-->

TPK Koja, Sejarah, dan Nasibnya Kini



Selain memiliki aset berupa terminal kontainer (JICT), di pelabuhan Tanjung Priok kita juga memiliki aset lain berupa terminal petikemas, yang banyak dikenal dengan nama Terminal Petikemas Koja.

Pengoperasian terminal petikemas Koja, sebetulnya merupakan kerjasama antara PT Pelindo II dan PT Ocean Terminal Petikemas; yang di kemudian hari berganti nama menjadi Hutchison Port Indonesia atau HPI.

TPK Koja, nasibmu kini 


Diawal berdirinya TPK Koja sempat disebut sebagai Booming Port Asia Tenggara, karena memiliki semua fasilitas operasional yang terbaru. Sayang nasibnya kini sangat jauh berbeda dengan awal berdirinya.

Ada indikasi pengkerdilan fungsi TPK Koja, baik dari segi marketing maupun kenyataan di lapangan.
Misalkan dengan adanya alih fungsi sebagian lahan TPK Koja, seperti; 


  1. Menyewakan sebagian lahan TPK Koja untuk lahan instalasi tangki penyimpanan bahan bakar cair dan depo peti kemas milik PT Graha Segara
  2. Merencanakan (sekaligus mewujudkan) container yard milik PT JICT 
  3. Pengabaian fasilitas TPK Koja seperti akses masuk jalan yang tidak layak (banjir saat hujan), dermaga anjlok, gedung kantor yang tidak layak ataupun posisi kantor yang sengaja dibiarkan di antara tangki bahan bakar

Ada apa dibalik upaya pengkerdilan TPK Koja


Di mata dunia internasional tidak ada nama PT JICT dan TPK Koja, mereka lebih mengenal Jakarta Container Port atau JCP. 

Dengan alasan kemudahan transhipment, PT JICT melakukan rencana penyambungan Dermaga dan penyatuan gate maupun yard (lapangan penumpukan).

Untuk itulah, PT JICT berencana melakukan ekspansi besar-besaran dengan menggelontorkan dana sebesar 166 juta US$. Dana tersebut digunakan untuk membeli 2 QCC Super Post Panamax Twin Lift, QCC Crane dan 6 RTG crane.

PT JICT juga berencana mampu menghandle petikemas sebanyak 3,2 juta TEus per tahun. Padahal selama ini jumlah peti kemas yang keluar masuk Tanjung Priok hanya sekitar 3 juta TEus. Sangat jelas adanya indikasi jika PT JICT ingin hanya ada satu terminal di Tanjung Priok.

Tidak mengapa jika PT JICT ini adalah milik kita bangsa Indonesia. sayangnya 51% sahamnya adalah milik PT Hutchison Ports Indonesia yang notebene merupakan investor asing.

Rencana penyatuan dan upaya pengkerdilan TPK Koja memperkuat dugaan agenda Hutchison Whampoa untuk memonopoli Pelabuhan Tanjung Priok dengan cara menyatukan dermaga JICT dan TPK Koja.

Status kerjasama operasional yang nyata merugikan negara


Jika melihat uraian diatas, sangatlah jelas jika kerjasama operasional ini sebetulnya hanya merugikan negara.

Hutchison hanya berkepentingan untuk membesarkan PT JICT bahkan indikasi untuk memonopoli Pelabuhan Tanjung Priok semakin terlihat nyata.

Terlebih selama ini pihak Hutchison sering terlihat mengintervensi pengadaan dan penunjukan vendor juga supplier strategis TPK Koja. Hal ini tentu memperbesar peluang korupsi dan diangkutnya keuntungan negara ke luar negeri.

Ditambah dengan nasib para karyawan TPK Koja yang masih belum jelas. Meski telah ada addendum yang memungkinkan karyawan tetap TPK Koja menjadi karyawan di JICT, namun hingga saat ini status mereka masih terjangkau yang belum jelas ujung pangkalnya.

Waktunya memiliki kembali TPK Koja

Upaya monopoli yang dibungkus dengan praktek pengkerdilan saja, telah membuat terminal peti kemas ini kehilangan peran sebagai kompetitor yang baik di pelabuhan Tanjung Priok.

Kehilangan peran ini tidak hanya membahayakan aset negara, tapi juga membuat masa depan karyawan TPK Koja suram.

Hutchison hanya peduli mensejahterakan karyawan PT JICT sama hal tersebut mampu membuat mereka menakjubkan kukunya selama mungkin dan melakukan monopoli atas Pelabuhan Tanjung Priok.

Karena itu sudah saatnya TPK Koja mencari orang tua angkat baru.orang tua yang tidak hanya peduli pada keuntungan namun juga memiliki semangat nasionalisme dan bersedia memikirkan karyawan demi kesejahteraan bersama.

Bantuan Serikat Pekerja bersama jaringan internasional-nya untuk berperan aktif mencari orang tua angkat baru sangatlah diperlukan terlebih bila pihak Pelindo II masih takut dan malas dalam menentukan sikap positif terhadap TPK Koja.

Pendekatan terhadap kementerian dan lembaga terkait khususnya Kementerian BUMN dan Komisi 3 DPR RI harus intensif dilakukan mengingat telah terjadi ekses yang tidak menyenangkan akibat penyimpangan dari privatisasi ini.

7 Hal yang Akan Bikin Kamu Tetap Terlihat Cantik Meski Tanpa Make Up


terlihat_cantik_tanpa_makeup


Terbiasa memakai make up, membuat kita sering lupa bahwa kita pun bisa tampil cantik tanpa riasan. Ya, riasan bukanlah satu-satunya hal yang bisa membuat kamu terlihat menarik dan luwes. 

Sebelum kamu mencoba berbagai macam maskara, foundation, blush on, concelear, dan berbagai bentuk make up lainnya, cobalah untuk lebih memperhatikan hal-hal yang lebih alami dan abadi.

Tentu saja riasan bisa menutupi berbagai ketidak sempurnaan di wajah, tapi ingat, masih banyak situasi dimana make up malah membuatmu terlihat aneh. Saat hendak tidur misalnya, atau ketika kamu di kolam renang, jogging, bermain di pantai, dan lain sebagainya.

Karena itulah, penting buat kamu tahu rahasia tampil cantik, meski tanpa make up

7 cara tetap terlihat cantik meski tanpa make up

Kalau kamu tertarik untuk tampil cantik meski tanpa make-up kamu bisa mencoba 7 kiat berikut ini.

#1. Pilih baju sesuai adat kesopanan timur

Model apapun busana yang kamu kenakan, pastikan busana tersebut cukup sopan untuk dilihat. Apalagi kita yang tinggal di Indonesia yang sebagian penduduknya masih menjunjung tinggi nilai-nilai ketimuran. 

Misalkan tidak pergi ke kondangan dengan sandal jepit, memilih baju yang tidak terlalu ketat, apalagi jika kamu biasa mengenakan hijab sehari-hari.

terlihat_cantik_tanpa_makeup
Model kebaya muslim modern tidak hanya terlihat sopan,
tapi juga membuat kamu stand out diantara teman-teman
Sumber gambar: bukalapak.com


Ingin tampil beda dari  yang lain? Mengapa tidak mencoba model baju kebaya muslim? Model ini tidak hanya sopan, tapi juga lebih cocok bagi kamu yang sehari-hari berhijab dibandingkan dengan kaos ketat plus skinny jeans.

Saat ini sudah banyak model baju kebaya muslim dengan corak dan potongan yang gaya. Tinggal kamu sesuaikan dengan kepribadian juga selera kamu. 

#2. Jangan pernah tinggalkan senyum kamu di rumah

Selain mengenakan pakaian yang sopan dan pantas seperti model baju kebaya muslim untuk muslimah, sunggingan senyum di wajahmu yang ramah kepada setiap orang membuatmu terlihat jauh lebih menarik dibandingkan dengan polesan make up di wajah. Siapapun pasti setuju jika muka yang penuh senyum itu selalu enak untuk dipandang.

#3. Ringan tangan

Bukan cuma slogan, orang yang suka menolong itu memang selalu menarik. 

Menjadi orang yang suka menolong ketika melihat teman kesusahan atau ketika seseorang membutuhkan bantuan akan membuatmu terlihat sebagai pribadi yang menarik dimata orang lain. Apalagi jika kamu terbiasa mengulurkan tangan tanpa dimintai bantuan. 

#4. Suka membuat kejutan atau hadiah

Ketika ada teman yang berulang tahun jangan ragu-ragu untuk memberikan mereka hadiah atau kejutan yang menyenangkan. Tidak hanya bisa bikin kamu lebih akrab dan dicintai oleh teman-teman di sekitarmu, tapi kebiasaan seperti ini akan bikin kamu punya aura positif.

Senyuman yang tulus di wajah, hati yang baik, serta pribadi yang bersahaja, akan membuatmu jauh lebih cantik dan menarik dibandingkan dengan mereka yang hanya mengandalkan kepandaian bermake up

#5. Miliki kepribadian si Easy Going


terlihat_cantik_tanpa_makeup


Punya teman yang seolah selalu nyambung jika diajak ngobrol, mudah bergaul dengan siapa saja, plus terkenal dimana-mana; tapi wajah dan penampilannya sederhana saja? Bisa jadi, temanmu itu adalah tipe easy going.

Orang-orang tipe ini seolah punya magnet yang menarik orang-orang disekitarnya. Wajah mereka mungkin tidak cantik, penampilan mereka pun biasa saja, tapi setiap orang seolah bangga ada disebelah, atau sekedar kenal mereka.

Nah, jika ingin tampil menarik, cobalah miliki sebagian (jika tidak bisa seluruhnya) kepribadian dari orang-orang dengan tipe ini. Mereka biasanya adalah kelompok orang yang hanya perduli pada hal penting, tidak mementingkan diri sendiri, dan selalu mencari win-win solution.

Itulah mengapa mereka bisa selalu ramah dan tersenyum kepada banyak orang.

#6. Jauhi sifat marah

Secantik apapun wajahmu dan semenarik apapun penampilanmu, tapi kalau mudah marah atau temperamental, maka pasti bisa dipastikan, orang-orang pun enggan mendekat.

Sebaliknya, jika kamu biasa sabar, dan selalu punya cara untuk memaafkan orang yang melakukan kesalahan atau menyakitimu, kamu pun akan terlihat lebih anggun dan berwibawa.

#7. Miliki selera humor yang baik

Sesekali cobalah melemparkan humor-humor yang bisa mengundang senyum dan tawa. Tapi ingat, jangan bercanda atas kekurangan orang lain.

Punya selera humor yang baik, bisa menarik orang-orang disekitarmu untuk bicara dan bercanda.


Itulah 7 cara yang bisa bantu kamu tetap terlihat cantik meski tanpa make up. Intinya memang di kepribadian, sih; seperti quotes berikut ini

Beauty isn't about having a pretty face. It's about having a pretty mind, a pretty heart, and a pretty soul"


Asuransi Perjalanan ke Eropa




Kalau dengar kata asuransi kira-kira apa yang ada di benak pembaca RPB?

Sebagian dari pembaca mungkin akan berkata, "Sudahlah, pasrahin semua pada Tuhan." Tapi sebagian yang lain akan setuju dan menganggap jika asuransi adalah salah satu cara, "ikhtiar" untuk menjaga diri dan semua anggota keluarga yang ditanggung dari hal-hal tak terduga

Whatever... kita semua bebas beropini dan memilih kan?

Tapi kalau saat ini pembaca sedang butuh jalan-jalan ke Eropa maka terlindungi oleh asuransi perjalanan ke Eropa menjadi wajib hukumnya. Enggak peduli apakah pernah blusukan ke banyak negara, atau malah perjalanan ke Eropa ini adalah perjalanan luar negeri pertama; jika ingin mendapat visa ke Eropa, maka pembaca RPB harus memiliki asuransi perjalanan.

Asuransi perjalanan yang bisa menjadi syarat pembuatan Visa pun tidak sembarang asuransi, tapi harus yang memiliki pertanggungan minimal 30ribu Euro atau kurang lebih Rp500 juta. Artinya jika kita sakit, kecelakaan, butuh perawatan medis, atau malah meninggal, maka perusahaan asuransi tepat kita membeli premi tersebut akan menanggung semua biaya yang kita butuhkan senilai minimal Rp500 juta.


Mengapa kita harus punya asuransi perjalanan ke Eropa hanya untuk sekedar halan halan? Nggak ada penjelasan pasti mengenai hal tersebut, sih. Tapi seandainya ada hal yang tidak kita inginkan terjadi, sementara jangankan keluarga, teman dunia maya saja enggak ada disana; bagaimana coba cara kita pulang? Nah, di sinilah pentingnya asuransi.

Tips memilih asuransi perjalanan ke Eropa


Okay, sudah jelaskan ya, seberapa penting tidaknya asuransi perjalanan ke Eropa ini untuk lancarnya permohonan visa kita? Sekarang tinggal milih, nih, asuransi dari perusahaan mana yang harus kita beli. 


Ya, dengan banyaknya jenis juga perusahaan asuransi di luar sana, memilih asuransi memang nggak bisa berdasar hitungan kancing baju lagi, tapi harus dicermati sesuai dengan kebutuhan. Apa saja kriteria penentunya? Santai, cuma ada 2 kok; jenis perlindungan dan rencana tinggal kamu di Eropa.

1. Jenis perlindungan

Yang satu ini sebetulnya aturan dasar saat memilih semua jenis asuransi sesuaikan produk asuransi yang dibeli dengan kebutuhan kita. 

Misalkan untuk asuransi perjalanan ke Eropa ini, maka yang kita butuhkan adalah perlindungan atas:

  • Biaya medis 
  • Kecelakaan selama penerbangan dan atau kerugian lain yang timbul selama bepergian 
  • Pembatalan perjalanan 
  • Kehilangan bagasi 
  • Bantuan darurat lainnya (misal ganti rugi rumah kebakaran saat ditinggal)

2. Lama perjalanan

Yap, rentang waktu kita tinggal di negara tujuan juga perlu kita perhatikan. Kalau kita hanya akan tinggal selama beberapa hari di Eropa, tentu tidak perlu membeli premi yang bulanan atau malah tahunan, kan?

Tapi kalau kira-kira dalam rentang waktu 1 tahun akan bolak-balik ke Eropa, ya nggak ada salahnya juga, sih, memilih premi tahunan. Beberapa produk asuransi justru hitungan premi perbulan nya lebih murah jika dibayar dengan perhitungan tahunan.

Makin  pusing harus membeli dari provider mana? Santai saja, sekarang kan banyak "supermarket asuransi online" yang bisa jadi rujukan, Futuready misalnya.

Selain berlisensi dari OJK, ada banyak pilihan jenis asuransi yang bisa kita pilih di Futuready. Mulai dari asuransi kesehatan, kecelakaan, asuransi mobil, hingga asuransi perjalanan pun ada. Futuready juga bekerja sama dengan 13 provider asuransi yang sudah berlisensi dan mendapat izin dari OJK. Jadi, enggak perlu khawatir jika asuransi yang kita beli adalah asuransi abal-abal.

Halaman antarmuka Futuready juga sangat mudah digunakan; kita cukup memilih jenis asuransi yang dibutuhkan dan akan langsung dibawa ke halaman penawaran. Di sana nanti akan ada formulir yang harus diisi agar Futuready bisa memberikan pilihan produk asuransi yang sesuai kebutuhan kita.

Selain praktis dan mudah, membeli produk asuransi di Futuready juga lebih menguntungkan, seperti


  1. Transaksi langsung dan realtime; artinya begitu kita memilih asuransi saat, itu juga kita langsung bertransaksi dengan provider asuransi
  2. Tersedia berbagai metode pembayaran, mulai dari kartu kredit transfer bank, hingga pembayaran via minimarket
  3. Polis langsung aktif (setelah disetujui pemberitahuan akan dikirim ke email)
  4. Pengurusan klaim bisa melalui future di
  5. Tanpa survey, terutama untuk asuransi mobil tidak akan ada survei terlebih dahulu, cukup dengan mengunggah foto, pembelian asuransi bisa langsung diproses

Tuh, mudah banget, kan? Butuh asuransi perjalanan ke Eropa ke Futuready aja.

Bangun Kesiangan, dan Tetap Bisa Menyelesaikan Pelerjaan? Bisa Banget!



Weekend....

Aduh, saya seneng banget kalau weekend. Apalagi seminggu kemarin sibuk banget sampai nggak ada waktu untuk nulis ala-ala.... lihat aja tuh, post terbaru semuanya kategori featured 😀😀😀. Jadi saya hepi banget hari ini bisa update draft, cerita yang ala saya he he he.


Btw, hari Rabu yang lalu saya bangun kesiangan. Seharusnya saya bangun pagi pada jam 02.00 atau jam 03.00 pagi eh malah ketiduran sampai jam setengah 05.00 baru bangun.

Padahal di jadwal jam 03.00 dan jam 04.00 itu seharusnya saya sudah setrika baju yang akan digunakan untuk Hana sekolah hari itu. Jadi, kacau deh, rasanya bingung mau ngapain, mana yang harus dikerjakan dulu, dan seterusnya. 

Tapi saya langsung ingat apa yang Dr. Hew Len bilang kalau kita harus tetap dalam kondisi "bersih" kapanpun dan apapun yang terjadi. 

Jadi selain tetap mencoba menenangkan pikiran saya mulai berfikir apa yang harus saya lakukan terlebih dahulu. Kebetulan waktu itu pernah mendapat tips dari Bu Indari Mastuti apa yang harus dilakukan jika bangun kesiangan. 

Bangun kesiangan kan nggak bisa dicegah, tapi hanya bisa diantisipasi (dan diakali 😁). Pertama kali yang harus dilakukan adalah prioritizing alias mengurutkan mana yang paling penting. 

Karena prioritas saya saat itu adalah baju seragam Hana dan sarapan paginya, maka yang saya lakukan pertama kali seusai sholat subuh adalah setrika seragam pramuka (hanya seragam Pramuka).

Setelah itu, saya gelar semua masakan yang akan saya masak di hari itu dan karena prioritasnya adalah sarapan anak, ya udah menu sarapan dulu yang saya kerjakan. 

Biasanya, untuk menyelesaikan pekerjaan rumah saya butuh waktu sekitar 4 jam. Jadi, kalau mulai masuk jam 05.00 maka saya perkirakan semuanya akan selesai jam 09.00 pagi dan saya baru bisa mulai menulis seusai Sholat Dhuha, sekitar jam 10.00. 

Tapi alhamdulillah dengan cara memilih prioritas pekerjaan juga fokus pada pekerjaan saya malah bisa selesai masak dan beres-beres rumah jam 08.00 pagi. Ditambah bisa melanjutkan setrika baju selama 1 jam. 

Apa yang saya kerjakan memang ada variabelnya, jenis masakan misalnya. Tapi dari pengalaman kesiangan hari itu saya mendapat kesimpulan jika fokus dalam pekerjaan sangat penting. Fokus  memudahkan dan membuat kita lebih cepat menyelesaikan pekerjaan. 

Jadi, kalau misalnya suatu saat nanti Sahabat RPB bangun kesiangan, beberapa hal berikut ini bisa dilakukan agar to-do-list tetap selesai.

Trik saat bangun kesiangan


1. Tentukan prioritas


Prioritas tidak hanya menentukan mana yang penting dan nggak penting, tapi juga mana yang harus selesai lebih dulu. 

Kalau di keseharian saya, terus-terang menyelesaikan pekerjaan nulis atau copywriting lainnya lebih penting dibanding yang lain. Jujur saja saya memang tidak suka pekerjaan rumah.

Jadi, buat saya menyelesaikan pekerjaan itu penting. Tapi saya kan juga punya peran sebagai ibu, maka mau nggak mau, pekerjaan rumah aka. menyiapkan sarapan dan beres-beres rumah adalah prioritas saya.

Toh, saya juga nggak bisa fokus, kalau cucian piring masih numpuk, plus Hana teriak-teriak lapar mlulu. 😃

Saat menentukan prioritas pun nggak perlu pakai nanya ke netizen, deh, mana yang harus dikerjakan dulu. 😃 Percaya sama saya, itu malah membuat pembaca RPB tidak akan menyelesaikan pekerjaan; biasanya malah bolak-balik ngecek sosmed, sambil ha ha hi hi baca usul teman-teman. 😁 

2. Fokus 


Oh ya, fokus yang saya maksud adalah mengerjakan apa yang sudah direncanakan, tidak multi tasking, dengan alasan apapun.

Misalkan harus masak, ya sudah, masak saja, tidak perlu sambil nggiling cucian, buka sosmed, jawab chat WA, dan lain sebagainya. Pokonya kerjakan apa yang di depan mata.

Percaya deh, ada harga yang harus dibayar saat multi tasking, dan belum tentu sepadan dengan hasil yang kita harapkan, 

Multi tasking juga bisa membuat Sahabat menjadi cepat lelah, dan akhirnya, tidak sanggup lagi menyelesaikan pekerjaan selanjutnya. 

3. Cukup kerjakan to-do-list saja

Sebagai emak, kalau pas punya waktu lebih sedikit saja, pasti jadi pengen mengerjakan ini-itu. Pikirnya sih, "Mumpung ada waktu."

Tapi sungguh, cara ini tidak akan efektif untuk menyelesaikan to-do-list, baik di hari-hari biasa, terlebih saat bangun kesiangan. Jika kawatir lupa, maka catat saja dikertas, atau kerjakan di waktu cadangan. Alternatif lainnya, jika pekerjaan tersebut dapat dikerjakan dalam 2 menit, maka selesaikan. Jika tidak, lebih baik jadwalkan. 

Eh, tapi kalau buat yang kerja di luar rumah gimana, ya?

Kalau menurut saya sih, ya sama saja; tentukan prioritas, fokus, dan kerjakan saja apa yang sudah ada di todo-list. Tapi alangkah lebih baik, jika sebelumnya mengabari rekan, kawan, atau siapa saja yang terkait dengan pekerjaan kita, jika kita terlambat datang.

Sampai di kantor pun, nggak perlu lebay mengabari seantero kantor 😁 jika kita datang terlambat, atau malah cerita sana-sini kenapa kita bisa bangun kesiangan, dan akhirnya telat masuk kantor.
Cukup langsung mulai kerja dan fokus. Toh, mereka juga nggak perlu tahu kan, jika kita hari itu bangun kesiangan plus telat ngantor?

Oke gitu deh, share pengalaman saya. Semoga bermanfaat ya, ....
See you at another #produktivitas post 
rahayu for RPB
082112715376

  


Sarapan Seharusnya Bukan Asal Kenyang atau Sebutuhnya, Melainkan Memenuhi Standar Gizi dan Nutrisi

nestum-sarapan-memnuhi-standar-gizi


Pagi, Sahabat RPB, sudah sarapan belum? Atau malah sedang galau mau sarapan sama apa?

Menurut data terakhir dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, saat ini sudah banyak masyarakat yang tahu manfaat sarapan. Sayangnya, masih banyak juga yang melewatkan waktu sarapan. Atau jika sempat sarapan, maka menu yang dikonsumsi tidak memenuhi standar gizi.


Dalam acara peluncuran produk Nestle di Residence ONFIVE Grand Hyatt Hotel, tanggal 5 September kemarin, Profesor Hardinsyah memaparkan jika pemahaman masyarakat akan sarapan sudah meningkat, hanya saja masih banyak yang belum memenuhi kebutuhan gizi atau standar nutrisi.

“Masih banyak yang menganggap sarapan hanya sebagai pencegah lapar, sehingga menu sarapan pun hanya sebagai pencegah lapar, tapi kurang memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan bisa memberikan energi juga rasa kenyang lebih lama,” kata Prof. Hardinsyah 

Survei terhadap 2500 anak usia 6-12 tahun di 34 propinsi mengungkakan jika 47,7% anak belum memenuhi kebutuhan minimal sarapan. Bahkan 66,8% mengonsumsi sarapan dengan mutu gizi rendah, terutama utnuk asupan vitamin dan mineral.

Sementara pada wanita dewasa 30%-nya tidak terbiasa dengan sarapan, dan jika sarapan maka tidak mencukupi kebutuhan energinya (37%).

nestum-sarapan-memnuhi-standar-gizi
Narasumber ahli pada acara launching Nestum di Residence ONFIVE


Sarapan yang tepat, bukan sarapan sebutuhnya 

Praktisi gizi kebugaran Jansen Ongko, M.Sc, RD, sarapan yang baik, harus memenuhi 15-30% kebutuhan gizi harian. Dan menunya juga harus memenuhi protein, karbohidrat, dan vitamin dan mineral.

Seperti kita tahu, air penting untuk tubuh agar makanan mudah diserap dan digunakan oleh tubuh.

Zat penting yang tidak boleh dilupakan adalah serat. Serat termasuk juga dalam syarat kelengkapan sarapan. Serat membuat gula dalam darah terserap lebih lama. Seperti kita tahu, dalam tubuh, gula diubah menjadi energi. Dengan adanya serat, penyerapan gula akan lebih lama, sehingga tubuh akan memiliki ketersediaan energi dalam waktu lama. Hasilnya, kita pun akan lebih berstamina.

Masih menurut dokter Jansen, ada beberapa hal yang mempengaruhi pola sarapan di masyarakat saat ini, yaitu:

  • Gaya hidup modern yang penuh kesibukan
  • Khawatir jika anak akan lapar di sekolah jika jumlah sarapannya sedikit
  • Mitos tidak perlu sarapan jika tidak lapar
  • Kekahawatiran akan sumber gizi tertentu terutama karbohidrat atau gula

Karena itulah dokter Jansen sangat menekankan pentingnya sarapan cerdas, yaitu sarapan yang memenuhi aturan gizi dan kebutuhan tubuh, bukan sarapan yang sebutuhnya.

Sarapan cerdas akan membantu kita untuk membentuk pola makan cerdas di saat makan siang, saat jajan, juga saat makan malam.

Nestum, Bubur sereal sarapan multigrain untuk sarapan cerdas

Sebagai salah satu produsen produk makanan dan minuman terbesar di dunia, Nestle memperkenalkan Nestum bubur sereal sarapan multigrain pertama di Indonesia.

nestum-sarapan-memnuhi-standar-gizi


Dalam sambutannya pada acara peluncuran Nestum kemarin, Bapak Dharnesh Gordhon, Presiden Director Nestle di Indonesia menyebutkan, sudah menjadi komitmen Nestle untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih sehat.

We are what we eat

"Kita adalah apa yang kita makan," begitu yang Bapak Danish sampaikan. Karena itulah penting sekali untuk merencanakan sarapan dan mengonsumsi sarapan yang baik. Sarapan yang baik tidak hanya sehat, tapi tetap lezat untuk dinikmati.

Sarapan juga merupakan salah satu bekal kita untuk menghadapi "the big day", aktivitas penting dalam keseharian kita untuk mencapai visi dan misi yang kita inginkan.

Dengan makan yang atau sarapan yang benar dan seimbang, kualitas hidup kita juga akan semakin meningkat.

Netum akan menjadikan dari sarapan bergizi dan seimbang

Setelah lama dikenal dengan produk makanan dan minumannya, tanggal 5 September kemarin, Nestle mengumumkan kehadiran produk sarapan terbarunya, yaitu bubur sereal sarapan NESTUM sebagai salah satu alternatif sarapan cerdas dan praktis.

Nestum dibuat dari kombinasi unik multigrain yang terdiri dari gandum utuh, jagung, beras, serat pangan, dan diperkaya dengan vitamin dan mineral. Kandungan gula pada Nestum juga rendah, jadi tentu baik untuk kesehatan.

nestum-sarapan-memnuhi-standar-gizi
Jennifer Bachdim dan keluarga plus chef Steby yang mempergakan variasi
sarapan dengan Nestum


Nestum hadir dengan dua pilihan rasa, yaitu NESTUM Porridge dengan rasa manis dan original, dan NESTUM 3-in-1 yang hadir dengan 3 pilihan rasa yaitu

  1. Susu 
  2. Susu dan Pisang
  3. Susu dan coklat
Hadir dalam acara peluncuran kemarin Chef Steby dan Jennifer Bachdim

Chef Steby mengajak hadirin yang datang di acara peluncuran kemarin untuk mencoba Nestum Multigrain ini. Tidak lupa chef Steby juga mendemonstrasikan beberapa alternatif sajian dengan bubur Nestum Sereal.

nestum-sarapan-memnuhi-standar-gizi
Aneka variasi sarapan dengan produk Nestum


Jennifer Bachdim yang merupakan brand ambassador dari produk Nestum juga bercerita jika Nestum membuat tugasnya sebagai ibu menjadi lebih mudah. 

Sebagai pasangan atlit, dan ibu yang harus memperhatikan kebutuhan seluruh keluarga, -yang tentu saja dengan kebutuhan kalori berbeda,- Nestum adalah alternatif bagi Jennifer sekeluarga.

Oya, di acara tersebut, undangan juga dipersilahkan untuk mencoba produk Nestum.

Saya sendiri memilih Nestum rasa pisang dengan tambahan mangga, kiwi dan kacang pistachio. Rasanya? Yummy, dan pas diperut saya; kenyang, tapi tidak terasa terlalu penuh di perut. Seandainya mau lanjut aktivitas juga ayuh aja, kan?

nestum-sarapan-memnuhi-standar-gizi
Varian Nestum pisang dengan tambahan buah mangga, kiwi dan kacang pistachio. 


Nah, mulai sekarang jangan lupa sarapan ya. Selain manfaatnya banyak, pilihan sarapan yang praktis juga makin banyak kan?




Aman Nggak sih, Anak Kenal Gadget Sejak Dini? Reportase Blogger Gathering with SIS Bonavista on "Raising Children in Digital Era"



Untuk kesekian kalinya Hana minta ikut kursus online via aplikasi. Jujur, saya seneng mendengarnya, karena artinya dia memang niat belajar. 

Masalahnya, cara  belajarnya yang via perangkat bergerak itu lho, yang membuat saya masih maju-mundur. Saya kawatir jika kalau nanti dia malah terdistraksi Meleng aplikasi lain atau malah game.
Apalagi dia juga cukup pinter menggunakan gadget. Apapun dia bisa kulak-kulik sampai ketemu yang dia mau.
Di sisi lain, saya juga tahu, jika Hana sudah cukup aware bahaya dunia digital. Bahkan jika hendak pakai Hp ayahnya pun, dia minta saya mengecek galeri atau video koleksi si Ayah, yang mungkin belum pantas dia lihat. 

Tapi kok tetep ya, rasa kawatir itu masih ada. 

Syukurlah, saya mendapat jawaban saat kemarin ikut acara Blogger Gathering bersama Blogger Perempuan dan SIS Bona Vista, salah satu dari jaringan sekolah Singapore School

Acara yang bertajuk, "Raising Children in Digital Era" ini menghadirkan pembicara Elizabet T Santosa, seorang psikolog dan juga penulis buku "Raising Children in Digital Era". Psikolog cantik dan energik ini telah sering menjadi pembicara di banyak seminar, dan sering menjadi nara sumber berbagai instansi pemerintah atau swasta. 


Anak kecil kenal gadget, "yay" or "nay"

PEnyerahan buku karya Elizabeth Santosa
kepada
Kepala Sekolah SIS Bona Vista sebagai tanda mata


Bagi orangtua, memberikan gawai pada anak, rasanya itu seperti disodori buah simalakama; mau diberikan takut anak kecanduan; tidak diberikan anak nanti ketinggalan jaman, dibelakang diam-diam cari pinjaman, bingung ngontrol kontennya, dan masih banyak lagi. 

Jadi, harus gimana dong?

Sahabat RPB tentu masih ingat saat pemerintah menutup salah satu aplikasi video yang banyak digunakan oleh remaja beberapa waktu lalu.Saat itu banyak orang protes, mengapa justru aplikasinya yang ditutup, bukan pemakainya, yang diajarkan untuk menggunakan aplikasi tersebut dengan bijak. 

Tidak banyak yang tahu jika aplikasi itu ditutup karena ada salah satu bagian yang belum disempurnakan oleh pengembang. Bagian inilah yang dianggap pemerintah bisa menjadi celah bagi anak-anak kepada konten yang belum saatnya untuk mereka lihat.

Menurut miss Lizzie, pangilan akrab, gadget tidak sebetulnya tidak salah, yang salah adalah jika gadget tidak digunakan dengan benar. 

Misalkan, bila sebagai orangtua kita sudah aware jika ada banyak bahaya yang mengintai anak saat  menggunakan gadget, tapi kita lupa menginformasikannya pada anak. 

Bagaimanapun kita tidak bisa memungkiri jika dari perangkat modern tersebut anak juga bisa belajar banyak hal. Misalkan, mendorong kreativitas anak melalui aneka tutorial crafting, menggambar, membuat aneka kegiatan di rumah, belajar mengenal warna, membaca dongeng, dan masih banyak lagi, 

Tapi sebelum memberikan gadget pada anak, selalu pastikan jika orangtua sudah siap mengawasi anak, pun anak sudah tahu aturan bermain gadget

Jadi, sebetulnya kapan orangtua boleh mengenalkan gawai pada anak? "Anytime", ujar jawab miss Lizzie.

Selain kesiapan orangtua untuk terlibat pada saat anak menggunakan gawai, orangtua juga perlu tahu karakteristik anak jaman digital agar lebih mudah untuk berkomunikasi, seperti:

  1. Memiliki ambisi besar untuk sukses
  2. Suka dengan hal yang praktis
  3. Berprilaku instan
  4. Percaya diri
  5. Berkeinginan besar untuk mendapat pengakuan
  6. Suka dengan dunia digital dan teknologi

Karena itu cara berkomunikasi dan mendidik anak pun harus dengan cara yang berbeda. Jika dulu kita dididik untuk bersusah payah saat mencapai keinginan, maka saat menginginkan sesuatu, maka anak-anak lebih mudah untuk mendapatkan semua yang mereka inginkan.

"Yang salah bukan gadgetnya, tapi yang menggunakannya"


Saya mengartikannya seperti ini, jika dulu kita ingin makan, maka dulu kita dididik untuk pergi kepasar, belajar menawar barang yang dibutuhkan, memasak, barulah mendapatkan makanan. 
Saat ini, ketika anak-anak sendiri terbiasa melihat kita menggunakan jasa layanan antar makanan, maka yang perlu kita ajarkan pada anak adalah bagaimana agar kita dapat membayar layanan antar seperti itu. 

Sama-sama belajar berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkan, namun dalam bentuk berbeda bukan?

Trik aman memberikan gadget pada anak


Bila orangtua sudah berniat memberikan gadget pada anak, berikut adalah beberapa tips aman dari miss Lizzie yang bisa kita terapkan sehari-hari

  1. Ijinkan anak memiliki akun media sosial jika usianya sudah diatas 13 tahun
  2. Minta anak untuk menggunakan atau mengaplikasikan peraturan dasar yang ada di media sosial 
  3. Atur privasi akun media sosial
  4. Gunakan filtering software atau perangkat lunak yang dapat menyairng situs tertentu untuk lebih melindungi anak dari konten-konten tidak pantas
  5. Tidak memberikan komputer atau laptop pada anak di kamar pribadi jika anak masih berumur dibawah 14 tahun
  6. Cermati situs-situs yang anak sering kunjungi dan dengan siapa saja mereka berinteraksi
  7. Berikan contoh yang baik bagaimana menggunakan media sosial dengan aman dan benar
  8. Batasi penggunaan telepon genggam, misal dengan menggunakan aplikasi yang akan mematikan telepon jika telah digunakan selama 2 jam
  9. Orangtua harus terbuka terhadap teknologi atau melek teknologi


Dalam sesi interaktif, miss Lizzie mengingatkan pada kami para ibu, agar jangan menjadi orangtua yang malas. Malas dalam mencari alternatif kegiatan untuk anak selain gadget, malas ngobrol dengan anak, malas untuk belajar dan memahami anak, dan lain sebagainya.



Berdasarkan pengalaman yang Beliau temui selama ini, sebetulnya orangtua telah tahu bagaimana mengatasi masalah mereka terkait dengan anak, hanya saja orangtua sering malas untuk memulai action mengatasi amsalah tersebut. 

Misalkan karena anak sering ngamuk dan marah-marah jika gadgetnya diambil. Karena tidak tahan dan malas mendengar tangis dan teriakannya, maka akhirnya gadgetpun diangsurkan lagi. 

Kenyataannya semua orang menyesuaikan diri untuk berubah. Begitu juga dengan anak-anak, saat barang yang mereka sukai diambil, mereka tentu butuh waktu untuk menyesuaikan diri. 

Miss Lizzie memberi contoh kisah Mona Ratuliu saat berusaha menyembuhkan adiksi gadget yang mengganggu perkembangan anak-anaknya, yaitu dengan ketegasan orangtua, konsisten, juga satu kata dengan pasangan. 

Lalu bagaimana jika saat ini sudah terlanjur mengenalkan gadget pada anak, dan anak mulai terlihat sulit dijauhkan dari perangkat pintar ini? 

Dalam salah satu sesi interaktifnya miss Lizzie menyarankan agar ayah dan ibu sepakat terlebih dahulu bagaimana cara terbaik untuk mulai mengenalkan pada anak bagaimana menggunakan gawai dengan bijak. Miss Lizzie mengingatkan agar kedua orangtua juga 


Cara SIS Bona Vista mengkolaborasikan gadget untuk pendidikan


Usai ngobrol dengan miss Lizzie, kami diajak mengenal lebih jauh tentang SIS Bonavista. 

Bonavista merupakan sekolah multikultural yang menggunakan kurikulum Singapura, Cambridge, dan IB. Kurikulum Singapura yang digunakan di sekolah ini, adalah kurikulum yang pernah digunakan di sekolah-sekolah unggulan Singapura.



Prinsip pengajarannya adalah menginspirasi siswa, tujuannya agar anak dapat berprestasi tapi dengan motivasi mereka sendiri. Saat menemui masalah, siswa akan dibimbing untuk mencari solusi mereka sendiri, melakukan uji coba apakah solusi tersebut berhasil, dan akhirnya mereka akan mendapat kesimpulan dan pengetahuan baru. 

Bagi siswa yang belum mencapai standar mata pelajaran pun SIS memberikan dukungan akademik diluar waktu kurikulum. Dengan cara ini, siswa yang belum mencapai standar akan mendapat perhatian pribadi dan akhirnya mampu mencapai tujuan mata pelajarannya. 

Dengan tujuan perkembangan optimal anak, maka jumlah siswa di setiap kelas di SIS Bona Vista pun tidak banyak, kurang lebih 20 orang per kelasnya. Setiap bangku di kelas diatur dalam bentuk melingkar, untuk memudahkan anak berdiskusi. 

Dan untuk kepentingan siswa pula, SIS Bona Vista membolehkan siswanya menggunakan gawai di sekolah (mulai siswa setara kelas 4 SD). Namun tentu saja, tindakan pengamanan atas akses situs diberlakukan. Sehingga anak-anak pun akan terlindungi dari kejahatan cyber yang sering mengintai anak-anak. 

Tur sekolah SIS Bona Vista

Selain mengenalkan sistem sekolah di SIS Bona Vista, hari itu kami juga diajak berkeliling melihat fasilitas dan proses belajar mengajar di SIS Bona Vista.

Welcoming speech dari Kepala Sekolah Bona Vista,
John P Birch

Ada empat jenjang pendidikan yang ada di SIS Bona Vista Lebak Bulus, yaitu Preschool, Primary, Secondary, dan Junior College.

Sebagai jaringan sekolah yang sudah berdiri sejak 1996, SIS memiliki 7 cabang di Indonesia, yaitu Cilegon, Semarang, Palembang, Medan dan Jakarta. Di Jakarta sendiri SIS Bonavista ada di Pantai Indah Kapuk, Kelapa Gading, dan Lebak Bulus sebagai pusatnya. 

Dengan visi dan misi untuk mempersiapkan siswa siap menghadapi masa depan, SIS Bona Vista menerapkan; 

  1. Lingkungan sekolah yang bersifat kekeluargaan; misalkan mengijinkan orangtua siswa berbagi pengetahuan budaya saat jam istirahat
  2. Menciptakan keragaman kebangsaan baik bagi siswa maupun guru; melalui acara sekolah hari PBB, Bazar, Hari Olahraga dan lain sebagainya
  3. Jumlah siswa kecil dalam setiap kelas
  4. Perbandingan guru dan murid yang rendah
  5. Memasukkan kegiatan olahraga dan seni budaya dalam kurikulum sekolah
  6. Menyediakan sarana dan prasarana sekolah lengkap dan nyaman

Sekolah dengan prasarana yang lengkap, tentu tidak akan komplit jika tanpa fasilitas keamanan. Untuk menambah kenyamanan siswa dan orangtua, SIS Bona Vista memasang CCTV di seluruh area sekolah. Plus bagi wali murid yang menjemput, SIS Bona Vista mewajibkan penjemput memiliki kartu "Pick Up Card". Dan apabila kartu tertinggal atau hilang, penjemput harus bersedia mengikuti prosedur yang telah ditetapkan sebelum kemudian mendapat ijin menjemput siswa yang bersangkutan.

Saat tur sekolah kami dibagi dalam dua kelompok. Saya masuk kedua, dan kami memulai tur dari fasilitas laboratorium science yang digunakan oleh tingkat Junior College. Di depan laboratorium, tersedia beberapa kursi yang bisa digunakan para siswa untuk berdiskusi mengenai pelajaran atau proyek yang sedang mereka kerjakan.

Laboratorium biologi


Ruang diskusi siswa. Space tempat diskusi seperti ini banyak sekali terdapat di SIS,
karena siswa SIS sangat senang berkreasi dalam berbagai project

Di salah satu bagian dinding ruang diskusi terdapat papan kreativitas yang bisa siswa gunakan untuk menyalurkan ide-idenya.


Selanjutnya kami menuju area yang diperuntukkan untuk kelas Primary (setara dengan SD). Saat mengunjungi area ini, saya sampai berpikir, apapun gaya belajar anak, mereka pasti dapat berkembang dengan baik bersama SIS.

Merangkum pelajaran dan bercerita dengan
cara yang asik 


Coba simak salah satu cara siswa belajar tentang metamorfosa pada kupu-kupu ini, anak tidak perlu menghafal, tapi juga berkreasi dengan cara yang kreatif, sehingga ilmu lebih mudah untuk mereka pahami.



Begitu juga ketika memasuki area Pre-school, dikanan-kiri terdapat banyak sekali hasil kreasi siswa baik dalam hal mata pelajaran atau pun pengembangan minat bakat lainnya.

Seperti papan "When I Grow Up I want to be ..." Dengan papan cita-cita tersebut, anak tidak hanya memahami profesi, tapi juga mampu bercerita tentang apa yang ada dalam pikirannya. Sebuah cara kreatif untuk belajar bukan?

Pohon "surat" yang unik 

Khusus untuk siswa Pre-school, terdapat ruang olahraga indoor yang bisa siswa gunakan. Siswa Pre-school juga tidak mendapat pelajaran berenang, namun mereka dapat bermain air di area yang telah disediakan.

Area bermain air khusus untuk siswa Pre-school

Area olahraga indoor untuk siswa Pre-school


Raung kelas siswa Pre-school


Area bermain dan istirahat untuk kelompok Pre-school

Oya, SIS Bona Vista menggunakan tiga bahasa dalam pembelajarannya, yaitu Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehari-hari, Mandarin, dan bahasa Indonesia.

Masih ada banyak yang ingin saya ceritakan tentang SIS Bona Vista. Namun alangkah baiknya, jika Sahabat RPB daapat langsung mengunjungi dan menyaksikan keunggulan sekolah multikultural ini. Mumoung tanggal 15 September 2018 nanti, SIS Bona Vista hendak mengadakan Open House yang salah satu agendanya adalah tur sekolah.

Catat ya, lokasi SIS Bona Vista-nya:

Jl. Bona Vista Raya, Lebak Bulus, Jakarta, 12440
Telepon: (021) 759 14414
Surel: sisbonavista@sisschools.org
Website: https://sisschools.org/sis-bonavista


Sungguh, ada banyak manfaat yang dapat saya peroleh dari acara Blogger Gathering kemarin. Selain mendapat ilmu tentang mendidik anak di era digital ini, saya juga mendapat banyak wawasan dari apa yang SIS Bona Vista berikan untuk para siswanya.

Dan saya juga berharap, semoga Sahabat RPB juga mendapat banyak manfaat saat berkunjung di Open House SIS Bona Vista nanti.

Sampai jumpa di reportase berikutnya, ya. Salam 😊

JICT, Sejarah, dan Dugaan Konspirasi yang Membayanginya



Mengawali bulan September ini saya ingin berbagi isi salah satu buku yang akhir-akhir ini sering saya baca, "Menguak Konspirasi Global di Teluk Jakarta". Topiknya agak berat, dan setiap membacanya emosi saya seperti. sedih karena Ibu Pertiwi ini ternyata sedang menyimpan kisah yang sangat menyedihkan.

buku ini terdiri dari 5 bab dan bab pertama bercerita tentang latar belakang berdirinya Pelabuhan Tanjung Priok, hingga Bagaimana Pelabuhan ini menjadi salah satu aset yang bisa saja beralih ke tangan asing jika tidak segera diselamatkan.

Tanjung Priok, anak kandung sejarah


Bagi Indonesia, terutama masyarakat yang berada di wilayah Jakarta Utara, Tanjung Priok adalah salah satu saksi sejarah negeri ini. Belanda mengembangkan kawasan ini sebagai pelabuhan, menggantikan Pelabuhan Sunda Kelapa di akhir abad ke 19.

bermula dari diambil alihnya kepemilikan tanah daripada tuan tanah yang ada di Tanjung Priok oleh pemerintah Hindia Belanda. Pelabuhan ini kemudian disewakan kepada KPM sebuah perusahaan pelayaran asal Amsterdam selama 75 tahun.

Sejak pertama didirikan, Pelabuhan Tanjung Priok telah ramai melayani ratusan kapal. Dan untuk menunjang kelancaran operasi di Pelabuhan Tanjung Priuk, dibangun pula jalur kereta api yang menghubungkan Pelabuhan dengan kota lama Batavia.

Usai proklamasi kemerdekaan, Pelabuhan Tanjung Priok sempat kembali ke tangan pemerintah Indonesia. Tapi dengan adanya perjanjian Konferensi Meja Bundar, Pelabuhan ini kembali ke tangan KPM.

Syukurlah di tahun 1952 Pelabuhan ini kembali benar-benar menjadi milik bangsa Indonesia.

di saat itu pengelolaan Pelabuhan Tanjung Priok berada di tangan Kementerian Perhubungan jawatan laut, tapi pelaksanaannya dilakukan oleh perusahaan negara. Mulai periode 1964-1969, kegiatan operasional pelabuhan dikoordinasikan oleh port authority.

Cikal bakal Pelindo II


Perum Pelabuhan II yang kemudian berubah nama menjadi PT Pelabuhan Indonesia II/ Pelindo II, merupakan salah satu Perum yang mengelola pelabuhan milik pemerintah. Saat itu Pelindo II mengoperasikan 12 pelabuhan di Indonesia.

Pelindo II tidak hanya mengelola pelabuhan, tapi juga memiliki beberapa anak cabang perusahaan; salah satunya adalah PT Jakarta International Container Terminal (PT JTC) dan Terminal Peti Kemas Koja atau TPK Koja.

Ketika Indonesia mengalami krisis moneter tahun 1997, Presiden Soeharto sebagai kepala pemerintahan terpaksa meminta bantuan IMF untuk menyelesaikan krisis ekonomi yang terjadi.

Sebagai salah satu hasil dari perjanjian pinjaman tersebut sejak tahun 1999, 51% saham PT JICT dikuasai oleh Hutchison Port Jakarta (HPJ), yang semula bernama Grossbeak Pte. Ltd. Begitu juga dengan saham TPK Koja, 49% juga dikuasai oleh Hutchison Port Indonesia (HPI) anak perusahaan Hutchison Port Holding (HPH), yang berbasis di Hongkong.

JICT dari era reformasi hingga kini


perjanjian penguasaan saham dan pengelolaan PT JICT tersebut berlangsung selama 20 tahun. Selama kurun waktu 1999 hingga saat ini, PT JICT telah berkembang dengan pesat. Banyak prestasi yang telah diukir salah satunya adalah penghargaan sebagai pengelolaan Pelabuhan terbaik empat kali berturut-turut.

Namun di balik gemilang pencapaian tersebut, lagi-lagi PT JICT juga menyimpan Cerita yang mencengangkan.

Di saat penandatanganan kontrak dengan HPH, ternyata diadakan juga penandatanganan dengan Seaport Management BV, dalam hal akses atas keterampilan serta jasa teknik selama 20 tahun.

dalam perjanjian tersebut PT JICT akan mendapatkan akses akses teknologi dalam bidang rancang Engineering, pembangunan dan pengoperasian peti kemas, serta prasarana terkait.

Hanya saja, tim pemeriksa KPP Besar Dua, Direktorat Jenderal Pajak, menemukan jika BPJS tidak dapat memberikan bukti adanya pembebanan biaya teknikal know-how dan services. Kuat dugaan jika Seaport Management BV merupakan perusahaan fiktif buatan HPH.

Penyimpangan yang terjadi di PT JICT dan tapak tapak kecil SP JICT


buku ini ditulis karena keprihatinan atas banyaknya penyimpangan yang terjadi di PT JICT. Selain tentang Seaport Management BV, ternyata saat ini kontrak dengan hpht lah diperpanjang, meski masa berakhirnya kontrak awal masih tahun depan (tahun 2019).

Selain banyak kejanggalan, perpanjangan kontrak ini juga dinilai cacat hukum dan terindikasi telah merugikan negara. Bahkan Pansus Pelindo telah merekomendasikan agar kontrak perpanjangan tersebut dibatalkan. Pansus juga merekomendasikan kepada presiden untuk meninjau kembali investasi asing yang berpotensi merugikan negara.

Namun perjuangan mengungkap tabir konspirasi ini ternyata tidak mudah. Perjuangan kawan-kawan SP JICT sejak tahun 2012 adalah buktinya.

Aspirasi yang mereka Suarakan dijawab dengan tuduhan sebagai musuh negara, karena menolak perpanjangan kontrak PT JICT dengan HPH.

Meskipun mendapat tuduhan seperti itu, SP JICT tidak gentar. Kawan-kawan kita ini terus berjuang melalui Wakil Rakyat, mendekati tokoh nasional, dan melaporkan dugaan pelanggaran hukum direksi Pelindo II ke badan reserse kriminal.

SP JICT juga menggunakan kekuatan media sosial untuk menyebarkan informasi tentang apa yang sebenarnya terjadi di pelabuhan ujung utara Jakarta tersebut.

Bagaimana kelanjutan kasusnya, dan bagaimana detil kasus pelanggaran kontrak; tunggu di artikel selanjutnya ya. 😊