-->

... Karena Setiap Ibu Berhak untuk Bahagia (Reportase Launching Buku Smart Mom, Happy Mom)

buku_smart_mom_happy_mom_betty_kristianto


Hari Sabtu, 28 Oktober kemarin saya diundang ke acara launching buku "Smart Mom, Happy Mom". Bertempat di Gramedia Central Park, acara ini merupakan acara kerja sama dari Penerbit Andi, Gramedia Central Park, Blomil, Indscript Creative, Emak Pintar dan Eping.id (Exclusive Pumping Mama Indonesia).

Buku "Smart Mom, Happy Mom" merupakan karya pertama dari Betty Kristianto, salah seorang member  Emakpintar. Buku ini merupakan refleksi kegalauan mbak Bety saat pertama kali berpindah profesi dari seorang working mom, menjadi Stay at Home Mom.

Background penulisan buku "Smart Mom, Happy Mom"


Di acara launching buku kemarin, mbak Bety menceritakan bagaimana proses "lahirnya" buku ini. Sebagai seorang ibu yang terbiasa aktif bekerja, keputusan untuk tinggal di rumah bukan sebuah hal yang mudah. Seringkali mbak Bety merasa mudah marah, stres, dan rendah diri.

Di saat itulah, suami mbak Bety menyarankan untuk kembali menulis, yang kebetulan juga merupakan salah satu hobi dari mbak Bety dulu.

Karena merupakan penulis pemula, mbak Betty memindahkan semua yang Beliau rasakan sebagai new-stay-at-home-mom. Mulai dari ribetnya menjadi ibu baru, banyaknya pekerjaan rumah tangga, hingga perasaan tidak puas dengan semua yang mbak Bety miliki.

Menurut mbak Bety, perasaan minder, tidak berharga, memang sering dirasakan oleh banyak ibu rumah tangga. Banyak yang merasa siap menjadi ibu, tapi pada akhirnya seolah menyesali keputusannya.

Jika seorang ibu sudah merasakan hal semacam ini, maka sebaiknya ibu segera mencari pertolongan. Karena hal ini bisa berakibat buruk jika terlalu lama dibiarkan. Selain bisa berdampak pada kebahagiaan ibu, juga bisa mempengaruhi kesehatan mental ibu.

Seorang ibu haruslah bisa mengkomunikasikan apa yang ia rasakan agar orang-orang terdekat dapat segara membantu bila ibu memiliki masalah.

Semua permasalahan klasik inilah yang mbak Bety tulis dalam bukunya. Mbak Bety berharap buku "Smart Mom, Happy Mom" ini dapat membantu para ibu untuk mengatasi masalah kesehariannya. Melalui buku ini pula, mbak Bety berharap semua ibu bisa merasa bahagia.

Karena ibu bahagia adalah ibu yang tahu apa yang ia inginkan. Dan itulah yang disebut dengan "Smart Mom"


PS. Pengen tahu seperti apa isi buku "Smart Mom, Happy Mom"? Tunggu resensinya di blog Resensi Buku Rahayu, ya....

Badan Capek, Tapi Kerjaan Rumah Masih Numpuk? Coba 5 Cara Berikut Ini

Add caption



Pagi ini rasanya berat sekali untuk bangun tidur. Kaki rasanya pegel. Dan entah kenapa, si guling merah itu rasanya kok melambai-lambai minta dipeluk. 😂 Padahal pagi ini harus masak, beberes rumah, plus nyuci.

Orang bilang, menjadi ibu rumah tangga itu sama arti bekerja 24 jam. Selesai pekerjaan A, pekerjaan B sudah menanti. Eh, di daftar to do list, pekerjaan C juga sudah kedip-kedip minta diselesaikan.

Tapi gimana ya, kalau energi sudah habis, sementara pekerjaan masih menumpuk. Ditambah dengan kaki yang varises ... ah, kombinasi sempurna untuk merasa kelelahan. 😀

5 Cara sederhana untuk mengembalikan energi Bunda saat kelelahan


Meskipun capek, saya tidak punya pilihan lain, selain tetep harus menyelesaikan pekerjaan rumah. Apalagi di rumah juga tidak ada yang bisa membantu untuk menyelesaikan pekerjaan. Jadi, saya mencoba beberapa cara agar badan bisa sedikit lebih segar saat benar-benar kelelahan.

#1. Buka media sosial atau ngintip chat


Kadang kalau sudah pegel banget, dan varises rasanya sudah kenceng, saya milih untuk selonjoran sebentar sambil ngecheck chat, grup FB (siapa tahu ada job kan), atau cek email.

Buat saya, selain bisa ngaso, 3 hal tersebut juga bisa mengurangi to do list harian saya.

However, trik nomer satu ini harus sangat hati-hati. Keasikan buka chat atau media sosial kadang bisa kebablasan. Jadi, ya... perlu juga sedikit disiplin agar pekerjaan yang tengah diselesaikan jadi tidak terbengkelai.

#2. Minum teh


Terus terang saya penggemar kopi dan minuman coklat. Dalam sehari, saya tidak bisa melewati hari tanpa secangkir kopi dan coklat hangat. Tapi kalau sedang sangat capek, saya lebih suka menyeduh teh hijau.

Kalau buat saya si, nggak cucok aja gitu kalau masih banyak kerjaan malah ngopi atau minum coklat hangat. Tapi kalau dari sisi keilmuan, kandungan kafein pada teh hijau yang hanya 40-80 miligram bisa membantu mengurangi rasa lelah yang kita rasakan.

Nggak suka minum teh hijau? Nggak papa, selonjoran aja dulu sejenak sambil minum 1-2 gelas air putih. Kurang minum juga bisa membuat badan kita cepat lelah, lho.

#3. Just do it


Lihat banyak kerjaan dan langsung bikin badan mriang? Ya udah kerjain aja, satu-satu, meski sambil nyeret kaki. 😀😀😀

Seperti tadi pagi, meski capek, ngantuk, kan ada pilihan. Akhirnya tetep aja saya kerjain satu-satu; masak nasi, ngoseng sayur, dan kecapir telur. Sambil nunggu mateng, saya beresin piring kering cucian semalam. Eh, pas kelar mata malah jadi segar. Ya, emak mana si yang nggak hepi kalau lihat dapur rapi? Ya kan?

#4. Tidur


Saya terbiasa bangun jam 1 atau jam 2 pagi. Jadi, ketika jam 7 atau 8 pagi itu ibu-ibu lain mungkin baru 2 jam bangun, saya sudah 6 jam bangun. Wayahe badan istirahat kan? Nggak peduli pagi atau siang, jika memang sudah capek saya tidur aja.

Tapi mungkin juga sudah ritme alami tubuh, kalau tidur di pagi hari itu paling 10-15 menit saja sudah bangun. Dan itu bener-bener bisa membuat badan kembali segar.

Jadi, jika mungkin untuk rebahan sebentar, ya istirahatlah, Mak. Lima belas atau dua puluh menit, Insya Allah cukup kok pulihkan energi.

#5. Nulis


Kalau trik yang satu ini mungkin hanya akan berlaku untuk para Emak yang benar-benar adictted nulis. 😀😀

Ya, buat saya nulis itu memang sudah segalanya. saya bangun pagi, rajin nyobain ngatur waktu, cuma agar saya punya banyak waktu untuk nulis.

Biasanya ni, kalau sedang beresin rumah, rapihin dapur, atau nyuci, saya suka nemu ide-ide tulisan (seperti yang satu ini). Nah, saya biasanya break sebentar untuk nulis atau oret-oret di kertas. Selain bisa istirahat sejenak, saya jadi semangat segera nyelesein kerjaan rumah agar bisa cepet kembali ke laptop.


Nah, itulah 5 cara untuk mengembalikan energi saat Emak kelelahan. Pokoke, Maks, kalau sudah capek mending istirahat deh. Anykind methods you choose for rest, will be okay. 

Mentor nulis saya pernah bilang,
"Jika kamu, ibu dan seorang istri merasa lelah,maka istirahatlah. Karena istirahat akan membuat kamu lebih tenang. jangan merasa bersalah, berikan saja hak tubuhmu. Rasa lelah yang dipaksa akan membawamu pada ketidak ikhlasan, menggerutu, dan iri pada semua orang yang ada di rumah.'

Secara habbluminnallah, memang hanya tidak ikhlas, urusannya dengan amalan. Tapi ketika terkait dengan manusia, wajah cemberut bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dirumah yang mungkin berujung pada pertengkaran.

Nah, daripada Emaks nggak ikhlas, kelelahan sendiri, lebih baik istirahat sejenak. Hilangkan rasa bersalah, atau tuntutan untuk menjadi superwoman. Karena, sungguh, superwoman itu cuma ada di kartun, Maks! 😁😁

Okay, see you with another story, ya... 


5 Model Sepatu yang Cocok untuk Penderita Varises



Baru beberapa langkah keluar dari rumah, wedge saya berubah menjadi 3 pcs; satu pcs nempel di kaki kanan, satu lagi di kaki kirai, dan satu lagi di depan pagar, tapi cuma bagian bawahnya saja. 😂😂😂

Ini untuk kedua kalinya, wedge saya terbelah menjadi tiga seperti ini. Tidak karena ciblokan di air, atau salah perawatan sepatu, tapi rusak karena jarang dipakai.

Ya begitulah, saya sangat suka sepatu atau sandal berhak tinggi. Sayangnya, saya termasuk penderita varises. Jadi, meski punya high heels, alas kaki tersebut malah jarang saya pakai. Akhirnya, ya gitu, rusak akrena usia sepatu.

Walhasil sekarang kelimpungan, nyari sepatu atau sandal yang bisa pantas untuk dipakai jalan-jalan, sukur-sukur bisa juga buat kondangan 😉

Tapi sekarang sudah kapok, saya nggak mau lagi koleksi wedge, takut malah nantinya nggak terpakai. Pengennya sekarang sepatu yang emang cocok buat para penderita varises.

Jadilah saya browsing, cari info, apa saja si kriteria alas kaki yang sesuai untuk penderita varises?

Alas kaki yang cocok untuk penderita varises


Jadi penderita varises tu emang nggak enak. Mau olah raga aja mesti mikir-mikir, jangan sampai jenis olah raganya malah bikin varises makin parah. Apalagi kalau milih alas kaki.

Nah, dari beberapa situs yang saya jelajahi, para penderita varises harus memperhatikan keempat hal dibawah ini saat milih sepatu atau sandal.

#1. Bantalan alas kaki

Nggak banyak yang memperhatikan bagian ini. Biasanya cocok model, warna, ukuran, .... bungkus. Tapi kalau untuk penderita varises, bantalan kaki ini justru berperan sangat penting, Karena dari bagian inilah aliran darah balik yang terhambat bisa dicegah.

#2. Pilih yang datar


Ya sudahlah, terima nasib aja, no high heels forever. Emang sudah tempatnya penderita varises tidak menggunakan high heels.

Tahu kan, kalau varises terjadi karena adanya aliran darah balik yang tidak sempurna? Nah, hak sepatu atau sandal yang datar, akan membantu bagian otot kaki bawah lebih aktif sehingga aliran darah ke jantung juga akan lebih lancar.


#3. Ukuran tepat


Ukuran alas kaki yang tepat, sangat penting bagi para penderita varises agar kerja kaki bagian bawah sempurna. Jadi, kalau sedang mencoba sepatu, jangan cuma di masukkan ke kaki, dan langsung oke. Coba juga untuk berjalan-jalan di dalam toko (tapi bilang dulu sama pramuniaganya, ntar dikirain mau kabur deh he he he).


#4. Dahulukan kualitas daripada harga


Aduh, syarat yang nomer 4 ini enggak emak banget ya he he he. Kalau emak kan yang penting sedang trend, aman di kantong langsung deh "Deal!".

Tapi, namanya juga sudah ada penyakit, daripada harus mengeluarkan duit lebih banyak untuk operasi, obat, atau terapi, sepertinya pilih sepatu yang sudah terkenal kualitasnya lebih tepat deh.

Dari keempat kriteria diatas tu, ada beberapa model sepatu yang bisa penderita varises pertimbangkan untuk alas kaki sehari-hari.

Model sepatu yang tepat untuk penderita varises


#1. Sepatu boot



Model sepatu yang satu ini nggak cuma kekinian, tapi juga cocok di padu padankan dengan semua outfits. Tapi jangan lupa pilih boots yang tingginya nggak lebih dari 1,5 cm ya. Yang tingginya 7 cm biar incess Syahrini aja yang pakai, oke? 😁

#2. Sepatu balerina




Selain stylish, sepatu ini sering membuat kita lupa kalau sedang pakai sepatu he he he. Alasnya yang datar banget, akan membantu aliran darah balik mengalir lebih lancar.

#3. Sepatu Oxford



Ini jenis sepatu kesukaan saya. Modelnya cocok dipakai acara formal atau pun non-formal, cukup sesuaikan aja bahan pembuat sepatunya. Penampilan kamu bisa jadi lebih classy kalau sudah pake sepatu yang satu ini.

#4. Sepatu flats



Sepatu ini juga sempat ngetrend beberapa tahun lalu. Modelnya yang asik dan ringan, cocok untuk dipake jalan-jalan. Kalau kamu pinter milih outfits, sepatu yang satu ini juga cocok menemani kamu untuk acara semi-formal.

#5. Sepatu sneakers

Alas sepatu yang terbuat dari karet, dan bantalannya yang empuk, tentu lebih nyaman di kaki para penderita varises.

Ngomong-ngomong sepatu sneakers, saya kok sedang suka dengan gaya Lyra Virna yang hobi pakai sepatu jenis ini untuk semua jenis acara. mulai dari jalan-jalan, sampai kondangan.

Kayaknya oke ni buat jadi inspirasi...
What do you think?


Dari kelima model diatas, sepertinya saya akan ngikut gaya Lyra Virna aja deh. Bukannya nggak mau ingat umur si, tapi bantalan sneakers sepertinya lebih nyaman untuk penderita varises macam saya.

Selain itu saya kurang suka dengan sepatu terepes dan balerina. Dulu pernah beberapa kali pakai, tapi kaki tetap saja pegal-pegal. Sementara model oxford kok saya kok sudah bosan ya...
What do you think, prens, pantes nggak si kalau emak-emak pakai sneakers?


One Day Training; Pelatihan Public Speaking di Communicasting Academy

pelatihan-public-speaking-di-communicasting-academy


Tanggal 30 September kemarin saya mendapat kesempatan untuk belajar bagaimana bicara di dean orang banyak, alias Public Speaking. Acaranya diadakan di Communicasting Academy, yang terletak di daerah Lebak Bulus.

Dari awal sudah keder duluan karena tempatnya yang jauh dari Bekasi, plus saya nggak bisa berangkat pagi-pagi. Karena Hana nggak mau saya tinggal terlalu pagi. So.akhire jam 7 baru bisa cabut, eh si AC 132 malah lama datengnya. Saking putus asanya, saya bilang ke temen-temen Blomil, kalau pengen balik kanan aja. Lebay! Iya, habis nggak enak kalau datang telat.

Tapi Alhamdullilah, meski tidak tepat waktu saya bisa datang tidak terlalu lambat. Saat saya datang, masih baru sesi perkenalan. Dan Alhamdulillah juga, trainingnya bener-bener bermanfaat untuk saya.

Cara dan tips agar kamu pede ngomong di depan publik aka, Public Speaking


Baca buku Public Speaking dan praktekkan! 😂😂😂

Beneran, itu saran dari pak Muchlis Anwar mentor training kemarin. Bahkan pak Muchlis sendiri juga tetep latihan, mempersiapkan diri agar lancar mengisi training tanggal 30 kemarin. Pak Muchlis bercerita, jika Beliau berlatih bicara untuk presentasi hari itu selama 9 kali.

Bayangkan coba, si Bapak yang udah puluhan tahun menjadi Public Speaking, Master Ceremony (MC), dan motivator pun, masih latihan sampai 9 kali sebelum hari H. Apa kabar kita yang, paling cuma beberapa hari, atau malah semalam nyiapin materi? Wajar jika saat bicara di depan publik, audien kita malah , ngobrol sendiri atau ... ngantuk he he he

Oya, untuk jadi pembicara handal tu, ternyata materi sebetulnya hanya beberapa persen dari kesuksesan presentasi. Selebihnya dalah bagaimana cara kita mempresentikan materi tersebut, hingga menarik perhatian dari audien.

Gaya bahasa, gerak tubuh (gesture), dan terutama intonasi,sangat mempenaruhi kesuksesan kita saat bicara di depan publik. Ketiga hal tersebut akan mempengaruhi antusiasme audien terhadap presentasi kita.

Disinilah pentingnya latihan. Latihan akan membuat kita tahu, intonasi seperti apa yang tepat untuk materi yang hendak kita sampaikan.

Latihan yang dimaksud pak Muchlis, tidak hanya menghafal materi lho, tapi bener-bener praktek bicara. Pak Muchlis sendiri menyarankan menggunakan teknik hitung angka. Coba simak video punya mbak Kiki Handayani ini ya...


Teknik diatas, sepertinya mudah, tapi kalau dipraktekkan ternyata susah lho. Saat praktek, tangan kami rata-rata sibuk bergerak kesana-kemari untuk menutupi kegugupan kami 😀. Intonasi kami pun masih belum jelas meski hanya melafal bilangan 1, 2, 3.

Betul kata pak Muchlis, practice will make you good, and better.

pelatihan-public-speaking-di-communicasting-academy
Habis materi langsung praktek. Deg-degan euy....


Oh iya, sebelum ganti ke post selanjutnya, saya mau bagi info ni, menurut pak Muchlis, training Public Speaking ini rencananya akan diadakan dua minggu sekali. Tentu saja masih dengan dukungan dari Communicasting Academy, lembaga pendidikan non formal, yang pertama kali mendapatkan kewenangan sertifikasi Public Speaking.

Jadi, kalau temen-temen juga pengen belajar, bisa hubungi pak Muchlis Anwar. Bisa melalui Facebook Fans Page atau Instagram Beliau

Facebook page: Muchlis Anwar
Instagram: muchlis.anwar1