-->

Ibu Rumah Tangga Juga Butuh Jadwal Harian, Lho...

bagaimana_mengatur_waktu_untuk_ibu_rumah_tangga


Ah...akhirnya, kesibukan hari ini hampir berakhir juga. Setelah kemarin seminggu sibuk dengan pekerjaan baru, dan hari ini sibuk dengan "semua-kerjaan-rumah-yang-numpuk", Alhamdulillah, semua selesai. Jadwal pekerjaan, PR, janji-janji, untuk seminggu ke depan juga sudah tersusun. Alhamdulillah.

Jam 21.43 WIB. Udah wayahe tidur si, tapi tadi pas bikin jadwal harian, saya jadi inget curhatan salah seorang kawan di pengajian.

Jadi ceritanya, si Ibu ingin meningkatkan amalan sunah, sayang, waktu Beliau selalu habis untuk pekerjaan rumah dan menemani putrinya yang masih balita. Beliau curhat dalam forum, bagaimana caranya agar ia bisa mengatur waktu dengan baik.

Alasan ibu rumah tangga membutuhkan jadwal


Tuink-tuink, sinyal di kepala saya langsung bunyi begitu mendengar kata "mengatur waktu" 😁😁 Semacam saya merasa sudah pandai mengatur waktu saja, ya... He he he.

Tapi jujur, saya punya motivasi sih, pengen ngajak para ibu rumah tangga untuk juga pandai mengatur waktu.

Apalagi sebagai muslim, sudah menjadi kewajiban untuk pandai-pandai memanfaatkan waktu. Baik Al-Qur'an atau pun sabda Nabi, sudah banyak menyebutkan tentang hal itu. Allah sudah berjanji, akan menaikkan derajat siapa saja yang pandai memanfaatkan waktu dengan baik. Coba bayangkan, jika seorang ibu bisa menggunakan waktu dengan baik, dan kemudian mengajarkan hal tersebut kepada anaknya,  then we can hope for a better world, right?

Artikel terkait: Bagaimana Mengatur Jadwal Ibu Rumah Tangga Muslimah

Okay, back to the post ye....

Jika sudah bicara masalah pekerjaan rumah tangga, rata-rata ibu pasti akan berkata, "Pekerjaan rumah tangga itu banyak, enggak ada habisnya."

Ya emang bener si, tapi itu kalau diturutin semua, tanpa prioritas.

Tapi hidup seorang ibu kan nggak cuma bersih-bersih, nyapu, masak, dan nyuci 'kan? Butuh upgrade diri melalui belajar, ngumpul sama teman, atau sekedar nonton drakor (perlu disebut? Iya...! 😀😀).

Karena itu, ada baiknya seorang ibu rumah tangga (meski tanpa sambilan apapun) tetap punya jadwal harian.

Oya, selain suka kepoin blog-blog parenting di Indonesia, saya juga suka jalan-jalan ke blog-blog parenting luar negeri. Awalnya saya pengen tahu bagaimana cara mereka mendidik anaknya agar berani berkata tidak, juga lebih mandiri.

Nah, disaat jalan-jalan itulah, saya menemukan momy-momy disana tu kok profesional banget ya, mereka punya jadwal pekerjaan rumah tangga bulanan, mingguan, juga harian.

Dari situlah, saya jadi berpikir, jika seorang ibu rumah tangga juga perlu jadwal pekerjaan, baik harian, mingguan, atau bulanan.

Dan dari pengalaman saya trial and error manejemen waktu, saya menemukan ada beberapa manfaat jadwal pekerjaan/ jadwal harian untuk ibu rumah tangga, yaitu:

1. Jadwal harian akan memberi gambaran jelas apa yang harus ibu kerjakan

Punya pengalaman seperti ini nggak; pas mau arisan, baru sadar jika debu di telaris sudah sangat tebal? Eh, korden ternyata belum diganti dari bulan lalu. Baru ngeh juga kalau tutup kulkas ternyata sudah menghitam.

Padahal hari itu juga harus ambil kue, siapin minuman, jemput anak sekolah, .... eaaa... pusing deh pala berbi!

Begitulah pikiran seorang ibu memang banyak. Ruwet, nyambung-nyambung kayak mie keriting (minjem istilah mbak Bety Kristanto 😂).

Dengan jadwal, ibu akan bisa melihat dengan jelas apa saja yang  harus ibu kerjakan di hari itu; mana yang harus dikerjakan lebih dulu, dan mana yang bisa dikerjakan nanti. Pekerjaan mana yang bisa didelegasikan, atau malah tidak usah dikerjakan karena tidak mempengaruhi kegiatan di hari itu.

2. Jadwal harian akan membantu ibu menentukan prioritas


Seperti yang ibu peserta pengajian keluhkan diatas, Beliau ingin memiliki lebih banyak waktu untuk beribadah, plus pekerjaan rumah juga beres.

Dengan membuat jadwal, ibu akan mempunyai gambaran besar, pekerjaan mana yang penting, penting tapi bisa dikerjakan nanti, penting tapi tidak harus selesai sekarang, dan seterusnya.




3. Jadwal akan membantu ibu memenuhi tujuannya


Jika ibu sudah tahu apa saja yang harus dikerjakan di hari itu, mana yang harus lebih dahulu dikerjakan, maka ibu akan lebih mudah mencapai apa yang ia inginkan. Misalnya beribadah sunah, waktu me time dengan anak yang lebih banyak, dan seterusnya.

Tips membuat jadwal harian untuk ibu rumah tangga

Nah, sekarang setelah tahu manfaat mengatur waktu, maka sekarang saatnya ibu memulai untuk mengatur waktu.

Dari beberapa diskusi tentang tip dan trik mengatur waktu, ada satu hal yang sering kali menjadi kendala: tidak percaya diri jika mampu mengatur waktu.
Belum mulai saja para ibu ini sudah bilang, "Aku bisa nggak, ya?", "Ah, paling nanti banyak gangguan", "Malaslah kalau harus mencatat. Toh, kerjaannya itu-itu aja."

Pertanyaan (dan pernyataan) ini memang wajar, terlebih bila melihat pola keseharian yang masih sering berantakan manajemen waktunya.

Sayangnya, perasaan ini mempengaruhi akan "kekuatan" untuk memulai. Andaikan harus melalui jalan yang menurun, belum melangkah, mental sudah ciut dulu.

Jadi, bila memang berniat untuk mengatur waktu dengan baik, bersihkan dulu semua pikiran negatif. Luruskan niat. Saya yakin Ibu sudah paham, jika orang -orang yang sukses adalah mereka yang bisa mengatur waktu dengan baik.

Nah, jika pikiran negatif sudah hilang, dan niat yang benar sudah digenggam, mari kita mulai langkah manejemen waktu untuk ibu rumah tangga.

1. Buat daftar pekerjaan

Daftar pekerjaan ibarat tujuan yang hendak Ibu capai dalam satu hari. Iya, betul memang hanya masak, nyuci, belanja, jemput anak, bersihin debu meja ... tapi tetap semua itu harus Ibu tulis.

Di awal membuat daftar pekerjaan, Ibu mungkin akan teringat pekerjaan-pekerjaan yang biasanya malah tidak Ibu kerjakan dalam satu hari. Misalnya melap rak buku, debu dibalik teralis jendela, mengganti korden dan lain sebagainya.

Saran saya, tulis saja dulu semua. Jika sudah selesai, mulailah Ibu kelompokkan, mana yang pekerjaan yang harus selesai setiap hari, dan mana kelompok pekerjaan mingguan, dan bulanan.

2. Prioritaskan


Jika Ibu sudah mengelompokkan pekerjaan, sekarang waktunya ibu untuk untuk mengurutkan jenis pekerjaan mana yang harus selesai di waktu pagi, siang, dan sore.

Bagi para ibu dengan anak sekolah, prioritas utama mempersiapkan semua keperluan sekolah si kecil, membereskan dapur ketika si kecil sudah berangkat, dan seterusnya.

Saya sendiri mengatur waktu based on jam-jam yang fix. Misalkan jam menjemput Hana atau jam sholat. Dengan menggunakan patokan seperti itu, plotting pekerjaan akan lebih mudah. Dan Insha Allah tujuan yang diinginkan pun akan lebih cepat tercapai.

3. Set waktu untuk setiap kegiatan


Selain mengurutkan dan mengkategorikan daftar pekerjaan, jangan lupa untuk menetapkan lama waktu setiap pekerjaan.

Saat awal belajar mengelola waktu, kadang ibu akan akan merasa terburu-buru melakukan pekerjaan, Jangan merasa lelah ya, Bu. Ini wajar, karena kita sedang dalam masa peyesuaian.

Saran saya, cobalah untuk lebih longgar, lebih realistis. Jika biasanya nyuci dan jemur baju 3 ember itu dua jam, ya alokasikan juga waktu selama dua jam untuk menyuci.

Jangan lupa, terus amati, berapa rata-rata waktu yang ibu butuhkan. Jika nanti sudah terbiasa, pasti ibu akan lebih santai mengerjakan semua pekerjaan ibu.


Hanya tiga langkah itu saja sebetulnya yang ibu butuhkan; daftarkan, kategorikan, dan tetapkan. Mudah dan sederhana. Namun memang pada prakteknya, selalu saja ada kendala. Apa saja kendala dalam mengelola waktu ibu, dan bagaimana cara mengatasinya, akan saya bahas di post selanjutnya, ya Ibu. Saat ini, cobalah praktekkan. Dan semoga niat Ibu untuk lebih banyak waktu ibadah (atau apapun itu), segera terwujud. Salam.

12 komentar

  1. Kalau ibu rumah tangga nggak punya jadwal harian, biasanya bikin bingung. AKu paling nggak bisa tanpa jadwal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, kalau sudah terbiasa dengan jadwal, malah nggak produktif lagi kalau nggak bikin.

      Hapus
  2. Bisa diterapkan nih, apalagi buat para pengantin baru. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. HUaaa....selamat menempuh hidup baru. Iya, mumpung masih adaptasi dengan dunia baru, mending rapi dari mula. biar ga berantakan nantinya, Selamat mencoba mbak, terima kasih sudah mau main ke blog saya :)

      Hapus
  3. Noted mbak, aku beberapa kali berusaha buat ngatur waktu tapi suka banyak toleransinya, lalu menyesal kemudian. Tapi makasih mbak udah mengingatkan lagi buat atur waktu. Kayaknya ini memang harus dilakukan terus menerus biar terbiasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kembali ...

      Aku juga ga selalu sukses kok mbak. Tapi ya itu, sepengalamanku, kalau sudah dicatat, waktu di plotting, biarpun ada gangguan, Insha Allah, semua akhirnya tetep bisa jalan.

      Hapus
  4. sebenernya ini berat mb buat aku yang terbiasa kerja selama 11tahun dan karena keluarga harus jadi ibu rumah tangga yang sebelumnya samasekali ga bisa urusan rumahtangga terbiasa dg ART dan sekarang
    * tanpa ART
    * hamil muda
    * ada anak batita usia 1th

    duhh ini PR banget buat aku yang harus belajar sekaligus adaptasi dengan dunia baru ibu rumah tangga... semoga qonaah dan istiqomah dan semoga semua usaha dan niat ini jadi jalan jihad untuk mengurus keluarga karena cinta..
    bismillah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin....

      Semangat kakak, "gunakan ketrampilan management waktu bekerja untuk mengurus rumah tangga", itu tips yang dulu saya peroleh dari editor saya. Insya Allah dengan cara itu ada kepuasan tersendiri saat kita dapat melakukannya dengan baik.

      Jika boleh memberi saran, jangan terlalu merasa bersalah karena kita merasa perlu waktu untuk menyesuaikan diri, terima saja. Perasaan itu normal kok, semua orang juga merasakannya. Akui dan terima, Insya Allah, prosesnya akan menjadi lebih mudah nantinya.
      Terima kasih karena sudah berkunjung ke blog saya, ya.

      Hapus
  5. mbaa boleh gaa di foto contoh jadwal harian mingguan dan bulanan yg sdh mba buat? ditunggu ya mbaa contoh nyaa...boleh wa ke no ku mbaa..081297687440..atau ke email ini mbaa..fitri.199234@gmail.com...jadi ceritanya aku ini memang dari sekolah segala macam di catat..di buat tabel jadwal dan to do list nya..cuma sejak menikah mnjd ibu rumah tangga yg di awal mnikah saat kondisi hamil slma 9bln banyak prjuangan mual muntah smpai gak bisa ngapa2in..dan brlanjut urus smuanya sndri rasanya lelah lemas dan kdg smngat jd hilang krn udh capek dlu an..hhmm gimana ya mbaa..sy sdh atur waktu buat jadwal serapih mungkin ssuai jam harian, mungkin krna kecapean jd suka bablas ketiduran atau rebahan atau tdk terealisasi karna wktu mengobrol dn brmain dgn anak dn suami ke luar rumah...seneng sih diahak main keluar tp di pkiran keingetan jdwal yg bablas lagi gak kepegang..hhhuuft...mohon sharing nya mbaaa

    BalasHapus
  6. Mba, ingin tahu contoh list kegiatan harian seperti apa? Karena saya bekerja tp ga ada ART,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik, saya susun dulu artikel dan contohnya ya

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar pada pertanyaan atau hubungi WA 08131 2658 622 untuk kerjasama dan diskusi.