-->

Menangkap Peluang Menghasilkan Rupiah dari Blog dengan Rencana 90 Hari



Hari itu, saya rasanya pengen nyungsep di bantal, saat seorang calon klien berkomentar atas trafik blog saya....


"Oh, trafik sebulannya hanya 1000, ya ..."

Aduh, ....malunya diriku Marimar.... ! Potensi menangkap peluang rupiah dari blog pun, akhirnya melayang. 


Sudah sejak awal tahun, trafik blog saya terjun bebas, lebih tepatnya sejak Google meng-update algoritmanya. Sudah sadar, dan sudah ngeh sejak awal. Salah satu kawan curhat saya, mbak Widi Utami juga sudah mengingatkan, jika sekarang, makin sering update, maka traffic akan terjaga.


Eh, jangan salah, saya pernah lho, mencoba tidak update blog selama tiga bulan dan trafik tetap asik saja. Tapi itu dulu, tiga tahun lalu. 😁😁😁


Makanya sedih banget, dan merasa pahit banget saat lihat trafik yang terjun bebas seperti itu. Apalagi potensi saya menghasilkan rupiah dari blog semakin kecil. 


Jujur sejak hari itu saya jadi tidak berani lagi mengajukan diri untuk mendapatkan job dari blog. Malu dengan trafik blog yang hanya seribu. 


Waktu curhat di grup Arisan Link, saya auto di cubit sayang, 


"Ya mbak Wit itu jarang update, gimana mau ngarep trafik?"


Begitulah, ini memang balada penulis konten yang belum berakhir. Website orang lain update, trafik makin bagus, tapi blog pribadi terbengkelai. 


Alasannya bisa banyak sih, tapi biasanya karena kebutuhan. 😂 (Coba sini yang penulis konten, bener nggak alasan ini?). 


Nggak berarti blog pribadi itu nggak penting, karena toh, blog juga bisa menjadi portfolio bagi seorang penulis konten. Tapi ya itu, karena sering merasa milik sendiri, jadi sering bilang (baca: mbatin ...)


"Ah, nanti aja, masih ada deadline yang lebih penting"

"Nunggu momen yang pas, ah. Blog kan sarana rekreasi, jadi nulisnya harus penuh konsentrasi."

 

Udah, gitu aja terus, sampai akhirnya hari berganti jadi minggu, minggu menjadi bulan, dan akhirnya sadar .... "Wah....aku udah nggak update sebulan." 😂😂


Jalan perjuangan (kembali) menghasilkan rupiah dari blog


Aih, judulnya ... 


Tahun ini, saya punya niat, jika tidak akan melakukan sesuatu yang saya tidak bisa berkomitmen penuh untuk menjalankannya, termasuk blog. 


Ada beberapa kegiatan yang sudah saya buang, atau memilih mundur karena saya tidak yakin mampu berkomitmen penuh melakukannya. Blog saya yang lain juga saya buang, karena memang sudah tidak ada waktu untuk mengerjakan. 


Dan untuk kegiatan yang saya simpan, saya mulai masukkan ke dalam planning dan membuat rencana bagaiamana saya akan melakukannya. 


Khusus untuk blog ini, bulan lalu saya mulai mencari cara bagaimana memperbaiki trafiknya, sambil terus mencari sistem agar saya dapat kontinyu update blog. 


Pertama, saya mengikuti saran teman untuk mengganti template dengan template berbayar. Tapi sepertinya ini tidak membantu banyak. 


Disaat yang bersamaan, saya mencatat, jika saya publish post baru, ada peningkatan trafik pada blog selama 1-3 hari. Kalau nggak update lagi, trafik pun kembali ke angka yang menyedihkan. 


Jadi, sepertinya solusi terbaik untuk kembali menangkap peluang menghasilkan rupiah dari blog saat ini hanya satu, update blog


Rencana 90 hari untuk meningkatkan peluang menghasilkan rupiah dari blog


Jujur, saya sadar, jika untuk meningkatkan trafik pada blog itu tidak hanya satu cara. Update blog tanpa optimasi, tentu tidak optimal. Butuh SEO, memanfaatkan media sosial, membangun link, dan masih banyak lagi. 


Tapi dengan kesibukan merawat 3 website, plus 1 halaman Facebook punya klien, saya memilih untuk mengfokuskan projek trafik blog ini pada satu pekerjaan dulu, update blog post yang rutin. 


Saat masih belum menemukan sistem kerja yang tepat untuk update blog dengan konsisten, saya membaca pengumuman di grup Ibu-ibu Doyan Nulis, jika akan ada 25 webinar dengan tema Menangkap Peluang dari Blog. 


Webinar ini merupakan kerjasama antara komunitas IIDN dengan IM3 Ooredoo yang baru saja meluncurkan produk IMPreneur.


IMPreneur ini merupakan produk pre-paid yang diperuntukkan untuk pelaku usaha di Indonesia, yang membutuhkan paket data, telepon dan sarana komunikasi lain untuk memperlancar bisnisnya. 


Dengan IMpreneur ini, pemilik usaha dapat dengan mudah membagikan kuota data bagi timnya sesuai dengan kebutuhan. 




Nah, dengan kerjasama ini, IM3 Ooredoo berharap ibu-ibu anggota IIDN dan masyarakat tahu jika ada alternatif untuk dapat produktif dari rumah dengan menggunakan produk yang dapat disesuaikan dengan budget sehari-hari. 


Lalu jika bukan pengusaha, apakah tidak dapat memanfaatkan paket data ini? Tentu saja bisa, dong.


Kita sebagai orangtua, yang saat ini juga membutuhkan lebih banyak paket data,- baik untuk bekerja atau sarana anak belajar-, juga bisa memanfaatkan paket IMPreneur ini. Tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan, paket mana yang hendak digunakan. 




Pengalaman mengikuti webinar IM3 Ooredoo X IIDN


Materi webinar IIDNXIM3 Ooredoo ini keren-keren; bener-bener oke untuk diikuti Blogger pemula maupun Blogger yang sudah cukup lama ngeblog, tapi masih belum bisa menghasilkan dengan maksimal.


Saya pun auto daftar webinar tersebut. Apalagi ada materi "Mendatangkan trafik Blog untuk Pemula", yang dibawakan oleh mbak Mugniar. 


Pemula? Iya, kalau dilihat dari trafik, saya kan termasuk pemula. 😄


Waktu itu saya mendaftar 4 kelas webinar saja (karena memang hanya boleh daftar empat kelas), tapi Alhamdulillah, akhirnya hampir sebagian besar webinar bisa saya ikuti. Kalau lah skip, kebanyakan hanya karena bentrok dengan jadwal meeting, atau memang jadwal saya sudah full. 


Beberapa webinar yang saya ikuti adalah:


  • Mendatangkan Trafik Blog untuk Pemula, oleh Mugniar
  • Membangun Backlink SEO Offpage, oleh Priangga
  • Menjadi Blogger Kesayangan Brand, oleh Muhammad Firman, PR ASUS Indonesia
  • Seluk Beluk Review, oleh Widyanti Yuliandari
  • Fotografi dengan smartphone, oleh Ranny Affandi
  • Tip Jitu Mendapatkan Peluang Job di Blog, oleh Widyanti Yuliandari
  • Optimasi Instagram untuk Mendukung Blog, oleh Pungky Prayitno
  • Optimasi Twitter untuk Mendukung Blog, oleh Kartika Putri Mentari
  • Memenangi Lomba Blog, oleh Widyanti Yuliandari
  • Smartphone Videography, oleh Joe Chandra P
  • Public Speaking for Blogger, oleh Sara Neyrhiza
  • Mengenal danMengoptimakan Domain Authority, oleh Irwin Andriyanto
  • Menulis Konten Berkualitas, oleh Widyanti Yuliandari


Banyak sekali ilmu yang saya peroleh dari marathon webinar IIDN bareng IM3 Ooredoo ini. Mulai bagaimana menulis konten yang berkualitas, attitude sebagai Blogger, meningkatkan trafik atau pengunjung blog, hingga bagaimana menggunakan media sosial untuk memperbesar peluang mendapatkan penghasilan dari blog. 


mendapatkan trafik blog

Tip mendapatkan trafik blog untuk Blogger pemula
ala mbak Mugniar 


Dan dari webinar ini, saya makin sadar jika seorang Blogger juga perlu tahu tentang 


  • Optimasi artikel off page 
  • Paham struktur blog yang SEO friendly
  • Cara menggunakan media sosial untuk branding ataupun trafik
  • Cara mengambil gambar dengan perlengkapan fotografi yang dimiliki
  • Cara membuat video baik untuk konten pendukung blog, atau konten untuk channel YouTube yang dimiliki


Walah, pusing saya, mengingat 5 daftar diatas. Ya, memang sedikit, tapi kalau diurai, detailnya bisa banyak banget. 


Karena itulah, saya tetap pada pilihan mencari cara agar mampu update blog dengan rutin dulu, dan barulah beranjak ke pekerjaan pendukung lainnya.

Strategi agar mampu update blog dengan rutin 


Saya memilih menggunakan kalender 90 hari untuk projek blog ini. 

Ide kalender 90 hari saya peroleh dari Megan Minss, Productivity Coach yang banyak bicara tentang cara menyelaraskan kehidupan sehari-hari dengan peran sebagai seorang enterpreneur. 


Kalender 90 hari sebetulnya untuk para pelaku usaha kecil, yang masih menjalakan usahanya sendirian (flying solo). 


Saya memilih menggunakan sistem ini, karena pekerjaan seorang owner bisnis yang masih sendirian, sebetulnya memang tidak begitu jauh dengan pekerjaan seorang Blogger. 


Biasanya para flying solo ini butuh untuk membuat konten, branding, merencanakan dan melakukan kegiatan produksinya juga sendirian. Persis kan seperti para Blogger yang masih harus melakukan semua pekerjaannya sendiri? 😁


Prinsip dari kalender 90 hari ini adalah fokus pada satu goals selama 90 hari (khusus untuk saya, berarti menaikkan trafik blog). 


Langkah selanjutnya, membuat daftar pekerjaan yang perlu saya lakukan untuk mencapai tujuan 90 hari tersebut. Kemudian membaginya lagi menjadi pekerjaan kecil dua mingguan (fokus 1 pekerjaan dalam dua minggu).


Karena masalah paling besar saya adalah update artikel, dan saya juga sudah tahu berapa lama waktu yang saya butuhkan utnuk membuat satu tulisan pada blog ini, maka saya memilih untuk menggunakan waktu satu bulan pertama untuk mengumpulkan tulisan. Baru dua bulan berikutnya yang akan saya gunakan untuk optimasi pendukung trafik lainnya. 


Tidak seperti mbak Mugniar, yang punya target 15-20 artikel per bulan, saya memilih membuat target 8 artikel saja tiap bulannya. 



Konten kalender yang saya buat di aplikasi TickTick



Sengaja saya tidak membuat target yang terlalu besar. Saya sadar pekerjaan konten saya kadang membutuhkan banyak waktu. Jadi, saya rasa lebih suka membuat target yang realistis, daripada target besar, tapi sepertinya tinggi di awan. 😁 #puitismodeon 


Goals besar saya memang meningkatkan trafik, tapi tujuan jangka pendek saya adalah membangun sistem yang memungkinkan saya untuk update blog dengan rutin, meski saya memiliki banyak pekerjaan sebagai content writer. 


Bagi saya, sistem lebih penting dibandingkan jumlah hasil yang saya peroleh. Karena sistem membuat saya mampu bertahan untuk terus menuju goals saya. Sementara jika hasil yang saya kejar, kemungkinan besar saya akan kewalahan di depan karena mengejar jumlah yang harus selesai; tapi lalu kehabisan energi di belakang, dan tidak ada tenaga lagi untuk pekerjaan lainnya. 


Hal ini juga selaras dengan nasehat mbak Mugniar, agar kita mengatur energi dan semangat agar konsisten update blog dan mendatangkan trafik. 

 

Langkah membangun sistem konsisten update blog dan mendatangkan trafik


Dengan banyaknya pekerjaan rumah tangga dan content writing, saya menggunakan sistem chunking (memecah menjadi kecil) untukagar bisa konsisten update blog. Cara ini tidak hanya membuat pekerjaan lebih ringan, tapi ketika saya hanya memiliki waktu sedikit, saya tetap bisa mengerjakan 1-2 pekerjaan kecil dan membuat daftar to-do menjadi semakin ramping. 


Langkah yang saya ambil adalah


  1. Mengumpulkan semua ide blog
  2. Membuat content planning tanggal publish setiap artikel
  3. Membagi setiap pekerjaan menulis menjadi kecil-kecil (mencari referensi, membuat outline, menyusun draft tulisan, infografis, editing, dan publish artikel), kemudian menyebarkannya pada kalender


Agar pekerjaan ini lebih mudah dan sinkron dengan pekerjaan konten, saya menggunakan aplikasi planner (TickTick). Menggunakan aplikasi digital seperti ini, akan membuat proses re-schedulenya akan lebih mudah seandainya ada satu dua pekerjaan terlewat, . 


Strategi tambahan agar konsisten update blog 

Saya sadar, proyek blog ini bukan pekerjaan santai, butuh stamina juga disiplin untuk mencapainya. Jadi saya tidak lupa saya memasukkan rencana menjaga kesehatan, mengatur waktu dengan cermat, plus mengasah fokus agar semua pekerjaan lebih mudah diselesaikan. 

Strategi lain yang saya gunakan adalah menggunakan waktu luang untuk menangkap ide atau menambah tulisan pada konten. Misalkan saat harus antri di kasir, di tukang fotokopi, saat istirahat usai bersepeda keliling, dan lain sebagainya (tapi bukan waktu untuk keluarga, ya). Entah kenapa, kalau sedang jalan keluar, dan nggak ada yang diajak ngobrol, ide biasanya mbrudul, dan sayang kalau diabaikan. 


Tapi tentu saja, cara ini butuh syarat juga, yaitu koneksi yang lancar. 


Nah, kalau Sahabat RPB sering harus beraktivitas di luar seperti saya, dan butuh koneksi yang lancar, tapi tetep irit kantong, Sahabat bisa nih, pakai IMprenuer dari IM3 Ooredoo yang sudah saya sebutkan di atas. 


Apalagi paket IMPreneur ini harganya juga terjangkau mulai dari Rp50.000,-.
Kan enak tuh, kalau kita dapat terus produktif dimana aja? 



Gitu deh, Sahabat, rencana saya untuk meningkatkan trafik blog RPB ini. Doain semoga bisa segera kembali ramai trafiknya ya, dan semoga saya bisa konsisten update blog RPB ini. 


Terima kasih sudah mampir, sampai jumpa di artikel blogging lainnya. 



Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog 
"Mengoptimalkan Peluang Dunia Blogging”












Cara Mendaftar Auto Debit BPJS Tanpa Rekening Bank

daftar-auto-debit-bpjs

Bulan Juni lalu, usai membayar tagihan BPJS milik orangtua di Indomaret, saya melihat ada pemberitahuan tentang auto debit BPJS di bagian bawah struk. 


Isi pemberitahuannya kurang lebih menyebutkan jika per 1 Sepetember 2020, pembayaran tagihan BPJS Kesehatan wajib menggunakan metode auto debit. 


Saat itu juga saya langsung bertanya pada petugas di Indomaret, dan mereka membenarkan tentang kewajiban tersebut. Mereka juga menawarkan untuk mendaftar iSaku sebagai salah satu pilihan untuk membayar secara auto debit BPJS. 


Waktu itu sih, saya tidak langsung mendaftar karena merasa sudah punya beberapa e-wallet. Rasanya ribet saja, jika harus nambah satu lagi. 


Sesampai di rumah saya langsung bertanya melalui akun resmi BPJS di Twitter. Tapi sayang, sampai satu minggu lebih DM saya tidak dibalas oleh admin BPJS. Karena masih penasaran, saya kembali bertanya, tapi kali ini via Instagram. Dan lagi-lagi, sampai saya nulis artikel ini, sama sekali enggak mendapat jawaban. 😞😞


Akhirnya, ya sudahlah pasrah, nunggu kabar lanjut aja. 


Tapi awal Agustus ini, tiba-tiba saya dapat SMS dari BPJS tentang auto debit tersebut. Jadi, iseng saya bertanya lagi via witter. Yang kedua ini, Alhamdulillah, akhirnya mendapat respon jawaban. 


Menurut petugas media sosial BPJS di Twitter, per 1 September 2020, semua nasabah BPJS memang wajin untuk mendaftar auto debet BPJS. 


Tujuan dari kewajiban ini adalah untuk menghindari leterlambatan pembayaran BPJS. 


Cara mendaftar auto debit BPJS

Menurut petugas media sosial BPJS di Twitter, ada dua cara untuk mendaftar auto debit BPJS, yaitu 


  1. Datang langsung ke kantor BPJS
  2. Mendaftar via aplikasi BPJS Kesehatan (JKN)

Untuk yang mmeiliki rekening bank, dan terhubung dengan BPJS atau punya fasilitas auto debet, sepertinya bisa langsung melakukan pendaftaran auto debet ini. Coba deh, cek dengan bank masing-masing. 


Sementara jika tidak memiliki rekening bank, Sahabat RPB bisa mengajukan pendaftaran auto debit BPJS melalui Mobile Cash. Caranya bisa melalui aplikasi BPJS Kesehatan (JKN), kok; lebih gampang dan lebih mudah. 


Meski punya rekening bank, saya juga memilih menggunakan Mobile Cash. Karena tagihan BPJS yang saya bayarkan adalah BPJS Bapak. Sementara berdasar peraturan bank Mandiri, pendaftaran auto debit saya juga untuk akun BPJS atas nama saya. 


Jadi daripada repot, saya pilih untuk mendaftar via Mobile Cash saja. Untuk keterangan lebih lanjut tentang peraturan auto debet BPJS di bank Mandiri  bisa dilihat di tautan artikel berikut ini: https://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/autodebit/detail/1


Oya, Bapak sebetulnya juga ada rekening bank, tapi proses pendaftarannya mungkin akan merepotkan untuk Bapak. Daripada pusing, dan Beliau harus repot kesana-sini, lebih baik saya sajalah yang mengurusnya. 


Daftar auto debei BPJS tanpa rekening bank yang dimaksud adalah kita mendaftar sebagai pengguna Mobile Cash, yang merupakan penyedia e-wallet dan telah bekerjasama dengan BPJS. 


Apakah e-wallet lain juga bisa mendaftar auto debit? Nah, bagian ini saya kurang tahu. Coba hubungi penyedia e-walletnya saja. Soalnya di ketentuan BPJS bunyinya hanya "seluruh merchant yang bekerjasama dengan BPJS wajib mengaplikasikan sistem auto debit."


Karena itu, tanya saja langsung pada penyedia layanan e-wallet Sahabat, ya. 

Langkah mendaftar auto debet BPJS tanpa rekening bank


Berikut ini dua langkah auto debet BPJS yang diberikan 


Daftar auto debet BPJS dari aplikasi BPJS Kesehatan (JKN)


1. Buka aplikasi BPJS, dan geser jendela menu ke kiri

daftar-auto-debit-bpjs


2. Pilih menu daftar auto debet. Akan muncul dua pilihan auto debit, menggunakan Mobile Cash atau rekening bank Mandiri. 


3. Pilih Mobile Cash, ikuti petunjuk yang ada di layar. Biasanya kita diminta memasukkan kode OTP atau PIN yang akan dikirimkan melalui SMS pada nomor telepon yang didaftarkan pada aplikasi JKN. 



Oya, dengan memilih auto debet via Mobile Cash, Sahabat RPB akan lebih mudah saat melakukan pembayaran BPJS, karena top up tetap bisa dilakukan via mini market atau merchant lain yang bekerja sama dengan Mobile Cash, seperti pegadaian dan kantor pos. 

Cara top up untuk dana Auto Debit BPJS ini juga nggak ribet kok. Berikut langkahnya: 

1. Klik tombol di kanan atas pada halaman muka aplikasi JKN, yang bertuliskan "Saldo, Rp 0.00"


daftar-auto-debit-bpjs



2. Layar akan menunjukkan gambar seperti di bawah ini. Klik tanda "+"

daftar-auto-debit-bpjs



3. Pilih merchant tempat Sahabat akan melakukan top up, nanti akan muncul nomor kode seperti dibawah ini. 

daftar-auto-debit-bpjs



Oya, ini pengalaman seusai top up di Alfamart, ya. Kode seperti diatas ternyata tidak berlaku. Tetep aja yang dimintain nomor telepon saat kita mendaftar Mobile Cash. Dan top up Rp100.000,- akan dikenai biaya Rp5000,-. 

Demikian pengalaman saya mendaftar auto debit BPJS tanpa rekening bank, sekaligus pengalaman saya saat top up Mobile Cash tadi. 

Inspirasi Mengasuh Anak Remaja dari Drama Korea Was It Love




Kalau ditanya teman, apa yang bikin betah nonton drama Korea, jawaban saya biasanya jalan cerita dan life lessonnya. Dan salah satu pelajaran yang saya peroleh akhir-akhir ini adalah dari drama Was It Love. Saya melihat ada pelajaran mengasuh anak remaja dari drama komedi romantis ini.


Secara rating, drama ini tidak bagus banget, hanya sekitar 2%, tapi saya betah aja nontonnya, karena penasaran bagaimana Noh Ae-Jung menyelesaikan masalahnya dengan putri semata wayangnya, Oh Ha Nee, yang berusia 14 tahun.


Waktu nonton episode pertama drama ini saya langsung "jatuh cinta" karena melihat konflik No Ae-Jung (diperankan oleh Song Ji Hyo) dengan anaknya. "Ah, konflik emak - anak remaja, nih," batin saya waktu itu.


Ya, saya kahir-akhir ini memang sedang tertarik dengan parenting anak remaja. Maklum, putri saya Hana juga mulai remaja. Dan jujur saya deg-degan banget menghadapi fase ini.


Inspirasi mengasuh anak remaja dari drama Korea Was It Love


Mengasuh remaja sering menjadi hal yang menakutkan untuk banyak orang tua. Pergaulan anak yang mulai diluar kontrol orang tua, emosi para ABG yang sering naik turun, plus rasa ingin tahu yang besar, sering bikin deg-degan para orang tua; termasuk saya tentu. 😊


Karena itu, kalau nemu inspirasi ngasuh anak remaja, sering saya simak baik-baik, kalau perlu dicatet, agar nanti nggak lupa saat mengalami permasalahan atau cerita serupa. Termasuk dari drama Korea Was It Love ini.


Drama ini sebetulnya bercerita tentang CLBK, alias cinta lama Ae-Jung yang bersemi kembali. Dan konflik yang terjadi antara Ha Nee dan Ae-Jung terjadi juga karena cinta lama ini.


Cara mengasuh anak remaja, inspirasi dari drama Korea Was It Love


Sebagai single mother, Ae-Jung dapat membesarkan Oh Ha Nee dengan baik. Ha Nee termasuk anak yang cukup tangguh (berani melawan teman-teman yang berusaha merundungnya), dan tahu menghargai perjuangan ibunya. Saya melihat ada 3 hal yang Ae-Jung lakukan untuk mendidik dan menjalin kedekatan dengan Oh Ha Nee


#1. Mencintai dan menerima anak sepenuhnya (termasuk teman-temannya)


Sepanjang cerita kita akan melihat bagaimana Ae Jung mencintai putri satu-satunya. Tapi memang dari awal, Ae Jung sendiri yang memilih membesarkan anaknya sendirian. Bahkan memilih tidak melanjutkan kuliahnya agar dapat melahirkan dan membesarkan Oh Ha Nee.


Ketika mereka harus pindah rumah, dan Ha Nee bertemu dengan teman baru (Dong Chan), Ae-Jung sangat menyayangi Dong Chan, bahkan berkata ia akan menunggu dan memeluk Dong Chan ketika Dong Chan bermain hingga larut malam.


Kita sering menganggap, menghadapi anak yang memasuki masa remaja itu menakutkan, sulit, dan sering bikin jantungan.


Perubahan perilaku, hobi mereka yang aneh di mata kita, kadang membuat kita memaksa anak mengikuti orang lain. "Lihat tuh, si A, si B, mereka tuh, nggak berantakan macam kamu."


Ya, mungkin maksud kita baik, kita ingin anak kita baik, tapi di mata si ABG ini bisa menjadi tanda jika kita tidak menerima mereka sepenuhnya.


Jadi, terima mereka dengan apa adanya, selama tidak melanggat aturan norma, agama, atau nilai dasar keluarga. Menerima kelebihan dan kekurangan si ABG, akan membantu mereka percaya pada kita dan tahu jika kita akan selalu ada untuk mereka.


Jangan lupa terima juga teman-teman dekatnya, seperti Ah Jeong, yang menerima Dong Chan dengan penuh suka cita.


#2. Selalu sediakan telinga


Di episode pertama dan kedua drama ini, kita sudah diajak menyimak konflik No Ae-Jung dengan putrinya, saat Ha Nee terlibat pertengkaran dengan teman sekolahnya.


Kedatangan ibunya untuk meminta maaf atas keributan tersebut, malah berujung kemaraha Ha Nee. Ha Nee marah karena merasa ibunya tidak mau mendengarkan apa yang sedang terjadi; alih-alih langsung meminta maaf kepada keluarga pembully Ha Nee dan Dong Chan.


Pertengkaran orang tua dan remaja seringkali terjadi karena perbedaan sudut pandang. Mendengar akan membantu kita untuk tahu apa saja yang telah mereka alami, dan bagaimana perasaan mereka terhadap hal tersebut.


#3. Nge-date berdua


Meskipun sibuk mengurus film yang akan ia garap, Ae Jung sering berusaha meluangkan waktu untuk makan di luar rumah atau menghabiskan waktu bersama Ha Nee di sauna.


Menginjak usia remaja, umumnya anak-anak mulai ingin dihargai privasinya. Mereka mulai bermain rahasia dan tidak mau disuruh-suruh.


Nge-date berdua bisa menjadi cara untuk orang tua agar tetap terhubung dengan anaknya. Jangan lupa, letakkan gadget dan semua hal yang menganggu perhatian kita saat menghabiskan waktu bersama, agar ia tahu, bahwa mereka ada di level VIP dalam kehidupan kita, orangtuanya.






Itulah tiga cara mengasuh anak remaja yang dapat kita contoh dari drama Was It Love? Bagaimana dengan Sahabat RPB, apakah termasuk penonton setia drama ini juga? Pelajaran apa yang dapat Sahabat peroleh dari drama ini?

4 Alasan Pentingnya Memaafkan Diri Sendiri

memaafkan diri sendiri
 

Akhir-akhir, banyak sekali orang yang membahas tentang memaafkan. Bahkan jika Sahabat RPB adalah penggemar drama korea, Sahabat akan melihat beberapa drama yang memiliki tema tentang betapa pentingnya memaafkan diri sendiri.  

Kita semua tahu, pentingnya memaafkan kesalahan orang lain agar kita tidak lagi menjadi terbeban. Terlebih kita sering mendapat nasehat jika hal tersebut adlah sebuah kebaikan. 

Meskipun, ya memaafkan kesalahan orang lain kadang enggak mudah. Prosesnya bisa tahunan atau malah sepanjang hidup kita. 

Sayangnya lagi, sebagian besar dari kita malah lebih sulit memaafkan diri sendiri dibanding memaafkan orang lain. 

Apa yang orang lain lakukan pada kita tertanam sangat kuat di dalam pikiran kita. Sehingga tanpa kita sadari, kita sering mengulang-ulang kejadian tersebut dan semakin sulit untuk memaafkan. 

Begitu juga saat kita melakukan kesalahan. Rasa menyesal dan malu, membuat ingatan akan kesalahan semakin tertanam kuat dalam pikiran kita. 

4 Alasan mengapa memaafkan diri sendiri itu penting 


Tidak memaafkan diri sendiri, baik atas kesalahan yang kita lakukan atau kesalahan yang orang lain lakukan pada kita dan membuat kita menderita, dapat menimbulkan banyak gangguan dalam hidup. 

Berikut ini adalah 4 alasan yang membuat memaafkan diri sendiri itu penting 

Manfaat memaafkan diri sendiri #1. Melepaskan 


Pernah mencoba berjalan atau mungkin melihat orang menggendong sebuah karung beras di atas pundak? Kira-kira seperti apa rasanya? 

Orang yang berjalan sambil menggendong beban tentu lebih sulit bergerak dan menatap ke depan bukan? Nah, begitu juga jika kita tidak memaafkan diri sendiri. 

Beban tersebut akan terus menerus ada dipundak kita, dan membuat “gerak” hidup dan pandangan kita terbatas. 

Memaafkan diri sendiri sama dengan melepaskan beban yang terus mengganggu hidup kita. 

Manfaat memaafkan diri sendiri #2. Karena kita (juga) pantas dimaafkan 


Di dunia ini, tidak ada seorangpun yang akan lulus dari kesalahan. Kita semua adalah manusia, artinya kita semua bisa melakukan kesalahan. 

Orang bilang, hal yang pasti dalam hidup ini adalah kematian, perubahan, dan pajak. 😂 Tapi kalau boleh menambahkan, melakukan kesalahan juga termasuk hal yang pasti dalam hidup. 

Well, it’s okay not to be okay, right? 

Manfaat memaafkan diri sendiri #3. Menyembuhkan 


Saat kita melakukan kesalahan, terlebih pada orang yang memiliki hubungan dekat dengan diri kita, rasa bersalah tersebut dapat menimbulkan stres. Dan stres ini dapat berakibat buruk pada diri kita, terutama sistem pernapasan dan daya tahan tubuh. Memaafkan diri sendiri akan membantu sistem tubuh kita bekerja lebih baik, dan tentu saja lebih sehat. 

Oya, ini adalah pengalaman nyata. 

Setahun lalu saya pernah menderita demam dan gatal-gatal parah seperti alergi. Saat sembuh, penyakit itu menyisakan gangguan pada kedua jari tangan saya. Saat bangun tidur, atau kelelahan bekerja, jempol saya sering kaku, dan gampang kesemutan. 

Alhamdulillah, setelah ikut terapi pemulihan, rasa sakit di jempol kiri saya hilang seketika. Tangan kiri saya kembali normal seperti biasa. 

Jadi, memaafkan diri sendiri itu memang menyembuhkan, membuat fisik kita lebih sehat. 

Manfaat memaafkan diri sendiri #4. Membantu untuk terus tumbuh 


Punya cita-cita ingin sukses seperti rekan kerja atau teman-teman yang lain? Cobalah maafkan diri sendiri. 

Memaafkan diri sendiri akan menghilangkan pandangan “aku tidak pantas” kepada diri kita. Sehingga kita lebih berani menghadapi tantangan, dan lebih percaya diri mencoba berbagai hal baru. 



Kita perlu berusaha untuk memaafkan diri sendiri jika kita ingin hidup bebas, tanpa beban, dan merasakan kebahagiaan yang sebenarnya. 

Memaafkan diri sendiri akan membantu kita menjalani hidup dengan penuh rasa syukur, dan bersemangat. Bagaiamanapun, apa yang sudah terjadi tidak bisa lagi kita koreksi. Tapi kita bisa memperbaiki yang terjadi saat ini untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.


Bagaimana Mengatur Jadwal Ibu Rumah Tangga Muslimah

mengatur waktu jadwal ibu rumah tangga muslimah


Sebagai seorang muslim, saya sering bertanya-tanya, bagaimana cara yang tepat untuk membuat jadwal ibu rumah tangga yang sesuai dengan aturan Islam. 

Awal mula saya belajar mengatur waktu atau membuat jadwal, memang hanya karena kagum melihat beberapa orang terkenal yang sanggup menjalankan banyak peran dalam kesehariannya. 

Seiring rajin ngumpul dengan teman yang paham agama, saya sadar jika Islam sangat memperhatikan tentang penggunaan waktu. Biasanya surah Al-Ashr, yang sering digaungkan sebagai dalil bagaimana kita seharusnya menggunakan waktu. 

Hanya saja, ya, begitulah... sedikit sekali muslim yang sangat memperhatikan penggunaan waktu. Ya mungkin di luar sana ada banyak sih, hanya saya saja yang enggak tahu. 

Sejauh ini saya hanya kenal Coach Darmawan Aji dan bu Indari Mastuti, yang bener-bener konsen dengan bagaimana seharusnya waktu digunakan. 

Hal itu pula yang membuat saya menjadi pengikut setia Beliau berdua. 

Sudah beberapa kelas, juga buku karya Coach Darmawan Aji dan ibu Indari Mastuti yang saya koleksi. Ilmu Beliau berdua yang sering dibagikan di halaman media sosial, juga sering saya coba. 

Tujuan saya hanya satu, bagaimana agar saya dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang tidak banyak. 

Meski sering mengikuti dan menyimak Beliau berdua, saya masih saja belum ketemu sistem yang klik. Dan akhirnya berpetualanglah saya ke berbagai penjuru dunia, meski hanya bermodal jari dan jempol saja (aka. browsing 😁). 

Disana saya ketemu Darius Foroux, James Clear, Lavendrei, Rowena Tsai, Megan Minss dan masih banyak lagi. 

Disaat itu saya termangu, sistem yang mereka lakukan, atau ceritakan, sebetulnya sudah ada dalam Islam. Hanya saja sebagai muslim, saya sering tidak dapat menangkap esensinya, apalagi kemudian mempraktekannya.

Saya semakin bertanya, hal apa yang pertama kali harus dilakukan oleh ibu rumah tangga muslimah, agar dapat membuat jadwal yang selaras dengan ajaran Islam. 

Mengatur jadwal ibu rumah tangga muslimah

Jawaban saya datang di akhir bulan Juli kemarin. 

Beberapa hari lalu, scrolling status WA seorang teman yang berisi cuplikan ceramah Ustadz Khalid Basalamah Official, berjudul "Susunan Program Hidup atau Pengaturan Waktu". 

Dalam post IGTV tersebut, Ustadz berbicara bagaimana seharusnya menfokuskan kegiatan harian kita. 

Menurut Ustadz, jadwal kegitan kita sehari-hari, termasuk ibu rumah tangga tentu saja, tidak perlu terlalu banyak; cukup fokuskan pada lima hal berikut ini: 

  1. Sholat lima waktuyang on time; dan mengerjakan sholat dengan khusuk
  2. Sholat Rawatib 
  3. Membaca dzikir pagi dan petang 
  4. Sholat dhuha dan tahajud
  5. Doa diantara adzan dan iqomah

Dan jika nanti ada waktu, barulah ditambah dengan kegiatan lain seperti membaca buku, diskusi atau kegiatan bermanfaat lainnya. 

Apa yang Ustadz sampaikan ini tentu tidak berarti kita tidak boleh bekerja dan melakukan kegiatan lain. Namun, fokuskan jadwal kegiatan kita sehari-hari pada lima hal kegiatan diatas. 

mengatur waktu jadwal ibu rumah tangga muslimah


Cara mengaplikasikan mengatur jadwal ibu rumah tangga sesuai saran Ustadz Khalid Basalamah

Sebagai ibu rumah tangga, yang bangun tidur saja kita sering auto bertanya, "Masak apa, ya?", saran Ustadz tersebut mungkin terdengar berat dan rasanya tidak mungkin untuk dilakukan. 

Meskipun begitu, sudah sewajarnya juga jika kita menjadikan ibadah pagi sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT. 

Caranya bagaimana? 

Ibu bisa menggunakan metode blocking time yang pernah saya bahas di "Time Blocking, Cara Mengatur Waktu dengan Banyak Pekerjaan"

Fokuskan saja kegiatan ibu pada jam-jam sholat. Tambahkan 10-15 menit untuk waktu berdzikir atau melakukan sholat sunah. Sisa waktu lainnya baru jadwalkan untuk kegiatan rumah tangga yang lain. 


Jika ibadah pagi (yang selain sholat wajib) masih merupakan hal baru untuk ibu, maka pilihlah satu kegiatan saja dulu. 

Bangunlah kebiasaan dengan perlahan, namun kontinyu. Jangan semua dilakukan, tapi hanya bertahan 3-4 hari saja. 

Dalam ceramahnya, Ustadz Khalid juga terus menekankan tentang jumlah kegiatan yang kita jadwalkan sehari-hari. Menurut Beliau lebih baik memiliki sedikit kegiatan, namun kita mampu mengerjakan kegiatan tersebut dengan terus menerus; dibanding, satu kali kegiatan, durasinya lama, namun kita jarang melakukannya. 

Jadi, coba pilih salah satu dulu. Jika nanti ibu sudah mampu membangun kebiasaan tersebut dengan baik (ukuran kebiasaan terbangun dengan baik biasanya 60 hari), barulah tambah dengan kebiasaan lain. 

Saya pribadi memilih mengusahakan ibadah wajib tepat waktu, merutinkan membaca Al-Quran seusai sholat, plus dzikir pagi. Bagaimana pengalaman saya dengan kegiatan baru ini? Nanti akan saya ceritakan di post yang lain, ya Bu. 

Semoga ulasan diatas bermanfaat. Terima kasih sudah mampir di blog rahayaupawitriblog.com. Sampai jumpa di artikel produktivitas selanjutnya. 


Rahayu Pawitri
untuk rahayupawitriblog.com
Kontak untuk kerja sama dan diskusi: WA 08131 258 622




Dua Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menulis Artikel Menarik dan Enak Dibaca

tips menulis artikel menarik dan enak dibaca


Sebagai seorang penulis, baik dalam profesi sebagai Blogger atau Penulis Freelance, kita tentu selalu berusaha untuk menulis artikel menarik dan enak dibaca.

Sayangnya, saat menulis artikel online, banyak sekali hal yang harus diperhatikan; mulai dari artikel harus mudah ditemukan oleh mesin pencari, mengandung kata kunci, memperhatikan kaidah SEO, sampai pada keterbacaan pembaca.

Dan ketika semua hal tersebut diterapkan dalam kepenulisan, seringkali proses menulis menjadi terhambat. Hingga akhirnya menjadi Writers Block, bengong aja duduk di depan lepi ngliatin kursor nge-blink. 

Ada yang senasib, mari angkat tangan bareng-bareng. 😁 

Dua hal sederhana yang perlu diperhatikan sebelum menulis artikel menarik dan enak dibaca

Sebelum lanjut, disclaimer dulu, ya. Artikel ini merupakan artikel yang saya alih bahasakan dari news letter Darius Foroux. Kebetulan waktu itu saya share artikel doi di grupnya mbak Widi Utami, dan janji hendak menerjemahkan. Nah, ini adalah pemenuhan janji saya 😀 (janjinya mundur sampai dua bulan). 

Saya juga masih belajar menulis artikel yang menarik dan enak dibaca kok. Oya, ini alih bahasanya sesuka saya tapi ya, nggak ngikuti kaidah penerjemahan yang tepat. 😁😁 (ngetiknya malam ini, wis capek kalau harus sesuai kaidah penerjemahan. #ngeles). 
Sekian disclaimer, terima kasih. 👀

Nah menurut om Darius, ada dua hal yang wajib kita perhatikan saat hendak menulis artikel, yaitu 

#1. Pembaca artikel

Kalau di copywriting untuk konten situs, pembaca artikel sering disebut user

"Lha, tulisanku cakep dan bermanfaat buat semua orang, lho, mbak."

Ya nggak masalah jika pengen seperti itu. Tapi agar tulisan kita menarik dan tepat sasaran, sebaiknya perhatikan dulu siapa calon pembaca artikel kita. 

Seperti seorang pengusaha yang membuat produk, atau seperti Sahabat yang memberikan jasa menulis konten.

Kalau buat rok ya, pasti untuk perempuan kan, nggak mungkin untuk laki-laki. Begitu juga kalau kita menulis tentang SEO; seberapa pun manfaatnya tulisan tersebut, buat tetangga saya yang jualan di rumah, tulisan SEO ya jelas nggak bakal dilirik, dong. 

Dengan menentukan calon pembaca kita, maka kita akan lebih mudah untuk memilih kata (diksi) yang akan digunakan. Kita juga akan lebih mudah fokus, mau dibawa kemana hubungan kita tujuan tulisan tersebut. 

Artikel yang fokus pada pembaca tertentu, lebih mudah mencapai target yang kita harapkan. Terlebih di tengah persaingan mesin pencari, yang sekali satu kata kunci saja, saingannya bisa sampai jutaan artikel. 
... articles that are for everyone are usually for no one ,-Darius Foroux

#2. Manfaat artikel untuk pembaca

Bagi Darius Foroux, sebuah artikel seharusnya menjadi sebuah "perjalanan kecil" pembaca, dan diakhir perjalanan, pembaca sebaiknya mendapat "pengalaman"; entah dalam bentuk jawaban atas pertanyaan, sebuah cerita yang menginspirasi, apapun itu. Karena itu, tidak berarti setiap artikel harus memiliki unsur informasi, bisa saja sebuah perasaan atau pengalaman tertentu saat kita menghadapi masalah dan bagaimana kita menyelesaikan masalah tersebut. 


Poin pentingnya adalah apa manfaat dari artikel yang kita akan tulis. 

Misalnya seperti artikel yang sedang Sahabat RPB baca saat ini, tujuannya tentu saja membantu Sahabat untuk melanjutkan menulis dengan mudah, bukan?

Memang benar, manfaat yang dirasakan pembaca bukan sesuatu yang dapat kita kendalikan. Tetapi dengan menfokuskan pikiran kita pada manfaat yang ingin kita bagikan, akan membantu proses penulisan lebih mudah (dan tulisan juga tidak akan melebar kemana-mana). 

Coba ingat-ingat saat Sahabat merasa kesulitan membuat tulisan atau mencoba belajar masak dari resep online. Begitu berhasil mengatasi hambatan tersebut rasanya ingin segera bercerita di Facebook semua perasaan dan trik untuk mengatasi kesulitan tersebut bukan? 

Nah, kira-kira seperti itulah salah satu cara untuk menulis artikel yang menarik dan enak dibaca; punya rasa dan punya nyawa. 


Mengatasi rasa takut gagal saat menulis (dan hambatan lainnya)


Salah satu kendala yang kadang membuat kita macet menulis (kena writers block), biasanya adalah rasa takut salah, takut tidak ada yang membaca, takut diketawain dan masih banyak lagi. 

Bagi Darius, sebelum menulis kita perlu punya mindset yang tepat terlebih dahulu. Mindset bahwa sebetulnya kita semua dapat menulis. 

Menurut Darius, selama kita dapat bicara dengan baik, kita tentu akan bisa menulis dengan baik pula. 

Menulis tidak hanya tentang tata bahasa, atau bagaimana kita memilih diksi dan gaya bahasa; tapi juga tentang "tahu apa yang akan kita tulis." 

Sayangnya, jarang dari kita yang mau mulai menulis, karena dengan alasan merasa takut ini dan itu. Kita telah menghakimi tulisan kita sendiri, bahkan sebelum satu hurufpun kita tulis. 

Dan lebih sayang lagi, susah sekali mengusir "para hakim" di kepala kita itu. 

Satu-satunya cara untuk dapat mengalahkan "hakim-hakim di kepala kita adalah, dengan melawannya. 

tips menulis artikel menarik dan enak dibaca


Kita harus sadar jika hakim-hakim itu telah menybotase dan menghentikan kita dari memulai tulisan. Padahal fakta yang sebenarnya hakim-hakim itu tidak pernah ada. Kitalah yang menciptakan mereka. Jadi, hanya kita yang akan bisa mengusir mereka. 

Terus kenapa jika di luar sana sudah banyak buku laris? 
Apakah masalah jika kita gagal? Toh, kita bisa mendapat pelajaran dari kegagalan tersebut, bukan? 

Hadir saja di saat ini, jangan berada di masa depan. Kita hidup di saat ini, sekarang, bukan di masa yang akan datang. 

Menyadari kita hidup di saat ini, akan membantu kita melepaskan para hakim di kepala. Kita pun tidak akan memiliki rasa takut tentang "buku yang gagal di pasaran", "artikel tidak ada yang membaca","tulisan tidak menarik", dan lain sebagainya. 

Menulis saja dulu, keluarkan semua yang ada di kepala. Fokus pada cerita yang ingin kita bagi kepada semua orang. 

Nikmati proses menulis. Darius sendiri mengaku, jika ia menulis untuk memuaskan dirinya sendiri. Memang akan menyenangkan jika banyak orang yang mengatakan tulisan kita bermanfaat dan mengubah hidup mereka. Tapi pertama kali yang harus merasa bahagia adalah diri kita sendiri. 



Nah, begitu saran dari om Darius tentang dua hal yang perlu kita lakukan untuk menulis artikel menarik dan enak dibaca; perhatikan siapa pembaca kita dan fokus pada manfaat tulisan kita. 

Maaf ya, kalau terjemahannya nggak plek-ketiplek, dan ada tambahan disana-sini. Tulisan si Om ini sebetulnya memang artikel offering kelas menulis dia sih, jadi ada banyak kalimat yang saya ganti dan saya sesuaikan. 

Semoga Sahabat RPB menikmati tulisan diatas dan nggak kena writers block lagi, ya. Ingat keluarkan saja apa yang di kepala, edit mah urusan belakangan, okay? 

See you at another writing tips ....