nyaman.

Sebagai platform P2P Lending, Akseleran sudah mendapat ijin resmi dari OJK, artinya semua transaksi diawasi oleh lembaga pengawas negara.

Tertarik ingin mencoba belajar investasi di Akseleran, yuk, gunakan kode promo BLOGRAHAYU saat mendaftar, dan dapatkan dana awal sebesar Rp100 ribu yang bisa Sahabat coba kembangkan di Alseleran. Untuk syarat dan ketentuannya, silahkan Sahabat hubungi (021) 5091-6060 atau email ke cs@akseleran.co.id.

Happy investing! 😉








Reksa Dana, Cara Nabung Andalan Saya dan Bagaiamana Cara Memilihnya

reksa-dana-pengertian-dan-cara-memilihnya


Artikel ini terinspirasi dari pertanyaan mbak Widi Utami saat hendak membeli reksa dana. Akhirnya, di teracuni juga dengan bujukan saya, nabung recehan di reksa dana. 😄😄

Waktu itu mbak Widi bertanya, bagaimana cara menabung di reksa dana dan bagaimana memilihnya.

Well, sebelum saya nulis apa itu reksa dana, dan kenapa saya memilihnya sebagai cara menabung, saya release disclaimer dulu, ya

Saya bukan ahli keuangan atau pakar investasi. Cuma Alhamdulillah, dulu sering mengikuti tulisan Ryan Filbert dan ahli keuangan lain. Plus, sudah praktek dengan membeli beberapa unit reksa dana. Jadi apa yang saya tulis disini bukan panduan, ya, tapi hanya sekedar berbagi pengalaman. Ya, siapa tahu, bisa jadi bahan pertimbangan Sahabat dalam berinvestasi.  

Reksa dana, apakah itu?


Mengutip dari buku Ryan Filbert "Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana" reksa dana diartikan sebagai wadah dan pengelolaan modal/ dana bagi investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksa dana.

Yang dimaksud unit penyertaan adalah satuan yang menunjukkan kepemilikan kita dalam reksa dana. Jumlah unit penyertaan ini tetap, selama uang yang kita setorkan pada Manager Investasi juga tetap. Tapi akan berkurang jika menjual sebagian.

Cara gampang memahaminya, kalau dalam saham, kita menyebutnya dengan "punya saham xxx lembar", atau "sahamku jumlahnya xxx lot". Nah, kalau di reksa dana disebutnya dengan "unit".

Dengan membeli unit di reksa dana, berarti kita menyerahkan sebagian uang kita untuk diinvestasikan oleh Manager Investasi pada instrumen-instrumen investasi seperti saham, obligasi, pasar uang dan instrumen investasi lainnya. 

Lalu bagaimana cara kita memilih reksa dana yang menguntungkan untuk kita?

Cara memilih reksa dana

Sebelum tahu cara memilih reksa dana, perlu ditanamkan dalam pikiran kita, jika tidak ada investasi yang nol resiko. Artinya, semua investasi pasti ada resikonya, besar ataupun kecil. Kalau ada kala kita untung, maka pasti kita akan rugi.

Nah, untuk meminimalisir resiko, kita ketahui dulu ilmunya. Dari situlah nanti kita akan bisa memilih, jenis investasi (dalam hal ini reksa dana) mana yang akan dipilih.

Kalau saya pribadi dengan memulainya dengan sering membaca buku juga artikel tentang reksa dana. Terus sering menyimak kalau Ryan Filbert bikin sesi sharing online.

Baru dari situ, saya mulai berani mencoba membeli reksa dana, dan inilah cara saya memilih reksa dana.

Langkah #1. Menetapkan tujuan
Ya, seperti kita kalau mau pergi, investasi pun juga butuh menetapkan tujuan. Waktu awal beli sih, memang hanya untuk alokasi dana darurat. Tapi sekarang sudah lebih serius, menggunakan reksa dana untuk nabung dana pensiun.

Menetapkan tujuan ini penting, karena nanti akan membantu kita memilih jenis reksa dana yang tepat.

Oya, dalam menetapkan tujuan ini, nggak hanya tentang "nantinya uang ini mau buat apa", tapi juga termasuk "berapa lama rencana investasi yang ingin Sahabat lakukan". 

Langkah #2. Mengenali profil resiko
Yang disebut dengan profil resiko investasi adalah indikator untuk mengetahui seberapa besar toleransi Sahabat RPB terhadap potensi rugi investasi.

Semakin tinggi nilai profil resiko, maka Sahabat dianggap lebih siap dengan potensi kerugian dalam investasi.

Untuk tahu jenis profil resiko investasi, Sahabat RPB dapat mengunjungi situs-situs Manajer Investasi. Oya, Sahabat perlu mendaftar pada situs Manajer Investasi sebelum dapat menggunakan fasilitas cek profil resiko ini.

Umumnya investor pemula, akan mendapatkan profil resiko investasi rendah.



Langkah #3. Memilih Manager Investasi
Menurut daftar di OJK, saat ini Indonesia memiliki 98 Manager Investasi. Dan untuk memilih MI mana yang terbaik kita dapat melihat berdasarkan:


  1. Kinerja Manager Investasi
  2. Produk reksa dana dan produk kelolaan lainnya
  3. Histori dana kelolaan berdasarkan returnnya
  4. Pengalaman masalah yang pernah dialami. 
Bagi saya yang masih awam, melihat daftar Manager Investasi yang sebanyak itu sudah pasti mblenger duluan. Jadi, dulu saya pakai cara by pass, 😂 saya browsing ranking Manajer Investasi terbaik berdasar tahun berjalan (waktu itu kalau nggak salah IPOT, deh). 

Setelah itu, baru melihat kinerja dan produk reksa dananya. 

Langkah #4. Memilih produk reksa dana
Berhubung saya masih pemula, jadi resiko profil investasi saya tentu saja masih rendah. Dan karena tujuan investasi saya dibawah lima tahun, maka waktu itu saya disodori pilihan reksa dana: pasar uang dan pendapatan tetap. 

Ada 4 jenis reksa dana di Indonesia, yaitu 

  1. Reksa dana Pasar uang; reksa dana ini cocok untuk Sahabat dengan profil resiko rendah dan jangka waktu investasi dibawah 5 tahun. 
  2. Reksa dana pendapatan tetap; dana yang masuk pada reksa dana ini dikelola untuk berinvestasi pada efek utang seperti obligasi. Cocok untuk investor dengan profil resiko rendah.
  3. Reksa dana saham; merupakan reksa dana dengan imbal balik paling besar, sekaligus dengan resiko yang paling besar juga. Reksa dana ini cocok dimiliki oleh investor dengan resiko tinggi. 
  4. Reksa dana campuran; dana yang dikelola biasanya diinvestasikan pada saham dan obligasi. Reksa dana ini cocok untuk Sahabat dengan profil resiko menengah hingga tinggi. 
Nah, seperti itulah cara saya memilih reksa dana. Agak-agak ngawur, tapi Alhamdulillah so far aman. Dan karena itulah saya tetap memilih jenis investasi untuk tabungan jangka panjang. 

Alasan saya memilih reksa dana untuk tabungan

Alasan utama saya memilih reksa dana adalah, karena nggak ada biaya admin bulanan. 😂😂 
Ya Allah ... saya kok bener-bener nggak mau rugi, ya? 

Beda memang dengan tabungan, reksa dana kan dihitung berdasar unit penyertaan, jadi yang naik turun hanya nilai NAB kita saja (untuk istilah lain dalam reksa dana nanti akan saya buat post terpisah), bukan unit penyertaan. Selama unit tersebut tidak kita jual, nilai uang kita Insya Allah aman. 

Alasan yang kedua, karena nilai lebih yang saya terima bukan bunga, melainkan hasil dari kinerja MI. Jadi, ketika MI mengalami penurunan kinerja saya pun juga akan mengalami penurunan hasil. Buat saya, ini lebih fair lah, dibanding dengan bunga. 

Alasan ketiga, nilai return reksa dana dapat mengikuti persentase inflasi, jadi Insya Allah tetap untung. 


Begitulah pengalaman saya menabung dengan reksa dana dan bagaimana saya dulu memilih reksa dana sebagai salah satu cara menabung. Semoga bermanfaat, sampai jumpa di artikel investasi berikutnya. 



Rahayu, untuk rahayupawitriblog.com
Pertanyaan dan kerja sama dapat menghubungi: 081312658622


6 Cara Mengurangi Stres dan Cemas




Tiga hari lalu saya nyaris tidak mendapat satu tulisan pun.

Sebabnya, di hari senin usai laporan dan review gawean, target saya tidak tercapai sepeti yang saya inginkan, meski secara statistik, jam kerja saya lebih banyak naik berkali-kali lipat.

Di hari senin itu saya masih bisa menyelesaikan separuh artikel review JamPlay, tapi di hari selasa, hanya bisa dapat 3 outline artikel saja.

Saya tidak tahu kenapa di hari itu (selasa 4 maret 2020), saya benar-benar tidak bsia mikir. Bawaanya cuma pengen rebahan saja. Kepala berat banget kalau dibawa berdiri. Ditambah badan yang agak anget, rasa pengen mager pun menjadi dobel.

Di saat itu, mulai deh, negatif thought, dan the why's bermuculan.

"Kok gue gini, sih, apa nggak bisa sukses dan maju seperti orang-orang"
"Duh, orang lain udah pada lari, bergerak, kok aku malah mager, sih."
"Ini kenapa badan, nggak mau kompromi."
"Aduh, seandainya suamiku lebih ngerti, dan mau beresin rumah. Duh, dia kok bisa baca tanda istrinya lagi lemes, sih?!"

Wah.... pokoknya enggak banget, deh.

Saya terus bilang, pokoknya aku harus dengerin badanku. Aku capek, jadi aku harus istirahat."

Dan akhirnya, ya, saya memang memutuskan lebih banyak tiduran, tapi .... sambil scrolling hape, berpindah-pindah dari FB, WA, IG, feed berita. Dibaca semua. turuti mau hati saja.

Dan konyolnya itu malah nggak bikin saya lebih baik.

Pertama, karena milih istirahat, cucian di belakang belum di jemur, nggak masak untuk sore, cucian piring belum disentuh, dan baju kering belum dilipat. Dan semakin scrolling hp, ternyata malah bikin pikiran makin nggak karuan. mata makin pedih, grafik energi dan semangat juga makin turun.

Akhirnya stres saya membuat saya cemas, dan kecemasan saya membuat saya terbeban, dan beban itu membuat saya stres, lalu stres bikin cemas, cemas bikin beban, dan akhirnya ..... TEPPAAARRR...!!!

Cara mengurangi stres dan rasa cemas

Pokoknya kemarin itu sepertinya salah satu hari paling terburuk untuk saya, benar-benar saya berada dalam kondisi yang paling enggak banget.

Saya nggak tahu musti ngapain, tapi yang saya tahu, ini waktunya saya untuk:

#1. Mendengarkan tubuh 
Yap, saya memutuskan sekali lagi, mengikuti apa kata tubuh saya. Berhari-hari harus tidur larut, begadang karena cemas banjir dan atap yang bocor, waktunya untuk saya tidur lebih cepat dan lebih banyak.

Hal lain yang saya pilih adalah, tidak menyalakan alarm tidur.

Buat saya ini penting, karena artinya tubuh saya akan tahu kapan harus bangun jika memang kebutuhan istirahatnya telah terpenuhi.

Alhamdulillah, tetep masih bisa bangun pagi sebelum subuh. Saya bangun lebih segar pagi ini, dan tentu saja, lebih happy.

#2. Tidak melakukan apapun selama 5 menit
Seperti yang pernah saya tulis dalam artikel "Reset Routine, Cara Mengembalikan Semangat Kerja", tidak melakukan apapun alias doing nothing, bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi stres dan cemas. Idenya adalah mengosongkan pikiran selama beberapa saat; menjadi ruangan kosong selama lima menit.

Andaikan pikiran kita ibaratkan sebuah ruangan; saat kita terus-terusan merasa stress, cemas, akan hal-hal yang harus kita lakukan, target, masa depan, atau malah masa lalu; maka ruangan tersebut akan penuh. Dan kalau sudha penuh, tentu saja ide, inspirasi baru akan susah untuk masuk kan?

#3. Melakukan hal yang disukai



Salah satu cara utnuk mengurangi stres dan cemas adalah dengan playfull out, bersenang-senang menikmati hal yang selalu ingin kita lakukan.

Idenya bisa apa saja, mencoba resep baru misalnya, menggambar, melukis, menggeser perabot rumah, apa saja.

Dan pagi ini, saya memilih untuk mencoba resep Pufflova, membuat bolu kukus Milo ala anak kos.😀 Itung-itung, sekalian masak buat bekal Hana kan?

#4. Belajar
Oke, buat saya belajar itu sudah seperti "my middle name", sebuah kebiasaan. Tapi untuk yang ini, saya mencoba mengurangi stres dan cemas saya dengan meluangkan waktu menjawab "The why" yang memenuhi pikiran saya. Misalnya dengan membaca buku, mendengarkan podcast, membaca artikel yang saya simpan di Pocket, atau nonton video terbaru dari motivator-motivator yang saya ikuti.

Menurut saya, dengan belajar kita akan bisa belajar hal baru plus semakin mengenal diri kita; tahu apa yang kita suka dan tidak. Dan dengan semakin banyak hal baru yang kita tahu, kita juga bisa lebih mudah mencari solusi dari masalah kita.

#5. Minta bantuan
Jujur saja ya, saya tuh nggak suka mengerjakan semua pekerjaan rumah. Dan akhir-akhir ini, dengan semakin banyak tanggung jawab juga beban pekerjaan, pekerjaan rumah tangga saya mulai keteteran. Saya berusaha keras untuk tetap se-ideal yang saya bisa. Tapi pada akhirnya, semua membuat saya kelelahan dan stres.

Jadi, saya pikir, mungkin ini saatnya untuk mengurangi beban saya dengan minta bantuan orang lain.

Nggak sih, tidak dengan mencari pembantu (saya belum merasa nyaman dengan hadirnya orang lain di rumah), tapi hanya meminta bantuan laundry kiloan untuk mengurangi beban setrika saya. 😁😁
Saya juga minta si Ayah untuk antar atau jemput Hana saat sedang shift siang.

Dan bener lho, minta bantuan orang lain tuh, benar-benar bisa mengurangi stres dan cemas kita. Jadi, jika memang sudah lelah banget, jangan kawatir dan malu untuk minta bantuan, ya.

Minta bantuan juga termasuk salah satu tujuan self care, lho. Self care,-memperhatikan diri sendiri,- nggak berarti kita hanya standing by our own. Kita juga perlu orang lain untuk membersamai kita, agar kita juga bisa belajar dari pengalaman mereka, dan kemudian memberikan terbaik untuk diri kita.

#6. Look within




Karena dari kemairn tidak menulis, harusnya hari ini saya menulis lebih banyak. Tapi saya memilih untuk journaling dulu. Menulis rencana, yang kemarin hanya sampai taraf orek-orekan.

Jujur saja, saya ini termasuk orang yang paling gampang nemu ide untuk tulisan. Apa saja bisa saya jadikan konten. Bahkan saat menulis artikel curhat ini pun, saya sudah dapat 2 ide tulisan lain yang terkait dengan artikel ini. Karena itu kepala saya sering banget penuh.

Ini baru masalah pekerjaan, belum masalah lain seperti hubungan kita dengan keluarga, ilmu yang saya pelajari setiap hari, masalah-masalah yang harus saya hadapi, daftar belanja, and so on.

Jadi, jika tidak dikeluarkan, suara-suara ide itu rasanya membuat kepala saya penuh. Nah, kalau sudah penuh, bisa ditebak dong, apa akhirnya? Stres.

Itulah mengapa, saya memilih journaling, karena itu sama saja dengan menuangkan apa yang ada dipikiran saya. Ini juga cara saya untuk melihat apa yang sebetulnya yang membebani saya. 

Masalah itu kan seperti mie yang saling nyambung menyambung. Maksud hati nyendok sedikit, tapi yang keangkut banyak banget. Maksud kita ingin mengurai masalah, tapi waktu ditarik satu, semua keikut.

Menulis bisa membantu kita mengurai masalah satu per satu, sehingga lebih mudah dicari apa hulu dari masalah tersebut. 

Nggak lupa, saya juga menyempatkan dulu meditasi.

Sejak banjir di akhir Febuari kemarin, saya memang tidak sempat untuk "mengheningkan" pikiran saya dulu. maksud saya agar semua pekerjaan bisa segera selesai, meski meditasi ini sebetulnya hanya butuh waktu 10-15 menit saja.

Bagi saya meditasi, atau mengheningkan diri sama arti dengan menertibkan setiap pikiran, memilah mana yang harus dilepas atau yang dipertahankan. Membantu saya lebih mendengarkan tubuh.

Journaling dan meditasi memang hal-hal yang tidak begitu mempengaruhi dalam produktivitas saya sehari-hari. Tapi dua hal kecil ini seperti memberi pondasi pada keseharian saya, sehingga saya dapat terus melakukan dan memberikan yang terbaik setiap hari.

Dan bagi saya, dua hal tersebut merupakan bentuk saya untuk lebih peduli pada diri saya sendiri (self care).


Alhamdulillah, hari saya lebih baik hari ini. Saya bisa menyelesaikan dua artikel, dan satu post blog ini. Tapi yang lebih penting, saya tidak merasa terbeban dan lebih ringan.

Oke, itulah 6 cara saya mengurangi stres dan cemas. Semoga bermanfaat, ya. Sampai jumpa di artikel self care berikutnya.

Cara Mudah Mencegah Baju Kena Pemutih



Salah satu hal yang paling menyebalkan adalah baju kena pemutih. Kecuali ada trend fashion baru, -seperti celana yang robek,- baju yang sudah terkena noda pemutih, biasanya langsung kita singkirkan.

Sayangnya, kadang "kecelakaan dalam mencuci" ini sebenarnya karena kecerobohan kita entah pada saat mencuci atau menyimpan bahan pemutih pakaian.

So, biar baju-baju kesayangan kita tetap terhindar dari noda pemutih, berikut ini saya punya beberapa ide yang bisa Sahabat RPB coba.

Cara mencegah baju kena pemutih

#1. Pilih jenis pemutih berbahan dasar klorin oksigen 
Tahukah Sahabat RPB, ada dua jenis pemutih di pasaran, yaitu yang berbahan dasar klorin dan berbahan dasar klorin oksigen.

Pemutih dengan bahan dasar klorin, bisanya lebih cepat membersihkan noda, dan juga mampu membuat pakaian kita menjadi terlihat seperti baru. Sayangnya, pemutih jenis ini biasanya merusak kain, dan malah memudarkan warna putih dikemudian hari.

Sementara pemutih dengan bahan dasar klorin oksigen lebih aman untuk serat kain.

Jika ingin mencegah baju kena pemutih, cara yang lebih aman memang memilih pemutih berbahan dasar  klorin oksigen.  Pemutih biasanya lebih aman untuk baju berwarna, meski tidak memutihkan dan membersihkan sekuat pemutih dengan bahan dasar klorin.

Karena itu, jika ingin lebih aman saat mencuci, pastikan memilih jenis pemutih yang berbahan oksigen klorin.

#2. Perhatikan petunjuk penyimpanan
Sebaiknya, simpan pemutih dalam wadah saat membeli atau botol yang tertutup rapat. Jika membeli kemasan isi ulang, segera tuang isi ke dalam botol.

Kita bisa saja berhati-hati saat menggunakan pemutih, tapi jika ceroboh dalam penyimpanan, bisa saja pemutih tumpah dan memercik baju yang kita pakai.

Tahukah Sahabat RPB, baju yang terkena pemutih, biasanya justru bukan baju yang ingin kita cuci dengan pemutih? Karena itu, selalu perhatikan petunjuk penyimpanan, agar untuk menghindari baju kena pemutih.

#3. Ikuti petunjuk pemakaian
Sebelum mencuci baju dengan pemutih, selalu pastikan membaca petunjuk pemakaian dan ikuti instruksi di dalamnya sesuai kebutuhan.

Jika tidak ada petunjuk yang jelas, pastikan Sahabat mencampur rata terlebih dahulu pemutih dengan air. Jangan pernah memasukkan baju, sebelum yakin jika pemutih telah larut sempurna dalam air.

#4. Hindari menuang pemutih pada pakaian
Jika menggunakan pemutih dengan bahan dasar klorin, sebaiknya hindari menuang pemutih langsung pada pakaian.

Sebetulnya, apapun bahan dasarnya, pemutih bisa saja merusak serat pakaian kita. Jadi, pastikan selalu mengencerkan pemutih dengan air terlebih dahulu, sebelum digunakan.

#5. Pisahkan pakaian berwarna
Sebaiknya hindari mencuci pakaian berwarna dengan air bekas rendaman atau cucian yang tercampur dengan pemutih. Meskipun beberapa produsen pemutih meng-klaim aman untuk baju berwarna, sebaiknya ambil pilih langkah aman untuk menghindari baju kena pemutih.

Hanya detergen yang mengandung pemutih yang aman untuk pakaian berwarna, karena sudah pasti tidak akan meninggalkan noda pada baju.

#6. Beri label botol penyimpanan
Jika Sahabat menyimpan pemutih tidak dalam kemasan atau botol aslinya beri label pada wadah, agar orang lain di dalam rumah tidak salah menggunakan zat pembersih tersebut.

Cara ini juga akan menghindarkan anak-anak dari memainkan bahan atau zat berbahaya. Bisa juga sebagai tindakan preventif kalau saja kita lupa bukan?


Nah, mudah bukan cara mencegah baju kena pemutih? Semoga tips diatas bermanfaat, ya.