Ketika Emak Mati Kutu

by - 3/21/2016


Kadang, jadi emak dari generasi masa kini tu, rasanya bikin pusing deh. Mereka seringkali berkomentar hal-hal yang tidak pernah saya pikirkan di saat seusia mereka. 

Seperti beberapa hari yang lalu, saya dibuat mati kutu dengan apa yang Hana katakan. 

Jadi ceritanya begini, sekitar seminggu yang lalu saya ajak Hana ke acara peluncuran "Indomilk Jagoan Boboi Boy" untuk anak. Kebetulan Hana suka dengan karakter tokoh yang digunakan dalam permainan tersebut. 

Dalam salah satu sesi tanya jawab, seorang peserta bertanya kepada pembicara di panggung, tentang trik untuk menarik anak bermain permainan tersebut, sementara saat ini ada banyak permainan atau game-game canggih yang lebih menarik untuk anak. 

Menurut sang Pembicara, anak-anak, sebetulnya tidak butuh mainan yang keren dan banyak. Yang anak-anak butuhkan adalah kawan bermain. Dan bagi anak, sangatlah berarti bagi mereka bila orangtua mereka bersedia bermain bersama. 

"Jadi, jangan lupa untuk temani anak main ya, Pak, Bu ...," begitu pesan si pembicara yang berprofesi sebagai seorang psikolog. 

Nah, kayane Hana well noted banget untuk kata terakhir itu. Jadi, kalo sudah bosan main di luar, atau teman-temannya sudah pulang, ia pun nodong emak untuk main.

Simpel aja ngomongnya, "Ibu ingat tidak diacara susu kemarin; orangtua itu harus temani anaknya maen. Okay? ingat nggak si ..."

(coba kasi saya soundtrack "Krik" "Krik")

Padahal asli, hari itu kerjaan saya sedang overload; baik kerjaan rumah, ataupun tulisan yang tertunda gara-gara sakit batuk hebat. Dan saya pun tidak ada pilihan selain menurut ....

Momen mati kutu yang kedua adalah tadi siang. Sambil duduk di punggung saya yang sedang ngetik, asik banget dia bicara,

"Bu, aku tahu kemarin ibu bohong."
"Kapan? Bohong apa?"
"Waktu itu ibu ngisi form buat lomba susu, ibu bilang aku suka baca, padahal aku kan nggak suka baca. Ibu bohong."

Kalo kali ini, saya bisa mengelak

"Emang Hana waktu itu suka baca, sekarang aja gara-gara nonton TV-nya banyakan jadi males baca."
"Nggak bisa, pokonya ibu sudah bohong."

Nek koyo ngono ki, rasaku njuk piye .....

You May Also Like

16 komentar

  1. akhiran ceritanya adalah ibu ngaku bo'ong atauuuu?

    ReplyDelete
  2. bener banget, ponakanku kalo aku lagi maen rumahnya selalu ditodong untuk nemenin ia main. hahahahaa dan maen sama anak itu kudu sabar dan telaten ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyo, mbak. cara pandang kita sama mereka tu memang suka beda, jadine yo gitu, sering berantem mlulu

      Delete
  3. anakku juga mbak... padahal udah kelas tiga, kalau pas sepak bola atau futsalnya libur, mesti sore atau malemnya ngajakin main...petak umpet... duh... kayaknya dia itu kalo nggak lari-lari gitu badannya sakit semua...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ndak papa to mbakyu, itung-itung ngurangin lemak di badan. he he he. Masalahe, sebagai orang gedhe, kita tu sering kali malu sama omongan atau tanggapan orang lain to. Jadine njuk males, marah dan seterusnya dan sebagainya.

      Delete
  4. Hahaha...Hana cerdaaasss..

    Amay juga suka gitu Mba.. "Ngeyel" atau apa yaa namanya. :D

    ReplyDelete
  5. HAi Mbak, salam keal :)
    Aku pernah kayak gitu Mbak. Haduh bingng harus jawab apa, kadang omongan kita kemakan sendiri huhuhu.
    Oh ya, aku follow ya Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih follownya... ternyata kita se-Ambarawa to ha ha ha

      Delete
  6. ahaha anak anak emang cerdas ya. ponakanku juga suka sama tokoh itu

    ReplyDelete
  7. anak sekarang pinter-pinter ya mb, maknya musti dibuat kelabakan dgn pertanyaan2 cerdasnya.

    ReplyDelete
  8. Hihihi jd kalau gak suka baca sukanya apa? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang sukanya mewarnai, nggambar, sama bikin prakarya mbak... :)

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.