-->

Mitos Kusta dan Upaya Pemberantasan Kusta di Indonesia

Mitos kusta dan upaya pemberantasan kusta

 

Apa yang Sahabat RPB bayangkan saat mendengar kata kusta? 


Dulu pertama kenal kusta dari sinetron jadul di TVRI (sayang, lupa judulnya), saat bocah pemeran utama dilarang bergaul dengan seorang kakek pembuat tembikar yang menderita kusta. Diceritakan dalam sinetron tersebut, jika si Kakek bisa menularkan kusta, penyakit kulit yang dapat membuat kita kehilangan salah satu anggota tubuh. 


Cerita dalam sinetron itu bener-bener membekas lho, di ingatan saya. Sampe dulu kalau ketemu orang dengan kelainan kulit jadi mikir yang enggak-enggak. 


Dan ternyata, hingga saat ini stigma di masyarakat tentang penyakit kusta masih tetap ada. 


Mitos penyakit kusta


Ada beberapa mitos tentang penyakit kusta yang masih terus dipercaya oleh masyarakat, diantaranya

#1. Kusta mudah menular

Banyak yang beranggapan (termasuk saya) jika kusta bisa menular hanya dengan bersentuhan. Akibatnya, banyak penderita kusta yang kemudian dikucilkan. 


Kusta akan menular jika penderita batuk atau bersin (droplet), dan udara yang tercampur dengan bakteri penyebab kusta terhirup oleh kita. Tapi ini pun tidak begitu saja menginfeksi. Orang dewasa yang punya kekebalan tubuh yang baik, akan sulit tertular penyakit ini. 


Kusta akan mudah menular jika si penderita terlambat atau tidak segera diobati. Karena itu, jika menemui orang yang terindikasi menderita kusta, sebaiknya kita tidak buru-buru mengucilkan. Tapi mintalah padanya untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat agar segera mendapat perawatan. 


Di Puskemas nanti, petugas kesehatan akan memberikan panduan bagaimana cara minum obat agar cepat sembuh. 


#2. Kusta tidak bisa disembuhkan

Kepercayaan ini juga membuat penderita kusta dijauhi oleh masyarakat. Faktanya, penderita kusta memiliki kesempatan bisa sembuh total, dan tidak akan menulari orang lain bila sudah sembuh (Penderita kusta butuh waktu penyembuhan selama 6-12 bulan agar dapat sembuh dengan tuntas). 


Kusta juga tidak akan menular jika penderita sudah minum obat. 


Kemungkinannya untuk re-infeksi (terinfeksi kembali) juga sangat kecil; tapi bisa mengalami reaksi seperti nyeri saraf, dan demam). Karena itu bila kita mengenal kawan, atau keluarga yang terindikasi kusta, bantu penderita untuk mau menjalani pengobatan hingga tuntas. 

#3. Kusta menyebabkan penderitanya cacat

Faktanya, bakteri penyebab kusta biasanya akan menyerang saraf, dan membuat si penderita tidak merasakan sakit (mati rasa). Akibatnya, jika bagian tersebut luka, penderita tidak akan menyadari, dan memicu kerusakan yang permanen. 


Kondisi ini sebetulnya dapat dicegah jika penderita segera melapor ke Puskesmas. Di Puskesmas nanti, penderita akan di bimbing bagaimana menangani bagian tubuhnya saat terjadi luka atau mengalami infeksi penyakit lain. 

Upaya pemerintah memberantas kusta dan memperbaiki stigma di masyarakat

Banyak yang mengira, penyakit kusta sudah tidak ada di Indonesia. Kenyataanya, justru Indonesia menduduki peringkat ketiga terbanyak terkait dengan jumlah penderita kusta. 


mitos kusta dan upaya pemberantasan kusta


Ada beberapa upaya yang pemerintah telah lakukan untuk memberantas dan mengubah stigma di masyarakat tentang Kusta di masa pandemi ini. Seperti yang disampaikan oleh bapak Komarudin, S. Sos.M.Kes, dalam obrolan Ruang Publik bersama KBR, Wasor Kusta Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. 

1. Mengkampanyekan 3M dalam menangani kusta. Dan tidak hanya penderita, tapi petugas kesehatan pun wajib melaksanakan prokes 3M ini. 
2. Mengadakan program perekrutan petugas/ kader untuk mencegah perluasan kusta.
3. Mengadakan pemeriksaan kelainan kulit. 
4. Melatih penderita yang sudah sembuh agar mampu memberikan testimoni guna mengurangi stigma kusta di masyarakat. 
5. Memberikan pelatihan ketrampilan hidup kepada penderita agar kelak mereka dapat mandiri dan memenuhi kebutuhan hidupnya. 


Sebagai anggota masyarakat, kita juga dapat mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan dan mengubah stigma kusta ini dengna tidak mengucilkan atau mendiskriminasi penderita kusta. 


Seperti yang disampaikan oleh bapak Dr. Rohman Budijanto SH Mh , Direktur Eksekutif The Jawa Pos Institute of Pro-otonomi-JPIP; media nasional Jawa Pos yang tidak membedakan antara calon tenaga kerja yang sehat jasmani atau disabilitas. Termasuk apakah calon tenaga kerja menderita kusta ataupun tidak. Bagi Jawa Pos, fisik seseorang tidak akan mempengaruhi, selama skill atau ketrampilan bekerja mereka sesuai dengan kebutuhan Jawa Pos. 


Saat ini, vaksin untuk mencegah penyakit kusta memang belum ditemukan, tapi dapat didiagnosa sejak dini agar pengobatan dan perawatan yang tepat dapat segera dilakukan. 


Review Kelas 27 Hari Mengubah Hidup, Ruangtraining.com

review kelas 27 hari mengubah hidup by darmawan aji



Pernah mendengar tentang kelas self development "27 Hari Mengubah Hidup"? Penasaran, seperti apa sih kelasnya, dan apakah cukup ngefek untuk kehidupan kita? 


Baca ulasannya, sampai tuntas di artikel ini, ya 


Sekitar akhir Juli 2020, saya mendapat broadcast dari coach Aji, kalau Beliau punya kelas baru bernama "27 Hari Mengubah Hidup". Sayangnya, waktu itu pas barengan dengan kelas animasi yang baru saja saya daftar. Jadi, terpaksa skip. 


Alhamdulillah, akhirnya bisa ikut batch ketiga di bulan Oktober 2020. 


Alasan daftar kelas "27 Hari Mengubah Hidup"


Sebetulnya, saya pernah ikut kelas serupa (tapi tak sama 😃) dengan kelas ini, namanya kelas "Tantangan Produktivitas 27 Hari". Dan Alhamdulillah, kelas ini pun memberi pencerahan pola produktivitas yang tepat untuk saya. Review detilnya bisa dibaca pada artikel "Review Kelas Online Tantangan Produktivitas 27 Hari"


Tapi menurut Coach Aji, kelas ini banyak perubahan dan lebih lengkap. 


Satu hal yang paling membuat saya tertarik dengan kelas 27 HMH adalah IKIGAI. 


Kebetulan waktu itu baru saja membaca topik ini di blog Coach Aji, dan auto penasaran banget. 


Waktu habis baca artikel IKIGAI tersebut, saya langsung wondering, "apakah aku sudah tepat memilih pekerjaan? Kalau iya, kenapa kadang terasa berat, dan nggak bikin aku bahagia?"


Alasan lainnya, saya sudah mencoba membangun kebiasaan baik; yang kata para motivator adalah kebiasaan yang sering dilakukan oleh para orang sukses. Misalnya membangun morning routine, olahraga, membaca buku, belajar hal baru, journaling, etc. 


Tapi seperti kata Neil Patel di salah satu video-nya, kebiasaan itu tidak membawa saya kemana-mana, semua jalan di tempat, termasuk pekerjaan. 


Makanya penasaran banget pengen ikut kelas ini, karena pengen tahu kenapa kebiasaan yang saya bangun, kok enggak membantu saya mencapai tujuan hidup saya. 


Alasan yang ketiga, adalah membebaskan diri dari "kutukan". 😁


Seperti yang pernah saya tulis di post "My Awesome Review 2018" jika salah seorang guru SMK pernah berkata, jika saya tidak akan pernah dapat menyelesaikan satu pekerjaan pun. 


Dan bagi saya ini seperti sebuah "kutukan". Ketika saya gagal, saya jadi punya kecenderungan menyalahkan diri sendiri, jika saya memang tidak pernah bisa menyelesaikan apapun. Hasilnya, saya pun akan murung, bad mood, selama berhari-hari. 


Karena itulah, waktu mendapat kesempatan ikut kelas tersebut, saya bener-bener berniat menyimak, mencatat, dan mengerjakan semua tugas yang diberikan di dalam kelas. 


Tentang kelas "27 Hari Mengubah Hidup"


Setiap tahun baru kita sering mendengar joke, 


"Resolusi gue tahun ini adalah melanjutkan resolusi tahun lalu, yang merupakan resolusi dari tahun kemarin yang belum selesai". 


Kesannya sih memang lucu, ya. Dan jujur saya pun dulu termasuk yang tidak begitu peduli dengan resolusi ini. 


Tapi ....


Kadang kalau lihat kesuksesan teman yang merintisnya barengan, kadang jadi nelangsa, kan ya? 

"Aduh, ngapain aja gue selama ini?"

"Dulu tuh, dia cupu banget lho, kok sekarang udah jadi pengusaha sukses gitu?"

"Masya Allah, iqra aja dulu lancaran gue, kok sekarang dia malah udah hapal 20 juz?"

Auto minder, deh. 😀


Hampir sebagian besar dari kita memang tanpa sadar memilih hidup seperti air mengalir, membiarkan lingkungan dan kebiasaan kita sehari-hari yang menggerakkan aktivitas keseharian kita. Barulah ketika ada kejadian tertentu (dengar kabar kesuksesan teman misalnya), kita pun sadar, "Ngapain aja gue, selama ini?"


Cita-cita punya, ... tapi entah dia menghilang kemana

Tujuan hidup? Tahu dong, sudah sering dengar ceramahnya dari para motivator, pak Ustadz, juga Ustadzah. Tapi, ya gitu deh, susah konsisten. 


Nah, kira-kira seperti itulah isi dari kelas 27 Hari Mengubah Hidup ini; membuat perubahan, kemudian merencanakan, menganalisa dan mengasah kekuatan potensi diri, termasuk belajar mengatasi hambatan yang mungkin muncul. 


Kelas 27 HMH ini diciptakan oleh Darmawan Aji, seorang Productivity Coach, dan seorang praktisi NLP, dan penulis 6 judul buku laris, dan 1 planner. 

  • Productivity Hack
  • Hypnowriting
  • Hypnoselling
  • Life by Design
  • Mindful Life
  • Self-Coaching, plus 
  • 12 Week Productivity Planner.


Materi dalam kelas "27 Hari Mengubah Hidup"


Seperti yang saya ceritakan sepintas di atas, dalam kelas 27 hari ini kita akan belajar bagaimana mengubah dan mencapai tujuan hidup kita. 




Prinsip kelas ini menggunakan prinsip perubahan ala Gregory Bateson yang terdiri dari tiga level, yaitu Change, Learn, and Growth. 


Hari ke 1-3, materi persiapan; Melakukan persiapan untuk belajar dan tumbuh dengan lebih efektif. 

Hari ke 4-9 materi Change; merupakan materi bagaimana mengubah perilaku yang terlihat

Hari ke 10-19, materi Learn; pada materi ini kita akan belajar mengenali kemampuan dan ketrampilan yang sudah kita miliki agar perubahan lebih mudah dilakukan.

Hari ke 20-27; materi Growth; bagaimana melakukan perubahan mindset, belief, dan identitas


Proses pembelajaran dilakukan dalam grup Facebook tertutup. Setiap hari peserta akan mendapatkan materi sesuai dengan kategori di atas. Proses pembelajaran berlangsung dari Senin-Sabtu (Ahad libur). 


Materi disampaikan dalam bentuk tertulis di dalam grup, ditambah dengan suplemen pelajaran berupa video (dengan media YouTube), sheet untuk latihan, dan interaktif melalui zoom. (Alhamdulillah pas batch saya mendapat bonus tambahan dua kali sesi zoom). 


Oya, kelas ini terdiri dari dua kategori, kelas paket Basic, dan kelas paket Advance. Kelas basic berlangsung selama 27 hari (pas saya ada tambahan hari), kalau kelas advance berlangsung selama 3 bulan. 


Yang saya ikuti adalah kelas basic, jadi nggak begitu paham untuk yang kelas yang Advance. 


Pengalaman belajar di kelas self development "27 Hari Mengubah Hidup"


Karena memang sudah niat ikut, jujur ya exciting banget pas kelas di buka. 


Masuk ke materi pertama (materi persiapan) kami diminta membuat komitmen, juga mempersiapkan bagaimana kami akan mencatat dan mengerjakan latihan, juga mencari partner belajar. 


Apakah latihan harus dikerjakan? Buat saya wajib! 🔔


Ya, ngapain ikut kelas kalau nggak mau ngerjain latihan? Setiap jawaban dari tugas memang bisa dijawab di kepala kok, nggak susah dan nggak perlu pakai hitungan njelimet. Tapi apa iya, kalau hanya dijawab di kepala, semua alurnya bisa dilihat nanti, dan benar-benar membantu mengubah hidup? Susah kan?


🍵 Jadi, kalau ingin masuk kelas ini, jangan lupa siapkan buku atau catatan digital. Coach Aji nggak mewajibkan kok, mau nulis/ mencatat, dan mengerjakan tugas pakai apa; digital boleh, konvensional silahkan.  


Saya sendiri memilih menulis latihan dan materi di buku binder. Tujuannya, jika kelak tahun depan saya ingin merencanakan hidup lagi, tinggal menyisipkan saja perubahan yang saya buat, tidak perlu mengulang semua dari depan. 


Persiapan kedua yang harus teman-teman siapkan adalah waktu. ⌛⌛


Bagi saya, kelas ini benar-benar dapat mengubah hidup saya, salah satunya ya, karena melatih komitmen juga. Di awal kelas saya memilih menyimak pelajaran jam  8 pagi, tapi karena sering terganggu dengan jadwal pelajaran sekolah Hana, akhirnya pindah ke jam 9 malam, saat semua pekerjaan di rumah sudah selesai, dan saya benar-benar punya waktu untuk diri saya sendiri. 



review-kelas-27-mengubah-hidup-ruangtraining
Preview materi kelas 27 HMH dan
kolom cek perkembangan tugas


Masuk hari keempat (kategori pelajaran CHANGE), tugas dimulai. Pada tahap awal ini kami diminta memetakan kondisi kami saat ini; apa yang sudah dimiliki, dan apa yang diinginkan. 


Buat saya, ini adalah tugas terpanjang dari tugas-tugas yang lain, jawabannya banyak dan panjang-panjang. Saya memetakan posisi dengan membedakan setiap kategori hidup juga. Jadi ya gitu, lama. Jujur pas bagian ini saya merasa seperti menulis ulang Life Book. 😀😀


Pas mengerjakan tugas ini juga, saya jadi sadar, sebetulnya 

  • Apa saja yang saya sudah saya miliki 
  • Saya miliki tapi tidak saya inginkan
  • Saya inginkan tapi belum saya miliki
  • Dan tidak saya inginkan juga tidak saya miliki.

💕 Menuliskan atau menuangkan keempat hal tersebut, juga mengubah mindset saya. Sehingga saya lebih yakin dengan apa yang saya inginkan.


Sebetulnya, lama-tidaknya mengerjakan tugas, tergantung setiap peserta. Apa yang ditulis kan memang hidup masing-masing, keseharian masing-masing. Wajar kalau waktu yang dibutuhkan setiap peserta berbeda-beda. Saya sendiri rata-rata membutuhkan waktu 30 menit sampai 1 jam untuk mencatat dan mengerjakan tugas. 


Ada beberapa hari juga saya dan partner akuntabilitas sempat terseok mengerjakan tugas. Tidak karena kami malas mengerjakan, hanya bingung saja belum nemu jawabannya. Alhamdulillah ada beberapa sesi Live zoom, sehingga kami berkonsultasi langsung pada Coach Aji. 


Saya juga sempat beberapa kali mengubah prioritas, dan inilah yang kemudian membuat saya terseok mengejar ketinggalan tugas. 


Akhirnya saya menggunakan waktu libur kelas untuk mengejar ketinggalan. Dan syukurlah, cara tersebut membantu saya bisa "berjalan beriringan" lagi dengan teman-teman yang lain. 


Tugas di kelas 27 HMH ini saling berkaitan. Jadi, tidak bisa di skip, harus dikerjakan satu per satu, berurutan. Setiap tugas, akan menjadi pondasi untuk mengerjakan tugas berikutnya. 


Itulah mengapa, di awal materi isinya hanya membuat komitmen, dan mencari partner akuntabilitas. Karena kedua hal yang sepele ini benar-benar bisa membantu kita menyelesaikan setiap tantangan dengan baik. 


Di akhir minggu, peserta juga mendapat rangkuman materi dari Coach Aji, sehingga Insya Allah akan lebih mudah jika ingin review. 


Oya, di setiap materi dan tugas, peserta juga akan diminta membuat insight dan melapor jika sudah mengerjakan tugas. Nah, inilah yang nantinya bisa jadi pengukur seberapa besar komitmen peserta dengan komitmen untuk mengubah dirinya. 


Di grup facebook ini juga terdapat kolom untuk mengecek perkembangan pelajaran kita. 


Misalkan Tahap kedua terdiri dari 8 tugas, maka jika kita belum check tugas tersebut, maka bagian yang terlewar akan langsung kelihatan.


Pokoke enak deh, saya jadi merasa belajar membangun akuntabilitas saya sendiri.  


Apakah berat mengikuti kelas ini? Tergantung pribadi masing-masing, sih. 


Saya karena sudah capek dengan "hidup gue kok gini-gini aja", jadi semua tantangan saya lakukan dengan senang hati, nggak terasa berat. Asik aja. 


review-kelas 27 HMH dari ruangtraining
Materi dalam bentuk video di YouTube


Review kelas "27 Hari Mengubah Hidup"


Disclaimer:

Sebelum masuk ke tanggapan dan review, saya ceritakan dulu ya, kondisi saya saat masuk kelas ini. 


Seperti juga dengan kelas online  lainnya, hasil yang diperoleh (dalam hal ini perubahan hidup berupa perubahan perilaku, cara berpikir, juga kebiasaan sehari-hari) akan sangat tergantung dari pengetahuan, tekad, juga pengalaman masing-masing. Jadi, hasil dan pengalaman yang saya peroleh, sebetulnya juga dipengaruhi ketiga hal tersebut. 


Saat masuk kelas ini, jujur saya sudah banyak mengenal juga praktek hal-hal yang terkait dengan materi dan tugas dalam kelas, seperti 

  • Building habit (membangun kebiasaan baik) 
  • Time management (pengaturan waktu)  
  • Cukup paham dengan kekurangan juga kelebihan saya sendiri (terkait dengan self efficacy dan willpower)
  • Sudah punya sistem yang memang membantu dalam keseharian saya


Karena itu, bagi saya materi di dalam kelas ini sudah biasa, dan lebih mudah saya praktekkan. 


Contoh saat materi pada hari #12, tentang menguatkan willpower dengan meditasi, journaling, menciptakan kebiasaan baru, olahraga rutin, melakukan tracking, dan lain sebagainya.


Kebiasaan di atas memang sudah saya bangun dan miliki. jadi saya hanya perlu memolesnya dan menyesuaikannya agar dapat membantu saya mencapai tujuan. 


Btw, dari kelas ini akhirnya saya tahu, apa alasan habit saya belum membawa saya kemana-mana. Selain karena belum sesuai dengan goals yang saya inginkan, habit tersebut saya lakukan hanya sekedar ingin saja, bukan merupakan bagian dari identitas saya. 


Tapi Alhamdulillah, meskipun belum tepat, habits tersebut telah membantu saya menguatkan otot willpower, dan memupuk self efficacy. 


Saya pun juga belajar bagaimana membangun struktur kebiasaan yang tepat, agar habit baru yang sedang dibentuk tidak sulit untuk dilakukan. 


Jadi kalau ditanya, seberapa besar manfaat kelas "27 Mengubah Hidup"? 


Banyak, sangat banyak. It's does a life changing for me. 


Saya memasuki tahun 2021 dengan lebih pede, nggak gamang lagi. Kalau ada teman yang ramai daftar job ini-itu, saya nggak mudah teralihkan. Sekarang seperti punya rem sendiri, mana yang membantu mencapai tujuan, apa prioritas saya, intinya, saya lebih percaya diri dan lebih berani berdiri di kaki saya sendiri. 


Btw, mengenal apa yang kita mau dan apa yang enggak tuh, bermanfaat banget, lho. Pertama nggak bikin kita asal "Yes" aja. Terus berani "bilang TIDAK" kalau memang nggak pas di hati, atau terlalu mengganggu keseharian. Hasilnya. LEBIH HAPPY, dong ... 😃😃


Harga kelas "27 Hari Mengubah Hidup"

Kelas online ditawarkan dengan harga yang cukup murah menurut saya, apalagi kalau melihat hasilnya, wah murah pakai banget!



review kelas 27 hari mengubah hidup darmawan aji




Harga kelas 27 Hari Mengubah Hidup:

Paket basic Rp 280.000

Paket Advanced Rp 370.000


---------------------------------------------

My rate for this class: 🌟🌟🌟🌟🌟


Sekian review saya tentang kelas "27 Hari Mengubah Hidup" dari ruangtrainging.com

Silahkan ikuti tautan berikut, kalau Sahabat RPB ingin mengikuti kelasnya: "27 HMH"
Oya, kelas ini bukan kelas self paced, ya, artinya kita nggak bisa daftar kapan saja. Silahkan hubungi nomor WA berikut jika https://wa.me/62816995148


See you @ another class review, ya. Thank you for dropping by ... 


Berbagai Jenis Kain yang Digunakan dalam Membuat Sweater

 

bahan kain untuk membuat sweater


Hai, hai, ada yang suka dengan baju sweater? Udah ngeh belum, kalau bahan sweater biasannya beda-beda? Apa aja,? Tambah wawasan yuk, dengan kenalan berbagai jenis kain yang biasa digunakan dalam membuat sweater. 


Sweater merupakan salah satu fashion item yang pasti dibutuhkan saat musim dingin ataupun musim hujan. Sweater memiliki bahan dasar kain yang tebal dan bisa membantu mengatasi cuaca dingin. Selain itu, sweater ini dapat digunakan di luar musim hujan. Jika dirasa udara sedang dingin Sahabat RPB bisa menggunakan sweater sebagai penghangat tubuh. 


Jenis-jenis kain yang digunakan dalam membuat sweater 

Untuk Sahabat RPB yang mau coba usaha atau sekedar biar tahu aneka jenis sweater yang cocok buat dipakai sehari-hari, coba simak aneka jenis kain yang biasa digunakan untuk membuat sweater di bawah ini. 


#1. Kain Fleece 

Kain fleece merupakan jenis kain yang digunakan dalam membuat sweater yang memiliki tekstur berbulu dan memiliki lapisan serat seperti kapas pada salah satu sisi permukaan kainnya. 


Kain ini biasanya terbuat dari campuran cotton dan wool. Kain fleece memiliki tekstur yang lembut, menyerap air, hangat dan tidak panas. 


Kain fleece ini tidak hanya digunakan dalam membuat sweater, melainkan dapat digunakan untuk membuat jaket, hoodie dan jumper. 


Kain fleece memiliki berbagai macam jenis antara lain; 

  1. Kain Cotton Fleece; Kain cotton fleece merupakan jenis kain yang memiliki konsentrasi katun lebih banyak dibanding polyesternya. Kain cotton fleece ini memiliki warna yang lebih cerah dan lebih ringan dibandingkan dengan jenis bahan fleece lainnya. 
  2. Kain Polar Fleece; Kain polar fleece merupakan jenis kain yang terbuat dari campuran polyester dengan katun, viscose dan serat sintetik lainnya. 
  3. Kain Polyester Fleece; Kain polyester fleece merupakan jenis kain yang mengandung polyester yang cukup banyak, sehingga kain ini memiliki tekstur yang lebih kaku dan tampilannya lebih mengkilap dibandingkan dengan kain cotton fleece. 
  4. Kain CVC Fleece; Kain CVC fleece ini merupakan jenis kain yang tersusun dari komposisi 55% cotton combed dan 45% viscose. Memiliki tingkat susut pola yang lebih kecil dari bahan katun biasa dan menyerap keringat. 


#2. Kain Terry Doors 

Kain terry doors ini merupakan jenis kain yang memiliki karakteristik seperti fleece yang belum diberi bulu, dan memiliki tekstur seperti handuk didalamnya. Kain ini juga memiliki tekstur yang lebih tebal dibandingkan dengan kain baby terry. 


#3. Kain Baby Terry 

Kain baby terry merupakan jenis kain yang memiliki tekstur lembut, tebal, agak berbulu dan memiliki lipatan serat kecil pada salah satu sisinya. Sedangkan bagian dalamnya memiliki tekstur yang lembut seperti selimut. Kain ini juga memiliki nama lain baby tray, tray da nada juga yang menyebut dengan nama terry. 


Kain baby terry ini termasuk ke dalam bahan kain yang memiliki daya serap air yang tinggi karena terbuat dari katun. 


Pada awalnya kain ini digunakan dalam pembuatan handuk mandi, namun sekarang digunakan untuk pembuatan sweater, zip up hoodie, jumper, cardigan dan jaket untuk anak. 


#4. Kain Wool 

Kain wool merupakan jenis kain yang berbahan dasar serat wool dan telah mengalami proses penyisiran sehingga memiliki kualitas yang tinggi. Kain wool ini secara umum memiliki sifat yang cukup berat, hangat dan halus sehingga sangat cocok jika digunakan untuk menghangatkan tubuh. 


Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai jenis kain yang digunakan dalam membuat sweater. Semoga dengan informasi ini dapat membantu Sahabat RPB memilih kain yang digunakan untuk membuat sweater yang cocok. Semoga Bermanfaat!

Inilah 3 Manfaat Temulawak yang Penting untuk Kesehatan Anda

 

manfaat temulawak untuk kesehatan tubuh

Temulawak, merupakan salah satu tanaman herbal asal Indonesia yang terkenal dengan berbagai macam khasiatnya yang sangat bagus untuk kesehatan. 


Pada umumnya temulawak memiliki batang yang berbentuk rimpang yang berada di bawah tanah. Biasanya temulawak memiliki warna kuning muda dan termasuk sebagai salah satu tanaman monokotil dengan akar tunggang. 


Karena banyak mengandung senyawa yang penting seperti curcuma misalnya, tidak heran jika temulawak memiliki banyak manfaat. Manfaat temulawak terkenal sangat bagus untuk kesehatan tubuh manusia. 


Habitat tanaman ini berada di hutan tropis dan biasanya memiliki tanah gembur yang berada di daerah ketinggian kurang lebih 5-1.500 meter dari permukaan air laut. Tetapi untuk sekarang, tanaman ini banyak tumbuh di beberapa wilayah seperti di tanah yang kering, pekarangan sampai dengan ladang. 


Ada banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari tanaman satu ini, nenek moyang kita zaman dahulu sudah banyak yang memanfaatkan temulawak sebagai salah satu tanaman dengan berjuta manfaat untuk kehidupan sehari-hari. 


Sebagian besar kita mengenal manfaat temulawak untuk kesehatan, hanya untuk meningkatkan imun tubuh saja. Padahal temulawak masih banyak sekali mengandung manfaat yang sangat bagus untuk kesehatan tubuh. 


Manfaat temulawak bagi kesehatan tubuh


Temulawak terkenal sebagai salah satu tanaman yang banyak mengandung antioksidan, karena itulah banyak yang memanfaatkan temulawak untuk kesehatan. 

Supaya lebih jelas, berikut ini penjelasan tentang manfaat dari temulawak untuk kesehatan: 

#1. Menurunkan kadar kolesterol dan menyembuhkan asam urat 

Selain untuk meningkatkan imun tubuh, temulawak juga bisa digunakan untuk obat kolesterol dan asam urat. 


Beberapa pakar peneliti kesehatan menyebutkan jika temulawak memiliki beberapa kandungan senyawa yang bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan menyembuhkan asam urat. 

Cara memanfaatkan temulawak untuk menurunkan kolesterol dan asam urat sangat mudah, cukup konsumsi temulawak secara rutin sebagai jamu maka tubuh bisa menjadi lebih sehat. 


#2. Meningkatkan nafsu makan 

 Anda punya masalah dengan nafsu makan dan merasa tidak punya selera untuk makan? Jangan bingung karena dengan temulawak Anda dapat mengatasi masalah tersebut. 


Temulawak dipercaya sangat bagus untuk meningkatkan nafsu makan baik untuk orang dewasa atau anak-anak sekalipun. 


Cara mengonsumsi temulawak untuk meningkatkan nafsu makan juga cukup mudah. Caranya, parut temulawak dan ambil airnya kemudian seduh dengan air hangat. Lakukan secara rutin dalam seminggu, maka dijamin nafsu makan akan terus meningkat. 


#3. Mengobati peradangan 

Sudah ribuan tahun lalu, temulawak banyak digunakan untuk mengobati dan mencegah peradangan, seperti arthritis. Berdasar Journal Alternative dan Complimentaru Medicine yang diterbitkan pada tahun 2009, kandungan ibu profen pada temulawak membantu meredakan rasa sakit, tanpa efek samping yang merugikan. 


Itulah 3 manfaat temulawak untuk kesehatan tubuh kita. Jadi, jangan pernah ragu lagi unutk mengonsumsinya, ya. 


Anda bisa mendapatkan ekstrak temulawak di toko obat, Herbana, salah satu toko obat yang menyediakan berbagai macam ramuan obat herbal. Anda bisa mengunjungi situs resmi Herbana untuk mendapatkan informasi atau mendapatkan ramuan herbal yang Anda butuhkan. 
Produk Herbana juga bisa dibeli di platform online atau datang ke Herbana Shop di kota Tangerang Selatan. 

Kenalan dengan Scaling Gigi, Manfaat dan Biaya Perawatannya



Pernah dengar tentang scaling gigi? Itu lho, usaha untuk membersihkan karang gigi atau plak yang sering mengganggu penampilan dan bikin nggak pede kalau pas ketawa. 💔


Karang gigi muncul karena adanya plak pada gigi yang telah mengeras dan bercampur dengan air liur. Plak gigi ini, biasanya muncul dalam bentuk lapisan putih tipis dan kekuningan, menempel kuat pada gigi, dan susah hilang hanya dengan sikat gigi. 


Selain mengganggu penampilan dan bikin nggak pede, plak dan karang gigi ternyata juga mengandung bakteri yang, -kalau nggak dibersihin secara rutin-, bisa menyebabkan periodontitis atau infeksi gusi yang bisa merusakkan gigi, jaringan lunak, termasuk tulang penyangga gigi. 


Manfaat scaling, dan biaya tindakannya 


Istilah scaling mungkin tidak begitu populer di masyarakat, terlebih menjaga kesehatan gigi masih termasuk urutan yang kesekian saat ini. Padahal sebetulnya ada banyak manfaat, lho, jika kita juga memperhatikan perawatan gigi. 


Jujur sih, saya sendiri juga belum memasukkan check up rutin gigi ke dalam daftar self-care pada kategori kesehatan fisik. Tapi waktu tahu kalau kebersihan gigi juga bisa menyebabkan penyakit kardiovascular, saya pun mulai mempertimbangkan memasukkan perawatan gigi ke dalam jadwal menjaga kesehatan. 


Apalagi saya juga termasuk penyuka kopi dan kue, dua hal yang sering memicu tumbuhnya plak dan karang gigi; scaling sepertinya jadi hal wajib masuk daftar perawatan kesehatan


Sahabat RPB yang suka merokok, minum makanan kemasan, susu, atau termasuk pemilik ludah kental, sebaiknya juga "berteman" baik dengan scaling. 😁

Manfaat scaling 

Balik ke scaling ... 


Sebetulnya scaling nggak cuma membersihkan plak dan karang gigi, tapi juga punya manfaat lain seperti; 

  • Mengurangi asam dan enzim berlebih yang biasa di produksi oleh bakteri di dalam mulut yang bisa menyebabkan kerusakan jaringan
  • Mengurangi risiko pendarahan atau pembengkakan jaringan karena adanya reaksi imun tubuh terhadap bakteri yang terdapat pada plak
  • Mencegah periodontitis
  • Memelihara kesehatan gigi dan tulang gigi

Biaya scaling

Kalau buat saya nih, salah satu penyebab malas ke dokter gigi adalah ... biayanya yang mahal. Dulu sekitar tahun 2000-an pernah nih, coba scaling, karena udah keganggu banget dengan karang gigi yang nempel. Dan ya ampun, ternyata biayanya sampai Rp350.000,00. 😡


Dan seiring perkembangan waktu, biaya itu pun sekarang membengkak, antara Rp 700rb - 800rb. Di beberapa rumah sakit malah mencapai Rp 1,8 juta. 

Tapi syukurlah, biaya perawatan ini sekarang juga di cover oleh BPJS, meski hanya bisa kita klaim 1 kali dalam setahun. Ya, lumayan lah, daripada enggak kan? 



Kabar baiknya lagi, beberapa perusahaan seperti Unilever, kadang juga mengadakan bulan bakti gratis dengan salah satu kegiatannya adalah scaling gigi. Nah, kita juga bisa tuh, manfaatin momen seperti ini. Tinggal cek aja ke situs mereka, di lokasi mana saja kegiatan diadakan. 



Dengan semakin banyaknya kemudahan, ada baiknya sekarang jangan malas scaling, deh. Nggak karena sekedar biar cakep, tapi menjaga kesehatan juga termasuk salah satu cara kita bersyukur dan self care juga kan? 



Semoga artikel di atas bermanfaat, sampai jumpa di artikel kesehatan selanjutnya. 


Mengenal Apa itu BPM, Mengukur Denyut Nadi, dan Manfaatnya untuk Kesehatan

denyut nadi yang normal




Sudah pernah mengenal apa itu bpm, dan apa manfaatnya untuk kesehatan kita? 


Bpm adalah kependekan dari beats per menit, yang merupakan ukuran dari jumlah denyut nadi kita. 


Denyut nadi merupakan jumlah denyut pembuluh darah arteri (pembuluh darah pembawa darah bersih) dalam satu menit. Pembuluh arteri ini berdenyut (berkontraksi) sebagai respon terhadap detak jantung. Jadi, jumlah denyut nadi kita per menit, sama dengan jumlah detak jantung. 


Karena itu, selain bisa digunakan untuk menentukan kondisi kesehatan, denyut nadi juga bisa menjadi tolok ukur apakah jantung bekerja dengan baik atau tidak. 


Buat saya, dibanding suhu tubuh, denyut nadi lebih sering saya jadikan patokan apakah saya sehat atau sedang butuh istirahat lebih banyak. Kalau masih dikisaran angka 100, berarti saya baik-baik saja. 


Kesimpulan ini nggak analisa asal-asalan lho, pelatih senam di RT kami yang ngajarin. 


Mengukur denyut nadi setelah bangun tidur adalah cara yang paling mudah untuk mengetahui kondisi kesehatan kita. Jika tidak lebih dari 100 bpm, berarti kondisi tubuh kita baik-baik saja. 


Berapa bpm atau denyut nadi normal untuk orang dewasa? 

Lalu seperti apa denyut nadi normal pada orang dewasa, terutama jika usia kita sudah di atas 40 tahun? 


Denyut nadi normal pada orang dewasa jika tidak sedang aktif antara 60-100 bpm.


Tidak sedang aktif artinya, kita tidak baru saja selesai melakukan pekerjaan yang berat seperti olahraga, mengangkat beban berat, dan pekerjaan berat lainnya. 


Waktu terbaik untuk mengukur denyut nadi normal adalah usai bangun tidur. Sementara kalau pengen ngukurdenyut nadi norma  usai berolahraga, Sahabat RPB perlu berisitrahat paling tidak 5 menit, sebelum mengambil denyut nadi yang normal. 


Denyut nadi juga bisa menjadi ukuran apakah olahraga yang kita lakukan efektif atau tidak. Bahkan denyut nadi kita perlu mencapai 120 bpm, jika latihan yang kita lakukan akan memberi dampak pada tubuh. 


Eh, tapi denyut nadi 120 bpm itu hanya untuk mereka yang jarang berolahraga, ya. Kalau Sahabat RPB biasa berolahraga, bisanya malah dibawah 100 bpm. 


Saya pernah maksain diri mengikuti "Strong by Zumba" dari Aisha Lee. Waktu itu napas saya rasanya mau putus, tapi denyut nadi saya mentok 98 bpm. Ya pikir saya kan olahraga saya jadi sia-sia dong, kalau tidak bisa mencapai denyut nadi yang optimal. 


Pas tanya dengan pelatih senam di RT kami, ternyata denyut nadi usai olahraga pada mereka yang bisa aktif (biasa berolahraga) dengan yang tidak biasa aktif memang berbeda. 


Mereka yang biasa berolahraga, denyut nadinya lebih rendah, karena jantung tidak perlu bekerja lebih keras meski tubuh melakukan pekerjaan lebih keras. Bahkan denyut nadi para atlit saat tidak sedang aktif hanya 60 bpm. Kecil banget kan, ya? 


Faktor-faktor yang mempengaruhi bpm atau denyut nadi


Selain aktivitas fisik, denyut nadi juga dapat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain 


  • Usia; Denyut nadi anak-anak lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Namun, lansia memiliki denyut nadi yang cenderung rendah. 
  • Suhu udara; Saat suhu udara tinggi, jantung akan bekerja lebih keras, maka denyut nadi pun akan lebih tinggi. 
  • Emosi; Yang ini sudah jelas lah, ya, orang yang kondisi marah, stres, cemas, terkejut, atau mala gembira, tentu denyut nadinya lebih tinggi. 
  • Ukuran tubuh; mereka yang obesitas bisanya memiliki denyut nadi yang lebih tinggi dibanding pemilik badan normal, meski umumnya, denyut nadinya tidak lebih dari 100. 
  • Mengkonsumsi obat-obatan atau makanan tertentu; obat-obatan yang bekerja untuk menurunkan hormon adrenalin, biasanya menyebabkan denyut nadi menjadi lebih rendah. Mengkonsumsi makanan/ minuman yang mengandung kafein, merokok, bisa menyebabkan denyut nadi meningkat.

Cara mengukur bpm atau denyut nadi

Nah, setelah tahu manfaat mengukur denyut nadi, yuk, kita coba mengukur denyut nadi tubuh kita. Caranya gampang, kok. 


#1. Letakkan ujung jari telunjuk dan jari tengah di pergelangan tangan, atau pada lipatan paha, cekungan leher depan dibawah batang tenggorokan. Jika denyut nadi tidak terasa, Sahabat boleh menekan sedikit lebih keras, sampai denyut terasa. 


#2. Gunakan jarum jam, atau stopwatch untuk menghitung denyutnadi selama 15 detik, dan kalikan hasilnya dengan 4. Hasil dari perkalian tersebut adalah denyut nadi Sahabat. 


Oya, cek juga apakah ritme denyut nadi Sahabat teratur atau tidak. Denyut nadi yang teratur seperti tik-toknya jam di dinding. 


Gampang, kan? Selamat mencoba, ya ...!