-->

Resolusi 2018; Konsisten Memulai Satu Langkah Kedepan Setiap Hari



Kepala saya rasanya ingin pecah. Detak jantung rasanya juga berdetak lebih cepat. Ada 8 artikel yang harus selesai hari itu. Ditambah cucian numpuk, harus jemput Hana, ambil pesenan masakan yang belum kelar huaaa..... lelahnya hidup.

Enam bulan yang lalu, salah seorang mentor saya mengirimi sebuah nasehat, simpel banget,

Jika kau tidak berubah di usia 40, maka waspadalah

Karena itulah saya gas pol terus, iyain aja kalau ada job. Di sisi lain, saya juga mendapat nasehat jika kesibukan bekerja juga harus diikuti dengan aktivitas spiritual. Agar seimbang, agar ideal, dan agar ada yang ngerem saat job-job tersebut mulai membuat pikiran overload.

Jadilah, saya mulai ikut ngaji sana-sini, gabung di grup-grup spiritual, atau subscribe newsletter produktivitas, motivasi, juga teknik-teknik content writing dan marketing.

Nggak tahunya keinginan "seimbang" itu malah membuat hidup saya tidak seimbang. Pekerjaan rumah tangga tidak terurus, Hana protes karena merasa terabaikan, si Ayah komplain, kacau pokoknya. Well, hidup memang nggak sempurna, ya. Kita hanya bisa yang terbaik. *eh ngelantur

Akhirnya, Muharrom kemarin saya milih cooling down. Nggak terima job dulu. Nge-list lagi PR, to do list, janji-janji, atau printihilan lain seperti catetan keuangan, ngrapihin meja kerja dan seterusnya.

Artikel terkait: Punya Banyak Pekerjaan? Ini Cara Menyelesaikannya

Tapi setelah cooling down dan evaluasi, saya malah bingung, mau kemana saya sekarang, apa yang harus saya lakukan di tahun 2018 agar usaha jasa konten situs dan media sosial saya berjalan dengan baik? Meskipun sudah berjalan lumayan, tapi masih buaanyak banget kekurangannya. Plus, masih belum bisa sesuai tujuan, gandeng para ibu untuk menjadi tim penulis.

Resolusi menuju 40 tahun, "Mengambil satu langkah kecil ke depan setiap hari"


Hingga kemudian, saat scrolling di IG, saya ketemu dengan iklan webinar Melysa Griffin, "Goals with Intention 2018". Sebuah tawaran kelas gratis yang ditujukan untuk membantu kita menentukan goal atau tujuan di tahun mendatang.

Bicara tentang goal, umumnya kita sering menulis: jalan-jalan ke Indonesia Timur, ngetrip ke Korea, beli mobil tanpa kredit, dan lain sebagainya. Padahal, tujuan seharusnya tidak seperti itu. Hal seperti itu kurang memberikan nyawa untuk menikmati proses.

Yap, di kelas ini memang ditekankan untuk menikmati proses. Karena tujuan dalam bentuk materi, malah mudah membuat kita lelah, atau ketika tercapai, - kita bingung, mau kemana lagi langkah kita agar menjadi lebih besar.

Jadi, tujuan itu seharusnya hanya satu, core goal istilahnya. Sebuah tujuan yang bisa membuat kita bangun setiap pagi, sambil berteriak (dalam hati), "Yeah, let's do it baby". 😀😀😀

" I want to take a baby step in my business every day. "

Yap, itulah core goal saya.Tapi break down-nya ternyata nggak cukup satu halaman folio. Banyak dan panjang. Mulai dari planning konten, menjawab dan prospek klien, update ilmu baru, dan masih banyak lagi.

Step by step mewujudkan core goal


Rencana, mimpi, goal hanya akan berakhir pada komen "Kereennn", "Ketjeh..." jika tidak diikuti dengan langkah nyata. So, sambil terus nyimak materi Mrs. Griffin, saya mulai membuat rencana step by step yang harus saya buat.

Langkah mewujudkan resolusi #1: Membesarkan wadah


Kali ini saya menggunakan nasehat dari mentor di kelas bisnis.

Jika ingin hasil besar, maka perbesar wadah. Datangi Yang Maha Besar dulu, ajak Dia untuk turut serta di setiap aktivitas kita, dan serahkan semua hasilnya padaNya

Membesarkan wadah. Itu yang harus saya lakukan. Wadah dalam arti adalah ilmu, kesiapan mental, dan emosional.

Ada tiga hal yang diajarkan oleh mentor bisnis saya:
1. Mengusahakan sholat tepat waktu
2. Membaca Al-Qur'an usai sholat
3. Terus belajar sesuai dengan usaha yang dilakukan, dan praktekkan dengan konsisten.

Tiga hal tersebut yang saya ambil sebagai langkah pertama. Belajar hal baru, sekarang menjadi jadwal kedua usai saya sholat Tahajud. Kali ini saya berusaha lebih fokus, cukup satu kelas online dan satu kelas offline dalam sebulan; kemudian dipraktekkan.


cukup satu kelas online dan/ atau offline sebulan


Langkah mewujudkan resolusi #2: Menyiapkan fisik

Keunikan usia 40 itu ada dua hal, di satu sisi, pada usia ini seseorang biasanya sedang sibuk untuk memenuhi tuntutan kebutuhan seperti sekolah anak yang jenjang dan  biayanya tentu semakin tinggi, mempersiapkan pensiun, atau mulai membangun usaha untuk persiapan pensiun. Disisi lain, secara fisik, kekuatan tubuh juga mulai melemah.


Karena itu, saya mulai lebih memperhatikan kesehatan fisik. Jika dulu olah raga hanya kalau sempat, kali ini saya masukkan ke dalam jadwal harian, meski hanya 15 menit.

Bagaimanapun juga kerja mager seperti saya ini cukup rawan gangguan kesehatan, mulai dari kardiovaskular, sampai kegemukan. Jadilah mulai mengumpulkan video aerobik yang durasinya pendek, atau ambil rute ngonthel yang lebih jauh.

Pola makan pun mulai saya atur. Sudah hampir dua bulan saya mencoba food combining, dan Alhamdulillah selain membuat tubuh lebih sehat, frekuensi ngopi pun mulai berkurang.

Sesekali saya juga mengonsumsi suplemen vitamin, jika saya merasa beban sudah overload, habis sakit, atau kira-kira asupan nutrisi saya tidak terpenuhi.

Langkah mewujudkan resolusi #3. Merealisasikan core goal


Ini langkah yang paling berat, karena realisasinya membutuhkan waktu dan konsistensi.

Saya berencana membuat konten dengan format redaksional. Nyontek cara editor saya dulu membangun sebuah situs Asian Parent Indonesia. Saya memulainya dengan membuat mind maps, dan membuat rencana redaksional hingga setahun ke depan.

Langkah lainnya adalah meningkatkan kecepatan saya membuat konten. Saya memulainya dengan kembali belajar ngetik online di ratatype.com. Iya, meski sudah lama nulis konten, saya baru bisa ngetik dengan sebelas jari.

Saya belajar menggunakan komputer otodidak, jadi masalah ngetik memang saya abaikan. Dan saya baru sadar, jika ingin resolusi saya tercapai tahun ini, paling tidak saya harus mampu membuat konten 5-6 artikel sehari dengan panjang artikel minimal 500 kata.

Sebuah kerja keras buat emak yang hanya punya waktu kerja 6 jam sehari, kan? Karena menurunkan target tidak mungkin, pilihan saya hanya satu, menaikkan kecepatan membuat konten. Alhamdulillah, so far so good. Saya sudah bisa menulis dengan kecepatan 25 kata per menit, dari yang semula hanya 12 kata.

Begitulah, saya sadar pekerjaan saya masih banyak, jalan yang harus saya lalui hingga tujuan saya di 2018 nanti juga masih panjang. Tapi saya berharap, sedikit keberhasilan saya meningkatkan kecepatan menulis, juga akan diikuti dengan keberhasilan saya untuk mewujudkan resolusi di 2018; taking a baby step for my business every day. 😉

HP Vivo V7+, Jawaban Ketika Gadget Nggak Kompatible Lagi






"Aplikasi ini tidak kompatibel dengan device Anda"

Saya cuma bisa nyengir getir waktu baca notifikasi yang tertulis di pablet saya Niat hati pengen instal Google Doc biar besok bisa nyicil tulsan di jalan. Apa daya, si Aplikasi ternyata sudah nggak berjodoh lagi sama pablet saya.

Ya maklum saja, pablet jaman Android masih Jelly Bean, mungkin sudah nggak cocok lagi untuk banyak aplikasi.

Masalah gadget memang masih menjadi masalah utama untuk saya. Dari kemarin sebetulnya sudah naksir satu dua HP, tapi karena si Pablet belum rusak, kok ya males mau ganti he he he.

Tapi tadi setelah dibilang nggak kompatibel lagi, saya pun jadi mulai nyari-nyari HP yang cocok, yang bisa membantu saya menyelasaikan pekerjaan, baik sebagai Blogger atau Content Writer.

Alhamdulillah, kemarin-kemarin sudah bisa nyobain (aka. minjem) beberapa merk HP, tapi ada satu yang belum saya coba, yaitu HP Vivo.

Vivo V7+, Gadget untuk segala kebutuhan


Kriteria saya milih HP masih sama, kamera dan memori tetap jadi pilihan utama, Setelah itu baru daya  alias kekuatan baterai.

Ada beberapa HP Vivo yang saya taksir. Tapi yang paling saya pengen si Vivo V7+

Bagi saya, pertimbangan memilih HP Vivo V7+ adalah kapasitas RAM-nya ( RAM HP Vivo 4GB).
Terus terang saya trauma ni, ditolak instal aplikasi hanya karena space HP nggak muat.



Sepanjang yang saya tahu, aplikasi Android itu cepat sekali update-nya. Dan tiap kali update pasti nambah space. Jadi pikiran saya sederhana saja. kalau pilih HP Android lebih baik pilih dengan space yang cukup besar.

Buat saya pribadi 4GB sudah sangat lebih dari cukup untuk menyimpan aneka aplikasi yang berhubungan dengan pekerjaan konten (aplikasi video, pict seditor, atau malah aplikasi dari agensi pekerjaan freelance).

Apalagi seri terbaru Vivo ini telah menggunakan prosesor octa-core yang mampu bekerja hingga kecepatan  GHZ. Plus dengan adanya dukungan chipset Snapdragon 450, komplit sudah pendukung kinerja Vivo ini.

Untuk urusan konektivitas, Vivo V7+ memiliki fitur dual SIM Card, plus Micro USB 2.0. Jadi nggak perlu puyeng seandainya butuh memori lebih dari memori internal yang disediakan.

Untuk Kamera, Vivo V7+ menggunakan kamera belakang dengan lensa 24 megapiksel dan kamera depan 16 megapiksel. Udah bisa dibayangin hasil jepretannya seperti apa.

Aduh, nyaris mirip dengan aslinya ya...


Desain Vivo V7+ ini juga manis banget lho. Dibalut dengan material alumunium berwarna hitam dengan bingkai kaca yang melengkung, membuat tampilan Vivo sangat elegan dan bergaya.

Layarnya juga lebar, 5.99 inch, cucok buat mata emak yang mulai mengabur. Sepertinya kalau ukuran layarnya saja sudah sebesar itu, handphone ini pasti enak untuk digengam dan digunakan untuk menulis aka. ngetik. Kemarin iseng pakai HP ukuran 5.5 inch saja sudah nyaman, apalagi pakai Vivo V7+ yang ukurannya lebih besar kan?

Nonton video, plus chat? Hayuk ....


Display Vivo V7+ ini juga sudah mendukung Fullview TM. Artinya, jika ingin berbagi tontonan, atau menyajikan dokumen bergerak pada beberapa orang, hasilnya tentu akan lebih sempurna.

Ya udahlah, pokoknya udah komplet semua yang saya pengen ada di Vivo ini. Paduan gaya dan kinerja untuk segala suasana.

Cuma saya masih mikir-mikir ni, dengan harga Vivo V7+ yang ditawarkan denga harga 4 jutaan. Sedikit lebih tinggi dibanding dari budget yang saya anggarkan. Sepertinya si, saya harus nunggu sedikit lebih lama sampai unit-unit reksadana saya berkembang lumayan. Atau kalau enggak ya, nunggu diskonan dari e-commerce langganan.

Btw, ngomongin e-commerce, saya paling seneng belanja di Matahari Mall. Selain dapat poin dan diskon lumayan, saya juga sering dapat voucher belanja yang bisa  digunakan untuk berbelanja di kemudian hari.

Untuk Vivo ini pun saya pengennya belanja disana. Mumpung pas akhir tahun, biasnaya ada banyak diskon besar di ecommerce ini. Nah, siapa tahu ada diskon besar-besaran juga untuk HP Vivo V7+ ini.

Udah atuhlah, doain saya bisa punya HP caem ini yach... Thank you ....


Kamu Suka Menunda Pekerjaan? Hati-hati, Siapa Tahu Kamu Terserang Prokrastinasi. Ini 12 Cara Menyembuhkannya

12-cara-menyembuhkan-procrastination
Termasuk penderita procrastinasi? Coba 12 trik berikut ini


Beberapa hari lalu, saat asik browsing tip-tips perawatan wajah di Sociolla, saya nemu sebuah artikel yang menarik, tentang Prokrastinasi. Sebuah penyakit mental yang menghambat pekerjaan seseorang. Seorang penderita prokrastinasi, hobi sekali menunda pekerjaan meski ia tahu bahwa tenggat waktu pekerjaanya semakin dekat.

Biasanya seseorang prokrastinator akan merasa tidak bisa menyelesaikan pekerjaan utamanya, sebelum ia menyelesaikan semua pekerjaan-pekerjaan lainnya.

Misalnya nih, kamu seorang content writer atau blogger yang harus menyelesaikan satu artikel dengan tenggat waktu dua hari lagi. Tapi, hari ini kamu masih belum juga nulis. Alasannya sih sepele, sulit menemukan ide kalimat pembuka.

Padahal, outline sudah ada, infografis sudah oke, bahkan feature image pun sudah tersedia. Tapi masih saja, kamu belum bisa menyelesaikan artikel yang cuma 500 kata.

Ujung-ujungnya, orang tipe ini selalu woro-woro dia punya banyak kerjaan, tapi kenyataaanya, di hari itu kamu hanya bisa menyelesaikan satu atau dua pekerjaan (itu pun bukan pekerjaan yang utama. #parah 😒). 

Kenapa? Karena kesibukan sebetulnya hanya ada dikepala. Orang-orang tipe ini merasa sibuk mikirin ini itu; ingin menyelesaikan yang A, B, C dulu;rajin banget mengatur waktu, tapi rajin juga melanggar waktu tersebut dengan berbagai alasan. However, orang-orang ini tetap bilang kesemua orang kalau hari ini sedang nggak bisa diganggu, jadwalnya penuh.

Btw, gambaran itu, kok seperti saya banget, ya? Huaaa...😱😱😱!

Kadang saya merasa sibuk, tapi ternyata satu per satu deadline (saya punya content plan untuk blog) lewat begitu saja. Ya...saya sering berpikir, saya mau mengerjakan A dulu, agar bisa mengerjakan B.

Semula saya berpikir karena saya tidak pandai mengatur waktu, jadi semua tips manajemen waktu saya coba. Tadinya saya juga berpikir kecepatan sayalah yang harus ditambah, tapi kenyataanya, mungkin saya hanya menghindari kesulitan, saya tidak berani menghadapi kesulitan tulisan yang harus saya hadapi.

Tentu hal ini nggak baik dong, enggak menguntungkan, dan berpotensi membahayakan rekening dan dompet he he he. Bahkan berpotensi untuk merusak hubungan baik dengan klien atau teman. Jadi,  saya iseng mencari cara bagaimana menyembuhkan procastination ini.

So, these are the result, and what I've tried so far.

12 Cara membebaskan diri dari penyakit Procastination


1. Niat mau berubah


Iya ini klasik, nyebelin, dan konvesional banget. Tapi asli, waktu awal saya ngikuti saran dari nomor 3 sampai 12 di list ini, saya masih gagal. Mungkin prokrastinasi saya rada berat ya, harus butuh tekat untuk berubah.

Akhirnya saya kumpulkan semua list Dream Big. Buat niat kalau saya harus berubah, nggak cuma untuk kebaikan saya, tapi juga orang-orang yang saya sayangi.

2. Buat daftar pekerjaan dan kategorikan


Setelah mengumpulkan Dream Big, pekerjaa, PR, juga pelajaran-pelajaran yang keteter, saya membuat daftar semua pekerjaan yang harus saya selesaikan. Daftar itu kemudian saya bagi dalam beberapa kategori. Mana yang PR, mana yang belajar, dan mana yang harus segera selesai.

Misal seperti halaman "About Me" di blog ini yang belum sempurna, pelajaran yang belum dibaca dan dipraktekkan, janji blog post sama temen yang belum terlaksana, dan seterusnya.

3. Buat deadline pribadi


Kalau bisa si, deadline-nya tu sesuatu yang akan berakibat fatal jika tidak segera diselesaikan.

Saya pribadi menggunakan statistik sebagai motivasi untuk membuat deadline. Dan karena kadang harus menulis untuk beberapa klien, mau nggak mau ya harus siap dan memenuhi deadline.

Masih nggak mungkin? Coba lanjut ke tips nomer empat deh

4. Minta tolong teman


Jika saya menggunakan klien sebagai "pengawas deadline" (melalui job yang ia berikan), maka kamu bisa mengajak teman untuk bareng-bareng mengawasi deadline kamu.

Misal seperti temen-temen Blogger saya yang tergabung dalam Blogger KAH, atau teman-teman yang tegabung di kelompok Arisan Link. Setiap tulisan ada tenggat waktu untuk menulis dan waktu publish yang sudah ditentukan, jadinya mau nggak mau deadline harus terpenuhi.

5. Bagi to do list harian menjadi lebih tugas-tugas yang lebih kecil dan beri hadiah pada diri saat satu tugas kecil terselesaikan


Membagi tugas kecil akan membuat kita lebih termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan dengan lebih mudah.

Dulu saya pernah mencoba saat belajar mengatur waktu sehari-hari (eh, sekarang juga masih belajar ding). Dan ini memang lebih mudah dikerjakan. Apalagi kalau kamu tipe orang yang nggak mudah fokus pada satu pekerjaan dalam waktu lama.

Let's say, kamu pengen ikut kompetisi nulis, maka hari ini ngumpulin referensi, besok bikin outline, hari berikutnya ngrancang infografis dan seterusnya. Dan beri reward ke diri sendiri jika sudah bisa menyelesaikan satu pekerjaan. Kalau saya si milih stalking Kdrama ongoing, atau minum secangkir coklat panas.

Oya, pengalaman sukses mengerjakan pekerjaan kecil ini juga akan bantu termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan lainnya. Sampai akhirnya kamu bisa say good bye pada procrastination he he he.

6. Cobalah kerjakan pekerjaan di luar rumah


Dan jangan pulang sampai pekerjaan selesai 😂😂.

Kalau kamu freelancer yang menderita procastination karena mudah terganggu dengan pernik-pernik kerjaan rumah, coba selesaikan pekerjaan kamu di luar rumah. Bekerja di luar rumah akan membantu kamu menjauhkan diri (sesaat) dari pernik-pernik yang ganggu kamu untuk memenihi deadline.

Tapi jangan lupa tentukan juga berapa jam kamu akan menyelesaikan pekerjaan kamu, kecuali kamu pengen diberi tatapan tajam oleh pemilik kafe.

7.Segera mulai meski baru terbersit di hati atau pikiran


Jiah... melow banget, ya!

Maksudnya ni, kamu bilang ke diri kamu, "Aku mau publish post di draft hari ini" ya udah, segera lari ke kompi dan publish post kamu. Jangan ada kata "Ntar deh, habis nonton episode ongoing K-drama", atau "Habis belanja aku mau publish post, ah!". Jangan. Lebih baik segera kamu kerjakan begitu kamu punya keinginan. Karena biasanya sehabis nonton ongoing drama tu, trus stalking akun IG, nyari behind the scene, atau malah gosip terbaru (itu mah elo, Wit!).

8. Buang pekerjaan nggak penting dari to do list


Males segera mulai kerja karena lihat to do list yang bejibun? Kalau gitu cek lagi aja to do list, coret semua yang nggak harus selesai hari ini. Atau seperti nomer tiga, bagi satu pekerjaan besar jadi kecil-kecil agar kamu juga masih ada waktu untuk pekerjaan lain dan melakukan hal yang paling kamu sukai.

9. Katakan pada diri jika sudah menentukan prioritas


Buat emak yang kerja di rumah, perasaan harus menyelesaikan kerjaan rumah tu sellau menghantui. Tapi gimana kalau memang sudah dekat deadline, daripada dimarahi klien kan?

Nah, untuk mengurangi perasaan bersalah, saya mencoba katakan kepada diri saya kalau saya sudah menentukan prioritas. Cara lainnya, saya beritahu ke si Dady dan Hana kalau memang saya ada pekerjaan yang harus segera selesai.

10. Letakkan semua keperluan pekerjaan disekitar meja kerja


Cara ini akan mencegah kita untuk "lari" dari pekerjaan. Meskipun sedang nggak ngetik di meja komputer, saya bawa semua keperluan pekerjaan ke tempat saya mau nulis. Meski itu hanya glesoran disebelah Hana main. Pokoknya semua saya bawa.Kkamus, kabel laptop, kabel wifi, planning content, buku ide semua saya bawa.

11. Set alarm


Cara ini memang banyak dipakai saat kita sedang belajar nulis atau belajar disiplin waktu. However, cara ini cukup manjur untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus dikerjakan.

Jadi, cobalah duduk, dan jangan melakukan pekerjaan apapun selama waktu itu. Awalnya sulit, tapi kalau sudah terbiasa asik kok. Coba deh!

12. Pilih satu waktu untuk melakukan pekerjaan penting


Saat ini saya sedang memperbaiki quality time dengan Hana. Jadi, menuruti waktu untuk meluangkan waktu dengan Hana setiap jam 6-9 malam. Meski ada pekerjaan lain, atau rencana lain, saya tetep pilih matiin kompi dan hape, dan konsentrasi dengan Hana.


Alhamdulillah, selama ini kedua belas cara diatas bisa bantu saya mengatasi gangguan prokrastinasi. Belum sembuh total si, kadang masaih saja si Prokrast ni mengganggu satu, dua hari saya. Tapi Alhamdullillah, masih bisa diatasi.

Okay, selamat mencoba, dan semoga prokrastinasi kamu bisa sembuh juga.

Ref:
1. Sociolla
2. Phsycology Today



Rahasia Nyamuk, dan Cara Mengatasinya

HIT Expert Baru untuk Nyamuk Bandel


"Dik, kamar disemprot, nggak?"
"Iya dong, Bu, Hana dah mulai ngantuk, ni?"

Begitulah kegiatan kami setiap kali jam sudah menunjukkan jam tidur. Semprot kamar, kosongin satu jam, baru beranjak tidur. Kegiatan yang menurut saya sebetulnya sudah cukup umum, standar, dan aman. Nggak tahunya... ternyata cara saya ini salah. Tidak mencukupi standar keamanan untuk membebaskan rumah dari nyamuk.

Fakta dan mitos nyamuk

Tanggal 23 kemarin, saya main  D'lab, kumpul bareng komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) dan HIT obat nyamuk. Kami ngobrol tentang fakta nyamuk yang makin bandel dari hari-kehari.

Hadir di acara tersebut Dr. Lula Kamal yang merupakan Brand Ambasador HIT sekaligus nara sumer ahli dalam "HIT Expert - Basmi Nyamuk Bandel"

Acara dibuka dengan perkenalan nara sumber dan games tentang mitos dan fakta nyamuk. Dari games inilah, saya akhirnya tahu ternyata cara saya melindungi keluarga dari gangguan nyamuk telah salah dan tidak efektif.

Untuk efektif membasmi nyamuk, kita harus mengetahui terlebih dahulu karakteistik nyamuk. Apa saja karakteristiknya, berikut fakta dan mitos seputar nyamuk.


Fakta dan mitos nyamuk yang harus kamu tahu


#1. Mitos: Nyamuk hanya serangga kecil biasa, hanya satu dua jenis saja yang berbahaya. 
 
 Fakta: Nyamuk ternyata menjadi hewan yang paling mematikan di seluruh dunia.

Yap, that's small creature yang suka nguing-nguing tu ternyata termasuk makhluk yang mengerikan. Bahkan di tahun 2016 kemarin, terjadi 201.885 kejadian DBD di 34 propinsi, dengan jumlah meninggal 1.585 orang. Serem, ya.

Nyamuk juga bisa sangat berbahaya bagi mereka yang menderita alergi. Selain bisa menimbulkan bentol, juga bisa berakibat yang lebih parah.

#2. Mitos: Nyamuk lebih banyak di musim hujan
   
Fakta: Udara makin panas, nyamuk lebih banyak

Nyamuk termasuk binatang yang cepat beradaptasi. dan sangat menyukai udara lembap. Dan di udara panas, nyamuk lebih cepat berkembang biak. Suhu yang tinggi juga membuat siklus nyamuk lebih cepat (cepat juga berkembang biak), tapi membuat bentuk nyamuk lebih kecil.

 Akibatnya, nyamuk lebih butuh banyak makan (aka. darah) untuk menormalkan ukurannya.

#3. Mitos: Nyamuk suka hidup di air yang tergenang dan kotor

Fakta: Nyamuk justru menyukai tempat yang bersih. 

Itulah mengapa, nyamuk malah lebih banyak bersarang di baju-baju bersih yang tergelantung, atau air yang tergenang di tempat-tempat tersembunyi.

Untuk berkembang biak, nyamuk hanya butuh 1 cc air. Jadi bisa saja, baju yang pernah kita pakai dan kita gantung dibelakang pintu, bisa menjadi tempat berkembang biak ideal untuk nyamuk.

Bagi teman-teman yang menyukai pernak-pernik rumah, seperti hiasan dinding, kain korden yang berlapis-lapis, sebaiknya sering-sering dibersihkan. Usahakan, paling tidak satu minggu sekali diturunkan dan dilap.

#4. Mitos: Nyamuk berpindah tempat dengan terbang dari satu tempat ke tempat lainnya.

Fakta: nyamuk bisa berpindah tempat dengan menempel pada peralatan atau pakaian yang dipakai manusia.

Karena ukurannya yang kecil, nyamuk juga bisa bersembunyi di tumpukan buku, mainan anak, sela-sela pohon, bahkan sampai jok mobil yang diparkir di garasi.

Saat anak bermain ke rumah tetangga, atau kita bepergian dengan kendaraan, pakaian yang sudah dihinggapi telur nyamuk, maka disaat itulah kita menjadi barier bagi nyamuk-nyamuk ini ke banyak tempat.

#5. Mitos: waktu tepat menggunakan cairan pembasmi nyamuk adalah saat hendak tidur (mendekati jam tidur)

Fakta: menggunakan atau menyemprot nyamuk haruslah di waktu-waktu nyamuk sedang aktif.

Misalkan untuk nyamuk Aedes Aegypti, antara jam 7 pagi hingga jam 12 siang dan jam 2 siang hingga jam 6 sore.

HIT Expert untuk nyamuk yang bandel


Nyamuk memang hewan yang kecil, tapi keberadaannya sungguh mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Oleh karena itu sebagai ibu yang inspiratif, kita musti pintar-pintar memilih produk pembasmi yang mampu mengusir nyamuk pengganggu.

Sebagai salah satu produsen besar obat pembasmi serangga, HIT meluncurkan produk baru dengan nama HIT Expert.

Produk HIT ini mempunyai 4 kelebihan utama, yaitu

  • Formula baru dengan partikel yang lebih kecil (micro particel), agar dapat bertahan lebih lama di udara dan membasmi nyamuk bandel. 
  • Menggunakan Double Nozzle, untuk menghasilkan semprotan yang lebih merata dan menjangkau jauh ke seluruh ruangan. Kita hanya perlu menggunakan secukupnya saja. Jadi lebih hemat bukan?
  • Desain baru yang lebih ergonomis, mudah digenggam, dan hasil semprotan halus
  • Tersedia dengan wangi premium yang lembut, Sweet Flower dan Fresh Citrus

Review HIT Expert


Pulang acara kemarin, kami semua diberi kesempatan oleh HIT untuk mencoba produk barunya tersebut. 

Berhubung belakang rumah masih kebun dan sawah, dan nyamuk sering banget datang tanpa diundang, saya mencoba mengikuti saran Dr. Lula Kamal, mengamati jam-jam nyamuk aktif dan menyemprot pada jam-jam tersebut. 

Saya mencoba menggunakan HIT Expert di pagi hari, sekitar pukul 7 pagi. Dan sore hari sehabis sholat maghrib. 

Jika HIT hanya menyebutkan 4 kelebihan untuk produk barunya, menurut saya ada satu lagi yang ditambahkan, HIT Expert sama sekali tidak meninggalkan bau, dan memang cukup efektif untuk membasmi nyamuk dan serangga lainnya. 

Rumah yang saya tinggali ini termasuk rumah yang cukup tua, jadi di waktu-waktu tertentu, kecoak sering datang berkunjung dan sembunyi di bawah rak cuci piring. 

Jadi, selain menggunakan untuk ruangan kamar, saya juga gunakan HIT Expert ini untuk menyemprot daerah di bawah rak cuci piring, kecoakpun akhirnya nggak tahan sembunyi lama-lama disana. 😀😀

So, bu-ibu, cobain deh HIT Expert ini, agar ibu dan keluarga lebih nyaman beraktivitas tanpa gangguan nyamuk, atau serangga tak diinginkan lainnya.


Oke, see you at another feature or review post, ya ... 😊



...Gess, Aku Kok Ngrasa Seperti Dikutuk, ya...

Pagi ....

Hari Sabtu ini aku mau curhat ah. Weekend tu kayane paling enak kalo bikin post curhat ya.

Ceritane, sebulan yang lalu saya bergabung disebuah grup WA kepenulisan. Belum juga admin nyapa, tiba-tiba ada salah satu member yang kampanye, agar para guru menolak memberi tugas yang mengharuskan siswa untuk mengakses internet, terutama melalui Gadget. Lebih baik ajak anak membuka buku.

Member yg lain otomatis menjawab menjawab, jika kita tidak bisa menolak jaman, dan perubahan. So, kalo mencegah anak dari gadget dengan cara seperti itu tidak akan efektif. Saya juga ikut menimpali jika apa yang dikatakan oleh member yang lain, let's say A, adalah benar.

Saya juga menambahi jika kemarin saat main ke perpusnas, disana juga sudah mulai go digital. Mencari ensiklopedi  atau malah koleksi juga dalam bentuk ebook.

Tak disangka si Sesembak yang campaign malah nanyain anak saya umur berapa, dan udah pake gadget belum.

Pas dia nanya gitu, saya dah feeling, it's gonna be another mom war. Jadi saya cuma jawab singkat dan seperlunya, kalau anak saya yang berumur 8 tahun memang sudah pegang hp, tapi semua tentu dibawah pengawasan saya.

Tak disangka Beliau malah bilang,

"Nanti kalo anak mbak sudah remaja, mbak akan merasakan susahnya memisahkan anak dari gadget"

What a ... !!! Gess, I felt like she just cursing me!

Jujur, saya agak gimana gitu waktu Beliau bilang begitu. Menurut saya beda pandangan dalam kepengasuhan atau mendidika anak, kan nggak harus seperti itu. Lebih baik perbedaannya  dijadikan bahan diskusi. Beliau bisa share apa alasan latar belakang Beliau, sehingga Beliau melakukan ajakan seperti itu.

Mungkin dengan diskusi malah bisa saling mengisi kan? Pengalaman Beliau bisa gunakan sebagai referensi mengasuh Hana kelak ketika ia remaja.

However, kita semua kan datang dengan latar belakang yang beda. Saya memilih model mengasuh dengan sudah mengenalkan anak pada gadget juga ada alasannya. So, it is better not always to come up with conclusion.

Dan tentang si Sesembak, saya milih untuk tidak lagi menanggapi percakapan hari itu. Clear chat, and back to work.

Kalo kami gimana, Gess, pernah nggak ngalamin beda parenting style ama temen? What you do then? Share dong...

Albumin, Zat Penting Bagi Ibu Hamil, tapi Sering Terlupakan

albumin_zat_penting_bagi_ibu_hamil_tapi_sering_terlupakan


Apa zat terpenting bagi ibu hamil? DHA, kalsium, vitamin, besi...?

Yap, keempat diatas memang zat yang bermanfaat untuk ibu hamil. Sayangnya, ada satu zat yang selama ini terabaikan dan malah mungkin baru kita dengar manfaatnya; yaitu Albumin.

Iya, si putih telur itu lho. Kalau selama ini kita mengenal hanya untuk masker, penyembuh luka, atau malah hanya nama lain putih telur, zat yang satu ini ternyata memiliki peran penting bagi ibu Hamil.

Wajar kan ya, kalau telur sering disarankan sebagai salah satu makanan dalam menu ibu hamil. Sayangnya, untuk mendapatkan fungsi maksimal dari albumin ini, kita harus mengkonsumsi paling tidak enam buah putih telur sehari. 😱😱😱.


Pentingnya albumin bagi ibu hamil


Jujur, saya juga baru kali ini mendengar tentang albumin (terakhir dengar waktu jaman SMP kali ya? 😀), tepatnya tiga hari yang lalu saat saya ngumpul bareng dengan teman-teman Blomil di acara "Mengenal Manfaat Albumin untuk Kesehatan Tubuh."

Key Speaker pada acara tersebut DR. Taufik Jamaan SpOG, seorang ahli Obstretri dan Ginekologi dari RSIA Bunda. Beliau memaparkan jika albumin akan membantu ibu hamil memenuhi kebutuhan proteinnya bagi tubuh ibu dan juga janin.

Seperti kita semua sudah tahu, protein merupakan sumber utama yang dibutuhkan tubuh untuk memeperbaiki jaringan yang rusak, plus digunakan sebagai cadangan energi.

Di dalam hati, semua makanan yang kita konsumsi dan mengandung protein, akan dicerna oleh hati menjadi plasma protein. Plasma protein ini ternyata 60%-nya merupakan albumin, dan sisanya adalah globulin dan regulatory protein.

Dan si Albumin inilah yang memiliki peran paling banyak bagi tubuh; yaitu sebagai pengatur tekanan osmotic darah, pengangkut nutrisi dalam tubuh, penjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, plus memperbaiki jaringan yang rusak.

Bisa dibayangkan dong, ya, kalo seorang ibu hamil kekurangan albumin. Dr. Taufik menyebutkan, "Ibu hamil yang kekurangan albumin bisa berpotensi menderita bengkak kaki dan tangan, atau yang biasa kita kenal dengan edema. Pertumbuhan janinnya pun akan terhambat. Dan bagi pasutri yang sedang menjalankan program hamil, kekurangan albumin bisa mempengaruhi kesehatan sperma."

Eaaa.... serem, ya. But sadly to say, kenyataan di lapangan ya seperti itu. Masih banyak ibu hamil yang kekurangan albumin. Selain belum paham akan pentingnya fungsi albumin, beberapa ibu memiliki poetensi morning sikcness yang kadang memicu ibu sulit untuk makan makanan yang bergizi.

Albusmin, cara mudah mendapatkan manfaat albumin


So, what a pregnant mom should do? Apakah ia harus mengkonsumsi putih telur enam buah tiap hari? Eaaa... itu ibu hamil atau Ade Rai ya? 😁😁😁😁

Nggak kok, nggak sampe harus seperti itu. Bumil cukup mengkonsumsi Albsumin sehari dua kali guna mencukupi kebutuhan albumin hariannya.

Albusmin dibuat dari ekstrak ikan gabus yang mengandung kadar protein tinggi, asam amino, mineral, dan tentu saja albumin.

Ikan gabus, ternyata memiliki kandungan kadar albumin 33,07% dan protein 80,55%. Penelitian Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang menyebutkan jika kandungan albumin pada ikan gabus mencapai 62,24 g/kg, lebih tinggi jika dibanding jenis ikan lain dan putih telur yang hanya 10 g/kg.


Sharing session with Chikita Rosemarie


Selain pemaparan klinis dari Dr. Taufik SpOG, acara bincang kesehatan kemarin juga menghadirkan Chikita Rosemarie, seorang musisi dan women-prenuer.

Chikita berpendapat jika saat ini masyarakat kita memang telah cukup terbuka, tapi tidak dalam beberapa hal, misalnya untuk cek kesehatan sebelum menikah, masih dianggap tabu dan tidak sopan. Padahal ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan calon pasangan. Sehingga bila ada penyakit yang harus segera disembuhkan akan lebih cepat tertangani.

Karena itu Chikita mengajak para ibu, untuk lebih peduli dengan kesehatan masing-masing. Istilahnya, melindungi kesehatan diri sendiri. Selain itu wanita yang sudah berprofesi sebagai ibu, biasanya akan menjadi pengambil keputusan di keluarga. Termasuk gaya hidup seperti apa yang hendak ia pilih untuk keluarganya. Jadi kalau ibunya nggak sehat, ya gimana keluarganya kan?

So, jangan hanya menunggu hamil untuk mengkonsumsi Albusmin, akan lebih baik konsumsi dari sekarang.


Albusmin, untuk siapa saja


Btw, diatas kan sudah sedikit disinggung ya, jika kekurangan albumin juga bisa berakibat buruk pada laki-laki. Jadi, selain untuk ibu hamil, Albusmin ini juga cocok untuk dikonsumsi sehari-hari oleh siapa saja. Karena sebetulnya, semakin tua usia, kita akan semakin butuh albumin.

Albusmin sendiri dikemas dalam bentuk kapsul yang mudah dikonsumsi. Jika hendak diberikan pada anak, maka cukup buka kemasan kapsul pembungkusnya dan campurkan pada minuman atau madu.

Oya, Albusmin merupakan produk dari PT. Pharos Indonesia; salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia yang telah mengembangkan dan memasarkan produknya di sleuruh Indonesia, dan negara-negara Asia Tenggara. Jadi, kita tahulah bagaimana kualitas Albusmin ini.

Oke, gitu deh cerita tentang si Albumin ini. Sampai jumpa di feature report berikutnya, ya.



Ibu Rumah Tangga Juga Butuh Jadwal Harian, Lho...

bagaimana_mengatur_waktu_untuk_ibu_rumah_tangga


Ah...akhirnya, kesibukan hari ini hampir berakhir juga. Setelah kemarin seminggu sibuk dengan pekerjaan baru, dan hari ini sibuk dengan "semua-kerjaan-rumah-yang-numpuk", Alhamdulillah, semua selesai. Jadwal pekerjaan, PR, janji-janji, untuk seminggu ke depan juga sudah tersusun. Alhamdulillah.

Jam 21.43 WIB. Udah wayahe tidur si, tapi tadi pas bikin jadwal harian, saya jadi inget curhatan salah seorang kawan di pengajian.

Jadi ceritanya, si Ibu ingin meningkatkan amalan sunah, sayang, waktu Beliau selalu habis untuk pekerjaan rumah dan menemani putrinya yang masih balita. Beliau curhat dalam forum, bagaimana caranya agar ia bisa mengatur waktu dengan baik.

Alasan ibu rumah tangga membutuhkan jadwal


Tuink-tuink, sinyal di kepala saya langsung bunyi begitu mendengar kata "mengatur waktu" 😁😁 Semacam saya merasa sudah pandai mengatur waktu saja, ya... He he he.

Tapi jujur, saya punya motivasi sih, pengen ngajak para ibu rumah tangga untuk juga pandai mengatur waktu.

Apalagi sebagai muslim, sudah menjadi kewajiban untuk pandai-pandai memanfaatkan waktu. Baik Al-Qur'an atau pun sabda Nabi, sudah banyak menyebutkan tentang hal itu. Allah sudah berjanji, akan menaikkan derajat siapa saja yang pandai memanfaatkan waktu dengan baik. Coba bayangkan, jika seorang ibu bisa menggunakan waktu dengan baik, dan kemudian mengajarkan hal tersebut kepada anaknya,  then we can hope for a better world, right?

Okay, back to the post ye....

Jika sudah bicara masalah pekerjaan rumah tangga, rata-rata ibu pasti akan berkata, "Pekerjaan rumah tangga itu banyak, enggak ada habisnya."

Ya emang bener si, tapi itu kalau diturutin semua, tanpa prioritas.

Tapi hidup seorang ibu kan nggak cuma bersih-bersih, nyapu, masak, dan nyuci 'kan? Butuh upgrade diri melalui belajar, ngumpul sama teman, atau sekedar nonton drakor (perlu disebut? Iya...! 😀😀).

Karena itu, ada baiknya seorang ibu rumah tangga (meski tanpa sambilan apapun) tetap punya jadwal harian.

Oya, selain suka kepoin blog-blog parenting di Indonesia, saya juga suka jalan-jalan ke blog-blog parenting luar negeri. Awalnya saya pengen tahu bagaimana cara mereka mendidik anaknya agar berani berkata tidak, juga lebih mandiri.

Nah, disaat jalan-jalan itulah, saya menemukan momy-momy disana tu kok profesional banget ya, mereka punya jadwal pekerjaan rumah tangga bulanan, mingguan, juga harian.

Dari situlah, saya jadi berpikir, jika seorang ibu rumah tangga juga perlu jadwal pekerjaan, baik harian, mingguan, atau bulanan.

Dan dari pengalaman saya trial and error manejemen waktu, saya menemukan ada beberapa manfaat jadwal pekerjaan/ jadwal harian untuk ibu rumah tangga, yaitu:

1. Jadwal harian akan memberi gambaran jelas apa yang harus ibu kerjakan

Punya pengalaman seperti ini nggak; pas mau arisan, baru sadar jika debu di telaris sudah sangat tebal? Eh, korden ternyata belum diganti dari bulan lalu. Baru ngeh juga kalau tutup kulkas ternyata sudah menghitam.

Padahal hari itu juga harus ambil kue, siapin minuman, jemput anak sekolah, .... eaaa... pusing deh pala berbi!

Begitulah pikiran seorang ibu memang banyak. Ruwet, nyambung-nyambung kayak mie keriting (minjem istilah mbak Bety Kristanto 😂).

Dengan jadwal, ibu akan bisa melihat dengan jelas apa saja yang  harus ibu kerjakan di hari itu; mana yang harus dikerjakan lebih dulu, dan mana yang bisa dikerjakan nanti. Pekerjaan mana yang bisa didelegasikan, atau malah tidak usah dikerjakan karena tidak mempengaruhi kegiatan di hari itu.

2. Jadwal harian akan membantu ibu menentukan prioritas


Seperti yang ibu peserta pengajian keluhkan diatas, Beliau ingin memiliki lebih banyak waktu untuk beribadah, plus pekerjaan rumah juga beres.

Dengan membuat jadwal, ibu akan mempunyai gambaran besar, pekerjaan mana yang penting, penting tapi bisa dikerjakan nanti, penting tapi tidak harus selesai sekarang, dan seterusnya.




3. Jadwal akan membantu ibu memenuhi tujuannya


Jika ibu sudah tahu apa saja yang harus dikerjakan di hari itu, mana yang harus lebih dahulu dikerjakan, maka ibu akan lebih mudah mencapai apa yang ia inginkan. Misalnya beribadah sunah, waktu me time dengan anak yang lebih banyak, dan seterusnya.

Tips membuat jadwal harian untuk ibu rumah tangga

Nah, sekarang setelah tahu manfaat mengatur waktu, maka sekarang saatnya ibu memulai untuk mengatur waktu.

Dari beberapa diskusi tentang tip dan trik mengatur waktu, ada satu hal yang sering kali menjadi kendala: tidak percaya diri jika mampu mengatur waktu.
Belum mulai saja para ibu ini sudah bilang, "Aku bisa nggak, ya?", "Ah, paling nanti banyak gangguan", "Malaslah kalau harus mencatat. Toh, kerjaannya itu-itu aja."

Pertanyaan (dan pernyataan) ini memang wajar, terlebih bila melihat pola keseharian yang masih sering berantakan manajemen waktunya.

Sayangnya, perasaan ini mempengaruhi akan "kekuatan" untuk memulai. Andaikan harus melalui jalan yang menurun, belum melangkah, mental sudah ciut dulu.

Jadi, bila memang berniat untuk mengatur waktu dengan baik, bersihkan dulu semua pikiran negatif. Luruskan niat. Saya yakin Ibu sudah paham, jika orang -orang yang sukses adalah mereka yang bisa mengatur waktu dengan baik.

Nah, jika pikiran negatif sudah hilang, dan niat yang benar sudah digenggam, mari kita mulai langkah manejemen waktu untuk ibu rumah tangga.

1. Buat daftar pekerjaan

Daftar pekerjaan ibarat tujuan yang hendak Ibu capai dalam satu hari. Iya, betul memang hanya masak, nyuci, belanja, jemput anak, bersihin debu meja ... tapi tetap semua itu harus Ibu tulis.

Di awal membuat daftar pekerjaan, Ibu mungkin akan teringat pekerjaan-pekerjaan yang biasanya malah tidak Ibu kerjakan dalam satu hari. Misalnya melap rak buku, debu dibalik teralis jendela, mengganti korden dan lain sebagainya.

Saran saya, tulis saja dulu semua. Jika sudah selesai, mulailah Ibu kelompokkan, mana yang pekerjaan yang harus selesai setiap hari, dan mana kelompok pekerjaan mingguan, dan bulanan.

2. Prioritaskan


Jika Ibu sudah mengelompokkan pekerjaan, sekarang waktunya ibu untuk untuk mengurutkan jenis pekerjaan mana yang harus selesai di waktu pagi, siang, dan sore.

Bagi para ibu dengan anak sekolah, prioritas utama mempersiapkan semua keperluan sekolah si kecil, membereskan dapur ketika si kecil sudah berangkat, dan seterusnya.

Saya sendiri mengatur waktu based on jam-jam yang fix. Misalkan jam menjemput Hana atau jam sholat. Dengan menggunakan patokan seperti itu, plotting pekerjaan akan lebih mudah. Dan Insha Allah tujuan yang diinginkan pun akan lebih cepat tercapai.

3. Set waktu untuk setiap kegiatan


Selain mengurutkan dan mengkategorikan daftar pekerjaan, jangan lupa untuk menetapkan lama waktu setiap pekerjaan.

Saat awal belajar mengelola waktu, kadang ibu akan akan merasa terburu-buru melakukan pekerjaan, Jangan merasa lelah ya, Bu. Ini wajar, karena kita sedang dalam masa peyesuaian.

Saran saya, cobalah untuk lebih longgar, lebih realistis. Jika biasanya nyuci dan jemur baju 3 ember itu dua jam, ya alokasikan juga waktu selama dua jam untuk menyuci.

Jangan lupa, terus amati, berapa rata-rata waktu yang ibu butuhkan. Jika nanti sudah terbiasa, pasti ibu akan lebih santai mengerjakan semua pekerjaan ibu.


Hanya tiga langkah itu saja sebetulnya yang ibu butuhkan; daftarkan, kategorikan, dan tetapkan. Mudah dan sederhana. Namun memang pada prakteknya, selalu saja ada kendala. Apa saja kendala dalam mengelola waktu ibu, dan bagaimana cara mengatasinya, akan saya bahas di post selanjutnya, ya Ibu. Saat ini, cobalah praktekkan. Dan semoga niat Ibu untuk lebih banyak waktu ibadah (atau apapun itu), segera terwujud. Salam.

... Karena Setiap Ibu Berhak untuk Bahagia (Reportase Launching Buku Smart Mom, Happy Mom)

buku_smart_mom_happy_mom_betty_kristianto


Hari Sabtu, 28 Oktober kemarin saya diundang ke acara launching buku "Smart Mom, Happy Mom". Bertempat di Gramedia Central Park, acara ini merupakan acara kerja sama dari Penerbit Andi, Gramedia Central Park, Blomil, Indscript Creative, Emak Pintar dan Eping.id (Exclusive Pumping Mama Indonesia).

Buku "Smart Mom, Happy Mom" merupakan karya pertama dari Betty Kristianto, salah seorang member  Emakpintar. Buku ini merupakan refleksi kegalauan mbak Bety saat pertama kali berpindah profesi dari seorang working mom, menjadi Stay at Home Mom.

Background penulisan buku "Smart Mom, Happy Mom"


Di acara launching buku kemarin, mbak Bety menceritakan bagaimana proses "lahirnya" buku ini. Sebagai seorang ibu yang terbiasa aktif bekerja, keputusan untuk tinggal di rumah bukan sebuah hal yang mudah. Seringkali mbak Bety merasa mudah marah, stres, dan rendah diri.

Di saat itulah, suami mbak Bety menyarankan untuk kembali menulis, yang kebetulan juga merupakan salah satu hobi dari mbak Bety dulu.

Karena merupakan penulis pemula, mbak Betty memindahkan semua yang Beliau rasakan sebagai new-stay-at-home-mom. Mulai dari ribetnya menjadi ibu baru, banyaknya pekerjaan rumah tangga, hingga perasaan tidak puas dengan semua yang mbak Bety miliki.

Menurut mbak Bety, perasaan minder, tidak berharga, memang sering dirasakan oleh banyak ibu rumah tangga. Banyak yang merasa siap menjadi ibu, tapi pada akhirnya seolah menyesali keputusannya.

Jika seorang ibu sudah merasakan hal semacam ini, maka sebaiknya ibu segera mencari pertolongan. Karena hal ini bisa berakibat buruk jika terlalu lama dibiarkan. Selain bisa berdampak pada kebahagiaan ibu, juga bisa mempengaruhi kesehatan mental ibu.

Seorang ibu haruslah bisa mengkomunikasikan apa yang ia rasakan agar orang-orang terdekat dapat segara membantu bila ibu memiliki masalah.

Semua permasalahan klasik inilah yang mbak Bety tulis dalam bukunya. Mbak Bety berharap buku "Smart Mom, Happy Mom" ini dapat membantu para ibu untuk mengatasi masalah kesehariannya. Melalui buku ini pula, mbak Bety berharap semua ibu bisa merasa bahagia.

Karena ibu bahagia adalah ibu yang tahu apa yang ia inginkan. Dan itulah yang disebut dengan "Smart Mom"


PS. Pengen tahu seperti apa isi buku "Smart Mom, Happy Mom"? Tunggu resensinya di blog Resensi Buku Rahayu, ya....

Badan Capek, Tapi Kerjaan Rumah Masih Numpuk? Coba 5 Cara Berikut Ini

Add caption



Pagi ini rasanya berat sekali untuk bangun tidur. Kaki rasanya pegel. Dan entah kenapa, si guling merah itu rasanya kok melambai-lambai minta dipeluk. 😂 Padahal pagi ini harus masak, beberes rumah, plus nyuci.

Orang bilang, menjadi ibu rumah tangga itu sama arti bekerja 24 jam. Selesai pekerjaan A, pekerjaan B sudah menanti. Eh, di daftar to do list, pekerjaan C juga sudah kedip-kedip minta diselesaikan.

Tapi gimana ya, kalau energi sudah habis, sementara pekerjaan masih menumpuk. Ditambah dengan kaki yang varises ... ah, kombinasi sempurna untuk merasa kelelahan. 😀

5 Cara sederhana untuk mengembalikan energi Bunda saat kelelahan


Meskipun capek, saya tidak punya pilihan lain, selain tetep harus menyelesaikan pekerjaan rumah. Apalagi di rumah juga tidak ada yang bisa membantu untuk menyelesaikan pekerjaan. Jadi, saya mencoba beberapa cara agar badan bisa sedikit lebih segar saat benar-benar kelelahan.

#1. Buka media sosial atau ngintip chat


Kadang kalau sudah pegel banget, dan varises rasanya sudah kenceng, saya milih untuk selonjoran sebentar sambil ngecheck chat, grup FB (siapa tahu ada job kan), atau cek email.

Buat saya, selain bisa ngaso, 3 hal tersebut juga bisa mengurangi to do list harian saya.

However, trik nomer satu ini harus sangat hati-hati. Keasikan buka chat atau media sosial kadang bisa kebablasan. Jadi, ya... perlu juga sedikit disiplin agar pekerjaan yang tengah diselesaikan jadi tidak terbengkelai.

#2. Minum teh


Terus terang saya penggemar kopi dan minuman coklat. Dalam sehari, saya tidak bisa melewati hari tanpa secangkir kopi dan coklat hangat. Tapi kalau sedang sangat capek, saya lebih suka menyeduh teh hijau.

Kalau buat saya si, nggak cucok aja gitu kalau masih banyak kerjaan malah ngopi atau minum coklat hangat. Tapi kalau dari sisi keilmuan, kandungan kafein pada teh hijau yang hanya 40-80 miligram bisa membantu mengurangi rasa lelah yang kita rasakan.

Nggak suka minum teh hijau? Nggak papa, selonjoran aja dulu sejenak sambil minum 1-2 gelas air putih. Kurang minum juga bisa membuat badan kita cepat lelah, lho.

#3. Just do it


Lihat banyak kerjaan dan langsung bikin badan mriang? Ya udah kerjain aja, satu-satu, meski sambil nyeret kaki. 😀😀😀

Seperti tadi pagi, meski capek, ngantuk, kan ada pilihan. Akhirnya tetep aja saya kerjain satu-satu; masak nasi, ngoseng sayur, dan kecapir telur. Sambil nunggu mateng, saya beresin piring kering cucian semalam. Eh, pas kelar mata malah jadi segar. Ya, emak mana si yang nggak hepi kalau lihat dapur rapi? Ya kan?

#4. Tidur


Saya terbiasa bangun jam 1 atau jam 2 pagi. Jadi, ketika jam 7 atau 8 pagi itu ibu-ibu lain mungkin baru 2 jam bangun, saya sudah 6 jam bangun. Wayahe badan istirahat kan? Nggak peduli pagi atau siang, jika memang sudah capek saya tidur aja.

Tapi mungkin juga sudah ritme alami tubuh, kalau tidur di pagi hari itu paling 10-15 menit saja sudah bangun. Dan itu bener-bener bisa membuat badan kembali segar.

Jadi, jika mungkin untuk rebahan sebentar, ya istirahatlah, Mak. Lima belas atau dua puluh menit, Insya Allah cukup kok pulihkan energi.

#5. Nulis


Kalau trik yang satu ini mungkin hanya akan berlaku untuk para Emak yang benar-benar adictted nulis. 😀😀

Ya, buat saya nulis itu memang sudah segalanya. saya bangun pagi, rajin nyobain ngatur waktu, cuma agar saya punya banyak waktu untuk nulis.

Biasanya ni, kalau sedang beresin rumah, rapihin dapur, atau nyuci, saya suka nemu ide-ide tulisan (seperti yang satu ini). Nah, saya biasanya break sebentar untuk nulis atau oret-oret di kertas. Selain bisa istirahat sejenak, saya jadi semangat segera nyelesein kerjaan rumah agar bisa cepet kembali ke laptop.


Nah, itulah 5 cara untuk mengembalikan energi saat Emak kelelahan. Pokoke, Maks, kalau sudah capek mending istirahat deh. Anykind methods you choose for rest, will be okay. 

Mentor nulis saya pernah bilang,
"Jika kamu, ibu dan seorang istri merasa lelah,maka istirahatlah. Karena istirahat akan membuat kamu lebih tenang. jangan merasa bersalah, berikan saja hak tubuhmu. Rasa lelah yang dipaksa akan membawamu pada ketidak ikhlasan, menggerutu, dan iri pada semua orang yang ada di rumah.'

Secara habbluminnallah, memang hanya tidak ikhlas, urusannya dengan amalan. Tapi ketika terkait dengan manusia, wajah cemberut bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dirumah yang mungkin berujung pada pertengkaran.

Nah, daripada Emaks nggak ikhlas, kelelahan sendiri, lebih baik istirahat sejenak. Hilangkan rasa bersalah, atau tuntutan untuk menjadi superwoman. Karena, sungguh, superwoman itu cuma ada di kartun, Maks! 😁😁

Okay, see you with another story, ya... 


5 Model Sepatu yang Cocok untuk Penderita Varises



Baru beberapa langkah keluar dari rumah, wedge saya berubah menjadi 3 pcs; satu pcs nempel di kaki kanan, satu lagi di kaki kirai, dan satu lagi di depan pagar, tapi cuma bagian bawahnya saja. 😂😂😂

Ini untuk kedua kalinya, wedge saya terbelah menjadi tiga seperti ini. Tidak karena ciblokan di air, atau salah perawatan sepatu, tapi rusak karena jarang dipakai.

Ya begitulah, saya sangat suka sepatu atau sandal berhak tinggi. Sayangnya, saya termasuk penderita varises. Jadi, meski punya high heels, alas kaki tersebut malah jarang saya pakai. Akhirnya, ya gitu, rusak akrena usia sepatu.

Walhasil sekarang kelimpungan, nyari sepatu atau sandal yang bisa pantas untuk dipakai jalan-jalan, sukur-sukur bisa juga buat kondangan 😉

Tapi sekarang sudah kapok, saya nggak mau lagi koleksi wedge, takut malah nantinya nggak terpakai. Pengennya sekarang sepatu yang emang cocok buat para penderita varises.

Jadilah saya browsing, cari info, apa saja si kriteria alas kaki yang sesuai untuk penderita varises?

Alas kaki yang cocok untuk penderita varises


Jadi penderita varises tu emang nggak enak. Mau olah raga aja mesti mikir-mikir, jangan sampai jenis olah raganya malah bikin varises makin parah. Apalagi kalau milih alas kaki.

Nah, dari beberapa situs yang saya jelajahi, para penderita varises harus memperhatikan keempat hal dibawah ini saat milih sepatu atau sandal.

#1. Bantalan alas kaki

Nggak banyak yang memperhatikan bagian ini. Biasanya cocok model, warna, ukuran, .... bungkus. Tapi kalau untuk penderita varises, bantalan kaki ini justru berperan sangat penting, Karena dari bagian inilah aliran darah balik yang terhambat bisa dicegah.

#2. Pilih yang datar


Ya sudahlah, terima nasib aja, no high heels forever. Emang sudah tempatnya penderita varises tidak menggunakan high heels.

Tahu kan, kalau varises terjadi karena adanya aliran darah balik yang tidak sempurna? Nah, hak sepatu atau sandal yang datar, akan membantu bagian otot kaki bawah lebih aktif sehingga aliran darah ke jantung juga akan lebih lancar.


#3. Ukuran tepat


Ukuran alas kaki yang tepat, sangat penting bagi para penderita varises agar kerja kaki bagian bawah sempurna. Jadi, kalau sedang mencoba sepatu, jangan cuma di masukkan ke kaki, dan langsung oke. Coba juga untuk berjalan-jalan di dalam toko (tapi bilang dulu sama pramuniaganya, ntar dikirain mau kabur deh he he he).


#4. Dahulukan kualitas daripada harga


Aduh, syarat yang nomer 4 ini enggak emak banget ya he he he. Kalau emak kan yang penting sedang trend, aman di kantong langsung deh "Deal!".

Tapi, namanya juga sudah ada penyakit, daripada harus mengeluarkan duit lebih banyak untuk operasi, obat, atau terapi, sepertinya pilih sepatu yang sudah terkenal kualitasnya lebih tepat deh.

Dari keempat kriteria diatas tu, ada beberapa model sepatu yang bisa penderita varises pertimbangkan untuk alas kaki sehari-hari.

Model sepatu yang tepat untuk penderita varises


#1. Sepatu boot



Model sepatu yang satu ini nggak cuma kekinian, tapi juga cocok di padu padankan dengan semua outfits. Tapi jangan lupa pilih boots yang tingginya nggak lebih dari 1,5 cm ya. Yang tingginya 7 cm biar incess Syahrini aja yang pakai, oke? 😁

#2. Sepatu balerina




Selain stylish, sepatu ini sering membuat kita lupa kalau sedang pakai sepatu he he he. Alasnya yang datar banget, akan membantu aliran darah balik mengalir lebih lancar.

#3. Sepatu Oxford



Ini jenis sepatu kesukaan saya. Modelnya cocok dipakai acara formal atau pun non-formal, cukup sesuaikan aja bahan pembuat sepatunya. Penampilan kamu bisa jadi lebih classy kalau sudah pake sepatu yang satu ini.

#4. Sepatu flats



Sepatu ini juga sempat ngetrend beberapa tahun lalu. Modelnya yang asik dan ringan, cocok untuk dipake jalan-jalan. Kalau kamu pinter milih outfits, sepatu yang satu ini juga cocok menemani kamu untuk acara semi-formal.

#5. Sepatu sneakers

Alas sepatu yang terbuat dari karet, dan bantalannya yang empuk, tentu lebih nyaman di kaki para penderita varises.

Ngomong-ngomong sepatu sneakers, saya kok sedang suka dengan gaya Lyra Virna yang hobi pakai sepatu jenis ini untuk semua jenis acara. mulai dari jalan-jalan, sampai kondangan.

Kayaknya oke ni buat jadi inspirasi...
What do you think?


Dari kelima model diatas, sepertinya saya akan ngikut gaya Lyra Virna aja deh. Bukannya nggak mau ingat umur si, tapi bantalan sneakers sepertinya lebih nyaman untuk penderita varises macam saya.

Selain itu saya kurang suka dengan sepatu terepes dan balerina. Dulu pernah beberapa kali pakai, tapi kaki tetap saja pegal-pegal. Sementara model oxford kok saya kok sudah bosan ya...
What do you think, prens, pantes nggak si kalau emak-emak pakai sneakers?


One Day Training; Pelatihan Public Speaking di Communicasting Academy

pelatihan-public-speaking-di-communicasting-academy


Tanggal 30 September kemarin saya mendapat kesempatan untuk belajar bagaimana bicara di dean orang banyak, alias Public Speaking. Acaranya diadakan di Communicasting Academy, yang terletak di daerah Lebak Bulus.

Dari awal sudah keder duluan karena tempatnya yang jauh dari Bekasi, plus saya nggak bisa berangkat pagi-pagi. Karena Hana nggak mau saya tinggal terlalu pagi. So.akhire jam 7 baru bisa cabut, eh si AC 132 malah lama datengnya. Saking putus asanya, saya bilang ke temen-temen Blomil, kalau pengen balik kanan aja. Lebay! Iya, habis nggak enak kalau datang telat.

Tapi Alhamdullilah, meski tidak tepat waktu saya bisa datang tidak terlalu lambat. Saat saya datang, masih baru sesi perkenalan. Dan Alhamdulillah juga, trainingnya bener-bener bermanfaat untuk saya.

Cara dan tips agar kamu pede ngomong di depan publik aka, Public Speaking


Baca buku Public Speaking dan praktekkan! 😂😂😂

Beneran, itu saran dari pak Muchlis Anwar mentor training kemarin. Bahkan pak Muchlis sendiri juga tetep latihan, mempersiapkan diri agar lancar mengisi training tanggal 30 kemarin. Pak Muchlis bercerita, jika Beliau berlatih bicara untuk presentasi hari itu selama 9 kali.

Bayangkan coba, si Bapak yang udah puluhan tahun menjadi Public Speaking, Master Ceremony (MC), dan motivator pun, masih latihan sampai 9 kali sebelum hari H. Apa kabar kita yang, paling cuma beberapa hari, atau malah semalam nyiapin materi? Wajar jika saat bicara di depan publik, audien kita malah , ngobrol sendiri atau ... ngantuk he he he

Oya, untuk jadi pembicara handal tu, ternyata materi sebetulnya hanya beberapa persen dari kesuksesan presentasi. Selebihnya dalah bagaimana cara kita mempresentikan materi tersebut, hingga menarik perhatian dari audien.

Gaya bahasa, gerak tubuh (gesture), dan terutama intonasi,sangat mempenaruhi kesuksesan kita saat bicara di depan publik. Ketiga hal tersebut akan mempengaruhi antusiasme audien terhadap presentasi kita.

Disinilah pentingnya latihan. Latihan akan membuat kita tahu, intonasi seperti apa yang tepat untuk materi yang hendak kita sampaikan.

Latihan yang dimaksud pak Muchlis, tidak hanya menghafal materi lho, tapi bener-bener praktek bicara. Pak Muchlis sendiri menyarankan menggunakan teknik hitung angka. Coba simak video punya mbak Kiki Handayani ini ya...


Teknik diatas, sepertinya mudah, tapi kalau dipraktekkan ternyata susah lho. Saat praktek, tangan kami rata-rata sibuk bergerak kesana-kemari untuk menutupi kegugupan kami 😀. Intonasi kami pun masih belum jelas meski hanya melafal bilangan 1, 2, 3.

Betul kata pak Muchlis, practice will make you good, and better.

pelatihan-public-speaking-di-communicasting-academy
Habis materi langsung praktek. Deg-degan euy....


Oh iya, sebelum ganti ke post selanjutnya, saya mau bagi info ni, menurut pak Muchlis, training Public Speaking ini rencananya akan diadakan dua minggu sekali. Tentu saja masih dengan dukungan dari Communicasting Academy, lembaga pendidikan non formal, yang pertama kali mendapatkan kewenangan sertifikasi Public Speaking.

Jadi, kalau temen-temen juga pengen belajar, bisa hubungi pak Muchlis Anwar. Bisa melalui Facebook Fans Page atau Instagram Beliau

Facebook page: Muchlis Anwar
Instagram: muchlis.anwar1




9 Cara Sukses Bekerja dari Rumah



Banyak orang mengatakan kerja dari rumah, sama dengan menjadi bos untuk diri sendiri. Tapi tahu nggak sih, bekerja dari rumah sama artinya punya banyak tantangan kerja? Salah satunya adalah motivasi. Motivasi untuk terus bekerja keras, tepat waktu, dan disiplin.

Jika setiap saat ada tenggat waktu yang harus dipenuhi, menjaga motivasi akan terasa sangat mudah. Apalagi selesai kerja langsung dapat laporan transferan. Duh, rasanya mau langsung borong gamis di olshop langganan #eh. 😁

Beda halnya dengan bulan-bulan pertama kamu bekerja dari rumah. Brand sebagai a-professional-working-from-home baru saja bangun; jangankan penghasilan, tawaran job atau malah jawaban dari lamaran kerja belum ada satupun yang masuk ke email. Kira-kira bagaimana kamu akan menjaga motivasi?

Well, harus diakui, kita tumbuh dengan sistem yang sudah menyediakan tugas, checklist, juga deadline.

PR kumpulkan besok ya.... 
Ini kisi-kisi untuk ujian, silahkan pelajari
Mulai hari bikin rangkuman materi ya .... and so on

Berpikir kreatif, memotivasi diri sendiri, bukan hal yang kita pelajari di sekolah. Hanya ada satu dua sekolah atau pendidikan tinggi yang menyediakan perangkat agar kita bisa memecahkan masalah dengan kreatif dan/atau mencapai goals tertentu. Itu pun biasanya di sekolah-sekolah eksklusif, yang hanya mampu di jangkau segelintir orang. Padahal setiap orang butuh mampu berpikir dengan kreatif kan?

Untuk itu penting bagi kita memikirkan cara, dan kemudian mempraktekannya, bagaimana cara memotivasi diri kita sendiri.

9 cara sukses bekerja dari rumah


Dalam hidup, sangat penting bagi seseorang untuk punya tujuan, sekaligus berusaha untuk mencapainya. Karena pencapaian satu tujuan, akan membantu kita untuk mecapai goals berikutnya.

Dan inilah 9 cara untuk memotivasi diri kita agar sukses bekerja dari rumah

#1. Buat goals yang realistik


Punya impian untuk meraih tujuan itu wajar. Tapi mencapai cita-cita sama arti melalui proses yang panjang. Dan semua itu hanya bisa diraih ketika kita mampu menyelesaikan setiap langkah dalam proses tersebut.

Jadi, pecahlah goals kamu menjadi goals harian. Misalkan saat ingin menyelesaikan buku pertama. Mulailah dari goal menulis 500 kata setiap hari. Kemudian naikkan menjadi 1000 kata, dan terus tingkatkan ketika tujuan hari ini sudah dilalui.


#2. Kenali dirimu sendiri

Jadwal bisa membantu Sahabat "berkata"
pada orang disekitar Sahabat akan pekerjaan dan waktu bekerja Sahabat

Godaan bekerja dari rumah, sama banyaknya dengan pekerjaan yang harus kamu lakukan. Misalkan koneksi internet yang lelet, teman lama yang mampir, sampai mertua yang minta ditemani belanja.

Jadi kenali, kapan waktu produktif kamu, tandai jam-jam saat koneksi internet tidak mendukung untuk bekerja. Buatlah jadwal bekerja, dan letakkan di tempat yang mudah dilihat banyak orang. Jadi siapapun yang datang berkunjung akhirnya tahu, jam berapa saja kamu bekerja. 

Kamu tipe prokastinator? Tandai kapan biasanya pikiran kamu berkata "Ntar aja, deh". Dan saat sedang bersemangat, segera lakukan. Sebagai penyemangat; terus bayangkan apa yang akan bisa kamu peroleh jika bisa menyelesaikan pekerjaan saat itu juga. 

Oya, mengenali gaya belajar juga bisa membantu produktivitas kamu, lho. Misal jika kamu seorang pembelajar audio, maka cobalah bekerja sambil mendengarkan musik untuk membantu lebih fokus dalam bekerja.

#3. Maksimalkan gadget 


Ada banyak pilihan aplikasi yang bisa membantu kamu sukses bekerja dari rumah, Evernote, Google Keep, Pocket, aneka aplikasi cloud, To Do Its dan masih banyak lagi.

Manfaatkan aplikasi tersebut untuk membantu menyelesaikan pekerjaan, merapikan catatan kecil yang berserakan, mengelompokkan file-file penting, atau sekedar mengumpulkan bahan bacaan. 

#4. Luangkan waktu untuk "tidak melakukan apa-apa"


Ini penting untuk membuat pikiran tetap fresh dan menjaga kreativitas. 

Tipsnya, pilih kegiatan yang bisa menjauhkan kamu sesaat dari internet, doodling, main sama anak, ngobrol dengan tetangga, apa saja yang nyaman buat kamu.

Tetap terkoneksi dengan data, akan membuat kamu terus-menerus terbanjiri informasi, dan malah membuat pikiran tidak beristirahat. Akibatnya pikiran kamu bisa crowded dan susah untuk fokus. 

#5. Penuhi kebutuhan tubuh


Sungguh, kamu nggak akan pernah bisa memotivasi diri sendiri, jika tidak memiliki waktu untuk tidur dan istirahat. 

Keluarlah sebentar ketika mata mulai perih, makanlah bila perut mulai lapar, dan tidurlah jika memang sudah mengantuk.

#6. Beri hadiah pada diri sendiri

Jalan-jalan, dan berolah raga bareng teman terdekat bisa dijadikan hadiah
untuk diri sendiri

Saat berhasil menyelesaikan apa yang menjadi tujuan harianmu, maka berilah dirimu hadiah sesuatu yang kamu suka.

Akan lebih baik bila hadiah tersebut akan membantumu untuk menjaga kesehatan. Misalkan fitness barenf BFF, menikmati teh hijau di kafe langganan dan lain sebagainya. Hadiah yang sehat akan membuat tubuhmu lebih segar, bersemangat, dan kreatif.

#7. Seimbangkan hidup


Bekerja dari rumah, sesungguhnya sama arti dengan punya lebih banyak pekerjaan.

Saat kamu kerja di kantor, pembukuan keuangan, melaporkan pajak, menghubungi klien, bahkan menjawab telpon sudah ada yang bagian sendiri.

Beda halnya ketika bekerja dari rumah, semua tugas tetek bengek itu harus kamu lakukan sendiri.

Jadi, belajarlah disiplin. Jangan pernah tunda tugas, kecuali ada halangan yang nggak bisa dihentikan (misal koneksi internet lelet, anak yang tiba-tiba sakit). Jangan lupa juga sediakan waktu untuk istirahat and do nothing.

Bekerja dari rumah juga akan membuat kamu lebih banyak duduk di depan komputer. Jangan lupa, sesekali bangunlah walau hanya mengambil air di dapur atau melemaskan punggung. Ingat, terlalu banyak duduk juga tidak baik untuk kesehatan, bukan?

Satu hal lagi, kesibukan bekerja dari rumah, juga jangan sampai membuat kamu terkucil dan tidak kenal lingkungan sekitar. Tetap sapa klien, calon pelanggan prospektif dan pelanggan lama; tapi sediakan juga waktu untuk menyapa mereka yang tinggal di lingkungan sekitar.

#8. Olah raga


Sudah pernah dengar tingginya resiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2 bagi mereka yang duduk lebih dari 8 jam?

Karena itu olahraga penting banget buat kamu. Sediakan waktu khusus untuk olahraga atau coba lakukan "deskercise", itu lho olahraga yang bisa kamu lakukan di meja kerja. 


Selain untuk menjaga kesehatan, olahraga bisa meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga pikiran kita pun akan tetap aktif.

#9. Jangan lupa untuk berbagi


Meskipun sibuk, jangan lupakan orang-orang di sekitar kamu. Sekecil apapun, mereka tetap mempunyai kontribusi dalam hidup dan pekerjaan.

Jangan hanya jadi orang sukses, jadilah orang yang juga bisa memberi arti untuk orang lain. Bagikan ide, pikiran, atau apa pun yang bisa kamu lakukan, okay?


Semoga kesembilan tips diatas bisa membantu untuk mempertahankan motivasi dan sukses bekerja dari rumah. Happy working! And See you at another working-from-home post. 



Butuh untuk berdiskusi lebih jauh tentang trik bekerja dari rumah? 
Silahkan kontak rahayupawitri@gmail.com 
atau tinggalkan pesan pada nomor 0821 1271 5376

4 Tips Memilih Tas Punggung untuk Anak SD

4_tips_memilih_tas_punggung_untuk_anak_sd

Kemarin si Kimpuy tercinta mulai merengek, minta tas baru. Alasannya sekarang sudah mulai mendung, kawatir kalau tasnya nanti basah, dia nggak punya ganti.

Iya, si, doi emang cuma punya satu tas sekolah. Dan sayangnya, enggak dilengkapi dengan pelindung hujan.

Jadi iseng lah saya stalking ke beberapa akun IG, tapi semua ditolak sama ayah. Mending beli langsung katanya 😆. Pikir saya si, kan cuma buat cadangan, nggak harus yang bagus-bagus banget kan. Tapi kata si Ayah, kalau buat Hana si mending yang emang tahan lama sekalian. Lagian kalau salah milih tas, nggak baik juga buat pertumbuhan tulang anak.

Bener juga si kata si Ayah ni. Apalagi kalau pas dipakai nggak nyaman, kasihan juga anaknya to. Jadi, mulailah saya cari-cari kriteria tas punggung untuk anak SD. So far si, udah tahu kalau tas punggung buat anak SD tu panjangnya nggak boleh lebih dari bagian (*maaf) pantat anak. tapi, ternyata ada kriteria lain lho.

Kriteria memilih tas punggung untuk anak SD


Kalau lagi lihat tas punggung di IG  yang unyu-unyu banget plus harganya murmer, emang suka bikin pegen. Tapi gimana ya, anak-anak SD jaman sekarang kan bawaannya banyak banget. Hana aja, paling enggak bawa 8-10 buku setiap hari. Masih ditambah dengan bekal, botol minum, mukena ... 😩

Jadi, tas punggung untuk anak SD tu baiknya emang yang kuat, jahitannya rapi, resletingnya nggak mudah lepas, dan yang penting nyaman di punggung dan bahu anak.

Kalau Sahabat juga lagi nyari tas punggung untuk anak SD, kriteria dibawah ini mungkin bisa membantu.

#1. Punya straps yang cukup lebar

Kalau di bahasa Indonesia, straps apa ya, tali tas kali ya...

Menurut saya jelas ini salah satu faktor yang harus dipertimbangkan saat memilih tas punggung untuk anak. Karena pada tali inilah beban berat si kecil akan bertumpu. Tali tas yang cukup lebar dengan pads (bantalan yang empuk) akan mengurangi resiko rasa sakit pada bahu. 

Saya pribadi lebih suka tas dengan double straps. Biasanya tu, kalau lagi pakai tas punggung yang hanya punya satu straps, bahu suka sakit, apalagi kalau udah bawa beban banyak. Ujung-ujungnya pasti kepala jadi pusing. 

Lah, kalau kita aja yang udah tebel bahunya bisa sakit, apalagi anak-anak kan? Jadi, buat saya ini double straps ni akan masuk syarat utama saat milih tas nanti. Sukur-sukur si, juga ada tali pinggangnya. biar beban anak terbagi rata kesemua tubuhnya kan?


#2. Paddingnya empuk


Tali tas punggung kan biasanya dikasih busa. Nah, padding yang bagus musti bisa kembali ke bentuk semula saat kita lipat, atau ditekan-tekan. Hmm...jadi tahu, kenapa si dady bilang lebih baik beli langsung. Soalnya bisa jadi dicobain juga kan? Kecuali emang sudah familiar sama brand-nya, dan tahu pasti kalau brand tersebut menjaga kualitas produknya dengan baik.

#3. Sesuaikan ukuran dengan tinggi tubuh si kecil


Kalau setahu saya kan panjangnya nggak boleh melebihi (*maaf sekali lagi) pantat anak ya, ciri tas punggung yang tepat untuk anak SD tu, pads-nya nggak boleh sampai di tengkuk si kecil.

Biar pun namanya tas punggung, nggak selamanya yang lebih besar itu akan lebih baik. Toh anak-anak kita nggak mau pergi hiking kan?

Pastikan juga tas tersebut memiliki ruang yang cukup untuk menyimpan kebutuhan si kecil, terutama pernak-pernik seperti pensil, space yang terpisah buat lepi (kalau emang udah harus bawa), dan benda-benda kecil lainnya.

#4. Bahan dan fitur tas

Ada berbagai macam tas di pasaran, mulai dari kain sintetis, seperti nilon dan poliester, juga yang terbuat dari kain. Bahan sintetis biasanya lebih awet, dan tahan air. Jadi pilihlah sesuai kebutuhan, kalau emang tujuannya buat cadangan saat hujan seperti saya, sepertinya bahan sintetis lebih cocok deh. 

Resleting tas juga perlu diperhatikan. Restleting yang bagus, tidak akan mudah ditutup buka, dan tidak mudah tersangkut seperti restleting Velcro. 

Oya, pernah ngeh nggak kenapa tas anak ada yang bisa menyala dalam gelap? Ternyata ini berguna sebagai pengaman dari kendaraan bermotor saat si kecil pulang sekolah di sore atau malam hari. 

Jadi, kalau si kecil memang harus sering pulang malam, ya tidak ada salahnya si, milih tas dengan tambahan fitur ini. 

Gimana kalau naksirnya tas yang nggak ada fitur reflection seperti ini? Gampang...akalin aja dengan gantungan kunci atau klip yang bisa menyala dalam gelap atau saat terkena lampu kendaraan bermotor. 


Nah, gitu deh catetan saya tentang milih tas punggung yang tepat untuk anak SD. Oke, bekel teori udah siap, tinggal huntingnya ni he he he. Belanja dulu ya.... 

See you at another parenting tips. Need to talk or discuccing parenting world? Feel free to contact me at rahayupawitri@gmail.com







Suka Minum Kopi? Cobain deh, Rangkaian Produk Authentic Coffee dari Coffindo Ini


suka-minum-kopi-cobain-deh-rangkaian-produk-authentic-coffee-dari-coffindo
Kalau ngaku suka minum kopi, kamu mesti coba produk authentic kopi ini


Kamu suka minum kopi? Toss dulu, yuk...

Sejak sering nulis untuk banyak websites, saya memang jadi suka ngopi. Enggak sekedar biar tahan begadang si, tapi karena pengen minum yang anget-anget aja.

Tapi akhir-akhir ini lagi "galau" pengen nerusin kebiasaan ngopi lagi atau enggak. Pasalnya, saya mulai merasa eneg dengan after taste kopi yang manis.

Iya, saya memang minumnya kopi instan, karena disini saya nggak bisa nemu kopi tumbukan ala jaman dulu itu.

Jadilah selama beberapa bulan terakhir pindah dari satu kopi instan ke kopi instan yang lain. Beruntung juga kemarin di colek mbak Kiki Handayani untuk maen ke Coffindo, a Coffe Consumer goods company.

Jadi ini lho, kopi yang sebenarnya ....


So far, saya tahunya kopi itu ya cuma kopi tubruk sama kopi instan. Kalau kopi tubruk tu kopi yang ada ampasnya, kalau kopi instan tu yang enggak ada ampasnya. Ironinya, ternyata sekarang juga ada kopi tubruk yang instan 😁(dikemas instan maksudnya).

Nah, pas kemarin main di Coffindo itulah akhirnya paham, kalau kopi, lebih tepat di bagi menjadi kopi instan dan kopi authentic. Iya, authentic lho, nggak sekedar asli doang.

suka-minum-kopi-cobain-deh-rangkaian-produk-authentic-coffee-dari-coffindo


Kopi authentic tu, kopi yang nggak pakai dicampur bahan tambahan apapun. Just coffe which been roasted, grinded, and then brewed. Beda dengan kopi-kopi di pasaran yang biasanya sudah dicampur dengan jagung, flavour, atau additif lainnya.

Oya, kamu pasti pernah denger dong, kalau kopi tu, seperti punya dua mata sisi; di satu sisi bisa baik buat kesehatan, di sisi lain bisa juga bisa merugikan.

Nah, ternyata authentic coffe inilah yang disebut baik untuk kesehatan. Dan lucunya justru kopi jenis inilah yang aman untuk lambung. Karena kadar kafein dan keasamannya lebih seimbang.
Setelah mendapat penjelasan dari PR Coffindo kemarin saya jadi tahu deh, kenapa kalo minum kopi instan yang disebut berkafein rendah itu lambung saya malah ngisep hebat.

Who is Coffindo


Oya, sudah tahu belum kalau hampir sebagian besar negara-negara di luar negeri sana lebih suka mencari biji kopi produksi Indonesia? Iklim negara kita yang tropis ternyata menghasilkan biji kopi yang terbaik di dunia.

suka-minum-kopi-cobain-deh-rangkaian-produk-authentic-coffee-dari-coffindo


Nah, Coffindo inilah salah satu eksportir biji kopi ke negara-negara western dan Asia.

Ada banyak produk authentic coffee yang Coffindo produksi; mulai dari kopi robusta yang di tanam di Sumatra, Jawa, Bali, Toraja, hingga kopi luwak (yang ini kopi luwak beneran ya... ). Coffindo juga menjadi pemasok di banyak kafe-kafe di seluruh Indonesia.

suka-minum-kopi-cobain-deh-rangkaian-produk-authentic-coffee-dari-coffindo


Untuk menjaga kulitas produk kopi yang Coffindo produksi, perusahaan ini memiliki perkebunan seluas 3000 hektar lebih di daerah Pak Pak, Sumatera Barat.
Kopi yang dihasilkan kemudian di proses dengan mengkombinasikan cara-cara modern dan tradisional. Kombinasi proses ini ditujukan untuk mempertahankan cita rasa asli kopi khas Indonesia. Tidak heran jika di tahun 2013 kemarin Coffindo menerima penghargaan Primaniyarta, sebagai Superior Potential Exporter untuk pengalamannya dalam mengekpor kopi selama 15 tahun.

suka-minum-kopi-cobain-deh-rangkaian-produk-authentic-coffee-dari-coffindo


Coffindo telah mengekspor kopi ke lebih dari 30 negara dengan potential buyer lebih dari 17. 811. Selain mengekspor kopi ke banyak negara, Coffindo juga mendistribusikan kopinya ke banyak kafe, restoran juga hotel di Indonesia.

suka-minum-kopi-cobain-deh-rangkaian-produk-authentic-coffee-dari-coffindo


Nggak cuma menjual dalam jumlah besar, Coffindo juga memiliki jaringan pemasaran retail di banyak toko swalayan seperti Hero, Giant, Hypermart, Superindo, dan masih banyak lagi. Kita juga bisa mendapatkan semua produk Coffindo di situs retail Coffindo, coffindo.id. Nggak cuma produk Coffindo lho, di situs tersebut kita juga bisa mendapatkan semua perlengkapan minum kopi yang lengkap; mulai dari kertas filter sampe mesin kopi prosesor pun ada. Pokoke one stop solution for coffee, deh. 😉

Product that I've tried


Maen ke perusahaan kopi, nggak asik dong kalau nggak nyobain kopinya... 😊

Pas disana kemarin, kami nyobain varian kopi Coffindo Gold. Dibuatin langsung sama mas Barista-nya Coffindo. Rasa kopinya soft banget, a little bitter of course (but I like the bitter ones he he he), nggak ngisep di lambung, dan ada rasa seperti kopi fresh yang habis disangrai... hmm... my favorite one. 

Coffindo Gold 

Kalo di rumah, sekarang lagi nyobain yang kopi Nusantara, Sumatera Mandheling. Rasanya nggak begitu pahit menurut saya, nggak pake gula juga udah enak kok. Buat kamu yang pengen pindah dari minum kopi instan, ke authentic kopi, varian kopi ini bisa dicoba. Okay, segitu dulu cerita jalan-jalan saya kali ini. See you at another coffee stories, ya...