Ketika Sekolah Impian Tak Terjangkau Oleh Tangan

by - 12/19/2016

Apa yang harus dilakukan ketika sekolah yang ideal
untuk anak ternyata jauh dari kemampuan kita?

Pagi ini diajak ngobrol sama teman, dia ingin memasukkan anaknya ke sebuah sekolah, yang menurutnya ideal untuk putranya, tapi apa daya, biaya bulanannya mungkin tak terjangkau.

Well, setiap orangtua pasti kepengen menyekolahkan anaknya ke sekolah yang ideal, agar bisa mengembangkan minat bakat anaknya. Sayangnya, kadang pilihan seperti itu memang tak mudah untuk didapatkan.

Jika tidak karena letaknya yang jauh, biayanya bisa jadi tak terjangkau.

Masalah kurikulum mungkin bisa diatasi dengan les atau ikut kegiatan yang sesuai bakat anak, tapi bila masalahnya adalah biaya....?

Bila sekolah ideal tak terjangkau, haruskah memaksakan diri?

Tak mudah memang menghadapi kenyataan bahwa kita tidak bisa mewujudkan impian anak. Apalagi bila kita penganut paham ...

"Kalau untuk sekolah mah, rejekinya pasti ada saja", "Sekolah itu nomer satu, kebutuhan yang lain, nomer dua"

Memang benar, semua memang tergantung niat, semua pasti ada jalan, tapi kita juga harus melihat kenyataan. Kebutuhan keluarga tidak hanya sekolah anak masih ada banyak hal yang sama pentingnya, dan sama harusnya, untuk dibiayai setiap hari.

Kita juga harus ingat bila sekolah tidak hanya saat ini, sekolah adalah sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan pertimbangan matang. 

Selain itu, bukankah pelajaran tidak hanya bisa diperoleh di bangku sekolah? Ada banyak hal diluar sekolah yang juga bisa menjadi sumber pelajaran untuk putra-putri kita. Menjadikan ia mendapat pengalaman yang ideal sesuai dengan minat dan bakatnya. 

Jadi, apa yang harus dilakukan?

Saya rasa, tidak ada orangtua manapun yang kuat berkata jika mereka tidak bisa membayar biaya pendidikan di sekolah impian anak.

Dan bila pada akhirnya Sahabat dihadapkan pada situasi tersebut, langkah-langkah ini mungkin bisa membantu untuk dilakukan.

1. Minta maaf

"Ayah dan Ibu minta maaf, karena tidak bisa mewujudkan impianmu."

Ingat jangan gunakan kata alasan saat minta maaf, karena akan memberi kesan Sahabat bersikap defensif. Misal, "Ayah-ibu minta maaf, tapi ..." "Kami minta maaf, kalau saja ..." dan seterusnya.

2. Tunjukkan, jangan ceritakan

Bawa brosur sekolah impiannya, dan tunjukkan besar biaya sekolah yang harus dibayarkan, dan mengapa Sahabat tidak mampu untuk membayarnya tiap bulan.
Agar tidak membingungkan untuknya, berikan juga gambaran berapa besar biaya sekolah yang sanggup Sahabat bayarkan.

3. Beri waktu untuk bersedih

Siapapun pasti akan bersedih bila keinginannya tak tercapai. Jadi, bila putra/ putri Sahabat marah dan bersedih, bersabarlah. Beri ia waktu untuk menenangkan diri. Maklumi, bila ia menjadi lebih emosional, tapi percayalah, akan ada waktunya Sahabat dengannya untuk berbaikan.

4. Mulai tunjukkan sekolah alternatif

Setelah putra/ putri Sahabat tenang, ajak ia untuk mengunjungi sekolah pengganti yang lebih terjangkau. Tunjukkan kelebihan sekolah tersebut, selain masalah biaya tentunya.

5. Ajak anak untuk membuat pilihan

Bisa saja sekolah yang Sahabat pilih tidak ia sukai. Bila ini terjadi, ajak ia untuk membuat pilihan. Duduklah bersama dan beri gambaran pilihan apa saja yang Sahabat sekeluarga miliki agar sekolah pilihannya tidak mengganggu keuangan keluarga.

Masukkan juga opsi untuk menunda sekolahnya bila memang Sahabat tidak menemukan titik temu terbaik.

Itulah trik yang kami lakukan saat dulu tidak bisa memenuhi keinginan putri kecil saya untuk masuk ke sekolah impiannya.

You May Also Like

16 komentar

  1. Sekolah bagus memang penting. Tapi dari sekolah biasa aja bisa muncul mutiara juga. Jadi tergantung anaknya juga ya menurutku :) Harus terus semangat di sekolah manapun :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak. Hal itu juga bisa dimasukkan pada poin diatas ya, menjelaskan pada anak bahwa masih ada jalan atau sekolah lain yang bisa membantunya mewujudkan cita-citanya.

      TErima kasih sudha berkunjung mbak.

      Delete
  2. Iya bener Mbak..keinginan orang tua pasti selalu yang terbaik untuk anak-anaknya yak. Ketika misalnya Allah belum memampukan kita, kita harus siap juga menjelaskan ke anak-anak. Duh, mudah-mudahan selalu diberi yang terbaik yak anak-anak kita dan keturunan kita.

    ReplyDelete
  3. Aku pernah mengalaminya waktu masih sekolah dulu. Memang menyakitkan. :( Tahun depan anakku mulai sekolah dan udah menentukan pilihannya sendiri. Kami berusaha semaksimal mungkin agar dia bisa masuk sekolah pilihannya. Aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, salah satu pengalaman yang susah dilupakan tu, saat orangtua menolak sekolah pilihan kita. Oya, semoga dimudahkan usahanya, dan putrane bisa masuk ke sekolah impiannya.

      Delete
  4. Pasti nyesek banget. Rasanya nggak tega kalau sampai itu terjadi pada anak saya. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyo mbak-e....apalagi anakku dah ngimpiin dari 2 tahun lampau. Alhamdulillah si, sekolah yg sekarang selain dekat dan terjangkau, akhirnya juga ia sukai.

      Ayo, persiapkan dari sekarang mbak, biar ga ngalamin seperti saya

      Delete
  5. Sekolah mana saja menurutku sama saja. :) Aku membebaskan anakku memilih, syukur2 kalau sesuai dengan kemampuan.

    ReplyDelete
  6. Anakku mah selalu ngikut teman2nya. :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu mbak, problem teman ini yang paling susah dipecahkan. TEmenku saat ini juga galau, karena pilihan sekolah anaknya itu, ya itu alasane, temenku disana banyak. sayang biayane...alamak....

      Delete
  7. Intinya nyaris sama ketika anak meminta ke sekolah umum, tapi ortu lebih sreg ke pesantren. :D

    ReplyDelete
  8. Tips di atas sangat berguna untuk para orangtua yang mengalaminya. Semoga rezeki kita dicukupkan agar bisa mewujudkan impian anak. :)

    ReplyDelete
  9. Semoga rezeki para orang tua dicukupkan. Rasanya sakit ketika tak bisa memenuhi kehendak anak. :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.