Masakan Rumah Lebih Sehat, Benarkah?

by - 2/01/2017

minyakgorengbaik_rahayupawitri


Baper nggak sih kalau ditanyain seperti itu. Setiap hari sudah pontang-panting nyusun menu, cermat milih kombinasi sayur dan lauk agar gizi keluarga terpenuhi, eh dapat pertanyaan “Yakin makanan rumah lebih sehat?” 😭

Kita sering berpikir makanan di rumah memang lebih sehat, karena kita sendirilah yang memilih bahan baku, mengolah, serta memastikan kebersihan selama proses pemasakan. Tapi kenyataannya, makanan rumah bisa berubah menjadi makanan tidak sehat bila kita salah memilih sumber makanan atau memiliki persepsi yang salah saat mengolah makanan.

Pengetahuan ini saya peroleh saat mengikuti simposium kesehatan bersama minyak goreng Sunco dengan judul “Masakan Rumah, the Silent Killer?

Acara yang diadakan di RSPP pertamina ini bertepatan dengan hari Gizi nasional pada tanggal 25 Januari. Acara diadakan bertepatan pada tanggal tersebut, sebagai wujud rasa kepedulain Sunco terhadap Gizi dan pangan di Indonesia.

Yang menjadi alasan mengapa makanan rumah bisa tidak sehat 

Saat memilihkan menu atau makanan untuk keluarga, setiap ibu pasti mempertimbangkan apakah bahan yang ia pilih bagus, tidak mengganggu kesehatan, begitu juga saat mengolahnya; semua pasti diusahakan yang terbaik.

Sayangnya, semua itu akan sia-sia ketika ada satu bahan saja yang ternyata kita salah pilih. Misalnya saat ingin menghidangkan ikan goreng. Kita semua tahu seperti apa kandungan gizi pada ikan, sayangnya karena tidak tepat memilih minyak goreng, kakek, atau suami yang memiliki diet tertentu, akhirnya tidak dapat ikut menikmati.

Atau kebiasaan kebanyakan para ibu; menggoreng lauk atau cemilan dengan minyak goreng sisa.

Semua usaha ibu akan sia-sia bila pada akhirnya makanan yang disajikan malah akan menjadi "musuh" (silent killer) bagi anggota keluarga di rumah.

Tips menjaga masakan rumah agar tetap sehat

Akhir-akhir ini kita banyak mendengar kampanye untuk menghindari atau mengurangi minyak dalam menu makan sejari-hari. Salah satu alasannya karena statistik menunjukkan jumlah penderita Penyakit Tidak Menular, seperti diabetes, kini cenderung meningkat. 

Dan salah satu yang menjadi penyebabnya adalah kebiasaan tidak sehat seperti hobi mengkonsumsi gorengan. Rasa dari minyak goreng yang gurih memang bisa bikin lidah ketagihan untuk teus menerus konsumsi.

minyakgorengbaik_rahayupawitri


Sayangnya, minyak goreng yang biasa kita gunakan, seringkali mengadung lemak jenuh yang bisa menjadi pemicu beberapa penyakit cardiovascular atau diabetes.

Di satu sisi, bila bicara tentang gizi seimbang, kita tak bisa lepas dari keberadaan lemak. Selain karbohidrat, lemak juga merupakan sumber energi yang bisa diolah tubuh menjadi tenaga.

Malah menurut Dokter Entos Zainal, sekretaris Jenderal PERSAGI, lemak juga dibutuhkan oleh anak-anak untuk mengembangkan pemenuhan gizi mereka. Lemak pada anak-anak dibutuhkan untuk membentuk struktur anatomi otak yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan sel-sel syaraf.

Karena itu, salah satu solusi yang bisa seorang ibu pilih untuk menghndarkan diir dari akibat buruk minyak goreng adalah dengan menggunakanjenis munyak goreng yang mengandung sedikit lemak jenuh, tidak menggunakan minyak goreng berulang (lebih dari 2 kali), dan menggoreng makanan dengan suhu yang telalu tinggi.

Cara paling mudah untuk memilih minyak goreng yang baik untuk kesehatan adalah mencari minyak goreng yang lebih jernih, tidak mudah beku pada suhu dingin, dan lebih encer.

Minyak goreng dengan sedikit kandungan lemak jenuh juga tidak akan mudah beku pada suhu dingin. Sementara untuk mencari minyak goreng yang encer, pilihlah minyak goreng dengan kekentalan yang mirip dengan air.

Gorengan sering disebut makanan tidak sehat karena minyak goreng mudah sekali terserap (dengan kata lain nempel) pada jenis makanan ini. Jadi bila kita memilih minyak goreng yang lebih encer, logikanya, minyak goreng tersebut hanya dikit nempel pada makanan.

Sunco, pilihan minyak goreng untuk masakan rumah yang lebih sehat

Salah satu pilihan #MinyakGorengBaik untuk masakan di rumah adalah minyak goreng Sunco. 

Minyak goreng Sunco diolah dengan 5 kali tahap penjernihan, serta mengandung 57% asam lemak tak jenuh. Sunco tidak mudah membeku pada suhu dingin, jernih, dan hanya #DikitNempel pada makanan. 

Pada acara simposium kemarin, Christian Sugiono bersama beberapa teman blogger melakukan tes organoleptik (uji coba rasa) dengan cara meminum minyak goreng Sunco ini. 

minyakgorengbaik_rahayupawitri


Karena kejernihan dan rasa minyak goreng sunco yang tidak eneg, minyak ini cocok untuk digunakan dalam berbagai masakan. Bahkan Chef Nanda juga menggunakan minyak goreng ini sebagai bahan pengganti olive oil pada pembuatan mayonaise. 

Oya, untuk kawan-kawan yang suka kehabisan ide hendak masakan, bisa mengikuti fanpage Sunco di 

Fanpage Sunco Indonesia:
https://www. facebook/sunCoIndonesia
atau 
http://resepsehat.com

You May Also Like

7 komentar

  1. Aku udah move on ke sanco. Bening minyaknya.

    ReplyDelete
  2. Kalaun masakan rumah kan kita bisa tahu sendiri kadar kehigienisannya. Minyaknya juga udah fix pakai sanco

    ReplyDelete
  3. Kalau masakan rumah katanya lebih hemat dan tahu prosesnya sehat mba, saya pernah diceritain ada seorang bapak yang menerapkan ini harus masak, kalau dibeliin diwarung makan ga mau makan.

    ReplyDelete
  4. Sunco sdh terbukti hiegienis ........

    ReplyDelete
  5. Cara menggoreng masih banyak yang kurang memperhatikan sampai minyaknya hitam masih terus dipakai ini yang jadi nggak sehat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau minyaknya masih banyak, kadang sayang mau dibuang pak Dwi. Coba deh tanya istri, pasti jawabnya gitu ha ha ha

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.