-->

Tangkap Kreativitasmu Dengan Samsung Galaxy Note 5

Artikel berbentuk gambar saat ini lebih disukai pengguna internet

Tahukah Anda, Sahabat Rumah Hana, seiring dengan perkembangan teknologi dan pesatnya informasi, ternyata pelaku pengguna internet saat ini pun berubah.

Bila dulu umumnya orang akan betah berlama-lama menikmati bacaan, namun kini informasi yang ringkas, ringan, namun penuh manfaat adalah jenis informasi yang banyak kalangan cari.

Dan sebagai penulis konten pada sebuah situs majalah parenting pun saya dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan informasi dalam format semacam ini. Bagi kami, tim penulis the Asian Parent Indonesia, format artikel semacam itu kami sebut sebagai format Gallery. Dimana informasi pada halaman situs didominasi oleh gambar dibandingkan dengan tulisan.

Saya sendiri termasuk penganut paham bahwa "A picture can speak thousand words". Untuk itu kalo dapet tugas untuk membuat gallery tu asik banget. Bisa bermain-main dengna imajinasi dan sekreatif kita.

Sayangnya, keasikan tersebut kadang menghilang saat deadline sudah di depan mata, sementara di hari yang sama saya harus banyak keluar rumah.

Disaat seperti itulah, seringkali saya berharap bahwa saya bisa mengerjakan tugas konten sambil mobile kemanapun.

Tak hanya itu, kadang duduk bengong di angkutan umum, membuat saya menemukan ide-ide baru yang cocok untuk beberapa situs yang saat ini saya menjadi kontributor.

Untuk itu, ketika pertama kali melihat teaser Samsung Galaxy Note 5 di televisi, saya merasa, bahwa inilah smartphone jawaban permasalahan saya. Pokoknya, It's really a must have smartphone ever, deh.


Bekerja dengan gambar, meski menyenangkan, sesungguhnya bukan pekerjaan yang mudah. Musti memindahkan gambar dari tab satu ke tab yang lain.
Atau bila bekerja pad perangkat semacam tablet, maka musti pindah jendela yang satu ke jendela yang lain. Plus bonus nunggu, mending kalo koneksi inet lagi kenceng, kalo enggak, wah garukin tembok deh. Untuk itu sangatlah sulit ketika harus mengerjakan galeri dengan perangkat mobile biasa.

Tidak hanya itu, pekerjaan ini juga membutuhkan memori yang cukup besar untuk  dapat upload, download atau malah menyimpan hasil kerja.

Melihat spesifikasi Samsung Galaxy Note 5 ini yang bisa bekerja dengan banyak jendela, ditambah memori di dalamnya yang mencapai 32 GB/ 64 GB, tentu cukup memadai bagi pengerjaan post galeri saya.

Keberadaan S-Pen yang terlihat ringan dan enak digenggam, cukup membantu untuk melakukan pengetikan atau editing gambar yang kadang tidak mudah dilakukan diperangkat mobile biasa. Kalo melihat teaser diatas tu, kita seperti bekerja dengan pensil. Klik sana, klik sini, dan viola.... you got a gallery as you want to. Yakin deh, bakal bisa setor post galleri banyak-banyak dengan gadget yang satu ini.

Tak hanya itu, sebagai penulis konten untuk beberapa situs, saat keluar rumah seringkali saya musti membawa "seperangkat" alat tempur yang, yach... lumayan lah. Sekedar untuk capturing momen, nulis ide, nge-cek to do list, atau membuat catatan-catatan kecil (maklum sudah mau kepala 4, jadi kadang ada aja yang lupa kalo ga dicatet).

Perangkat tempur saya saat pergi keluar rumah (Duh, pakai Samsung Galaxy Note 5 pasti lebih cantik)

Berat si, tapi mau gimana lagi, yang namanya ide itu seringkali datang ga pakai permisi. Jleg, gitu aja, dan kabur, tanpa pamitan pula. Jadi, fitur S-Pen yang bisa langsung digunakan meski dalam keadaan gadget terkunci, tentu saja sangat membantu.

Ide yang tiba-tiba "nongol" bisa langsung ditulis, seolah kita sedang mencorat-coret buku. Di lain waktu, ketika sudah senggamg tinggal buka file folder, dan pindahkan ke tulisan atau galeri gambar.

Makanya dengan adanya fitur tersebut saya berharap ga perlu lagi bawa kamera, notes, dan perlengkapan lain setiap kali harus ke luar rumah.

So, kemarin coba mampir ke halaman pre-order Samsung Galaxy Note 5. Dapet tambahan beberapa info yang lebih lengkap disana (eh, kalo naksir, wajib juga tu subscribe infonya). Dan .... makin meleleh waktu lihat video Samsung Unpacked 2015.


Jadi tahu, kenapa produk ini keren. Karena Samsung dibuat dengan cara "mendengarkan apa yang menjadi keinginan penggunanya". Wajar jika kemudian screen device ini besar, karena banyak pengguna yang ingin mudah untuk menulis, membaca, tapi tetep mudah untuk digenggam. Dibuat dengan lebih tipis serta dibalut dalam balutan metal dan kaca untuk membuat desain yang versatile, abadi. Hingga pengguna bisa jadi ga akan berpikir butuh smartphone lainnya hingga beberapa tahun ke depan.

Perbaikan pada S-Pen membuat pengguna terasa menulis dengan pen biasa diatas kertas. Membuat semua pekerjaan terasa mudah, nyaman, dan ringan. Terlebih dengan adanya fitur wireless charging yang akan membuat kita tidak akan pernah kawatir bahwa pekerjaan kita akan terganggu karena baterai yang habis. Ga ribet lagi bawa power bank kemana-mana.

Ga heran bila moto Samsung Galaxy Note ini adalah Yes, the Next is now

Jadi, gimana? Mupeng kan????? Iya, pake banget. Buruan gih, ikut pre-ordernya, masih ad waktu sampe tanggal 6 September ini kok. Jadi mari berdoa, kalo ga dapet bulan ini, semoga akhir tahun si Emas yang menawan ini bisa ada di genggaman, Insya Allah. Let's your creativity #StartWithNote5

Lewat Mana: Dari Bekasi ke Plaza Indonesia, Thamrin City



Awal bulan dan pertengahan Agustus ini, saya main di seputar Bundaran HI, tepatnya di Plaza Indonesia dan Thamrin City.

Yang pertama memenuhi undangan Blogger Meet up dari Sunlife Indonesia, salah satu perusahaan asuransi tertua di Indonesia; dan yang kedua di undangan belajar kesehatan gigi bersama HHDC Clinic, di Office Suite Thamrin City, Jl. KH Mas Mansyur.

Seperti biasa, Google Maps jadi rujukan pertama saya untuk mengetahui rute lokasi beserta bis apa yang harus saya pilih.

Awalnya saya ga tahu lho, kalo untuk ke Thamrin City, ternyata bisa melalui Plaza Indonesia. Jadi sempet puyeng juga baca rute kethamrin City. Ternyata oh, ternyata.....


Nah,berhubung rutenya ga jauh beda, jadi rute rekomendasi dari Google saya gabung saja ya.

Awal keberangkatan saya dari perempatan Bulak Kapal. Meski petanya nunjukin musti ke terminal Bekasi dulu untuk mendapatkan bis yang disarankan, tapi saya milih nunggu bis di Bulak Kapal saja.

 
Seperti dapat dilihat pada peta diatas, ada 3 bis yang menurut Google melewati Bundaran HI atau tepatnya Plaza Indonesia.
Berhubung ketiga rute tersebut rata-rata menuju Blok M, saya coba lebih memilih untuk ga ngikutin Google (lagi... ha ha ha).

Habisnya ketiga rute itu biassanya lelet. jadi pas Mayasari AC52 lewat (rute Bekasi - Tanah Abang) saya memilih menggunakan tersebut guna menuju ke Bundaran HI. Nah, coba cek rute Mayasari AC52 ini, tetap lewat Bundaran HI juga kan?


Naik AC 52 biasanya lebih cepat. Karena bis ini menggunakan jalur tol lingkar dalam untuk sampai ke Jakarta.

Untuk ke Thamrin City, cukup turun di depan Plaza Indonesia, dan jalan terus ke arah kiri, dari arah Sahabat turun bis.

Oke, semoga bermanfaat ya....

Jurus Jitu Jadi Blogger Kaya



cara mengatur keuangan
(pic. source: id.theasianparent.com)

Anda seorang Blogger? Pengen jadi Blogger kaya? Sama dong, kalo gitu. Ya, siapa sih, yang ga pengen jadi kaya, hidup happily ever after?

Tapi, sebelum ngomongin tips jadi Blogger kaya, gimana kalo kita definisikan dulu sebetulnya siapa, si, orang kaya itu; atau paling tidak seperti apa ciri orang kaya.

Mungkin kalo untuk seorang Blogger, menjadi Blogger kaya itu berarti, kontennya banyak yang suka, followernya banyak, jadi gampang kalo pengen menawarkan diri untuk review, atau iklan. Dan giliran dapet review, maka job reviewnya mengaliiiiirrrr terus setiap bulan, malah ada yang ngantri.

Atau kalo yang fokus pada SEO, ya, udah pasti, gaji dari Google Adsense yang melimpah ruah, macam Mas Dian, salah seorang Mastah SEO yang konon tumpukan uang rupiahnya sampe tiga dimensi.

Tapi guys, kata Pak Safir Senduk, salah seorang perencana keuangan Indonesia tu, orang kaya adalah

cara mengatur keuangan
Blogger banyak aset = Blogger kaya

Nah, dengan definisi seperti itu, maka kita bisa tahu bahwa siapa aja, Blogger umur berapa aja, bisa aja disebut sebagai orang kaya. Karena definisi kaya sebetulnya adalah berapa banyak harta produktifnya. 

Iya, si, kalo buat Blogger, situs blog juga bisa dikatakan aset. Terlebih bila sudah menghasilkan seperti mas Dian itu. Tapi,...untuk mencapai seperti mas Dian tu juga ga mudah butuh waktu, tenaga, investasi ilmu, peralatan SEO , dan masih banyak lagi.

Bijak atur keuangan = jalan menuju kaya

Ngerti kok, kalo saat ini, Sahabat masih belum berani jadi full time blogger karena blog yang dipunyai belum bisa menghasilkan seperti yang diharapkan (senasib dong, kita...)

So, yuks, kita merintis jadi orang kaya dulu aja, sambil nungguin blog kita menghasilkan. Caranya? Cobain deh, ikuti tips dar Safir Senduk di acara Blogger Meet Up ini.

"kunci salah seseorang untuk bisa menjadi kaya adalah bagaimana cara ia mengatur uang"


cara mengatur keuangan

Misalkan seperti ilustrasi di atas, 

Meskipun Blogger nomer tiga penghasilannya paling kecil, namun karena ia pandai mengatur uang, maka ketika usahanya terhenti, (lagi ga da job review, sakit jadi ga bisa kerja, ada kejadian-kejadian alam yang tak terduga dsb), maka kita pasti tahu bahwa Blogger nomer tigalah yang paling bisa bertahan terhadap situasi-situasi sedemikian.

Atau ketika pada akhirnya ia memutuskan untuk resign, istirahat dari “hiruk-pikuk” per-bloggeran, hidupnya akan bisa tenang karena ia telah memiliki aset yang bisa membiayai hidupnya nanti.

Oya, menurut Pak Safir, ternyata gaya kita ngatur uang dipengaruhi juga oleh tipe otak kita.

cara mengatur keuangan
Ciri-ciri otak kanan dan kiri. Kamu termasuk yang mana?

Jadi, kalo Sahabat biasa ga bisa tidur gara-gara nungguin pre-order gadget terbaru, atau terbayang-bayang SALE baju di Plaza Indonesia, meski koleksi baju di rumah sudah hampir dua lemari, bisa jadi Sahabat adalah tipe orang kanan.

Bagi Sahabat ni, dateng ke acara Blogger pake baju itu itu mlulu = mati gaya. Gadget yang dipakai itu-itu mlulu sama arti kehilangan kesempatan untuk bisa review produk terkini.

Salah? Ga juga si… Namanya juga Blogger, apa si yang ga bakalan bisa jadi uang? (ngaku ajah....) Bukannya datang ke acara ketemuan blogger aja bisa ganti gadget, ya ga?

Enaknya jadi Blogger........
Yang hobi update fashion, bisa aja jadi Blogger fashion. Yang suka update gadget bisa juga jadi Emak Gadget macem mbak Arin Murtiyani.

Hanya saja, kita semua pasti tahu, bahwa bekerja sebagai blogger itu bukan kerja instan, hari itu kerja, hari itu langsung menghasilkan. Semua butuh waktu, ngga ada blog yang bisa menghasilkan rupiah atau dolar dalam waktu jam atau beberapa hari.

Padahal, koneksi internet, biaya jalan ke acara, makan sehari-hari, hutang di pegadaian (*eh), semua itu kan perlu dibayar saat ini, ngga bisa nunggu nanti saat blog sudah menghasilkan.

Jadi, disinilah kuncinya, bijak mengatur keuangan agar kehidupan kita menjadi #lebih baik.

Nah, gimana cara ngatur keuangan? Ini saran pak Safir Senduk

cara mengatur keuangan
Porsi pengaturan keuangan untuk hidup #lebihbaik
So, kalo habis gajian atau pas dapet job tu, langsung pisahin seperti prosentase diatas.

Oya, cara mengatur keuangan seperti diatas tu, ga hanya berlaku untuk Blogger lho, apa saja profesi Sahabat bisa menggunakan cara diatas untuk membuat kehidupan keuangan Sahabat menjadi #lebih baik.

Jika memang bisa untuk semua orang, kenapa ya, acara kemarin difokuskan untuk para Blogger?

Rupanya tu, ada “agenda tersembunyi” dari Sunlife ID dengan mengajak para Blogger untuk belajar mengatur keuangan dengan #lebihbaik.


Menurut Sunlife, Blogger saat ini bisa memainkan peran penting dalam penting dalam edukasi finansial masyarakat Indonesia.

Sebagai salah satu perusahaan asuransi tertua, visi misi Sunlife tidak hanya membantu merencanakan masa depan yang #lebihbaik bagi rakyat Indonesia namun juga bagaimana membuat rakyat Indonesia, bisa melek finansial.Tentu saja diawali dengan kepiawaian mengatur keuangan, apa pun profesinya; apatah pegawai tetap, freelancer, dan tentu saja Blogger.

Dan seperti kita tahu, profesi Blogger termasuk profesi yang cukup beresiko, terutama karena tidak adanya jaminan perlindungan kesehatan, kecelakaan, apalagi dana pensiun. Untuk itulah sangatlah wajib bagi seorang Blogger untuk juga memasukkan pos asuransi dalam rancangan pengaturan keuangannya.

First of all, kita perlu sadar dulu bahwa semakin tidak aman seseorang, maka ia akan butuh asuransi. Jangan sampai kehidupan keluarga menjadi kacau bin balau karena kejadian-kejadian tak terduga yang terjadi.

Nah, jika mindset diatas telah kita punya, maka dengan sendirinya, kesadaran pentingnya asuransi akan tertanam dalam diri kita.

Lalu gimana cara seorang Blogger (atau freelancer, atau siapa aja yang berpenghasilan tidak tetap) untuk dapat memiliki polis asuransi? Ini jawaban Pak Safir Senduk...


Berat? Ga juga sebetulnya, tinggal sisihkan saja sebagian penghasilan bulanan kita atau saat terima job review, bayaran iklan, atau malah transferan dari Google.

Jika asuransi sudah dimiliki, maka waktunya pilih cara untuk berinvestasi.

Ada beberapa pilihan asuransi yang cocok untuk seorang Blogger (atau freelancer).


Bukan begitu, bila dana terbatas, seharusnyalah asuransi yang didahulukan, baru kemudian berpikir untuk investasi. Karena bila investasi dulu, bisa-bisa nanti asetnya tergerus untuk membiayai hidup saat resiko terjadi.

Beberapa pilihan investasi untuk dana terbatas atau malah pendapatan tidak tetap adalah obligasi, saham, emas, deposit atau malah properti.

Khusus untuk properti, Safir Senduk menyarankan untuk mengubahnya menjadi aset yang dapat memberikan hasil rutin. Misalnya dengan mengubahnya menjadi kos-kosan atau kontrakan. Karena properti temasuk investasi yang ga mudah dicairkan.

Kalo buat saya si, ide semacam ini malah bisa jadi back up lho, saat kita ‘nganggur”, hanya posting-posting curhatan, atau cerita datengin event (*ini mah saya) atau apa aja yang ga dapet bayaran.

Uokeh…itu dia tips, sekaligus laporan dari acara Blogger Meet Up with Sunlife Id “Yuk, Bijak Mengatur Keuangan”.
Semoga ga kepanjangan dan capek bacanya. Jangan lupa, share bila dirasa bermanfaat untuk banyak teman Sahabat he he he.

Bermasalah Dengan Bau Mulut? Ini Solusinya


Pernahkah Sahabat menyadari bahwa ada salah satu bagian tubuh kita yang sering kita abaikan perawatannya?

Selain kaki, gigi/ mulut seringkali menjadi nomor sekian kali untuk mendapat jadwal perawatan yang optimal. Padahal, hampir setiap detik kita menggunakannya. Entah untuk mengunyah makanan, atau memperjelas pembicaraan kita.

Tak percaya? Coba deh cek saja, berapa orang dari keluarga di rumah yang rajin menggosok gigi sebelum tidur? Padahal ini adalah perawatan dasar dari gigi yang harus kita lakukan setiap hari. Belum lagi bila dilanjutkan dengan survei, berapa jumlah orang yang rajin pergi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali? Dapat 10 orang saja dari satu deret di komplek perumahan atau tetangga kita, sudah sangat hebat, tu (komplek perumahan di rumah saya, ya … he he he).

Kesalahan perawatan, bisa bikin gigi bergeser lho...

Padahal kesalahan perawatan pada gigi, bisa mengakibatkan banyak masalah; seperti bergesernya fungsi gigi, kerusakan gigi, dan tentu saja, bau mulut.

Betewei busway, kabarnya bau mulut tu diderita hampir sepertiga dari populasi orang di dunia, dalam rentang usia yang sangat bervariasi. Wah, serem, ya...
Bau mulut tidak hanya terasa tidak nyaman bagi pengidapnya, namun juga bisa mengganggu orang lain disekitarnya.

Saya pun termasuk salah seorang yang bermasalah dengan hal ini. Memang bau mulut tersebut tidak timbul sepanjang waktu, tapi bila dalam rentang waktu 2-3 jam tidak mengunyah makanan (setelah sebelumnya makan atau minum) pasti tak lama kemudian mulut terasa kering, dan saya merasa ada bau tidak nyaman keluar dari mulut.

Cara menghilangkan bau mulut


Tips Menghilangkan bau mulut dari Drg. Rachel, HHDC Thamrin City
Bicara pada seminar mini “Mari Bicara Gigi” di klinik HHDC, thamrin City, Drg. Rachel, menyebutkan bahwa ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan bau mulut. Seperti mengurangi konsumsi makanan yang berkadar gula tinggi, lebih banyak minum air putih, dan tentu saja, menyikat gigi dua kali sehari.

Sayangnya, cara perawatan dengan menyikat gigi dua kali ini kadang dilakukan dengan cara yang salah serta kurang lengkap. Seharusnyalah sikat gigi dua kali sehari ini dilakukan seusai makan, tidak hanya pada saat mandi pagi dan sore saja.

Pasta gigi yang digunakan pun haruslah pasta gigi yang berfluoride. Seusai menyikat gigi, sebaiknya juga melakukan pembersihan sela gigi dengan dental floss, berkumur dengan obat kumur non alkohol, dan yang tak boleh dilupakan adalah membersihkan lidah.

Seperti inilah lidah yang tidak dibersihkan. Eh, ada gas H2S, tahulah seperti apa baunya...

Membersihkan lidah sangatlah penting untuk mencegah bau mulut, karena pada tonjolan-tonjolan lidah kita seringkali terdapat bakteri atau sisa-sisa makanan yang dapat menyebabkan bau mulut yang tidak sedap.

Cara membersihkan gigi dan lidah untuk menghilangkan bau mulut

Banyak sekali nasehat tentang cara membersihkan gigi yang selama ini salah. Membersihkan gigi seharusnyalah menggunakan sikat gigi dengan bulu yang jarang agar kotoran pada sela gigi lebih mudah dibersihkan.

Sikat gigi juga harus dilakukan dengan pelan, dengan gerakan seperti “mengorek” kotoran gigi, bergantian dari gigi yang satu ke gigi yang lain.

Untuk itu, ada baiknya memilih sikat gigi dengan batang sikat tidak terlalu panjang, agar saat menggosok gigi kita tidak terlalu mengeluarkan tenaga yang bisa jadi malah melukai gusi.

Agar optimal, sebaiknya lidah dibersihkan terlebih dahulu. Tujuannya tentu saja untuk mengankat sisa makanan yang berada di sela-sela lidah.

Biasanya kita mendengar nasehat untuk membersihkan lidah perlahan-lahan dengan sikat gigi, namun cara ini bisanya beresiko karena bulu sikat gigi memang tidak di desain untuk membersihkan lidah.

Produk perawatan gigi dasar untuk mengurangi bau mulut dari oxyfresh
Salah satu produk yang bisa kita gunakan adalah Oolit Oxyfresh. Alat ini bentuknya sangat sederhana, hanya berupa lembaran tipis plastik dengan gerigi lembut di bagian kanan-kiri lembaran.

Sebelum cerita lebih jauh, tentang Oolit dan scalling lidah ini, saya akan sedikit bercerita tentang Oxyfresh.

Oxyfresh merupakan merek dagang dari salah satu produk perawatan gigi dari Amerika. Kandungan Oxygene dalam produk ini telah banyak membantu banyak orang mengatasi masalah bau mulut atau masalah gigi lainnya.


Oxygene yang terdapat dalam produk Oxyfresh akan menetralisir gas H2S yang terdapat dalam mulut kita dan menjadikannya senyawa garam mineral NaCl (iye, garam dapur tu…) yang aman untuk tubuh. Itulah makanya, produk Oxyfresh ini aman untuk anak-anak meski digunakan setiap hari.

Beruntung saya berkesempatan untuk mencoba produk Oolit dan praktek teknik scalling ini.
pic.source: oxyfresh.com


Selama dua minggu ini, sebelum gosok gigi, saya membersihkan lidah terlebih dahulu dengan tooth scrapper Oolit dari Oxyfresh. Setelah berkumur, dilanjutkan dengan menyikat gigi menggunakan sikat dan pasta gigi Oxyfresh juga.

Pada penggunaan tiga hari pertama, masalah bau mulut saya mulai sedikit berkurang. Saat bangun tidur di pagi hari-pun, bau mulut yang saya rasakan juga banyak berkurang.

Karena aman untuk anak, saya juga memberikan pasta gigi ini untuk Hana coba. Entah mengapa, si Hana ni, sedari kecil bau mulutnya kadang kurang segar meski tidak pernah mengkonsumsi susu formula.

Alhamdulillah, Oxyfresh toothpaste lumayan mengurangi bau mulut pada Hana. Untuk itulah, sampai saat ini kami berdua masih menggunakan produk Oxyfresh Toothpaste dan Toothbrush untuk menjaga kebersihan gigi.

Sayang, produk Oxyfresh bukanlah produk yang mudah diperoleh di pasaran. Produk ini hanya bisa diperoleh dibeberapa klinik gigi tertentu saja. Jadi, ya kemungkinan agak sulit, ni, untuk restock saat persediaan di rumah mulai menipis.

Nah, itu dia tips menghilangkan bau mulut dari  HHDC kemarin. Semoga informasi diatas juga bermanfaat untuk Sahabat semua. Salam.

Galleri Blogger Meet Up "Yuk Kelola Keuangan Dengan Bijak" with SunLife ID and Safir Senduk

Tanggal 1 Agustus kemarin, komunitas Blogger Muslimah mendapat kesempatan untuk belajar mengelola keuangan bersama SunLife_ID dan Safir Senduk.

Sepanjang acara, peserta diajak menganalisa keuangan pribadi dengan santai. Ketawa mlulu. Ga percaya? Berikut buktinya...

1. Ngakak di awal acara, kesindir sama yang satu ini



2. Yach, mau gimana lagi, ketika hukum newton berlaku...

3. Yang satu ini, pasti ga kerasa banget
Udah ngaku aja, menenteng shopping bag itu memang gaya

4. Apalagi kita lahir di negara ...
Lebih parah lagi....
 5. Dan ... ini hasilnya

6. Jadi, yuk, kelola keuangan dengan bijak

7. Jangan putus asa, berapa pun penghasilan, pasti ada kesempatan mengembangkan aset. Karena...

8. Btw, acara paling seru adalah... Foto Bareng!!!!



Pengen tahu tips ngatur keuangan ala Pak Safir Senduk? Nantikan post selanjutnya, ya....

Update per 31 Agustus  2015: Cara ngatur keuangannya ada di pos "Jurus Jitu Jadi Blogger Kaya"