-->

Pentingnya Peran Ayah untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak

rahayupawitri
Media Gathering bersama Nestle Lactogrow

Hujan turun cukup deras di Temanggung sore ini. Hana, yang sudah hampir hampir 13 hari pisah dari ayahnya, tiba-tiba berteriak, "Ibu aku mau ayah".

Begitulah, bagi Hana, ayah adalah pelindungnya di saat hujan. Bila hujan turun dan suami saya di rumah, Hana pasti duduk meringkuk di pangkuan suami saya.

Ayah adalah pahlawanku

Ketika kasus kekerasan marak akhir-akhir ini, banyak pakar parenting yang mendengungkan pentingnya peran ayah dalam kepengasuhan anak-anaknya. Mengapa? Karena ada banyak hal positif dari peran ayah yang bisa membantu optimalnya tumbuh kembang anak.

Seperti Hana, di mata anak-anak, ayah adalah seorang sosok yang kuat. Karena itulah keberadaan ayah akan memberikan rasa aman dan percaya diri saat mereka menghadapi masalah atau pelbagai ketakutan di depan mata. Bagi anak-anak, hadiah terindah dari ayah, adalah kehadiran ayah itu sendiri.

Sayangnya, kita telah terbiasa dengan pola asuh yang “menjauhkan” ayah dari anak-anaknya. Seperti hasil survey yang dilakukan oleh Nestle Lactogrow sejak awal tahun hingga akhir Mei 2016 lalu.

Peran ayah dalam tumbuh kembang anak

Nestle Lactogrow menemukan bahwa pengasuhan anak di Indonesia 75-91% dipegang oleh ibu. Sementara kakek-nenek memegang peran 7-18%. Para Nany, menduduki rangking ketiga dalam hal pengasuhan anak, mereka berperan sebanyak 2-8%. Dan sayangnya, peran ayah justru hanya 1% saja.

Hal yang wajar bila hasil survey berkata demikian. “Karena para ayah memang hanya memiliki waktu terbatas untuk anak dibandingkan ibu.” jelas Psikolog Rini Hildayani, MSi dalam acara penutupan Nestle LACTOGROW Happy Date with Legenddady di Mall Kelapa Gading pada 28 Mei lalu.

peranayahpadaanak_rahayupawitri
Pentingnya peran ayah pada anak

Semenjak kecil kegiatan anak pun telah terbiasa dipenuhi kebutuhannya oleh ibu. Mandi, makan, bermain, menidurkan menyuapi, semua dibantu oleh ibu, atau pihak lain selain ayah (kakek/ nenek dan babysister).

Ironi, karena sebetulnya justru peran ayah sangat dibutuhkan anak, terlebih dalam tahun-tahun pertama tumbuh kembang anak. Seorang anak yang memiliki kedekatan dengan ayahnya, tidak hanya akan memiliki rasa percaya diri, tapi juga akan memiliki emosi yang lebih aman dan lebih berani untuk mengeksplorasi hal-hal baru yang disekitarnya.

Sifat ayah yang tidak mudah khawatir dengan hal-hal detil, seolah mengajarkan keberanian pada anak.

Meningkatkan peran ayah dalam keluarga = membangun kebahagiaan keluarga

Sebagai salah satu bentuk bentuk kepedulian Nestle LACTOGROW terhadap keluarga Indonesia, Nestle mengadakan acara Happy Date with Legendaddy - Happy Winter Land di empat kota besar di Indonesia.

Acara ini dimaksudkan untuk memberikan inspirasi bagi orangtua untuk lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan anak.



Selama acara Nestle Lactogrow juga mengadakan survey hubungan kebahagiaan keluarga dengan kedekatan setiap anggota keluarga.

Dari hasil survey 300 pengunjung yang datang ke Happy Date with Legendaddy - Happy Winter Land, diketahui para keluarga yang telah menghabiskan waktu bersama dalam kegiatan tersebut merasa hubungan mereka dengan anak menjadi lebih kuat, kompak, dan harmonis. Meskipun waktu yang dihabiskan untuk berkegiatan bersama hanya sekitar satu jam saja.

Karena itu, menurut Nestle, sudah sewajarnya bila para ayah juga mulai berperan aktif dan meningkatkan hubungan kedekatannya dengan anak, meski waktu yang mereka miliki sangat terbatas.

Para ayah bisa meniru apa yang dilakukan Choky Sitohang, salah seorang selebritis di Indonesia serta seorang Legendaddy dari dua orang anak. Sebagai ayah, Choky sering tidak memiliki banyak waktu untuk bersama dengan dua orang putrinya, karena itu ia selalu mencari cara, bagaimana memanfaatkan waktu yang sangat sempit itu.

Terinspirasi dari acara Happy Date with Legendaddy - Happy Winter Land, seperti saat membuat bola salju dan menghias Snowman, Choky tergerak untuk melakukan permainan sederhana dengan kedua putrinya. Seperti bermain kuda-kudaan, bermain bayangan, atau apa yang membuat dirinya bisa berinteraksi dekat dengan anak-anaknya.

Choky Sitohang menekankan bahwa arti dari menemani anak, tidak hanya sekedar duduk di dekat anak, dan kemudian ayah/ ibu memiliki kegiatan sendiri. Yang terpenting dari kegiatan tersebut adalah terlibat dalam kegiatan anak.

Cerita Ayah dan Hana

Saya pribadi telah banyak mengetahui manfaat kedekatan ayah-anak ini dari buku parenting-parenting yang saya baca. Jadi, saya sering mendorong suami untuk lebih banyak terlibat dengan aktivitas Hana.

Dulu saat hamil, saya memintanya untuk sering-sering ngobrol dengan janin yang saya kandung. Saya juga memintanya menemani dan mengajak Hana ngobrol meski ia baru berusia beberapa bulan.

peranayahpadaanak_rahayupawitri
Aneka ide untuk membangun kedekatan ayah-anak

Suami saya sebetulnya bukan tipe Family Man. Ia pun tidak terbiasa bermain dengan anak-anak. Tapi karena kebiasaan menemani Hana sedari kecil, hingga kini Hana berusia 7 tahun, suami saya masih terlihat menikmati waktu yang ia habiskan dengan Hana.

Kadang saya mendorong Hana untuk meminta si ayah memotong dan merangkai puzzle kertas, membetulkan mainan, atau bermain pura-pura bersama.

Sesekali si Ayah juga mengajak Hana ke bengkel, atau meminta Hana mengecat rumah, dan mencuci motor. Pada saat seperti ini, Hana biasanya banyak belajar hal baru. Maklum, ia memang suka bertanya banyak hal, meski itu hal-hal yang sepele ("Kenapa motor bisa jalan ayah? Kenapa motor harus dicuci dan lain sebagainya).

Saat ini, saya merasakan manfaat dari kedekatan tersebut. Saya bisa lebih tenang meninggalkan Hana dengan suami saat ada kegiatan di luar rumah. Hana yang dulu tipe anak slow to warm up, perlahan-lahan mulai tumbuh menjadi anak yang percaya diri. Kini ia tak takut lagi menyapa kawan baru, meski berada di lingkungan yang baru pula.

Permainan mengikuti pemimpin yang kadang Hana lakukan bersama ayahnya, ternyata membantunya untuk memahami kapan keinginannya bisa dipenuhi, dan kapan ia harus mengalah.

Nutrisi tepat membantu tumbuh kembang anak

Tak lupa, guna menunjang aktivitas Hana saya pun memilihkan makanan dengan nutrisi yang tepat sesuai usianya. Saya mengawali dengan memberikan ASI eksklusif, dan MPASI ketika usia Hana 6 bulan. Awal mula saya mengenalkannya dengan makanan dasar karbohidrat, kemudian sayuran dan buah-buahan.

Sebisa mungkin saya menjaga kesehatan pencernaanya, karena saya percaya kesehatan pencernaan sangat berpengaruh pada kesehatan.

Bagi saya, proses kedekatan ini memang membangun kedekatan dan kebahagiaan kami. Dan memang, awal yang baik dan sehat akan membantu tumbuh kembang anak.


Bagaimana dengan Sahabat, adakah cerita tentang kedekatan suami dan si kecil? Yuk, bagi di kolom komentar.

Hana di acara closing day Lactogrow Happy Date with Legendaddy - Happy Winter Land

Akhirnya, Ketemu Juga Jodohku ....

rahayupawitri_reviewcetaphil
Cetaphil Gentle Skin Cleanser by Galderma, Australia 

Hari kesepuluh di Temanggung

Siang ini hidung saya menjadi kembang kempis saat ketemu teman dan dia bilang bahwa wajah saya tidak berubah banyak sejak kami terakhir ketemu 5 tahun yang lalu. Dalam hati saya mbatin “Are you try to saya that I am look younger and fresher?” hi hi hi

Saat usia sudah mau kepala 4, wanita mana si, yang nggak suka dibilang wajahnya tidak berubah oleh teman lama? Karena sungguh, menjaga kulit wajah pada usia saya itu tidak mudah. Pasalnya mencari produk perawatan kulit yang tepat untuk usia 30-40 tahun pun, bukanlah hal yang gampang.

Biasanya ni, ketika akhirnya ketemu pelembap yang pas, ternyata pembersih dan sabun wajahnya tak sesuai untuk wajah saya.

Wajah saya ini cenderung berminyak, dan mudah sekali berjerawat saat menjelang menstruasi. Apalagi kalau sudah mulai sering begadang, wajah saya pasti langsung terlihat semakin kusam dan tidak segar.

Kalo ngikutin tips dari para ahli kecantikan atau dokter, wanita seusia saya butuh produk perawatan wajah yang tidak hanya melembabkan, tapi juga membersihkan, mengangkat kotoran, serta memberikan efek segar dan lembut untuk wajah. Dan akan lebih baik bila produk tersebut bebas dari detergent/ sabun. Pasalnya, perawatan wajah yang mengandung bahan detergent, cenderung ber-pH akali, sehingga bisa mengurangi proteksi dari alami dan merusak struktur alami kulit.


Entah sudah berapa kali saya gonta-ganti produk pembersih wajah. Umumnya produk -produk yang saya coba malah terasa “terlalu bersih”; mengangkat semua kotoran sampai wajah terasa kaku dan kesat seusai memakainya. Meskipun hasilnya seperti itu. beberapa produk juga tidak bisa membantu saya mencegah jerawat yang sering nongol saat PMS. 

Review Cetaphil Gentle Skin Cleanser

Ingredients Cetaphil
Alhamdulillah, bulan ini mendapat kesempatan untuk mencoba produk pembersih Cetaphil. Produk pembersih wajah, yang bebas sabun dan pewangi, bisa untuk semua usia, semua jenis kulit, dan bisa dipakai setiap hari. 

Pertama kali mencoba, saya langsung jatuh cinta. Wajah terasa bersih dan segar tanpa ada rasa kaku.

Meskipun untuk saya, merawat wajah itu lebih penting dibanding make-up, tapi saya juga bukan tipe orang yang suka ribet saat melakukannya. Selama ini saya lebih suka memakai Cetaphil dengan cara membilasnya dengan air.

Kebetulan seminggu yang lalu pas masuk minggu PMS, jerawat yang biasanya nongol, Alhamdulillah tidak terlihat juga.

Sudah dua belas hari saya mencoba Cetaphil (saat tulisan ini dibuat), kulit saya masih tetap terasa bersih dan segar. Orang bilang, kulit segar itu bisa membuat perasaan kita lebih baik. Mungkin itulah, ketika hari ini ketika ketemu teman lama, dia bisa bilang wajah saya tidak banyak berubah,

Padahal jujur sudah empat hari saya begadang, dan hanya tidur paling 2-3 jam saja. Alhamdulillah Cetaphil mengurangi minyak berlebih dan juga wajah kusam saya.

Untung nggak kena mata panda meski habis begadang

Udara di Temanggung akhir-akhir ini sangat dingin, kadang kalau habis nulis di malam hari, saya suka malas untuk cuci muka. Nah, berhubung Cetaphil juga bisa digunakan tanpa air, jadi saya juga gunakan produk ini seperti cleanser biasa; menggunakan kapas, atau tissue basah.

Sahabat juga bisa tu, pakai cara ini saat di perjalanan. Apalagi kalau pas mudik dan terjebak macet; pengen bersihin wajah, eh, tersesat dibelantara kemacetan. Bisa tu, pakai Cetaphil, oles-oles sambil sedikit dipijat 15-30 detik, bersihin deh pakai kapas atau tissue basah. Seger lagi, deh.

Oya, karena bisa dipakai untuk semua usia, saya juga pakai Cetaphil ini untuk Hana. Dia lagi hobi banget maen keluar. Jadi tiap mau mandi sore, saya bersihkan dulu wajah Hana dengan Cetaphil.

Kesimpulan review Cetaphil Gently Cleanser

Pros (+)

* Praktis: Facial cleanser dan wash dalam satu wadah
* Membersihkan sekaligus mencerahkan
* Tidak membuat wajah kaku
* Bebas dari bahan sabun dan pewangi

Kons (-)

* Kalau dari produknya si, belum ada. Tapi sayangnya, produk ini baru ada di Guardian, Century, Watson, Kem Chicks, Food Hall, Grand Lucky, dan AEON. Yah, agak repot si, untuk mereka yang agak jauh dari lokasi retail/ apotik diatas. Semoga saja nggak lama lagi produk ini bisa dijual online dengan pengiriman ke seluruh Indonesia. Jadi, siapa saja bisa merasakan manfaatnya kan?

Apakah akan merekomendasikan?

* Ya.

Bila Sahabat tertarik ingin mencoba, coba follow akun Twitter (@cetaphil_id), Facebook (Cetaphil Indonesia), dan Instagram (cetaphil_id)

Based on info di Facebook Page Cetaphil, kalau kita join mailing list-nya ada kesempatan untuk nyoba produk ini lho, ikut tautan berikut untuk berlangganan ya cetaphil.co.id/id/langganan


rahayupawitriblog_reviewcetaphil
Jodohku :)

[Ramadhan Lesson] Ramadhan Taught Me How to Use Time Effectively

Pic. source: pixabay.com

Each times when the Holy Ramadhan comes, I often hear a saying this Holy Month should be a worship month to every Moslem for the next 12 months. Therefore at Ramadhan, a moslem should practice self-restraint, cleanse the body and soul from impurities and re-focus one's self on the worship of God and charity to mankind.

Some of my friends up dated their social media or blog by telling others that Ramadan is a time to be more productive in their writing profession.

Telling you the truth, I never understand the meaning of those saying. I’ve been fasting since 7th yo, but I never feel or see any significant changes in my life. Indeed, I felt more changes when I do a practices consistently, not just in Ramadhan.

So does the productivity issue; to me, Ramadhan brought more house work than the others months. I also experienced, that many house wife were complaining because they are more busy in Ramadhan days than the typical days. Fasting also made them do more spending on food, gets up so early in the morning and so on.

However, I still believe that Ramadhan should be a real work out for every Moslem. It is I who couldn’t find the meaning of Ramadhan is.

Until one day, it was the tenth day of Ramadhan, I finally found out the meaning of Ramadan as an exercise month.

That day, at 8 a.m I have sat front of my computer to start working. All of the house work has been done. My home was clean and tidy. Thus I can finish 3 articles before the Asr came. At night I was able to break my fasting with the whole family on time, played with my little daughter, did taraweeh and recite Qur’an calmly; because there was no deadline wait or house work undone.

I still remember, that day after the suhoor meal, I did my washing dish and dirty clothes. After Fajr, I ironed clothes and clean the house. Because all of the family members were fasting, I simply shopping for some vegetables without the need to cook.

Finally I got the lesson of Ramadhan. Ramadhan teach me how to use the day and time which Allah had given effectively. I ought to fill my day with such schedule I did at Ramadhan.

Suhoor educates me to finish house work before dawn ahead and using the day to work optimally. In the evening, time for iftar and taraweeh are the time for me to gather with family, do more worship to Allah without being bothered by deadline or others.

Ramadhan also teach me to pray on time, such away I should do sal'ah for the whole years. Doing sal’ah on time made me have more time to do others worship, such as sunnah rawatib, and recite Qur’an. It means that my worship is no longer occupy the rest of my time, but one of my prime time.

I am grateful, at this Ramadhan I finally found the essence of the worship. Because Ramadhan now I knew how to use my time as Allah said at QS. Al-Asr.




"This blog post is presented in order to join FED Challenge conducted by Fun Blogging Community"

5 Items yang Saya Inginkan dari Hijabenka untuk Tampil Gaya di Hari Lebaran ( juga Bulan-bulan Berikutnya)

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons & InvolveAsia X HB & BB. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher berrybenka dan voucher hijabenka disponsori oleh Berrybenka & Hijabenka.


Hari keempat di Temanggung,

Jujur aja, mudik tahun ini sebetulnya tidak terlalu saya rencanakan. Banyaknya pekerjaan, kegiatan akhir tahun di sekolah bimbingan membaca Hana, juga repotnya persiapan masuk SD membuat saya tidak berencana mudik tahun ini. Apa dikata, Bapak dan Ibu telepon ada hal penting yang harus didiskusikan dengan keluarga besar. Mau tak mau akhirnya saya pun memutuskan pulang.

Karena mendadak, persiapan mudik pun jadi nggak maksimal. Jadi mudiklah saya hanya dengan baju yang melekat di badan plus satu stel baju untuk ganti. Giliran sampai kampung baru sadar, kalau baju saya yang di ada di lemari hanyalah baju-baju saya jaman SMA. Muat sih, tapi tentu sudah kurang pas untuk usia saya.

Jadi, saat ada waktu luang, saya “mampir” saja di Hijabenka, salah satu e-commerce busana muslim terbesar di Indonesia.

Saya memilih Hijabenka, karena setiap produk di beri penggambaran dengan detil, termasuk juga cara merawatnya. Belanja online juga membuat saya lebih mudah menentukan items yang sesuai dan pas untuk saya. Saya malah sering bingung jika harus masuk toko dan memilih satu persatu produk yangada disana. Melelahkan dan butuh waktu lama untuk ngubek-ngubek seluruh isi toko. Apalagi di kampung halaman saya ini, nggak semua items kan dipajang. Jadi malah pusing kalau harus beli baju offline. Belum lagi kalau baju yang dicari tidak cocok. Terpaksa ganti toko satu ke toko yang lain.

Beda halnya jika dengan belanja online, saya cukup menuju kategori produk, dan mulai memilih produk yang sesuai untuk saya. Hanya dalam waktu satu jam, saya sudah menemukan 5 items yang saya inginkan di Hijabenka.

5 items yang saya inginkan di Hijabenka

Sejak masuk usia 35, saya mulai suka dengan baju yang lebih berwarna. Kalau dulu pasti semua serba hitam putih. Kabarnya ni, makin tua, kita butuh baju yang lebih colorful untuk membuat penampilan lebih segar.

Di usia 35-an juga saya lebih suka dengan fashion-fashion dengan kualitas lebih. Jika dulu baju dengan bahan apa saja, selama itu hitam putih, ya ambil. Tapi sekarang, saya lebih tahu bahwa fashion dengan kualitas lebih baik (baik dari segi bahan atau cuttingnya) akan terlihat lebih nyaman di badan, lebih sempurna menutupi kekurangan bagian tubuh, dan tidak cepat buluk.

Fashionable it is not about wearing clothes that's on trend, but wearing those which you're feeling comfort and fit within.

Tapi ada aturan saya yang tak pernah berubah saat memilih baju, yaitu modelnya harus long lasting (lipstick kale... he he he). Maksudnya modelnya cocok dipakai sepanjang tahun, sesuai untuk beberapa acara, dan mudah di mix and match. Cara memilih seperti ini juga lebih hemat lho, karena kita hanya perlu beberapa item untuk bisa tampil gaya dalam beberapa acara.

Seperti 5 items pilihan saya di Hijabenka berikut ini.

1. Blazer

Outer will always save your day, begitu orang bilang. Karena itu, bagi saya outer fit termasuk a must have items. Acara santai ataupun resmi, outer tetep cocok sebagai padanan. Apalagi untuk Sahabat yang sedang mulai berhijab. Outer bisa menjadi pilihan untuk tetep mengenakan baju-baju lengan pendek sambil tetep tampil rapi dalam balutan baju tertutup.

Kita juga nggak perlu takut mati gaya saat memakai outer, toh gaya ini lagi nge-trend kan?

Dan kali ini saya memilih blazer untuk pilihan outer fit saya. Alasannya: modelnya lasting, cocok untuk acara casual atau resmi. Karena tubuh saya tidak terlalu tinggi, jadi nggak akan cocok dengan outer fit semata kaki yang lagi trend saat ini.


2. Dress Cutaway

Salah satu rahasia memilih baju untuk wanita usia 35 ke atas adalah it should be well enough to flatter your body.

Saya memiliki tubuh berbentuk buah pear. Jadi, wajib bagi saya memilih baju yang bisa menutupi kekurangan tubuh bagian bawah. 

Baju dengan bahan yang ringan juga lebih cocok untuk wanita dengan bentuk tubuh seperti saya. Dan pilihan saya jatuh pada dress maxi dengan potongan cutaway shoulder ini. Bahannya ringan, dengan bentuk bagian bawah melebar . Pas kan?

3. Celana panjang kulot

Orang dengan bentuk tubuh pear, kurang sesuai dengan celana panjang yang terlalu ketat karena biasanya lemak banyak terkumpul di bagian bawah. Bahan celana pun sebaiknya tidak dari bahan yang terlalu “berat” seperti bahan denim atau drill.

Dan karena tubuh saya pendek, maka celana panjang semata kaki akan membuat tubuh saya terlihat lebih tinggi.

Jadi, inilah celana panjang pilihan saya dari Hijabenka; tidak ketat, menutupi bagian tubuh bawah saya, panjang semata kaki, dan dibuat dari bahan yang ringan ringan. 



4. Manset

Karena saya memilih dress tanpa lengan, tentu saya butuh manset dong sebagai alternatif mix and match saya nanti.

Sengaja saya memilih manset dengan warna yang sedikit colorful, karena dress yang saya pilih adalah dress warna hitam.

Di usia saya yang menuju 40, tak masalah untuk bereksperimen dengan warna, dan nggak perlu terlalu mixy matchy juga. Warna-warna terlalu macth dan memberi kesan polos justru membuat tampilan saya kaku dan kusam.


5. Shawl

Saya juga sengaja memilih shawl dengan motif sedikit lebih rame untuk mengimbangi kombinasi baju hitam, abu-abu, dan biru tua, yang terlihat polos.


Dari 5 items diatas, kira-kira seperti inilah gaya mix and match saya



Catatan Tentang Pasar Murah Temanggung 2016 di kota Parakan

rahayupawitri


Hari kedua di kampung halaman.

Hari ini, tanggal 21 Juni 2016, di kota kecil kami Parakan, ada kegiatan pasar murah bahan kebutuhan pokok masyarakat. Kegiatan ini merupakan serangkaian acara dari pemerintah kabupaten Temanggung.

Acara dibuka oleh sambutan dari Bapak Camat Parakan, Eko Budi Hartono. Dan tepat pukul 8.00 pasar murah pun dimulai.

Ada beras 5 kg, gula pasir, minyak, telur dan terigu, juga sirup yang dijual dengan harga cukup miring. Khusus untuk beras, setiap pembeli wajib menggunakan kupon khusus yang bisa diperoleh di meja panitia.

Bagi saya, ini adalah kali pertama membeli sembako di pasar murah. Menurut ibu, dulu setiap warga mendapat kupon untuk ditukar dengan sembako, sehingga antrian lebih tertib dan rapi. Tapi tahun ini ternyata berbeda, hanya beras saja yang menggunakan kupon pembelian.

Bisa ditebak, suasana pengambilan pun menjadi tidak tertib. Para ibu saling berdesakan didepan loket pengambilan beras. Beberapa ibu sempat jatuh, dan tanaman hias diseputar lokasi akhirnya terinjak-injak. Jilbab luar saya malah sempat lepas gara-gara ditarik ibu-ibu dibelakang saya dan saking berdesakanya antrian untuk pengambilan gula.

Foto kiriman Rahayu Pawitri (@rahayu_pawitri) pada



Lepas dari antrian gula saya mencoba melapor kepada petugas keamanan disana (satpol PP) agar antrian lebih ditertibkan. Tapi entah mengapa ketika saya tengok kembali antrian gula, keadaannya masih tetap sama.

Ketidak teraturan tidak hanya terjadi pada antrian, namun juga warga yang membeli sembako. Sebagai contoh, untuk gula pasir masing-masing warga telah dibatasi untuk membeli 2kg, seharga Rp22.600. Pada kenyataanya masih saja ada warga yang nakal dan berhasil membawa pulang gula pasir sebanyak 10kg.

Akibatnya banyak warga yang kecewa karena tidak kebagian jenis bahan pokok yang dibutuhkan, atau malah mundur karena tidak berani ikut berdesakan dalam antrian.

Saat itu saya akhirnya sadar, sepertinya aturan memang masih diperlukan untuk membuat kita lebih tertib, lebih jujur, dan lebih adil dengan sesama kita. Karena sewajarnya pasar murah adalah untuk memperingan semua warga, tidak untuk perseorangan yang mampu memborong banyak barang.

Memang tidak ada kejadian ricuh di pasar murah ini. Tidak ada ibu-ibu atau balita yang pingsan karena berdesakan (setidaknya sampai saat saya pulang pukul 9.00 WIB). Namun alangkah lebih baik, bila ke depan panitia lebih menyiapkan sistem yang mencegah warga untuk tidak jujur dan berperilaku lebih tertib.

Catatan ini pun tidak sebagai kritik untuk menyerang panitia, hanya sebagai masukan, semoga ke depan pasar murah menjadi lebih merata untuk semua warga.

Tentang Blog AS Oktriwina


Siang ini, sambil nunggu waktu masak untuk berbuka, saya mampir di rumah maya mbak AS Oktriwina, pemenang Arisan Link periode pertama Juni 2016.

Langsung asik di post cerita persiapan packing KKN-nya. Wah lumayan, saya jadi ada ide packing praktis dan pilih-ilih baju, secara 3 hari ke depan sudah mau mudik.

Merasa asik dan ingin melanjutkan membaca post mbak Alifia (inisial “A” pada akronim AS adalah Alifia Seftin), mata saya langsung melirik ke deretan widget di samping kanan. Lho, kok kososng melompong, tidak ada panduan pada post-post berikutnya. Disana yang ada hanya gambar untuk komunitas yang mbak Alifia ikuti.

Menu untuk navigasi di bagian atas memang sudah ada, hanya saya kurang tertarik dengan post “Review”. Jadi, nggak ada niatan untuk klik tautan tersebut.

Merasa blog bertajuk La Belle et Son Hijab ini tidak memberi banyak info, saya mencoba googling siapa sebenarnya mbak Alifia. Siapa tahu mbak Alifia ini adalah salah satu penulis buku. 

Dari googling, saya malah nemu review blog mbak Alifia di blog pribadi mbak Ria dan mbak Dwi Asri. Barulah saya tahu bahwa widget “Something You Want” itu ternyata berisi post-post lama mbak Alifia. Duh, si Eneng, bikin ibu-ibu mengernyitkan dahi deh he he he.

Wah, rupanya mbak Alifia sudah menulis sejak tahun 2010, saat sedang pertama kali masuk SMA. Di post pertamanya ini saya seolah benar-benar membaca sebuah catatan harian maya, mulai dari cerita tentang teman-temannya, pelajaran, juga cita-cita. 

rahayupawitri
Post pertama mbak Alifia, SMA banget. kan?


Ceritanya lucu-lucu, andai ternavigasi dengan baik. Dan mengingat usia blog yang sudah hampir 6 tahun, sangat disayangkan bila masih dibuat dengan apa adanya.

Tapi mungkin memang seperti itu yang mbak Alifia suka, atau bisa jadi karena kesibukan kuliah yang selama ini dijalani, membuat si eneng berhijab ini belum sempat merapikan blog yang ia miliki.

Whatever the reason is, semoga blog-nya semakin rame pengunjung, dan menjadi salah satu media berbagi ilmu bagi mbak Alifia. Sukses KKN-nya ya, Neng.

Tentang Warung yang Buka di Saat Puasa ....

Pic. source: Pixabay.com


Kemarin di timeline facebook, mampir sebuah berita yang di bagikan oleh seorang teman, tentang seorang ibu yang menangis karena jualannya diangkut Satpol PP. Tidak karena ia berjualan di tempat yang tidak semestinya, tapi karena ia jualan di siang bolong di bulan Ramadhan.

Entah kenapa, sejak Ramadhan ini saya menyetujui pendapat bahwa warung-warung tidak perlu menggunakan penutup atau ekstrimnya tutup, saat siang hari di bulan Ramadhan.

Sejak sebelum Ramadhan kemarin saya mencoba puasa sunah, alasannya sederhana saja. Kemana-kemana saya harus ngonthel, termasuk nganter sekolah Hana yang jaraknya dari rumah sekitar 1 Km, Kondisi jalanan ke sekolah Hana itu tidaklah mulus bahkan cenderung menanjak. Jadi saya pikir, tidak ada salahnya latihan puasa, daripada pas Ramadhan saya harus batal karena nggak kuat ngonthel.

Nggak mudah, lho prens, ngothel di siang bolong di perumahan pinggiran bekasi. Panasnya .... Tapi saya harus tetap menahan diri agar nggak mbatalin puasa kan? Kan? Meski ibu-ibu disekolahan Hana minum jus, ngopi, atau cemilan lainnya. Menahan diri untuk tidak nyolek-nyolek es doger Hana sepulang sekolah, meski badan panas dan punggung basah keringatan.

Ibadah itu bukannya tentang diri saya, urusan saya? Mau apapun terjadi di sekitar saya, saya nggak boleh protes. Apa karena saya puasa jadi semua orang harus ngumpet saat makan? Enggak kan? Paling mereka bilang “Eh, maaf ya” dan meneruskan menyuap makanan di depan saya.

So, kalau warung musti tutup, ibu jualan makanan harus brenti jualan di siang bolong hanya karena Ramdhan; ehm ... Nggak salah tu?

Untuk yang di warung-warung franchise mungkin menahan diri untuk tidak jualan si ya, santai-santai saja, duitnya mungkin dah banyak, investasinya bergelatakkan dimana-mana. Tapi gimana dengan para ibu penjaja yang menggantungkan penghasilan dari jualan? Jangan-jangan mereka harus buka puasa dengan air putih doang karena nggak ada duit untuk beli makanan.

Bukan warung yang seharusnya dikendalikan, tapi diri kita yang seharusnya mampu menahan diri. Apa beda puasa sunah dan puasa Ramadhan, hanya hukumnya saja kan? Intinya tetap latihan menahan diri.

Kalo saya sampai melambatkan sholat hanya karena teman update status pas adzan dan saya kegatelan komen; apa itu jadi salah teman saya? Enggak kan? Saya aja yang nggak bisa nahan diri.

Bukannya kalau anak-anak kita tanya mengapa kita harus puasa kita menjawab “Agar kita bisa merasakan yang keadaan dan perasaan mereka yang tidak bisa makan”?

Nah, kondisi “mereka” itukan memang “disekitar ada makanan, tapi mereka nggak bisa makan” to?

Lha kalau kita puasa dan meminta orang lain menyesuaikan diri dengan puasa kita; apa nggak aneh tu? Apa iya kita jadi bisa merasakan kondisi mereka yang sebenarnya?

Jadi kalau ada warung suka rela tutup, pasang korden, karena kita puasa; biarlah itu menjadi kebaikan mereka. Kita doakan semoga dagangan mereka laris dan berkah. Tapi kalau mereka nggak mau, ya sudah. Puasa ini puasa kita, urusan kita sama yang Kuasa. Ada atau tidak ada warung buka, kita tetap bisa dan harus puasa. Dah, ah! Mau ke pasar dulu.

Update: jam 13.00

Selain menulis disini, saya juga membuat status di facebook yang intinya sama dengan yang saya tulis di atas.

Tapi ada salah satu kawan yang komen, karena menjual makanan kepada muslim yang tidak berpuasa di siang hari (belum mendekati buka puasa) itu tidak boleh. Harus ada alasan Syar'i, dan tidak boleh makan di tempat, baru pesanan orang tersebut boleh dilayani.

Penasaran, saya tanya karib yang lebih paham, apakah benar demikian? Sambil nunggu jawaban, saya mencari di google. Ada beberapa sumber, tapi saya lebih paham membaca tulisan dari konsultasisyariah.com (https://konsultasisyariah.com/24992-hukum-buka-warung-di-siang-ramadhan.html) diunggah tanggal 11 Juni 2015.

Disana disebutkan bahwa para ulama telah berfatwa agar warung-warung makan tutup di siang hari. Silahkan baca sendiri ya, pada link-nya. Saya tidak bisa merangkumnya disini, takut salah.

Setelah membaca tulisan tersebut, menurut saya tidak mengapa satpol PP merazia, tapi tanyakan dulu apa sudah paham dengan hukum dari Tuhannya, bahwa apa yang pedagang makanan lakukan tersebut berarti membantu bermaksiat pada Allah? Apa sudah ditanya pembelinya, apakah tidak puasa karena alasan sesuai syar'i? dsb, dsb.

Jika ia tetap bandel, mangga jika dagangannya diambil sambil disebutkan bahwa yang petugas lakukan adalah mencegah pedagang berbuat maksiyat. Disebutkan juga bila dagangan bisa diambil kembali sore harinya. Jadi, ujungnya bukanlah tentang "karena undang-undang" tapi" Amar Ma'ruf Nahi Mungkar".

Parenting Notes: Anak Juga Butuh Waktu untuk Sendiri



Jam sudah menunjukkan pukul 14.45 WIB, Hana masih terlihat malas untuk bangun dari tidurnya. Padahal 15 menit lagi ia harus ada di kelas bimbingan membaca. Tidak seperti hari biasanya, siang ini adalah kelas pengganti setelah beberapa hari Hana tidak masuk kelas karena sakit.

"Adik mau sekolah, nggak?"

Hana hanya menjawab dengan anggukan, tanpa bangun dari bantal pisangnya. Saya membiarkannya, karena tahu ia masih malas untuk bangun. Dan ... akhirnya jam pun menunjukkan pukul 15.00 WIB. Saya akhirnya memilih untuk membereskan tas yang sedianya hendak saya bawa ke sekolah Hana.

Akibatnya, Hana pun mulai merajuk. Kakinya ia pukul-pukulkan ke lantai. "Ah", "Uh" mulai keluar dari mulutnya; kesal. Mungkin ia ingin ke sekolah, tapi di satu sisi ia juga malas dan terlalu capek untuk bangun.

"Bicara yang jelas, orang tidak akan tahu apa mau Adik kalo cara bicara adik seperti itu!"

Saya sengaja menegaskan apa yang menjadi keinginannya, agar ia lebih memahami apa yang dipikiran atau yang ia rasakan. Buat Hana, Alhamdulillah cara ini lebih efektif dari pada saya marah-marah dan sekedar bilang "Maunya apa sih?!"

Seusai berkata seperti itu, saya pindah ke kamar lain sambil pura-pura baca buku. Saya ingin tahu kira-kira apa yang hendak ia lakukan. Ternyata, merajuknya tidak juga berhenti. 

Saya akhirnya keluar sambil berkata, "Jika memang adik ingin sekolah, seharusnya adik segera bangun. Ibu sudah beri Adik waktu. Jam setengah tiga tadi ibu sudah bangunkan Adik. Ibu sudah beri adik waktu sampai angka 9. Tapi mana, adik tidak bangun juga. Dan sekarang adik bertingkah seperti itu. Kalau sekarang masih maksa ke sekolah, sampai sana sudah setengah empat sore, mau ngapain? Ambil kertas latihan  saja?"

Setelah itu, saya tinggalkan Hana lagi, dan balik pura-pura baca. Meski mata saya masih menikmati buku “Geek in High Heels” tapi hati saya galau setengah mati.

Apakah cara saya ini salah? Apakah nanti Hana tidak akan semakin merajuk? Bagaimana kalau pergi saja ke sekolah? Tapi apa nanti Hana akan paham dengan konsekuensi?

Jadi emak tu, mungkin memang seperti itu, ya? Di satu sisi, ingin tegas, ingin anaknya tahu aturan, tahu konsekuensi; tapi di sisi lain juga kawatir, apakah cara yang dipilih salah atau tidak, apakah akan meninggalkan trauma dan sebagainya. dan seterusnya.



Sementara di luar sana, tangis Hana mulai terdengar. Isakannya terdengar antara ingin dilepaskan, tapi juga ingin ia tahan. Menurut saya seperti orang tertekan.

Sekitar sepuluh menit, sambil menangis terdengar suara Hana

“Sini, sini. Ibu sini.”

“Ada apa?’

“Hana mau makan nasi.”

Bhaaa... Saya telan lagi senyum yang hendak mengembang, menjaga perasaan Hana. Dan segera menghidupkan kompor untuk menggoreng lauk.

Saya sedang mengiris lauk, ketika ia mendekat. Saya letakkan sendok dan merentangkan tangan.

“Apa?” tanya Hana.

“Mau peluk?”

Dan ia pun menghambur dalam pelukan saya.

Ternyata benar kata banyak pakar parenting, kids need to be alone and being heard sometimes.
Dibanding kita mencak-mencak, dan meminta ia menghentikan tangisnya, lebih baik bantu ia mengenali perasaannya, mengurutkan masalah yang membuatnya kesal, dan ijinkan ia untuk mengatasi perasaannya.

Sore hari, menjelang sholat, saya bertanya padanya, apa yang membuat ia menangis dan kesal. Dan dugaan saya ternyata benar;

“Aku capek, tapi aku juga mau sekolah. Aku masih ngantuk, PR-ku belum selesai. Jadi, aku kesel.”

“Oh, oke, jadi nanti mau gimana?”

“SMS bu Siti, Hana minta maaf, tidak sekolah. Besok saja aku sekolah. PR aku selesaikan hari ini.”


Okay, noted Bos!

Dan ... selesailah drama hari ini.


Reksa Dana, Alternatif Mudah untuk Menyiapkan Biaya Pendidikan



Bulan ini saya sedikit berlega hati, karena semua urusan persiapan Sekolah Dasar Hana, telah selesai. Kini saatnya mempersiapkan biaya untuk Sekolah Menengah Pertama Hana. Ya, kedengarannya memang seperti terburu-buru, anak baru mau masuk kelas satu SD kok sudah mikir biaya SMP. Tapi karena penghasilan saya yang tidak tetap, bagi saya, semakin dini saya memulai, semakin ringan beban saya, plus peluang tercapainya akan lebih besar.

Apalagi pagi ini saya mendengar cerita seorang tetangga yang harus mengeluarkan dana hingga Rp12.000.000 untuk memasukkan anaknya ke jenjang pendidikan menengah pertama.

Artinya 6 tahun ke depan, paling tidak saya harus memiliki dana sebesar Rp28juta bila ingin memasukkan Hana ke sekolah yang sama (dihitung dengan prosentase biaya kenaikan pendidikan sebesar 15%). Artinya lagi saya harus menyisihkan dana sekitar Rp385.000/ bulan mulai bulan ini.

Investasi, senjata menghadapi kenaikan biaya di masa depan

Jumlah dana yang harus saya sisihkan setiap bulannya memang sepertinya tidak terlalu besar, namun bila di deret dengan pengeluaran-pengeluaran lainnya, seperti SPP Hana, biaya les, biaya daftar ulang setiap kenaikan tingkat; maka meski “hanya” Rp300-an ribu, tetap jumlah tersebut cukup memberatkan untuk saya.

Mau tak mau saya harus putar otak untuk mensiasatinya. Mencari tambahan penghasilan memang bisa menjadi alternatif, tapi itu artinya akan ada waktu keluarga yang terkurangi.
Cara lainnya adalah dengan mencari alternatif simpanan yang bisa memberikan imbal balik tinggi, atau tidak menjadikan nilai uang yang saya simpan tergerus inflasi.

Misalkan dengan mempertimbangkan menabung pada instrumen-instrumen investasi.

Seperti kita tahu, inflasi memang sering menjadi masalah naiknya biaya hidup. Harga bakso semangkuk 6 tahun yang lalu masih Rp3000-Rp5000,-, tapi sekarang sudah naik dua kali lipat.

Seandainya saya menabung di bank, belum tentu juga nilai akhirnya akan tetap utuh seperti jumlah yang saya perkirakan. Benar, menabung di bank kita akan mendapat bunga, tapi masih ada biaya administrasi, pajak, yang kadang besarnya malah lebih besar dari bunga yang diterima.

Maksimal penambahan nilai dari bank pun tidak terlalu besar. Mengambil contoh dari salah satu bank besar di Indonesia, bunga tabungan yang diberikan saat ini maksimal hanya 2% untuk jumlah tabungan minimal 1 miliar. Sementara deposito, bunga yang diberikan hanyalah 4-5%.

Simulasi investasi reksadana di Danareksa (hanya simulasi, angka yang tertera bukan imbal balik nyata)


Coba seandainya kita biarkan uang Rp1juta mengendap dalam tabungan dalam setahun, tentu hasilnya malah akan berkurang karena biaya administrasi dan pajak bukan? Bandingkan dengan simulasi kredit diatas. Jadi, wajar bila kita mulai memikirkan instrumen investasi sebagai alternatif dari tabungan.

Artikel terkait: Dana Cadangan Bagi Freelancer

Reksa Dana, instrumen investasi untuk semua kalangan

Kita mengenal ada banyak instrumen investasi di Indonesia; seperti logam mulia, saham, reksadana, obligasi, properti, asuransi, investasi usaha dan lain sebagainya.

Setiap pilihan investasi pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Misalkan properti, modal yang harus dipersiapkan tentu saja besar. Begitu juga dengan saham, ORI atau obligasi, semua memerlukan modal awal yang tidak sedikit untuk mulai berinvestasi.

Logam mulia memang bisa menjadi pilihan, terlebih untuk orang dengan pendapatan tidak tetap seperti saya. Saat ada uang beli, tidak ada uang tidak beli. Sayangnya, jumlah yang harus disisihkan tentu saja menyesuaikan naik turun harga emas yang sedang berjalan, yang kadang malah tidak terjangkau setiap bulannya.

Saya pribadi tidak pernah menganggap emas sebagai sebuah cara berinvestasi, tapi sebagai cara untuk melindungi nilai dari aset yang saya miliki. Maksudnya, di tahun 2006 saya dapat membeli emas dengan harga hanya Rp76rb rupiah, ketika saya jual di tahun ini, nilai uang yang saya peroleh memang besar, tapi jika untuk membeli logam mulia yang lain, saya pun akan tetap memperoleh besaran emas yang sama seperti saat saya membeli di tahun 2006, 1 gr saja.

Karena itu, saya tidak pernah berpikir untuk berinvestasi dalam emas, melainkan hanya ntuk memastikan bahwa uang yang saya keluarkan untuk satu gram saat ini juga akan tetap sama nilainya dengan satu gram emas nanti. Biasanya saya memilih emas sebagai salah satu cara untuk melindungi nilai dana darurat atau dana cadangan yang saya miliki.

Berbeda dengan investasi reksa dana, siapapun saat ini bisa mulai berinvestasi di dalamnya meski hanya dengan Rp100.000,- saja. Memang untuk memulai berinvestasi pada instrumen ini ada sedikit ilmu yang harus dipelajari, tapi ini hanya untuk memastikan bagaimana cara kita memilih manager investasi, serta memastikan jenis reksa dana apa yang cocok dengan profil resiko kita, atau membaca propektus dari setiap jenis reksa dana yang dipilih.

Reksa dana juga cocok untuk kita yang sedang ingin mencoba berinvestasi. Adanya manajer investasi akan membantu kita untuk memilih jenis produk investasi mana yang tepat dan dengan kinerja yang sesuai.

Reksa dana juga termasuk investasi yang liquid; kita bisa membeli dan menjual semudah yang kita inginkan (meski kalau belum satu tahun biasanya modal bisa terpotong dengan beberapa biaya-biaya transaksi).

Bagaimana mulai berinvestasi di reksa dana


Secara teknis, seseorang hanya memerlukan KTP, dan NPWP untuk memiliki reksa dana. Tapi perlu juga untuk mengetahui beberapa hal terkait dengan reksa dana; seperti istilah-istilah yang biasa dipakai dalam reksa dana, jenis-jenis reksa dana, juga waktu dan metode yang tepat untuk membeli reksa dana.

Ada 4 jenis reksa dana di Indonesia, yaitu

  1. Reksa dana saham 
  2. Reksa dana campuran (reksa dana yang menginvestasikan dananya pada efek ekuitas/saham dan efek ekuitas/ obligasi dan deposito) 
  3. Reksa dana pasar uang
  4. Reksa dana pendapatan tetap.


Sebetulnya masih ada satu lagi reksa dana, yaitu reksa dana terproteksi yang mendapatkan pengembalian seperti deposito.

Ada banyak istilah dalam reksa dana yang perlu kita pahami, namun paling tidak kita mengetahui arti dan maksud dari beberapa istilah di bawah ini sebelum memulai berinvestasi pada produk reksa dana.

Istilah-istilah penting dalam reksa dana yang perlu dipahami

Manager Investasi

Kemampuan kita memilih manager investasi akan sangat menentukan hasil yang akan kita peroleh nanti. Manager investasi yang baik, tentu saja harus memiliki track record yang baik pula, historis pengelolaan dana yang baik, pilihan produk investasinya tepat, dan tentu saja, produk reksa dana yang sesuai dengan profil resiko kita. Kita bisa melihat daftar nama dan kinerja manager investasi pada situs Bapepam.

Profil resiko

Profil resiko berguna untuk menentukan jenis reksadana apa yang cocok untuk kita. Profil resiko berupa sebuah kuisioner untuk mengetahui seberapa jauh si calon investor memahami atau berani menanggung kehilangan uang atas modal yang diinvestasikan.

Profil resiko biasanya diberikan pada nasabah saat datang ke bank Kustodian (bank penjual produk reksadana), atau bila pembukaan rekening-nya online, maka calon investor cukup mengisi form profil resiko pada situs manager investasi yang dipilih.

Dan berdasarkan profil resiko investor, reksa dana dapat dikelompokkan dalam tiga kategori:

1. Resiko rendah; reksa dana yang dipilih bisa reksa dana pasar uang, reksa dana terproteksi,

2. Resiko menengah; reksa dana pendapatan tetap dan campuran

3. Resiko tinggi; reksa dana saham.

NAB

Nilai Aktiva Bersih, merupakan nilai yang diperoleh dari total NAB dibagi dengan jumlah unit penyertaan.

Prospektus

Hal-hal detil yang menyangkut sebuah produk reksadana (jumlah minimum pembelian, waktu pembelian, bank kustodian dan lain sebagainya)

Contoh prospektus Reksa Dana Syariah Berimbang (sumber: reksadana.danareksaonline)
Bank Kustodian

Bank yang mewakili manager investasi dan pembeli reksa dana. Setiap jenis reksa dana memiliki bank kustodian yang berbeda-beda. Kita bisa memeriksa nama bank kustodian pada Fund Fact Sheet setiap jenis reksa dana; atau bila ingin lengkap, cukup klik tautan Bapepam yang saya berikan di atas.

Biaya-biaya

Harga NAB pada reksa dana sebetulnya adalah harga net; semua biaya yang muncul akibat transaksi (biaya saat pembelian, penjualan dan biaya pengalihan jenis produk reksa dana/  swicthing fee), namun tidak ada salahnya bila kita memahami maksud dari biaya tersebut.

Setelah memahami semua pengertian diatas, kita tinggal melakukan cek profil resiko dan menetapkan jenis reksa dana apa yang sesuai untuk kita.

Mengapa harus memilih Danareksa

Di halaman Bapepam yang saya berikan di atas, Sahabat bisa melihat daftar manager investasi yang ada di Indonesia. Kinerja, laporan keuangan, laba-rugi, jenis produk reksadana hingga bank yang bekerja dengan manager investasi (bank kustodian) semua informasinya dapat diperoleh dari situs ini.

Saya pribadi sudah mengamati beberapa nama manajer investasi. Dan setelah mendengar rekomendasi sana-sini, serta mengamati kinerja yang dimiliki, saya memilih Danareksa sebagai Manager investasi pertama saya.

Ada 3 hal yang membuat saya tertarik dengan Danareksa, yaitu Danareksa adalah badan usaha milik pemerintah, dan merupakan manager investasi yang memperkenalkan reksa dana pertama kali di Indonesia.

Reksadana pilihan saya adalah reksa dana syariah, jadi selama ini saya memang hanya mengumpulkan produk-produk reksa dana syariah untuk saya amati. Dan Reksa Dana Syariah Berimbang milik Danareksa memiliki kinerja yang cukup lumayan.

Fund Fact Sheet Reksa Dana Syariah Berimbang dari Danareksa (sumber: reksadana.danareksaonline.com)

Alasan yang ketiga adalah investasi reksadana di Danareksa bisa dimulai dengan investasi yang sangat rendah, cukup Rp100.000,- saja. Plus pembukaan rekeningnya pun online, praktis dan simpel dan terjangkau (tidak semua manager investasi memiliki layanan online dan mensyaratkan minimal awal pembelian Rp100.000,- lho).

Menyiapkan biaya pendidikan dengan Investasi Masa depan (IMD) dari Danareksa

Tahun ini Danareksa meluncurkan produk reksa dana Investasi Masa Depan. Sebuah produk reksa dana yang bermanfaat untuk mewujudkan kebutuhan-kebutuhan masa depan, seperti dana pensiun, pendidikan, ibadah haji, perjalanan dan lain sebagainya.

Metode yang diterapkan pada program IMD ini sangat cocok untuk nasabah pemula reksa dana yang tidak memiliki modal cukup besar untuk diinvestasikan. Karena calon nasabah cukup menyediakan modal mulai dari Rp200.000/bulan, dan kemudian menyesuaikan jenis reksa dana sesuai dengan profil resikonya.

Investasi Masa Depan Danareksa mengalokasikan modal yang terkumpul pada dua jenis reksa dana, yaitu reksa dana saham dan campuran.

Sesuai sifat reksa dana yang fleksibel, program IMD dari Danareksa ini pun memiliki fleksibilatas waktu, sesuai dengan tujuan investasi dan profil resiko calon nasabah.

Berhubung saya termasuk nasabah dengan dengan profil resiko menengah, maka reksa dana campuran adalah pilihan yang paling tepat untuk saya.

Oya, Sahabat juga bisa mencoba menge-cek resiko investasi Sahabat pada situs Danareksa pada halaman Mulai Investasi, kategori "Cek Profil Resiko, Yuk!" Setelah cek profil resiko, barulah Sahabat bisa memilih jenis reksa dana yang cocok untuk Sahabat.

Kebetulan sekali reksa dana yang saya incar juga ada pada kategori reksa dana campuran, yaitu Danareksa Syariah Berimbang, dengan minimal jangka waktu penyimpanan 3 tahun.

Registrasi program IMD bisa dilakukan online. Kita cukup menuju link di sebelah kiri halaman produk reksa dana, pada bagian Registrasi Online. Selanjutnya kita akan dibawa pada halaman Syarat dan Ketentuan Penggunaan Fasilitas Online.

Sangat saya sarankan untuk membaca halaman ini dengan sebaik-baiknya, karena ketentuan ini penting diketahui sebelum memulai berinvestasi.

Setelah mengisi kotak persetujuan, kita akan dibawa pada halaman Registrasi Nasabah Reksa Dana, dan kemudian cek profil resiko. Bila registrasi sudah selesai, Sahabat akan mendapatkan email pemberitahuan tentang kelengkapan dokumen apa saja yang harus ditanda tangani dan dikirimkan kembali ke alamat yang telah ditentukan oleh Danareksa. Nah, gampang kan?

Penyetoran dana untuk program Investasi Masa depan ini juga mudah, nasabah bisa memilih debit langsung pada bank BCA pada tanggal 3, atau untuk bank lain bisa dilakukan setiap tanggal 8, 18, dan 28.

Bagaimana, masih ragu berinvestasi? Coba pertimbangkan nasehat Warren Buffet ini; dan Sahabat akan tahu bahwa Investasiku, Masa Depanku

Bila kita tidak bisa mendapatkan uang dalam keadaan kita sedang liburan dan tidak bekerja maka seumur hidup kita akan diperbudak oleh uang,- Warren Buffet


”Artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi blog Blogger Writing Competition - Investasiku Masa Depanku bersama ReksaDana Danareksa. Isi dan tulisan dari artikel/blog post ini diluar tanggung jawab Danareksa Investment Management”.


Referensi:
1. Filbert, Ryan. 2013, Menjadi Kaya & Terencana dengan Reksa dana
2. Danareksa Online; http://reksadana.danareksaonline.com (tanggal akses 1 Juni 2016)

Yuk, Belajar Kimia dari Rahmah Chemist!



Ada satu fenomena umum di dunia pendidikan, bahwa belajar ilmu pasti, seperti matematika, fisika, apalagi kimia adalah hal yang sulit. Sangat wajar, bila kemudian banyak yang mencari trik-trik untuk belajar ilmu pasti dengan mudah.

Dulu saya juga termasuk dalam kelompok itu, Terus terang, ilmu pasti, selain matematik, bukanlah topik yang saya suka. Apa daya, sekolah di teknologi pertanian, memaksa saya harus mempelajari kedua bidang studi tersebut. 

Mau tak mau, saya pun mencari trik bagaimana belajar kimia dan fisika dengan mudah. Dan salah satu trik yang saya pakai adalah dengan mencari referensi dari sumber lain. Bukan rahasia bukan bila satu topik bisa dijelaskan dengan banyak gaya, atau cara. Bisa saja model A susah dimengerti, tapi model B ternyata lebih mudah dipahami. 

Seperti penjelasan tentang analisa reduksi - oksidasi yang ditulis oleh mbak Rahmah Chemist dalam blog Al Chemist of Rahmah. Jujur, dulu jangankan paham prosesnya, menjawab korosi itu contoh oksidasi atau reduksi saja saya sudah bingung. Tapi ketika membaca ulasan mbak Rahmah, sekilas melihat infografisnya saya sudah langsung ingat perbedaan kedua reaksi tersebut.

Pic. source: Al-Chemist of Rahmah
Begitu juga saat membaca tentang analisa Karbohidrat, dulu boro-boro hapal jenis zat kimia yang digunakan untuk analisa, hapal jenis analisanya saja susah ... banget! Saya masih ingat bahasan analisa karbohidrat ini bisa sampai berlembar-lembar dalam modul. Eh, mbak Rahmah bisa membuat lebih simpel hanya dalam satu post saja. 

Seandainya bahasan kimia di buat dalam post blog mungkin lebih enak kali ya; seperti membaca catatan teman. Tidak akan keder duluan melihat tebalnya modul, atau puluhan zat kimia yang harus di hapal di luar kepala. 

Untuk yang belum mengenal mbak Rahmah, Beliau adalah lulusan Magister Kimia di Universitas Hasanudin. Beliau juga sempat mengajar di Universitas Palangkaraya. Itulah mengapa, ada beberapa post blog Beliau yang ditujukan untuk para mahasiswa asuhannya (cara mengajar yang unik, menurut saya).

Nama Chemist yang Beliau sematkan di belakang namanya adalah salah satu cara Beliau untuk menghargai usaha Beliau belajar ilmu kimia sedari tahun 2003 hingga 2010. 

Meskipun saat ini lebih memilih untuk berdiam diri di rumah dan menjadi full time mother (dan blogger, tentu saja), mbak Rahmah tetap meluangkan diri untuk berbagi pengetahuan dan ilmu kimia; baik ilmu kimia sebagai pengetahuan atau juga ilmu kimia sebagai sebuah terapan. 

Selain ahli dalam ilmu kimia, mbak Rahmah juga ahli dalam design grafis. Dulu, Beliau adalah rujukan kami, para ibu Ibu-ibu Doyan Nulis, saat belajar nge-blog. Blog berantakan, colek mbak Rahmah; blog acak-adut karena sok-sok otak-atik HTML, mention mbak Rahmah .... 

Nah, bagi Sahabat yang ingin bertanya seputar ilmu kimia, Sahabat bisa mengunjungi blog Rahmah; chemistrahmah.com atau menghubingi media sosial Beliau di @ammachemist (IG), @amma_Chemist (twitter) atau Rahmah Chemist (Facebook).