Mencari Alternatif Alat Sterilizer yang Tepat dan Aman untuk Perlengkapan Bayi

by - 5/19/2016

rahayupawitri

Assalamualaikum,

Siang itu saya memandangi Hana (saat itu berusia 6 bulan) dengan rasa ngeri-ngeri sedap. Bagaimana tidak, tangan mungilnya dengan sigap memasukkan teether ke mulut mungilnya. Padahal teether tersebut baru saja ia pukul-pukulkan di karpet mainannya. Karpet yang juga menjadi tempat kami nonton TV.

Otomatis, pikiran saya langsung membayangkan puluhan bakteri batang yang meluncur masuk ke dalam saluran pencernaannya.

Yah begitulah saya dulu; sebagai ibu baru, mudah sekali parno dengan banyak hal. Apalagi sebagai mantan analis mikro, saya paham bener bagaimana potensi kontaminasi pada pelbagai peralatan dan perlengkapan bayi di rumah-rumah orang Indonesia.

Benar, banyak yang berkata bahwa perut orang Indonesia masih kuat makan makanan yang mengandung 500.000 koloni bakteri. Tapi ini kan perut bayi, yang sistem pencernaan dan daya tahan tubuhnya masih belum sempurna. Tentu saja tidak akan sekuat orang dewasa bukan?

Wajar, jika ibu baru seringkali merasa galau saat merawat aneka peralatan dan kebutuhan bayi. Dan wajar juga jika alat sterilisasi, kemudian masuk sebagai daftar daftar wajib beli bagi banyak ibu baru.

Sayangnya, meskipun alat sterilisasi sudah ada di tangan, kekawatiran ibu biasanya tidak begitu saja hilang. Karena alat sterilisasi yang ada di pasaran atau metode sterilisasi konvensional, biasanya hanya berfungsi untuk mensterilkan botol susu saja. Lalu bagaimana kabar mainannya, soft book-nya, teethernya, atau peralatan yang biasa dipakai untuk menyiapkan MPASI?

Jadi sterilizer seperti apa yang sebenarnya kita butuhkan?

Cara umum yang dipilih untuk mengurangi (jika boleh disebut menghilangkan) bakteri pada peralatan atau perlengkapan bayi, biasanya dengan cara mencuci dan kemudian merebus atau menyiramkan air panas.

Pada saat itu, bakteri memang akan jauh berkurang, namun tidak mungkin bukan, bila kita menggunakan botol basah dan panas untuk menampung ASI, membuat susu formula, atau memberikan MPASI?

Karena itu biasanya kita akan mengeringkannya terlebih dahulu dalam wadah tertentu. Atau kadang meniriskannya di rak piring dapur, dengan anggapan bahwa botol dan perlatan tersebut telah steril.

Tanpa kita sadari, cara seperti ini justru akan membuat botol dan peralatan bayi kembali terkontaminasi.

Masalah lain juga bisa timbul saat kita memilih metode sterilisasi konvesional ini.

Peralatan bayi, umumnya terbuat dari plastik. Sayangnya, ketika terpapar suhu tinggi dan dalam waktu yang lama, plastik bisa terurai atau meleleh dan mengeluarkan bahan kimia yang mungkin berbahaya untuk bayi.

Memang betul saat ini banyak botol dan peralatan bayi yang dibuat dari bahan plastik yang aman, seperti BPA free. Tapi coba tengok dapur masing-masing, betul tidak semua peralatan si kecil sudah BPA free? Kalau saya ngaku aja, belum. Habisnya, dulu dapat kado dari tetangga set peralatan makan bayi lucu, sayang kan kalo nggak dipakai? He he he.

Jadi, jika mungkin, akan lebih baik bila kita mencoba mencari metode sterilizer yang aman untuk bayi. Sukur-sukur sih, bisa juga untuk dipakai sterilisasi perlatan bayi yang lain. Namanya juga pencegahan, selama masih mungkin bisa dibersihkan, ya lebih baik bersih dan steril bukan?

uPang alternatif sterilizer aman untuk peralatan dan perlengkapan bayi

rahayupawitri
Launching uPang Sterilizer Deep Pink

Saat kemarin ikut acara Fun Blogging di kantor Blibli,  kami diperkenalkan dengan sebuah sterilizer bernama uPang.

uPang merupakan alat sterilisasi kering dan menggunakan metode sinar UV (Waterless UV Sterilizer).

Sterilisasi kering artinya alat ini tidak membutuhkan air.  Sebagai gantinya, uPang menggunakan kombinasi sinar infrared pada suhu 40 dan sinar UV untuk mengurangi jumlah bakteri pada peralatan dan perlengkapan bayi hingga 99,9%.

Apakah mungkin suhu 40 bisa mengurangi jumlah bakteri hingga 99,9%?

Tentu saja mungkin. Sinar UV mampu mengubah susunan DNA dari bakteri patogen, sehingga bakteri tidak akan aktif untuk menyebarkan penyakit (rpi.com, tanggal akses 19 Mei 2016). 

uPang telah mendapat sertifikasi dari FDA dan 6 badan kesehatan dunia (termasuk Jepang) akan keamanan dan keefektifannya.

Sterilizer ini bekerja dalam 2 tahap, yaitu tahap pengeringan dengan sinar infra red selama 30 menit. Dan setelah itu uPang akan otomatis beralih ke metode sterilisasi sinar UV selama 10 menit.

Kelebihan uPang sterilizer

Karena waterless (tidak memerlukan air), uPang juga bisa digunakan untuk sterilisasi peralatan atau perlengkapan bayi yang lain seperti mainan, teether, empeng bayi, sikat gigi dan lain sebaginya. Bahkan uPang juga bisa digunakan untuk mensterilisasi handphone, buku, dan peralatan make up.

Kelebihan lain dari uPang adalah kepraktisan dan kemudahannya untuk digunakan. Saat butuh botol susu steril, ibu cukup mencuci botol seperti biasa, tiriskan, dan masukkan ke uPang.

Dengan uPang, ibu juga bisa mensteril beberapa botol sekaligus (muat hingga 16 botol). Jadi, ibu tidak perlu bolak-balik mencuci dan mensteril botol atau perlengkapan si kecil bukan?

Sterilizer identik dengan daya listrik besar. Tapi berbeda dengan uPang, daya listrik yang dibutuhkan hanya 35 watt. Jadi, meski dipakai berkali-kali, ibu tak perlu kawatir biaya listrik akan membengkak atau musti bolak-balik beli token listrik.

rahayupawitri


Di Indonesia, uPang di distribusikan oleh Balitakita.com dan untuk model terbarunya, uPang Deep Pink, baru dilaunching khusus selama satu bulan di Blibli.com, salah satu situs belanja perlengkapan bayi online yang lengkap dan banyak pilihannya (koleksinya sampai 2444 produk lho).

Jadi, bila saat ini ada sahabat yang sedang mencari perlengkapan bayi untuk kado atau malah untuk si kecil yang baru lahir, tidak ada salahnya uPang sebagai bahan pertimbangan. Karena uPang tidak hanya bisa dipakai saat si kecil bayi kan, sampai anak balita pun uPang masih terus bisa digunakan. Yah, hitung-hitung investasi jangka panjang for a better life kan?

Semoga ulasan diatas bermanfaat ya, Wassalamualaikum. 


You May Also Like

5 komentar

  1. Suka dengan ulasannya mbak, bener banget mbak pengamanan harus esktra untuk bayi dan batita karena masih rentan terserang penyakit. Good luck mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih doanya mbak.
      Pencegahan memang lebih baik untuk bayi dan batita ya, mbak. Toh kalau mereka sakit kita juga yang sedih.

      Delete
  2. aah iya, hemat listrik memang salah satu syarat utama buat sterilizer karena akan sangat sering dipakai saat punya bayi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mbak; nggak kebayang deh kalo sampai ratusan watt listriknya. Bisa jebol deh kantong.

      Delete
  3. yang penting bisa membunuh bakteri dan hemat listrik , menurut aku itu yg harus diperhatikan

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.