-->

Tergoda Tawaran Apartemen Dijual Murah? Sebelum Tanda Tangan, Cek Ini Dulu, Yuk!

apartemen-dijual-murah


Membeli apartemen saat ini memang bisa bikin galau; disatu sisi tahu banget kalau harganya lagi pas di kantong;disisi lain berita lambannya pergerakan properti di Indonesia juga terus menghantui.

Jadi, bagaimana, apakah tawaran apartemen dijual dengan harga murah di-skip aja?

Sebelum makin galau, coba pertimbangkan beberapa hal berikut ini.

Hal yang harus diperhatikan sebelum mengambil tawaran apartemen dijual murah


Kalau tanya di Google, "apakah saat ini waktu terbaik beli apartemen", atau "apakah sebaiknya sewa atau membeli apartemen", jawabnya tentu banyak, dan makin bikin pusing kepala.

Bagaimanapun juga jawaban yang terbaik tentu kamu yang lebih tahu.

However, beberapa points berikut ini mungkin bisa bantu kamu untuk memutuskan langkah terbaik.

1.Jangan terbawa emosi 


Umumnya, kalau sudah jatuh cinta apartemen yang ditawarkan, orang lebih suka menggunakan hati dibanding dengan logikanya.

Ya enggak masalah sih, kalau kamu sudah bulat hati mau tinggal disitu selama-lamanya. Tapi kalau masih ada kemungkinan untuk pindah, baiknya tahan diri dulu, apalagi kalau rencana kamu membeli ini merupakan rencana investasi properti pertamamu.

Mintalah pertimbangan kanan-kiri sebelum memutuskan mengambil tawan apartemen dijual dengan harga murah.

Jika perlu, hire financial adviser untuk membantu kamu mengambil keputusan yang tepat.

2. Lakukan riset 


Mantapkan hati kamu dengan melakukan riset apartemen yang ditawarkan.

Beberapa poin yang bisa jadi bahan pertimbangan adalah

#1. Legalitas pengelola apartemen 


Sertifikat dan legalitas bangunan apartemen adalah hal terpenting dalam transaksi ini.

Legalitas yang perlu diketahui adalah:


  • Hak Guna Bangunan (HGB) 
  • Surat Izin Prinsip 
  • Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 
  • Surat Izin Peruntukkan Tanah (SIPPT) 
  • Sertifikat Hal Satuan Rumah Susun (SHSRS) 
Meskipun developer dapat menunjukkan semua surat tersebut, jangan lupa untuk menvalidasi ke instasi terkait, ya. 

#2. Lokasi 

Pastikan lokasi apartemen dekat dengan fasilitas umum seperti toko kebutuhan sehari-hari, restoran, transportasi umum, rumah sakit, dan yang paling utama sih, tempat kamu kerja.

Ini jelas penting banget, jangan sampai kamu sudah ngluarin dana lebih untuk beli apartemen, eh, masih juga harus keluar dana untuk biaya transportasi atau malah susah cari kebutuhan sehari-hari. 

#3. Apartemen terpelihara dengan baik 

Meskipun ditawarkan dengan harga murah, pastikan apartemen yang dijual masih terpelihara dengan baik, termasuk bangunannya juga fasilitas kelengkapan apartemen lainnya.

Pastikan juga pihak pengelola apartemen tersebut juga terpercaya dan cukup komunikatif. 

#4. Apartemen tersebut masih memenuhi syarat untuk disewakan 

Okay, rencana kamu saat ini memang ingin menggunakan apartemen tersebut untuk tempat tinggal. Tapi kita tidak tahu kejadian di masa depan, jadi pastikan bahwa apartemen tersebut masih aka layak untuk disewakan atau malah diperjualbelikan nanti.

#5.Dihuni setidaknya 70% 

 Umumnya, bangunan apartemen yang masih layak dijual adalah bangunan yang telah dihuni atau terjual paling tidak 70%.

Jika dibawah itu, sebaiknya pertimbangkan lagi untuk mengambil tawaran apartemen dijual dengan harga murah tersebut.

#6. Sesuai dengan kebutuhan 

Maksudnya, apartemen yang ditawarkan tersebut sesuai dengan kebutuhan kamu saat ini, baik dari ukuran apartemen, atau kategori apartemen.

Seperti kita tahu, ada tiga jenis apartemen yang biasa ditawarkan seperti

  •  Unfurnished; tanpa perabot 
  • Semi unfurnished; apartemen yang hanya diisi perabotan penting 
  • Full furnished; apartemen siap ditinggali, pemilik cukup masuk membawa baju saja  😁


Tipe apartemen pun berbeda-beda, mulai dari tipe studio (biasanya tanpa sekat kamar), satu kamar, dua kamar, tiga kamar, dan luxury (biasanya lebih dari tiga kamar).

Jika semua hal diatas sudah okay, barulah deh hubungi agen yang menawarkan apartemen dijual dengan harga murah tersebut.


Intinya sih, jangan hanya karena gengsi, ingat lho, semurah-murahnya apartemen, bayarnya tetap pakai duit yang kamu hasilkan dengan kerja keras selama ini. Jadi, jangan sampai sia-sia atau rugi, kan?

Mana yang Cocok untuk Digital Nomad; Coliving Space atau Apartemen Disewakan Harian?

apartemen-disewakan-harian


Tren bekerja remote, kini membuat kita untuk selalu siap bekerja dimana saja, dan kapan saja.

Sebutan digital nomad untuk orang-orang yang berpindah tempat tinggal sambil bekerja sudah tidak asing lagi ditelingan.

Beruntung saat ini trend tempat tinggal sementara, seolah juga mengikuti gaya bekerja berpindah ini. Sehingga tak perlu repot lagi saat tiba-tiba harus pergi ke kantor utama selama beberapa hari, atau saat pekerjaan mengharuskan kita tinggal di luar kota.

Sekarang masalahnya jenis tempat tinggal seperti apa yang sebaiknya dipilih?

Apartemen disewakan harian, rekomendasi hunian tepat untuk para digital nomad 


Tidak peduli, dimanapun para digital nomaden saat ini berada, masalah paling utama adalah “Dimana nanti akan tinggal saat harus berpindah kota?”

Pilihan akomodasi untuk para digital nomad sebetulnya banyak, mulai dari coliving space, hotel, hostel, atau malah apartemen.

Tapi biasanya budget dan karakter individu yang dimiliki digital nomad inilah yang menjadi pembedanya.

Jika dipertimbangkan berdasarkan budget, maka pilihan hotel bisa dikeluarkan dari opsi akomodasi (kecuali jika memang “hotel” merupakan pilihan akomodasi utama yang diberikan oleh kantor, ya). 

Hostel dan coliving space, bisa menjadi pilihan akomodasi kedua yang lebih budget friendly.

Sayangnya, tinggal di coliving space, artinya kita akan tinggal bersama-sama, berbagi satu kamar mandi, satu dapur, dan kadang juga kamar tidur.

Sungguh bukan pilihan yang pas untuk digital nomaden yang berkepribadian introvert dan slowly to warm up. 😊

Belum lagi masalah keamanan barang bawaan. Bagaimanapun kita tidak dapat menebak kebiasaan dan sifat orang yang baru kita temui dalam beberapa jam kan?

Pilihan terakhir adalah menyewa apartemen.

Alasan mengapa apartemen disewakan harian lebih tepat untuk digital nomaden


Menyewa apartemen tentu akan memberikan privasi lebih.

Seperti kita ketahui, saat ini ada banyak sekali pilihan apartemen yang disewakan bulanan dan harian.
Sepintas harganya memang lebih mahal dibanding coliving space atau hostel, namun jika diukur lagi dengan kenyamanan, kebebasan, dan privasi yang kita peroleh, apartemen disewakan harian tetap menjadi opsi terbaik.

Pilihan tipenya juga beragam, baik yang model studio ataupun pilihan dengan dua-tiga kamar tidur, yang tentunya harganya lebih murah dibandingkan jika memilih tinggal di hotel.

Lokasi apartemen yang umumnya ditengah kota, dan lebih dekat dengan fasilitas umum, adalah nilai tambah lain. Sebagai “orang baru” di kota tersebut, tentu kita tidak ingin repot mencari kebutuhan sehari-hari bukan?

Berbeda dengan hotel atau hostel yang biasanya letaknya agak jauh dari fasilitas umum. Atau jika tersedia, harga kebutuhan harian yang ditawarkan biasanya juga lebih tinggi dari harga dipasaran. 

Fasilitas yang ditawarkan dari apartemen disewakan harian juga nggak kalah dengan hotel berbintang, lho. Kalau bersabar menelusuri rekomendasi apartemen yang disewakan harian, dan kebetulan lokasinya cocok dengan tempat kerja; fasilitas kolam renang, gym indoor-outdoor, hingga gas sentral untuk masak pun tersedia.

Tinggal memilih dan menyesuaikan saja dengan harga juga fasilitas yang kita butuhkan.

Agar lebih hemat waktu dan memudahkan membandingkan harga apartemen yang disewakan harian, kita bisa menggunakan situs-situs rekomendasi seperti sewa-apartemen.net.

Ada banya pilihan apartemen disewakan harian di seluruh Indonesia, baik dikota-kota besar, ataupun daerah penyangga. Di sewaapartemen.net, kita juga dapat menemukan pilihan apartemen disewakan per jam. Jadi jika hanya butuh transit untuk istirahat, sekarang enggak pusing lagi kan?

Tapi ingat, jangan hanya memperhatikan harga yang pas dengan budget dan fasilitas yang ditawarkan; aturan sewa juga wajib kita baca dan dimasukkan ke dalam bahan pertimbangan. Jangan sampai setelah akad terjadi, akhirnya kita malah mendapat biaya tambahan karena tidak paham aturan.

Sebagai digital nomaden, tentu tidak mungkin jika harus melakukan survey lokasi terlebih dahulu. Karena itu pilihlah tenant apartemen yang juga bersedia mengembalikan uang DP jika ternyata kita menemukan fasilitas tidak sesuai dengan yand ditawarkan.

Okay, happy hunting, dan selamat bekerja, ya….


Mau Jadi Freelancer? Miliki Dulu 5 Hal ini


mau jadi freelancer


Beberapa hari lalu ibu bertanya,

"Nok, kalau kerja seperti kamu dan tinggal disini, apa bisa?"

Maksud ibu adalah apakah seorang pekerja freelance bisa hidup dengan penghasilannya di Temanggung.

Ibu menanyakan hal tersebut karena prihatin, saudara kami yang masih dalam usia produktif, sebagian besar masih nganggur. Atau kalau kerja, ya kerja serabutan, dengan penghasilan yang serabutan juga, kadang ada kadang enggak.

Beberapa memang ada yang bekerja pabrik, atau merantau jauh dari rumah, tapi penghasilannya, ya... gitu deh, dengar ceritanya saja kadang nggak tega.

Jadi, berpotensi nggak kerja sebagai Freelancer dan tinggal di Temanggung?

Saat saya mengunggah pertanyaan di Facebook, ada salah seorang teman yang berkomentar jika secagai calon Freelancer, dia merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup di kota Temanggung.

Sementara saudara saya berprofesi sebagai Freelance Designer dan tinggal di kota Ngadirejo berkomentar  jika bisa-tidaknya Freelancer hidup di Temanggung sangat tergantung dari jenis keahlian yang dimiliki., "Misal ojek online, mungkin masih akan sulit disini, mbak."

Jujur saya setuju dengan pendapat saudara saya tersebut, kerja freelance memang tidak dibatasi oleh tempat tinggal, tapi lebih pada ketrampilan (soft skills dan hard skills) yang dimiliki. 

Contohnya nih, para remote worker, yang kebanyakan malah kantornya diluar negeri. Tidak hanya itu, sebagian besar dari mereka malah sering berpindah-pindah tempat tinggal.

Selain ketrampilan, Freelancer juga sebaiknya memiliki beberapa hal yang dapat mendukung untuk sukses jadi "bos sekaligus worker" untuk dirinya sendiri.

5 Hal yang wajib dimiliki Freelancer


Meski sudah memulai karir freelancer dari tahun 2013, tapi jujur saja saya baru merasa settle dan sudah nggak ada niat untuk kerja kantoran, dalam dua tahun terakhir ini.

Itulah mengapa kadang saya berpikir, andai saja dulu masuk dunia Freelancer dengan pengetahuan yang lebih baik, dan nggak percaya dengan semua mitos freelancing begitu saja, mungkin saat ini saya sudah punya portofolio yang lebih baik.

Tapi ya sudahlah, yang berlalu ya biar berlalu, selalu ada hikmah disetiap perjalanan kan?

So, dari up and down selama hampir enam tahun ini, saya rasa ada beberapa hal yang sebaiknya calon Freelancer miliki, agar dapat menjalani pekerjaan ini dengan lebih baik.

Mau kerja freelance? Miliki dulu 5 hal ini


mau jadi freelancer
Nggak selamanya freelancer itu bisa kerja bebas,
bisa jadi malah susah beranjak dari meja kerja


#1. Komitmen


Apa yang sering Sahabat dengar tentang para pekerja Freelance; ngopi di cafe, kerja mulai jam 10 pagi, orang-orang berangkat kerja rapi sementara Freelancer cukup dasteran aja? 😃

Gambaran itu nggak salah sih, bahkan saya sendiri milih kerja freelance karena tergiur "kebebasan" seperti itu.

Sayangnya, gambaran itu hanya indah di foto Google, gunung es dibalik kebebasan itu jarang sekali terlihat.

Kerja freelance itu melelahkan, penuh resiko, dan menuntut kerja keras. 

Di awal-awal bekerja freelance, kita butuh kerja keras (membangun portofolio, branding, mengirim proposal, dsb) agar calon klien tahu tentang jasa yang kita tawarkan, plus percaya kalau kita sanggup mengerjakan proyek yang dia tawarkan.

Sayangnya, kerja keras itu seringkali masih belum cukup, masih butuh waktu dan segunung kesabaran untuk, akhirnya, memetik hasil aka. dapat proyek pertama.

Bayangkan saja, saat kamu bangun di pagi hari, kamu sudah harus punya rencana, to-do mana yang harus selesai. Kadang perlu begadang agar rencana kamu bisa selesai tepat waktu agar bisa segera ke langkah persiapan berikutnya.

Padahal nih, semua pekerjaan itu hasilnya masih belum pasti, jangankan memenuhi kebutuhan bulanan, kebutuhan harian saja belum tentu.

Okay, beberapa orang mungkin beruntung langsung dapat project, tapi nggak sedikit juga yang project mampir setelah berbulan-bulan usaha.

Artikel terkait: "Fakta Penulis Freelance" 

Minggu pertama, mungkin masih okay. Minggu kedua mulai terasa getir, tapi saat teman tanya, "Aku bangga akhirnya aku bisa bekerja seperti yang aku inginkan."

Minggu ketiga, semua mulai terasa melelahkan, galau pun mulai muncul, "Lanjut atau enggak, ya?"

Pahit? Yoi, guys ....

Jadi, kalau memang sudah niat mau jadi freelancer, milikilah komitmen yang kuat agar semua cobaan terasa (sedikit) ringan. 😁

Kabar baiknya, you're not alone. Ada jutaan orang diluar sana yang juga berjuang dan bekerja keras seperti kita. So, fighting, guys!😁


#2. Self management


Oke, Sahabat sudah punya ketrampilan yang jempolan, jago negosiasi, tapi kalau nggak punya self menagement yang baik, kemungkinan hidup freelancing Sahabat, nggak akan pernah seindah gambaran Google.

Ada dua hal penting yang Freelancer wajib miliki dalam self management ini, yaitu time management dan Financial management.



mau jadi freelancer
Dua kunci penting dalam hidup Freelancer,
time management dan financial management


Kerja sebagai Freelancer tu, sebetulnya seperti membangun bisnis pribadi, dengan kitalah sebagai manager, marketing, akuntan, customer service, dan ... worker.

Karena itu kalau ditanya cara menjadi freelancer, saya pasti jawab, "Coba belajar ngatur waktu dulu."
Sebagai Freelancer, mungkin banget kalau dalam satu watu kita mengerjakan beberapa proyek. Nah, kalau enggak bisa ngatur waktu, bisa dibayangkan sendiri kan akibatnya?

Meskipun punya kesempatan untuk mengerjakan beberapa proyek dalam satu waktu, nggak bisa dipungkiri juga kalau penghasilan Freelancer juga tidak pasti. Hari ini bisa saja banyak project, tapi dua hari kemudian kosong melompong.

Makanya, penting banget buat Freelancer untuk punya dana darurat. Dana darurat dapat diguankan saat payment ternyata tertunda, ganti peralatan kerja, saat enggak bisa kerja karena sakit dan seterusnya.

Selain itu, Freelancer sebaiknya punya dana kesehatan (untuk medical check up atau biaya berobat) dan dana pensiun. Caranya gimana? Belajar saja sama Jouska, ya. 😀😀😀

Oya, satu lagi, usahakan jangan ngutang. Kecuali pengen stress sih, nggak papa, ngutang aja. 😂😂


#3. Mau terus belajar 


Jujur, saya sebetulnya termasuk Freelancer yang beruntung, bisa langsung dapat job begitu lepas dari kursus nulis artikel.

Tapi nggak berarti jalan saya terus mulus, yang ada malah harus kerja dan belajar lebih keras karena asli, nggak tahu punya gambaran kerja freelance sebetulnya seperti apa.

Hasilnya, dulu target saya sering tak tercapai, sering ditegur editor, belum lagi saya punya kecenderungan perfeksionis.... Duh!

Pelan-pelan saya sadar, kalau Freelancer memang butuh terus belajar, nggak cuma mengasah dan mengembangkan skill yang dimiliki, tapi juga hal-hal yang terkait dengan keahlian yang dimiliki.

Misalkan untuk seorang Content Writer freelance perlu banget ngerti tentang SEO, bagaimana menulis konten dengan struktur yang tepat, aturan plagiasi, citing copyright, dan lain sebagainya.

Penting juga untuk belajar bagaimana memasarkan diri, negosiasi, mengajukan proposal yang anti ditolak (kalau ada 😀), dan hal-hal terkait dengan pemasaran keahlian lainnya.


#4. Punya rencana


Awali dengan mengetahui bidang keahlian apa yang ingin Sahabat tawarkan. Kemudian cari tahu apa yang menjadi standar requirement dari kategori pekerjaan tersebut.

Jika beberapa persyaratan belum terpenuhi, maka susnunlah rencana kapan akan mulai belajar, lalu kapan akan mulai menawarkan keahlian yang dimiliki, dan seterusnya.


mau jadi freelancer

#5. Kemampuan berbahasa asing 


Kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris, tidak hanya akan membantu Sahabat memperluas kemungkinan mendapatkan pekerjaan, tapi juga memperbesar pendapatan yang diperoleh.

Menurut bapak Daniel G. Pratidya, penulis buku "Jadi Freelancer Kaya", sangat disarankan bagi Freelancer pemula untuk mencari proyek di situs pasar freelancing online, terlebih situs freelancing luar negeri.

Selain karena peluang pekerjaan lebih banyak, selisih kurs mata uang juga dapat kita manfaatkan untuk memperbesar penghasilan.


Nah, itulah persiapan non teknis yang sebaiknya Sahabat miliki saat ingin menjadi Freelancer. Selamat berjuang, ya, sampai ketemu di dunia persilatan. 😀😀😀


Rahayu, untuk rahayupawitriblog.com
Contact: 081312658622 | rahayupawitri@gmail.com





Hotel Jakarta Selatan Alternatif Tempat Menginap untuk Bisnis dan Liburan Keluarga

hotel jakarta selatan alternatif tempat menginap untuk bisnis dan keluarga


Mengapa harus hotel Jakarta Selatan? Selain berada di daerah yang dekat dengan sentra bisnis, hotel di daerah Jakarta Selatan memang memiliki banyak kelebihan.

Misalkan saja, masih banyaknya taman terbuka hijau yang dapat dijadikan alternatif liburan saat Sahabat harus melakukan pekerjaan.

Selain taman hijau terbuka, daerah Jakarta Selatan juga memiliki tempat liburan indoor yang menarik, seperti Kidzania, Plaza Semanggi, Taman Suropati, dan masih banyak lagi.

Fasilitas lain yang disediakan hotel-hotel di wilayah ini juga cukup ramah untuk keluarga, seperti menyediakan kolam renang, taman bermain juga restoran dengan pilihan menu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Daerah Jakarta Selatan juga banyak memiliki hotel berbintang yang layanan dan fasilitasnya tentu memenuhi standar yang telah ditetapkan. Karena itu, meskipun berada di tengah kota dan dekat dengan sentra bisnis, hotel yang berada di wilayah ini tetap terhindar dari gangguan luar seperti suara bising, bau tidak sedap, debu, asap, juga serangga dan binatang pengerat.

Nah, bila daftar rekomendasi hotel sudah ada di tangan, kira-kira hotel mana ya, yang cocok untuk menginap bersama keluarga? Tips memilih hotel dibawah ini mungkin bisa jadi bahan alternatif memilih hotel di Jakarta Selatan yang tepat.

Tips memilih hotel di Jakarta Selatan yang nyaman untuk bisnis sekaligus liburan bersama keluarga 


Menggabungkan urusan pekerjaan dengan liburan keluarga memang bukan hal yang ideal. Namun kadang ada saatnya kedua hal tersebut memang harus berjalan bersamaan.

Agar keduanya dapat berjalan lancar, selain mengatur jadwal dengan baik, tentu saja pilihan tempat menginap juga harus dipertimbangkan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Sahabat pertimbangkan saat harus membawa serta dalam perjalanan bisnis atau pekerjaan.



#1. Kebijakan perusahaan atau kesediaan klien 

Tempat menginap bisa membuat liburan Sahabat menyenangkan atau malah berantakan. Jadi, bila biasanya tempat menginap ditentukan oleh perusahaan, maka cobalah untuk bertanya apakah mungkin kali ini tempat menginap ditentukan oleh Sahabat sendiri.

Atau bila ini adalah perjalanan untuk bertemu klien baru, bicaralah padanya jika dalam perjalanan ini Anda bepergian bersama keluarga; dan tanyakan pada calon klien apakah bersedia melakukan pertemuan di lokasi yang dekat dengan tempat Sahabat dan keluarga menginap.

#2. Konsep penginapan 

Konsep penginapan resort, memang pilihan tepat untuk keluarga. Tapi bila lokasi seperti ini jauh dari tempat Sahabat bekerja atau bertransaksi bisnis, memilih hotel dengan konsep rumahan bisa menjadi alternatif.

Saat ini ada banyak hotel yang menawarkan fasilitas kamar yang menggabungkan kebutuhan bisnis dan keluarga, misalkan sudah melengkapi kamar dengan dapur, ruang keluarga, atau malah kamar sewa dengan model kamar apartemen.

Salah satu contohnya adalah hotel dengan konsep apartemen. Konsep hotel seperti ini biasanya memiliki dua kamar tidur terpisah dalam satu kamar sewa. Model ruangan seperti ini tidak hanya membuat anak-anak lebih nyaman, Sahabat juga masih bisa memiliki me-time setelah seharian bekerja.

#3. Feature hotel lainnya 

Fasilitas hotel lainnya seperti kolam renang, tempat berolahraga, restoran dengan menu makanan yang cocok untuk keluarga, koneksi internet dan lain sebagainya, tentu harus Sahabat pertimbangkan juga.



Oya, sebelum berangkat, pastikan juga keluarga memahami jika Sahabat juga memiliki keperluan bisnis dalam perjalanan ini.

Dan karena alasan tersebut, ada kemungkinan jika nantinya akan ada perubahan dalam jadwal liburan bersama, atau mungkin Sahabat tidak akan selalu turut serta dalam semua acara liburan nanti.

Akan sangat bermanfaat pula jika Sahabat juga menjelaskan dengan detil jadwal pekerjaan Sahabat.

Jangan lupa, tanyakan pada pasangan apakah ia tidak keberatan jika menemani anak-anak sendirian. 

Nah, selamat liburan, sekaligus bekerja, ya…. 😃