-->

Iklan Pop up yang Menyesatkan

Saat berselancar di dunia maya, pernahkah teman-teman menemukan iklan semacam ini?



Mungkin pernah secara tidak sengaja, teman-teman meng-klik iklan seperti di atas, dengan pemikiran "Ah, main-main aja."

Hal yang sama juga pernah saya lakukan. Dan hari-hari berikutnya perjalanan berselancar saya sungguh tidak mengasyikkan; bahkan sangat menyebalkan.

Setiap kali membuka link website maka saya akan menemukan kata dengan double strike through seperti ini.

Kata yang berwarna hijau itulah yang menyebalkan 

Dan jika kursor diarahkan pada kata tersebut maka akan muncul seperti ini.





Kabarnya, iklan semacam ini termasuk Malware; sejenis virus yang dapat mencuri data-data pengungjung web tersebut. Dan yang paling annoying sekali, adalah kadang hanya dengan double klik saja, maka akan muncul beberapa tab iklan tanpa kita minta. Selain menghambat pekerjaan, tentu saja, menghabiskan kuota he he he.

Nah, jadi buat yang suka coba-coba, mending hentikan deh. Asli, cuapek bener bersihinnya. Mulai dari tracking program files sampai nyari root perintah DOS-nya (istilah aslinya saya ga ngerti, cuma ngutip aja dari yang tahu he he he). Buat yang sudah terlanjur terinfeksi mungkin bisa dicoba cara saya:

1. Segera update antivirus, dan scan semua program files, aplikasi pokoknya semua yg ada di PC

2. Cari perintah ini pada root task manager. Tapi harap hati-hati, kalo ga paham mending serahkan pada ahlinya aja deh, Saya jadi kehilangan konten beberapa program karena saking parnonya.






3. Pasang add-block add-ons saat browsing.

4. Kalo pengen ikut survey, pilih yang terpercaya aja.

5. Udah. Ha ha ha. Maksudnya sudah hentikan ga usah iseng lagi.


Untuk tips komplit menghilangkan virus sejenis, baca di link ini aja deh Cara Menghilangkan Iklan

My Telkomsel, Anytime and Anywhere Assistance




Petang itu saya merasa sangat bahagia karena sebuah email yang masuk dalam inbok saya. Email tersebut berisi sebuah pemberitahuan bahwa saya mendapat tawaran menulis untuk sebuah website parenting. Excited rasanya. Inilah job yang saya tunggu selama ini.

Segera aplikasi pun saya buat. Sayangnya, saat hendak upload, gangguan koneksi menghambat langkah terakhir saya itu. Tak ada pilihan lain, terpaksa saya lari ke warnet. Jam 8 malam, ditengah-tengah perumahan dengan daerah dan jalanan besar yang masih gelap disana-sini sungguh membuat saya tak merasa nyaman.

Belum lagi ketika harus mendengar suara bedebum-bedebum anak-anak di warnet yang main game online (heran pemilik warnet-nya kok ga ngasih, head set, yach?) serta ocehan mereka yang tidak nyaman untuk didengar. Benar-benar bukan suasana kondusif untuk membuat ajuan aplikasi yang sempurna.


Alhamdulillah, meski dengan situasi yang “babak belur,” akhirnya aplikasi saya diterima. Awal September itu, saya resmi menjadi karyawan lepas di majalah parenting online, the Asian Parent Indonesia.

Penuh semangat saya mulai bekerja. Satu per satu draft artikel telah saya buat. Tak ingin pengalaman saat mengunggah aplikasi terulang, saya menganti kartu modem dengan kartu dari operator yang mengaku berkekuatan 2.7 Mbps. 

Sayangnya, kelancaran koneksi hanya terjadi pada beberapa hari pertama saja; saat kuota bonus pengaktifan perdana masih ada. Parahnya lagi, operator ini membuat saya harus diblokir oleh situs tempat saya bekerja. Akses saya ke website The Asian Parent ditolak. Wah, malu sekali rasanya. Membuat repot teknisi disana, yang notebene juga lebih banyak pekerjaan dibanding saya. Belum lagi, waktu kerja saya yang kemudian molor berhari-hari karena permasalahan tersebut, membuat saya tidak dapat mencapai target seperti yang diharapkan. Sungguh menyebalkan!

Sebetulnya salah seorang teman sudah menasehati untuk menggunakan layanan internet Telkomsel, namun karena saya merasa layanan Telkomsel saat itu terasa mahal, saya kekeuh mencari alternatif lain. Tapi, setelah kejadian blokir tersebut, (parahnya terulang kembali untuk kedua kalinya), saya memilih untuk menggunakan Telkomsel sebagai operator penyedia data. Dengan memilih layanan Flash Optima sebagai penunjang kelancaran saya bekerja. Terlebih ketika pekerjaan saya juga menuntut saya mengikuti perkembangan berita via You tube, Instagram dan lain sebagainya; koneksi data yang terjaga kecepatannya tentu saja sangat saya butuhkan.

Alhamdulillah, akhirnya saya tidak pernah merasakan kendala pekerjaan yang berarti selama menggunakan layanan Flash Optima. Hanya saja karena belum familiar benar dengan layanan operator yang satu ini, saya sering harus menyematkan kartu simPati Loop saya kedalam handphone terlebih dahulu, agar saya menge-cek sisa kuota paket atau membeli paket layanan baru.

Waktu itu saya berharap, andai Telkomsel memiliki layanan self service sehingga pekerjaan cek kuota atau pembelian paket dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Penasaran saya tanya ke beberapa teman yang menggunakan Telkomsel sebagai layanan koneksi datanya. Ternyata ada cara gampang untuk cek kuota dengan mengirimkan sms via PC/ Laptop. Yaitu dengan mengirimkan pesan “flash <spasi> info” ke 3636. Selama beberapa waktu saya menggunakan layanan customer service ini. Hingga di bulan November kemarin, setelah pembelian paket Flash Optima yang kesekian kali; saya mendapat notifikasi dari layanan 3636 bahwa saat ini telkom telah memiliki layanan self service dengan nama myTelkomsel.

Ada dua cara untuk menggunakan layanan My Telkomsel. Yang pertama via akses di web dengan alamat https://my.telkomsel.com/GTConnect/index.jsp atau download aplikasi myTelkomsel dari Google play, Apple store, dan Blackberry World. Untuk pilihan yang kedua hanya khusus untuk para pengguna handphone, smartphone atau tablet dengan sistem operasi android saja.

Karena saat pekerjaan saya lebih banyak dengan menggunakan PC, maka selama beberapa saat saya lebih banyak menggunakan myTelkomsel on the Web saja. Tampilan my Telkomsel pada web kira-kira seperti ini




my Telkomsel on the web


Untuk menggunakannya pertama kali, pelanggan harus meminta Pin T-care sebagai pelengkap identitas pelanggan. Cara mendapatkannya pun mudah, cukup mengisi kolom regristasi dibawah area login. Setelah mengisi data, kita akan mendapatkan notifikasi password. Dan untuk menjaga kerahasiaan password sebaiknya sms dihapus atau mengganti password dengan cara menghubungi *111#/*116#.

Ketika kemudian saya juga aktif menggunakan tablet, my Telkomsel akhirnya juga saya sematkan disana. Tak ingin repot harus gonta-ganti kartu, saya memakai dua nomor langsung disana. Sesuai dengan tujuan my Telkomsel dibuat, My telkomsel memberi banyak kemudahan. Misalnya berbagi pulsa, mengirim paket data, cek tagihan kartu Halo, sampai mengisi paket internet di tablet yang tak punya fitur telepon.



Aneka Fitur self Service pada My Telkomsel


Fitur favorit saya adalah speed test. Fitur paling penting buat saya adalah cek kuota dan speed test. Cek kuota seolah seperti alert untuk saya agar tidak over limit. Sementara speed test, penting banget untuk mencari tempat-tempat dengan kecepatan yang tepat untuk bekerja saat saya sedang mobile.

Agar aplikasi ini mudah digunakan oleh para pelanggan Telkomsel, satu video tutorial dapat kita saksikan atau unduh (sebagai file pribadi siapa tahu nanti lupa) pada situs YouTube



Seru bukan? Asiknya, aplikasi ini dibuat tidak hanya untuk satu nomor kartu, seluruh kartu Telkomsel yang kita gunakan, dapat dicek dengan aplikasi ini. Caranya, kita musti logout dari kartu awal dan sms ke *323# dari nomor yang hendak kita cek, guna meminta kode password (token) login my Telkomsel. Cara ini juga dapat digunakan saat kita sedang menggunakan wi-fi atau layanan data dari operator lain. Cara lebih praktis? Pilih tombol "Feature" pada my Telkomsel, kemudian "Multi SIM Control". Nah, masukkan deh, kartu-kartu telkomsel kita disini. Maximal 4 kartu dapat kita daftarkan via my Telkomsel. So, wajar kan kalo saya bilang My Telkomsel, Anytime and Everywhere Assistance


Ibu, Cinta Tanpa Akhir


http://berbagikabarterbaru.blogspot.com/2013/11/kartu-ucapan-hari-ibu-terbaik-2013.html
Pinjam kartu ucapan dari web ini
(sumber gambar: berbagikabarterbaru.clogspot.com)





Wanita separuh baya itu mengambil seorang bayi yang hampir separuh wajah dan badannya menghitam. Pelan namun tegas, ia mengatakan bahwa ia berjanji akan merawat dan membesarkan bayi itu sebaik mungkin. “Saya akan carikan dokter untuk menyembuhkan wajah dan badannya ini, Mbak,” begitu janjinya.

Keesokan harinya, bersama dengan bayi mungil yang belum genap tiga bulan itu, ia mulai mencari dokter yang sanggup mengobati kekurangan yang di bawa si Jabang bayi sejak lahir. Kira dokter satu tak memberikan hasil nyata, ia akan berganti pada dokter yang lain. Entah sudah berapa ratus ribu yang ia keluarkan demi kesembuhan si bayi yang sama sekali tidak memiliki setetes darah pun dari wanita itu di tubuhnya.

Selang waktu berlalu, ketelatenan wanita itu telah membuat si bayi sembuh. Namun, paparan obat yang terlalu dini, membuatnya sering jatuh sakit. Hampir setiap bulan wanita itu terpaksa membawanya ke dokter. Lagi-lagi, ia pun harus merogoh koceknya dalam-dalam. Begitu hematnya, sehingga untuk menikamati sebutir telur pun, ia akan menunggu jika ada undangan hajatan atau selametan datang.

Ketika Si Bayi tumbuh menjadi anak yang aktif, dengan telaten ia mengajari anak itu membaca. Meski hanya lulusan sekolah dasar, tapi ia telah berhasil membuat anak itu gila membaca sejak usia 4 tahun. Ketelatenannya dalam mendidik pula, telah menjadikan si anak mengenal adab dan sopan santun sejak dini.

Saat si anak tumbuh menjadi seorang ABG, dan mulai mempunyai banyak permintaan, ia hanya bisa diam dan mengatakan “Sabar, jika nanti Bapak sudah ada uang permintaanmu, pasti kami kabulkan.”

Padahal waktu itu, prahara sedang melanda kehidupan ekonominya. Suaminya di keluarkan dari pekerjaan karena vokal membela hak karyawan. Walau si anak itu banyak permintaan, dan sering membuatnya kerepotan, tak pernah sedikitpun terbersit dalam hati wanita itu, untuk mengembalikan si anak itu kepada ibu kandungnya.

Bertahun kemudian berlalu, waktu bagi si anak untuk menikah. Tak ada pesta meriah yang ia selenggarakan. Namun karena kebaikan wanita itu kepada sesama, berduyun-duyun orang datang untuk membatunya. Di malam hari wanita itu menangis, memohon maaf pada si Anak, karena tidak bisa menyelenggarakan sebuah pesta besar-besaran baginya.

Ketika kemudian si anak melahirkan seorang bayi, yang kemudian wanita itu memanganggapnya sebagai cucunya sendiri; istirahat malam wanita yang kini menua itu pun terganggu. Ia akan menina bobokan si Cucu hingga larut malam. Tak jarang ia harus tidur dalam posisi duduk, karena si Cucu tak mau di letakkan atau di gendong ibunya.

Begitulah, hidup wanita itu, kasih sayang yang tak terbatas, telah ia abdikan untuk sesama. Tak terhitung saudara yang terbantu, begitu banyak persaudaraan yang telah ia ciptakan. Kini di hari tuanya, ia hanya hidup berdua dengan suaminya yang juga mulai sakit-sakitan. Namun, keluh tak pernah terdengar dari mulutnya. Hanya sujud yang ia panjangkan, semoga Tuhan selalu memberinya kekuatan.

Ibuku tersayang
Dua orang yang paling kusayang


Wanita itu adalah seseorang yang selalu saya panggil Ibu. Wajah yang selalu saya rindu. Dan ya, bayi yang menghitam itu adalah saya, Rahayu Pawitri. Ketulusan dan cinta kasih yang Beliau ulurkan, telah menghantarkan saya mencapai banyak hal dalam hidup ini.

Dan tinggal berjauhan dengan Beliau saat ini, semakin membuat saya merasa bahwa saat bersama Beliau sesungguhnya adalah saat-saat yang penuh makna untuk saya. Terutama saat kami mempunyai waktu untuk ngopi bareng. Saat itu, berbagai cerita akan Beliau ukirkan; mulai dari kisah tentang saudara yang hari ini baru makan sekali, tentang keponakan yang suaminya sakit keras namun tak ada biaya untuk mengobati atau pun kisah-kisah lucu di masa lalu Beliau. Kadang beliau akan tertawa, meski tak jarang rasa sedih Beliau rasakan karena tak kuasa membantu saudara yang berkesusahan. Di saat-saat seperti itu, tak lupa Beliau selipkan aneka nasehat dan trik-trik mengakali hidup agar saya tidak pernah kalah oleh Dunia.

Mengingat Beliau selalu memberi sebuah energi untuk saya guna sesegera mungkin mewujudkan cita-cita saya, menghantarakn Beliau ke berziarah ke Tanah Suci, sebuah cita-cita yang masih beliau anggap absurd, namun selalu dinanti. Insya Allah, Ibu, I’ll make your dream come true. Insya Allah…


Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka memperingati Hari Ibu bersama Kumpulan Emak Blogger



Optimalkan Pengetahuan, Masalah Gampang Terselesaikan

Problem Solving Steps
Perluas wawasan, kumpulkan, beri nama, dan kemudian optimalkan untuk menyelesaikan masalah Anda.
(Sumber foto: Bing.com)


Ada sebuah kisah menarik dari seorang teman. 

Di suatu siang seorang Ibu muda mendapat kabar dari sebuah toko minimarket langganannya bahwa ia mendapatkan hadiah sebuah kulkas satu pintu. Segera si Ibu muda mencari mobil sewaan untuk menjemput hadiah tersebut, karena ada pemberitahuan bahwa hadiah harus diambil hari itu juga. Setelah sesi foto-foto bersama sebagai bukti penyerahan hadiah, si Ibu muda pun pulang dengan riang sambil membawa kulkas satu pintu itu.

Sudah dua minggu lamanya si Ibu menikmati kulkas hadiah tersebut. Hingga siang itu, si Ibu mendapat SMS untuk membawa kembali ke toko hadiah kulkas yang ia terima kemarin. Alasannya, untuk pemotretan ulang waktu penyerahan hadiah. Foto pada saat penyerahan hadiah kemarin rupanya tanpa sengaja terhapus oleh salah satu staf. Dan karena pemotretan harus menggunakan latar belakang toko, maka mau tidak mau, kulkas satu pintu itu harus dibawa kembali ke toko tersebut.
Kontan si Ibu bingung bagaimana ia akan membawa kembali kulkas hadiah itu. Terbayang ongkos sewa mobil dan kerepotan yang akan ia alami. Sempat terjadi argumen antara kedua belah pihak hingga akhirnya, pihak toko mengalah dengan menjanjikan ongkos pengganti mobil sebesar Rp 60.000.

Kejadian, juga kesalahan, seperti di atas dapat saja terjadi oleh siapa saja. Sayangnya, di saat genting seperti itu, seringkali kita terlupa untuk mencari solusi terbaik dan termudah guna penyelesaian masalah. 

Mari kita andaikan si Ibu dan staf toko tersebut berkepala lebih dingin dan berupaya mencari win-win solution. Staff toko dapat saja mendatangi rumah si Ibu, setelah sebelumnya ia mengambil gambar foto toko yang sedianya akan digunakan sebagai latar pemotretan. Setelah mengambil gambar si Ibu beserta hadiahnya, ia tinggal pergi ke studio foto untuk memadukan kedua gambar tersebut. Langkah yang lebih mudah dan lebih murah bukan?

Namun, selalu saja, di saat krisis kita sering terlupa untuk menggunakan pelbagai pengetahuan yang sebetulnya lebih mudah digunakan untuk menyelesaiakn masalah yang sedang di hadapi. Hal ini dapat terjadi karena kita kurang pandai dalam mengatur pengetahuan yang telah kita peroleh.

Identifikasi pengetahuan untuk menyelesaikan masalah

Pengetahuan atau informasi yang kita miliki dapat berupa ilmu teknis yang kita peroleh dari bangku sekolah. Dapat pula berupa pandangan atau kesimpulan setelah kita membaca atau mengalami sesuatu dan biasanya dipengaruhi oleh nilai serta keyakinan seseorang. 

Sayangnya, bentuk pengetahuan yang kedua ini sering kali kita lupa gunakan dan malah tidak pernah kita pakai sama sekali. Padahal kerap, bentuk yang kedua ini justru yang mampu menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan kita.

Dengarlah selarik kalimat yang diucapkan oleh Lia, dalam sebuah film documenter “Eagle Award”. Lia bertekat untuk tetap bersekolah meski ibunya hanya berprofesi sebagai pengemis. Ketiadaan biaya tidak ia dijadikan alasan. Karena dengan bersekolah ia dapat mengenal internet. Dan melaui internet, akan selalu ada kemungkina baginya untuk meminta bantuan guna melanjutkan pendidikannya. (Eagle Awards, “Harapan Selangit Kelam", Metro TV, 22 September 2013)

Apakah pemikiran seperti Lia itu dipelajari disekolah? Tentu saja tidak. Pendapat Lia, yang ia gunakan untuk menyelesaikan masalahnya ini berasal dari pengetahuannya serta pengalaman hidup yang ia jumpai sehari-hari. Lia telah mampu memanfaatkan pengetahuan atau informasi yang ia peroleh secara utuh. Dan dengan informasi tersebut, ia mampu menyusun strategi untuk menyelesaiakn permasalahannya.

Individu seperti ini kadang kita temui di dunia nyata sebagai seseorang yang mudah sekali bergaul. Berbicara dengannya seolah membaca sebuah buku ensiklopedia, selalu nyambung. Ia mampu mangaitkan informasi yang ia miliki dengan penglaman pribadinya, buku yang baru saja ia baca dan lain sebagainya.

Agar mampu menjadi pribadi dengan kwalitas sedemikian, maka selalu pasang telinga Anda, tajamkan rasa, amati sekeliling. Selalu berusahalah untuk melihat apa yang tidak terlihat di depan mata. 

Sebagai contoh, bila mentor Anda mengatakan, bahwa ia melakukan pengembangan diri dan melakukan beberapa strategi untuk sampai pada posisi yang ia miliki sekarang. Maka jangan hanya berhenti sampai disana. Amati bagaimana orang tersebut melakukannya. Jika perlu copy apa yang dia lakukan. Strategi apa yang ia pakai, jika perlu ketahui juga bagaimana ia menggabungka kehidupan pribadi dan karirnya. Setelah itu praktekkan dalam hidup Anda. 

Yakinlah, pada saat melakukan hal tersebut, Anda akan menemukan hal-hal baru yang menjadi khas Anda. Inilah bekal yang akan menjadi "penolong" saat Anda dalam kesulitan. Tak lupa lengkapi pengetahuan Anda dengan memperluas pergaulan serta wawasan melalui pelbagai bacaan, baik online maupun offline.



Rapikan informasi dan pengetahuan yang diperoleh

Setiap hari, ada begitu banyak informasi yang kita peroleh. Semakin kita bertemu dengan banyak orang, berada di banyak tempat, akan semaikin banyak informasi yang masuk ke otak kita. 

Manusia memiliki kemampuan mengingat sebesar 7-9 digit pada momen tertentu. Karena itu, penting bagi kita untuk memilih dan memilah informasi mana saja yang hendak kita simpan atau kita buang. 

Cobalah sering-sering melakukan latihan dengan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri dengan susunan pertanyaan 5W+1H. lengkapi pertanyaan tersebut dengan bagaimana jika, dan jadi apa yang seharusnya dilakukan.

Dengan terus berlatih mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri, kita akan bertemu dengan pelbagai kesimpulan-kesimpulan baru. Informasi seperti inilah yang akan menjadi data base utama kita. Ia akan mudah kita tarik, karena sejatinya kesimpulan-kesimpulan tersebut merupakan hasil ciptaan dari pemikiran kita sendiri. Berpikir dengan rapi dan teratur, optimal serta efektif adalah cara terbaik untuk menyelesaikan pelbagai permasalahan yang kita hadapi hari ini.


Rahayu Pawitri
Content Writer| Blogger
+62821 1271 5376

Tips Mengenalkan Uang Kepada Anak



Mengenalkan anak dengan uang, sebaiknya diikuti juga dengan pengenalan untuk menabung dan investasi. (sumber gambar: id.asianparent.com)

Beberapa hari lalu saya membaca tulisan Safir Senduk, seorang financial plannner,, tentang pendidikan di negara kita yang masih belum di desain sesuai dengan kenyatan (kompas Jumat, 4 Oktober 2013). Kenyataan yang Beliau maksudkan adalah ajaran tentang bersosialisasi, mengatasi rasa takut, serta hal penting lainnya dalam hidup kita; uang.

Siapa yang bisa menyangkal betapa pentingnya uang dalam hidup kita. Coba kita ingat, nasehat apa yang biasa kita berikan untuk anak kita. “Sekolah dan belajar yang rajin, Dik. Kelak besar nanti akan mudah mencari pekerjaan dan dapat uang banyak.”

Nah, sayangnya nasehat itu tidak kita teruskan menjadi “Atur uang itu dengan baik gunakan untuk investasi, dan biayai hidupmu dengan hasil investasi itu.” (Kalimat terakhir ini saya kutip dari tulisan Safir Senduk pada artikel yang sama).

Ya, sebenarnyalah uang memang memegang peranan penting dalam kehidupan kita. Dan mengatur keuangan dengan baik (being a smart financial) menjadi hal terpenting kedua ketika kita telah menggenggam uang di tangan kita. Disinilah kemudian tugas kita sebagai orang tua, untuk mengajarkan kepada anak bagaimana mengatur keuangan dengan sebaik-baiknya.

Cara mengenalkan uang dan mengajak anak mengatur keuangan dengan baik


1. Kenalkan padanya saat ia sudah dapat menghitung

Pada usia 3 tahun atau saat si Kecil mulai bersekolah, kita sudah dapat mengenalkannya dengan uang. Kenalkanlah nilai masing-masing uang mulai dari yang terkecil. Terangkan padanya apa saja yang akan ia peroleh dengan uang tersebut.

Kenalkan pula padanya tentang konsep “cukup”, “tidak cukup” dan “belum cukup”. Misalkan saat ia memilih sebuah makanan dengan nilai yang lebih dari uangnya, katakan bahwa uangnya tidak cukup, mintalah ia untuk mengganti pilihannya. Janganlah tergoda untuk memberi tambahan dari uang yang Sahabat bawa. Hal ini untuk membiasakan agar ia tidak pernah hutang untuk memenuhi apa yang ia inginkan.

2. Ajarkan padanya untuk mengenali barang yang ia beli

Saat ia ingin membeli sesuatu, coba tanyakan, apakah barang tersebut memang ia butuhkan, ia inginkan, atau sekedar mengikuti trends teman-temannya.

3. Jangan lupa ajarkan padanya dengan untuk menabung.

Sediakan 3 buah toples dan beri nama dengan “dibelanjakan”, “ditabung,” dan “sedekah”. Saat ia menerima uang, entah itu jatah hariannya, uang tambahan dari ulang tahun, atau lainnya, mintalah ia membagi dengan adil pada ketiga toples tersebut.

Katakan padanya bahwa ia boleh membelanjakan uang pada toples “dibelanjakan”. Sementara uang dalam toples “ditabung” dapat ia gunakan untuk membeli barang-barang yang lebih mahal yang ia inginkan dalam jangka waktu tertentu.

Anak-anak mudah sekali bosan dengan hal tertentu. Jadi, pastikan bahwa ia dapat membeli apa yang ia inginkan dalam jangka waktu sebulan. Misalkan dengan cara mengurangi jatah uang pada toples “dibelanjakan”. Namun, bila kira-kira ia tidak akan mencapai keinginannya tersebut dalam jangka waktu 1 bulan atau malah lebih pendek mulailah kenalkan ia pada konsep menyimpan uang di bank.

Jadi, buatkan ia satu rekening di bank. Dan ajak untuk memindahkan toples “ditabung” setiap awal bulan ke dalam rekeningnya tersebut. Tentu saja orang tua harus memberi contoh terlebih dahulu dalam hal ini. Tunjukkan buku tabungan Sahabat, dan ceritakan apa keuntungan yang di peroleh dengan menabung di Bank.

Untuk toples dengan tulisan “sedekah”, katakan padanya, bahwa ia boleh menggunakan uang itu untuk membantu teman yang sedang kesulitan, memasukkan ke kotak-kotak amal yang biasanya ada di tempat-tempat ibadah.

4. Kenalkan pada investasi

Misalkan bila si anak hobi mengoleksi buku, maka minta ia merawat koleksinya tersebut baik-baik; agar kelak, ia dapat menyewakan buku-buku tersebut kepada teman-temannya guna mendapatkan sejumlah uang. Uang yang ia peroleh dari hasil penyewaan buku tersebut dapat ia gunakan untuk menambah tabungannya atau membeli sejumlah barang kecil yang ia butuhkan atau ia inginkan.

Cara lain untuk mengenalkan anak dengan prinsip mengatur keuangan adalah melalui permainan. Ada aneka games online yang dapat Sahabat pilih untuk mengenalkan si Kecil cara membelanjakan uang, berapa banyak yang harus ia simpan, hingga bagaimana mengubah uang menjadi investasi yang akan mendatangkan uang lebih untuknya.