-->

Review Ruler Master of The Mask


review_ruler_master_of_the_mask
Seperti drama seguk lainnya, pangeran Lee Sun akhirnya bisa naik tahta setelah ada banyak korban tak berdosa


Finally, bisa selesai juga nonton Ruler Master of the Mask ni. Pagi ini, sambil nunggu pasukan pada bangun, saya nonton drama seuguk yang usai beberapa minggu kemarin. 

Awalnya nggak ada minat, nonton drakor yang satu ini. Soale drama-drama segukkan paling ceritanya gitu; perebutan kekuasaan, atau peperangan antar kelompok pejabat. Tapi karena suka nongol di beranda pencarian IG dan jatuh cinta sama karakter Hwa Gun yang tangguh, akhire nonton. 😆


Sinopsis Ruler master of The Mask


Just like others kdrama seaguk, Ruler Master of the Mask juga bercerita tentang intrik-intrik politik kerajaan. 

Adalah pangeran Lee Sung yang lahir dari seorang raja yang mengkudeta kakaknya sendiri. Namun, di saat kelahirannya ia diramalkan akan menjadi seorang raja yang bijaksana dan dicintai rakyatnya. Sayangnya, akan ada banyak rintangan yang akan ia hadapi sebelum akhirnya ia menduduki tahta.

Syukurlah si Pangeran yang berhati lembut ini banyak mendapat pertolongan dari berbagai kalangan. Bahkan cucu musuh si Pangeran, pendiri Pyung Soo adalah orang yang paling gigih menolong si Pangeran.


What I think about "Ruler Master of The Mask"


Kdrama yang satu ini menurut saya cukup enak ditonton untuk mengisi weekend atau saat waktu luang. Intrik kekuasaan yang disajikan tidak terlalu rumit dan alurnya disajikan dengan apik oleh si Writer Nim.

However, ada beberapa plot yang menurut saya aneh. Misalnya saat Pangeran Lee Sun berusaha mencari obat penawar bagi mereka yang telah ketagihan minum ramuan buatan grup Pyung Soo.

Disalah satu episode diceritakan jika ketua kasim istana pernah menyelamatkan anaknya dari efek kecanduan obat terlarang tersebut. Lucunya, sang Anak yang kini menjadi dayang istana dan bergabung dengan departemen kesehatan kerajaan untuk mencari penawar obat terlarang itu, juga ikut kebingungan; ramuan jenis apa lagi yang harus dicoba guna menetralisir efek kecanduan obat tersebut.

Hal aneh lainnya adalah ketika Lee Sun yang kini kembali menjadi rakyat jelata, tiba-tiba menyadari jika Hyun Seoks, pengawal pribadinya saat ia menjadi raja palsu, juga merupakan antek Pyun Soo.

Salah satu scene yang breathtaking banget di episode ini adalah saat kematian Dae Mok. Founder Pyun Soo yang sudah kalah ini, tidak mau menyerah dan memilih bunuh diri dengan meminum racun. Ketika lee Sun minta maaf karena kerajaan telah menyengsarakan Dae Mok. Kesengsaraan yang akhirnya memaksa Dae Mok untuk menajdi orang jahat agar tidak ada satupun orang yang bisa menyakiti keluarganya lagi. Saat itulah, akhirnya kakek tua ini menyadari, jika Lee Sun sebetulnya seorang raja yang baik.

review_ruler_master_of_the_mask
Scene ang paling saya suka di episode terakhir Ruler Master of the Mask;
seolah sebuah penggambaran, "You will always be alone, when you sit on the throne" 😃


Kesadaran ini digambarkan lewat ucapan Dae Mok yang berandai-andai, jika saja Lee Sun datang sedari dulu (maksudnya andai saja dulu yang menjadi raja adalah Lee Sun), mungkin ia tidak perlu menjadi monster Pyun Soo yang terbiasa mengorbankan nyawa banyak orang untuk membesarkan kekuasannya.

Ironinya, naik tahtanya si Lee Sun pun sebetulnya juga memakan banyak korban, si. Mulai dari ayah dan ibunya, Hwa Gun, Lee Sun si anak buruh air, dan masih banyak lagi.

Eh, apa semua kekuasaan harus seperti itu ya; "menginjak yang tak berdosa untuk naik tahta meski tujuan naik tahta-nya tersebut untuk kebaikan"? Entah di jaman dulu atau jaman sekarang sepertinya, seperti itu kan jalannya kekuasaan?

He he he sorry ngelantur. Ya sudahlah, pokoke Ruler Master of Mask ni, enak aja buat ditonton. Tapi kayane tidak masuk dalam drama yang mau saya download, deh 😆. Gimana kalau kamyu, suka nggak apa kdrama satu ini?


Ibadah, Makin ditunda Makin Tak Terlaksana

Niat untuk beribadah, sebaiknya jangan pernah ditunda
(Pic. Source:pexels.com)


Jam 7 pagi, 

Satu tulisan telah usai, Alhamdulillah.

Pengen Dhuha, tapi mungkin nanti saja deh, soalnya sebentar lagi mau ke pasar. Kalau dhuha kan di rumah, bisa sampai jam sebelas, tapi kalau tukang sayur yang oke, paling cuma sampe jam sembilan.

Jam 7.30

Pulang dari pasar, Hana sudah bangun, dan langsung nodong minta dicarikan buku "Penghubung". Eh, ingat kalau kartu NIS-nya lupa taruh. Oke, cari dululah, siapa tahu besok tiba-tiba disuruh bawa.

Jam 8.30

Wah, sudah siang, cucian tiga hari belum tersentuh ni. Masak dulu atau nyuci dulu ya? Tapi waktu itu ustadz YM bilang, "Sebelum melakukan pekerjaan, ya sempatkan deh, dhuha sebentar."

Eh, tapi aku belum mandi je. Nggak enak kayaknya kalau sholat belum mandi. Ya udah, nyuci dulu dan semoga jam 9.30 cucian sudah kelar.

Jam 10.00

Eaa... Dady dah bangun, cuccian belum kelar, eh masakan belum ready. Ah paling cepet, cuma numis sama goreng ikan. Oke, brenti nyuci dulu, masak dulu.

Jam 10.30

Lanjut nyuci, ...

Jam 11.15

Eaa... baru kelar nyuci, masih belum mandi, belum jemur, jadi dhuha??? Lewat lageee...!!!


Jadi ingat kemarin pagi pun gitu, pengennya Tahajud sebelum sahur, tapi nunggu Hana bangun dulu, takut doi ngambek kalau emak udah kadung sholat duluan. Nge-game aja, sambil nunggu doi bangun. Tapi akhirnya, sahur kelar, game lanjut, tahajud bablas .... 😭

Kemarin siang juga gitu, pengennya dhuha habis mandi, nggak tahunya ipar datang curhat dua jam, lagi-lagi kesempatan dhuha melayang ....

Well. mungkin memang benar, ibadah itu makin ditunda akan semakin tidak terlaksana. Betullah orang bilang, "Ibadah jangan hanya waktu sisa, tapi selalu jadikan prioritas utama."



PS. *Renungan diri. Hope it's never happen to you, my friends"

Ternyata, Anak-anak pun Juga Bisa Terkena Anyang-anyangan! Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

ternyata-anak-anak-pun-bisa-terkena-anyang-anyangan.jpg
Anak perempuan lebih beresiko terkena anyang-anyangan.
Kenali cara mencegah dan gejalanya agar si kecil terbebas dari penyakit ini


Hana tiba-tiba lari ke kamar mandi, sambil eriak minta ayahnya yang sedang mandi untuk cepetan. Katanya udah nggak tahan pengen BAK.

Saya melihatnya jadi gemes banget.Bukan apa, putri kecil saya ini punya kebiasaan untuk ngempet BAK, dan gedebukan begitu mulai nggak bisa nahan lagi. Meski sudah sering diingatkan, tapi entah apa sebabnya, kebiasaan jelek itu nggak pernah hilang.

Semua cara sudah saya coba, mulai dari dongeng (karangan sendiri tentunyah 😂), nyisipin di obrolan sebelum tidur, bikinin jadwal, ... tapi masih juga nggak mempan. Mungkin karena udah gedhe ya, jadi dongeng-dongengan ngarang itu udah nggak mempan lagi. Akhirnya kepikiran deh, pengen bikin GIF atau gambar animasi apalah yang bisa bikin Hana ingat dan nggak suka ngempet BAK lagi.

Anak perempuan ternyata lebih beresiko terkena anyang-anyangan! 😱


As you know, anak saya ni memang unik, kalau ngomong apapun harus ada penjelasan pasti, terlebih bila nyangkut masalah kesehatan. Diomongin "Nanti adik sakit perut" itu nggak cukup. Tapi kalau ada penjelasan ilmiah sukur-sukur gambar, biasanya baru mempan.

So, langkah awal saya (#jiah) nyari penjelasan ilmiah, alasan kita nggak boleh nahan BAK. Dan surprise banget waktu tahu kalau nahan BAK tu nggak hanya berakibat kerusakan ginjal, tapi ada  juga infeksi kandung kemih, yang biasa kita kenal dengan anyang-anyangan.

Lebih surprise lagi waktu tahu kalau anak kecil pun juga bisa kena anyang-anyangan (makin nyut-nyutan deh kepala 😟). Sedihnya anak perempuan ternyata lebih beresiko terkena infeksi kandung kemih dibanding anak laki-laki.

Bentuk uretra anak perempuan yang lebih pendek, menjadikan jarak antara (maaf) anus dan saluran BAK menjadi lebih pendek pula. Akibatnya, bakteri e-coli yang biasa di saluran BAB mudah berpindah ke uretra.

Lalu bagaimana menahan BAK bisa membuat saluran kandung kemih juga terinfeksi?

Salah satu tujuan berkemih adalah membuang sisa makanan juga zat-zat lain yang masuk ke dalam tubuh, termasuk di dalamnya mikroba-mikroba yang membahayakan tubuh, Menahan BAK sama arti menahan mikroba yang berbahaya lebih lama berada di dalam tubuh.

Gejala infeksi saluran kemih atau anyang-anyangan pada anak 


Anyang-anyangan pada anak bisa berakibat yang lebih serius, yaitu kerusakan ginjal. Karena itu sebagai orangtua wajib banget untuk tahu gejala infeksi saluran kemih atau anyang-anyangan pada anak.

Pada anak perempuan anyang-anyangan juga menunjukkan gejala yang sama, yaitu timbulnya rasa panas dan  rasa sakit pada saat berkemih, menjadi lebih mudah mengompol, urine berubah warna dan bau, serta timbulnya keluhan sakit di pinggang dan perut.

Btw, bayi juga bisa lho, terkena infeksi ini. Misalnya ni, kita sebagai ibu atau pengasuhnya tidak menjaga higienitas disekitar area kewanitaan si kecil. Seperti infeksi yang lain, gejala anyang-anyangan pada bayi juga ditandai dengan demam tapi tidak disertai munculnya gangguan flu atau tidak ada pemicu demam lainnya. Si kecil pun akan lebih rewel karena merasakan sakit di bagian tubuhnya, plus nafsu makan berkurang, mutah, dan tentu saja, adanya perubahan pada urine-nya.

Cara mencegah dan mengobati anyang-anyangan pada anak

Ada banyak cara yang bisa orangtua lakukan untuk mencegah anyang-anyangan terjadi pada anak. Diantaranya adalah mendorong anak untuk lebih banyak mengkonsumsi air putih. Air putih akan mengencerkan urin dan mendorong anak untuk lebih banyak berkemih. Bakteri penyebab ISK pun akan sulit untuk berkembang biak.

Jangan lupa ajarkan juga cara membasuh area kewanitaannya seusai BAK atau BAB dengan cara menyiramkan air dari depan ke belakang. Berikan juga pakaian dalam yang mudah menyerap keringat, tidak ketat dan ajarkan untuk mengganti baju yang telah terkena keringat untuk mencegah pertumbuhan bakteri lebih banyak.

Cara lainnya adalah dengan memberikan jus Cranberry. Jus Cranberry mengandung proanthocyanidins yang terbukti mampu mencegah bakteri penyebab ISK berkembang biak.

Buah Cranberry bukanlah buah asli Indonesia, karena itu mendapatkannya pun tidak mudah. Namun kini ada cara yang lebih mudah, yaitu dengan mengkonsumsi Prive Uri-cran yang terbuat dari ekstrak Cranberry. Tentu saja penggunaannya harus dengan konsultasi atau seijin dokter terlebih dahulu.

Bagaimana jika si kecil terlanjur terkena anyang-anyangan?


Jika anak sudah terlanjur terinfeksi, cara terbaik adalah membawanya ke dokter. dokter biasanya akan memberikan antibiotik selama beberapa hari. Selama masa pengobatan, amati apakah frekuensi BAK si kecil berangsur normal atau tidak. Idealnya, setelah pengobatan 2-3 hari, kondisi si kecil akan berangsur sembuh dan tidak merasakan sakit lagi.

Dan sepeti disebutkan di atas, untuk mencegah infeksi ini berulang, orangtua dapat memberikan Prive Uricran pada anak dengan mengikuti petunjuk dokter.


Duh, sepertinya ribet ya kalau sudah terinfeksi. Menurut saya si, lebih baik mengajarkan cara menggunakan toilet, serta membasuh seusai BAK dan BAB dibanding harus menghadapi anak yang anyang-anyangan. Bagaimana menurut Sahabat?

Semoga informasi diatas bermanfaat ya, .... Salam!


Ref: uricran.co.id