-->

Gandeng Tangan, Have Fun di Dufan, Jalin Persahabatan


Sejak lihat iklan Dufan yang waktu itu wara-wiri di televisi, apalagi juga melihat Baleho pembukaan  Hello kitty di depan Ancol, si Hana jadi rajin merengek terus pengen ke main ke Dufan.
"Pengen lihat Hello Kitty," katanya.

Alhamdulillah keinginan tersebut akhirnya terwujud saat ada undangan pembukaan wahana Hello Kitty dari Managemen Ancol untuk member KEB bulan April lalu.

Wahan Hello Kitty ini merupakan wahana petualangan yang dikemas dalam sebuah kapsul berbentuk apel berwarna pink; ciri khas dari warna Hello Kitty. 

Replika dari ciri khas benda di dunia
 
Si kapsul Apel ini akan membawa kita “menjelajah waktu” dengan menyaksikan keindahan budaya Indonesia pada sebuah layar besar berbentuk kepala Hello Kitty.


Pertama memasuki kita akan dibawa disebuah lorong “pengkondisian” yang dihiasi dengan ornamen cantik Hello Kitty.

Setelah masuk ke “pesawat” Hello Kitty, maka kita akan melihat sebuah aula yang cukup besar. Di bagian dinding aula tersebut ada diorama Hello Kitty di laboratorium dan perpustakaan.

Replika Laboratorium di Wahana Hello Kitty Dufan

Kalo masih belum puas menikmati melalui layar kaca berbentuk kepala Hello Kitty, kita dapat duduk asik menonton perjalanan Hello Kitty  ke pelbagai negara di ruang selanjutnya.

Usai acara pembukaan, tentu saja kami juga bisa menikmati the Never Ending Fun Dufan dong. So, sambil gandeng tangan, jalan-jalan lah kami berpindah dari satu wahana ke wahana yang lain.

Serunya lagi, ku juga ketemu dengan member komunitas lain yang bisanya cuma bisa ngobrol atau leave komen doang.

Liburan seru, Never Ending Fun, Jalin Persahabatan

Berhubung kawan baru tapi lama (he he he lama kenal tapi baru ketemu) juga bawa krucil-krucil yang belum bisa menikmati wahana seru Dufan seperti tornado atau kora-kora, akhirnya kami pum memilih wahan indoor yang masih kids friendly, seperti istana boneka. Wahana yang bisa menjadi ajang edukasi dan liburan seru untuk keluarga.

Berkeliling dunia sambil naik perahu, benar-benar menjadi pengalaman pertama Hana dan liburan seru di Dufan.

Waktu melihat Alap-alap, ga tahunya Hana malah nunjuk-nunjuk pengen naik. Sempet deg-degan kawatir tinggi dan usianya belum cukup.

Selain itu badan kecil si Kimpuy tercinta ini membuat saya was-was, takut dia jatuh. Tapi ternyata semua hanya kekawatiran saja. Sambil menggandeng erat tanganku, Hana begitu menikmati keseruan Alap-alap; diayun kesana-sini membuatnya berteriak kencang-kencang.

Di jalan tak henti Hana terus-menerus ngobrolin tentang liburan serunya di Dufan. Sementara aku, pun kini jadi punya sahabat baru. Tempat berbagi cerita, rumpian kontes juga uneg-uneg ala emak lainnya. 

Memang bener, Dufan is Never Ending Fun. Dan Inilah Dufan Kami, tempat liburan seru bersama dengan keluarga dan sahabat. Nah...bagaimana dengan kenangan Dufan-mu?
 

Lewat Mana: Dari Bekasi ke Balai Sudirman


Tinggal di pinggiran kota Bekasi membuat saya kadang kelimpungan jika ada undangan acara atau janji ketemuan dengan teman. Pasti sehari sebelum berangkat jadi ngusik teman-teman atau bikin  status nanya rute kesana-sini.

Lebih konyolnya, saya kadang lupa nyathet rute yang pernah saya lalui.

Nah, biar ga lupa ni, akhirnya saya punya niat untuk upload rute mana aja yang pernah saya lalui. Siapa tahu berguna juga untuk yang lain kan? Setelah beberapa kali sering ngusik-ngusik teman rute mana yang harus saya tempuh saat hendak bepergian, akhirnya nekat deh nyari pake Google Maps.  Hasilnya ga bener-bener tepat si, masih meleset juga, tapi lumayan sebagai panduan jalan.

Masih ngusik-ngusik teman? Ya, masih.... ha ha ha. Cuma hanya konfirmasi aja, bener ga ni, rutenya.

So, rute pertama; dari Bekasi ke Balai Sudirman yang ada di Jl. Doktor Saharjo No. 268, Tebet, Jakarta Selatan, DKI 12870 Memenuhi undangan ulang tahun tabloid Nova ke 27.
Menurut Google Maps, bus yang menuju ke Balai Sudirman dari Bekasi adalah APTB 7B, trayek Bekasi-Tanah Abang.

Rute Bekasi-Balai Sudirman, Jl. Doktor Saharjo No. 268, Jakarta Selatan
Tapi hari itu saya ga mengikuti saran Om Google. Gosipnya, katanya muacet puolll! So, akhirnya milih naik kereta dan turun di stasiun manggarai dan nyambung ke stasiun Tebet. Dari sana kami naik bajaj menuju Balai Sudirman. Dan seperti yang Google gambarkan, memang ga jauh stasiun tebet, kok.

Sayangnya saya ga begitu paham, gedung apa saja yang ada disepanjang Balai Sudirman.

So, bila sekarang juga Anda juga bingung nyari rute dari bekasi ke Balai Sudirman dan sekitarnya, semoga rute diatas bisa membantu ya... Happy travelling!

Parno dengan Mi Instan? Cobain dulu Mi Kering Tropicana Slim

Mi Instan Kering Tropicana Slim rasa Ayam Bakar

 Meski bukan penggemar mi instan, tapi tiap kali ada varian baru dari produk makanan yang satu ini, keluarga kami pasti nyobain. Apalagi kalo ada mi instan yang katanya “sehat”, pasti kami coba. Dan kali ini ketemu sama Mi Instan Kering Tropicana Slim rasa Ayam Bakar.


Siapa si, yang ga kenal dengan Tropicana Slim; salah satu brand yang sudah terkenal dengan aneka produk rendah lemak dan rendah kolesterol ini.

Kalo kita tengok ke website Tropicana Slim atau buat rajin ngikutin timeline dari Tropicana Slim, mi kering rasa ayam bakar ini termasuk salah satu varian baru dari Tropicana slim yang juga rendah lemak dan kolesterol.

Banyak orang bilang, mi instant tu enggak sehat karena mengandung banyak natrium dan lemak yang bisa nambahin kolesterol ke tubuh kita.

Pendapat ini ga salah juga si, karena untuk memberi rasa serta menurunkan kadar air yang ada pada mi, maka mi instan dibuat dengan cara digoreng. Proses penggorengan inilah yang membuat mi menjadi empuk dan lebih cepat matang.


Konsekuensinya, kadar lemak dalam mi instan pun menjadi tinggi. Tidak heran kandungan kalori dari 1 bungkus mi instan di pasaran hampir mencapai 400 kalori.
nilai gizi mi instan di pasaran
Informasi gizi salah satu mi instan di pasaran
Tapi nih…siapa juga yang bisa nyangkal, kalo produk yang satu ini ga bisa lepas dari kehidupan kita. Pas males masak misalnya. Atau lagi laper, tapi ga pengen makan yang terlalu berat; so, pasti, mie instan jadi pilihan pertama. Praktis, dan bisa siap kapan aja kita mau.


Apalagi macem saya ni, tukang begadang. Kadang berasa laper, tapi karena takut endhut jadi Cuma bisa nahan deh lapernya he he he.

Isu lain yang membuat mie instan menjadi produk yang harus dijauhi karena katanya saat proses pembuatan, mie instan dilapisin dengan sejenis lilin sebagai salah satu bahan pengawetnya.

Hmm…ga bener, tuh. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, mie instant yang sudah dicetak kotak-kotak, tu, digoreng terlebih dahulu sebelum kemudian dikemas dalam bungkus yang kita lihat selama ini.

Makanya waktu kita masak, air rebusan pasti menjadi keruh dan berminyak. Ini tandanya bahwa lemak yang ada pada mie, luruh sebagian (cuma sebagian, Mak...).

Nah, mi instan kering dari Tropicana Slim ini diproses dengan cara yang berbeda. Alih-alih di goreng, mi instan kering Tropicana Slim dipanggang guna mengurangi kandungan air di dalam mi tersebut. Hasilnya, mi pun kering dan awet.

And now the taste....
Bentuk mi kering Tropicana Slim beda, lebih keriting dan kering
Dari prosesnya, kita sudah tahu bahwa mi instan kering Tropicana Slim  sudah memenuhi standar sebagai mi rendah lemak. Nah, sekarang tinggal dicobain rasanya.

Yang namanya makanan kesehatan seringkali tidak begitu disuka karena rasanya yang aneh dan hambar. Tapi hal seperti itu ga berlaku deh buat Tropicana Slim (bukankah kita kan masih bisa merasakan manisnya hidup dengan gula rendah dari Tropicana Slim kan he he he).


Berhubung diproses dengan cara dioven/ dipanggang, perlu waktu  6 menit,  untuk membuat mi matang. Dan memang benar, tidak terlihat minyak yang mengambang diatas air;  tanda bahwa tidak ada lemak yang luruh saat pemasakan.
Rasa ayam bakarnya cukup terasa. Apalagi kalau dimakan bareng mentimun dan ditambahi bawang goreng, sip dah!

Hal lain yang saya suka dari mie instan kering ini, adalah bumbunya. Bumbu Less Fat Noodles dari Tropicana Slim ini tidak memberikan after taste yang sering kali membuat rasa ga nyaman di mulut.



Dan yang pasti, komposisi dari produk ini tentu saja membuat saya ga kawatir bakal numpuk kolesterol dengan milih selingan makanan mie instan.

Kolesterol = 0; Lemak = 5g; pas buat diet kan?

So, parno dengan mie instan? Pilih Mie instan kering Tropicana Slim, aja.

Sisi Kelam BPJS


Pic from suaranews.com

Ini adalah cerita tentang BPJS di kampung halaman saya. tidak meng-generalisasi seluruh sistem BPJS di Indonesia. Saya yakin masih ada praktek BPJS ditempat lain yang lebih baik (semoga)

Kemarin dapat telepon dari ayah dan ibu (semoga Allah selalu menjaga kesehatan dan keselamatan Beliau berdua).
"Nduk, BPJS Bapak dan Ibu di buang saja, yo. Wis ga usah dibayarke maneh"
Alasan Beliau, di kota Parakan sekarang susah bila harus berobat dengan BPJS.

BPJS hanya bisa digunakan bila berobat lebih dari satu minggu, kurang dari satu minggu, ya harus bayar sendiri.
E...tapi, baru dua hari masuk RS sudah disuruh pulang. So, what the .....??????

Dulu daftar minta Bapak dan Ibu daftar BPJS karena kawatir kondisi Bapak yang sudah sepuh dan harus bolak-balik RS. Sampe sudah buka rekening bank, yang sebenarnya Beliau berdua tidak pernah mau berhubungan dengan hal semacam itu.
Mula niat Beliau berdua, "Buat jaga-jaga saja. Kalo lah ga sakit, ya sudah anggap sadaqoh".

Alhamdulillah, selama dengan BPJS ga pernah sakit. Tapi saat salah satu nenek sakit dan hendak menggunakan BPJS malah ditolak. Rawar inap di RS baru dua hari sudah disuruh pulang. Padahal untuk membayar BPJS keluarga Beliau, Masya Allah perjuangannya.

Saat ini di Parakan, setidaknya adalah mereka yang menjadi kenalan Bapak dan Ibu "mengundurkan diri" dari BPJS dengan cara tidak lagi membayar iuaran bulanan. Begitu juga dengan Bapak dan Ibu.

Bagi kami, warga Parakan yang tidak memiliki pendapatan tetap, membayar BPJS saja sebenarnya sudah berat. Tapi sungguh karena kami ingin mendapat jaminan kesehatan, makanya saat harus buka rekening pun kami jalani.

Tapi pada prakteknya, kami malah tidak mendapat apa yang kami harapkan. Yang ada uang melayang, sehat pun terbang.

Pertanyaan saya, kemana uang kami sekarang? Kenapa sistem Indonesia seolah sulit sekali berpihak pada rakyat? Apa rakyat hanya ada pada saat kampanye?

Bila ada kawan yang bisa bantu kami, warga Parakan, tolong bantu kabarkan dan perbaiki praktek BPJS di kota Parakan. Saya, sebagai penulis post in masih percaya, BPJS bisa menjadi salah satu jaminan bagi kesehatan rakyat. Tapi mungkin prakteknya saja yang harus diperbaiki.

Rahayu Pawitri

Wong Parakan