-->

Ketika Dikelilingi Lingkungan Negatif ....

agar_tidak_stres_dilingkungan_negatif

Pagi ini saya mendapat newsletter dari 16 Personalities, tentang bagaimana seorang dengan tipe Advocate menghadapi stress. Ya, saya pernah mencoba tes kepribadian disana. Berdasarkan tes mereka saat itu, saya termasuk tipe advocate.

Dan salah satu hal yang harus saya lakukan untuk menjauhi stress adalah menjauhi orang-orang yang sering menyebarkan vibrasi negatif.

Bagi saya, orang dengan vibrasi negatif biasanya memiliki ciri seperti ini:

  • Sering mengeluh
  • Membully orang lain dengan alasan bercanda
  • Hobi atau sellau minta dikasihani
  • Suka menyebar hoaks 
  • Berbagi foto dan video porno, juga dengan alasan bercanda

Sebetulnya, tanpa di komando 16 Personalities, saya sudah otomatis  menjauhi tipe  orang seperti ini. Entah kenapa, ada rasa yang tidak nyaman saja. 

Nggak pernah kepikiran sih, kalau ada kaitan dengan tipe kepribadian saya. Ah, pantes ya, sikap guru saya dulu bisa membuat saya trauma. Dan pantas saja, saya merasa tidak nyaman dalam grup yang hobi menyebar foto dan video yang cenderung ke arah pornografi.

Sayang, hidup manusia itu sering tidak seperti diharapkan bukan? 

Begitulah, ada banyak kawan, keluarga, bahkan orang yang saya hormati, memiliki kebiasaan seperti diatas. Lalu bagaimana saya mau membuangnya? Memutuskan silahturahmi, jelas tidak mungkin.

Jadi, daripada pusing, saya memilih untuk tetap stay clear, diam, mengheningkan diri. Sambil terus beristighfar, membaca sholawat, dan juga berkata pada diri saya "I love you, Please forgive me, I am sorry, Thank you".

Alhamdulillah, ketika pagi ini juga saya bertemu dengan vibrasi negatif, cara diatas cukup membantu saya untuk menjaga hati dan pagi saya agar tidak berubah keruh.

Itulah cerita saya pagi ini Sahabat, apa ceritamu?


Jum'at, akhir pekan Juli 2018

Susah Tidur? Please deh, Jangan Buka Hape



Halo, apa kabar? Ada yang sedang sebel karena bangun kesiangan? Btw, saya pernah lho, mengalami  pusing kepala, mata terasa berat, dan bawaannya pengen tidur. Sayang, lambaian daftar project membuat saya tidak berani melakukannya.

Keselnya lagi, penyebab susah tidurnya itu sepele banget, cuma gara-gara main game!
Sebetulnya waktu di kampung kemarin sudah ngerasain, enggak bisa tidur beberapa kali karena sebelum tidur malah main game Fruit Frenzy (iya, game saya memang receh). Walhasil, sampai lewat tengah malam saya nggak bisa tidur. Skip lagi deh, to-do-list dini hari.

Sebetulnya bisa saja saya gunakan jam-jam nggak bisa tidur itu untuk kerja, tapi saya khawatir siangnya jadi ngantuk. Padahal saat itu sedang kejatah "rewang masak" di rumah saudara. Kan nggak enak kalau saya bolak-balik menguap karena kurang tidur 'kan?

Nah herannya nih, beberapa hari lalu saya ulangi lagi tuh, nge-game sebelum tidur. Ceritanya ingin sih, ingin memberi hadiah kepada diri sendiri, nggak tahunya, hadiah malah berakhir dengan bencana; susah tidur berjam-jam.

Alasan jangan buka hape kalau sedang susah tidur

Dari pengalaman itu, saya akhirnya memantapkan diri, nggak mau lagi lah main hape sebelum tidur.

Kata para ahli, main hape memang bisa menyebabkan susah tidur. lho. Ini karena sinar biru hape atau gawai lainnya, bisa membuat kamu terus-terusan terjaga. Jadi, memang akan lebih mematikan hape satu-dua jam sebelum tidur. Atau kalau enggak, gunakan hape atau gadget dari jarak 30 cm dari mata.

Tapi kalau saya nggak berani nyoba, ah, mending atur waktu saja biar semua keperluan yang menggunakan hape dan gadget stop 1-2 jam sebelum tidur. Kapok ah, kena insomnia alias susah tidur. Main game-nya? Yah, lain kali aja, nge-game bisa kapan aja, hadiah ke diri sendiri kan nggak harus nge-game.

Doodling, obat susah tidur selain hape



Trus gimana dong, kalau sedang susah tidur? 
Gimana kalau cobain doodling aja? Iya, itu lho nggambar suka-suka tanpa tujuan. 😀

Saya nemu ide dooling ini saat mencari template membangun kebiasaan baik di Pinterest. Gambar bunganya yang asik dan buletan-buletan yang suka-suka itu bikin saya jatuh cinta.

Suatu hari, saat selesai ngerjain projects yang...yah-begitulah-beratnya 😁, tangan saya iseng corat-coret ngegambar Doodle di kertas bekas struk. Tak disangka, kepala yang semula berat pelan-pelan terasa ringan. Dan jadi enak lagi untuk balik kerja. 

Berdasar pengalaman itu, waktu kemarin nggak bisa tidur lagi, saya coba untuk nge-doodle; nggambar daun, pohon imut-imut, rumput, bendera dan lainnya. Pelan-pelan, badan saya mulai relaks, dan akhirnya bisa tidur, deh.

Please, jangan bandingkan dengan Mak Tanti atau Mak Winda 

Nggak perlu takut nggak bisa nggambar, doodling mah suka-suka aja. Sahabat pembaca RPB bisa mencari ide gambar doodle di Pinterest, banyak banget kok contohnya.

Oya, doodling ni, nggak cuma cocok buat cewek, kok. Mentang-mentang gambarnya bunga daun, nulis indah, jadi bilang doodling hanya untuk cewek. Ada juga kok doodle yang untuk cowok.

Coba ingat-ingat deh, waktu dulu dikelas, trus guru neranginnya boring banget.... Tanpa sadar tangan kita corat-coret nggak karuan kan. Nah, kira-kira doodling tu seperti itu, keluarin saja semua yang ada dipikiran. Kalau begini kan jadinya nggak ada kategori cewek atau cowok ya. Cuma ya itu, buat yang udah punya pasangan, sebaiknya jangan doodling foto mantan, ya. 😀😀😀


Buat yang cowok, dilarang doodling foto mantan ya, mending makanan aja 😂

Trik agar nggak susah tidur lagi


Ya, meskipun nge-doole bisa bantu Sahabat Pembaca mengatasi susah tidur, tidak ada salahnya juga sih, kalau Sahabat juga menjauhi hal-hal yang bikin susah tidur. Misalnya, nih:

#1. Berhenti menggunakan hp atau perangkat gawai lainnya satu atau dua jam sebelum tidur. Jika terpaksa menggunakan, pilih mode baca, dan gunakan paling tidak pada jarak 30-35 cm.
#2. Sebaiknya jangan minum kopi diatas jam 12 siang. Kopi yang asli, ya, bukan yang sachetan itu.😊 Saya nggak tahu kalau kopi sachetan bisa atau tidak membuat kita lebih tahan berjaga; soalnya kalau saya sendiri nggak ngaruh.
#3. Jangan terlalu capek. Kalau untuk yang satu ini sih, relatif, ya. Temen-temen yang bekerja di bagian kontruksi bangunan tentu capek banget kerjanya, kan. However, cobalah untuk dengarkan "kata tubuh" jika sudah mulai gemetar, pusing, atau sulit konsentrasi, istirahatlah.

Hmm... apa lagi ya, nanti deh, kalau saya ingat, saya update lagi. 😁
Semoga ide doodling untuk mengatasi susah tidur diatas bermanfaat ya, Kawan. Sampai jumpa diartikel selajutnya. Salam!




Pekerjaan Utama Seharusnya Tidak Menjadi Porsi Pekerja Kontrak; Menyoal Nasib Pekerja Operasional RTGC di JITC

pekerja_operasional_jict


Pagi ini saya menerima newsletter dari salah satu situs Content Marketing. Isinya newsletter-nya tentang pekerjaan outsourcing, kapan tanda pekerjaan butuh di-outsourcing-kan, serta manfaat dari melakukan tindakan tersebut.

Salah satu manfaatnya adalah efektivitas waktu dan uang. Menurut situs tersebut, seorang profesional dapat bekerja lebih cepat dibandingkan mereka yang belum ahli.

Ya, bekerja outsource memang sudah menjadi hal yang lumrah. Di hampir semua lini pekerjaan, kita dapat menemui para pekerja atau pekerjaan yang di-outsourcing-kan atau dialihkan kepada pekerja

Namun, tahukah pembaca RPB, jika tidak semua jenis pekerjaan bisa dialihkan. Seperti jenis pekerjaan, yang jika tidak dilakukan, akan mengganggu proses produksi atau proses pekerjaan. Dan ini, bukan kata saya, lho, Undang-Undang Ketenagakerjaan di Indonesia juga sudah mengaturnya.

pekerja_operasional_jict
Peralatan yang biasa digunakan pada operasional pelabuhan


Sayangnya, mungkin karena persaingan pekerjaan yang ketat, efisiensi pekerjaan atau apapun namanya, banyak sekali pekerjaan utama malah dialihkan kepada tenaga outsource alias dikontrakkan.

Meskipun pemerintah sudah mengantisipasi dengan memberikan batasan penggunaan pekerja kontrak hanya dua tahun, tapi di lapangan banyak sekali ditemui, jika pekerja kontrak dapat bekerja di perusahaan bertahun-tahun lamanya.

Seperti yang dialami oleh kawan-kawan operator Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC). Mereka telah bekerja di Jakarta International Cargo Terminal selama hampir lebih dari 20 tahun, namun kini terpaksa kehilangan pekerjaan karena perusahaan penyedia tenaga kontrak yang menaungi mereka, PT. Empco Trans Logistik, kalah tender dengan vendor lain.

Sebetulnya, hal yang lumrah ya, namanya bisnis, kalah dan menang tender itu wajar.

pekerja_operasional_jict
Para pekerja operasional yang mendirikan tenda di Disnaker Jakut


Masalahnya, apa yang dilakukan JICT sebetulnya sudah menyalahi aturan. Jika mereka memang membutuhkan para pegawai ahli tersebut untuk menangani pekerjaan utama, sudah seharusnyalah para pegawai tersebut diangkat menjadi pegawai tetap, bukan malah menggantinya dengan tenaga yang lebih murah.

Penggantian tenaga ini tidak hanya merugikan pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja alias PHK, tapi juga merugikan proses pengiriman dan pembongkaran itu sendiri. Dwelling time di pelabuhan yang biasanya hanya tiga hari, kini menjadi 5 sampai 6 hari. Kecelakaan pun sudah beberapa kali terjadi, karena vendor baru, ternyata tidak memiliki ahli untuk mengoperasikan  RTGC. Pernah juga terjadi kesalahan pengiriman barang, sejak adanya pemakaian vendor baru ini.

Sebagai pekerja yang telah "membantu" JICT puluhan tahun, tentunya para pekerja ahli ini tidak hanya membuat alur pengiriman dan pembongkaran sesuai dengan jadwal, dan efisien, tapi juga mendatangkan laba lumayan bagi JICT.

Karena itulah, Serikat Pekerja Container (SPC) mengusahakan agar 200 karyawan yang terkena PHK massal tersebut dapat kembali bekerja dan ditetapkan sebagai karyawan tetap.

SPC dan para pekerja menunjukkan keprihatinan dengan cara membangun tenda di halaman Dinasker Jakut sejak tanggal 16 Juli 2018.

pekerja_operasional_jict

pekerja_operasional_jict


Cara lain yang SPC lakukan adalah dengan mendampingi koordinasi teknik lapangan Suku Dinas Tenaga Kerja, Jakarta Utara; bersama dengan Otoritas Pelabuhan dan SPJAI melakukan kunjugan kerja di JICT. Tepatnya pada tanggal 19 Juli kemarin.

Pada kunjungan ini dibahas tentang alur kerja kapal, job description pekerja, juga alur kerja bisnis utama yang merupakan inti permasalahan antara pekerja (diwakili SPC) dan JICT.

Belum ada titik temu di hari itu. Namun tanggal 30 Juli nanti, akan diadakan rapat kembali terkait permasalahan ini.

Tentu saja kita semua berharap, akan ada titik temu dan jalan terbaik untuk semua pihak.

Dalam beberapa pekerjaan, bisa jadi tenaga outsource memang sangat membantu, namun perlu ada pertimbangan lebih bila menyangkut pekerjaan utama. Terlebih Undang-undang telah mengaturnya, bukan?

Back to School: Trik Membantu Anak Siap Kembali ke Sekolah



Artikel ini pernah tayang di tahun 2017 dengan judul "Trik Kembali ke Rutinitas Harian"

Jam 6 pagi, dan rumah masih sepi. Kebiasaan waktu pulkam kayane masih terbawa; habis subuh pada gegoleran di kasur yang akhirnya....bablas tidur lagi 😀

Gitulah, padahal sudah wanti-wanti sama si Dhenok, kalau seminggu sebelum masuk sekolah, semua kebiasaan sudah harus kembali ke kebiasaan saat sekolah. Tapi mungkin karena atmosfer libur masih terasa, juga nggak ada kegiatan usai subuh, jadi deh doi masih asik aja nyante.

Mengembalikan anak ke rutinitas seperti saat sekolah emang nggak mudah, terlebih ketika lingkungan alias atmosfer di rumah memang nggak mendukung. Ya seperti si Dhenok itu, di rumah kan masih suasana libur, saya juga belum full balik kerja, jadi masih banyak terlihat santainya. 

Tapi ya itu tadi, seminggu lagi doi udah masuk sekolah, saya pun sudah harus mulai kerja lagi, artinya memang sudah wayahe kembali jadwal.

Jadi, mau nggak mau, cari-cari lah cara agar doi bisa segera kembali ke rutinitas dan siap kembali ke sekolah.

Tapi kalau SD apa perlu, ya?

Kalau buat saya sih, perlu; karena menyiapkan dan mendidik anak lebih baik dari kecil sih. Kalau buat saya ni, saya lho, ya, kita semua akan lebih berhasil ketika mengerjakan sesuatu yang sudah direncanakan atau sudah menjadi rutinitas harian kan? Orang pinter bilang,
Tahu apa yang akan terjadi, dan apa yang akan dilakukan kemudian, akan membuat kita lebih fokus, tenang dan lebih aman saat bekerja.

Nah, makanya, saya pun mencoba 5 cara ini agar Hana mudah kembali ke rutinitas dan lebih siap kembali ke sekolah. 

5 cara membantu anak siap kembali ke sekolah


1. Mulai dari jadwal tidur


Buat saya ini nomer satu. Hana itu tipe anak yang nggak boleh kurang tidur. 😀 Kalau tidur kurang, bisa gampang sakit, deh.

Jadi, jam tidur, saya urusi pertama kali. Jam delapan theng, doi mesti sudah beberes mainan, gosok gigi, dan bersiap masuk kamar.

Eh, tapi nggak cuma anak yang butuh bersiap kembali ke rutinitas sekolah, ortu pun sebetulnya juga wajib nyiapain diri agar rutinitas pagi nggak gedebrukan alias kacau. 

Dan bagi saya pribadi, jam tidur itu pengaruh banget untuk semua kegiatan sehari-hari. Selain untuk memenuhi kebutuhan waktu tidur, jam tidur yang teratur juga akan membuat semua kegiatan sehari-hari berjalan lebih lancar. 

Jadi, saya mulai kembali ke jadwal tidur dulu, yaitu jam 9 malam, Untuk sementara waktu, nggak pakai waktu cadangan dulu deh, Toh kalau berjalan lancar, waktu cadangan juga nggak diperlukan kan ya?

Kalau buat si Dhenok, waktu tidur yang cukup akan membantunya untuk bangun lebih mudah, sehingga persiapan untuk ke sekolah juga lebih longgar.

Selain itu, kata para ahli kesehatan, tidur cukup sangat mempengaruhi konsentrasi anak, membantu anak untuk tidak terbiasa membuat kesalahan, dan menjaga kekebalan daya tahan tubuhnya.

Saya memulainya dengan melakukan persiapan tidur 30 menit sebelum jam tidur. Misal dengan menyemprot kamar tidur, mematikan televisi, menggosok gigi, dan ngobrol di atas tempat tidur. Dengan cara ini sih, Hana biasanya sudah tahu, kalau sebentar lagi dia harus beberes mainan.

2. Mengembalikan jadwal makan 


Selain tidur, bagi saya jadwal makan juga sama pentingnya. Kebetulan si Dhenok ni, kalau udah terlewat jadwal makan biasanya jadi mudah masuk angin.

Alhamdulillah, langkah ini menjadi lebih mudah karena pas pulkam kemarin kami terbiasa makan bareng di rumah embahnya. Kebiasaan ini juga terbawa saat pulang ke Bekasi, si Dhenok jadi sering minta makan bareng. Hasilnya, saya pun jadi berusaha masak sebelum waktunya Dhenok minta makan. Pelan-pelan jadi back to the track kan?

Yang paling susah memang menyesuaikan jam makannya si Dady, karena kebetulan habis lebaran ini malah lebih sering masuk siang. Tapi prinsip saya, jika tidak bisa sempurna, maka 80% okelah; 😃 nggak bisa makan bareng bertiga, paling enggak, Dhenok makan bareng saya.

3. Jadi role model


Jadi role model tu memang trik untuk segala masalah ya. Tapi saya ngerasain sendiri lho, dari manfaat ini.

Beberapa kali saya coba, kalau saya nggak teratur, maka si Dhenok pun ikut nggak teratur. Kalau saya terbiasa melakukan jadwal mepet-mepet jam (misal sholat akhir waktu, makan di jam suka-suka) kok ya tanpa saya sadari, ritme si Dhenok pun jadi ikut suka-suka.

Jadi, ketika pengen balik ke jadwal nulis, selain jadwal tidur dan jadwal makan, jadwal untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan belajar pun mulai saya kembalikan ke jam-jam sebelum libur panjang kemarin.


4. Balik olah raga lagee...


Lebaran kemarin saya gagal olahraga di rumah. Bukan karena suasana di Temanggung yang lagi uadem buanget.... tapi karena penuhnya kegiatan keluarga besar seusai lebaran. Ndilalahnya, rumah ibu jadi tempat masak untuk semua acara. Dari jam 6 pagi sampai sore, rumah full rame orang. Yo wis lah, pending deh olah raga.

Nah, agar nanti pas masuk sekolah lebih fit, saya juga ngajak Hana balik olahraga lagi. Meski kemarin baru mulai sepedaan keliling perumahan. Hitung-hitung, ngurangi jam nonton TV juga kan? 😀😀😀

5. Buat semua terencana


Ingat nggak waktu anak-anak kita masih kecil dulu, tiap mau pergi kita pasti sudah woro-woro "besok bangun pagi ya, kita mau pergi jam 8". Hasilnya, dari subuh mereka sudah melek.

Nah, trik ini juga saya pakai. Dan saya mulai dengan meminta Hana membuat daftar makanan dan bekal dia nanti.

Buat saya, rencana itu penting, selain akan mengurangi beban pikiran, juga mempercepat kerja kita sebagai emak kan?

Enggak lupa, saya juga mulai kembali nyentuh buku to do list. 

Dengan begitu banyaknya acara di kampung kemarin, saya jarang sekali  membuat jadwal. Paling mengusahakan bangun lebih pagi untuk kerja atau upload post blog.

Cara saya kembali ke to do list, ternyata juga diikuti Hana, dia mulai corat-coret kapan pengen main, hapalan, juga mandi.

Nah, gitu deh, trik saya kembali membantu anak siap kembali ke sekolah; mulai dari yang basic (tidur) sampai yang sedikit ribet aka. bikin jadwal he he he.

Moga membantu ya, Bu-ibu. 



Mampu Memaafkan Masa Lalu, Hadiah Indah dari Allah di Usia 40 tahun


memaafkan_masa_lalu


Weekend....!

Hari terakhir di Parakan, untuk liburan tahun ini. Sedih, sih, soale betah disini, Enggak cuma karena ada Bapak-Ibu, tapi juga banyak hal positif disini yang saya suka. Dan tiap tahun, kota ini bikin saya makin pengen tinggal disini.

However, life must go on, wayahe kembali ke aktivitas, dan Hana juga harus sekolah.

Bagi saya, lebaran Ramadhan dan Lebaran tahun ini amazing banget. Nggak cuma karena punya kesempatan jalan-jalan ke banyak tempat, tapi juga karena ada banyak kenangan, ilmu dan upgrade diri yang saya peroleh di tahun ini. Tepat saat usia saya akan genap 40 tahun.

Jika tidak kebijaksanaan, apa lagi yang engkau harapkan di usia 40 tahun?

Ketika Ramadhan kemarin, saya sempat down, tapi tidak berapa lama, Allah juga mendatangkan solusi; baik melalui pekerjaan juga kelas belajar yang saya ikuti.

Seperti yang saya ceritakan di post "Bully Masa Lalu yang Mengganggu", saya begitu terpuruk dan marah saat "dibawa" kembali pada kenangan tidak menyenangkan masa SMP.

Herannya, di saat yang sama, saya juga masih bisa "menyisihkan" pikiran untuk nge-blog (artikel "Bully" itu hasilnya), menyelesaikan project review, juga mengerjakan pekerjaan rumah.

Saya bingung, heran, "apakah saya berkepribadian ganda" atau lebih buruk lagi, "The Queen of Drama"?

Penasaran, saya akhirnya nyolek dedek Awin, kawan Blogger yang sarjana psikologi. Saya minta dek Awin untuk membaca tulisan saya kemarin.

Menurutnya saya, tidak ada kecenderungan berkepribadian ganda ("Butuh tes macam-macam untuk itu, mbak," katanya), atau mencoba menjadi Queen of Drama, hanya kejadian masa lalau telah membuat saya trauma.

Meskipun begitu, saya harus belajar untuk memaafkan, agar ketika trigger kembali datang, saya tidak jatuh terpuruk lagi.

Nah, ini bagian tersulitnya, memaafkan masa lalu bukanlah hal yang mudah. Ya, ada banyak teknik di luar sana, tapi sampai saat ini saya masih belum mampu melakukannya.

"Menjadi bersih", membantu saya sembuh dari masa lalu


Alhamdulillahnya, di saat terpuruk, Allah mendatangkan jawaban. Saya mendapat pekerjaan review situs Numerology. Sebuah situs yang menganalisa kepribadian seseorang melalui pembacaan nama dan tanggal lahir. Yah, memang terdengar seperti ramalan, namun ketika membaca hasilnya, saya sedikit banyak bisa mengetahui apa yang menjadi penyebab saya begitu susah memaafkan masa lalu.

Di waktu yang sama, saya juga mengikuti kelas produktivitas, kelas yang mengajarkan untuk fokus, dengan mindfullness, -hadir dengan seluruh keberadaan diri juga pikiran pada saat ini-, agar pekerjaan kita cepat selesai dan dengan hasil yang memuaskan.

Tidak tahu bagaimana melakukan "hadir seutuhnya", saya mencoba mengikuti dan membuka tulisan Adjie Silorus, sayang saya masih tidak menemukan jawaban, sekaligus belum mampu memaafkan.

Hingga project review kedua saya datang. Kali ini saya memilih review teknik Ho'oponopono, sebuah teknik penyembuhan kuno dari Hawai.

Teknik yang membantu saya untuk membersihkan "memori" atau ingatan yang seringkali mengganggu hidup kita untuk maju dan menjadi bahagia.

Saya baru mengikuti video ketiga saat tulisan ini di publikasi, dan saya sungguh bersyukur, karena akhirnya saya mengetahui dasar dari "tidak bisa memaafkan" dan kemudian bagaimana mengatasinya.

Memahami awal muasal pikiran dan memori, dan membersihkannya, membantu saya sembuh dari masa lalu


Saat sebelum lahir, sebenarnyalah pikiran kita semua bersih, tidak ada yang baik dan buruk. Ketika kemudian kita tumbuh, dan belajar, kita akhirnya mendapat inspirasi. Dari inspirasi itulah kemudian kita menilai segala sesuatu dengan baik dan buruk. Penilaian ini kemudian meninggalkan hal baru yang akan kita sebut dengan "memori".

Ketika kita mendengar cerita, kita menilai, kita memasukkan sebuah memori pada pikiran, menurut Sahabat, apa yang akan terjadi pada sisi pikiran kita?


Ya, akan mulai muncul-muncul titik memori baru seperti GIF diatas.

Tapi apakah penilaian itu juga terjadi pada orang lain, teman-teman saya, guru saya yang memanggil PAWIT? Tentu tidak! Persepsi atau penilaian itu hanya terjadi pada SAYA. Bukan pada siapa pun juga. Karena itu, hanya sayalah yang bisa menyelesaikan trauma itu, bukan permintaan maaf dari guru saya, bukan karena kawan-kawan yang menghormati dan menahan diri untuk tidak memanggil saya PAWIT, dan seterusnya.

Dari titik itu, hati dan pikiran saya mulai terbuka. Setiap kali pikiran buruk itu datang, saya akan berkata,

I'll get clean on that, saya akan bersihkan memori itu, Astagfirullahaladzhim, I am sorry, please forgive me, I love you, and thank you. 

Tidak hanya pada saat pikiran tentang hal traumatik sebetulnya, saya juga mencoba untuk menggunakannya, ketika menemui hal-hal buruk yang terjadi, peristiwa, berita, atau apapun yang terjadi pada saya.

Saya melakukannya, karena membuat saya "bisa hadir pada saat ini", tidak terlalu mengkhawatirkan masa yang akan datang (juga masa lalu).

Hal ini membuat saya lebih terbuka pada pikiran baru, kesempatan baru, lebih tenang, dan yang pasti, mulai memaafkan dan melupakan bully masa lalu saya.


Toh, memori buruk itu, kalau "tidak dibersihkan" mau buat apa, sih? Hidup saya maju ke depan, tidak mundur ke belakang kan?

Begitulah, saya lebih ringan sekarang, hidup juga lebih indah, dan saya mejadi lebih terbuka untuk inspirasi baru. Benar-benar sebuah hadiah indah dari Allah, bukan?

Kamu juga sedang berusaha memaafkan masa lalu, kawan? Mungkin kau perlu coba cara saya.