Dana Cadangan bagi Seorang Freelancer

by - 8/28/2014



 
Freelance Women
Freelance Women juga butuh dana cadangan, lho (foto minjem)

Kalo ditanya teman, apa si, enaknya jadi Freelancer? Jawaban saya biasanya ada 3; waktu kerja yang flexible, melakukan pekerjaan dari manapun, dan ga perlu baju rapi waktu kerja ha ha ha. Bahkan sambil dasteran pun bisa (emaks gituh, loh)

Tapi jujur, jadi freelancer juga ga selamanya enak. Salah satunya, ga punya tunjangan kesehatan atau kesejahteraan seperti para pegawai tetap lainnya.

Itulah, makanya, menurut saya, penting banget bagi seorang freelancer untuk memiliki payung-payung financial yang akan melindungi kesejahteraan dan keberlangsungan hidup keluarga nantinya (ish, bahasanya ..)

Nah, berdasar kondisi keuangan yang (sering) tak menentu, ada beberapa produk simpanan dana atau investasi yang bisa dijadikan dana cadangan saat masa-masa sulit; diantaranya adalah:

1. Tabungan

Tabungan mungkin merupakan pilihan termudah dan termurah bagi seorang freelancer untuk menyediakan dana cadangan di masa depan. Selain bebas dari besaran dana yang harus disetor, tabungan juga mudah dicairkan jika sewaktu-waktu membutuhkan dana.

Namun, tingkat inflasi kadang membuat dana yang sudah dikumpulkan dengan susah payah, ternyata mengalami penurunan nilai. Untuk itu nasabah tabungan juga perlu merencanakan untuk menginvestasikan dana mereka dalam bentuk lain agar nilai dari tabungan tersebut tetap bahkan jika mungkin bertambah.

2. Reksadana

Investasi jenis ini sedang naik daun akhir-akhir ini. Banyak ahli keuangan yang menyarankan untuk berinvestasi dalam bentuk Reksadana. Selain Reksadana saat ini dapat dibeli dengan pembelian yang sangat ringan (sekitar RP 100.000,-), produk ini juga cukup menjajikan hasil yang lumayan.

Sayangnya, produk reksadana sedikit rumit untuk dipahami. Seseorang perlu belajar untuk memahami istilah serta cara-cara berinvestasi reksadana agar tetap pada level menguntungkan.

3. Emas

Benda satu ini adalah favorit bagi banyak kalangan. Emas dalam bentuk perhiasan atau lempengan sesungguhnya adalah investasi yang cukup ringan serta paling mudah untuk dilakuka. Bulan ini mau beli, bulan besok enggak juga ga papa.

Kekurangan produk ini adalah, nilai penambahan emas seringkali belum begitu terasa bila disimpan dalam jangka waktu kurang dari 5 tahun. Selan itu harga emas yang terus naik setiap gramnya, membuat seseorang harus menyisihkan dana yang cukup besar bila ingin berinvestasi dalam bentuk ini.

Nah, kalo menurut Sahabat Rumah Hana, produk investasi mana ya, yang paling tepat untuk freelancer seperti saya?



Visit my others financial writing id.theasianparent.com

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.