Ngatur Duit Lebih Mudah dengan Jenius

by - 3/08/2019

ngatur-duit-lebih-mudah-dengan-jenius


Mau tahu apa yang paling susah dari hidup Freelancer? Membiayai pengeluaran hidup yang pasti dengan penghasilan yang tidak pasti. Karena itu, wajib banget bagi Freelancer untuk pandai dan disiplin ngatur duit. 

Kalau ngatur duit dalam bentuk cash sih, lebih enak, tinggal pisahin, masukin amplop, selesai. Tapi kalau uangnya nongkrong di rekening bagaimana? 

Iya sih, bisa memanfaatkan tabungan rencana, sementara jatah belanja atau jajan bisa dimasukkan rekening lain dan e-money. Tapi kalau buat aku, itu masih kurang, kurang banget.

Pertama, tabungan rencana itu butuh nominal tertentu kan? Nah, aku nih paling susah kalau diajak ngumpulin uang direkening. Utamanya karena pendapatanku kan berasal dari beberapa orang, traansfernya juga di tanggal yang beda-beda, sementara tingkat disiplinku untuk masalah keuangan ini masih sangat rendah.
Ada buku oke, langsung transfer, alasannya "Ah, nanti juga ada invoice cair." 
Ada diskon di wishlist, bayar. "Santai, nanti juga dapat lagi." 
Kelas di Udemy, turun harga, checkout....

Tahu-tahu, waktu pengen bayar domain dan hosting, uangnya nggak ada. 😞😞😞

Ngatur duit lebih mudah dengan Jenius

Aku kenal Jenius waktu bingung cari penjual VCC.

Jujur, sudah setahun lebih malas nge-bid di Upwork karena aku belum bisa verifikasi payment method. Dan nggak bisa verifikasi payment method karena akun Paypal-ku sudah kadaluarsa. Dan butuh untuk diverifikasi ulang dengan kartu kredit.

Tahu sendiri kan, bagaimana regulasi kepemilikan kartu kredit di Indonesia, harus punya slip gaji, Ya, mana ada Freelancer punya slip gaji?

Itulah kenapa, banyak pemilik PayPal yang akhirnya menggunakan jasa penjual VCC.

Saat itu aku tanya sama mbak Widi Utami (pemilik widiutami.com) kalau-kalau kenal penjual VCC. Kebetulan, doi punya PayPal juga, jadi siapa tahu juga punya info tentang VCC.

Disaat itulah, mbak Widut malah nyuruh aku buka akun Jenius, "Biar nggak usah baper lagi, kalau VCC-nya expired." 😀

Apaan sih, Jenius? 

Jenius merupakan salah satu produk perbankan digital dari bank BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk).

Ya, seperti tabungan biasa sebetulnya, tapi kalau kamu tinggal di Jakarta dan sekitarnya, buka rekening Jenius tidak perlu datang ke kantor bank. Awal buka rekening malah cukup unduh aplikasi Jenuis di App Store atau Play Store.

Baru kalau sudah isi data, petugas Jenius akan datang untuk verifikasi data. Santai, nggak ada biaya apa pun untuk pembukaan rekening ini kok. Cocok banget buat aku yang paling malas kalau sudah urusan bank dan ngantri. 😀

Oya, buka rekening Jenius tidak ada minimal setoran awal, atau wajib punya saldo yang mengendap. Meskipun itu jumlahnya cuma Rp2rb, itu tetap uang kita.

Bagaimana ngatur duit dengan Jenius

Oya, aku ngatur duit pakai model kepentingan, tidak hanya sekedar sekian persen saja. Belum cocok aja sih, dengan model masa depan sekian persen, kebutuhan sekian persen, dan seterusnya. Ya, soalnya kebutuhanku memang fix, dan nggak bisa dikurangin lagi (yang ada biasanya malah nambah).

Pembagiannya seperti ini:


  • Penting 1: internet, SPP Hana, dan keperluan Bapak-ibu di kampung. 
  • Penting 2: dana darurat, tabungan untuk sekolah lanjutan Hana, biaya ekonomi peralatan nge-blog. 
  • Penting 3: upgrade skills (beli buku, ikut kursus), undangan event, wish list yang nggak masuk ke kategori penting satu san dua, tapi pengen aku miliki. Beli sepeda listrik misalnya. 
  • Lain-lain: beli baju dan jajan

Dulu aku cuma ngandelin catatan aja, tapi ya itu, jadi kadang suka kebablasan. Alhamdulillah sejak pakai Jenius, aku lebih mudah ngatur duit. Ini karena Jenius punya fitur Dream Saver juga X-card yang bantu aku mengatur post-post diatas dengan lebih mudah. 


Fitur-fitur Jenius untuk bantu ngatur duit

Saat buka rekening Jenius, kita akan langsung mendapat dua jenis kartu, kartu utama (m-Card) dan kartu virtual (e-Card). Nah, jika memang dibutuhkan, kita juga bisa mengajukan kartu tambahan yang disebut X-Card.

ngatur-duit-lebih-mudah-dengan-jenius


Fitur lain yang Jenius miliki adalah fitur Save It. Seperti namanya, di Fitur ini ada tiga macam bentuk tabungan, Flexi Saver, Dream Saver, dan Maxi Saver. 

Oya, uang kita yang ada di rekening Jenius, dibagi dalam tiga kategori, yaitu Saldo Aktif, Kartu, dan Save it. Nah, disini nih, enaknya, karena kita jadi tahu dengan pasti berapa jumlah yang kita bisa belanjakan, dan berapa yang wajib ditahan. 





Aku juga merasa lebih mudah misahin dana tabungan dengan adanya fitus Save It.

Jadi, tiap kali dapat transferan, biasanya aku alokasikan dulu dananya untuk biaya internet, bayar SPP Hana, dan keperluan Bapak-Ibu di kampung. Pokoknya tiga hal ini nggak boleh diganggu gugat.

Biaya internet aku biarkan dalam post tunai. Sementara SPP Hana dan keperluan Bapak-Ibu, langsung masuk ke m-Card. 

Jika jumlah untuk kepentingan diatas sudah terpenuhi, barulah aku baru pindah ke kepentingan kedua, yaitu dana darurat, tabungan sekolah lanjutan Hana, biaya ekonomi peralatan, plus domain dan hosting blog.

Untuk kepentingan kedua ini memberdayakan fitur Save It. Flexi Saver untuk penyimpanan dana darurat. Sementara tabungan sekolah lanjutan Hana, biaya ekonomi peralatan nge-blog (ganti Hp, WiFi, kamera, dan laptop), juga domain dan hosting yang biasanya ditagih setahun sekali.

Dalam daftar Dream Saver ini, aku juga punya alokasi dana untuk wish list yang tidak penting banget saat ini, tapi aku butuhkan.

ngatur-duit-lebih-mudah-dengan-jenius
Cara ngatur duit yang aku lakukan dengan
menggunakan fitur DreamSaver Jenius


Fitur Dream Saver ini, mirip dengan tabungan rencana sebetulnya. Tapi jumlah setoran dan frekuensi nyetor kita sendiri yang tentukan. Lucunya, Dream Saver ini juga dilengkapi dengan fitur foto impian lho; aku merasa jadi punya album LOA disana. 😀😀😀

Oya, untuk kartu X-Card biasanya aku gunakan untuk jatah jajan. Kadang juga aku kasih ke Hana saat dia butuh belanja sendiri (seperti waktu kemarin doi pelesiran ke TMII bareng sekolahnya). Karena di X-Card ini limit belanja bisa diatur, jadi aku nggak kawatir kalau Hana akan belanja melebihi jatah yang aku beri.

Fitur lain yang Jenius sediakan adalah fitur e-wallet. Disana kita bisa transfer ke beberapa provider e-wallet seperti OVO, GoPay, M-Tix, dan T-Cash.

ngatur-duit-lebih-mudah-dengan-jenius
Some of my Dreams List 😀


Dana untuk jalan-jalan saat ada undangan Blogger atau sekedar ngebolang dalam kota sama Hana biasanya aku taruh disini. Jadi, nggak kawatir lagi akan ganggu alokasi uang lainnya.

Sudah hampir 4 bulan aku pakai Jenius nih, dan Alhamdulillah sih, semua pengeluaran lebih terkontrol.


Nah, kalau saat ini kamu masih merasa pusing dan ribet ngatur anggaran harian atau bulanan kamu, coba deh, instal Jenius. Dan rasakan #hari2Jenius ngatur keuanganmu.



You May Also Like

1 komentar

  1. Wah saya juga baru pake Jenius mbak e, gara-gara ada yang rekomendasiin bisa verifikasi akun paypall karena saya enggak begitu nyaman pakai cc. Ternyata makin ke sini kok nyaman ya pakai Jenius, anak saya yang gede malah ntak pakein kartu jenius tambahan jadi pengeluarannya mudah di lacak.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.