Ingin Sukses Mencapai Cita-cita? Luruskan Dulu Niat Anda

by - 5/28/2017

ingin-sukses-mencapai-cita-cita-luruskan-dulu-niat-anda
Niat yang lurus akan membantu Anda untuk mencapai cita-cita


Buka puasa kemarin,salah seorang ipar mampir. Ia bercerita panjang lebar tentang seorang kawan yang akhir-akhir sering curhat. Kawannya tersebut, sebut saja Fulanah, sedang bermasalah dengan suaminya. Saat lahir anak kedua, suaminya mulai selingkuh dengan wanita lain.

Ia memang tidak dicerai, bahkan uang bulanan dan makan pun tetap suaminya berikan. Tapi ia merasa sakit hati dengan tingkah suaminya tersebut. Karena sakit hati itulah ia meminta tolong adik saya untuk mencarikannya pekerjaan. 

Ia ingin tunjukkan pada suaminya jika ia juga bisa bekerja dan sukses. Dan jika telah sukses, maka ia akan balas dendam atas perlakuan suaminya.

Pada bagian inilah saya mulai tertarik; "jika sudah sukses, maka ia ingin balas dendam perlakuan suaminya". 

Menurut saya si Ibu ini sudah salah dalam niat. Niat sukses tidak untuk kebaikan sesama atau ibadah tapi untuk balas dendam. Bisa jadi ini pula yang membuat dirinya belum juga menemukan pekerjaan meski sudah melamar ke banyak perusahaan.

Saya mengerti  (karena akan salah jika saya bilang memahami), rasa sakit yang ditimbulkan karena sikap suaminya pasti sangat perih. Mendengar cerita dari adik saya saja, saya juga ikut geram.
Sayangnya, jalur sukses dan kehendak Tuhan seringkali berkebalikan dengan niat yang salah. Tidak peduli apakah kita menjadi korban yang tersakiti, atau malah pelaku yang menyakiti orang lain. 

Saya berpendapat demikian tidak karena hanya mendengar nasehat atau teori, tapi saya juga pernah mengalami, menginginkan sesuatu yang baik, tapi dengan niat yang salah.

Dulu saya ingin melanjutkan pendidikan, no matter what happpened. Tapi salah seorang kerabat berkata kepada saya, jika saya tidak akan mungkin bisa kuliah. Tidak akan mungkin saya bisa kuliah dengan biaya sendiri, apalagi sambil bekerja. Lucunya, ia mengatakan hal tersebut saat sedang berusaha meminta bantuan tambahan biaya kepada orangtua saya untuk kuliah anaknya.

Niat salah, hasil pun salah


Merasa diremehkan, saya marah, dan berjanji dalam hati untuk membuktikan semua perkataannya tersebut salah besar.

Dan lima tahun hampir berlalu sejak dari kejadian tersebut. Alhamdulillah, saya belum juga bisa mewujudkan cita-cita saya untuk kuliah. Malah saya mendapat anugrah sakit toksoplasma yang menghabiskan hampir semua tabungan kuliah dan gaji saya.

Tidak hanya itu, aneka cobaan dan ujian seolah tidak pernah berhenti mampir. Sempat saya membenci Tuhan. Berulangkali kesal kenapa harus saya yang mengalami semua ini. Kenapa tidak penipu-penipu itu saja, yang seolah tidak pernah peduli keberadaaNya.

Penasaran dengan "keinginan Tuhan" atas hidup saya, saya buka Al-Qur'an, mengamati pola hidup dan sejarah orang-orang yang menderita namun mampu mendulang kesuksesan. Tak lupa saya juga membaca banyak buku; baik dari kubu "kanan" atau pun "kiri". Saya ingin tahu mengapa Allah ciptakan saya, kalau akhirnya saya harus selalu kesusahan.

Dari banyak buku juga mengamati kehidupan mereka yang sukses menjalani hidup, saya belajar jika "menyalahkan Allah" atas takdir bukanlah jawaban. Sebaliknya ketika cobaan datang, maka itu kesempatan untuk menjadi lebih dekat Allah.

Membersihkan hati, dan kemudian meluruskan niat adalah cara mereka untuk tetap bersemangat meraih cita-cita.

Alhamdulillah, ketika menyadari hal tersebut, dan membetulkan niat kuliah saya, satu persatu masalah saya selesai. Tokso saya sembuh, dan akhirnya saya bisa kuliah.

Karena itu jika saat ini Anda selalu gagal menempuh cita-cita, coba ceki-ceki dulu, siapa tahu ada yang salah dengan niat Anda. Orang bijak berkata,

Sukses itu seringkali tidak tentang mereka, tapi lebih kepada tentang kita. 

You May Also Like

6 komentar

  1. Betul sekali. Apa pun yang dilakukan, niat harus dimantapkan dulu.

    ReplyDelete
  2. Setuju banget sama kutipan terakhrinya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mbak-e, berulangkali gagal, membuat saya tahu, jika sukses itu untuk membuktikan kepada mereka, maka sudah bisa dipastikan jalan yang ditempuh akan sulit, dan hasilnya malah seringkali gagal.

      Delete
  3. aku bisa maklum sih, kl lg marah kdg memacu kita utk lbh baik. Tp krn tujuan awalnya bukan yg baik jd seringnya gak kesampean

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.