-->

Diving Rabbit, Liburan dan Belajar di Sea World Ancol

DivingRabbit_SeaWorld_Ancol


Long weekend di akhir bulan memang enggak banget. Pengen tinggal di rumah tapi bosan, ingin jalan keluar kota, tapi budget sangat menipis.

Janga kawatir ada banyak tawaran wisata dalam kota yang murah kok. Salah satunya adalah di Sea World Ancol.

Khusus menyambut liburan panjang di akhir bulan ini, mulai hari ini 25 Maret hingga 27 Maret 2016 ada banyak aneka acara spesial di Ancol.

Salah satu acara khusus yang akan di gelar di Sea World adalah Diving Rabbit; sebuah pertunjukan unik yang berisi pesan pelestarian lingkungan, khususnya pelestarian hidup penyu.

Pertunjukkan ini merupakan atraksi dari para diver Sea World dengan mengenakan kostum kelinci. Mereka akan mengajak para pengunjung di Sea World yang ada di luar akuarium untuk menunjukkan ada letak telur-telur penyu yang banyak dibuang ke laut.

Seperti kita ketahui, pada saat ini populasi penyu semakin banyak berkurang akibat begitu banyaknya perburuan liar terhadap telur penyu. Tidak hanya itu, populasi penyu juga semakin banyak berkurang akibat lingkungan pantai yang semakin tercemar.

Ada 7 jenis penyu di dunia, dan 6 diantaranya berada di Indonesia. Namun, karena ketidak pedulian kita terhadap lingkungan, maka dari ke hari, keberadaan penyu ini pun semakin banyak berkurang.

Sea World sendiri saat ini membantu konservasi penyu ini dengan cara membesarkan 2 jenis penyu yang nantinya akan dilepaskan kembali ke habitat aslinya.

Atraksi Diving Rabbit nantinya akan ditutup dengan acara pemberian makan ikan yang tentunya akan menjadi pengalaman menarik bagi para pengunjung terutama anak-anak.

DivingRabbit_SeaWorld_Ancol
Salah satu penyu yang ada di Sea World Ancol 

Keseruan acara long weekend di Ancol yang lain


Tidak hanya di Sea World, pertunjukkan unik lainnya juga akan digelar di Ocean Dream samudra. “Saya Cinta Lumba-Lumba” adalah tema yang diangkat disana. Selain pertunjukkan tersebut kita juga dapat menikmati pertunjukan satwa seperti pentas Singa Laut, Pentas Lumba-lumba dan menikmati keragaman jenis kupu-kupu di Ocean Butterfly.

Acara interaktif lainnya adalah aktivitas di Panda Mobile with Ancol. Di Panda Mobile, pengunjung dapat menikmati video tentang kehidupan lumba-lumba, story telling, mewarnai dan berfoto bersama Dolphi (karakter yang mewakili icon Ocean Dream Samudra).

Panda mobile sendiri merupakan kendaraan edukasi hasil kerjasama PT Pembangunan Jaya Ancol,Tbk & WWF Indonesia.

Masih ada lagi acara seru lainnya yang bisa dinikmati oleh pengunjung Ancol. Selain di Sea World, dan Ocean Dream Samudra, pengungjung juga bisa menikmati hiburan seru di kolam renang Atlantis Water Adventures.

Pengunjung akan diajak berburu telur diarea kolam yang ada di Atlantis Water Adventures, bagi yang menemukan telur tersebut maka akan diberikan hadiah menarik. Acara ini bertajuk “Dragon Egg-Travaganza”. Ada lagi lomba lari matras, kuis tebak lagu, water fun dance, serta simulasi lifeguard.

Banyak banget kan ya? Mau yang lebih hemat lagi? Bagaimana kalo ke arena pantai Ancol? Disana Ancol juga telah menyiapkan permainan berburu telur yang berhadian menarik. Tapi khusus acara yang satu ini, permainan akan dimulai pada hari setelah acara beach fun dance, tepatnya pukul 09.00 wib.

Buat yang lebih suka permainan tantangan di Dufan, ada juga pertunjukan sinar laser “Dufan Glow”. Pertunjukan ini sebenarnya merupakan pertunjukan musik yang dipadukan dengan multimedia (sinar lampu laser) dan musik serta pertunjukan atrakri sepeda BMX.

Harga tiket dan jam pertunjukan spesial di Ancol

1. Diving Rabbit, Sea World; pertunjukan berdurasi 15 menit akan ditampilkan pada pukul 13.00 wib, dengan HTM Rp. 100.000.
2. Panda Mobile, Ocean Dreams Ancol; pukul 09.00 – 18.00 wib, HTM Rp 150.000 (termasuk kartu keanggotaan Dolphi Card).
3. Dragon Egg-Travaganza, Atlantis Water Adventures; mulai pukul 11.00 WIB – selesai. Dan khusus untuk liburan ini mulai 06.00 – 18.00WIB, dan harga tiket Rp 190.000 (termasuk kartu keanggotaan Doki Card).
4. Wahana Dufan; mulai pukul 10.00 – 20.00 WIB, HTM Rp. 275.000, dan tersedia annual pass Rp. 350.000.

Oke, selamat menikmati weekend ya ….

Melangkah Satu Langkah ke Depan Dengan Samsung Galaxy S7

Sumber gambar: Samsung Indonesia

Jam 20.00 WIB, saya baru saja menyelesaikan salah satu artikel konten saya. Ketika sebuah iklan pre-order Samsung Galaxy S7, muncul di layar televisi. 

Hana pun menggoda, "Nah, tu Bu, ada hp baru..., pengen nggak?"

Saat itu saya hanya tersenyum mendengar godaannya. Tapi ketika saya meraih jadwal pekerjaan , ada satu pertanyaan yang tiba-tiba muncul di pikiran saya; “Apa iya, saya akan selamanya seperti ini; menulis artikel konten dari hari ke hari untuk mengejar tenggat waktu dan jumlah artikel?”

Jargon to the next level milik Samsung tadi menggoda saya; "Apa iya si, hidup saya akan gini-gini aja?"

Bukannya tak bersyukur; sebaliknya saya sangat bersyukur atas ketetapan Allah atas pekerjaan saya. Sehingga saat ini saya tetap mampu memiliki penghasilan sendiri, tanpa harus meninggalkan kewajiban saya dirumah. 

Tapi sudah tiga tahun saya menjadi content writer. Saya ingin ada sesuatu yang baru. Saya ingin maju satu langkah; ke level selanjutnya; Content Manager. 

Setiap manusia butuh bertumbuh bukan? Dan adalah kewajiban kita pula untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin. 

Saya pun mengumpulkan informasi, apa saja yang perlu saya persiapkan, agar saya pantas untuk pekerjaan tersebut.

Beberapa ketrampilan yang harus dimiliki untuk menjadi seorang Content Manager
Seperti tersebut dalam gambar, ada banyak hal yang harus saya persiapkan untuk pekerjaan tersebut. Agak pesimis sebetulnya membaca persyaratan Content Manager diatas. Meski saya pernah mengikuti pelatihan content writing dan digital marketing, tapi harus diakui saya masih belum memiliki kesemua kualifikasi tersebut. 

Beberapa kekurangan saya adalah

1. Kemampuan memenuhi tenggat waktu untuk beberapa projek kurang

Seorang kawan pernah bertanya, "Kamu ngapain kalo bosan?" 

Wah, alhamdulillah, saya tidak pernah bosan. Bukannya sombong, tapi di kepala saya selalu tersedia banyak ide yang siap untuk dieksekusi. Sangat banyak, hingga saya punya banyak buku ide. 

Tapi saya memiliki masalah dengan waktu. Semaksimal mungkin saya membuat rencana harian, paling hanya satu dua ide yang bisa saya wujudkan. Selebihnya, nol besar. 

Dengan semakin besarnya Hana, ia pun mulai banyak aktivitas di luar rumah. Waktu antara urusan domestik, hubungan sosial dengan masyarakat sekitar, serta mengawal aktivitas Hana benar-benar banyak menyita waktu saya. 

Hingga akhirnya saya sering kehabisan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan. Ingin rasanya selalu membawa pekerjaan kemana saja, tapi apa daya perangkat bantu saya untuk menulis, belumlah memadai. 

Akibatnya, masih sangat sulit bagi saya untuk memenuhi deadline, yang sebetulnya bisa saya tentukan sendiri, bila masih dengan perangkat yang itu-itu saja. 

2. Penguasaan media sosial

Hal yang satu ini tentu wajib bagi seorang Content Manager. Dialah yang akan menentukan kemana arah situs yang ia kelola. Ia pun dituntut untuk memahami apa yang sedang trend, behavior dari user pada situs dan sebagainya. 

Bagi saya ini pun juga masih menjadi kendala, jangan kan semua media sosial, selama ini andalan saya hanya Facebook saja. Inginnya sih, semua menguasai, tapi memasang banyak aplikasi pada gawai yang saya miliki sekarang itu berarti ...., saya harus rajin-rajin menghapus memori atau malah restart. Pekerjaan yang sangat mengganggu!

3. Memiliki riset yang kuat

Melakukan riset tentu butuh waktu bukan? Lagi-lagi saya terkendala dengan waktu dan perangkat yang tak memadai untuk melakukannya dengan maksimal. 

4. Mampu membuat konten yang kuat dan berkreasi sesuai tuntutan jaman

Ada seorang kawan yang pernah membuat status bahwa saat ini adalah jamannya V-logger. Bila kemarin tulisan telah berpindah menjadi gambar, maka tahun ini, adalah tahunnya video.

Sebuah konten tidak hanya harus ditulis, tapi juga divisualisasikan dalam gambar dan video. 

Lagi-lagi hal yang satu ini juga menjadi kendala bagi saya. Jangankan untuk menguasai kreativitas visual dengan video, membuat video sendiri masih sangat jarang bisa saya lakukan. 

Saya berharap bisa maju ke level selanjutnya dengan Samsung Galaxy S7


Untuk itulah ketika melihat iklan Samsung S7/ dan Samsung S7 Edge, saya seperti melihat sebuah jalan untuk mewujudkan keinginan saya; moving to the next level. 

Jelas penasaran dengan spesifikasi yang Samsung tawarkan kali ini. Sejenak rehat dari kegiatan menulis, saya menonton lebih jelas video Global Unpacked Samsung Galaxy S7.

Dan, ternyata produk terbaru Samsung kali ini benar-benar di produksi dengan rancangan yang semakin sempurna; semakin cerdas, semakin multi fungsi

Desain Samsung Galaxy S7

Desain Samsung Galaxy S7 kali ini lebih ramping. besarnya saja hanya selebar telapak tangan orang dewasa, meski tetap menggunakan layar yang lebar.

Hasilnya, tentu saja, lebih nyaman di genggam dan digunakan. Desain seperti ini pasti akan mempermudah saya untuk mobile. Sehingga saya bisa tetap bekerja saat di sekolah Hana, mengawal dia main, atau malah ketika menunggu antrian di bank. 

Produk terbaru Samsung kali ini juga dilengkapi dengan pelindung debu dan air, sehingga penggunanya kelak tidak akan khawatir bila tanpa sengaja handphone-nya terjatuh ke dalam air, terkena hujan, atau sekedar kecipratan air saat anak-anak main (cocok banget ni, untuk para Travel Blogger :) )

Bagi saya sendiri, kemampuan Samsung Galaxy S7 yang tahan air ini sudah pasti sangat menguntungkan. Saya suka sekali mengabadikan momen-momen saat hujan. Ada banyak ide yang bisa ditangkap disana. Mulai dari titik air hujan yang bisa menjadi latar sebuah gambar, atau malah momen-momen tertentu yang bisa menjadi ide tulisan.

Membuat foto untuk artikel resep di dapur pun tentu tak perlu khawatir lagi. Tidak perlu meminta tolong untuk memegangkan kamera karena kawatir terkena cipratan air, nyemplung ke bak cucian dan lain sebagainya. Cukup susun properti, dan langsung cekrak-cekrek sana-sini.

Kamera pada Samsung Galaxy S7

Oh ya, ngomongin foto jadi ingat tentang kamera ni.

Samsung Galaxy S7 dilengkapai dengan kamera dual pixel 12Mp dan juga lensa F.17 yang menghasilkan gambar sempurna meski dengan pencahayaan kurang. 

Sedikit bercerita, mencari gambar untuk sebuah artikel yang tertarget kadang tidaklah mudah. Misal target user artikel tersebut adalah orang Indonesia; dan gambar yang dipajang pada artikel tersebut   adalah orang luar negeri; kalau bagi saya, kok kurang pas ya. 

Karena itu, seringkali saya mencari sendiri foto untuk artikel semacam itu. Sayangnya, momen yang lucu, menarik, kadang malah ada saat suasana agak gelap. Nah, dengan kamera dari Samsung Galaxy S7 ini, saya berharap saya bisa menangkap momen tertentu, yang sesuai untuk sebuah artikel atau malah sekedar menyimpannya agar kelak bisa saya olah menjadi sebuah konten yang bermanfaat untuk pembaca. 

Samsung Galaxy S7 juga dilengkapi dengan kamera depan 8Mp, memungkinkan bagi saya untuk melakukan video call (dan selfie tentu) tanpa kawatir gambar yang muncul akan gelap. 

Hasil foto dengan kamera Samsung Galaxy S7 (Sumber gambar: Galerry Samsung Indonesia)
Tentu saja saya juga membutuhkan ruang penyimpanan yang besar untuk semua ide, tulisan, gambar atau video. Dan Samsung Galaxy S7 menjawabnya dengan memberikan ruang simpan sebasar 32GB dan tambahan slot memori hingga 200GB.

Ruang simpan Samsung Galaxy S7

Ruang penyimpanan yang besar ini memungkinkan saya untuk menginstal pelbagai aplikasi media sosial yang memang bisa berguna bagi saya untuk melakuka riset, memahami perilaku pembaca, serta memetakan pasar yang tepat untuk sebuah proyek.


Ada yang unik ni, saat saya ngulik lebih jauh spesifikasi produk Samsung terbaru ini di halaman resminya. Slot SIM-nya, juga bisa dipakai untuk slot MicroSd. Unik dan praktis sekali. 

Dan agar semua aplikasi, berselancar, update status, edit foto bisa berjalan dengan lancar, gawai yang digunakan wajib memiliki dapur yang bertenaga bukan?

Prosesor  dan baterai pada Samsung Galaxy S7

Pas banget ni, Samsung kali ini menambah kekuatan hardware produknya beberapa persen. Samsung Galaxy S7 memiliki CPU exynos 8 Octa 8890 Octacores 2.3 Ghz dan GPU Mali-T880 MP 12, serta RAM 4GB. Hmm... cocok kan untuk menyimpan banyak foto, video, ide dan bahan tulisan.

Tidak afdol rasanya bila sebuah ponsel yang mumpuni tanpa ketahanan baterai yang handal. Syukurlah Samsung Galaxy S7 telah dilengkapi dengan baterai 3000mAh. CPU dan GPU-nya telah dirancang untuk menghemat baterai agar lebih tahan lama (talk time hampir 24 jam).

Dan tentu saja, seperti generasi Samsung Galaxy S6 yang diluncurkan tahun lalu, Samsung Galaxy S7 pun memiliki bisa dicharging secara wireless dengan waktu 90 menit untuk mengembalikan baterai penuh seperti semula.

Pas bagi saya yang saat ini lebih sering keluar rumah. Sambil mobile tetap bisa charging handphone kan?

Dengan semua kemampuan Samsung Galaxy S7 ini, saya sangat berharap produktivitas saya bisa maju satu langkah ke depan; sehingga Insya Allah, saya bisa memenuhi kulifikasi sebagai seorang Content Manager.

Bagaimana dengan Sahabat, ingin juga melangkah to the next level bersama Samsung Galaxy S7?



Sumber gambar dan artikel:
samsung.com/id
paketblackberry.com




Manfaat Papan Permainan “Indomilk Jagoan Boboi Boy” dalam Melatih Kemampuan Anak

papanpermainanindomilkboboiboy_manfaat boardgame


Bicara tentang anak, memang tidak ada pernah habisnya. Mulai dari mereka bangun tidur sampai mereka anteng lagi di atas kasur, selalu saja ada banyak cerita. Apalagi bila terkait dengan pendidikan anak.

Pendidikan anak jaman sekarang tidak hanya berkisar seputar buku dan sekolah, tapi aktivitas bermain pun kini juga menjadi bagian dari pendidikan anak.

Peran permainan edukatif dalam melatih kemampuan anak

Seperti kita tahu, bahwa saat ini anak-anak telah terpapar dengan banyak permainan digital; yang meskipun telah diberi nama dengan edukasi, tetap tidak dapat memberikan manfaat maksimal untuk perkembangan anak. 

Psikolog Saskhya Aulia menerangkan pentingnya memilih permainan edukatif yang tepat untuk anak

Menurut Saskhya Aulia Prima M.Psi, permainan digital hanya mengembangkan beberapa sisi dari kemampuan anak.

“Dewasa ini, kemajuan teknologi komunikasi dan internet memang telah mempengaruhi perilaku sosial yang menyebabkan anak cenderung asyik bermain dengan dirinya sendiri, sehingga waktu anak untuk bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya pun berkurang.”
(Siaran Pers, PT Indolakto, 16 Maret 2016)

papanpermainanindomilkboboiboy_manfaat boardgame
Coba amati grafiknya, beda kan manfaat permainan digital dan permainan real-life?

Padahal, permainan edukatif diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir anak (kognitif), kemampuan fisik, juga kemampuan emosi sosial (socio-emotional).

Untuk itulah perlu sekali sebuah media permainan edukatif yang bisa memberikan kesempatan bermain yang menyenangkan sekaligus sarana untuk berinteraksi dengan teman-temannya. 

Manfaat papan permainan “Indomilk Jagoan Boboiboy”

papanpermainanindomilkboboiboy_manfaat boardgame
Papan permainan Boboi Boy arena Antariksa

Sebagai salah satu produsen susu terbesar di Indonesia dan telah lama menjadi bagian dari keluarga Indonesia, PT Indolakto (produsen susu Indomilk) membangun sebuah kerja sama dengan Animosta, pemilik brand Boboi Boy.

Kerja sama tersebut berbentuk pemakaian karakter Boboi Boy dalam rancangan papan permainan Indomilk. Papan permaianan ini dirancang oleh tim Indomik guna mendukung kemampuan kognitif dan interaksi anak.

Karakter Boboi Boy dipilih karena Indomilk juga ingin membawa semangat dan nilai pertemanan yang identic dengan karakter Boboi Boy, yaitu energik, aktif, imaginatif, dan fun.

Ada 10 manfaat yang bisa anak peroleh dari papan permainan “Indomilk Boboi Boy”, yaitu

papanpermainanindomilkboboiboy_manfaat boardgame
Nyobain main papan permainan Boboi Boy
1. Mempererat hubungan anak dengan keluarga dan teman-temannya
2. Melatih kerja sama dalam tim
3. Mengasah kecerdasan matematik
4. Mampu berfikir ke depan
5. Memperkuat ketahanan mental
6. Berani Mengambil Keputusan
7. Berlaku sportif
8. Belajar tanggung jawab
9. Belajar saling menghargai
10, Belajar cara berinteraksi langsung dengan teman.
Kalo pengalaman saya pribadi, ada satu lagi manfaat dari permainan ini, yaitu berlatih kesabaran. Untuk dapat memainkan permainan papan ini, Hana harus mengumpulkan 24 karakter Boboi Boy yang ada dikemasan susu UHT Indomilk.

rahayupawitri_papanpermainanboboi boy
Hana nyobain susu segar Indomilk kemasan baru (sumber gambar: Press Release Indomilk)

Dan itu bukan hal yang mudah untuknya. Karena Hana sedang belajar mengatur uang, maka ia hanya bisa membeli 1-2 susu sehari. Ia berusaha bersabar mengumpulkan setiap karakter, meneliti satu persatu karakter mana yang belum ia miliki dan seterusnya.

Sportivitas Hana juga diuji saat bermain permainan ini. Biasanya kalo sedang bermain dengan tantenya, dia tidak mau kalah dalam hal apa pun, tapi karena dalam papan permainan ini sudah jelas aturannya, maka Hana tidak bisa mengelak saat ia kalah.

Bermainan papan permainan Boboi Boy bersama tante dan teman

 Cara mendapatkan papan permainan “Indomilk Jagoan Boboi Boy”

Papan permainan “Indomilk Jagoan Boboi Boy” dapat diunduh langsung di situs resmi Indomilk (sila salin rekat link berikut pada kolom alamat browser sahabat http://www.indomilk.com/boboiboy/).
Oya, ada lima jenis papan arena yang si kecil bisa pilih, yaitu papan arena antariksa, samudra, taman, antartika dan angkasa.

papanpermainanindomilkboboiboy_manfaat boardgame

Aturan cara memainkannya sebagai berikut :

papanpermainanindomilkboboiboy_manfaat boardgame

Nonton video ini juga boleh kok


Oya, ada satu pesan dari psikolog Saskhya Aulia, agar anak-anak tertarik bermain permainan ini, sangat disarankan agar orangtua juga bersedia bermain bersama anaknya.

Promo Boboi Boy ini akan berlangsung mulai bulan Maret hingga bulan pertengahan tahun ini, seiring dengan akan diluncurkannya film Boboi Boy di bulan April mendatang.

Jadi, masih ada kesempatan yang panjang untuk mengoleksi ke-24 jagoan Boboi Boy beserta papan permainannya, bukan? Jika telah terkumpul, bermainlah bersama anak untuk mengisi waktu luang Sahabat.


papanpermainanindomilkboboiboy_manfaat boardgame

Sebagai Blogger, Ini yang Ada di Pikiran Saya



Saat memenuhi undangan salah launching sebuah program bahasa, saya tertegun ditanyain oleh sang resepsionis yang merupakan pegawai dari gedung tersebut. 


“Bu, blogger itu apa sih? Kerjaannya apa?”

“Errr….”


Sampai sekarang, pertanyaan ini masih terus terngiang di telinga saya. Kalo apa itu blogger, saya rasa semua orang sudah tahu lah, ya

Nah, kalo kerjaan blogger?

Waktu rame-rame kegiatan saling “follow” akun Twitter, saya sempat berpikir, kalo yang kita follow juga sesama blogger, apakah kampanye kita untuk sebuah brand akan mengena dengan maksimal? Seperti juga tulisan kita sebagai blogger, kalo hanya sesama blogger yang baca, akankah kampanye, jenis edukasi yang sebetulnya ingin kita sampaikan kepada publik, apakah tersampaikan?

Sebagai blogger, atau pengguna media sosial, tentu info yang kita terima seringkali lebih cepat dibanding mereka yang berada di lingkungan kita. 

Salah satu pengalaman saya menguatkan hal tersebut. Kemarin saat saya ngobrol dengan ibu-ibu di komplek, bahwa mulai tahun 2016 ini Kemediknas mengharuskan memasukkan calon siswa SD ke pendidikan pra-sekolah seperti PAUD atau TK selama satu tahun. Sontak beberapa ibu, yang memang tidak berniat memasukkan anaknya ke TK pun protes, sementara yang lain kemudian mulai kasak-kusuk mencari info TK mana yang cocok untuk anak-anak mereka. 

Padahal kampanye ini sudah Kemendiknas gulirkan sejak pertengahan tahun kemarin (Juni 2015).

Beberapa hal memang bisa menjadi penyebab hal ini. Seperti akses internet, harus diakui, di Indonesia ini masih belum merata. Atau bila merata di suatu daerah maka kemampuan untuk melek internet pun tidaklah sama satu dengan yang lain.

Tidak jarang pula saya menemui kawan dengan gadget canggih, namun ternyata masih belum mampu menggunakannya dengan maksimal. Atau bila menggunakan, masih mempertimbangkan untuk pemakaian data yang harus ia bayar. 

Blogger sebagai agen perubahan

Di sisi lain, kita telah sering mendengar, bahwa Blogger saat ini telah dianggap sebagai salah satu agent of change, sebuah komunitas, yang diharapakan mampu mempengaruhi atau mengubah perilaku masyarakat terhadap suatu hal. 

Jadi, menurut saya, (masih) perlu ada sebuah tindakan nyata untuk mendekati mereka, yang belum tersentuh dengan kampanye edukasi yang seorang Blogger harus lakukan. 

Seperti kampanye yang dilakukan oleh seorang kawan Blogger, mbak Meutia Elisa Karamoy, yang mengkampanyekan edukasi bagaimana memilih jajanan sehat untuk anak, juga cara mengedukasi anak dengan sebuah tindakan nyata. 

Memang hal tersebut merupakan salah satu kampanye bersponsor, namun selama pesan yang disampaikan tepat, tentu tidak menjadi masalah bukan?

Saya sendiri berharap, suatu hari saya juga mampu melakukan hal yang sama seperti yang mbak Elisa lakukan. Sejauh ini saya baru bisa colak-colek kawan dan tetangga, atau iseng melakukan survey kecil-kecilan untuk mencari bahan tulisan; - sambil menyampaikan info, yang menurut saya cocok untuk mereka. 

Bagi saya, menjadi Blogger memang tentang berbagi bukan? Dan akan menjadi sebuah nilai lebih, bila usaha berbagi kita tersebut mampu menjangkau lebih banyak kalangan, baik mereka yang bisa mengakses tulisan kita atau pun tidak. 

Nah, bagaimana dengan Sahabat, apa yang ada dipikiran Anda, saat mengatakan, “Saya seorang Blogger”?

Ketika Emak Mati Kutu


Kadang, jadi emak dari generasi masa kini tu, rasanya bikin pusing deh. Mereka seringkali berkomentar hal-hal yang tidak pernah saya pikirkan di saat seusia mereka. 

Seperti beberapa hari yang lalu, saya dibuat mati kutu dengan apa yang Hana katakan. 

Jadi ceritanya begini, sekitar seminggu yang lalu saya ajak Hana ke acara peluncuran "Indomilk Jagoan Boboi Boy" untuk anak. Kebetulan Hana suka dengan karakter tokoh yang digunakan dalam permainan tersebut. 

Dalam salah satu sesi tanya jawab, seorang peserta bertanya kepada pembicara di panggung, tentang trik untuk menarik anak bermain permainan tersebut, sementara saat ini ada banyak permainan atau game-game canggih yang lebih menarik untuk anak. 

Menurut sang Pembicara, anak-anak, sebetulnya tidak butuh mainan yang keren dan banyak. Yang anak-anak butuhkan adalah kawan bermain. Dan bagi anak, sangatlah berarti bagi mereka bila orangtua mereka bersedia bermain bersama. 

"Jadi, jangan lupa untuk temani anak main ya, Pak, Bu ...," begitu pesan si pembicara yang berprofesi sebagai seorang psikolog. 

Nah, kayane Hana well noted banget untuk kata terakhir itu. Jadi, kalo sudah bosan main di luar, atau teman-temannya sudah pulang, ia pun nodong emak untuk main.

Simpel aja ngomongnya, "Ibu ingat tidak diacara susu kemarin; orangtua itu harus temani anaknya maen. Okay? ingat nggak si ..."

(coba kasi saya soundtrack "Krik" "Krik")

Padahal asli, hari itu kerjaan saya sedang overload; baik kerjaan rumah, ataupun tulisan yang tertunda gara-gara sakit batuk hebat. Dan saya pun tidak ada pilihan selain menurut ....

Momen mati kutu yang kedua adalah tadi siang. Sambil duduk di punggung saya yang sedang ngetik, asik banget dia bicara,

"Bu, aku tahu kemarin ibu bohong."
"Kapan? Bohong apa?"
"Waktu itu ibu ngisi form buat lomba susu, ibu bilang aku suka baca, padahal aku kan nggak suka baca. Ibu bohong."

Kalo kali ini, saya bisa mengelak

"Emang Hana waktu itu suka baca, sekarang aja gara-gara nonton TV-nya banyakan jadi males baca."
"Nggak bisa, pokonya ibu sudah bohong."

Nek koyo ngono ki, rasaku njuk piye .....

Perlu Nggak Sih, Komentar di Moderasi?

perlunyamoderasikomentarpadablog


Benernya nih, benernya ... nggak pengen bikin post tentang dunia blogging-an; soalnya topik yang satu itu, sudah saya pisah di blog tersendiri (rahayusbloggingcorner.blogspot.co.id)

Tapi nggak papa lah, berhubung sedang ikut arisan link dari blogger perempuan dan musti review blog-blog milik peserta arisan, jadi, baiklah bikin pojokan khusus untuk nge-blog. 

Okeh, back to topik, tentang komentar di blog, perlu nggak sih komentar di Moderasi? 


Salah satu blog yang paling saya suka mampir adalah blog mbak Annisa Stevani. Ceritanya ringan, dan sering juga ngobrolin topik-topik penting dunia blogging. Jadi sepertinya kalo nggak mampir kok sayang. 

Asiknya lagi, setiap kali ninggalin komentar di blog mbak Annisa tu nggak perlu nunggu moderasi untuk melihat komentar kita. Rasanya kok plong ya... (ketahuan punya gejala narsis he he he). Seneng gitu komentar saya langsung bisa dibaca. 

Padahal saya sendiri termasuk kelompok yang memoderasi komentar. Alasannya apalagi kalo mencegah ada komen-komen nggak jelas mampir, dan juga kawatir lupa berkunjung balik pada blog pengunjung; terlebih bila mereka komentar pada post-post lama. 

Tapi setelah sering mampir ke blog mbak Annisa, rasanya kok jadi ingin membuka moderasi itu ya...

Nah, bagaimana menurut Sahabat Blogger, perlu nggak sih, komentar dimoderasi?




Update: Jawaban pastinya ada pada artikel "Pentingnya Komentar Dimoderasi"

Inspirasi Harapan dari Dahlian Ayu Novanti



Sore ini, usai blog walking ke rumah mbak  Dahlian Ayu Novanti, saya serasa De Ja Vu. Ada satu post mbak Vanti yang membuat saya tertarik, post tentang project menjahit mbak Vanti dengan sang Ibunda.

Ya, kalo urusan tentang jahit-menjahit saya memang agak melow.

Cerita mbak Vanti seolah mengingatkan saya pada mimpi lama, mimpi untuk menjadi fashion designer. Ya, meski saya suka menulis fiksi dan puisi, tapi sejak SD saya memang sudah "menancapkan mimpi" untuk menjadi seorang seorang fashion dsigner.  Mungkin karena saya tebiasa melihat ibu menjahit, dan saya juga sering dimintai pendapat oleh ibu, model apa yang tepat untuk bahan dan corak tertentu.

Dulu, sejak punya mimpi itu, saya kemudian sering mengumpulkan aneka mode baju, termasuk ketrampilan yang berkaitan dengannya. Seperti membuat kreasi quilting atau patch work, membuat aksesori, bordir dan maish banyak lagi.

Ketika lulus SMP, ibu, sosok yang dulu sangat mendukung dan mendorong cita-cita sya, malah berbalik, Beliau melarang saya untuk sekolah fashion design dan malah memasukkan saya ke sekolah kejuruan pengolahan pertanian.

Kecewa, usia lulus sekolah saya "lari" ke Jakarta dengan membawa semua mimpi saya. saya ingin bekerja, dan kemudian sekolah di Boenka Soen.

Tapi ternyata Allah berkehendak beda, saya malah asik meloncat dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain sebagai seorang analis laboratorium. Meskipun begitu, saya tetap menyimpan keinginan untuk tetap bisa membuat dan menjahit baju saya sendiri.

Harapan saya kembali muncul, saat akhirnya bisa resign dari pekerjaan dan kembali menekuni dunia kepenulisan.Tapi ternyata saya malah jatuh cinta dengan dunia content writing dan blogging.

Hmm... mungkin memang ini takdir saya, mungkin ini dunia terbaik untuk saya. Toh, kalo menjahit saya tidak begitu rapi, berkreasi dengan kain pun saya jarang selesai atau menghasilkan karya yang bagus. Mungkin waktu itu ibu sudah melihat bakat ketidak telatenan saya dan berpikir bahwa saya tidak cocok di dunia jahit-menjahit.

Tapi keinginan untuk bisamenghasilkan baju atau penak-pernik yang memerlukan ketrampilan menjahit, tetap ada dalam hati saya. saya ingin menjahitkan baju mengaji dan lebaran untuk Hana, membuat aksesori cantik dari pita, atau malah membuat dekorasi rumah dengan kain perca.

Terlebih bila ada kemungkinan untuk memasarkanya. Hanya perlu waktu yang tepat untuk mengeksekusinya.
Seperti perjalanan mbak Novanti, yang semula tidak tertarik dengan dunia menjahit, kemudian mengakrabinya saat kuliah, dan kini malah membuka bisnis kreasi kain perca bersama Ibunda.

Bila memang saya tidak berbakat dalam dunia fashion, semoga saya masih punya bangku di dunia kreasi aksesori atau seni menjahit lainnya. Sukur-sukur, saat itu saya juga sudah memiliki cukup kesabaran dan ketelatenan untuk membuat sebuah patch work juga.

Cerita mbak Novanti tentang project Jahitan Ibu telah menginspirasi saya. Saya tahu, akan tiba waktu saya untuk kembali ke mimpi lama. Dan semoga waktu itu tidak terlalu lama dari sekarang.

10 Trik Sukses untuk Mendisiplinkan Balita


caramendisiplinkanbalita_rahayupawitriblog

Sehari kemarin, nggak tahu kenapa topic pembicaraan kok sedang seputar Hana. Salah seorang kawan di sekolah Hana bertanya bagaimana mendisiplinkan Hana, eh siangnya editor saya kok juga bertanya hal serupa.

Bicara tentang disiplin Hana, bagi saya, Hana adalah anak yang cukup disiplin (btw, katanya ngomong kebaikan anak juga doa lho, he he he).Tidak berarti dia selalu on time melakukan kegiatan yang sama, pada waktu yang sama, dari hari ke hari. Disiplin Hana adalah disiplin santai; dia tahu apa yang harus dia lakukan dan dia berkomitmen akan hal tersebut.

Misal kalo pas main di luar dan waktunya pulang, ia pun pulang. Pekerjaan wajib dia, seperti PR, membaca, IXL, dia kerjakan sendiri tanpa saya perlu berteriak. Begitu kewajiban pribadinya, Alhamdulillah sekarang ini tak lagi pakai drama.

Termasuk juga waktu untuk sholat; dia sudah cukup paham “I know, I got to do this. And It’s for my own sake

Kalo ditanya bagaimana Hana bisa disiplin, …. Bagaimana ya, ini adalah sebuah proses yang lama, sangat lama … mungkin sejak dia mulai berumur 3 tahunan (Hana sekarang 7 tahun) atau mungkin juga bayi.

Awal menerapkan aturan pada Hana tu selalu penuh drama. Susah pakai banget! Tangis melengking, suara meninggi …. (duh, I wish I could do better). Jadi, semua tips parenting saya lakukan, beberapa berhasil, beberapa harus diganti dan dimodifikasi.

Tapi, saya mencatat beberapa hal penting yang saya lakukan untuk mendisiplinkan Hana saat balita.

10 trik saya untuk mendisiplinkan Hana saat balita

1. Lakukan kebutuhan bayi pada waktu dan jam yang sama 

Melihat beberapa contoh orang sukses, yang ternyata memiliki hidup yang disiplin, saya pun jadi pengen Hana kelak juga memiliki hidup yang disiplin.

Belajar dari banyak buku, juga situs-situs parenting, salah satu cara untuk memperkenalkan disiplin sejak dini adalah dengan melakukan kegiatan yang sama pada waktu yang sama, dan dengan urutan yang sama.

Entah sudah bawaan Hana, atau memang ritme bayi seperti itu; setiap jam 6 pagi dia musti bangun. Jam 7 mandi, dan usai mandi sudah ribut bila tidak mendapat ASI. Jam 9 atau jam 10 dia bangun, minta ASI, ngoceh ini itu, dan jam 12 sudah mulai minta ASI karena ingin tidur.

Jamnya tidak sama persis, tapi pasti tidak jauh dari jam-jam kebiasaan Hana.

Dan bila ingin berubah jam, biasanya dia akan tidur lebih lama, dan keesokan baru dia sudah punya ritme sendiri.

2. Kenalkan urutan kegiatan 

Sejak dari bayi, saat mandi biasanya saya ajak ngobrol Hana, "Habis ini adik ganti baju, terus mamam ASI, baru bobok lagi, ya."

Setelah agak besar, biasanya sambil mandi saya tanya, "Setelah ini mau apa?", "Jam berapa mau bobok siang?", "Apakah sore ini Hana mau ke embah? Kalo mau kesana, berarti Hana harus mandi jam setengah empat", dan seterusnya.

3. Mengenalkannya dengan waktu/ jam

Pikir saya si, sederhana, akan sulit untuk membuatnya mengerti waktu mandi, makan, atau kegiatan main bila Hana belum bisa membaca jam.

caramendisiplinkanbalita_rahayupawitriblog
Jam Simajiro Hana, salah satu alat untuk mendisiplinkan balita 

Alhamdulillah saat Hana masuk usia 3 tahun, saya menang give away Simajiro, mainan anak untuk mengenalkan waktu pada balita. Pas banget, Hana memang suka mainan sejenis, dibanding mainan seperti boneka atau masak-masakan.

Salah satu cara saya untuk mengenalkan perilaku dan aturan adalah dengan dongeng. Dan kebetulan paket Simajiro ini komplit dengan buku dongeng dan aktivitas.

Kalo sedang suka dengan sesuatu, Hana mudah sekali meniru. Begitu juga saat sudah punya Simajiro, saya tinggal menunjukkan waktu pada gambar atau malah jam Simajiro untuk menunjukkan kegiatan apa yang sebaiknya dilakukan pada waktu tersebut.

Oya, jam Simajiro ini memang dilengkapi dengan gambar kegiatan anak pada setiap waktunya. Misalkan jam 6 pagi mandi, jam 7 sarapan dan seterusnya.

Apakah ada drama dalam proses ini? Ya, tentu saja ada. Namanya juga anak-anak. Tapi nanti saya cerita terpisah saja ya, agar tak melebar kemana-mana.

Oya, saya juga pernah menuliskan trik mengenalkan waktu pada anak di Asian Parent Indonesia, sila ikuti tautan berikut "Mengenalkan Disiplin Waktu pada Anak"

4. Tidak ada ancaman

Saya itu parenting book banget he he he. Maklum, nggak punya adik, jadi nggak ngerti bagaimana cara seorang ibu membesarkan anaknya. Tahunya ya, cuma bagaimana ibu memperlakukan saya. Otomatis hal tetek bengek tentang bayi – balita saya nggak ngerti.

Nah, di salah satu buku yang pernah saya baca, katanya tu kalo pengen anak nurut, beri tahu saja konsekuensi dari pilihannya itu. Jangan pernah diancam.

Jadi lebih baik katakan, “Nanti badan adik akan gatal kalo nggak mau mandi” alih-alih bilang, “Kalo nggak mau mandi nanti ada ondel-ondel datang, lho”.

Mengancam anak adalah percuma, terlebih bila ancaman kita kemudian tak terbukti atau tak dilakukan; meski nggak mau mandi, nyatanya nggak ada ondel-ondel datang. Atau bila anak menolak mandi kemudian kita mengancam hendak menguncinya di kamar mandi, dan kemudian tidak melakukan apa yang kita katakan, maka anak akan mencatat bahwa ancaman kita hanya gertakan, dan hanya angin lalu. Wajar bila kemudian anak malah semakin bandel dan tidak menurut.

5. Konsisten

Saya termasuk tipe yang tega dengan anak; bila sudah memutuskan “enggak” ya akan “enggak” selamanya. Ini tantangan besar, karena biasanya kita malu bila anak ngamuk atau nangis keras-keras. Dan biasanya karena konsisten jugalah drama biasanya bermula. :)


Waktu memasuki usia 4 tahun (oh, ya, saya punya catatan perkembangan Hana, jadi cukup hafal dengan perkembangan Hana he he he), Hana mulai sulit mandi. Entah apa penyebabnya, pokoknya dia males banget. Mandi pagi pasti diatas jam 10, sementara mandi malam pasti hampir atau malah usai azan maghrib berkumandang.

Kadang tantenya jemput untuk ke rumah nenek sebelum jam 10. Saya melarang dia untuk pergi sebelum mandi. Tapi Hana justru kekeh nggak mau mandi. Hasilnya? Ya udah pasti drama; nangis jejeritan, tarik-tarikan badan, gendong kedalam kamar mandi, Hana malah lari keluar.

Dilepas paksa bajunya malah bajunya diambil lagi. Akhirnya dipaksa dimandiin sambil tetep pegangin baju kotornya dan nangis tentu saja. Usai mandi, bukanny a mau dipakein baju malah maksa pakai baju yang basah tadi.

Sebagai orangtua normal pasti melarang, begitu pula saya. Tapi ternyata hal tersebut malah salah; percuma bilang pada Hana bahwa nanti bisa masuk angin dan dingin, tetep aja pokoknya pakai baju yang basah itu.

Dan dengan dituruti dan dibuktikan bahwa ia akan merasakan apa yang saya bilang, barulah dia mau nurut. Setelah dipakaikan baju yang basah dan dia merasa dingin, barulah ia mau ganti baju. *lap keringat.

Dari sini saya belajar, bahwa saya harus konsisten dengan apa yang saya bilang, serta membuktikan bahwa apa yang saya bilang adalah benar dan terbukti.

Seperti saat bilang dia nggak boleh main sebelum mandi, atau baju kotor tidak akan dicuci bila tidak masuk keranjang baju, ya tetap seperti itu. Tak peduli seperti apa nangisnya dia, peraturannya akan seperti itu, selamanya.

6. Kasih sayang yang tulus, tanpa syarat

Ngerti si, kalo setiap orangtua pasti sayang sama anaknya, dan cinta mereka tentu tulus. Tapi kadang ucapan kita tidak seperti hati kita.

“Ayo, dik, makan, kalo nggak makan nanti ibu nggak sayang, lho” he he he sering gitu nggak?

Nah, saya coba menghindari kata-kata seperti itu. Saat “berperang dalam drama” sekuat tenaga untuk menjaga ucapan saya. Saya selalu bilang, “Ibu tu marah, karena ibu sayang Hana, ibu kasih tahu Hana mana yang baik dan yang buruk. Agar Hana kelak menjadi anak sukses.”

Jadi, menurut saya, anak perlu tahu kalo kita benar-benar sayang dia. Alhamdulillah bila ditanya “Ibu galak ngak dik? Apa ibu jahat?” dia akan menjawab, “Nggak kok, ibu kan cuma ngasi tahu. Tapi ngomongnya jangan keras-keras. Karena kalo keras sakitnya tu, disini,” begitu ucapnya sambil nunjukkin dadanya. Hi hi hi …

7. Biarkan ia memilih waktunya.

Lepas dari usia balita, saya coba untuk mengenalkan Hana dengan time planner. Tapi ia malah bosan, melakukan kegiatan yang sama dengan waktu yang sama persis. Meskipun jam pelaksanaanya pun dia yang pilih sendiri.

Jadi, sekarang saya lebih suka bertanya kapan ia mau mandi jam berapa, pekerjaan wajibnya akan dilakukan jam berapa, dan seterusnya.

Cara ini ternyata lebih berhasil, dan Hana bisa konsisten dengan semua kegiatan pribadinya.

8. Kenali karakter anak

Dari pengalaman diatas, ada beberapa hal yang saya sering tularkan pada ibu-ibu (selain tidak ada ancaman dan konsisten) yaitu kenali karakter anak, dan temukan sendiri gaya disiplinnya. 



Karena ada anak-anak yang cocok dengan gaya disiplin protokoler, jam dan kegitana rapi ditentukan di muka. Ada pula yang seperti Hana, disiplin tapi santai ... Daripada memperpanjang drama, kita juga yang capek bukan?

9. Perbaiki diri

Kalo ini si, resep dari ustadz YM, pokonya kalo pengen anak baik, kita harus baik, kalo pengen anak disiplin, kita juga harus disiplin. Tunjukkan bahwa kita juga berusaha untuk disiplin disetiap hidup kita.

Ya, menjadi ibu rumah tangga yang nyambi jadi penulis konten, membuat saya memang harus pandai mengatur waktu. Meski tak berhasil setiap hari, tapi saya berusaha untuk menunjukkan pada Hana bahwa saya punya jadwal, dan berusaha sebaik mungkin memnuhi jadwal tersebut.

10. Doakan

Doa memang saya tulis terakhir, tapi sungguh ini adalah hal pertama dan selalu saya lakukan. “Tolong beri saya petunjuk untuk mendidik amanahmu, ya. Allah”, “Tolong saya bagaimana mendisiplinkan Hana”, “Tolong lunakkan hati Hana ya, Allah, agar mau mendengar kata-kata ibu dan ayahnya”, dan seterusnya. Masih ada banyak dan akan selalu ada doa untuk Hana.

Hmmm... sepertinya itu cara saya untuk mendisiplinkan Hana saat balita. Semoga bermanfaat ya ...

caramendisiplinkanbalita_rahayupawitriblog



30 Quotes Inspiratif dari Karakter Fiksi

Salah satu kegiatan yang paling saya suka saat menemani Hana nonton TV adalah adanya quotes-quotes inspiratif yang diucapkan oleh tokoh fiksi (mostly kartun sie ...) pada film tersebut.

Beberapa sudah saya simpan; seperti quotes dari lagu Sophia the First yang mengajak kita untuk tidak pernah menyerah saat menghadapai kesulitan, karena disana bisa jadi ada hal berharga yang akan kita peroleh.

Alhamdulillah, pagi ini nemu kumpulan quotes dari Huffington post. Saya embed disini sebagai pengingat, dan siapa tahu, menginspirasi Sahabat juga.
30 Inspirational Quotes From Fictional Teachers and Mentors

From Visually.