-->

Resolusi 2015 Anda tak Tercapai? Mungkin Anda Melakukan Kesalahan Sama Seperti Saya



Pagi ini, saat membuka komputer, ada satu pemberithauan yang muncul “Today is DL Give Away Mbak Novia”. Wah, hampir saja saya lupa dengan untuk ikut event salah satu penulis keren ini. 

Berhubung tema give awaynya bisa milih, saya milih yang tema resolusi ajalah. Kebetulan semalam juga baru saja evaluasi hal penting apa saja yang sudah saya capai bulan demi bulan di tahun 2015 ini. 

Dari 9 resolusi yang saya buat, Alhamdulillah ada 4 resolusi yang menjadi nyata. Alhamdulillah juga sempat mengukir 2 prestasi tahun ini (nambah satu dibanding tahun kemarin)

Meski cukup puas dengan apa yang saya capai di tahun 2015 ini, ada satu hal yang membuat saya harus menarik napas dalam-dalam; rencana saya untuk mengirimkan aplikasi translator kepada beberapa penerbit, tidak terwujud di tahun ini.

Penyebabnya adalah saya terlalu terlena mempelajari hal baru, hingga saya justru lupa untuk bersegera membuat aplikasi. 

Awal tahun ini, saya malah mendaftar untuk kelas blog, dan Digital Content Writing; sesuatu yang malah tidak saya rencanakan di tahun ini. 

Saya juga lupa untuk membuat kapan waktu saya harus melaksanakan dan bagaimana cara melakukannya. Kedua hal itu membuat resolusi saya tak terukur dan sulit untuk dievaluasi.

Mungkin karena saya hanya “menyimpan” resolusi itu dalam buku catatan saya, hingga saya sering terlupa bahwa pernah membuat resolusi tersebut. 



Jadi, di tahun ini, saya print saja resolusi yang sudah saya buat, kemudian saya tempel di samping meja tempat saya biasa kerja. 

Sedikit dan sederhana saja, karena memang resolusi seharusnya sesuatu yang bisa dicapai bukan? Sengaja saya buat bersisian dengan pencapaian di tahun 2015, agar menjadi penyemangat bahwa 2016 ini, harus lebih baik dari 2015. Waktu pelaksanaan saya tulis dan print dari lembar terpisah, agar mudah dicorat-coret saat evaluasi nanti.

Nah, bagaimana dengan Sahabat, resolusi 2015 apa yang gagal Sahabat wujudkan?




Tulisan ini diikutsertakan dalam
 "Give Away Tinta Perak"

Harga Sebuah Tulisan



Kemarin sempat mampir di salah satu grup nulis fiksi; seorang kawan merasa terganggu dengan pengumuman lomba kepenulisan yang berhadiah voucher penerbitan, sertifikat, dan hak terbit.

Seperti yang biasa terjadi, tentu sebagian ada yang setuju, dan tidak setuju. Lalu ada satu komentar yang membuat saya merenung,

‘Memang tulisan kita sebagus apa si? Hingga maunya di bayar mahal”

Ahay ...

Bagi saya, terkait dengan harga sebuah tulisan, ini tidaklah sekedar tulisan kita sudah bagus atau tidak. Toh setiap orang, setiap agensi, setiap penerbit pasti memiliki standar sendiri, akan jenis kualitas yang layak dan sesuai untuk mereka.

Tapi, sekali lagi menurut saya, setiap tulisan adalah amal seseorang, dan amal hidup adalah sesuatu yang harus dipertanggung jawabkan kebenarannya, manfaatnya, kelak di hadapan Tuhan, Sang Pemilik Hidup.

Itulah mengapa, setiap tulisan sebisa mungkin dilengkapi dengan riset. Tak peduli fiksi atau pun non-fiksi. Riset seperti apakah apa yang saya tulis ini benar; apakah itu terjadi disekitar sini; seberapa besar manfaat untuk sesama, memberi hikmahkah untuk sesama, dan masih banyak lagi.

Riset juga akan membuat sebuah tulisan menjadi lebih bermutu.

Dan riset biasanya membutuhkan waktu. Bagi saya, waktu inilah yang kemudian menjadi harga sebuah tulisan. Waktu yang tidak mungkin saya putar kembali.

Kita tahu menyusun kata, membutuhkan ketekunan, ketelitian, kesabaran serta ketajaman dalam memilih kata. Wajar, bila Sahabat mendengar, terus berlatihlah menulis, dan itu akan membuatmu menjadi semakin baik.

Nah, apa yang dibutuhkan untuk mencapai semua itu? Waktu bukan?


Jadi, berhentilah meremehkan diri sendiri, berkata bahwa “tulisanku tidak layak untuk sebuah harga yang pantas”

Bila ditolak, maka teruslah menulis, teruslah berkarya. Bila menulis adalah caramu untuk mencari hidup, sementara tulisan yang kau kirim selalu tertolak, maka relakan sebagian waktumu untuk menjemput rezeki Tuhan dari jalan yang lain. Teruslah disana, hingga Tuhan memantaskan tulisanmu untuk dihargai sesuai waktu yang telah kau habiskan untuknya.


Finance Yourself in Smart Way (tips cerdas mengatur keuangan)


Bulan Januari biasanya merupakan bulan dimana pemerintah mengumumkan kenaikan upah regional yang baru. 

Dan di bulan Januari 2016 ini, kita patut berbahagia karena pemerintah juga memberlakukan penurunan harga BBM.

Meskipun begitu, tidak berarti pula kita boleh terlena dengan adanya kebijakan yang ada. 

Justru tahun baru, adalah waktu yang tepat untuk membuat rencana baru dalam hal keuangan. Mulai lebih peduli dengan alokasi dana darurat, dana pensiun, dan bagi Sahabat yang telah berkeluarga; dana pendidikan harus menjadi salah satu tujuan utama keuangan. 


Cukup tidak penghasilan lebih bergantung cara kita membelanjakan atau menggunakannya, bukan dari jumlah yang kita terima.

Berikut adalah beberapa langkah kecil (namun berdampak besar) yang dapat kita lakukan agar kehidupan finansial kita lebih baik di masa depan:


1.       Merevisi kembali rencana keuangan Anda

Jika saat ini Anda mempunyai sebuah keinginan atau cita-cita, tidak ada salahnya jika merevisi ulang, kapan cita-cita tersebut harus, atau dapat terlaksana. Sesuaikan dengan kebutuhan pokok yang, tentu saja saat ini membutuhkan porsi yang lebih besar. Jadi, bila semula Anda menyisihkan sekitar 20% dari penghasilan untuk keinginan tersebut, tidak ada salahnya jika Anda revisi kembali, dan sesuaikan dengan kebutuhan primer Anda.


2.       Menyusun pengeluaran dengan lebih detil dan realistis.

Mulailah untuk mencatat pengeluaran sekecil apa pun. Misalkan Anda terbiasa ngopi di kantin sesekali atau mungkin beli cemlan sambil menunggu Bis datang. Meski hanya berkisar Rp 5000-10.000, mulailah biasakan untuk menuliskannya. Catatan ini nantinya akan sangat berguna ketika Anda merencanakan pengeluaran di bulan berikutnya. Apakah ada pengeluaran yang harus ditambahkan, dihemat, atau malah dibuang.


3.       Disiplin pada rencana anggaran yang dibuat.

Kunci dari semua rencana, sebetulnya hanya satu, DISIPLIN. Meski Anda sudah membuat rencana pengeluaran sempurna, tapi kalo Anda sendiri yang tidak mentaati, apalah artinya. Karena itu sebaiknya rencana Anda buat sedeteil mungkin. Berapa kali ngopi dalam sebulan, kapan boleh jajan dan lain sebagainya. Tujuannya, tentu saja agar “keinginan-keinginan kecil” Anda juga dapat terpenuhi, meski mungkin dalam porsi tidak sesering biasanya.


4.       Lebih hemat.

Jika biasanya Anda membeli sarapan setiap pagi, bagaimana sekarang 15 menit bangun lebih pagi, sekedar untuk menggoreng nasi atau membuat sandwich sendiri. Kabarnya, masak dirumah lebih enak dan lebih hemat lho, daripada jajan di luar rumah.


5.       Mencari tambahan penghasilan.

Saat semua sudah dilakukan, kadang menghemat saja tidak cukup. Mulailah untuk memikirkan mencari tambahan penghasilan. Ada banyak yang dapat kita lakukan, menjadi guru privat, menuli untuk konten web, atau menjadi distributor produk makanan dan kebutuhan sehari-hari. Jika saat ini Anda sedang melirik MLM, pilihlah MLM dengan produk yang menjadi kebutuhan Anda sehari-hari serta mensyaratkan untuk tutup poin dalam jumlah yang rasional agar tak mengganggu pengeluaran bulanan Anda.


Dalam salah satu sesi coaching motivation-nya, Pak Mario Teguh pernah mengatakan, bahwa hidup itu mahal. Dan kita harus dapat membiayai hidup kita yang mahal itu dengan kerja keras dan smart. Selamat mencoba, semoga tips diatas berguna untuk Anda!




*Disclaimer: 
Sebagain isi dari post ini pernah di muat pada blog hidupdiseputarku.blogspot.co.id pada tanggal 7 Juli 2013 dan diperbaharui dengan beberapa perubahan

"Open link in New Window", Please....

User experience akan meningkat dengan setting tautan pada jendela baru


Saat blogwalking biasanya saya bertemu dengan artikel atau tulisan kawan yang terhubung dengan artikel atau situs lain.

Sayangnya, seringkali tautan atau link yang dibuat tidak diatur untuk "dibuka di jendela baru". Hasilnya, bila tautan terletak di tengah tulisan, dan saya belum selesai membaca; saya sudah "diajak" untuk berpindah ke halaman atau situs lain.

Bila kebetulan blog tersebut milik teman seperjuangan atau sudah CS si, biasanya saya langsung protes, "Aku belum selesai baca kenapa di direct ke halaman lain?"

User experience is everything

Jadi, saat kebetulan mendapat job untuk menulis sekaligus mengunggah artikel pada salah satu situs parenting online, atau juga saat posting di blog, saya pasti membuat tautan dengan perintah untuk dibuka pada jendela baru.

Pemikiran saya sederhana saja; saya sangat tidak nyaman saat belum selesai membaca, tiba-tiba saya sudah "dipaksa" pindah ke halaman lain.

Alasan lainnya, dengan memilih opsi tersebut, otomatis pembaca/ pengunjung situs/ user situs tidak akan bersegera "lari" meninggalkan halaman yang sedang dibaca. Artinya, bounce rate bisa menurun, dan bisa jadi ia juga bersedia "berjalan-jalan" membaca post-post yang lain.

Sementara bagi situs atau halaman yang saya pasang tautannya, bisa mendapat tambahan beberapa menit waktu kunjungan sambil menunggu halaman sumber selesai dibaca.

Asik kan? Menguntungkan semuanya....

So, please, if you'd like to put any link on your post; could you please choose "Open link in New Window?"


Salam,

Rahayu Pawitri

Tahun Baru, Blog Baru




Setiap kali ada undangan untuk review atau lomba blog, seringkali saya merasa kerepotan dan sedikit kawatir. Pasalnya, blog saya dibuka dengan nama dan akun Google yang tidak sesuai dengan nama saya.

Jadi, saat panitia lomba atau invitee blogger meeting meminta peserta dan undangan men-follow akun google plus mereka, saya jadi bingung; akun Google plus yang mana yang harus saya pakai.

Dulu memang pernah membuat blog dengan akun yang sesuai dengan email dan G+ "Rahayu Pawitri"; tapi dulu isinya blog jualan. Setelah nggak jualan lagi, blog tersebut saya tutup.

Nah, saat akhirnya niat kembali nulis dan ikut pelatihan nulis bersama Indscript Creative, saya membuat blog baru. Tapi karena waktu itu tidak tahu bahwa satu akun Google bisa membuat beberapa akun blog; saya pun membuat akun google baru, .... dan blog baru.

Hasilnya gini deh, bingung!

Terpikir untuk migrasi blog, tapi pasti resikonya viewernya nol dan Alexa rank-nya bakalan tak terhingga lagi. Tak ingin beresiko, saya memilih untuk mengurungkan niat itu.

Hanya saja, setiap kali membuka blog hidupdiseputarku.blogspot.com atau biasa dikenal dengan "Rumah Hana" ada rasa yang kurang, enggak puas (makanya sering banget ganti-ganti header ha ha ha).

Ditambah lagi, setiap kali ngecek nama saya di google, tidak pernah sekalipun blog "Rumah Hana" muncul.

Akhirnya, Desember ini, saya nekat untuk memindahkan blog saya ke akun yang sesuai dengan nama dan Google Plus "Rahayu Pawitri". Alasannya sederhana, lebih mudah untuk branding saja.

Selain itu, saat ini saya sedang membangun blog untuk putri saya, Hana; jadi nama "Rumah Hana" sepertinya lebih tepat untuk blog tersebut.

Semoga blog ini lebih nyaman untuk Sahabat baca, dan berbagi informasi.

Salam,
Rahayu Pawitri


Wajah Bersih dengan Produk Herbal, Gizi Super Cream

Logo Gizi Super Cream 

Pernah lihat logo diatas Sahabat? Bagi Sahabat yang lahir di tahun 80-an bisa jadi cukup familiar dengan peralatan kosmetik ibu kita yang satu ini. Gizi Super Cream memang telah lama hadir di Indonesia (dipasarkan di Indonesia tahun 1972). 

Jaman saya kecil dulu, produk pelembap wajah ini cukup populer. Bahkan, Gizi Super Cream adalah kosmetik pertama yang saya kenal (tentu saja colek-colek punya ibu dulu he he he). 

Sayang, sejak jadi orang perantauan, saya nggak bisa pakai produk yang satu ini. Nggak tahu kenapa, tahun 98 dulu, saat pertama datang ke Jakarta, susah banget nyari produk ini. 

Makanya waktu salah satu Beauty Blogger, mbak Asti, nyolek kalau Gizi mengeluarkan produk baru dan ada kesempatan untuk nyoba, saya pun daftar. Alhamdulillah kepilih sebagai salah satu peserta reviewnya (terma kasih Gizi Super Cream)

Kaget pas produknya datang. Kemasannya sekarang beda banget, dalam bentuk tube; lengkap dengan produk pembersihnya juga. Bahkan salah satu produk juga mengandung SPF 18 yang berguna untuk melindungi kulit dari radiasi sinar matahari.

Yang baru dari Gizi Super Cream


Gizi Super Cream
Komposisi Gizi Super Cream

“Produk ini dibuat dari bahan alami” itu adalah salah satu kata yang paling saya ingat dari Gizi Super Cream dulu. 

Memang si, kandungan utama Gizi Super Cream ini adalah rumput laut. Berdasar info dari situs resmi Gizi Super Cream, rumput laut (Eucheuma spinosum) dipilih karena cocok dengan karakter kulit orang Indonesia. Selain itu rumput laut adalah bahan alami yang kaya nutrisi dan memiliki kandungan mineral tinggi. Ini membuat rumput laut dapat menjaga kelembapan dan menghaluskan kulit secara alami. 

Nah, di produk baru ini, Gizi Super Cream menambahkan teknologi Nano dalam mengolah produk mereka. Sahabat Rumah Hana pasti tahu bahwa Teknologi Nano membantu struktur zat yang diolah menjadi lebih kecil tanpa mengubah susunannya. Hasilnya, produk akan lebih lembut dan mudah diserap kulit. 





"No Paraben"

Tulisan tersebut langsung menyita perhatian saya saat menerima produk Gizi Super Cream ini. Setahu saya, sangat jarang produk kosmetik di Indonesia yang benar-benar bebas dari Paraben. 

Paraben memang banyak digunakan untuk mempertahankan self life atau daya simpan dari kosmetik. Sayangnya, penelitian juga banyak mengemukakan bahwa Paraben bisa menyerap ke dalam tubuh dan memicu kanker payudara. 

Di beberapa negara, Paraben telah dilarang untuk digunakan. Namun, di Indonesia setahu saya, masih belum ada peraturan terkait hal tersebut. 

Itulah mengapa, ibu hamil atau menyusui, sebisa mungkin menghindari produk kosmetik dengan kandungan Parben dan/ atau Hydroquinon (biasanya terdapat di produk-produk kosmetik pemutih). 

Makanya, saya appreciate banget dengan inovasi dan komitmen Gizi Super Cream untuk tidak menggunakan kedua bahan tersebut (plus Mineral Oil dan Colorant juga) pada produknya. Meski hal tersebut membuat produk Gizi Super Cream hanya bertahan 3 bulan setelah dibuka. 


Review produk Gizi Super Cream


Sejak terima hari Sabtu tanggal 21 November 2015, sudah nggak sabar pengen pakai he he he. Kangen aja gituh... Tapi berhubung waktu itu belum dapat panduannya, ya sabarlah.

Gizi Super Cream
Facial Foam Gizi Super Cream
Hari Senin tanggal 23 November 2015, saya mulai pakai rangkaian produk Gizi Super Cream ini. Pertama kali saya pakai produk Daily Natural Ligtening Foam-nya. 

Wangi, itu kesan pertama yang saya peroleh. Saat dikenakan di wajah pun lembut. Dan begitu di bilas, kesan bersih langsung terasa. Cukup satu bilas, wajah langsung terasa segar. Meskipun begitu, nggak ada sedikitpun rasa kaku atau malah berminyak dan lengket pada umumnya sabun yang diklaim dengan banyak pelembap. 

Usai menggunakan daily foam-nya, saya mencoba Gizi Super Cream Daily Nutrion Cream with SPF 18. Kebetulan hari itu saya pas mau keluar rumah. Jadi, menurut saya pilihan pelembap ber-SPF lebih tepat. 

Seperti umumnya pelembab untuk kulit yang mencerahkan, Gizi Super Cream with SPF 18 ini juga memberi kesan putih setelah diaplikasikan. Produknya lembut, dan langsung meresap ke dalam kulit. Cukup ringan alias ngga lengket. 

Di hari lain saya mencoba produk Gizi Super Cream Daily Nutrition Cream yang biasa (no SPF). Tidak ada perbedaan nyata dari kedua produk tersebut, tapi terus terang, saya lebih suka yang non SPF, karena hasilnya nggak terlalu tampak putih di kulit saya. 

Daily Nutrition Cream yang non SPF ini juga pernah saya coba gunakan sebagai make-up base. Saya coba gabungkan produk ini dengan foundation ber-SPF 20 yang biasa saya pakai. Hasilnya tidak panas, dan juga tidak timbul reaksi apa pun.

Gizi Super Cream with No SPF
Bagi saya, dari ketiga produk baru dari Gizi Super Cream ini saya paling suka dengan Daily Foam-nya. Dengan produk pembersih/ facial foam dari merk lain, kadang saya masih jerawatan, tapi Alhamdulillah, dengan facial foam ini jerawat saya minggir.  

Dalam kemasan produk tertulis bahwa kandungan tradisional Gizi Super Cream akan melembapkan, menghaluskan, dan membantu mencerahkan kulit. 

Pada kulit wajah saya, efek mencerahkan ini belum terlihat nyata, bisa jadi karena pemakaiannya pun belum lama, ya (baru 10 hari gitu). Biasanya memang gitu si, perubahan wajah setelah menggunakan kosmetik dengan bahan alami memang lama. Tapi hasilnya pun juga akan bertahan lama, meski pemakaian di hentikan beberapa saat. 

Jadi, bagi saya sih, seperti dulu, produk ini cocok dan oke untuk kulit saya; nggak panas, nggak ribet, nggak pakai memerah; pokoknya effortlessly- lah. 

Pros (+):

  • Terbuat dari bahan herbal
  • Tanpa bahan pengawet/ zat kimia
  • Halal
  • Harga terjangkau
  • Mudah di peroleh 

Kons (-):

Kalo untuk sementara ini belum ada si...

Apakah akan merekomendasikan?

Ya, terutama untuk teman yang sedang hamil dan menyusui dengan tetap menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu. 

Oke, itu dia review saya tentang produk Gizi Super Cream yang baru. Semoga bermanfaat, ya.

Rangkaian Produk Gizi Super Cream Baru with Nano Technology

7 Aplikasi Nge-Blog Favorit untuk Saya



Sebulan yang lalu, pas banget mau balik Bekasi, saya lemez dumez; pasalnya si Ungu ngambek, windows-nya ngga bisa booting. Nggak tahu kenapa. So, begitu sampai tujuan, langsung cuzzz menuju ke Service Center.

Solusi yang di tawarkan cuma satu; ganti hard disk. Walhasil, ilang deh semua kerjaan, draft fiksi, foto-foto pribadi, termasuk bahan nge-blog. 

Belajar dari pengalam tersebut, akhirnya saya berpikir, bahwa selain aneka perangkat canggih yang biasa di pakai nge-blog, saya juga butuh aplikasi lain untuk  menjaga serta membantu acara nge-blog makin lancar. 

Nah, kalo buat saya, aplikasi nge-blog yang okeh tu .....


1. Aplikasi Cloud Storage


Pas maju ke servis center ASUS, si mbak bilang, “Datanya di back-up dulu, bu, agar ga hilang.” Kyaa... gimana mau back up kalo windows-nya booting aja enggak....

  
Nah, jadi sekarang, saya lebih memilih memanfaatkan cloud storage untuk menyimpanan data dan foto. Baik data untuk proyek atau tulisan yang sedang saya kerjakan, atau pun foto-foto saat datang ke acara Blogger. 

Saya pilih Google Drive, sebagai cloud storage saya. Pertimbangannya, Google Drive menyediakan space yang cukup besar, saya gunakan untuk menyimpan foto-foto saat mendapat undangan blogger. Foto-foto semacam ini tentu ga bisa kita ulang, kan? Beda dengan foto buatan sendiri.

Bila reportase sudah saya buat, saya pindahkan semua foto ke CD agar lebih awet disimpan (siapa tahu nanti butuh lagi) sekaligus memberi space baru untuk foto-foto yang akan datang.

Selain Google Drive, saya juga memanfaatkan One Drive. One Drive ini saya gunakan untuk menyimpan calon tulisan blog, CV, dan beberapa catatan lainnya. Biar ngga bingung dan kecampur sama kerjaan aja, sih, intinya.

Belajar Cara Mendidik Anak dari "Little Big Master" on Nobar with Celestial Movie




Review Film "Little Big Master" #ilovehkmovies

Sutradara: Adrian Kwan
Penulis Naskah: Adrian Kwan dan Hannah Cheung
Produser: Benny Chan
Pemain:
  • Miriam Yeung sebagai Lui Wai-hung
  • Louis Koo sebagai Dong
  • Ho Yun-Ying Winnie sebagai Ho SiuSuet (Siu Suet)
  • Keira  Wang sebagai Tam Mei Chu (Chu Chu)
  • Fu Shun-yinh sebagai Lo Ka Ka (Ka Ka)
  • Zaha Fatimah sebagai Kitty Fathima
  • Khan Nayab sebagai Jennie Fathima
Pemain Pendukung:
  • Richard Ng sebagai Tuan Ho (ayah Siu Set)
  • Anna Ng sebagai Bibi Han (kerabat jauh Chu Chu)
  • Philip Keung sebagai Lo Keung (ayah Lo Ka Ka)
  • Lau Yuk-tsui sebagai Nyonya Lo (ibu Lo Ka Ka)
  • Dhilion Harjit Singh sebagai ayah Kitty dan Jennie
  • Asnani Mena sebagai ibu Kitty dan Jennie

Sahabat Pembaca berlangganan TV berbayar? Jika iya, coba deh cek, ada saluran Celestial Movies ngga?

Di hari Sabtu, 25 Oktober 2015, jam 20.00 WIB Celestial Movies menayangkan sebuah film bertema pendidikan yang sukses meraih keuntungan HK$46,6 juta (sekitar Rp 80 miliar) dan menjadi salah satu film box office di Hongkong; judulnya, "Little Big Master". 

Film ini didasarkan pada sebuah kisah nyata, perjuangan seorang kepala sekolah untuk mempertahankan berdirinya sebuah TK sekaligus mengubah TK suram itu menjadi TK yang terkemuka. 

TK tersebut bernama TK Yueng Kong, yang ditahun 2009 mulai ditinggalkan oleh para muridnya. Para orangtua mereka menganggap bahwa sekolah tersebut tidak bisa menjawab keinginan para wali murid, yang menginginkan pendidikan bertaraf internasional untuk anak-anaknya.

Bijak Mengelola Keuangan Pribadi dengan Aplikasi Keuangan untuk Masa Depan Cerah dan #Lebihbaik

Sangatlah penting untuk menentukan tujuan keuangan sebelum mulai menyusun budget
Sejak ikut temu blogger bersama SunLife Indonesia bulan Agustus lalu, saya bener-bener lebih serius untuk mengelola keuangan. Tidak hanya karena ingin masa depan keuangan saya #lebihbaik, tapi berusaha menerapkan tips-tips mengatur keuangan juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab saya.

Sebagai penulis konten yang juga membuat artikel keuangan, saya berusaha membuat apa yang saya tulis tidak hanya sebagai pengetahuan, namun juga karena saya telah melakukannya. Bagi saya, sebuah tulisan yang saya sendiri pernah mengalami, tentu lebih “bernyawa” daripada hanya sekedar comot sana, comot sini, apalagi hanya splitting words aja.

Jadi, saat mendapat jatah untuk menulis bagaimana membuat perencanaan keuangan untuk masa depan cerah dan kesejahteraan yang #lebihbaik, saya mencoba menerapkan terlebih dahulu pada pengelolaan keuangan saya. Alhamdulillah,cukup sukses, dan cocok banget untuk saya.

Mencari Teman Terbaik



Opening:
Berhubung si Ungu, kawan gawe selama satu tahun terakhir lagi ngambek, akhirnya balik ke si deskti merah. Pas ngulik-ngulik di documen lama, ternyata nemu tulisan yang lumayan juga. Ga tahu ini tulisan buat post mana; artikel apa, ga jelas. Yang pasti tertanggal 4 April 2014 (kyaaa.... lama kaaannnn?). 

Berhubung di dua konten kerja ga ada, ya udah, buat post di blog aja. Lumayan, buat update setelah sekian lama ga nge-blog, tersita dunia persilatan di kehidupan nyata. Yuks, monggo, silahkan dinikmati, sekedar kawan geje sambil nyruput kopi. Maaf kalo ga "kekinian", lha namanya aja geje


Foto pinjam dari mobavatar.com


One day on April 2014,
Banyak orang mengatakan, gara-gara PEMILU kemarin, rakyat Indonesia banyak yang berubah. Termasuk juga pertemanan di dunia sosial. Bisa jadi Sahabat Rumah Hana pernah diunfriend (ituh guee....) atau malah meng-unfriend beberapa teman hanya karena perbedaan pilihan calon presiden. Dalam hati mungkin Sahabat mengeluh, “Ah, ternyata aku salah mencari teman.” Tunggu dulu, benarkah pendapat itu?

Sebagai seorang makhluk sosial, mencari teman adalah salah satu kebutuhan manusia. Kehendak untuk didengar, diakui keberadaannya, membuat keberadaan teman sangatlah penting disepanjang hidup kita.
Bahkan Sir William Osler pernah mengatakan, bahwa hal terpenting dalam hidup untuk meraih kebahagiaan adalah pertemanan (versi asli, "Hal terpenting dalam kehidupan seorang pemuda untuk meraih kebahagiaan adalah pertemanan").

Sayangnya, tidak semua orang yang Sahabat temui cocok untuk dijadikan teman; terlebih teman terbaik, yang dengan cara tertentu, memberi Sahabat kebahagiaan.

Fotonya masih pinjam dari personalexcellence.co

Bagaiamana mencari teman terbaik

Dua tahun sebelum meninggal, Samuel Johson pernah berkata, bahwa saat tersesat, ia  bersyukur karena berkenalan dengan orang baru.

Memanglah benar, bertemu dengan orang baru, bercakap-cakap, saling melempar lelucon, dapat memberikan kita sebuah jalinan pertemanan baru, yang bisa jadi, tumbuh menjadi sebuah persahabatan.

Sesungguhnyalah, hubungan paling kukuh antar dua orang manusia adalah hubungan antara pria dan istrinya; kemudian dengan anak-anaknya; ayah-ibunya, dan mertuanya.

Meskipun begitu, pertemanan diluar hubungan keluarga dan ikatan darah juga perlu dipupuk agar tetap utuh. Siapa lagi yang hendak mendengarkan bualan kesuksesan atau malah rengekan saat galau jika bukan teman-teman disekeliling kita?

Teman yang setara adalah teman terbaik untuk kehidupan kita. Mereka yang berstandar sama atau lebih baik, adalah calon-calon teman terbaik yang akan membawa kebaikan dalam hidup kita.

Akan lebih mudah memupuk pertemanan dengan standar yang sama. Masih ingat bukan ketika kecil kita sering berkata, "Kamu nakal, aku tidak mau temenan sama kamu lagi."
Sudah sifat manusia untuk otomatis memilih teman yang ia sukai berdasar kemiripan selera, kepribadian, termasuk juga nilai-nilai kehidupan.

Dan mereka, orang-orang yang lebih baik dari kita akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik pula. Tak ada yang lebih menyenangkan bercakap-cakap dengan orang yang dapat mengisi sisi kosong dan kekurangan pribadi, atau lebih dari itu, memperluas wawasan kemampuan otak kita.

Haruskah membatasi diri dalam mencari teman?

Selalu ada kesempatan untuk mencari teman terbaik, saat Tuhan membangunkan kita di pagi hari (Sumber gambar: pixabay)



Tidak banyak orang di dunia yang memiliki banyak persamaan dengan kita. Untuk itu bila saat ini Sahabat telah menemukannya, maka bergaullah dan pupuklah hubungan Sahabat dengannya.

Pererat jalinan pertemanan Sahabat dengan nilai-nilai kehidupan mendasar seperti kejujuran, ketulusan, kesetiaan, dan bisa diandalkan. Tidaklah penting bila ia lebih menyukai K-pop, bukan Jazz seperti selera Sahabat, adalah jauh lebih penting mempertimbangkan kepercayaan, kekuatan untuk dapat diandalkan, kemauan berbagi, telinga yang selalu mendengarkan dan lidah yang mengeluarkan kritik membangun.

Selain itu, tetaplah buka diri Sahabat untuk teman-teman yang baru. Selama Tuhan masih membangunkan Sahabat dipagi hari, berarti kesempatan belajar Sahabat masih terbuka lebar. Sahabat tidak pernah tahu ilmu baru apa yang akan Sahabat temui saat bertemu dengan orang yang baru.

Ikuti intuisi, dan biarkan waktu menunjukkan mana yang teman baru yang baik untuk hidup Sahabat. Nah, selamat mencari teman. Semoga waktu, juga akan membawa jalinan pertemanan pada kehidupan kita.

Inspired from: "The Lesson" by G. Kingsley Ward

Tangkap Kreativitasmu Dengan Samsung Galaxy Note 5

Artikel berbentuk gambar saat ini lebih disukai pengguna internet

Tahukah Anda, Sahabat Rumah Hana, seiring dengan perkembangan teknologi dan pesatnya informasi, ternyata pelaku pengguna internet saat ini pun berubah.

Bila dulu umumnya orang akan betah berlama-lama menikmati bacaan, namun kini informasi yang ringkas, ringan, namun penuh manfaat adalah jenis informasi yang banyak kalangan cari.

Dan sebagai penulis konten pada sebuah situs majalah parenting pun saya dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan informasi dalam format semacam ini. Bagi kami, tim penulis the Asian Parent Indonesia, format artikel semacam itu kami sebut sebagai format Gallery. Dimana informasi pada halaman situs didominasi oleh gambar dibandingkan dengan tulisan.

Saya sendiri termasuk penganut paham bahwa "A picture can speak thousand words". Untuk itu kalo dapet tugas untuk membuat gallery tu asik banget. Bisa bermain-main dengna imajinasi dan sekreatif kita.

Sayangnya, keasikan tersebut kadang menghilang saat deadline sudah di depan mata, sementara di hari yang sama saya harus banyak keluar rumah.

Disaat seperti itulah, seringkali saya berharap bahwa saya bisa mengerjakan tugas konten sambil mobile kemanapun.

Tak hanya itu, kadang duduk bengong di angkutan umum, membuat saya menemukan ide-ide baru yang cocok untuk beberapa situs yang saat ini saya menjadi kontributor.

Untuk itu, ketika pertama kali melihat teaser Samsung Galaxy Note 5 di televisi, saya merasa, bahwa inilah smartphone jawaban permasalahan saya. Pokoknya, It's really a must have smartphone ever, deh.


Bekerja dengan gambar, meski menyenangkan, sesungguhnya bukan pekerjaan yang mudah. Musti memindahkan gambar dari tab satu ke tab yang lain.
Atau bila bekerja pad perangkat semacam tablet, maka musti pindah jendela yang satu ke jendela yang lain. Plus bonus nunggu, mending kalo koneksi inet lagi kenceng, kalo enggak, wah garukin tembok deh. Untuk itu sangatlah sulit ketika harus mengerjakan galeri dengan perangkat mobile biasa.

Tidak hanya itu, pekerjaan ini juga membutuhkan memori yang cukup besar untuk  dapat upload, download atau malah menyimpan hasil kerja.

Melihat spesifikasi Samsung Galaxy Note 5 ini yang bisa bekerja dengan banyak jendela, ditambah memori di dalamnya yang mencapai 32 GB/ 64 GB, tentu cukup memadai bagi pengerjaan post galeri saya.

Keberadaan S-Pen yang terlihat ringan dan enak digenggam, cukup membantu untuk melakukan pengetikan atau editing gambar yang kadang tidak mudah dilakukan diperangkat mobile biasa. Kalo melihat teaser diatas tu, kita seperti bekerja dengan pensil. Klik sana, klik sini, dan viola.... you got a gallery as you want to. Yakin deh, bakal bisa setor post galleri banyak-banyak dengan gadget yang satu ini.

Tak hanya itu, sebagai penulis konten untuk beberapa situs, saat keluar rumah seringkali saya musti membawa "seperangkat" alat tempur yang, yach... lumayan lah. Sekedar untuk capturing momen, nulis ide, nge-cek to do list, atau membuat catatan-catatan kecil (maklum sudah mau kepala 4, jadi kadang ada aja yang lupa kalo ga dicatet).

Perangkat tempur saya saat pergi keluar rumah (Duh, pakai Samsung Galaxy Note 5 pasti lebih cantik)

Berat si, tapi mau gimana lagi, yang namanya ide itu seringkali datang ga pakai permisi. Jleg, gitu aja, dan kabur, tanpa pamitan pula. Jadi, fitur S-Pen yang bisa langsung digunakan meski dalam keadaan gadget terkunci, tentu saja sangat membantu.

Ide yang tiba-tiba "nongol" bisa langsung ditulis, seolah kita sedang mencorat-coret buku. Di lain waktu, ketika sudah senggamg tinggal buka file folder, dan pindahkan ke tulisan atau galeri gambar.

Makanya dengan adanya fitur tersebut saya berharap ga perlu lagi bawa kamera, notes, dan perlengkapan lain setiap kali harus ke luar rumah.

So, kemarin coba mampir ke halaman pre-order Samsung Galaxy Note 5. Dapet tambahan beberapa info yang lebih lengkap disana (eh, kalo naksir, wajib juga tu subscribe infonya). Dan .... makin meleleh waktu lihat video Samsung Unpacked 2015.


Jadi tahu, kenapa produk ini keren. Karena Samsung dibuat dengan cara "mendengarkan apa yang menjadi keinginan penggunanya". Wajar jika kemudian screen device ini besar, karena banyak pengguna yang ingin mudah untuk menulis, membaca, tapi tetep mudah untuk digenggam. Dibuat dengan lebih tipis serta dibalut dalam balutan metal dan kaca untuk membuat desain yang versatile, abadi. Hingga pengguna bisa jadi ga akan berpikir butuh smartphone lainnya hingga beberapa tahun ke depan.

Perbaikan pada S-Pen membuat pengguna terasa menulis dengan pen biasa diatas kertas. Membuat semua pekerjaan terasa mudah, nyaman, dan ringan. Terlebih dengan adanya fitur wireless charging yang akan membuat kita tidak akan pernah kawatir bahwa pekerjaan kita akan terganggu karena baterai yang habis. Ga ribet lagi bawa power bank kemana-mana.

Ga heran bila moto Samsung Galaxy Note ini adalah Yes, the Next is now

Jadi, gimana? Mupeng kan????? Iya, pake banget. Buruan gih, ikut pre-ordernya, masih ad waktu sampe tanggal 6 September ini kok. Jadi mari berdoa, kalo ga dapet bulan ini, semoga akhir tahun si Emas yang menawan ini bisa ada di genggaman, Insya Allah. Let's your creativity #StartWithNote5

Lewat Mana: Dari Bekasi ke Plaza Indonesia, Thamrin City



Awal bulan dan pertengahan Agustus ini, saya main di seputar Bundaran HI, tepatnya di Plaza Indonesia dan Thamrin City.

Yang pertama memenuhi undangan Blogger Meet up dari Sunlife Indonesia, salah satu perusahaan asuransi tertua di Indonesia; dan yang kedua di undangan belajar kesehatan gigi bersama HHDC Clinic, di Office Suite Thamrin City, Jl. KH Mas Mansyur.

Seperti biasa, Google Maps jadi rujukan pertama saya untuk mengetahui rute lokasi beserta bis apa yang harus saya pilih.

Awalnya saya ga tahu lho, kalo untuk ke Thamrin City, ternyata bisa melalui Plaza Indonesia. Jadi sempet puyeng juga baca rute kethamrin City. Ternyata oh, ternyata.....


Nah,berhubung rutenya ga jauh beda, jadi rute rekomendasi dari Google saya gabung saja ya.

Awal keberangkatan saya dari perempatan Bulak Kapal. Meski petanya nunjukin musti ke terminal Bekasi dulu untuk mendapatkan bis yang disarankan, tapi saya milih nunggu bis di Bulak Kapal saja.

 
Seperti dapat dilihat pada peta diatas, ada 3 bis yang menurut Google melewati Bundaran HI atau tepatnya Plaza Indonesia.
Berhubung ketiga rute tersebut rata-rata menuju Blok M, saya coba lebih memilih untuk ga ngikutin Google (lagi... ha ha ha).

Habisnya ketiga rute itu biassanya lelet. jadi pas Mayasari AC52 lewat (rute Bekasi - Tanah Abang) saya memilih menggunakan tersebut guna menuju ke Bundaran HI. Nah, coba cek rute Mayasari AC52 ini, tetap lewat Bundaran HI juga kan?


Naik AC 52 biasanya lebih cepat. Karena bis ini menggunakan jalur tol lingkar dalam untuk sampai ke Jakarta.

Untuk ke Thamrin City, cukup turun di depan Plaza Indonesia, dan jalan terus ke arah kiri, dari arah Sahabat turun bis.

Oke, semoga bermanfaat ya....

Jurus Jitu Jadi Blogger Kaya



cara mengatur keuangan
(pic. source: id.theasianparent.com)

Anda seorang Blogger? Pengen jadi Blogger kaya? Sama dong, kalo gitu. Ya, siapa sih, yang ga pengen jadi kaya, hidup happily ever after?

Tapi, sebelum ngomongin tips jadi Blogger kaya, gimana kalo kita definisikan dulu sebetulnya siapa, si, orang kaya itu; atau paling tidak seperti apa ciri orang kaya.

Mungkin kalo untuk seorang Blogger, menjadi Blogger kaya itu berarti, kontennya banyak yang suka, followernya banyak, jadi gampang kalo pengen menawarkan diri untuk review, atau iklan. Dan giliran dapet review, maka job reviewnya mengaliiiiirrrr terus setiap bulan, malah ada yang ngantri.

Atau kalo yang fokus pada SEO, ya, udah pasti, gaji dari Google Adsense yang melimpah ruah, macam Mas Dian, salah seorang Mastah SEO yang konon tumpukan uang rupiahnya sampe tiga dimensi.

Tapi guys, kata Pak Safir Senduk, salah seorang perencana keuangan Indonesia tu, orang kaya adalah

cara mengatur keuangan
Blogger banyak aset = Blogger kaya

Nah, dengan definisi seperti itu, maka kita bisa tahu bahwa siapa aja, Blogger umur berapa aja, bisa aja disebut sebagai orang kaya. Karena definisi kaya sebetulnya adalah berapa banyak harta produktifnya. 

Iya, si, kalo buat Blogger, situs blog juga bisa dikatakan aset. Terlebih bila sudah menghasilkan seperti mas Dian itu. Tapi,...untuk mencapai seperti mas Dian tu juga ga mudah butuh waktu, tenaga, investasi ilmu, peralatan SEO , dan masih banyak lagi.

Bijak atur keuangan = jalan menuju kaya

Ngerti kok, kalo saat ini, Sahabat masih belum berani jadi full time blogger karena blog yang dipunyai belum bisa menghasilkan seperti yang diharapkan (senasib dong, kita...)

So, yuks, kita merintis jadi orang kaya dulu aja, sambil nungguin blog kita menghasilkan. Caranya? Cobain deh, ikuti tips dar Safir Senduk di acara Blogger Meet Up ini.

"kunci salah seseorang untuk bisa menjadi kaya adalah bagaimana cara ia mengatur uang"


cara mengatur keuangan

Misalkan seperti ilustrasi di atas, 

Meskipun Blogger nomer tiga penghasilannya paling kecil, namun karena ia pandai mengatur uang, maka ketika usahanya terhenti, (lagi ga da job review, sakit jadi ga bisa kerja, ada kejadian-kejadian alam yang tak terduga dsb), maka kita pasti tahu bahwa Blogger nomer tigalah yang paling bisa bertahan terhadap situasi-situasi sedemikian.

Atau ketika pada akhirnya ia memutuskan untuk resign, istirahat dari “hiruk-pikuk” per-bloggeran, hidupnya akan bisa tenang karena ia telah memiliki aset yang bisa membiayai hidupnya nanti.

Oya, menurut Pak Safir, ternyata gaya kita ngatur uang dipengaruhi juga oleh tipe otak kita.

cara mengatur keuangan
Ciri-ciri otak kanan dan kiri. Kamu termasuk yang mana?

Jadi, kalo Sahabat biasa ga bisa tidur gara-gara nungguin pre-order gadget terbaru, atau terbayang-bayang SALE baju di Plaza Indonesia, meski koleksi baju di rumah sudah hampir dua lemari, bisa jadi Sahabat adalah tipe orang kanan.

Bagi Sahabat ni, dateng ke acara Blogger pake baju itu itu mlulu = mati gaya. Gadget yang dipakai itu-itu mlulu sama arti kehilangan kesempatan untuk bisa review produk terkini.

Salah? Ga juga si… Namanya juga Blogger, apa si yang ga bakalan bisa jadi uang? (ngaku ajah....) Bukannya datang ke acara ketemuan blogger aja bisa ganti gadget, ya ga?

Enaknya jadi Blogger........
Yang hobi update fashion, bisa aja jadi Blogger fashion. Yang suka update gadget bisa juga jadi Emak Gadget macem mbak Arin Murtiyani.

Hanya saja, kita semua pasti tahu, bahwa bekerja sebagai blogger itu bukan kerja instan, hari itu kerja, hari itu langsung menghasilkan. Semua butuh waktu, ngga ada blog yang bisa menghasilkan rupiah atau dolar dalam waktu jam atau beberapa hari.

Padahal, koneksi internet, biaya jalan ke acara, makan sehari-hari, hutang di pegadaian (*eh), semua itu kan perlu dibayar saat ini, ngga bisa nunggu nanti saat blog sudah menghasilkan.

Jadi, disinilah kuncinya, bijak mengatur keuangan agar kehidupan kita menjadi #lebih baik.

Nah, gimana cara ngatur keuangan? Ini saran pak Safir Senduk

cara mengatur keuangan
Porsi pengaturan keuangan untuk hidup #lebihbaik
So, kalo habis gajian atau pas dapet job tu, langsung pisahin seperti prosentase diatas.

Oya, cara mengatur keuangan seperti diatas tu, ga hanya berlaku untuk Blogger lho, apa saja profesi Sahabat bisa menggunakan cara diatas untuk membuat kehidupan keuangan Sahabat menjadi #lebih baik.

Jika memang bisa untuk semua orang, kenapa ya, acara kemarin difokuskan untuk para Blogger?

Rupanya tu, ada “agenda tersembunyi” dari Sunlife ID dengan mengajak para Blogger untuk belajar mengatur keuangan dengan #lebihbaik.


Menurut Sunlife, Blogger saat ini bisa memainkan peran penting dalam penting dalam edukasi finansial masyarakat Indonesia.

Sebagai salah satu perusahaan asuransi tertua, visi misi Sunlife tidak hanya membantu merencanakan masa depan yang #lebihbaik bagi rakyat Indonesia namun juga bagaimana membuat rakyat Indonesia, bisa melek finansial.Tentu saja diawali dengan kepiawaian mengatur keuangan, apa pun profesinya; apatah pegawai tetap, freelancer, dan tentu saja Blogger.

Dan seperti kita tahu, profesi Blogger termasuk profesi yang cukup beresiko, terutama karena tidak adanya jaminan perlindungan kesehatan, kecelakaan, apalagi dana pensiun. Untuk itulah sangatlah wajib bagi seorang Blogger untuk juga memasukkan pos asuransi dalam rancangan pengaturan keuangannya.

First of all, kita perlu sadar dulu bahwa semakin tidak aman seseorang, maka ia akan butuh asuransi. Jangan sampai kehidupan keluarga menjadi kacau bin balau karena kejadian-kejadian tak terduga yang terjadi.

Nah, jika mindset diatas telah kita punya, maka dengan sendirinya, kesadaran pentingnya asuransi akan tertanam dalam diri kita.

Lalu gimana cara seorang Blogger (atau freelancer, atau siapa aja yang berpenghasilan tidak tetap) untuk dapat memiliki polis asuransi? Ini jawaban Pak Safir Senduk...


Berat? Ga juga sebetulnya, tinggal sisihkan saja sebagian penghasilan bulanan kita atau saat terima job review, bayaran iklan, atau malah transferan dari Google.

Jika asuransi sudah dimiliki, maka waktunya pilih cara untuk berinvestasi.

Ada beberapa pilihan asuransi yang cocok untuk seorang Blogger (atau freelancer).


Bukan begitu, bila dana terbatas, seharusnyalah asuransi yang didahulukan, baru kemudian berpikir untuk investasi. Karena bila investasi dulu, bisa-bisa nanti asetnya tergerus untuk membiayai hidup saat resiko terjadi.

Beberapa pilihan investasi untuk dana terbatas atau malah pendapatan tidak tetap adalah obligasi, saham, emas, deposit atau malah properti.

Khusus untuk properti, Safir Senduk menyarankan untuk mengubahnya menjadi aset yang dapat memberikan hasil rutin. Misalnya dengan mengubahnya menjadi kos-kosan atau kontrakan. Karena properti temasuk investasi yang ga mudah dicairkan.

Kalo buat saya si, ide semacam ini malah bisa jadi back up lho, saat kita ‘nganggur”, hanya posting-posting curhatan, atau cerita datengin event (*ini mah saya) atau apa aja yang ga dapet bayaran.

Uokeh…itu dia tips, sekaligus laporan dari acara Blogger Meet Up with Sunlife Id “Yuk, Bijak Mengatur Keuangan”.
Semoga ga kepanjangan dan capek bacanya. Jangan lupa, share bila dirasa bermanfaat untuk banyak teman Sahabat he he he.

Bermasalah Dengan Bau Mulut? Ini Solusinya


Pernahkah Sahabat menyadari bahwa ada salah satu bagian tubuh kita yang sering kita abaikan perawatannya?

Selain kaki, gigi/ mulut seringkali menjadi nomor sekian kali untuk mendapat jadwal perawatan yang optimal. Padahal, hampir setiap detik kita menggunakannya. Entah untuk mengunyah makanan, atau memperjelas pembicaraan kita.

Tak percaya? Coba deh cek saja, berapa orang dari keluarga di rumah yang rajin menggosok gigi sebelum tidur? Padahal ini adalah perawatan dasar dari gigi yang harus kita lakukan setiap hari. Belum lagi bila dilanjutkan dengan survei, berapa jumlah orang yang rajin pergi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali? Dapat 10 orang saja dari satu deret di komplek perumahan atau tetangga kita, sudah sangat hebat, tu (komplek perumahan di rumah saya, ya … he he he).

Kesalahan perawatan, bisa bikin gigi bergeser lho...

Padahal kesalahan perawatan pada gigi, bisa mengakibatkan banyak masalah; seperti bergesernya fungsi gigi, kerusakan gigi, dan tentu saja, bau mulut.

Betewei busway, kabarnya bau mulut tu diderita hampir sepertiga dari populasi orang di dunia, dalam rentang usia yang sangat bervariasi. Wah, serem, ya...
Bau mulut tidak hanya terasa tidak nyaman bagi pengidapnya, namun juga bisa mengganggu orang lain disekitarnya.

Saya pun termasuk salah seorang yang bermasalah dengan hal ini. Memang bau mulut tersebut tidak timbul sepanjang waktu, tapi bila dalam rentang waktu 2-3 jam tidak mengunyah makanan (setelah sebelumnya makan atau minum) pasti tak lama kemudian mulut terasa kering, dan saya merasa ada bau tidak nyaman keluar dari mulut.

Cara menghilangkan bau mulut


Tips Menghilangkan bau mulut dari Drg. Rachel, HHDC Thamrin City
Bicara pada seminar mini “Mari Bicara Gigi” di klinik HHDC, thamrin City, Drg. Rachel, menyebutkan bahwa ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan bau mulut. Seperti mengurangi konsumsi makanan yang berkadar gula tinggi, lebih banyak minum air putih, dan tentu saja, menyikat gigi dua kali sehari.

Sayangnya, cara perawatan dengan menyikat gigi dua kali ini kadang dilakukan dengan cara yang salah serta kurang lengkap. Seharusnyalah sikat gigi dua kali sehari ini dilakukan seusai makan, tidak hanya pada saat mandi pagi dan sore saja.

Pasta gigi yang digunakan pun haruslah pasta gigi yang berfluoride. Seusai menyikat gigi, sebaiknya juga melakukan pembersihan sela gigi dengan dental floss, berkumur dengan obat kumur non alkohol, dan yang tak boleh dilupakan adalah membersihkan lidah.

Seperti inilah lidah yang tidak dibersihkan. Eh, ada gas H2S, tahulah seperti apa baunya...

Membersihkan lidah sangatlah penting untuk mencegah bau mulut, karena pada tonjolan-tonjolan lidah kita seringkali terdapat bakteri atau sisa-sisa makanan yang dapat menyebabkan bau mulut yang tidak sedap.

Cara membersihkan gigi dan lidah untuk menghilangkan bau mulut

Banyak sekali nasehat tentang cara membersihkan gigi yang selama ini salah. Membersihkan gigi seharusnyalah menggunakan sikat gigi dengan bulu yang jarang agar kotoran pada sela gigi lebih mudah dibersihkan.

Sikat gigi juga harus dilakukan dengan pelan, dengan gerakan seperti “mengorek” kotoran gigi, bergantian dari gigi yang satu ke gigi yang lain.

Untuk itu, ada baiknya memilih sikat gigi dengan batang sikat tidak terlalu panjang, agar saat menggosok gigi kita tidak terlalu mengeluarkan tenaga yang bisa jadi malah melukai gusi.

Agar optimal, sebaiknya lidah dibersihkan terlebih dahulu. Tujuannya tentu saja untuk mengankat sisa makanan yang berada di sela-sela lidah.

Biasanya kita mendengar nasehat untuk membersihkan lidah perlahan-lahan dengan sikat gigi, namun cara ini bisanya beresiko karena bulu sikat gigi memang tidak di desain untuk membersihkan lidah.

Produk perawatan gigi dasar untuk mengurangi bau mulut dari oxyfresh
Salah satu produk yang bisa kita gunakan adalah Oolit Oxyfresh. Alat ini bentuknya sangat sederhana, hanya berupa lembaran tipis plastik dengan gerigi lembut di bagian kanan-kiri lembaran.

Sebelum cerita lebih jauh, tentang Oolit dan scalling lidah ini, saya akan sedikit bercerita tentang Oxyfresh.

Oxyfresh merupakan merek dagang dari salah satu produk perawatan gigi dari Amerika. Kandungan Oxygene dalam produk ini telah banyak membantu banyak orang mengatasi masalah bau mulut atau masalah gigi lainnya.


Oxygene yang terdapat dalam produk Oxyfresh akan menetralisir gas H2S yang terdapat dalam mulut kita dan menjadikannya senyawa garam mineral NaCl (iye, garam dapur tu…) yang aman untuk tubuh. Itulah makanya, produk Oxyfresh ini aman untuk anak-anak meski digunakan setiap hari.

Beruntung saya berkesempatan untuk mencoba produk Oolit dan praktek teknik scalling ini.
pic.source: oxyfresh.com


Selama dua minggu ini, sebelum gosok gigi, saya membersihkan lidah terlebih dahulu dengan tooth scrapper Oolit dari Oxyfresh. Setelah berkumur, dilanjutkan dengan menyikat gigi menggunakan sikat dan pasta gigi Oxyfresh juga.

Pada penggunaan tiga hari pertama, masalah bau mulut saya mulai sedikit berkurang. Saat bangun tidur di pagi hari-pun, bau mulut yang saya rasakan juga banyak berkurang.

Karena aman untuk anak, saya juga memberikan pasta gigi ini untuk Hana coba. Entah mengapa, si Hana ni, sedari kecil bau mulutnya kadang kurang segar meski tidak pernah mengkonsumsi susu formula.

Alhamdulillah, Oxyfresh toothpaste lumayan mengurangi bau mulut pada Hana. Untuk itulah, sampai saat ini kami berdua masih menggunakan produk Oxyfresh Toothpaste dan Toothbrush untuk menjaga kebersihan gigi.

Sayang, produk Oxyfresh bukanlah produk yang mudah diperoleh di pasaran. Produk ini hanya bisa diperoleh dibeberapa klinik gigi tertentu saja. Jadi, ya kemungkinan agak sulit, ni, untuk restock saat persediaan di rumah mulai menipis.

Nah, itu dia tips menghilangkan bau mulut dari  HHDC kemarin. Semoga informasi diatas juga bermanfaat untuk Sahabat semua. Salam.