-->

Ganti Niche Blog, atau Buat Blog Baru

Entah kenapa pagi ini, tiba-tiba terpikir pengen ganti niche blog, dari yang semula Parenting, pengen pindah ke healthy lifestyle dan produktivitas saja.

Mungkin karena perubahan preferensi dalam hidup juga. Sehingga perhatian saya malah lebih banyak tercurah kesana. Ide-ide tentang dua topik tersebut, seolah tidak berhenti mengalir.

Topik parenting pun sebetulnya topik yang everlasting, tapi mungkin karena Hana sudah cukup besar, tidak begitu banyak cerita kepengasuhan yang bisa saya jadikan cerita. Buat saya, hidup Hana mah sudah cukup mulus, meski tak semulus dan selurus jalan tol. 😀😀 Selain itu dia juga marah, kalau cerita kesehariannya saya ubah jadi tulisan.

Jadi, begitulah, sambil masak tadi saya bingung banget, apa yang sebaiknya saya lakukan; ganti niche blog, atau buat blog baru saja ya? Apa pendapatmu, kawan, pilihan mana yang sebaiknya saya pilih?

8 Hal yang Dapat Membantu Ibu Bekerja dari Rumah Mengatur Waktu Lebih Baik

ibu_bekerja_dari_rumah_mengatur_waktu

Saat mengisi materi untuk komunitas ODOP salah satu yang dipertanyakan peserta adalah bagaimana cara mengatur waktu dengan banyak pekerjaan, termasuk dengan pekerjaan rumah tangga

Saat itu saya hanya menjawab, "Ya, diatur saja."😁

Saya rasa setiap kita pasti akan menyesuaikan diri dengan masalah yang sedang kita hadapi. Jadi, saat memantapkan diri bekerja dari rumah, tentu kita pun akan menyesuaikan diri, dan mengatur diri agar dapat melakukan pekerjaan dengan baik.

Yang menjadi masalah, kalau kemudian ada satu-dua pekerjaan atau kewajiban sebagai ibu rumah tangga yang terbengkelai. Atau kita merasa kelelahan karena kurang waktu istirahat.

Disinilah kemudian "bagaimana mengatur waktu" menjadi penting bagi ibu yang bekerja dari rumah.

Kendala mengatur waktu yang sering dihadapi ibu bekerja dari rumah


Oya, saya pernah, lho membuat daftar penghambat produktivitas kerja ibu. Daftarnya mulai dari koneksi data, media sosial, hingga obrolan di grup-grup chat online.

Sebagai ibu yang bekerja dari rumah, jujur saya merasa mengatur waktu atau time management merupakan tantangan tersendiri.

Apalagi saat ini putri saya belum bisa banyak membantu pekerjaan. Dia sudah bisa memenuhi kebutuhan pribadi seperti makan, mandi, ganti baju saja, saya sudah merasa sangat bersyukur.

Kita semua tahu, ketika berhubungan dengan anak kecil, selalu saja pengaturan waktu kita akan berantakan. Entah karena bertengkar dengan teman, tiba-tiba demam, makanan yang tumpah, dan seterusnya.

Kadang saya merasa seolah tidak ada waktu untuk bernapas karena harus berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya. Padahal di sisi lain kita juga ingin menjadi seorang pekerja dari rumah aka. freelancer yang profesional.

Hingga pada akhirnya hanya bisa bersyukur jika ada satu atau dua list dari kewajiban atau daftar pekerjaan yang ingin dikerjakan di hari itu, sukses dikerjakan.

Untuk itulah, selain terus trial and error metode time management, saya juga tetap melakukan beberapa hal yang dapat membantu saya lebih produktif di rumah.

8 Hal yang dapat membantu ibu bekerja dari rumah mengatur waktu 


#1. Punya jadwal

Jadwal sangat penting bagi ibu yang bekerja dari rumah. Dengan jadwal ibu akan tahu;

  • Pekerjaan yang harus dikerjakan dihari yang berjalan
  • Urutan prioritas pekerjaan
  • Mapping atau gambaran waktu yang kita miliki dihari yang berjalan

Membuat jadwal itu memang membosankan, menyebalkan! Sama menyebalkannya dengan menulis catatan pengeluaran. 😀

Tapi bagaimana kita akan mengatur waktu jika jenis dan jumlah pekerjaan yang harus kita lakukan tidak kita ketahui? Bagaimana pula kita akan menentukan prioritas pekerjaan jika tidak ada jadwal? Apa iya, kita benar-benar memiliki cukup waktu untuk mengerjakan semua pekerjaan, jika mapping waktu tidak punya?

Jadi, meski menyebalkan, cobalah buat jadwal, Bu-ibu. Dan Ibu-ibu akan tahu, betapa membantunya daftar pekerjaan itu.



#2. Tahu waktu produktivitas pribadi


Waktu produktif yang saya maksud adalah waktu yang akan membuatmu mampu menyelesaikan to do list yang terkait dengan pekerjaan.

Sebagai penulis lepas, waktu produktif saya adalah saat terbaik bagi saya untuk menyelesaikan satu tulisan dalam waktu tertentu.

Bagi ibu, mungkin berarti waktu untuk menuangkan ide baru, mencatat perkembangan usaha, dan lain sebagainya.

Mengetahui waktu produktif dapat membantu kita untuk memetakan waktu yang tepat untuk bekerja.

Saya pribadi memilih waktu sebelum subuh, dan saat Hana dan Ayah sudah berangkat ke tempat aktivitas masing-masing, sebagai waktu produktif saya untuk bekerja.

Karena itu, saya usahakan untuk  menulis atau mengumpulkan referensi sebelum subuh. Plus, berusaha mengatur waktu agar pekerjaan rumah sudah selesai begitu Hana dan Ayah berangkat.


#3. Ketahui hal-hal penghambat produktivitas

Ya, seperti yang saya ceritakan pada post "Penghambat Produktivitas Ibu" (link telah tersedia pada paragraf 6), ada banyak hal yang bisa menghambat kerja ibu.

Kalau bagi saya, koneksi data sering menjadi penghambat produktivitas terbesar. Jadi, saya tandai jam berapa saja biasanya koneksi lelet. Lalu pilih pekerjaan yang tidak menggunakan koneksi data di jam-jam tersebut.

#4. Note dan aplikasi produktivitas

Dulu saya memakai Google Keep, To Do Ist, dan Timeline untuk menyimpan referensi tulisan, catatan kecil, juga mapping waktu.

Tapi sekarang saya hanya menggunakan buku biasa untuk menulis to do list, kebutuhan rumah tangga yang harus dibeli, atau janji-janji dan ide-ide pengembangan usaha kecil saya.

Saya pindah ke cara konvensional dengan pertimbangan, saat handphone kehabisan baterai, bagaimana saya hendak update to do list kan?

Masih ada dua aplikasi yang saya pakai, tapi berfungsi untuk menyimpan referensi. Dan saya memilih aplikasi yang dapat disinkronkan dengan komputer. Sehingga saat baterai handphone habis, saya bisa tetap mengakses file dari komputer.

Aplikasi produktivitas lain yang saya gunakan adalah Pomodoro. Aplikasi yang berfungsi untuk mengontrol fokus kita pada satu pekerjaan.



#5. Miliki tempat khusus untuk bekerja


Saya dulu suka menulis di karpet depan TV. Tapi ternyata hal itu tidak efektif. Disana saya malah sering tergoda dengan cemilan yang nongkrong cantik di dedepan mata. 😀 Karena tidak ada meja, ngetiknya pun harus sambil tiduran.

Selain cepat lelah, kerja di depan TV juga memaksa saya harus bolak-balik berdiri mengambil keperluan bekerja, seperti charger, buku tulis, referensi dan lain sebagainya.

Jadi, akhirnya saya minta dibuatkan meja, dan memilih untuk bekerja dari kamar belakang. Cara ini ternyata membuat saya mampu lebih berkonsentrasi.

Kalau kata ahli produktivitas sih, ruang kerja di rumah sebaiknya juga dibuat tertutup dan mencegah kita dari melihat pekerjaan rumah tangga. Menurut mereka, pekerjaan rumah tangga bisa mengganggu konsentrasi kerja para ibu.

#6. Buat jadwal main dengan anak

Bekerja dari rumah memang lebih mudah untuk menentukan waktu bekerja. Tapi tidak ketika si kecil di rumah merasa diabaikan. Karena itu saya membuat kesepakatan kapan saya sebaiknya ngobrol dan bermain dengan Hana.

Dengan cara ini, Alhamdulillah, Hana tidak lagi komplain. Bonusnya, Hana pun jadi lebih belajar mandiri memenuhi kebutuhannya.



#7. Punya cara untuk menghadiahi diri sendiri


Biar selalu semangat, sesekali berilah diri sendiri hadiah. Kita sudah kerja keras bukan? Tidak ada salahnya berisitirahat sejenak; nonton drakor, stalking akun gosip, sesekali ngumpul bareng teman komunitas, atau apalah. Tidak perlu merasa bersalah; we deserve it!



#8. Badan dan pikiran yang sehat


Tahukah Bu-ibu, mengatur waktu itu butuh kesehatan pikiran dan badan. Kesehatan pikiran agar kita terbiasa fokus, mengatasi stres yang sering datang tanpa permisi, juga menjernihkan pikiran karena banyaknya pekerjaan.

Mengatur waktu juga butuh badan yang sehat. Nggak mungkin kan memenuhi setiap jadwal kalau tubuh sedang lelah? Jadi, olahraga-lah! Pilih makanan yang sehat!

Olahraga tidak hanya membantu kita untuk lebih sehat, tapi juga membantu tetap produktif. Bukan rahasia lagi, perdaran darah yang lancar akan lebih menguatkan daya pikir kita.

Kerja dari rumah sering memaksa kita duduk lebih lama. Karena itu sempatkan untuk bergerak 30 menit. Saya nggak mau pakai kata "meski" disini; usahakan dan sempatkan diri berolahraga. Percaya deh, Bu-ibu akan merasakan manfaatnya segera.





Itulah 8 hal yang selama ini telah membantu saya untuk dapat mengatur waktu dan bekerja dari rumah sebaik mungkin. Bagaimana dengan Ibu-ibu yang juga kerja dari rumah; punyakah cara lain untuk bisa membantumu menjadi lebih produktif?


Thankyou for dropping by, see you at another #produktivitas post. Rahayu at rahayupawitri@gmail.com


Olahraga Dirumah Dengan Aplikasi 8fit


Disclaimer: Ini bukan review berbayar, murni pengalaman pribadi

Saat berselancar di beranda Instagram, saya menemukan iklan aplikasi kesehatan dan kebugaran, namanya 8fit. Saya penasaran dan iseng mencoba aplikasi ini, karena dalam iklannya disebutkan, jika saya hanya perlu olahraga selama 8 menit saja.

Saya pikir, apa salahnya dicoba. Kebetulan memang sedang ingin bergerak lebih aktif, tapi tidak punya banyak waktu untuk melakukannya, apalagi kalau olahraganya harus keluar rumah.

Dalam keterangannya di Play Store, aplikasi ini menyebutkan sebagai aplikasi yang akan membantu pengguna untuk menurunkan atau malah menaikkan berat badan. Dan tidak hanya dengan olahraga, tapi juga dikombinasikan dengan makanan.

Tujuannya adalah perubahan gaya hidup yang lebih sehat, dan ... hidup yang bahagia. 😀

Review aplikasi 8fit


Dari mula buka aplikasi ini, saya sudah jatuh cinta.

Pertama kali kita akan dibawa ke halaman tujuan kita berolahraga. Karena saat itu sudah turun berat badan, jadi hanya sekedar ingin mengencangkan otot-otot yang mengendur setelah kehilangan sebagian lemaknya.

Dari kuisioner yang diberikan, saya berada di level 34% yang artinya saya hanya memerlukan sedikit latihan saja. 



Ada banyak jenis olah raga yang ditawarkan, seperti tabata, yoga, latihan untuk tubuh bagian atas dan bawah. Dan setiap jenis olahraga mempunyai level sendiri-sendiri. 

Latihan utama saya adalah full body repetion, yang berisi latihan tabata dengan tingkatan jenis latihan yang berbeda-beda. 



Saya suka 8fit karena tidak membutuhkan peralatan apapun untuk melakukannya. Sampai level tiga ini, saya hanya butuh selembar handuk, dan dua botol berukuran sedang sebagai beban. 

Pada beberapa latihan, memang seolah sulit dilakukan, tapi ketika melakukannya kedua atau ketiga kali, hmm...gampang banget. 

Layanan aplikasi ini ada dua macam, berbayar alias pro dan gratis. Untuk versi berbayar pengguna juga akan mendapat akses ke latihan tambahan seperti yoga, latihan tubuh bagian atas, perencanaan menu makanan, juga konsultasi langsung dengan pelatih yang mengasuh 8fit. 

Untuk dapat menggunakan aplikasi ini dalam 1 tahun kita harus membayar biaya skripsi sekitar 700 hingga Rp800.000 melalui Play Store dan bisa dibayar dengan menggunakan pulsa handphone 

Sebetulnya saya sih nggak keberatan bayar segitu, toh kalau dihitung-hitung Rp800rb selama 1 tahun hanya sekitar Rp60.000 sebulan, atau sekitar 2 ribu perhari. Sangat murah menurut saya, karena yang kita peroleh seperti mendapat seorang personal trainer profesional. 

Sayangnya, menu makanan yang direkomendasikan adalah menu-menu ala Eropa yang bahkan bahan-bahannya saja tidak saya temui di sini. Bisa saja sih, kalau memang berniat dan ingin membelinya di toko-toko online. Tapi saya tidak ingin sistem yang membebani. Karena itu akan membuat konsistensi saya menurun. 

Akhirnya, terpaksa deh, batal mendaftar versi pro. Sayang sebetulnya, tapi ya, mau gimana lagi, toh saya nggak bisa pakai dengan maksimal kan? Saya jadi berandai-andai, kalau saja ada aplikasi seperti ini yang buatan Indonesia dan dengan menu Indonesia he he he. 

Pokoknya, aplikasi ini rekomended deh, terlebih kalau kamu punya akses mudah dengan menu makanan seperti yogurt, lentil, dan lain sebagainya. 

Oke gitu aja review saya untuk aplikasi 8fit ini. See you at another #reviewproduct post. 
Rahayu Pawitri at rahayupawitri@gmail.com; T: 0821 1271 537. 

2 Perubahan Perilaku Anak Usia Dua Tahun yang Sering Membuat Orangtua Stres



Disclaimer: artikel ini bukan pendapat ahli, hanya berupa pengalaman pribadi. Untuk rujukan yang lebih tepat, silahkan konsultasikan pada ahli perkembangan anak.


Beberapa hari ini, saya sering menyimak curhatan mbak Widi Utami (pemilik blog widiutami.com) tentang polah tingkah putra semata wayangnya, si K yang saat ini berumur dua tahun.

Kadang kalau mbak Widut membuat status di WA tentang polah si K, saya ledekin.

Ya, begitulah, usia 2 tahun memang menjadi tantangan untuk banyak ibu. Ada banyak perubahan tingkah laku yang terjadi pada anak di usia ini.

Perubahan ini benar-benar menguji kesabaran orang tua. Yang ada hanya bisa berdoa semoga dipanjangkan ususnya alias sabar. 😁😁

Perubahan tingkah laku pada anak usia 2 tahun


Meski sudah terjadi 7 tahun yang lalu tapi bagi saya 2 tahunnya Hana itu seolah baru kemarin.

Ada 2 perubahan besar yang paling saya ingat yaitu

1. Suka berkata tidak (yang ujungnya tantrum)

Apapun yang saya katakan, si Hana akan menjawab "enggak", "tidak", "nggak mau".

Padahal Hana tadinya manis sekali, mudah dinasehati dan diatur. Tapi begitu usia dua tahunnya lewat satu dua bulan, haduh... semua berubah.

Diminta beresin mainan, "Nggak mau!" Diajak pulang karena sudah malam, "Nanti aja!" Nggak peduli teman-temannya sudah ingin pulang, Hana kekeh aja pengen main.

Pernah suatu kali, karena sudah jam tidur dan badannya kotor setelah main, saya dan ayahnya mengajaknya mandi. Tapi ia malah ngamuk. Baju kotornya ia kekepin, nggak mau ganti baju yang lain.

Subhanallah, jam 9 malam, saat tenaga juga sudah habis, anak tantrum seperti itu, sungguh hanya bisa ngelus dada sambil istighfar. 😄

Belakangan baru saya tahu, kalau anak usia dua tahun memang sedang belajar mengembangkan dan mengenali emosinya. Itulah kenapa ia mudah terkena mood swing dan mudah tantrum. Karena sebenarnya, ia sendiri bingung dengan perasaannya.

Untuk itulah, orangtua harus dapat mengendalikan diri jangan sampai terbawa emosi.

Begitu teorinya, prakteknya? Alamak.... Pengen nyungsep bawah bantal aja.

Saya sih, cukup beruntung karena si Ayah lebih sabar. Jadi kalau sudah tantrum seperti itu, biasanya si Ayah yang turun tangan.

Kalau ayah nggak ada, ya sudah, paling saya pasrah, nungguin dia diem. Agak tenang baru digendong. Kadang saya ngaji saja depan dia, ngapalin surah yang saya hapal. Nggak bikin anak tenang, tapi bikin pikiran saya waras. 😀

Tapi kalau badan dan pikiran sudah sangat lelah, kadang saya minta bantuan tetangga (tetangga yang sudah CS tentunya). Karena kebetulan tetangga saya ini punya anak yang lebih besar dan suka main sama Hana.

Intinya kawan, kalau kamu ibu dengan anak dua tahun, dan sudah tidak sanggup lagi ngadain anak, segera minta pertolongan. Dan kalau kamu adalah suami dengan anak balita, bantulah istri. Jangan sampai ia menjadi ringan tangan karena kelelahan.

2. Susah tidur


Entah kenapa mulai masuk usia 1,5 tahun dan menuju 2 tahun, Hana ni, susah sekali diajak tidur, baik itu tidur siang atau malam. Tangannya uplik melulu. Nggak bisa diam. Ganti mainan ini, pindah mainan itu, uprek dompet emak, nurunin buku dari rak... Duh, daftarnya banyak.

Saat malam hari, meski ritual tidur sudah dilakukan dan rapi, tapi tetep dia nggak mau tidur.

Pernah suatu hari, "wilayah tidur" Hana sudah dibuat kapal-kapalnya. Pura-pura hendak berlayar ke negeri mimpi. Awalnya dia hepi, habis itu, turun kasur lagi. ☹️☹️

Akhirnya si Ayah terpaksa gendong keluar rumah, jalan dari ujung sana ke ujung sini, ☹️ padahal waktu itu sudah jam 11 lewat. Alhamdulillah, akhirnya merem, sih.

Ternysta, mulai usia 1,5 tahun hingga beberapa bulan setelah masuk 2 tahun, kebanyakan balita memang mengalami gangguan tidur. Baik untuk tidur siang maupun tidur malam.

Banyak penyebab gangguan tidur pada anak diusia ini. Mulai dari keinginan untuk eksplorasinya yang sedang tinggi, kekhawatiran akan berpisah dengan ibu-bapaknya (beberapa anak kadang mulai pisah kamar dengan orangtuanya diusia 2 tahun), potty training, atau malah hal sepele seperti lapar.

Walaupun begitu, para ahli tetap menyarankan untuk tetap tinggal di kasur dan konsisten dengan aturan jam malam.

Maksudnya, jangan trus diajak nonton TV atau malah main game. Buat orangtua aja gadget bisa membuat susah tidur kan, apalagi pada anak-anak? Khawatirnya hal tersebut akan menjadi ritual baru, dan anak merasa "It is okay to wake up late". 
Menurut para ahli, susah tidur ini hanya terjadi selama 3-4 Minggu saja, jadi jangan sampai hal yang sementara menjadi kebiasaan selamanya.

Pada kasus Hana sih, Alhamdulillah nggak terjadi. Meski sering dibawa ayahnya keluar dan jalan dari ujung ke ujung, Alhamdulillah, nggak sampai jadi kebiasaan. Tepatnya saya lupa, tapi nggak sampai berbulan-bulan, kok. Akhirnya ya, bisa tidur seperti biasa.

Mulai masuk usia dua tahun, memang penuh tantangan, tapi usahakan (iya, usahakan) jangan sampai nyakitin anak, ya. Diluar boleh panas, tapi berusaha pikiran dingin, agar tidak keluar perkataan yang semestinya atau sumpah serapah yang buruk.

She's your child anyway, titipan Tuhan yang harus dijaga baik-baik kan? Pokoknya ingat, kalau mulai nggak sanggup, segera bilang, minta tolong. Okay?

Moga pengalaman secuil ini bisa mengurangi level kebaperan kamu ya, kawan. Semua orang sudah mengalaminya, jadi santai saja. It will be over soon. 

Sampai jumpa diartikel #perkembangananak lainnya. Saya Rahayu Pawitri di rahayupawitri@gmail.com.






Lima Hal Sederhana Yang Bisa Membuatmu Bahagia


Saya bahagia sekali malam ini. Alhamdulillah ada 5 buah to do list besar dan 2 buah to do list kecil, yang selesai di hari ini. Ya, masih ada satu to do list besar (setrika) yang seharusnya selesai, sayang tadi listrik padam hampir satu jam, jadi ya ... gitu deh, batal. Sudah coba digeser waktunya, ternyata bertabrakan dengan jadwal belajar Hana. Yo wis, Emak ngalah, besok pagi, Insya Allah dikerjakan.

Kalau ingat kesuksesan hari ini, saya jadi sadar, kebahagiaan itu sebetulnya sederhana. Kebahagian seperti itu malah bisa menjadi kenangan yang menyemangati. Kebahagiaan yang ketika masanya lewat, rasa yang di hati akan terus mengingati #tsaahhh.

5 Hal sederhana yang bisa membuat kita bahagia


Seringkali kita mencari-cari segala sesuatu yang bisa membuat kita bahagia. Bahkan kita rela bekerja keras siang dan malam untuk mendapatkan penghasilan maksimal dengan tujuan untuk bahagia. Entah judulnya untuk membahagiakan pasangan, anak, saudara, orangtua, atau apapun, yang penting judulnya adalah membuat bahagia.

Padahal di luar sana, ada banyak hal sederhana yang bisa membuat kita juga bahagia. Bahagia yang akan memanggil "kebahagiaan lain" yang ingin kita bagi dengan sesama.

Bahagia yang tidak memerlukan banyak uang. Tidak memerlukan banyak tenaga dan mudah sekali untuk dilakukan. Apa saja? Malam ini, entah mengapa, ada 6 hal sederhana, yang menurut saya, bisa membawa kita pada kebahagiaan.


#1. Just do it alias lakukan saja

Topik ini baru saja saya tulis tiga hari yang lalu, tepatnya dalam artikel mengapa kita susah untuk konsisten.

Sampai saat menulis artikel ini saya masih terus menerapkan sistem seperti dalam artikel tersebut, lakukan saja apa yang ada dalam to do list.

Fokusnya pada kepuasan kita setelah melakukan pekerjaan tersebut (seperti yang saya rasakan saat ini), alias kebahagiaan kita di masa yang akan datang.

Dan kau tahu kawan, mencoret satu to do list dalam jadwal itu sangat membahagiakan. Terlebih bila selama ini kita sering tidak konsisten dengan jadwal. Pokoknya kamu harus cobain trik "just do it", deh!

#2. Selalu kembalikan barang ke tempatnya

Hayo, siapa yang sering menunda mengembalikan barang ke tempatnya setelah menggunakan?

Tahukah kawan, jika mengembalikan barang ke tempat semula, sesungguhnya membutuhkan waktu kurang dari 20 detik, bahkan mungkin hanya 1-2 detik saja.

Dengan mengembalikan barang ke tempatnya, ruangan kita akan selalu rapi. Saat nanti kita butuh barang itu lagi, kita tinggal menuju tempat kita biasa menyimpan kan? Nggak perlu ribet, kelimpungan nyari kesana-kemari.

Rumah atau ruangan dan meja kerja yang rapi, tentu bikin kita happy kan? Waktu kita pun jadi lebih efektif untuk bekerja.

#3. Berbagi 

Berbagi tidak selamanya harus dalam bentuk uang. Pengalaman dan pengetahun pun, bisa dibagikan.
Ya, seperti artikel ini. Sudah beberapa bulan saya, mencoba trik-trik diatas, dan memang bikin hidup lebih bahagia, sih.

Saya pun kemarin baru saja megisi sharing trik menjadi content writer di komunitas ODOP (one day one post). Awalnya saya menolak karena merasa sedang banyak pekerjaan.

Tapi saya coba manfaatkan waktu dengan lebih baik, hingga akhirnya saya memiliki waktu luang untuk mengisi materi.

Dan ternyata, itu membuat saya lebih bahagia. Dari pertanyaan-pertanyaan mereka, saya jadi bisa melihat kekurangan saya, apa yang harus diperbaiki, dan mendapat tambahan teman.

Tentu semua itu bikin lebih bahagia kan? Jadi, kalau punya ilmu pengalaman yang bisa dibagi, ya berbagilah. Ilmu yang dibagi itu nggak pernah berkurang lho, malah nambah.

#4. Senyum sapa salam

Ini bener banget, lho. 3S yang pernah dipopulerkan oleh AA Gym ini, ternyata memang bisa membuat banyak perubahan.

Misalnya nih, saat jalan di gang, dan kita ketemu tetangga RT; Saat kita menyapa lebih dahulu, tetangga juga pasti akan tersenyum. Mengingat kita dalam hatinya, dan mungkin akan merasa kenal, padahal hanya tetangga RT yang terpaut beberapa blok.

Dengan 3S, saat kita kesulitan atau butuh pertolongan, tentu tetangga juga nggak segan datang, kan?

Saya punya pengalaman, nih, beberapa waktu lalu ada tetangga reseh dan fitnah saya (doi memang terkenal suka "menjual"keburukan orang untuk bahan obrolan).Dia bercerita pada semua orang tentang keburukan saya. Tapi karena saya nggak pernah reseh pada tetangga lain, plus sering menerapkan 3S tersebut, saya malah mendapat belaan dari tetangga lainnya.

So, kalau ada orang sedang ngumpul, permisilah ....Kalau lewat bawa mobil, jangan lupa buka kaca, sapa tetangga, dan seterusnya.

#5. Pilih gaya hidup sehat

Jangan langsung terpikir dengan makanan mahal tapi seporsi hanya separuh piring isinya. Enggak, ini tidak tentang mengurangi makan. Tapi cobalah lebih banyak konsumsi sayur dan buah. Penuhi juga kebutuhan cairan. Lengkapi dengan aktif bergerak. Tidak harus ke gym, sekarang banyak aplikasi kesehatan yang bisa bantu kita tetap fit, meski hanya berolah raga di rumah.

Makan pun harus yang super food, pilih saja sayuran di sekitar kita. Buat hidup kita lebih sederhana dan lebih mudah. Dengan cara itu kita akan lebih konsisten menjalani proses "be better and happier me".

Gaya hidup sehat itu akan membuat kita lebih bersemangat bekerja, lebih fokus, sehingga lebih mudah memecahkan masalah.

Hayo, kalau sudah begini, masak mau bilang nggak hepi?


Sampai detik ini, lima hal sederhana itulah, yang menurut saya, bisa membuat kita bahagia. Bahagia yang haqiqi, kalau kata anak muda.

Kalau menurut kamu, bagaimana kawan; masih adakah hal-hal sederhana yang bisa bikin kita lebih bahagia? Share, ya, di komen.


Thank you for dropping by, and see you at another post of  #myminuteslife.
Rahayu Pawitri @ 082112715376.

Persiapan Belanja Menyambut Maraknya Ramadhan Sale


Bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi akan hadir tentu sudah menjadi hari-hari yang paling di nantikan dan di tunggu oleh seluruh masyarakat dunia yang merayakannya.

Di Indonesia sendiri, yang masyarakatnya menjadi populasi terbanyak beragama muslim, bulan Ramadhan tentu saja akan disambut penuh suka cita bersama dengan keluarga besar di rumah.

Salah satu kegiatan yang sudah umum dilakukan dan menjadi tradisi pada saat Ramadhan dan lebaran adalah berbelanja baju baru serta kebutuhan untuk lebaran nanti. Tradisi ini kemudian dijadikan peluang dan dimanfaatkan oleh banyak penjual kebutuhan sehari-hari dengan memberikan penawaran yang menarik, misalnya dengan mengadakan event Ramadhan sale. Dan biasanya event belanja seperti inilah yang menjadi buruan banyak orang nantinya.  

Lebaran memang salah satu momen spesial bagi muslim, di seluruh dunia. Di Indonesia, lebaran juga menjadi momen yang sangat istimewa. Wajar jika kemudian masyarakat Indonesia berbondong-bondong mencari kebutuhan untuk lebaran. Misalkan kebutuhan akan makanan dan baju baru.

Semua orang tentu ingin tampil rapi dan bersih di hari Raya. Bahkan sangat disarankan untuk mengenakan baju terbaik pada saat sholat Idul Fitri. Dan membeli baju baru yang sesuai dengan momen lebaran, dianggap sebagai salah satu solusinya.

Begitu juga dengan bulan Ramadhan. Biasanya umat muslim berlomba-lomba meningkatkan ibadah dengan berharap mendapat pahala lebih. Terlebih di bulan ini pula, pintu surga dibuka selebarnya oleh Allah SWT bagi siapa saja yang mengikuti perintahNya.

Agar ritual ibadah tidak terganggu, banyak yang menyiasati dengan merencanakan menu makanan untuk sahur dan berbuka. Dan kebiasaan ini pun banyak dimanfaatkan oleh para pedagang, baik pedagan konvesional maupun online, dengan berlomba menawarkan dagangan mereka dan memanfaatkan momen Ramadhan sale.

Masyarakat sendiri juga banyak diuntungkan dengan momen ini, karena pada event seperti Ramadhan sale ini, banyak sekali barang kebutuhan Ramadhan dan lebaran yang ditawarkan dengan harga yang lebih murah dari harga biasanya.

Dan dengan semakin banyaknya pasar online, konsumen Indonesia pun kini semakin banyak pilihan dalam memilih barang, termasuk makanan. Baik makanan siap saji ataupun makanan segar, kini dapat dengan mudah di dapatkan di pasar-pasar online.

Tidak jarang, harga di pasar online malah lebih murah dibandingkan dengan konvensional. Meskipun begitu, sebagai konsumen cerdas, tidak ada salahnya jika kita berhati-hati pada saat berbelanja kebutuhan Ramadhan dan lebaran.

Beberapa tips belanja untuk persiapan Ramadhan dan lebaran berikut ini, dapat Anda ikuti:


  1. Belilah kebutuhan untuk Ramadhan jauh-jauh hari. Mendekati awal Ramadhan, beberapa toko online biasanya memberikan harga yang lebih murah. Anda dapat memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan kebutuhan Ramadhan dan lebaran yang tahan lama, seperti kurma, kue-kue siap saji, produk makanan kemasan, dan lain sebagainya. 
  2. Belilah kebutuhan Ramadhan yang memiliki masa guna yang lama sehingga makanan tersebut atau barang tersebut bisa Anda gunakan pada saat lebaran nanti. 
  3. Tepat dalam memilih toko online. Lalu lintas perdagangan dan pengiriman barang mendekati dan pada saat bulan Ramadhan dan hari lebaran, biasanya sangat ramai. Karena itu, pilihlah toko yang tidak hanya memberikan pelayanan terbaik, tapi juga tercepat. 
Ramadhan sale yang ramai dengan diskon dan penawaran istimewa, sangat sayang untuk dilewatkan. Karena itu, mulailah untuk membuat daftar barang apa saja yang kira-kira Anda butuhkan. Dan gunakanlah momen Ramadhan sale ini untuk mendapatkan semua kebutuhan Anda dengan harga-harga yang lebih murah dari biasanya.

Nggak Pernah Bisa Konsisten? Mungkin Ada yang Salah dengan Pola Pikir Kamu



Selain berlangganan artikel parenting, kesehatan, dan digital marketing, saya juga berlangganan newsletter produktivitas.

Dan Jum'at kemarin, saya seperti disenggol dengan salah satu newsletter yang masuk. Judulnya "Feeling Follow Behaviour: The Key to Unlocking New Habits"; perasaan yang mengikuti kebiasaan kita; kunci pembuka kebiasaan baru.

Artikel ini saya peroleh dari Pattrick Buggy pemilik situs MindfulAmbition.net. Isinya nyindir (plus kasih solusi tentu) tentang perilaku kita yang seringkali tidak sejalan dengan keinginan yang sudah kita rencanakan.

Misalnya nih, pagi ini sudah berencana mencuci baju dan nulis dua artikel begitu kerjaan rumah selesai.

Tapi. saat melihat tumpukan cucian hanya seperempat keranjang, akhirnya berubah pikiran, nyucinya besok saja. Dan hari ini lebih baik konsentrasi menulis.

Nggak tahunya pas kembali ke laptop, chat di grup WA seru banget. Akhire nulis sambil balesin chat. Jangankan mau dua artikel, satu saja dari pagi sampai siang tidak ada yang selesai.

Paginya, saat cucian sekarang sudah satu setengah keranjang, dan seragam suami sudah tidak ada lagi cadangan, hujan turun lebat banget. Ditambah ada job masuk yang harus selesai hari itu juga. Terasa "bencana" masih kurang, mertua telpon, sore ini mau mampir ke rumah.

Langsung bikin status di Facebook "Andai Gue bisa Garukin Tembok Hari ini!" 😊

Nah, seperti itulah kira-kira yang Patrick Buggy maksudkan. Kita sering bikin rencana rapi, bikin goals besar yang sudah diurai kecil-kecil menjadi goals harian, tapi susah... sekali untuk terwujud, meski itu hanya tidak buka media sosial di pagi hari (ayo, tunjuk tangan siapa yang suka seperti itu? Saya ikutan, ya 😁).

Pola ketidakkonsistenan 


Mengubah perilaku itu memang tidak mudah. Sebagian besar dari kita tentu mengamininya. Meskipun perubahan yang kita inginkan itu hanya hal-hal kecil saja. Berhenti main gadget 30 menit sebelum tidur, baca Al-Qur'an selembar setiap hari, atau malah update blog seminggu sekali saja.

Semakin lebar "jarak" antara keinginan dan kenyataan, kadang membuat kita semakin benci dan malu dengan diri kita sendiri.

Kenapa sih, aku ini, jadi orang kok nggak konsisten banget. OMDO! 

Tapi sebelum mulai cari mentor-mentor motivasi, tidak ada salahnya kita simak uraian Patrick Buggy terlebih dahulu.

Menurut om Patrick, manusia itu punya pola dalam bertindak, yaitu dipikirkan terlebih dahulu, dirasakan, baru kemudian bikin action.

Misalkan contoh diatas, saat lihat cucian nggak sampai satu keranjang, perasaan kita hepi, dan merasa it is okay kalau tidak dikerjakan hari ini.

Padahal seandainya langsung dikerjakan, selain usai nyuci merasa puas,- karena satu to do list tercoret,- paginya pun tentu hepi kan, karena nggak ada lagi beban baju kotor?

Nah, sayangnya kita sering mengambil tindakan berdasarkan apa yang kita rasakan tentang pekerjaan tersebut saat itu. Enggak mikirin bagaimana hepinya kita nanti seandainya pekerjaan tersebut nggak ditunda. Dan sayangnya lagi, perasaan itulah yang akhirnya membuat kita memutuskan akan melakukan sesuai to do list atau tidak.

Sekarang jelas kan bagaimana framing dari ketidakkonsistenan kita? Jadi, kira-kira bagaimana mengatasinya?

Punya rencana? Just do it saja


Ya, lakukan saja. Nggak perlu mikirin cucian baru sedikit, besok bakal punya waktu luang lebih banyak, ... nggak usah. Just like Nike, Do It!

Begitu merencanakan habis masak mau nyuci, ya sudah, langsung nyuci saja. Mau cucian sedikit atau banyak, lakukan saja. Percaya deh, habis itu kamu bakal feeling happy. 

Dari Jum'at sore yang lalu, saya sudah mencoba saran om Patrick ini. Dan Alhamdulillah, selain lebih hepi, to do list saya banyak yang dapat check list akhirnya.

Nggak usah mikirin "Duh, aku bisa nggak, ya", jangan! Tulis aja to do list-nya, tentukan jamnya, dan lakukan. Sudah gitu, saja. Oya, tambahin doa ding, minta tolong pada Tuhan, kalau kamu pengen sanggup menyelesaikan semua to do list hari ini, without any delay. Okay?

Kalau sudah nyoba, jangan lupa ceritain, ya, di kolom komentar.

See you at another Productivity post,.... (Rahayu at +6282112715376)

Tips Memilih Jenis Mobil di Dealer Toyota Probolinggo



Salah satu kota di Jawa Timur yang mengalami peningkatan minat akan kendaraan roda empat. adalah Probolinggo. Peningkatan ini terjadi beriringan dengan pertumbuhan ekonomi disana.

Kota ini memiliki animo yang cukup tinggi terhadap merk mobil Toyota. Toyota merupakan produsen otomotif Jepang yang telah mengembangkan sayap di Indonesia bertahun-tahun yang lalu. Produsen otomotif ini juga sangat akrab di kalangan masyarakat Indonesia.

Ada banyak varian yang ditawarkan Toyota di pasar Indonesia. Apabila Anda bermukim di Probolinggo dan tengah mencari dealer Toyota Probolinggo, maka tentukan terlebih dahulu mobil seperti apa yang ingin dimiliki. Berikut kami berikan beberapa rekomendasi mobil sesuai dengan keperluan Anda.

Rekomendasi seri mobil Toyota sesuai budget dan keperluan 


 #1. Toyota Calya - Mobil Keluarga Budget Rendah 

Jika Anda hanya memiliki dana Rp100 hingga 200 juta dan ingin memiliki mobil keluarga yang mampu menampung banyak orang, maka Toyota Calya solusinya.

Mobil yang satu ini merupakan terobosan Toyota yang ingin menciptakan mobil dengan ruangan yang lega, tapi dengan harga yang terjangkau. Toyota Calya memiliki kapasitas penumpang 7 orang, dan berkekuatan mesin 60-80 Horsepower.

Meskipun mesin dari Calya tidak gahar, namun fakta bahwa mobil ini dapat mengangkut 7 orang tanpa beban, membuktikan Toyota Calya dapat dijadikan mobil yang bisa Anda andalkan.

#2. Toyota Yaris - Mobil Personal Masa Kini

Mobil Toyota selanjutnya yang bisa Anda pilih di dealer Toyota Probolinggo adalah Toyota Yaris. Varian ini sangat dikenal di Indonesia dengan desain dan konsep yang trendi dan kekinian. Ini menjadikan pemilik mobil lebih percaya diri saat menggunakannya.

Mobil ini membawa mesin yang hemat bahan bakar dan memiliki kapasitas penumpang 5 orang.

Yaris juga hadir dengan berbagai pilihan warna menarik. Tidak hanya itu, auto transmission pada fitur terbaru Toyota Yaris menjadikan mobil ini lebih lincah di jalan.

#3. Toyota Kijang - Mobil Domestik Cepat 

Ingin memiliki mobil yang ramah keluarga dengan tenaga yang mumpuni? Maka Toyota Kijang lah solusinya. Toyota yang satu ini memiliki daya tenaga yang lebih besar dibandingkan dengan Toyota Calya tapi memiliki kapasitas penumpang yang sama. Jadi, tidak perlu khawatir mobil jalan terlalu lambat saat membawa banyak penumpang.

Toyota Kijang, seperti namanya, dibekali dengan mesin lincah dan transmisi yang lembut; menjadikan mobil ini favorit bagi banyak konsumen di Indonesia.

Harga dari Kijang sendiri masih di golongan menengah yaitu 200 hingga 400 juta rupiah.

#4. Toyota Fortuner

Varian lain dari Toyota yang menjadi favorit banyak konsumen di Indonesia adalah Toyota Fortuner. Harga dari mobil yang satu ini memang lebih mahal dibandingkan mobil Toyota lainnya, yang ada di dealer Toyota Probolinggo.

Namun fitur yang dibawa tentunya menjadikan mobil ini unggul yaitu kecepatan mobil yang lincah, dan juga tenaga mesin yang besar. Dilengkapi dengan transmisi otomatis, performa Fortuner lincah dan cepat dengan bodi yang cenderung bongsor, dan berkapasitas 5 orang.

Bodi yang lega menjadikan Fortuner pilihan mobil keluarga bagi kalangan menengah ke atas. Adapun harga Fortuner bervariasi mulai dari Rp700 juta hingga 1 milyar.

Apabila Anda tengah mencari mobil Toyota dan ingin menemukan dealer Toyota Probolinggo dengan penawaran terbaik, maka Auto 2000 jawabannya. Dealer ini merupakan dealer Toyota terbesar dan juga resmi di Indonesia. Cabang Auto 2000 tersebar di banyak kota. Tidak hanya itu, di dealer ini Anda juga bisa mengakses situs online dan melaksanakan transaksi di www.auto2000.co.id.

Itulah beberapa tips memilih mobil, semoga bermanfaat.

Kalau FB Tutup, Kamu Pindah Kemana?



Sepanjang hari Minggu, timeline saya penuh dengan pertanyaan "Kalau Facebook tutup, kamu mau kemana?". Eaaaa.... Timeline Bu-ibu, isinya apa?

Kabar jika kemungkinan pemerintah menutup akses pengguna Facebook, memang cukup membuat khawatir. Bagi saya, Facebook itu media sosial paling ramah. Siapa saja bisa berada di dalamnya. Mulai dari yang profesional, sampai hobi buat status abal-abal dan alay, semua bisa ada berada disana (dari titik ini, sepertinya misi Om Zukeberg berhasil, ya 😀).

Apalagi buat kami yang berprofesi sebagai Blogger, Facebook selain sarana berhubungan dengan saudara yang berjauhan, teman lama, dan mantan; juga sebagai sarana mengais mendapatkan peluang pekerjaan.

Bagi saya pribadi, ditutup atau tidak, sebetulnya tidak begitu mengkhawatirkan, menurut saya masih banyak media sosial lainnya yang dapat eksplorasi. Dan siapa tahu, malah pekerjaan saya menjadi lebih baik disana. Ya, tentu saja semua membutuhkan penyesuaian baru, trik baru, dan menjalin pertemanan, dan seterusnya.

Tapi karena kebawa status teman-teman iseng saya mulai menjelajah satu-satu media sosial selain Facebook. Sambil mengukur, kira-kira media sosial mana yang paling nyaman untuk saya.

Alternatif media sosial selain Facebook, plus dan minusnya


Media Sosial yang pertama kali saya pikirkan adalah Twitter. Selain memang sesekali mengguakan media ini untuk kampanye, teman-teman saya pun sudah cukup banyak disana. Lumayan familiar lah dengan seluk beluk Twitter. Semua teman yang ada dalam grup Arisan Link-pun juga pertama kali juga akan memilih media sosial ini, jika pada akhirnya pemerintah memblokir Facebook.

Sayang Twitter penuh sekali dengan ujaran kebencian, sering digunakan kampanye politik, dan konten pornografi kadang tidak tersaring. Pembaharuan linimasa-nya pun cepat sekali. Status pun dibuat dengan kata yang disingkat-singkat demi memenuhi jumlah kata, tapi pesan tetap tersampaikan. Buat saya, itu nggak nyaman.

Pikiran saya kemudian menimbang Instagram, lagi-lagi, karena memang sudah cukup familiar, sudah menggunakan, dan sudah cukup banyak teman disana.

Sayang, Instagram adalah platform media sosial yang mengharuskan penggunanya menggunakan foto untuk memperbaharui statusnya.

Buat saya, ini adalah hal lain "yang enggak banget". Lha, saya jarang pergi, jarang juga foto-foto, mau update pakai apa? 😀

Iseng, akhirnya saya mencoba mengeksplorasi lagi, beberapa platform media sosial lainnya. Dan berikut ini pengalaman saya.

1. Realcom


Saya kenal Realcom di awal tahun ini, saat diundang untuk mini launching aplikasi mereka. Aplikasi ini memang diutamakan untuk sarana belajar dan mengajar, namun dibuat dalam format media sosial.

Dan kemarin, setiap kali ada yang membuat status tentang "pindah kemana kamu" saya pasti jawab Realcom. Ya, itung-itung promosi lah. Siapa lagi sih, yang mau promosoin aplikasi buat anak negeri ini, kalau bukan sesama anak negeri juga.

Saya biasanya titip link post blog di aplikasi ini. Lumayan sih, bisa mendatangkan trafik. Tapi saat ini Realcom masih sepi interaksi, pemilik akunnya mungkin masih sibuk beraktivitas di media sosial lainnya.

Jadi, sambil nunggu Realcom ramai pengguna, saya coba ngintip ke Google Plus.


2. Google Plus


Siapa saja yang menggunakan layanan surat elektronik Gmail, pasti memiliki Google plus. Tinggal aktif atau tidak menggunakannya.

Sebagai Blogger, saya sering menggunakan platform ini untuk berbagi link saja. Tapi setelah hampir seharian mengeksplorasi disana, sepertinya platform ini bisa menjadi alternatif selain Fb.

Ya, memang tidak seluwes Fb, saat kita menyukai satu postingan, sama arti kita membagikan post tersebut ke lini masa kita. Tapi menurut saya lumayan lah. Jumlah kata tidak bisa dibatasi disana. Tidak haris juga menggunakan gambar.

Sayang, ketika kita mengikuti satu komunitas, maka semua post dari komunitas tersebut akan masuk ke pemebritahuan dan beranda kita. Kurang nyaman sih, tapi masih okelah.

3. Pinterest


Jujur saya tidak terlalu aktif pada platform media sosial ini. Biasanya saya menggunakannya hanya untuk mencari referensi gambar dan atau tips-tip DIY.

Kemarin, saya mencoba akrab dengan aplikasi ini. Lumayan seru sih, bisa sortir-sortir, berita apa saja yang kita inginkan ada dalam beranda kita. Tapi ya, itu... harus dengan gambar.

Ya ampun... masalah banget ya? Ya iyalah, soalnya saya bermasalah dengan foto dan gambar nih 😀
Apalagi kebanyakan post disana kan tips. Lha kalau saya bilang parenting, tapi jarang mengunggah foto keluarga dan anak, gimana dong he he. Nggak pas banget sepertinya. Paling platform ini akan saya pilih untuk share update post saja.

4. LinkedIn


Ini sebetulnya platform yang paling pas untuk branding jasa yang kita tawarkan. Tapi menurut testimoni beberapa teman, paling susah kalau harus post atau update status di LinkdIn; nggak bisa suka-suka. 😀😀

Dan saya pun merasakan hal yang sama. Meski sudah menginstal aplikasi ini dalam ponsel, tapi tetap, interaksi yang bsia saya lakukan paling banter hanya membagikan jempol saja.  😊😊
Tapi Alhamdulillah, dari ahri ke hari, koneksi saya di jejaring profesional ini semakin berkembang. Sepertinya bisa jadi lirikan nih, kalau Facebook akhirnya dilarang di Indonesia.


Nah, kalau kamu gimana friends, mau pindah kemana kalau Facebook tutup? Jangan biilang ke Meikarta, ya ha ha ha.

See you at another #myminuteslife post, Rahayu at rahayupawitri@gmail.com



6 Bahan Alami untuk Perawatan Wajah

6_bahan_alami_untuk_perawatan_wajah


Post ini terinspirasi dari status teman di Facebook yang menanyakan produk perawatan wajah untuk usia 40 tahun.

Kebetulan tahun ini saya juga memasuki usia 40 tahun. Selain tentang mindset yang berubah, saya juga mengadakan perubahan di beberapa aspek hidup saya #tsaah, salah satunya adalah cara saya merawat wajah.

Kalau dulu, saya cuek banget dengan perawatan wajah. Merasa punya wajah yang tahan dengan semua macam kosmetik, plus karena ... ya malas aja.

Saya sepertinya memang bukan tipe orang yang telaten merawat wajah. Kalau lah punya produk perawatan komplit, paling hanya 3-4 kali pakai saja. Setelahnya biasanya lupa atau sudah keduluan ngantuk. Apalagi kalau sedang dikejar tenggat waktu artikel. Halah...! Lupa semua jenis tetek bengek untuk wajah!

Hasilnya produk perawatan wajah yang saya beli, sering banget dibuang bukan karena habis dan tinggal botolnya saja, tapi karena kadaluarsa.
Akhirnya, pilih perawatan wajah yang praktis-praktis saja. Membersihkan wajah, ya cukup dengan sabun muka saja.

Tapi nih, sejak Hana masuk SD, saya jadi iri dengan salah satu wali murid di kelas Hana. Beliau ini sudah berumur, tapi wajahnya terlihat bersih banget. Tidak ada satu pun noda hitam di wajah Beliau. Padahal, seperti pengakuannya, Beliau nggak pernah perawatan di salon atau pakai produk perawatan yang jutaan.

Kalaulah ada produk perawatan yang Beliau gunakan, hanyalah sabun susu yang banyak dijual di toko-toko online saat ini.

Penasaran, saya pun beranikan diri bertanya, apa yang menjadi rahasia Beliau. Dan jawabannya sungguh mengejutkan, karena semua bahan perawatan itu hanya dari dapur Beliau. Apa saja? Inilah beberapa bahan yang biasa berada di dapur, serta manfaatnya untuk wajah. 

Bahan alami untuk perawatan wajah


1. Endapan cucian air beras 

Air beras mengandung banyak vitamin B1 dan diyakini dapat membantu mengurangi flek-flek hitam pada wajah serta mengembalikan kesegaran wajah.

Cara menggunakannya pun sederhana. Seusai mencuci beras, tuang air cucian pada baskom atau ember kecil.

Biarkan air cucian sekitar 15 sampai 20 menit atau telah terbentuk endapan pada dasar wadah. Buang bagian atas air, gunakan endapan untuk masker.

2. Tomat

Yang satu ini sudah saya coba dan buktikan khasiatnya.

Ceritanya tiga bulan belakangan saya sedang amat sangat malas merawat wajah.

Paling hanya pakai sabun muka dan pelembap, itupun kalau tidak lupa. 😁 Akibatnya selain wajah saya lebih kusam, noda hitam di wajah pun semakin jelas kelihatan.

Eh, ndilalah, saudara malah mengajak meramaikan pesta pernikahan anaknya. Haduh, bingung saya, bagaimana cara mengurangi (iya, paling enggak kurangi deh, kalau nggak bisa hilang) flek hitam di pipi kanan dan kiri ini.

Selama seminggu sebelum hari H saya rajin-rajin saja olesi muka dengan irisan tomat. Sehari dua kali, pagi dan malam.

Nggak perlu pakai tiduran, cukup diiris, oles-oles di muka. Selesai cuci piring, bilas muka. Selesai kan?

Hasilnya? Lumayan samar sih, seperti foto berikut ini.... 😁



3. Jeruk nipis

Kata si ibu, jeruk nipis dan madu juga bisa untuk mengurangi flek di muka. Cukup sesendok madu sama beberapa tetes air jeruk nipis, dan oleskan pada muka yang bermasalah.

Biarkan kering, barulah bilas dengan air hangat.

4. Gula pasir dan madu

Resep yang ini tidak untuk menghilangkan flek, tapi untuk melembabkan atau melembutkan bibir yang kering

Caranya juga sederhana; amnbil sedikit madu, taburi gula pasir, kemudian gosokkan perlahan pada bibir.

5. Telur putih

Sudah lama telur putih menjadi salah satu resep sederhana untuk mengencangkan kulit. Begitu juga dengan temen saya ini, sesekali Beliau juga mengoleskan putih telur di wajah guna mengurangi kerut di muka.

6. Lidah buaya

Resep yang terakhir ini dari ibu saya. Saat ini Beliau hanya sesekali mengoleskan tomat, lebih sering mengoleskan lidah buaya untuk mengurangi kerutan pada wajah.

Nggak ada lidah buaya di rumah? Ya, udah mulai nanam aja dari sekarang. 😁😁😁


Itulah 6 bahan alami yang dapat digunakan untuk perawatan wajah. Nanti kalau ada lagi, saya update daftarnya. See you at other beauty tips.




Pic. made using Canva,
Tomato and Honey taken from Canva, Lemon from pixabay.com

Jual Furniture Kantor Jakarta dengan Desain Elegan, Murah, dan Berkualitas

Furniture kantor yang sesuai kebutuhan, fungsional, dan gaya,
bisa membantu menjaga semangat bekerja Anda


Tampilan furniture kantor merupakan salah satu faktor pembangkit mood dalam bekerja. Betapa tidak, furniture kantor yang lusuh dengan segudang pekerjaan yang menumpuk drastis menurunkan kinerja pekerjaan hingga stress tingkat tinggi. Lalu, bagaimana cara mengatasi hal tersebut? Yuk, ganti furniture kantor yang sudah lusuh dengan furniture baru yang lebih elegan, murah, dan berkualitas.

Caranya mudah saja, cukup dengan mengunjungi Jual Furniture Kantor Jakarta. Secara otomatis, Anda akan mendapatkan referensi furniture kantor dengan kualitas yang tak perlu diragukan lagi, dan tentunya dengan harga yang tidak membuat kantong menjerit.

Trik memilih furniture kantor


Sebelum menentukan koleksi furniture kantor yang tepat, terlebih dahulu Anda mesti memperhatikan tata letak, kecocokan desain, ukuran ruang kerja, ukuran furniture atau bahkan kenyaman gerak.

Dan berikut ini sedikit tips sebagai bahan pertimbangan dalam memilih furniture yang tepat, agar stabilitas mood Anda selalu terjaga di ruang kerja.

1.Perhatikan kebutuhan Anda 

Yap, ini benar sekali. Untuk apa memilih furniture kantor yang mesti sesuai dengan gaya hidup tapi sama sekali tak sejalan dengan apa yang menjadi kebutuhan. Kadang-kadang kita merasa, apa yang menjadi trending topic itulah yang paling tepat. Padahal, memilih furniture kantor dengan cara tersebut hanya membuat pengeluaran kantor menjadi bengkak dan tidak teratur.

2.Sesuaikan ukuran furniture dengan ruangan kerja 

Sebelum membeli furniture kantor yang sesuai dengan kebutuhan, menyesuaikan ukuran juga menjadi salah satu hal yang paling penting. Baik itu menyesuaikan ukuran furniture kantor ataupun menyesuaikan ukuran ruang kerja. Jangan sampai ukuran furniture kantor nantinya malah menjadi pembatas gerak, sehingga Anda merasa tidak nyaman.

3.Pilih desain furniture yang ramah hati 

Sebenarnya poin ini tidak kalah pentingnya dari poin sebelumnya. Kenapa demikian? Desain furniture kantor memang wajib dipertimbangkan terlebih dahulu. Misalnya dalam pemilihan warna, bentuk, ataupun kenyaman penggunanya. Agar mood tetap stabil, diperlukan warna-warna yang cerah sehingga ketika memandangnya, suasana hati akan terasa lebih baik.

4.Usahakan memilih furniture fungsional 

Poin yang satu ini memang sering terlewatkan. Kadang ada pemikiran yang menyatakan bahwa ketika barang-barang di kantor mulai bertambah jumlahnya, maka ide selanjutnya adalah membeli tambahan furniture untuk penyimpanan barang-barang tersebut.

Ini juga terbilang mubazir. Ada baiknya memperkirakan barang apa saja yang akan dimuat beserta jumlahnya. Tak ada salahnya jika kita membeli furniture kantor fungsional. Selain menghemat biaya, furniture fungsional juga dapat menghemat space di ruang kerja Anda.

5. Low budget but high quality 

Biasanya, masyarakat Indonesia terbiasa dengan stigma “ada harga, ada kualitas”. Tapi, tidak berarti segala sesuatu yang dijual murah tidak memiliki kualitas yang patut dipertimbangkan.

Terbilang susah memang dalam menemukan furniture kantor Jakarta dengan harga murah tetapi berkualitas tinggi.

Anda bisa temukan furniture kantor Jakarta dengan desain nan elegan, murah, dan berkualitas hanya di oscarfurniture.com. Berbagai macam furniture kantor tersedia untuk menjawab berbagai kebutuhan Anda.

Dapatkan promo tawaran menarik dan diskon spesial untuk setiap pembelian furniture kantor idaman Anda. Jadi, tunggu apalagi? Segera kunjungi Oscar Furniture store selagi dalam masa promo.

Pengalaman Menggunakan Layanan BPJS di Klinik Husada Tambun

klinik_husada_farma_tambun_faskes_1_bpjs


Dari kemarin, saya sudah sangat rindu pada aktivitas Blogging.

Sejak 3 hari kemarin sama sekali tidak menyentuh komputer. Si Ungu bobok cantik ngedekem dirumahnya. Jangankan satu artikel, hanya sekedar ngedraft, atau bikin foto saja tidak bisa.

Di hari Minggu, saya sibuk beberes lemari pakaian, iseng mencoba sistem Konmari. Senin dan Selasa antar Hana cabut gigi. Wassalam deh, ngeblognya.

Padahal ide ngeblog sudah numpuk di kepala. Mulai dari pengalaman mencoba metode konmari, cara mencegah varises, perawatan alami wajah, film Bilal, sampai pengalaman saat menggunakan BPJS kemarin.

Alhamdulillah, hari Kamis ini, semua sudah settle down, dan bisa kembali ke aktivitas nulis lagi.

So, saya mulai aja ya, post tentang pengalaman menggunakan BPJS di klinik Husada Farma, Tambun Selatan.

Pengalaman saat menggunakan BPJS pertama kali di faskes 1 klinik Husada Farma, Tambun


Ini adalah pengalaman pertama saya dalam menggunakan layanan BPJS sendiri. Dulu hanya bisa jadi pengantar Bapak dan ibu, yang yach... cuma tinggal berangkat, duduk, dan selesai.

Klinik Husada Farma ini merupakan faskes pertama yang memang sudah ditentukan oleh kartu yang kami miliki. Jadi, saya tidak perlu membawa foto kopi kartu, dan tetek bengek pendaftaran pasien BPJS lainnya. Berbeda dengan BPJS Bapak dan Ibu saya, karena Beliau berdua memerikasakan diri di Rumah sakit rujukan, jadi harus selalu melampirkan kartu BPJS fotokopi, Kartu Keluarga, dan lainnya (lupa, maaf 😀).

Klinik Husada Farma terletak di dekat pasar Tambun. Cukup berjalan ke arah timur beberapa meter saja, kita sudah akan sampai di klinik ini. Patokan lainnya, adalah masjid At-Taqwa. Ya, klinik Husada memang ada di seberang masjid besar ini. Jadi, kalau lama nunggu antrian, nggak usah kawatir akan ketinggalan sholat. Tinggal nyebrang jalan aja, kok.


Layanan BPJS di klinik Husada Farma Tambun


Saya menggunakan layanan cabut gigi di klinik ini. Poli gigi di klinik Husada Farma, Tambun melayani dari hari Senin hingga Jumat, mulai pukul 13.00 WIB sampai selesai. Hanya saja poli gigi di klinik membatasi jumlah pasiennya.

Saya tidak tahu berapa jumlah pastinya, tapi saat datang di hari Senin kami ditolak karena jumlah pasien telah mencapai 18 orang. Kami disarankan datang di hari berikutnya.

Saat itu saya mencoba nego untuk mendaftar di hari Senin, tapi untuk layanan di hari Selasa. Dan ternyata tidak bisa. Bahkan ketika di hari Selasa kami datang sebelum jam satu siang pun, kami tidak dibolehkan mendaftar.

Ternyata memang ada triknya. Jadi, datanglah sebelum pukul 13.00. dan kumpulkan kartu pada kotak pendataran khusus poli gigi (ada dua kotak di meja pendaftaran, satu untuk pengobatan umum, dan satu lagi untuk poli gigi). Begitu masuk jam satu, petugas pendaftaran akan langsung mendata pasien gigi, dan sepertinya, sudah tidak menerima pasien lagi jika kartu diletakkan lewat jam satu siang. 😀

Kalau menurut saya, layanan pasien BPJS di klinik ini cukup rapi. Petugasnya juga lumayan ramah kok. Mereka mau menjawab pertanyaan kita terkait metode pendaftaran.

Tapi mungkin, karena banyak pasien yang mendaftar, informasi via telepon kadang tidak mereka layani. Entah karena sibuk, atau karena sebab lain, saya kurang tahu.

Ruangan tunggu nya juga cukup rapi. Dan untuk pasien umum, karena mungkin bukanya dari pagi (jam buka di klinik Husada Farma pukul 8.00 - 22.00 WIB), maka pasien cepat terlayani.

Saat hari Senin, pasien antri memang cukup banyak, tapi saat hari Selasa, jam dua siang saja, pasien pengobatan umum sudah selesai.

Dari dua kali datang itu saya menyimpulkan, kalau bisa sih, datang berobatnya jangan hari Senin. Lebih baik hari Selasa - Kamis. Itu juga kalau sakitnya bisa ditahan sih, 😁😁😁.


Yo wis, gitu aja ya, pengalaman menggunakan layanan BPJS di Klinik Husada Tambun. See you at another post review. (rahayupawitri@gmail.com; 08211271537)