Bagaimana membedakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus?

by - 4/15/2019



Tidak mudah membedakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Terlebih karena gejala yang ditimbulkan oleh kedua mikroorganisme ini memang mirip. 

Tapi yang paling penting, infeksi karena virus atau bakteri dapat menyebabkan baik penyakit ringan, sedang ataupun penyakit yang membutuhkan penanganan sangat serius. Masih ingat kan dengan virus flu burung yang pernah menyebabkan travel warning di banyak negara? 

Batuk, bersin-bersin, demam, badan terasa hangat, muntah, diare, lesu, dan kram biasanya merupakan gejala dari infeksi bakteri atau virus. Semua tanda penyakit tersebut sebetulnya merupakan tanda sistem kekebalan tubuh kita sedang berusaha mengeluarkan infeksi yang masuk ke tubuh. 

Perbedaan utama dari infeksi bakteri dan virus, selain dari struktur tubuh tentunya, adalah, cara mereka merespon terhadap pengobatan. 

Perbedaan bakteri dan virus 


Meskipun keduanya tidak dapat kita lihat dengan mata telanjang, tapi perbedaan bentuk bakteri dan virus sangatlah besar. Jika menggunakan perbandingan, mungkin seperti perbandingan jerapah dan ikan. 

Umumnya struktur bakteri sangat komplek, bersel satu, dengan dinding sel yang amat tipis. Bagian dalam selnya, diselimuti oleh membran seelatis karet. 

Mikroorganisme yang satu ini juga sangat tahan terhadap lingkungan panas dan dingin, panas tubuh manusia, bahkan limbah radio aktif. 

Kebanyakan bakteri sebetulnya tidak berbahaya, malahan membantu dalam pencernaan makanan, membunuh bakteri patogen, melawan sel kanker, dan menyediakan nutrisi esensial. Hanya 1% bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. 

Struktur tubuh virus lebih tipis dibanding bakteri. Dan ukuran virus terbesar masih lebih kecil dibanding ukuran bakteri terkecil. Virus juga hanya memiliki lapisan protein dan inti materi genetik, baik itu RNA atau DNA. 

Tidak seperti bakteri, virus butuh sel sebagai “induk” atau “rumah” untuk hidup. Saat menempel itulah, virus akan terus me-reprogram sel induk yang ditempati sampai akhirnya berubah menjadi sel ganas atau kanker. 

Berkebalikan dengan bakteri, umumnya virus adalah penyebab penyakit, dan beberapa jenis virus malah secara spesifik menyerang sel. Misalnya virus yang menyerang sistem pernapasan, sel-sel hati dan darah. Bahkan beberapa virus juga menyerang bakteri. 

Nah, sampai sini saja, sudah ada gambaran kan ya, bagaiamana membedakan penyakit yang disebabkan bakteri dan virus? 

Cara membedakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus 


Cara paling tepat untuk mengetahui apakah penyakit yang kita derita disebabkan oleh bakteri atau virus adalah, dengan berkonsultasi pada dokter. 

Perbedaan infeksi kedua mikroorganisme ini hanya bisa dibedakan dengan tes laboratorium. 

Beberapa infeksi yang disebabkan oleh bakteri memang dapat terlihat oleh mata telanjang, seperti radang tenggorokan yang disebabkan bekateri biasanya menimbulkan bercak putih pada tongsil. Namun tetap kondisi tersebut hanyalah gejala. Untuk mengkonfirmasi penyebab infeksinya tetap membutuhkan bantuan dokter atau laboratorium. 

Penanganan infeksi bakteri dan virus 

Penemuan antibiotik untuk menangani infeksi bakteri merupakan penemuan terhebat sepanjang sejarah medis. Sayangnya, bakteri termasuk mikroorganisme yang mudah beradaptasi, dan penggunaan antibiotik terus-menerus justru membuat bakteri kebal terhadap antibiotik. 

Karena itulah selalu gunakan antibiotik sesuai dengan petunjuk dokter. Jangan hanya karena teman cocok dengan antibiotik jenis A, maka kita ikut-ikutan mengonsumsinya.  

Antibiotik juga tidak efektif untuk melawan virus. Cara terbaik untuk melawan virus dengan menggunakan vaksin. Vaksin tidak hanya dapat melawan virus (seperti pada cacar, polio, campak) tapi juga dapat mencegah infeksi (seperti flu yang disebabkan oleh virus, hepatitis A dan B, HPV dan lain sebagainya). 

Nah, udah tahu kan sekarang bagaimana cara membedakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus; sekaligus usaha apa yang harus dilakukan bila sudah terlanjur infeksi?

Semoga informasi diatas dapat membantu memilih pengobatan yang tepat, ya. Salam. 

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk saat hanya pengguna Google dulu yang dapat berkomentar. Insya Allah nanti akan saya tambah dengan kolom untuk komentar Facebook.