-->

Iklan Pop up yang Menyesatkan

Saat berselancar di dunia maya, pernahkah teman-teman menemukan iklan semacam ini?



Mungkin pernah secara tidak sengaja, teman-teman meng-klik iklan seperti di atas, dengan pemikiran "Ah, main-main aja."

Hal yang sama juga pernah saya lakukan. Dan hari-hari berikutnya perjalanan berselancar saya sungguh tidak mengasyikkan; bahkan sangat menyebalkan.

Setiap kali membuka link website maka saya akan menemukan kata dengan double strike through seperti ini.

Kata yang berwarna hijau itulah yang menyebalkan 

Dan jika kursor diarahkan pada kata tersebut maka akan muncul seperti ini.





Kabarnya, iklan semacam ini termasuk Malware; sejenis virus yang dapat mencuri data-data pengungjung web tersebut. Dan yang paling annoying sekali, adalah kadang hanya dengan double klik saja, maka akan muncul beberapa tab iklan tanpa kita minta. Selain menghambat pekerjaan, tentu saja, menghabiskan kuota he he he.

Nah, jadi buat yang suka coba-coba, mending hentikan deh. Asli, cuapek bener bersihinnya. Mulai dari tracking program files sampai nyari root perintah DOS-nya (istilah aslinya saya ga ngerti, cuma ngutip aja dari yang tahu he he he). Buat yang sudah terlanjur terinfeksi mungkin bisa dicoba cara saya:

1. Segera update antivirus, dan scan semua program files, aplikasi pokoknya semua yg ada di PC

2. Cari perintah ini pada root task manager. Tapi harap hati-hati, kalo ga paham mending serahkan pada ahlinya aja deh, Saya jadi kehilangan konten beberapa program karena saking parnonya.






3. Pasang add-block add-ons saat browsing.

4. Kalo pengen ikut survey, pilih yang terpercaya aja.

5. Udah. Ha ha ha. Maksudnya sudah hentikan ga usah iseng lagi.


Untuk tips komplit menghilangkan virus sejenis, baca di link ini aja deh Cara Menghilangkan Iklan

My Telkomsel, Anytime and Anywhere Assistance




Petang itu saya merasa sangat bahagia karena sebuah email yang masuk dalam inbok saya. Email tersebut berisi sebuah pemberitahuan bahwa saya mendapat tawaran menulis untuk sebuah website parenting. Excited rasanya. Inilah job yang saya tunggu selama ini.

Segera aplikasi pun saya buat. Sayangnya, saat hendak upload, gangguan koneksi menghambat langkah terakhir saya itu. Tak ada pilihan lain, terpaksa saya lari ke warnet. Jam 8 malam, ditengah-tengah perumahan dengan daerah dan jalanan besar yang masih gelap disana-sini sungguh membuat saya tak merasa nyaman.

Belum lagi ketika harus mendengar suara bedebum-bedebum anak-anak di warnet yang main game online (heran pemilik warnet-nya kok ga ngasih, head set, yach?) serta ocehan mereka yang tidak nyaman untuk didengar. Benar-benar bukan suasana kondusif untuk membuat ajuan aplikasi yang sempurna.


Alhamdulillah, meski dengan situasi yang “babak belur,” akhirnya aplikasi saya diterima. Awal September itu, saya resmi menjadi karyawan lepas di majalah parenting online, the Asian Parent Indonesia.

Penuh semangat saya mulai bekerja. Satu per satu draft artikel telah saya buat. Tak ingin pengalaman saat mengunggah aplikasi terulang, saya menganti kartu modem dengan kartu dari operator yang mengaku berkekuatan 2.7 Mbps. 

Sayangnya, kelancaran koneksi hanya terjadi pada beberapa hari pertama saja; saat kuota bonus pengaktifan perdana masih ada. Parahnya lagi, operator ini membuat saya harus diblokir oleh situs tempat saya bekerja. Akses saya ke website The Asian Parent ditolak. Wah, malu sekali rasanya. Membuat repot teknisi disana, yang notebene juga lebih banyak pekerjaan dibanding saya. Belum lagi, waktu kerja saya yang kemudian molor berhari-hari karena permasalahan tersebut, membuat saya tidak dapat mencapai target seperti yang diharapkan. Sungguh menyebalkan!

Sebetulnya salah seorang teman sudah menasehati untuk menggunakan layanan internet Telkomsel, namun karena saya merasa layanan Telkomsel saat itu terasa mahal, saya kekeuh mencari alternatif lain. Tapi, setelah kejadian blokir tersebut, (parahnya terulang kembali untuk kedua kalinya), saya memilih untuk menggunakan Telkomsel sebagai operator penyedia data. Dengan memilih layanan Flash Optima sebagai penunjang kelancaran saya bekerja. Terlebih ketika pekerjaan saya juga menuntut saya mengikuti perkembangan berita via You tube, Instagram dan lain sebagainya; koneksi data yang terjaga kecepatannya tentu saja sangat saya butuhkan.

Alhamdulillah, akhirnya saya tidak pernah merasakan kendala pekerjaan yang berarti selama menggunakan layanan Flash Optima. Hanya saja karena belum familiar benar dengan layanan operator yang satu ini, saya sering harus menyematkan kartu simPati Loop saya kedalam handphone terlebih dahulu, agar saya menge-cek sisa kuota paket atau membeli paket layanan baru.

Waktu itu saya berharap, andai Telkomsel memiliki layanan self service sehingga pekerjaan cek kuota atau pembelian paket dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Penasaran saya tanya ke beberapa teman yang menggunakan Telkomsel sebagai layanan koneksi datanya. Ternyata ada cara gampang untuk cek kuota dengan mengirimkan sms via PC/ Laptop. Yaitu dengan mengirimkan pesan “flash <spasi> info” ke 3636. Selama beberapa waktu saya menggunakan layanan customer service ini. Hingga di bulan November kemarin, setelah pembelian paket Flash Optima yang kesekian kali; saya mendapat notifikasi dari layanan 3636 bahwa saat ini telkom telah memiliki layanan self service dengan nama myTelkomsel.

Ada dua cara untuk menggunakan layanan My Telkomsel. Yang pertama via akses di web dengan alamat https://my.telkomsel.com/GTConnect/index.jsp atau download aplikasi myTelkomsel dari Google play, Apple store, dan Blackberry World. Untuk pilihan yang kedua hanya khusus untuk para pengguna handphone, smartphone atau tablet dengan sistem operasi android saja.

Karena saat pekerjaan saya lebih banyak dengan menggunakan PC, maka selama beberapa saat saya lebih banyak menggunakan myTelkomsel on the Web saja. Tampilan my Telkomsel pada web kira-kira seperti ini




my Telkomsel on the web


Untuk menggunakannya pertama kali, pelanggan harus meminta Pin T-care sebagai pelengkap identitas pelanggan. Cara mendapatkannya pun mudah, cukup mengisi kolom regristasi dibawah area login. Setelah mengisi data, kita akan mendapatkan notifikasi password. Dan untuk menjaga kerahasiaan password sebaiknya sms dihapus atau mengganti password dengan cara menghubungi *111#/*116#.

Ketika kemudian saya juga aktif menggunakan tablet, my Telkomsel akhirnya juga saya sematkan disana. Tak ingin repot harus gonta-ganti kartu, saya memakai dua nomor langsung disana. Sesuai dengan tujuan my Telkomsel dibuat, My telkomsel memberi banyak kemudahan. Misalnya berbagi pulsa, mengirim paket data, cek tagihan kartu Halo, sampai mengisi paket internet di tablet yang tak punya fitur telepon.



Aneka Fitur self Service pada My Telkomsel


Fitur favorit saya adalah speed test. Fitur paling penting buat saya adalah cek kuota dan speed test. Cek kuota seolah seperti alert untuk saya agar tidak over limit. Sementara speed test, penting banget untuk mencari tempat-tempat dengan kecepatan yang tepat untuk bekerja saat saya sedang mobile.

Agar aplikasi ini mudah digunakan oleh para pelanggan Telkomsel, satu video tutorial dapat kita saksikan atau unduh (sebagai file pribadi siapa tahu nanti lupa) pada situs YouTube



Seru bukan? Asiknya, aplikasi ini dibuat tidak hanya untuk satu nomor kartu, seluruh kartu Telkomsel yang kita gunakan, dapat dicek dengan aplikasi ini. Caranya, kita musti logout dari kartu awal dan sms ke *323# dari nomor yang hendak kita cek, guna meminta kode password (token) login my Telkomsel. Cara ini juga dapat digunakan saat kita sedang menggunakan wi-fi atau layanan data dari operator lain. Cara lebih praktis? Pilih tombol "Feature" pada my Telkomsel, kemudian "Multi SIM Control". Nah, masukkan deh, kartu-kartu telkomsel kita disini. Maximal 4 kartu dapat kita daftarkan via my Telkomsel. So, wajar kan kalo saya bilang My Telkomsel, Anytime and Everywhere Assistance


Ibu, Cinta Tanpa Akhir


http://berbagikabarterbaru.blogspot.com/2013/11/kartu-ucapan-hari-ibu-terbaik-2013.html
Pinjam kartu ucapan dari web ini
(sumber gambar: berbagikabarterbaru.clogspot.com)





Wanita separuh baya itu mengambil seorang bayi yang hampir separuh wajah dan badannya menghitam. Pelan namun tegas, ia mengatakan bahwa ia berjanji akan merawat dan membesarkan bayi itu sebaik mungkin. “Saya akan carikan dokter untuk menyembuhkan wajah dan badannya ini, Mbak,” begitu janjinya.

Keesokan harinya, bersama dengan bayi mungil yang belum genap tiga bulan itu, ia mulai mencari dokter yang sanggup mengobati kekurangan yang di bawa si Jabang bayi sejak lahir. Kira dokter satu tak memberikan hasil nyata, ia akan berganti pada dokter yang lain. Entah sudah berapa ratus ribu yang ia keluarkan demi kesembuhan si bayi yang sama sekali tidak memiliki setetes darah pun dari wanita itu di tubuhnya.

Selang waktu berlalu, ketelatenan wanita itu telah membuat si bayi sembuh. Namun, paparan obat yang terlalu dini, membuatnya sering jatuh sakit. Hampir setiap bulan wanita itu terpaksa membawanya ke dokter. Lagi-lagi, ia pun harus merogoh koceknya dalam-dalam. Begitu hematnya, sehingga untuk menikamati sebutir telur pun, ia akan menunggu jika ada undangan hajatan atau selametan datang.

Ketika Si Bayi tumbuh menjadi anak yang aktif, dengan telaten ia mengajari anak itu membaca. Meski hanya lulusan sekolah dasar, tapi ia telah berhasil membuat anak itu gila membaca sejak usia 4 tahun. Ketelatenannya dalam mendidik pula, telah menjadikan si anak mengenal adab dan sopan santun sejak dini.

Saat si anak tumbuh menjadi seorang ABG, dan mulai mempunyai banyak permintaan, ia hanya bisa diam dan mengatakan “Sabar, jika nanti Bapak sudah ada uang permintaanmu, pasti kami kabulkan.”

Padahal waktu itu, prahara sedang melanda kehidupan ekonominya. Suaminya di keluarkan dari pekerjaan karena vokal membela hak karyawan. Walau si anak itu banyak permintaan, dan sering membuatnya kerepotan, tak pernah sedikitpun terbersit dalam hati wanita itu, untuk mengembalikan si anak itu kepada ibu kandungnya.

Bertahun kemudian berlalu, waktu bagi si anak untuk menikah. Tak ada pesta meriah yang ia selenggarakan. Namun karena kebaikan wanita itu kepada sesama, berduyun-duyun orang datang untuk membatunya. Di malam hari wanita itu menangis, memohon maaf pada si Anak, karena tidak bisa menyelenggarakan sebuah pesta besar-besaran baginya.

Ketika kemudian si anak melahirkan seorang bayi, yang kemudian wanita itu memanganggapnya sebagai cucunya sendiri; istirahat malam wanita yang kini menua itu pun terganggu. Ia akan menina bobokan si Cucu hingga larut malam. Tak jarang ia harus tidur dalam posisi duduk, karena si Cucu tak mau di letakkan atau di gendong ibunya.

Begitulah, hidup wanita itu, kasih sayang yang tak terbatas, telah ia abdikan untuk sesama. Tak terhitung saudara yang terbantu, begitu banyak persaudaraan yang telah ia ciptakan. Kini di hari tuanya, ia hanya hidup berdua dengan suaminya yang juga mulai sakit-sakitan. Namun, keluh tak pernah terdengar dari mulutnya. Hanya sujud yang ia panjangkan, semoga Tuhan selalu memberinya kekuatan.

Ibuku tersayang
Dua orang yang paling kusayang


Wanita itu adalah seseorang yang selalu saya panggil Ibu. Wajah yang selalu saya rindu. Dan ya, bayi yang menghitam itu adalah saya, Rahayu Pawitri. Ketulusan dan cinta kasih yang Beliau ulurkan, telah menghantarkan saya mencapai banyak hal dalam hidup ini.

Dan tinggal berjauhan dengan Beliau saat ini, semakin membuat saya merasa bahwa saat bersama Beliau sesungguhnya adalah saat-saat yang penuh makna untuk saya. Terutama saat kami mempunyai waktu untuk ngopi bareng. Saat itu, berbagai cerita akan Beliau ukirkan; mulai dari kisah tentang saudara yang hari ini baru makan sekali, tentang keponakan yang suaminya sakit keras namun tak ada biaya untuk mengobati atau pun kisah-kisah lucu di masa lalu Beliau. Kadang beliau akan tertawa, meski tak jarang rasa sedih Beliau rasakan karena tak kuasa membantu saudara yang berkesusahan. Di saat-saat seperti itu, tak lupa Beliau selipkan aneka nasehat dan trik-trik mengakali hidup agar saya tidak pernah kalah oleh Dunia.

Mengingat Beliau selalu memberi sebuah energi untuk saya guna sesegera mungkin mewujudkan cita-cita saya, menghantarakn Beliau ke berziarah ke Tanah Suci, sebuah cita-cita yang masih beliau anggap absurd, namun selalu dinanti. Insya Allah, Ibu, I’ll make your dream come true. Insya Allah…


Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka memperingati Hari Ibu bersama Kumpulan Emak Blogger