-->

Memperingati Milad Pendiri SKV grup, Bursa Sajadah Berbagi Bersama Rumah Yatim, Bekasi



Hari jum’at kemarin, saya dan beberapa orang blogger mendapat undangan untuk ikut hadir dalam charity event Bursa Sajadah. Acara diadakan di salah satu cabang Rumah Yatim di Bekasi.

Saya datang ke lokasi sekitar lima belas menit sebelum acara. Agak ragu saat hendak masuk ke halaman lokasi, karena Rumah Yatim cabang Bekasi ini mirip sekali dengan tempat tinggal biasa. Jika tidak ada papan nama, mungkin saya malah akan bingung.

Saat mendengar nama Rumah Yatim, saya membayangkan sebuah gedung yang luas dan dengan banyak bangunan untuk menampung para anak yatim dan piatu disana, seperti sebuah panti asuhan yang ada di kampung saya, Temanggung.

7 Destinasi Wisata Terbaik di Wilayah Indonesia Timur


Tanpa terasa, akhir tahun sudah menjelang. Selain di hari raya lebaran, akhir tahun biasanya juga menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga atau liburan. Melepaskan penat sejenak, setelah rutinitas padat sepanjang tahun.

Bagi teman-teman yang ingin menghabiskan akhir tahun dengan mengunjungi tempat-tempat wisata, berikut ini ada 7 destinasi wisata terbaik si wilayah Indonesia timur.

Sebagian besar destinasi wisata yang banyak dibahas dan populer berada di wilayah Tengah dan Barat Indonesia, seperti di Nusa Tenggara, Bali, dan Jawa. Namun sebenarnya, Indonesia yang kaya akan budaya dan keindahan alam memiliki banyak destinasi wisata menarik di belahan Timur. Pulau-pulau Papua, Sulawesi, Ambon maupun di Nusa Tenggara Timur, banyak menawarkan keindahan yang itdak kalah dengan tempat-tempat wisata lainnya.

Belakangan ini, penerbangan dari Jawa ke wilayah timur Indonesia semakin banyak. Salah satu maskapai yang melayani rute ke wilayah timur Indonesia adalah Sriwijaya Air. Tiket Sriwijaya tergolong murah karena maskapai ini menawarkan penerbangan kelas ekonomi.

Tanpa Kamu Sadari, Bisa Saja Kamu Menderita Resistensi Insulin



resistensiinsulin_rahayupawitri
Tanpa kita sadari, bisa saja kita menderita resistensi insulin.
Cek yuk, apa gejala dan bagaimana mencegahnya. 


Ngobrolin diabetes lagi yuk. Sejak ikut acara jumpa blogger bareng SunLife kemarin, saya memang semakin intens untuk mencari info tentang diabetes. Habis gimana ya, si silent killer ini memang mengerikan sekali, Nggak nunjukin gejala berarti, tahu-tahu udah kena aja.

Nah kemarin dapat info ni dari WebMD, tentang resistensi insulin. Kenapa dan bagaimana seseorang bisa menderita resisten insulin? berikut ulasannya.

Insulin termasuk salah satu hormon yang memiliki peran penting dalam sistem metabolisme tubuh kita. Hormon ini berfungsi untuk membuka sel agar gula (dalam bentuk glukosa) bisa masuk ke dalam sel tubuh untuk diuraikan sebagai energi.

Saat proses ini tidak berjalan dengan semestinya, maka glukosa akan bertumpuk dalam darah, bahkan bila tubuh memproduksi lebih banyak insulin.

Gejala resisten insulin


Biasanya, tidak ada gejala nyata yang bisa menunjukkan Sahabat menderita resisten insulin. Sahabat bisa saja sduah mengalami resisten insulin dalam waktu yang cukup lama, tanpa tahu bila tubuh Sahabat tubuh sudah tidak merespon insulin.

Hanya saja, ada beberapa bagian tubuh pada penderita resisten insulin yang menghitam. Misalnya pada leher, siku, lutut, tangan dan ketiak.

Apa yang membuat seseorang beresiko mengalami resisten insulin


1. Kurang gerak, kelebihan berat badan, dan merokok

Kemungkinan seseorang menderita resistensi insulin lebih beasar bila saat ini mengalami overweight, kurang olah raga, dan atau merokok

2. Gangguan pada darah dan jantung

Beberapa masalah pada sistem peredaran darah juga bisa menjadi penyebab resisten insulin, termasuk kadar HDL atau kolesterol baik yang rendah, kadar lemak trigliserida yang tinggi, gangguan jantung, pernah mengalami stroke, dan gangguan pembuluh darah di leher atau kaki.

3.  Riwayat kesehatan keluarga

Umumnya, orang keturunan Afrika-Amerika, Latin, orang Amerika asli, Asia-Amerika, atau mereka yang lahir dari penduduk di kepualauan Pasifik, memiliki kecenderungan lebih besar mengalami resisten insulin

Dan bila orangtua atau kakak Sahabat juga menderita diabetes tipe 2, maka resiko Sahabat mengalami resisten insulin lebih besar. Begitu juga bila Ibu Sahabat pernah menderita diabetes saat mengandung, resiko resisten insulin Sahabat juga akan semakin tinggi. 

Diagnosis resisten insulin


Tes resisten insulin sangat rumit, dan biasanya kurang nyaman untuk tubuh. Jadi, kadang dokter hanya melakukan diagnosa pre-diabetes (dengan parameter level gula darah yang lebih dari normal). 

Jika tidak mungkin Sahabat akan disarankan untuk melakukan cek kadar gula saat puasa (tidak makan selama waktu tertentu). Pilihan lainnya adalah melakukan perhitungan rata-rata dari kadar gula Sahabat selama beberapa bulan. Dan bila perolehan angkanya tinggi, maka Sahabat bisa saja dinyatakan menderita resisten insulin. 

Bisakah resisten insulin berubah menjadi diabetes?

Sebetulnya, tidak mudah bagi tubuh untuk terus-terusan menghasilkan insulin guna "memasukkan" glukosa ke dalam sel tubuh. Sel-sel pembuat insulin tersebut pada akhirnya akan rusak. Dan kondisi ini bisa memicu pada penyakit diabetes tipe 2.

Jadi, bila Sahabat memang terdiagnosa mengalami resisten insulin, cobalah ganti gaya hidup Sahabat dengan lebih sehat. Cara ini bisa mengurangi kemungkinan munculnya diabetes tipe 2.

Artikel terkait: Gejala Diabetes Tipe 2 dan Bagaimana Membedakannya dengan Kondisi Harian Kita

Jika berpotensi mengalami resisten insulin


1. Makanlah dengan benar

Kurangi makanan manis, pilihlah biji-bijian, kurangi lemak yang berasal dari hewan dan makanlah lebih banyak sayur, buah dan gamdum utuh.

Diet (baca: pola makan) semacam itu akan membantu Sahabat mempertahankan berat tubuh juga kesehatan, dan membantu sel tubuh menggunakan insulin lebih baik,

Pola makan untuk mereka yang memiliki tekanan darah tinggi (mengurangi intake garam) juga bisa menjadi alternatif. Diet rendah garam bisa mengurangi resiko resisten insulin. Terlebih bila Sahabat juga mengurangi berat badan plus lebih aktif bergerak.

Sebuah penelitian menunjukkan hubungan antara jumlah vitamin D yang rendah pada tubuh dengan kondisi tubuh yang tidak bisa menggunakan insulin dengan baik.

2. Lebih aktif bergerak

Aktivitas jelas sejalan dengan upaya melawan resisten insulin. Seperti mengikuti pola makan sehat yang membantu mengurangi berat tubuh. Olah raga juga bisa membantu sel tubuh menggunakan insulin dengan lebih baik, dan bonusnya, otot Sahabat lebih terbangun bukan? Jantung berdetak lebih cepat, dan nafas pun menjadi lebih panjang.

Pengobatan resisten insulin


Perubahan gaya hidup adalah obat terbaik untuk resistensi insulin. Tapi jika Sahabat memiliki resiko menderita diabetes tipe 2, dokter mungkin akan menyarankan penggunaan obat metfromin.

Obat ini berguna untuk mencegah atau menghambat munculnya dibaet tipe 2 diusia muda, terlebih bila Sahabat juga mengalami bobot berlebih. Metformin juga bisa membantu mencegah diabetes tipe 2 pada wanita hamil yang mengalami diabetes gestational.

Tentang gangguan metabolisme tubuh


Resisten insulin hanyalah sebagian dari gangguan metabolisme tubuh. Mereka yang mengalami gangguan ini umumnya memiliki ciri, panggul besar, kadar trigliserida tinggi, kolesterol HDL rendah, menderita tekanan darah tinggi, serta kadar glukosa darah yang tinggi. Kondisi yang bisa menjadi pemicu bagi penyakit jantung, diabetes dan stroke.

Penyakit terkait


Orang yang menderita resisten insulin, umumnya sering mengalami inflamasi di seluruh tubuh. Resisten insulin sangat berkaitan dengan penyakit jantung, dan pembuluh nadi tersumbat, gumpalan darah di arteri, penyakit hati, ginjal, PCOS (polycystic ovary syndrome). dan rematik tulang (rheumatoid arthitis).


ref: webmd.com


7 Pertanyaan Tentang Toksoplasma yang Sering Ditanyakan pada Saya

toksoplasma_rahayupawitri
Ada banyak pertanyaan yang saya terima setelah artikel 
toksoplasma saya di muat di Asian Parent Indonesia.


Untuk kesekian kalinya saya mendapat telepon terkait pengobatan toksoplasma yang pernah saya jalani.

Sejak menulis artikel "Dokter Menyatakan Saya Positif Toksoplasma" di Asian Parent Indoneasia, saya banyak sekali mendapat pertanyaan riwayat pengobatan saya.

Beberapa mengirimkan pertanyaan dengan berkomentar pada artikel, ada juga yang sms, inbok di fb, 
email, bahkan hang out.

Tulisan ini saya buat tidak karena saya merasa terusik, sebaliknya, saya sering lupa memeriksa "Permintaan Pesan" di Facebook, spam atau malah permintaan chat di Hang Out.

Jadi, bagi Anda yang sedang berjuang untuk lepas dari toksoplasma, inilah pengalaman saya saat berusaha lepas dari penyakit tersebut.

Pertanyaan tentang toksoplasma yang paling sering ditanyakan kepada saya


Butuh Ide Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak? Coba Trik Saya Ini



Poin penting dalam mengajarkan tanggung jawab pada anak 
adalah paham konsekuesi dari tindakan dan mampu 
berempati pada orang lain

Dulu saya pernah punya tetangga yang berasal dari Sumatera. Hobinya ni, tiap hari teriak-teriak melulu. Waktu saya tegur, dia bilang, “Cobain kalo nanti tante punya anak, bibir tante pasti jadi maju satu senti.”

Saya si, ngakak aja, waktu dia bilang gitu. Dalam hati, saya mendendam, “Akan aku didik anakku baik-baik, biar bibirku nggak ndower satu senti.”

Tapi, angan tinggalah angan, iyah…sejak puya Hana saya juga jadi hobi teriak-teriak, sampe Hana ngomel, “Ibu ni nyuruh-nyuruh mlulu!”

“Lha, kalo nggak disuruh, nggak diingetin adik nggak inget kan?” Hana pun akhirnya nyengir kalo saya sudah mengeluarkan kalimah sakti itu. (<---- itu bukan typo, sengaja).

Begitulah, guys, There is no perfect parents, trust me. Ini bukan ngeles, tapi ya, …that’s the way it is!

Tapi tetep dong ya, kita wajib mendidik anak sebaik mungkin, dan diantara kewajiban itu adalah mengenalkan dan mengajarkan rasa tanggung jawab pada anak.

Kesel aja gitu kalau lihat anak nindas temen seenak udelnya dia sendiri, suka nyontek, kabur pas jam pelajaran atau ngerokok di jalanan tanpa ingat susahnya orangtua cari biaya sekolah.

Arti tanggung jawab

Bagi saya rasa tanggung jawab itu berarti paham akan konsekuensi setiap tindakan atau keputusan yang di ambil. Rasa tanggung juga harus bisa memunculkan self-respect aka. menghargai diri sendiri dan orang lain. Hasil akhirnya, diharapakan anak akan mampu merasakan, berpikir, dan bersikap sesuai rasa peng-hargaan kepada diri sendiri dan orang lain.

Orang hebat adalah mereka yang mampu berperilaku dengan benar, saat ada atau tidak ada siapapun

Rasa tanggung jawab bukan bawaan sejak lahir


The problem is, no one was born with responsible character. Sikap tanggung jawab dibentuk dari pergaulan sosial anak sehari-hari; berdasar apa yang ia pikirkan juga pengalaman yang ia rasakan, lihat, dan ia terima.

Belajar tanggung jawab berarti belajar untuk:

1. Menghormati dan menunjukkan empati pada orang lain
2. Jujur, meski tahu konsekuensinya tidak nyaman
3. Berani mempertahankan pendapat yang menurutnya benar
4. Bisa mengendalikan diri sendiri sesuai prinsip yang ia anut
5. Mampu menghargai diri sendiri

Kalau buat saya si, konkretnya simpel aja. Misal ni, Hana harus bisa memutuskan jam berapa ia tidur, karena tahu konsekuensinya jika tidur larut, keesokan hari akan sulit bangun. Akibatnya ia akan terlambat, ketinggalan sholat subuh, berangkat sekolah buru-buru, ibu akan teriak-teriak sepagian dan seterusnya.

Sementara di lingkup sosial, ketika Hana memiliki rasa tanggung jawab, ia tidak akan mudah mem-bully teman, bisa berempati ketika ada kawan kesusahan, tidak mau diajak berbuat hal yang diluar standar sosial dan seterusnya.

Cara membangun dan menumbuhkan rasa tanggung jawab pada anak


responsible is about ourself, our decision
(pic.source:quotesgram.com)


1. Mengenalkan konsekuensi

Step yang satu ini chalengging banget. Tapi sejak kecil saya selalu tekankan padanya akan akibat tindakan yang Hana pilih.

Misalkan saat ia tidak mau mandi sore, saya selalu fokus pada akibat yang terjadi, alih-alih membujuknya dengan kata “Ada ondel-ondel”, “Nanti dikurung di kamar”, “enggak akan diajak jalan-jalan” dan seterusnya.

Ada sebuah cerita yang paling berkesan untuk saya. Hana ini punya kebiasaan, menumpuk baju kotor di bangku dekat dispenser, jarang sekali langsung masuk ke keranjang cucian. Padahal jarak keranjang cucian dan bangku hanya satu langkah saja.*KzLL!

Awal mula saya hanya ingatkan. Berhubung lupa terus, saya membuat kesepakatan sepihak yang harus Hana setujui (he he he), pokoknya baju yang tidak masuk keranjang cucian tidak akan pernah dicuci.

Sejak kesepakatan itu berjalan, Hana masih saja lupa memasukkan baju kotornya. Hingga suatu hari ia kehabisan kaos dalam, karena tidak ada satupun bajunya yang saya nyuci.

Sebagai konsekuensinya, ia harus merelakan tabungannya untuk membeli kaos dalam baru sambil menunggu kaos kotornya saya cuci. Alhamdulillah, meski sesekali masih lupa, tapi tidak pernah separah dulu.

Artikel terkait: Saya Memilih Tidak Menggunakan Reward dan Punishment untuk Mendisiplinkan Anak


2. Mengenalkan empati

Mengenalkan hal yang abstrak pada anak memang tidak mudah. Harus punya banyak akal agar tujuan pendidikan tercapai.

Untuk mengenalkan empati pada Hana saya memilih menggunakan media televisi dan dongeng.

Saat menemani Hana nonton dan ada tokoh film yang bersedih atau celaka, saya berkomentar betapa kasihannya si tokoh. Terkadang saya juga mengubah dongeng malamnya sesuai dengan pesan yang ingin saya sampaikan.

Saat ia makin besar, saya mulai ajak ia diskusi tentang tokoh cerita atau tokoh film yang ia tonton. Dan menanyakan apa pendapat Hana tentang tokoh tersebut, apa yang seharusnya si tokoh lakukan dan seterusnya. 

Saya juga mencoba menunjukkan empati saat dia merasa tidak nyaman, alih-alih mengalihkan perhatiaannya saat menangis, saya memilih untuk bertanya apa yang membuatnya menangis, bagaimana perasaan dia saat ini, serta apa yang ia harapkan agar ia merasa lebih baik.

3. Belajar jujur

“Adik, apa adik selalu celup kaki adik di sisa air hangat ini?”

“Enggak…” jawab Hana ringan sambil tertawa.

“Are you sure about it? I hear a lie on your voice?”

“He he he, iya ding. Adik celup kaki kesana.”

“Jadi kenapa adik bohong?”

“Takut ibu marah.”

Aigoo... she said that lies so easily, ambil nyengir lagi, 😒

Tidak mudah membiasakan anak untuk bicara jujur. Reaksi kita yang biasanya marah, malah akan semakin membuatnya berbohong. Anak-anak butuh tahu kalau kejujuran mereka sangat kita hargai.

Untuk itulah ketika Hana mencoba bicara jujur saya belajar untuk tidak marah, tapi menjelaskan mengapa ia tidak boleh melakukan hal tersebut.

Poinnya adalah belajar dari kesalahan yang dilakukan dan melakukan hal terbaik untuk mengoreksinya, bukannya malah mengingkari kesalahan tersebut.

4. Memupuk sikap berani

Saya paling kawatir bila Hana tumbuh sebagai anak yang penakut. Bukan takut gelap, setan dan yang lainnya, tapi saya paling kawatir jika ia takut mempertahankan pendapatnya yang benar, takut untuk membela diri, dan terlebih takut tidak punya teman hanya karena ia punya pendapat berbeda.

You know, bullies often come from such a thing, right?

Satu hal yang pertama kali saya lakukan adalah membangun rasa percaya dirinya dengan cara menghargai pilihan, dan mau mendengarkan pendapatnya. Dimulai dari hal-hal yang kecil, menghargai pilihan model baju, kombinasi baju, hingga pilihannya untuk melakukan atau tidak melakuakn permintaan saya.

Tentu hal ini tidak mudah karena kadang sebagai orang dewasa kita selalu saja berpikir apa pendapat orang lain akan situasi kita.

Tapi disinilah seninya, di satu sisi saya mencoba mengenalkan keberanian pada Hana, disisi lain saya juga belajar untuk berani dan menerima pilihan Hana meski mungkin tidak sesuai dengna pendapat orang banyak.

5. Self-control and self respect

Seorang anak yang bertanggung jawab, mustinya tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan dirinya sendiri. Karena itu kemampuan untuk mengendalikan dan menghargai diri sendiri tentu penting untuk membangun sikap yang bertanggung jawab pada anak.

Untuk itulah paham konsekuensi dari tindakan dan pilihan Hana saya lakukan pertama kali.

Seperti nasehat lama, seseorang akan lebih mudah mengambil keputusan ketika ia tahu apa manfaat dan akibat pilihan yang diambil bukan?
(Pic.source:quotesgram.com)


6. Bantu anak membuat penilaian yang tepat

Anak-anak belajar menilai tingkah laku seseorang dari hal-hal yang ia alami sehari-hari. Dan adalah tugas orangtua untuk menekankan nilai dari setiap tindakan yang terjadi.

Suatu hari Hana pulang dengan menahan tangis, ia kesal karena temannya malah mengajaknya mengolok-olok anak lain.

“Adik seperti mau nangis?”

“Iya, aku kesal karena Fulanah ngajakin aku manggil si A bodoh.”

“Apakah A bodoh?”

“Enggak lah, dia hanya masih kecil, jadi kadang tidak tahu.”

“Lalu apa yang membuat adik kesal?”

“Fulanah itu sudah kelas dua, apa dia tidak pernah tahu kalau mengolok-olok itu tidak baik, bikin orang sedih?”

“Oh, begitu. So, do you want me to hug you?” itu yang saya katakan pada Hana untuk “mengkonfirmasi” jika saya mengerti dan menyetujui tindakannya.

Dari yang saya amati dan pelajari, Hana akhirnya tahu jika tindakannya benar, dan ia akan terus melakukan hal tersebut, lalu menjadikannya prinsip yang ia pegang sepanjang waktu.

Terkadang tidak mudah untuk membuatnya tahu apa yang harus ia boleh dan tidak boleh ia ucapkan terutama ketika berkaitan dengan perasaan, aturan, atau prinsip kepengasuhan di keluarga lain.

Ketika hal itu terjadi, biasanya kami akan terlibat diskusi yang amat panjang. Yang pada prinsipnya kita harus menghormati keputusan orang lain dan bila tidak setuju lebih baik kita katakan dengan cara yang baik. 

Kunci sukses mengajarkan tanggung jawab pada anak


1. Jadilah role model 

Sepanjang yang saya tahu dari para ahli, kunci sukses mendidik anak hanya satu, jadilah role model yang baik.

Anak-anak belajar dari keseharian saat ia berinteraksi dengan orang disekitarnya bukan. Mereka akan belajar dari cara kita bicara, mengambil keputusan, juga anggapan dan tanggapan yang kita berikan saat mereka melakukan sesuatu.

Karena itu jika kita ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, tentu kita juga harus bersikap lebih bertanggung jawab, bukan?

2. Sabarlah

Wajar si, kalau kita ingin segera melihat hasil dari didikan kita, dan berharap bisa segera ganti mengajarkan hal yang lainnya lagi. 

Tapi tidak ada hasil yang instan. Cobalah ingat bagaimana kita dulu belajar, semua butuh waktu bukan? Bisa jadi malah anak-anak saat ini jauh, jauuhhh lebih baik dari kita dulu. Jadi, bersabarlah, beri mereka waktu untuk belajar. 


Begitulah trik saya mengajarkan tanggung jawab pada anak. Alhamdulillah, sudah kelihatan hasilnya dalam beberapa hal. Sementara sebagian yang lain, terutama yang berkaitan dengan kesenangan (main hape, nonton TV, bersihin kamar tidur) masih dalam proses belajar.

Semoga pengalaman saya dalam mengajarkan tanggung jawab pada anak bermanfaat ya, Sahabat. Atau Sahabat RPB punya tips lain untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak? Bagi yuk, di kolom komentar.

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Diabetes



caracegahdiabetes_rahayupawitri_penuliskonten
Diabetes, salah satu jenis penyakit yang paling sering kita dengar.
Tapi, tahukah Anda apa sebenarnya diabetes itu?

Lebaran tahun ini, saya pulang ke Bekasi dengan membawa banyak kesan. Tidak hanya karena saya berkesempatan bertemu dengan lebih banyak keluarga besar, tapi juga ada cerita sedih yang saya bawa pulang.

Salah seorang kakak sepupu, yang November tahun lalu masih sehat dan bugar, lebaran tahun ini saya jumpai kesehatannya menurun drastis karena penyakit diabetes. Begitu banyak perubahan yang saya lihat.

Yang semula terlihat gagah, selalu menyapa dengan senyum hangat, kini,- jangankan tersenyum, baru berniat ngobrol saja, air mata sudah mengalir deras, tak sanggup Beliau kendalikan. Badannya pun melemah, dan terlihat banyak kehilangan berat badan. Sepertinya, diabetes telah mengambil sebagian kehidupan Beliau….

Jadi, ketika awal bulan lalu Sun Life Financial mengadakan acara jumpa Blogger dengan tema "Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes", dengan antusias saya mendaftarkan diri.

Saya ingin tahu, tentang penyakit yang satu ini, dan bagaimana penyakit ini bisa merenggut banyak kehidupan juga kesehatan begitu banyak orang.

Sun Life dan Kampanye "Cegah, Obati dan Lawan Diabetes"


Berdasarkan survey Ipsos pada tanggal 14 Juli hingga 3 Agustus 2015, tentang sikap hidup sehat dan aktif penduduk, harapan kesehatan di masa depan, juga harapan akses kesehatan penduduk di 9 negara Asia, Sun Life Health Index melihat jika saat ini 73% penduduk di Indonesia telah menganggap menjadi sehat adalah hal yang sangat penting. Selain itu, hampir sebagian besar penyakit jantung, diabetes, dan pernafasan masih dapat dicegah.

Sun Life kemudian mengambil kesimpulan jika masih ada ruang, juga waktu untuk harapan baru yang #lebihbaik di Indonesia. Untuk itulah, bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan, Sun Life kembali mengadakan acara Jumpa Blogger dalam rangka kampanye "Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes".

Acara dibuka dengan sambutan dr. Lily S Sulistyowati, MM, Direktur Penyakit tidak Menular, dari Kementrian Kesehatan. Beliau memaparkan bila saat ini diabetes telah menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.

Diabetes tidak hanya masalah kesehatan, tapi juga mempengaruhi penderita secara ekonomi. Di Indonesia sendiri, penyakit ini telah memberikan beban ekonomi sebesar Rp313,64 miliar dalam periode Januari-Juni 2014. Karena itu, sangatlah wajar jika kita mulai waspada dengan penyakit ini.

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Diabetes

caracegahdiabetes_rahayupawitri_penuliskonten
Ibu Lily (kiri), Direktur Penyakit Tidak Menural dari Kementrian Kesehatan.
Prof. Soegondo, ahli Diabetes Indonesia


Ada banyak pengetahuan tentang diabetes yang saya peroleh dari acara ini. Prof. Sidartawan Soegondo, MD, PdD, F.A.C.E memaparkan serba-serbi diabetes dengan sangat lugas. Unikya, Profesor Soegondho terlahir dengan gen diabetes, namun saat ini Beliau terlihat masih segar dan sehat, bahkan Beliau mengisi acara Jumpa Blogger kemarin dengan penuh semangat.

Oya, saya rangkumkan ilmu yang profesor bagikan saat itu, dalam 7 pertanyaan yang paling sering ditanyakan tentang diabetes berikut ini, kebetulan saat ngobrol dengan ibu-ibu kemarin, pertanyaan mereka selalu saja sama, apa gejalanya, bisakah dicegah, benarkah tidak boleh makan makanan yang mengandung gula dan seterusnya.

Jadi, mari kita diskusikan pertanyaan tersebut satu-persatu.

Pertanyaan tentang diabetes #1. Apa gejala diabetes?

Pertanyaan itu yang paling sering terucap saat saya bertanya pada ibu-ibu di sekolah Hana.

Gejala umum yang telah banyak diketahui biasanya adalah sering buang air kecil, berat badan menurun drastis, dan mudah mengantuk.

Tapi sebenarnya ada sepuluh gejala diabetes yang perlu kita waspadai. Dan sayangnya kesepuluh hal tersebut tidak muncul bersamaan. Bertahap, dan akhirnya kita baru sadar ketika hasil skrinning diabetes kita semua diluar standar.

caracegahdiabetes_rahayupawitri_penuliskonten


Mudah merasa lelah, sering berkemih terutama dimalam hari, dan mudah merasa haus, pusing adalah beberapa gejala diabetes.

Ketika ada banyak gula dalam darah, satu-satunya jalan untuk menguranginya adalah dengan berkemih. Hal inilah yang kemudian memicu seseorang mudah merasa haus.

Gejala lain yang biasanya muncul adalah kehilangan berat badan secara mendadak, penglihatan berkurang, luka pada kulit sulit untuk sembuh, infeksi kandung kemih, dan pada wanita, bisa saja merasa gatal disekitar daerah genital.


Pertanyaan tentang diabetes #2. Benarkah penderita diabetes tidak boleh makan makanan yang mengandung gula?


Menurut Profesor Soegondho, kuncinya ada pada perencanaan makanan, dan total karbohidrat yang dikonsumsi, bukan jenis karbohidratnya.

Alasan mengapa jumlah gula harus dibatasi

Seusai tubuh mencerna makanan menjadi gula (karbohidrat, sumber tenaga), darah akan membawa sumber tenaga tersebut ke seluruh tubuh. Akibatnya, level gula dalam darah pun naik.

Kenaikan itu memicu tubuh untuk melepaskan hormon insulin. Pada kondisi normal, hormon inilah yang akan bekerja memecah gula menjadi energi bagi tubuh kita. Dan dengan terurainya gula yang ada dalam darah, maka level gula darah pun akan kembali normal

Gula yang tidak terpakai pada saat itu akan disimpan dalam hati, otot atau disimpan dalam bentuk lemak sebagai cadangan tenaga.

caracegahdiabetes_rahayupawitri_penuliskonten
Gandum pun juga mengandung karbohidrat aka. gula


Pada penderita diabetes, proses penguraian gula tidak berjalan dengan sempurna.

Pankreas pada Penderita diabetes tipe 1, tidak bisa menghasilakn insulin. Kondisi ini biasanya terjadi sejak bayi lahir. Karena itulah para penderita diabetes tipe 1 butuh suntik insulin setiap hari.

Beda halnya dengan diabetes tipe 2, tubuh tetap memproduksi insulin hanya saja tubuh tidak merespon dengan baik (resisten insulin). Akibatnya, gula tidak terurai dengan sempurna.

Itulah alasan mengapa bukan jenis sumber karbohidratnya (sumber gula) yang menjadi fokus utama, tapi berapa jumlah gula masuk ke dalam tubuh.


Ada dua ukuran yang bisa dipakai untuk mengukur porsi makanan bagi penderita diabetes. Yang pertama adalah memakai sistem membagi 4 bagian piring, dan yang kedua dengan sistem Zimbabwe Hand Jive.

caracegahdiabetes_rahayupawitri_penuliskonten


Pertanyaan tentang diabetes #3. Apa penyebab diabetes, benarkah karena terlalu berlebih mengkonsumsi gula?

Diabetes terjadi ketika tubuh mengalami penurunan produksi insulin atau malah pemanfaatan insulin. Dari kedua hal tersebut, diabetes dapat dibagi menjadi dua, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Pada diabetes tipe 1, pankreas sama sekali tidak memproduksi insulin. Diabetes tipe 1 banyak pada anak-anak atau orang dewasa muda.

Diabetes tipe 2, adalah jenis diabetes yang paling umum terjadi. Sembilan puluh persen diabetes yang terjadi saat ini, adalah diabetes tipe 2. Diabetes ini terjadi karena pankreas tidak cukup menghasilkan insulin yang dibutuhkan untuk menguraikan gula. Atau malah, jika pankreas bisa menghasilkan cukup insulin, tubuh tidak bisa menggunakannya dengan benar.

Diabetes tipe 2 banyak terjadi pada orang dewasa, dan lebih sering ditemukan pada mereka yang mengalami obesitas atau overweight.

Jadi, tidaklah benar jika gula menjadi penyebab seseorang terkena diabetes

Penyebab utama pada diabetes tipe 1 sudah jelas, yaitu bawaan lahir. Sementara untuk diabetes tipe 2, faktor riwayat keluarga, usia, ras, kurangnya aktivitas fisik, tekanan darah tinggi, obesitas, diet (baca: pola makan) yang tidak sehat, dan ibu hamil yang mengalami diabetes tipe 2; adalah pemicu meningkatnya resiko seseorang terkena diabetes.

Pertanyaan tentang diabetes #4. Jadi, adakah cara mencegah diabetes?

Kita tidak pernah bisa mengubah riwayat kesehatan keluarga, usia, juga ras bangsa kita. Tapi berat badan dan kebugaran tubuh bisa kita kendalikan.


caracegahdiabetes_rahayupawitri_penuliskonten


Jika Sahabat RPB memiliki resiko terkena diabetes, maka berkonsultasilah pada dokter apa langkah terbaik untuk menurunkan resiko terkena diabetes.

Dan bagi Sahabat yang masih dalam kondisi sehat, maka perlu sekali untuk menjaga berat badan, usahakan untuk selalu meningkatkan aktivitas fisik paling tidak 30 menit sehari, makan makanan sehat (3-5 porsi buah dan sayuran), hindari merokok dan minuman beralkohol, serta kelola stres dengan baik.

Pertanyaan tentang diabetes #5. Bolehkah seorang wanita penderita diabetes hamil?

Wanita penderita diabetes tetap bisa mengandung dan melahirkan bayi yang sehat selama kadar gula dalam darahnya terkontrol dengan baik.

Jika Sahabat wanita saat ini sedang merencanakan kehamilan, ceritakan dan tanyakan pada dokter yang menangani kesehatan Sahabat tentang kemungkinan tersebut dan apa saja yang harus Sahabat lakukan.

Pertanyaan tentang diabetes #6. Bagaimana mengetahui jika saya terkena diabetes?

Seperti disebutkan diatas, gejala diabetes seringkali tidak nampak karena mirip dengan beberapa penyakit tidak menular lainnya. Terlebih semua gejala tersebut, seringkali terjadi bertahap, sehingga kita tidak menyadari bahwa kita beresiko menderita diabetes.

Untuk itu, lakukanlah skrinning diabetes secara teratur, terutama bila Sahabat telah mulai memasuki usia 35 tahun.

Ada beberapa tes yang bisa dilakukan yaitu
  1. GDS atau Gula Darah Sewaktu
  2. GDP atau Gula Darah Puasa
  3. Hemoglobin Glikat (HbA1C), berguna untuk menunjukkan seberapa baik gula darah setelah kontrol 3 bulan.
  4. TTGO (Tes Toleransi Glukosa Oral)

Pertanyaan tentang diabetes #7. Apakah diabetes bisa sembuh?

Sayangnya, tidak. Sekali terkena, seumur hidup harus berobat.

Diabetes adalah penyakit tidak menular yang bisa memicu timbulnya penyakit yang lain, seperti gagal ginjal, kerusakan saraf, mata, penyakit kardiovaskular, stroke, dan lain sebagainya.

Untuk itulah, pengobatan teratur dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mencegah tejadinya komplikasi.

caracegahdiabetes_rahayupawitri_penuliskonten
Diabetes bisa memicu aneka jenis penyakit


Mengingat begitu banyaknya resiko dan akibat yang bisa ditimbulkan oleh diabetes, alangkah bijaknya jika kita mulai memperbaiki pola hidup kita selama ini. Bergerak lebih aktif, selektif terhadap makanan, dan ganti tumpukan snack di kulkas dengan buah-buahan.

Bagaimanapun, kesehatan kita tidak hanya untuk diri kita sendiri, tapi juga orang-orang disekitar kita, bukan?

Sampai jumpa diartikel diabetes lainnya ya, … Salam!