-->

Rahasia Nyamuk, dan Cara Mengatasinya

HIT Expert Baru untuk Nyamuk Bandel


"Dik, kamar disemprot, nggak?"
"Iya dong, Bu, Hana dah mulai ngantuk, ni?"

Begitulah kegiatan kami setiap kali jam sudah menunjukkan jam tidur. Semprot kamar, kosongin satu jam, baru beranjak tidur. Kegiatan yang menurut saya sebetulnya sudah cukup umum, standar, dan aman. Nggak tahunya... ternyata cara saya ini salah. Tidak mencukupi standar keamanan untuk membebaskan rumah dari nyamuk.

Fakta dan mitos nyamuk

Tanggal 23 kemarin, saya main  D'lab, kumpul bareng komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) dan HIT obat nyamuk. Kami ngobrol tentang fakta nyamuk yang makin bandel dari hari-kehari.

Hadir di acara tersebut Dr. Lula Kamal yang merupakan Brand Ambasador HIT sekaligus nara sumer ahli dalam "HIT Expert - Basmi Nyamuk Bandel"

Acara dibuka dengan perkenalan nara sumber dan games tentang mitos dan fakta nyamuk. Dari games inilah, saya akhirnya tahu ternyata cara saya melindungi keluarga dari gangguan nyamuk telah salah dan tidak efektif.

Untuk efektif membasmi nyamuk, kita harus mengetahui terlebih dahulu karakteistik nyamuk. Apa saja karakteristiknya, berikut fakta dan mitos seputar nyamuk.


Fakta dan mitos nyamuk yang harus kamu tahu


#1. Mitos: Nyamuk hanya serangga kecil biasa, hanya satu dua jenis saja yang berbahaya. 
 
 Fakta: Nyamuk ternyata menjadi hewan yang paling mematikan di seluruh dunia.

Yap, that's small creature yang suka nguing-nguing tu ternyata termasuk makhluk yang mengerikan. Bahkan di tahun 2016 kemarin, terjadi 201.885 kejadian DBD di 34 propinsi, dengan jumlah meninggal 1.585 orang. Serem, ya.

Nyamuk juga bisa sangat berbahaya bagi mereka yang menderita alergi. Selain bisa menimbulkan bentol, juga bisa berakibat yang lebih parah.

#2. Mitos: Nyamuk lebih banyak di musim hujan
   
Fakta: Udara makin panas, nyamuk lebih banyak

Nyamuk termasuk binatang yang cepat beradaptasi. dan sangat menyukai udara lembap. Dan di udara panas, nyamuk lebih cepat berkembang biak. Suhu yang tinggi juga membuat siklus nyamuk lebih cepat (cepat juga berkembang biak), tapi membuat bentuk nyamuk lebih kecil.

 Akibatnya, nyamuk lebih butuh banyak makan (aka. darah) untuk menormalkan ukurannya.

#3. Mitos: Nyamuk suka hidup di air yang tergenang dan kotor

Fakta: Nyamuk justru menyukai tempat yang bersih. 

Itulah mengapa, nyamuk malah lebih banyak bersarang di baju-baju bersih yang tergelantung, atau air yang tergenang di tempat-tempat tersembunyi.

Untuk berkembang biak, nyamuk hanya butuh 1 cc air. Jadi bisa saja, baju yang pernah kita pakai dan kita gantung dibelakang pintu, bisa menjadi tempat berkembang biak ideal untuk nyamuk.

Bagi teman-teman yang menyukai pernak-pernik rumah, seperti hiasan dinding, kain korden yang berlapis-lapis, sebaiknya sering-sering dibersihkan. Usahakan, paling tidak satu minggu sekali diturunkan dan dilap.

#4. Mitos: Nyamuk berpindah tempat dengan terbang dari satu tempat ke tempat lainnya.

Fakta: nyamuk bisa berpindah tempat dengan menempel pada peralatan atau pakaian yang dipakai manusia.

Karena ukurannya yang kecil, nyamuk juga bisa bersembunyi di tumpukan buku, mainan anak, sela-sela pohon, bahkan sampai jok mobil yang diparkir di garasi.

Saat anak bermain ke rumah tetangga, atau kita bepergian dengan kendaraan, pakaian yang sudah dihinggapi telur nyamuk, maka disaat itulah kita menjadi barier bagi nyamuk-nyamuk ini ke banyak tempat.

#5. Mitos: waktu tepat menggunakan cairan pembasmi nyamuk adalah saat hendak tidur (mendekati jam tidur)

Fakta: menggunakan atau menyemprot nyamuk haruslah di waktu-waktu nyamuk sedang aktif.

Misalkan untuk nyamuk Aedes Aegypti, antara jam 7 pagi hingga jam 12 siang dan jam 2 siang hingga jam 6 sore.

HIT Expert untuk nyamuk yang bandel


Nyamuk memang hewan yang kecil, tapi keberadaannya sungguh mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Oleh karena itu sebagai ibu yang inspiratif, kita musti pintar-pintar memilih produk pembasmi yang mampu mengusir nyamuk pengganggu.

Sebagai salah satu produsen besar obat pembasmi serangga, HIT meluncurkan produk baru dengan nama HIT Expert.

Produk HIT ini mempunyai 4 kelebihan utama, yaitu

  • Formula baru dengan partikel yang lebih kecil (micro particel), agar dapat bertahan lebih lama di udara dan membasmi nyamuk bandel. 
  • Menggunakan Double Nozzle, untuk menghasilkan semprotan yang lebih merata dan menjangkau jauh ke seluruh ruangan. Kita hanya perlu menggunakan secukupnya saja. Jadi lebih hemat bukan?
  • Desain baru yang lebih ergonomis, mudah digenggam, dan hasil semprotan halus
  • Tersedia dengan wangi premium yang lembut, Sweet Flower dan Fresh Citrus

Review HIT Expert


Pulang acara kemarin, kami semua diberi kesempatan oleh HIT untuk mencoba produk barunya tersebut. 

Berhubung belakang rumah masih kebun dan sawah, dan nyamuk sering banget datang tanpa diundang, saya mencoba mengikuti saran Dr. Lula Kamal, mengamati jam-jam nyamuk aktif dan menyemprot pada jam-jam tersebut. 

Saya mencoba menggunakan HIT Expert di pagi hari, sekitar pukul 7 pagi. Dan sore hari sehabis sholat maghrib. 

Jika HIT hanya menyebutkan 4 kelebihan untuk produk barunya, menurut saya ada satu lagi yang ditambahkan, HIT Expert sama sekali tidak meninggalkan bau, dan memang cukup efektif untuk membasmi nyamuk dan serangga lainnya. 

Rumah yang saya tinggali ini termasuk rumah yang cukup tua, jadi di waktu-waktu tertentu, kecoak sering datang berkunjung dan sembunyi di bawah rak cuci piring. 

Jadi, selain menggunakan untuk ruangan kamar, saya juga gunakan HIT Expert ini untuk menyemprot daerah di bawah rak cuci piring, kecoakpun akhirnya nggak tahan sembunyi lama-lama disana. 😀😀

So, bu-ibu, cobain deh HIT Expert ini, agar ibu dan keluarga lebih nyaman beraktivitas tanpa gangguan nyamuk, atau serangga tak diinginkan lainnya.


Oke, see you at another feature or review post, ya ... 😊



...Gess, Aku Kok Ngrasa Seperti Dikutuk, ya...

Pagi ....

Hari Sabtu ini aku mau curhat ah. Weekend tu kayane paling enak kalo bikin post curhat ya.

Ceritane, sebulan yang lalu saya bergabung disebuah grup WA kepenulisan. Belum juga admin nyapa, tiba-tiba ada salah satu member yang kampanye, agar para guru menolak memberi tugas yang mengharuskan siswa untuk mengakses internet, terutama melalui Gadget. Lebih baik ajak anak membuka buku.

Member yg lain otomatis menjawab menjawab, jika kita tidak bisa menolak jaman, dan perubahan. So, kalo mencegah anak dari gadget dengan cara seperti itu tidak akan efektif. Saya juga ikut menimpali jika apa yang dikatakan oleh member yang lain, let's say A, adalah benar.

Saya juga menambahi jika kemarin saat main ke perpusnas, disana juga sudah mulai go digital. Mencari ensiklopedi  atau malah koleksi juga dalam bentuk ebook.

Tak disangka si Sesembak yang campaign malah nanyain anak saya umur berapa, dan udah pake gadget belum.

Pas dia nanya gitu, saya dah feeling, it's gonna be another mom war. Jadi saya cuma jawab singkat dan seperlunya, kalau anak saya yang berumur 8 tahun memang sudah pegang hp, tapi semua tentu dibawah pengawasan saya.

Tak disangka Beliau malah bilang,

"Nanti kalo anak mbak sudah remaja, mbak akan merasakan susahnya memisahkan anak dari gadget"

What a ... !!! Gess, I felt like she just cursing me!

Jujur, saya agak gimana gitu waktu Beliau bilang begitu. Menurut saya beda pandangan dalam kepengasuhan atau mendidika anak, kan nggak harus seperti itu. Lebih baik perbedaannya  dijadikan bahan diskusi. Beliau bisa share apa alasan latar belakang Beliau, sehingga Beliau melakukan ajakan seperti itu.

Mungkin dengan diskusi malah bisa saling mengisi kan? Pengalaman Beliau bisa gunakan sebagai referensi mengasuh Hana kelak ketika ia remaja.

However, kita semua kan datang dengan latar belakang yang beda. Saya memilih model mengasuh dengan sudah mengenalkan anak pada gadget juga ada alasannya. So, it is better not always to come up with conclusion.

Dan tentang si Sesembak, saya milih untuk tidak lagi menanggapi percakapan hari itu. Clear chat, and back to work.

Kalo kami gimana, Gess, pernah nggak ngalamin beda parenting style ama temen? What you do then? Share dong...

Albumin, Zat Penting Bagi Ibu Hamil, tapi Sering Terlupakan

albumin_zat_penting_bagi_ibu_hamil_tapi_sering_terlupakan


Apa zat terpenting bagi ibu hamil? DHA, kalsium, vitamin, besi...?

Yap, keempat diatas memang zat yang bermanfaat untuk ibu hamil. Sayangnya, ada satu zat yang selama ini terabaikan dan malah mungkin baru kita dengar manfaatnya; yaitu Albumin.

Iya, si putih telur itu lho. Kalau selama ini kita mengenal hanya untuk masker, penyembuh luka, atau malah hanya nama lain putih telur, zat yang satu ini ternyata memiliki peran penting bagi ibu Hamil.

Wajar kan ya, kalau telur sering disarankan sebagai salah satu makanan dalam menu ibu hamil. Sayangnya, untuk mendapatkan fungsi maksimal dari albumin ini, kita harus mengkonsumsi paling tidak enam buah putih telur sehari. 😱😱😱.


Pentingnya albumin bagi ibu hamil


Jujur, saya juga baru kali ini mendengar tentang albumin (terakhir dengar waktu jaman SMP kali ya? 😀), tepatnya tiga hari yang lalu saat saya ngumpul bareng dengan teman-teman Blomil di acara "Mengenal Manfaat Albumin untuk Kesehatan Tubuh."

Key Speaker pada acara tersebut DR. Taufik Jamaan SpOG, seorang ahli Obstretri dan Ginekologi dari RSIA Bunda. Beliau memaparkan jika albumin akan membantu ibu hamil memenuhi kebutuhan proteinnya bagi tubuh ibu dan juga janin.

Seperti kita semua sudah tahu, protein merupakan sumber utama yang dibutuhkan tubuh untuk memeperbaiki jaringan yang rusak, plus digunakan sebagai cadangan energi.

Di dalam hati, semua makanan yang kita konsumsi dan mengandung protein, akan dicerna oleh hati menjadi plasma protein. Plasma protein ini ternyata 60%-nya merupakan albumin, dan sisanya adalah globulin dan regulatory protein.

Dan si Albumin inilah yang memiliki peran paling banyak bagi tubuh; yaitu sebagai pengatur tekanan osmotic darah, pengangkut nutrisi dalam tubuh, penjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, plus memperbaiki jaringan yang rusak.

Bisa dibayangkan dong, ya, kalo seorang ibu hamil kekurangan albumin. Dr. Taufik menyebutkan, "Ibu hamil yang kekurangan albumin bisa berpotensi menderita bengkak kaki dan tangan, atau yang biasa kita kenal dengan edema. Pertumbuhan janinnya pun akan terhambat. Dan bagi pasutri yang sedang menjalankan program hamil, kekurangan albumin bisa mempengaruhi kesehatan sperma."

Eaaa.... serem, ya. But sadly to say, kenyataan di lapangan ya seperti itu. Masih banyak ibu hamil yang kekurangan albumin. Selain belum paham akan pentingnya fungsi albumin, beberapa ibu memiliki poetensi morning sikcness yang kadang memicu ibu sulit untuk makan makanan yang bergizi.

Albusmin, cara mudah mendapatkan manfaat albumin


So, what a pregnant mom should do? Apakah ia harus mengkonsumsi putih telur enam buah tiap hari? Eaaa... itu ibu hamil atau Ade Rai ya? 😁😁😁😁

Nggak kok, nggak sampe harus seperti itu. Bumil cukup mengkonsumsi Albsumin sehari dua kali guna mencukupi kebutuhan albumin hariannya.

Albusmin dibuat dari ekstrak ikan gabus yang mengandung kadar protein tinggi, asam amino, mineral, dan tentu saja albumin.

Ikan gabus, ternyata memiliki kandungan kadar albumin 33,07% dan protein 80,55%. Penelitian Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang menyebutkan jika kandungan albumin pada ikan gabus mencapai 62,24 g/kg, lebih tinggi jika dibanding jenis ikan lain dan putih telur yang hanya 10 g/kg.


Sharing session with Chikita Rosemarie


Selain pemaparan klinis dari Dr. Taufik SpOG, acara bincang kesehatan kemarin juga menghadirkan Chikita Rosemarie, seorang musisi dan women-prenuer.

Chikita berpendapat jika saat ini masyarakat kita memang telah cukup terbuka, tapi tidak dalam beberapa hal, misalnya untuk cek kesehatan sebelum menikah, masih dianggap tabu dan tidak sopan. Padahal ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan calon pasangan. Sehingga bila ada penyakit yang harus segera disembuhkan akan lebih cepat tertangani.

Karena itu Chikita mengajak para ibu, untuk lebih peduli dengan kesehatan masing-masing. Istilahnya, melindungi kesehatan diri sendiri. Selain itu wanita yang sudah berprofesi sebagai ibu, biasanya akan menjadi pengambil keputusan di keluarga. Termasuk gaya hidup seperti apa yang hendak ia pilih untuk keluarganya. Jadi kalau ibunya nggak sehat, ya gimana keluarganya kan?

So, jangan hanya menunggu hamil untuk mengkonsumsi Albusmin, akan lebih baik konsumsi dari sekarang.


Albusmin, untuk siapa saja


Btw, diatas kan sudah sedikit disinggung ya, jika kekurangan albumin juga bisa berakibat buruk pada laki-laki. Jadi, selain untuk ibu hamil, Albusmin ini juga cocok untuk dikonsumsi sehari-hari oleh siapa saja. Karena sebetulnya, semakin tua usia, kita akan semakin butuh albumin.

Albusmin sendiri dikemas dalam bentuk kapsul yang mudah dikonsumsi. Jika hendak diberikan pada anak, maka cukup buka kemasan kapsul pembungkusnya dan campurkan pada minuman atau madu.

Oya, Albusmin merupakan produk dari PT. Pharos Indonesia; salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia yang telah mengembangkan dan memasarkan produknya di sleuruh Indonesia, dan negara-negara Asia Tenggara. Jadi, kita tahulah bagaimana kualitas Albusmin ini.

Oke, gitu deh cerita tentang si Albumin ini. Sampai jumpa di feature report berikutnya, ya.



Ibu Rumah Tangga Juga Butuh Jadwal Harian, Lho...

bagaimana_mengatur_waktu_untuk_ibu_rumah_tangga


Ah...akhirnya, kesibukan hari ini hampir berakhir juga. Setelah kemarin seminggu sibuk dengan pekerjaan baru, dan hari ini sibuk dengan "semua-kerjaan-rumah-yang-numpuk", Alhamdulillah, semua selesai. Jadwal pekerjaan, PR, janji-janji, untuk seminggu ke depan juga sudah tersusun. Alhamdulillah.

Jam 21.43 WIB. Udah wayahe tidur si, tapi tadi pas bikin jadwal harian, saya jadi inget curhatan salah seorang kawan di pengajian.

Jadi ceritanya, si Ibu ingin meningkatkan amalan sunah, sayang, waktu Beliau selalu habis untuk pekerjaan rumah dan menemani putrinya yang masih balita. Beliau curhat dalam forum, bagaimana caranya agar ia bisa mengatur waktu dengan baik.

Alasan ibu rumah tangga membutuhkan jadwal


Tuink-tuink, sinyal di kepala saya langsung bunyi begitu mendengar kata "mengatur waktu" 😁😁 Semacam saya merasa sudah pandai mengatur waktu saja, ya... He he he.

Tapi jujur, saya punya motivasi sih, pengen ngajak para ibu rumah tangga untuk juga pandai mengatur waktu.

Apalagi sebagai muslim, sudah menjadi kewajiban untuk pandai-pandai memanfaatkan waktu. Baik Al-Qur'an atau pun sabda Nabi, sudah banyak menyebutkan tentang hal itu. Allah sudah berjanji, akan menaikkan derajat siapa saja yang pandai memanfaatkan waktu dengan baik. Coba bayangkan, jika seorang ibu bisa menggunakan waktu dengan baik, dan kemudian mengajarkan hal tersebut kepada anaknya,  then we can hope for a better world, right?

Artikel terkait: Bagaimana Mengatur Jadwal Ibu Rumah Tangga Muslimah

Okay, back to the post ye....

Jika sudah bicara masalah pekerjaan rumah tangga, rata-rata ibu pasti akan berkata, "Pekerjaan rumah tangga itu banyak, enggak ada habisnya."

Ya emang bener si, tapi itu kalau diturutin semua, tanpa prioritas.

Tapi hidup seorang ibu kan nggak cuma bersih-bersih, nyapu, masak, dan nyuci 'kan? Butuh upgrade diri melalui belajar, ngumpul sama teman, atau sekedar nonton drakor (perlu disebut? Iya...! 😀😀).

Karena itu, ada baiknya seorang ibu rumah tangga (meski tanpa sambilan apapun) tetap punya jadwal harian.

Oya, selain suka kepoin blog-blog parenting di Indonesia, saya juga suka jalan-jalan ke blog-blog parenting luar negeri. Awalnya saya pengen tahu bagaimana cara mereka mendidik anaknya agar berani berkata tidak, juga lebih mandiri.

Nah, disaat jalan-jalan itulah, saya menemukan momy-momy disana tu kok profesional banget ya, mereka punya jadwal pekerjaan rumah tangga bulanan, mingguan, juga harian.

Dari situlah, saya jadi berpikir, jika seorang ibu rumah tangga juga perlu jadwal pekerjaan, baik harian, mingguan, atau bulanan.

Dan dari pengalaman saya trial and error manejemen waktu, saya menemukan ada beberapa manfaat jadwal pekerjaan/ jadwal harian untuk ibu rumah tangga, yaitu:

1. Jadwal harian akan memberi gambaran jelas apa yang harus ibu kerjakan

Punya pengalaman seperti ini nggak; pas mau arisan, baru sadar jika debu di telaris sudah sangat tebal? Eh, korden ternyata belum diganti dari bulan lalu. Baru ngeh juga kalau tutup kulkas ternyata sudah menghitam.

Padahal hari itu juga harus ambil kue, siapin minuman, jemput anak sekolah, .... eaaa... pusing deh pala berbi!

Begitulah pikiran seorang ibu memang banyak. Ruwet, nyambung-nyambung kayak mie keriting (minjem istilah mbak Bety Kristanto 😂).

Dengan jadwal, ibu akan bisa melihat dengan jelas apa saja yang  harus ibu kerjakan di hari itu; mana yang harus dikerjakan lebih dulu, dan mana yang bisa dikerjakan nanti. Pekerjaan mana yang bisa didelegasikan, atau malah tidak usah dikerjakan karena tidak mempengaruhi kegiatan di hari itu.

2. Jadwal harian akan membantu ibu menentukan prioritas


Seperti yang ibu peserta pengajian keluhkan diatas, Beliau ingin memiliki lebih banyak waktu untuk beribadah, plus pekerjaan rumah juga beres.

Dengan membuat jadwal, ibu akan mempunyai gambaran besar, pekerjaan mana yang penting, penting tapi bisa dikerjakan nanti, penting tapi tidak harus selesai sekarang, dan seterusnya.




3. Jadwal akan membantu ibu memenuhi tujuannya


Jika ibu sudah tahu apa saja yang harus dikerjakan di hari itu, mana yang harus lebih dahulu dikerjakan, maka ibu akan lebih mudah mencapai apa yang ia inginkan. Misalnya beribadah sunah, waktu me time dengan anak yang lebih banyak, dan seterusnya.

Tips membuat jadwal harian untuk ibu rumah tangga

Nah, sekarang setelah tahu manfaat mengatur waktu, maka sekarang saatnya ibu memulai untuk mengatur waktu.

Dari beberapa diskusi tentang tip dan trik mengatur waktu, ada satu hal yang sering kali menjadi kendala: tidak percaya diri jika mampu mengatur waktu.
Belum mulai saja para ibu ini sudah bilang, "Aku bisa nggak, ya?", "Ah, paling nanti banyak gangguan", "Malaslah kalau harus mencatat. Toh, kerjaannya itu-itu aja."

Pertanyaan (dan pernyataan) ini memang wajar, terlebih bila melihat pola keseharian yang masih sering berantakan manajemen waktunya.

Sayangnya, perasaan ini mempengaruhi akan "kekuatan" untuk memulai. Andaikan harus melalui jalan yang menurun, belum melangkah, mental sudah ciut dulu.

Jadi, bila memang berniat untuk mengatur waktu dengan baik, bersihkan dulu semua pikiran negatif. Luruskan niat. Saya yakin Ibu sudah paham, jika orang -orang yang sukses adalah mereka yang bisa mengatur waktu dengan baik.

Nah, jika pikiran negatif sudah hilang, dan niat yang benar sudah digenggam, mari kita mulai langkah manejemen waktu untuk ibu rumah tangga.

1. Buat daftar pekerjaan

Daftar pekerjaan ibarat tujuan yang hendak Ibu capai dalam satu hari. Iya, betul memang hanya masak, nyuci, belanja, jemput anak, bersihin debu meja ... tapi tetap semua itu harus Ibu tulis.

Di awal membuat daftar pekerjaan, Ibu mungkin akan teringat pekerjaan-pekerjaan yang biasanya malah tidak Ibu kerjakan dalam satu hari. Misalnya melap rak buku, debu dibalik teralis jendela, mengganti korden dan lain sebagainya.

Saran saya, tulis saja dulu semua. Jika sudah selesai, mulailah Ibu kelompokkan, mana yang pekerjaan yang harus selesai setiap hari, dan mana kelompok pekerjaan mingguan, dan bulanan.

2. Prioritaskan


Jika Ibu sudah mengelompokkan pekerjaan, sekarang waktunya ibu untuk untuk mengurutkan jenis pekerjaan mana yang harus selesai di waktu pagi, siang, dan sore.

Bagi para ibu dengan anak sekolah, prioritas utama mempersiapkan semua keperluan sekolah si kecil, membereskan dapur ketika si kecil sudah berangkat, dan seterusnya.

Saya sendiri mengatur waktu based on jam-jam yang fix. Misalkan jam menjemput Hana atau jam sholat. Dengan menggunakan patokan seperti itu, plotting pekerjaan akan lebih mudah. Dan Insha Allah tujuan yang diinginkan pun akan lebih cepat tercapai.

3. Set waktu untuk setiap kegiatan


Selain mengurutkan dan mengkategorikan daftar pekerjaan, jangan lupa untuk menetapkan lama waktu setiap pekerjaan.

Saat awal belajar mengelola waktu, kadang ibu akan akan merasa terburu-buru melakukan pekerjaan, Jangan merasa lelah ya, Bu. Ini wajar, karena kita sedang dalam masa peyesuaian.

Saran saya, cobalah untuk lebih longgar, lebih realistis. Jika biasanya nyuci dan jemur baju 3 ember itu dua jam, ya alokasikan juga waktu selama dua jam untuk menyuci.

Jangan lupa, terus amati, berapa rata-rata waktu yang ibu butuhkan. Jika nanti sudah terbiasa, pasti ibu akan lebih santai mengerjakan semua pekerjaan ibu.


Hanya tiga langkah itu saja sebetulnya yang ibu butuhkan; daftarkan, kategorikan, dan tetapkan. Mudah dan sederhana. Namun memang pada prakteknya, selalu saja ada kendala. Apa saja kendala dalam mengelola waktu ibu, dan bagaimana cara mengatasinya, akan saya bahas di post selanjutnya, ya Ibu. Saat ini, cobalah praktekkan. Dan semoga niat Ibu untuk lebih banyak waktu ibadah (atau apapun itu), segera terwujud. Salam.