-->

Grow n Health, Suplemen untuk Mengatasi Anak Susah Makan

suplemenanaksusahmakan_rahayupawitri


Awal bulan ini, gejala tipes Hana kambuh lagi. Entah karena kecapekan atau tegang menghadapi Ulangan Tengah Semester, di hari 4 ulangan, dia ambruk. Badannya panas hingga 39⁰ C. Sedihnya lagi, gejala tipes Hana juga disertai dengan bapil yang hebat. Selama hampir seminggu lebih, tidur Hana terganggu.

Ketika akhirnya membaik, selera makan Hana malah menurun drastis, susah makan apa pun, meski roti keju favoritnya.

Jika biasanya pulang sekolah ia bisa menghabiskan segelas jus, sepiring nasi, plus beberapa potong snack, kini hanya satu potong snack saja yang ia habiskan. Ia terus-terusan mengeluh kecapekan, dan ingin tidur.

Duh, ibu mana yang tak sedih melihat perubahan anak seperti itu.

Bingung dengan perubahan Hana, saya sempatkan melihat catatan kesehatannya, sepertinya sejak masuk sekolah dasar ia mulai mudah sekali sakit. “Kaget dengan perubahan jadwal dan beban sekolah paling, Na,” begitu kata-kata ibu tetangga disekitar rumah. 

Ya, bisa jadi seperti itu. Perubahan jadwal dari pra-sekolah ke Sekolah Dasar bisa jadi penyebabnya. Tapi tentu, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jadi saya pikir, memperbaiki daya tahan tubuh Hana adalah salah satu solusinya. Dan langkah awal yang harus saya ambil adalah memperbaiki selera makan Hana terlebih dahulu.

Grow N' Health, Suplemen untuk mengatasi anak susah makan dan membantu daya tahan tubuh anak


Jujur, saya bukan tipe ibu-suplemen-atau-vitamin-minded. Bagi saya, selama anak pertumbuhannya masih dalam batas standar, selera makan oke, suplemen dan vitamin tidaklah perlu. Karena itu, ketika akhirnya berniat memilih suplemen saya memilih suplemen yang dibuat dari bahan alami terlebih dahulu.

Beruntung bulan ini saya mendapat kesempatan untuk mencoba Madu Grow and Health. Madu murni yang dikombinasikan dengan ekstrak kulit buah manggis, temulawak, dan ikan gabus. 

Kandungan Madu Grow N' Health



Seperti disebutkan pada kemasannya, setiap 15ml Madu Grow N' Health, mengandung:

1. Madu murni 23,2gr; kandungan vitamun dan nutrisi dalam madu berguna dalam proses pertumbuhan anak.

2. Ekstrak kulit manggis 120mg; kulit manggis mengandung antioksidan yang berguna untuk menambah kekebalan tubuh anak. 

3. Ekstrak temulawak 168mg; berguna menjaga fungsi hati, penambah nafsu makan.

4. Ekstrak ikan gabus (dalam bentuk Albumin) 480mg; zat albumin pada ikan gabus, sangat berguna untuk meningkatkan kecerdasan anak.

Aturan pemakaian: 

  • Tidak untuk anak dibawah 1 tahun
  • Diberikan 3 x 2 sdt sehari
  • Diminum sebelum makan dan sebelum tidur

Madu Grow N' Health, diformulasikan untuk anak usia 1 tahun keatas hingga 12 tahun, tapi bisa juga di konsumsi untuk anak diatas 12 tahun, dengan takaran yang disesuaikan. 
Untuk penyesuaian takaran ini, Sahabat bisa menghubungi situs resmi Grow N' Health care center di


Situs resmi Grow n Health: grownhealth.org
Instagram : grownhealth
Email : tanya@grownhealth.co.id
Fans Page : GrowNHealth
Twitter : GrowNHealth

Cara mendapatkan Madu Grow N' Health

Untuk saat ini Madu Grow N' Health bisa didapatkan secara online dengan menghubungi no kontak yang tertera pada gambar berikut

WA: 087 834 464 222
BBM: D29550E4

Oya, Ayah dan Ibu bisa mendapatkan diskon 10% dengan mencamtumkan kode KBGNH33 pada saat pembelian. 


Review Madu Grow N' Health

Hana sebetulnya tidak begitu suka dengan madu, kecuali kalau dia tahu dia akan sakit, atau terpaksa harus minum obat, yang menurutnya, bau dan pahit. 

Jadi, saya coba memberikan madu Grow N' Health ini dengan cara mengoleskannya pada roti bakar, atau mencampurnya pada susu. 

Aneka cara mengkonsumsi Madu Grow N' Health
Tidak seperti madu produksi Indonesia yang pernah saya coba, Madu Grow N' Health ini tidak terlalu manis, dan tidak eneg. Mungkin itu sebabnya, ketika dikonsumsi dengan makanan atau minuman lainnya, rasanya bisa tercampur sempurna. 

Biasanya, jika minum susu formula, Hana tidak pernah habis; segelas 250ml pun pasti sisa. Tapi sejak saya campur dengan madu Grow N' Heath, pasti tandas habis. 

Saat post ini ditulis, Hana sudah mengkonsumsi Madu Grow N' Health ini selama dua minggu. Alhamdulillah, sekarang selera makan Hana sudah mulai kembali seperti semula. 

So, I think I said Yes about this product. 


Grown n Health, Suplemen untuk Mengatasi Anak Susah Makan
Review dilakukan oleh Rahayu Pawitrion 2016 Oktober 30
Rating: 4

Butuh Rekomendasi Tempat Nongkrong? Colek Aja Ria Tumimomor



00.50 AM ...

Sstt.... saya baru saja menghabiskan dua potong roti bakar. Padahal sudah hampir sebulan ini saya nggak mau ngopi atau ngemil kue saat nulis dini hari. Semua gara-gara mampir di blog mbak Ria Tumimomor, pemilik blog dengan "Ria The Chocolicious."

Jadi, siang tadi sempat kepoin akun Instagram mbak Ria (@riamrt) yang isinya hampir semua makanan dan tempat-tempat hangout. Penasaran, malamnya saya mampir ke blog mbak Ria, nguplek-nguplek semua cerita di balik aneka makanan yang terpajang si Instagram.

Dan hasilnya, saya laper.... Ngebayangin martabak telur dengan tumbukan kentang, trus dicocol sambel huaa.... Lari ke dapur ambil roti tawar ha ha ha.

Ria Tumimomor, the BatMan blogger


Ini bukan Batman hero-nya kota godham city, tapi BatMan itu singkatan dari Batak Manado. Mbak Ria memang blasteran Batak Manado.

Saya kenal blog mbak Ria pertama kali saat melihat salah satu post blog berbahasa inggrisnya  mampir di timeline G+ saya. Kalau nggak salah waktu itu cerita tentang bis di Jakarta, trus post kedua tentang keselnya mbak Ria saat ada yang salah menyebut namanya.

Awalnya saya bingung kenapa mbak yang satu ini suka sekali share artikel orang lain, tapi setelah lama kenal, baru saya tahu jika blog Ria Play with The Clothes dan My Life on The Bus adalah milik mbak Ria juga.

Dari cara mbak Ria nge-blog ini, saya merasa Beliau tipe orang yang rapih banget, everything must be stucked up in the order. Tulisan yang teralal di luar kategori Chocolicious, Beliau pisahkan dalam katergori blog lain, salah satu cara seorang blogger profesional.

Memisahkan kategori blog juga akan membantu branding seorang blogger, akan dikenal sebagai apakah dirinya. Memisahkan kategori blog juga mempermudah seorang blogger untuk menentukan tulisan yang tepat serta perilaku blogger terhadap blog-nya.

Seneng rasanya melihat seorang blogger yang konsisten seperti mbak Ria ini. Pengalaman yang dituliskannya pasti banyak, blog-nya pun pasti sering update.

Gagal fokus gara-gara sepatunya... LOL!

Jalan-jalan di blog mbak Ria, seolah nggak pernah puas, banyak sekali sekali rekomendasi tempat jajan atau nongkrong, review makanan, cerita travelling yang bisa kita baca disana. Gaya penyampaiannya ceritanya yang mengalir, membuat cerita kesehariannya enak dibaca dan ujungn-ujungnya betah untuk terus klik sana dan sini.

To me, it’s just nice to know her. So, if you look for inspirational-daily-stories Rias’ blog is something I will recommend to you. Check her latest updates from her social media below


www.riatumimomor.com
IG: @riamrt
Twitter: @RiaTumimomor
Facebook: RiaWritingWorld






Trik Meringkas Materi Materi Pelajaran dengan Pohon Pikiran


mindmap_carameringkaspelajaran_rahayupawitri_penuliskonten
Mind mapping, salah satu cara efektif meringkas materi pelajaran


Sore itu ketiga kalinya Hana betanya apa jawaban untuk soal-soal pekerjaan rumahnya. Ketika saya tanya apakah disekolah tidak diajari bagaimana menjawab soal-soal yang diberikan, “By reading your previous material for instance?”

“Enggak. Nggak pernah diajari gitu.”

Ho ho ho .... Saya jadi muter otak gimana cara memberikan kail padanya.

Kalau saya suruh baca materi, paling hanya berbusa doang. Bakalan lama untuk paham dan mampu jawab soal. Saya pun juga males kalau suatu saat nanti harus mengulang materi yang sama untuk soal yang berbeda.

Jadi sore itu, saya minta ia menutup PR-nya dan membaca materi terlebih dahulu.

Dengar kata “membaca” wajahnya mulai mendung he he he. Ah, anak ini memang bukan anak linguistik. Barisan huruf di buku susah sekali menarik hatinya; kecuali judulnya sudah ada tulisan “Dongeng” atau “Kartun”.

Saya harus bisa membuat Hana memahami bacaannya tanpa ia merasa terpaksa.

Lalu saya ingat bila saat ini Hana sedang suka sekali menggambar dan mewarnai. Jadi menurut saya, metode belajar yang menggabungkan membaca, menggambar, sekaligus mewarnai akan cocok untuknya. I think she’s a visual or spatial person. Itu artinya mind mapping bisa jadi hal yang asik baginya. Okay, let’s give it a try!

Mind mapping, trik asik meringkas materi pelajaran

mindmap_carameringkaspelajaran_rahayupawitri_penuliskonten

Sebetulnya terlalu naif si, meminta seorang anak kelas 1 SD untuk belajar memahami materi. Tapi saya hanya ingin Hana belajar efektif, sedini mungkin. Menurut saya, sayang waktu yang sudah ia habiskan untuk membaca kan? (semoga ini tidak menggambarkan jika saya seorang embok yang ambisisus, ya he he he).

So, here we’re go, let’s reading, drawing and coloring!

Saya sangat suka dengan mind mapping, peta pikiran. Materi yang berlembar-lembar bisa menjadi hanya selembar saja.

Materi pelajaran biasanya ditulis dengan banyak kalimat pengantar, cerita, dan ilustrasi gambar. Cara penyampaian materi diatas, akan sangat asik untuk anak-anak dengan tipe linguistic. Karena mereka akan belajar dengan sangat baik ketika mendapatkan penjelasan secara tertulis.

However, it would be so tiring and boring for spatial/ visual person.

Anak-anak tipe visual akan sangat cocok belajar dengan gambar, diagram, memahami kata kunci, atau bila materi lebih banyak tulisan, maka tulisan harus ditulis semenarik mungkin (misal dengan banyak warna).

3 Langkah membuat pohon pikiran aka. mind mapping


1. Kenali topik bacaan

Kita akan semangat belajar, ketika kita tahu manfaat dan apa yang sebenarnya sedang kita pelajari bukan? Jadi saya memulai memperkenalkan mind mapping dengan membaca peta konsep.

Peta konsep biasanya ada di bagian paling depan buku atau sebelum uraian materi pelajaran.

2. Jadikan topik atau tema pelajaran sebagai titik awal peta pikiran

Bentuk asli mind mapping sebetulnya seperti gambar dimuka. Tapi bagi saya, hal itu mungkin akan sangat memusingkan bagi Hana. Jadi saya memodifikasinya dan membuat mind map lebih sederhana dengan gambar pohon. Dan namanya pun jadi berubah, pohon pikiran he he he.

Topik atau tema pelajaran saya letakkan pada batang pohon, dan cabang atau rantingnya sebagai materi penjelas dan contoh.

mindmap_carameringkaspelajaran_rahayupawitri_penuliskonten


3. Satu cabang, satu kata kunci

Dalam buku “Buku Pintar Anak Jenius” karangan Adam Khoo, disebutkan jika mind mapping adalah alat pembuat catatan penting. Jadi, satu garis cukup mengandung satu kata saja.

Saat kemarin mengajak Hana meringkas materi dengan pohon pikiran, saya letakkan satu kata kunci pada setiap cabangnya, dan menjadikan pikiran penjelas pada daun-daunnya.

Lakukan dengan tanya jawab

Meskipun saya sudah menjelaskan pada Hana tentang pohon pikiran dan apa fungsinya, tetap saja saya belum bisa melepaskan Hana untuk menggambar dan membuat sendiri pohon pikirannya.
Jadi kemarin saat Hana belajar tentang “Dua Kalimat Syahadah” , materi keempat Agama Islam untuk kelas 1 SD, saya bertanya pada Hana,

“Adik baca apa?”

“Bagaimana bunyinya?”

“Kapan dibaca?”

“Apa arti dari tema yang adik baca?”


dan seterusnya....

Nah, itu lah cara saya membantu anak memahami materi pelajaran. Jika kebetulan putra/ putri Sahabat adalah anak dengan tipe atau pemebelajar seperti Hana, maka pohon pikiran atau mind map ini bisa jadi adalah trik yang cocok untuknya.

mindmap_carameringkaspelajaran_rahayupawitri_penuliskonten


Oya, saya juga punya beberapa variasi dari mind map ini. Saya membuatnya dalam bentuk rumput, juga cloudy map. Pilihan yang terakhir saya pilih, karena kebetulan Hana suka dengan dongeng “Awan kecil”. Jadi saya gunakan saja bentuk awan sebagai salah satu bentuk mind map.

Semoga pengalaman saya membantu Hana belajar ini bermanfaat untuk njenengan semua ya... Salam, dan selamat nonton drakor *eh!

Jangan Jadi Penjual/ Sales Nyebelin

rahayupawitri_penuliskonten
Jaman boleh berganti, tapi nilai-nilai dasar sosial akan tetap ada.
Behave, please! (pic. source: pixabay.com)


Kemarin pagi sempat kaget saat buka chat di WA kok tiba-tiba ada nomor tak dikenal dan ngajak untuk arisan sebuah barang.

Who is she? How come she make such offering?

Bukan masalah apa yang ia tawarkan si, tapi caranya itu lho.

Setahu saya aplikasi chat seperti WA, BBM hanya bisa diketahui ketika seseorang memang memberkan nomornya pada orang lain. Karena itu saya menganggap aplikasi seperti ini seharusnya private. So, how can she find out my number?

Selidik punya selidik ternyata dia adalah salah satu peserta dari grup yang saya ikuti.

Anda seorang penjual atau sales? Behave, please!


Saya pernah baca sebuah buku tentang bagaiamana menjadi seorang guru bahasa Inggris yang efektif. Meskipun hampir seluruh isinya saya lupa, tapi ada satu nasehat yang terus saya ingat sampai sekarang,

Mereka, calon-calon murid Anda bisa saja memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih baik Anda, jadi jangan sombong seolah Anda paling tahu dan paling baik diantara murid-murid Anda

Meskipun sudah tidak ngajar lagi, tapi nasehat itu selalu saya ikuti dan terapkan sampai saat ini. Saya percaya setiap orang pasti memiliki kelebihan masing-masing, meskipun orang itu berprofesi tukang sampah atau tukang sol sepatu keliling.

Jadi, ketika bertemu dengan orang baru wajib bagi saya untuk menjaga sikap saya agar tak melukai perasaan mereka.

Every one has their own diamond

Lalu apa hubungan dengan jangan jadi penjual atau sales nyebelin?

Berjualan secara online, memang membuat kita tak pernah bertemu dengan customer yang kita tawari. Sehingga kita tidak pernah tahu bagainilai-nilai sosial seperti yang ia pegang. Karena itu akan lebih baik bila melakukan penawaran dengan mengikuti kaidah-kaidah nilai sosial standar.

You may not meet customer face to face, however, it doesn’t give you any privilege to behave as you want.

Misalkan dengan mengenalkan diri terlebih dahulu, memberikan informasi darimana mendapatkan nomer atau data diri si calon customer, barulah buat penawaran.

Orang yang menawarkan arisan diatas, akhirnya saya tegur. Ia pun minta maaf. Tapi sayang, ada kalimat yang terkesan sombong menurut saya. Diakhir permintaan maafnya ia menambahkan, “Jika nggak suka silahkan hapus saja chat ini”

Oh... You’ve made a mistake twice, dear!

Saya paling sebel dengan penjual seperti ini. “Maaf” tak selamanya bisa meyelesaikan semua masalah. Kesan yang saya peroleh sudah nyebelin, ditambah kalimatnya itu lho... Sorry, blocked!

Sedih rasanya, sepertinya sopan-santun memang sudah satu persatu pergi dari negeri ini. Saya jadi berpikir, jika kita sebagai orang dewasa sudah gagal bertingkah laku sopan, lalu apa yang kita harapkan dari generasi kita?

Times may change, but basic value will remain unchange , “Take 2, Full House”

Pengen Nyoba Jadi Penulis Konten? Siapkan Diri untuk Kerja Lembur


You must able to meet deadline on time with no excuses, including sick

Percaya atau tidak, kalimat dalam kutipan diatas adalah salah satu syarat untuk mendaftar sebagai penulis konten pada salah satu situs life style.

Terdengar agak kejam? Hmm... bisa jadi ya, bisa juga tidak.

Siapa saja yang memulai membuka situs,-baik untuk tujuan memperkenalkan atau malah memperkuat brand yang telah dimiliki-, maka orang tersebut bisa dikatakan telah mulai melakukan digital marketing.

Dan dalam dunia digital marketing, setiap pelakunya pasti berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama muncul pada halaman pertama mesin pencari. Atau jika tidak, mereka akan berusaha mendapatkan trafik setinggi-tingginya pada situs mereka.

Sayangnya, dunia digital tak pernah bisa menunggu. Setiap menit ada jutaan informasi yang di update dari banyak situs, dari seluruh belahan dunia. Dan mereka yang terkini,  dan memiliki info akurat, itulah pemenangnya.

Jadi, wajar jika kemudian ada yang mensyaratkan penulis kontennya tidak boleh melewatkan satu jadwal pun, dengan alasan apa pun, termasuk sakit.

Tidak mudah? Iya .... he he he

Jadi, itukah alasan kenapa penulis konten harus selalu lembur?

Ya nggak juga sih, tergantung dari beban pekerjaan masing-masing. Ada yang setiap hari wajib menyelesaikan puluhan artikel, atau seperti saya, yang musti update beberapa situs setiap hari. Belum lagi kalau klien lama nyolek minta tolong untuk menerjemahkan.

Kerja lembur sebetulnya bukan gaya bekerja yang saya suka. Karena paginya pasti capek banget, trus ujung-ujungnya malah nggak bisa maksimal kerja. 



Tapi kadang kondisi sudah tidak bisa diakalin lagi. Semua pekerjaan rumah tangga sudah dijadwalkan, sudah disiplin memenuhi jadwal, kecepatan kerja sudah ditingkatkan; tapi ya itu, kadang ada saja gangguan yang tidak bisa dielakkan.

Seperti saat saya menulis post ini. Semua sudah di setting agar bisa mulai menulis di pagi hari. Dan ya, semua berjalan sesuai rencana. Tapi, ketika baru sampai paragraf tiga, tiba-tiba ipar datang, curhat sampai hampir dua jam.

Artikel terkait: Sebel nggak bisa disiplin? Coba Rencanakan saja, Waktu Kegagalanmu!

Dari pengalaman selama ini, telat jadwal 15 menit jadwal sehari masih bisa terkejar, tapi begitu telat 30 menit, wasaalam deh. Pasti ngalamat lembur.

Dari pengalaman juga saya belajar, lebih baik semua dikerjakan sekarang, karena kalau ditunda lagi, esok hari malah akan semakin banyak pekerjaan. Seandainya target hari ini 3 artikel, besok juga sama. Karena ada yang ditunda, berarti esok hari harus 4 kan? Ya, kalau semua berjalan sesuai rencana, jika tidak? Wah...!

Trik lembur maksimal untuk penulis konten

Yang namanya sudah lembur, tentu pengen dong kerjaan maksimal. Jangan sampai sudah dibela-belain mengurangi jam tidur, tapi kerjaan nggak kelar juga. Nah, saya punya beberapa trik ni, agar kelak, kalau Sahabat terpaksa lembur, waktu yang Sahabat gunakan bisa maksimal.

1. Matiin semua media sosial

Malam hari biasanya suasananya sepi, jadi bawaanya pengeennn ngobrol aja. Nyari teman istilahnya. However, lembur model begini, dijamin nggak akan menyelesaikan pekerjaan. Biasanya malah nggak fokus, asik komen, ngenggosip, curhat, ... Pekerjaan paling di tengok satu dua menit. Tahu-tahu satu jam lewat, tapi baru dapat 3 kalimat, he he he.

Jadi, kalau memang butuh “teman”, lebih baik dengerin musik, atau muro’tal aja. Dijamin lempeng deh, lemburnya.

2. Sedian cemilan dan air minum

Kerja malam kadang memang bikin perut mudah lapar. Ya, mungkin karena udah lewat jam makan malam, ya....

Jadi, coba sediain cemilan buat teman begadang. Akan lebih baik kalau pilih cemilan yang tidak terlalu banyak mengandung gula atau karbohidrat yang berlebihan. Gula (kelompok bukan fruktosa) cepat sekali di urai tubuh, ujung-ujungnya malah bikin perut mudah keroncongan.

Dulu saya suka sedia cemilan apa aja, yang penting bikin perut anteng. Nggak tahunya berat badan pun meluncur sampai 59kg. Akhirnya sekarang lebih suka milih buah seperti pisang, labu kuning (seratnya okeh banget ni), plus segelas air hangat.

3. Sempatkan olah raga

Kalau lembur sudah jadi habit, usahakan esok harinya olah raga. Ada dua alasan kenapa saya menyarankan olah raga.

Pertama, olah raga membuat peredaran darah lebih lancar, dan membuat tubuh kita tahan melakukan aktivitas lebih banyak. Alasan kedua, lembur nulis sama arti duduk lebih banyak. Tahu kan kalo kebiasaan duduk terlalu lama bisa menimbulkan aneka penyakit kardiovaskular.

Jadi, kenali jenis olah raga yang cocok buat kamu, dan lakukan paling enggak 30 menit aja sehari.

4. Konsumsi vitamin tambahan

Ingat banget waktu bulan Agustus kemarin saya harus ikut 3 kursus online, plus merintis usaha kepenulisan konten. Otak rasanya diperas, setiap hari berkejaran dengan jadwal belajar, jadwal nulis, menyelesaikan pekerjaan rumah... capek banget!

Nah, saat beban kerja meningkat seperti ini, biasanya jadi mudah stres. Akibatnya metabolisme tubuh melambat, mudah pusing, atau sakit kepala. Suplemen vitamin C, Zinc, dan mangan akan membantu tubuh kita untuk mengatasi ganguan-gangguan tersebut.

Kandungan vitamin B juga akan membantu otot-otot kita tidak mudah capek, sehingga keesokan hari kita bangun dengan lebih segar.

Gimana aja, untuk penulis konten dengan beban seperti saya, badan bugar adalah hal yang utama. Jadi, pekerjaan utama sebagai ibu rumah tangga, bisa sejalan dengan pekerjaan kepenulisan saya.

Betul, kita bisa mendapat vitamin dan mineral dengan terbiasa mengkomsumsi makanan seimbang yang terdiri dari buah dan sayuran, karbohidrat utuh, serta makanan sumber protein lainnya.

Tapi ada kalanya kita tidak bisa mendapatkan jumlah vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Beban kerja yang meningkat dan membuat kita harus lembur, stres, baru saja sembuh dari penyakit adalah beberapa contoh yang membuat kita butuh suplemen vitamin tambahan.

Akan lebih baik jika mengkonsultasikan jumlah yang hendak dikonsumsi dengan dokter. Pasalnya tubuh dan kebutuhan setiap orang kan berbeda.


Begitulah suka-duka jadi penulis konten. Kalau pengen nyobain, siap-siap aja untuk kerja lembur. Nggak usah takut duluan, kerja malam tu juga enak kok, apalagi kalau sudah terbiasa. Bisa sambil nungguin versi Raw drakor yang lagi di baperin he he he.

Yang penting jaga kesehatan, perbaiki pola makan, dan minum suplemen multivitamin sebagai penambah daya tahan tubuh; yakin deh, then you will survive 'till the end.

Sampai jumpa di artikel berikutnya ya ...

Ide Kepengasuhan Ala Anis Khoir

rahayupawitri_penuliskonten
Pengalaman yang dibagikan,
bisa saja menjadi pelajaran bagi yang membutuhkan


Saat tahu saya menulis untuk sebuah majalah parenting, teman saya pernah berkata, jika ia lebih suka belajar atau mencari informasi kepengasuhan dari blog-blog parenting, dibanding harus mengikuti trik-trik  majalah atau situs Parenting.

Alasannya si, sederhana, blog Parenting lebih sering menulis berdasar pengalaman, berbeda dengan majalah atau situs parenting resmi, “They’re only write something you have to do, not something you have done,” begitu kira-kira pendapat teman saya itu.

Terus terang saya pun merasakan hal yang sama. Ya, karena setiap anak memanglah unik. Mereka lahir dengan ciri khasnya masing-masing, juga tumbuh dengan cara-cara mereka sendiri.

Situs-situs atau majalah parenting sesungguhnya dibuat hanya sebagai panduan, dalam prakteknya, orangtualah yang menentukan. Anak-anak bukanlah sebuah kertas kosong atau boneka, trik kepengasuhan A mungkin cocok untuk Fulan, sementara Fulanah, bisa saja harus menggunakan trik A ++.

Begitulah, membaca pengalaman mengasuh anak dari blog-blog yang ditulis oleh para momy’s blogger memang sebuah ilmu tersendiri.

Misalkan saat butuh ide untuk mainan edutoys untuk balita.

Seperti kita tahu, edutoys untuk balita biasanya mahal; selain karena harga kreativitas, bahannya pun memang pilihan. Sayangnya, edutoys seperti ini pemakaiannya hanya sebentar.

Nah, dari blog-blog parenting, biasanya kita bisa mendapat ide-ide unik agar tujuan stimulasi tercapai, tapi dompet pun tidak perlu nangis.

Mislakan ide edutoys dari mbak Anis khoir. Si embak lulusan matematika ini, membuat APE pasak konsentrasi  dan Ublek untuk meransang sensory, motorik dan fokus buah hatinya. Bahan yang ia gunakan pun sangat sederhana, dan mudah di dapatkan di sekitar kita.

rahayupawitri_penuliskonten


Tak hanya ide permainan, kita pun bisa mendapat beberapa inspirasi kepengasuhan yang pernah mbak Anis coba. Sayang, beberapa post nyelip dengan label lain, jadi Sahabat musti telaten membuka satu persatu label milik mbak Anis.

Jangan kawatir, blog mbak Anis cukup cepat loading kok, label-nya pun tidak begitu banyak (nglirik label blog sendiri yang bejibun hi hi hi), jadi tidaklah sulit menemukan post pengalaman mbak Anis mengasuh buah hatinya. 

Inspirasi parenting lain dari aniskhoir.com


Parenting sesungguhnya tidak hanya melulu masalah mendidik, mengasuh, atau membesarkan anak. Ada banyak tugas parent disana yang juga wajib dipenuhi.

Menjadi pribadi yang bahagia dan bertumbuh, bertanggung jawab dan menghormati pasangan; sebenarnyalah juga tugas orangtua. 

Dalam blog aniskhoir.com, Sahabat akan menemukan inspirasi bagaimana menjadi ibu yang berkualitas, lika-liku bertetangga, atau bagaimana bertumbuh sebagai seorang wanita. 

Betul kiranya bila blog ini menggunakan tagline Jejak, Makna, dan Inspirasi.

Ingin berbagi lebih banyak kisah dengan mbak Anis Khoir? Silahkan bagikan kesan dan pikiran Sahabat di 

www.aniskhoir.com 
atau media sosial

Facebook: anis.khoiriyah.5
Twitter: @anis_khoir01
Instagram: @anis_khoir01