DHA dan Kecerdasan Anak

by - 4/13/2013



Memiliki anak yang sehat dan cerdas, pasti menjadi dambaan bagi orang tua. Karenanya, orang tua pun berlomba-lomba untuk memeberi nutrisi terbaik baik buah hati tercinta.

Salah satu nutrisi yang sering mendapat perhatian para orang tua adalah DHA. Mengapa DHA? Karena DHA dipercaya mampu mendorong perkembangan otak anak. DHA atau Dokosa Heksanoid Acid adalah asam lemak esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Terutama dalam masa pertumbuhan dan perkembangan fungsi syaraf serta penglihatan. Meskipun kebutuhan tubuh akan zat ini sangat kecil (4mg/Kg berat badan), namun kekurangan zat ini akan sangat berpengaruh pada pekerjaan system organ tubuh terutama sistem syaraf dan sistem sirkulasi darah.

DHA merupakan bahan pembangun otak (sekitar 60%); karenanya, asam lemak ini sangatlah penting bagi pertumbuhan bayi. Zat gizi ini penting terutama untuk perkembangan otak, pembentukan retina bayi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Karena merupakan jenis vitamin yang tidak dibentuk oleh tubuh, maka DHA dapat dipenuhi melalui berbagai jenis asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh bayi. Adapun makanan sumber DHA yang paling banyak terdapat pada ikan laut; seperti Ikan kembung, Selar Salmon dan Tuna. 

Sayangnya, kekawatiran akan adanya kandungan merkuri dalam ikan, membuat banyak Balita kurang mengkonsumsi ikan di bandingkan dulu, sehingga pemberian vitamin anak yang diperkaya dengan DHA kini menjadi alternative pilihan bagi orang tua.

Mengetahui manfaat DHA bagi anak dan juga keinginan untuk memiliki seorang anak yang cerdas, semenjak dinyatakan positif hamil, saya mulai mencermati setiap jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh. Tidak lupa saya juga memperhatikan setiap informasi nilai gizi yang terkandung pada semua jenis makanan siap saji atau pun vitamin yang masuk ke dalam tubuh saya.

Mengapa harus sejak dalam kandungan? Dari beberapa artikel yang saya peroleh saat blogwalking, ternyata kecukupan DHA pada saat hamil dapat mendorong peningkatan kecerdasan anak hingga ia usia 4 tahun. Kebiasaan mengkonsumsi suplemen yang mengandung DHA ini saya lanjutkan hingga waktu menyusui. Sementara konsumsi langsung pada anak, mulai saya berikan saat si kecil mulai lepas ASI. Dengan pertimbangan, ASI yang memang sudah mengandung DHA yang cukup banyak sudah tidak Putri saya konsumsi lagi, dan belum tentu ia akan mendapatkan asam lemak essensial  tersebut dari asupan makanannya sehari-hari.

Dalam memilih vitamin anak yang mengandung DHA, tentulah saya harus sangat berhati-hati. Kali ini saya memilih yang memang di buat dari sumber alam yang terpercaya. Maksudnya bila vitamin itu terbuat dari minyak ikan, maka ikan yang diambil haruslah ikan yang berasal dari sumber perairan yang masih bersih dan bebas dari merkuri. Tidak hanya itu, kandungan DHA-nyapun harus dapat memenuhi kebutuhan anak sehari-hari.

Dengan cara ini, Alhamdulillah, putri kecil saya dapat tumbuh dengan baik, sehat dan ceria. Ia dapat menyelesaikan puzzle 18 keping pada usia satu tahun. Ia pun memiliki memori yang sangat kuat.

Dulu, bila ia kehilangan mainan karena jatuh masuk ke kolong lemari atau lupa meletakkannya ditempat yang tidak biasa, saat ditanya ia akan langsung menuju ke tempat dimana kemarin ia meletakkan atau kehilangan mainannya itu. 

Up...up...go

Dan kemarin, menginjak usia yang keempat, saya baru saja “dihadiahi” sebuah dongeng olehnya… (dongeng ini mungkin terinspirai setelah beberapa hari sebelumnya saya memberikan buku cerita tentang berbagai jenis hewan lengkap dengan apa saja jenis makanannya).

“Sheep, sheep, kamu sudah makan?” katanya sambil menggerakkan replica sapi di tangan kirinya.
“Sudah. Kamu sudah makan belum? Eh, kamu makan apa sih?” jawab replica Sheep.
“Aku makan rumput. Rumput hijau yang segar. ”
“Eh, aku mau berenang ah…”
“Tapi kamu kan ga bisa berenang, Sheep….”
……………………………………

Let's get some grass...

Hmmm…sepertinya putri kecil saya punya bakat mendongeng ya? Bagaimana menurut Anda?

 Ditulis dari pengalaman pribadi dan tambahan dari beberapa sumber, antara lain:
(1) http://www.parentsindonesia.com/article.php?type=article&cat=food&id=449

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.