-->

Pengalaman Menggunakan Jasa Teknisi Jaringan IndiHome

pakai jasa teknisi indihome tidak perlu bayar


Sudah ada yang tahu belum, kalau tanggal September adalah hari Pelanggan Nasional? 


Nah, dalam rangka memperingati hari tersebut, saya mau cerita pengalaman saya menggunakan jasa internet provider IndiHome. 


Tapi saya nggak akan cerita tentang kekuatan sinyal dan lainnya, ya, tapi tentang teknisi IndiHome; topik yang sering banget jadi keluhan para calon pelanggan provider ini. 


Tidak perlu bayar untuk meminta bantuan teknisi IndiHome 


Hari itu kami baru saja pulang dari sekolah. Tapi langsung ketemu masalah karena TV nggak mau nyala saat terkoneksi dengan WiFi, sementara lampu indikator pada router dan STB juga tidak menunjukkan masalah apa pun. 


Saya langsung menghubungi bagian Customer Service IndiHome untuk menanyakan kemungkinan adanya masalah pada jaringan. 


Surprise juga, waktu mereka bisa tahu, bahwa memang koneksi TV saya sedang bermasalah. Tidak lama setelah dibuatkan tiket pengaduan, Bapak teknisi yang dulu juga memasang instalasi telepon menghubungi untuk mengonfirmasi kendala di rumah. 


Setelah deal jam ketemu, bapak teknisi pun datang tepat waktu. Tidak sampai berjam-jam perbaikan selesai dilakukan, dan kami sudah dapat kembali menikmati hiburan, 


Ternyata masalah pada TV sepele saja, sambungan yang menghubungkan STB dan TV kendor, sehingga tidak dapat berfungsi dengan normal. 


Hari itu, si Bapak Teknisi (sorry, lupa tanya nama waktu itu) juga mengajari kami cara untuk menemukan gangguan ringan pada saat pemakaian, sekaligus bagaimana cara mengatasinya. Seperti masalah yang baru kami saja alami ini, lampu indikator oke, STB oke, tapi layar TV tetap blank. 


Usai memperbaiki masalah kami, si Bapak teknisi pamit pulang, tanpa meminta bayaran sepeserpun. Hal ini mengingatkan saya saat punya niat ingin menggunakan jasa internet provider IndiHome. 


Saat itu saya maju-mundur untuk mengajukan pemasangan karena banyak mendengar pemasangan internet provider ini ada biaya plus-plusnya di luar biaya yang sudah ditentukan, biaya khusus untuk teknisi. 


Saat hendak memilih jaringan IndiHome sebagai provider layanan data di rumah, saya banyak membaca review dan pengalaman tidak sedap tentang teknisi dari perusahaan Telkom Group ini. Para teknisi IndiHome hanya mau survey dan pasang jaringan jika dibayar. 


Jujurly, saya nggak suka cara seperti itu. Karena saya jadi tidak bisa memperkirakan berapa biaya yang harus saya keluarkan. Dan tentu rasanya menyebalkan bukan jika harus membayar untuk sekedar survei saja? 


Ada juga review yang menyebutkan teknisi yang datang kadang nakal dan meminta tambahan untuk biaya penyambungan kabel. Kabel koneksi utamanya sengaja dicarikan yang jauh agar ada biaya tambahan pemasangan. 


Menurut saya, seorang teknisi lapangan seharusnya masuk dalam kelompok daftar layanan pelanggan. Dan orientasi mereka seharusnya memenuhi kebutuhan pelanggan. 


Mereka adalah petugas yang masuk pada kelompok ujung tombak sebuah perusahaan. Karena itulah mereka wajib memenuhi kebutuhan pelanggan sesuai dengan standar perusahaan. Tidak mengada-ada demi keuntungan sendiri. 


Sikap seperti ini, tentu akan sulit dimiliki oleh seorang teknisi jika mereka tidak memiliki sense of belonging terhadap perusahaan. Biasanya, mereka melihat memenuhi kebutuhan pelanggan adalah ladang untuk menambah cuan


Selain perlu memiliki sense of belonging terhadap perusahaan, mereka juga perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik. 


Biasanya, saya menilai mereka dari cara pemilihan kata yang digunakan. Saya tidak minta diperlakukan sebagai raja sih, tapi kalau ketemu dengan orang baru dan cara mereka berkomunikasi baik, tentu asik, kan? 


Meskipun seorang teknisi jaringan internet provider lebih banyak bekerja dengan kabel dan perangkat keras, namun tidak dapat dipungkiri jika sesekali mereka harus berhubungan juga dengan pelanggan. Terlebih para teknisi lapangan yang notabene terjun langsung berhubungan dengan customer. 


Syukurlah, saya bertemu dengan teknisi yang mampu berkomunikasi dengan baik. Sebelum datang ke rumah petugas teknisi dari IndiHome kemarin mengonfirmasi kedatangannya terlebih dahulu dan bersedia menyesuaikan dengan waktu luang kami. 


Sebelum mulai bekerja, bapak Teknisi IndiHome ini juga menanyakan dimana, dan bagaimana jalur kabel ingin dipasang. Beliau juga memberikan solusi agar rumah kami tetap terlihat rapi meski ada jalur kabel jaringan di dalam rumah. 


Saya menyukai cara Beliau bekerja, karena tidak hanya sekedar "yang penting kerjaan gua beres", tapi berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan dengan memberikan win-win solution saat saya ingin router berada di posisi yang lebih dekat dengan meja kerja, sementara saya juga berencana menggunakan WiFi untuk hiburan keluarga (konek ke TV). 


Saat router yang Beliau bawa ternyata tidak dalam kondisi maksimal, Beliau tidak keberatan menukar perangkat dan kembali ke rumah agar kami mendapatkan router yang tepat dan dalam kondisi baik. 


Usai pemasangan Beliau juga masih memonitor bagaimana koneksi di rumah kami,dan apakah ada permasalahan saat menggunakan pertama kali menggunakan. 


Kami juga diajari bagaimana mendaftar channel tambahan, do and dont's pemeliharaan router, sampai bagaimana mengganti password WiFi.   


Selama pemasangan saya juga tidak keluar uang sedikitpun, meski Beliau harus bolak-balik ke kantor, gudang, dan ke rumah saya untuk menukar perangkat. 


Jadi menurut saya (dan ini pun dikonfirmasi oleh sales dan customer service) sebetulnya tidak ada biaya tambahan saat pemasangan jaringan internet provider IndiHome, terlebih biaya khusus untuk teknisi. Bahkan jika teknisi nakal, kita bisa melaporkan langsung kepada customer service atau sales tempat kita mendaftar layanan pertama kali. 


Tapi jika Sahabat RPB masih ragu, saat mendaftar langganan layanan, coba pastikan terlebih dahulu, apakah ada biaya tambahan untuk teknisi saat survei, biaya tambahan untuk perpanjangan kabel, dan lain sebagainya. 


Bagi saya, sampai saat ini layanan after sales IndiHome sudah cukup memenuhi kebutuhan pelanggan. Setiap ada masalah dengan jaringan, baik customer service ataupun teknisi cepat mengatasi. 


Belum lagi tambahan layanan dan bonus lain yang sering saya terima. Intinya, cukup puas lah, dengan internet provider dari Telkom Group ini. 


Okay, itulah pengalaman saya saat menggunakan jasa teknisi jaringan IndiHome yang bener-bener nggak ada tambahan biaya sama sekali. 


Semoga pengalaman ini bermanfaat, ya, dan bisa jadi bahan pertimbangan untuk menentukan layanan internet provider untuk Sahabat. 


Terima kasih sudah mampir di blog RPB.

Review Yordanian Sea Salt Shampoo dan Conditioner by Scarlett

review yordanian sea salt shampoo dan conditioner by scarlett


Scarlett again

Ha ha, ya memang produk Scarlett itu banyak banget. Dan sudah kebiasaan saya kalau lagi suka sama satu produk, terus pengen coba rangakaian produk yang lain. 

Apalagi Scarlett ini, sering menjual produknya dalam bentuk paket, yang isi paketnya bisa campur-campur sesuai keinginan kita. Enak kan kalau begini? Kita nggak repot belanja sana-sini. 

Kali ini saya cobain produk perawatan rambut Scarlett, yaitu Yordania Sea Salt Shampoo dan Conditioner. 

Selain produk perawatan wajah, saya memang suka hunting produk perawatan rambut. 


Nggak tahu apa sebetulnya masalah rambut saya; tapi setiap pakai produk sampo, paling hanya sampai 1-2 bulan pemakaian, masalah rambut saya balik lagi.  


Paling sering masalah karena rambut rontok. Rambut saya yang sudah dari sananya tipis, jadi makin tipis. Kadang sampai nggak berani ikat rambut karena kawatir saat melepas ikatan, banyak rambut yang ikut tercabut. 


Sehari-hari saya memang pakai jilbab, tapi ya, kalau lihat rontok, kan sedih juga. Nggak nyaman juga dilihatnya, rambut berserakan dimana-mana. Mau duduk atau rebahan jadi nggak nyaman karena lihat rambut yang nempel atau jatuh berserakan. 


Mau nggak mau, akhirnya jadi sering gonta-ganti sampo. Paling bingung kalau semua produk sampo sudah dicoba. Kadang terpaksa pilih produk yang resikonya minimal atau yang nggak nambahin masalah lain (jadi bikin ketombean atau rambut bercabang, misalnya), meski nggak mengatasi masalah rambut rontok saya. 


Nah, berhubung sekarang sedang sering pakai Scarlett, sementara pilihan sampo di luar sana juga sudah habis, akhirnya saya pilih produk perawatan rambut by Scarlett, yaitu Yordania Sea Salt Shampoo dan Yordanian Sea Salt Conditioner. 


Tentang Yordanian Sea Salt Shampoo dan Conditioner by Scarlett


Produk perawatan rambut dari Scarlett ini ada dua macam yang pertama adalah Yordanian Sea Salt Shampoo dan Yordanian Sea Salt Conditioner. 


Pada halaman Instagram resmi Scarlett, disebutkan jika produk perawatan rambut mereka mampu membantu merawat kesehatan rambut khususnya untuk rambut yang mudah lepek. 


review sampo dan kondisioner scarlett

Produk sampo ini bekerja dengan cara membersihkan minyak dan kotoran di kulit kepala, agar rambut terlihat lebih sehat, bervolume, halus, dan mudah diatur. 


Yordanian Sea Salt Shampoo juga membantu menguatkan akar rambut, sehingga dapat meminimalisir rambut rontok. Untuk lebih jelasnya, berikut komposisi dan manfaat dari kedua produk perawatan rambut Scarlett


review sampo yordanian scarlett


review kondisioner yordanian scarlett


Cara pemakaian Yordanian Sea Salt Shampoo

Sama seperti produk sampo lainnya, Yordanian Sea Salt Shampoo ini cukup digunakan dalam 4 langkah, yaitu: 

  1. Tuangkan shampo secukupnya ke kulit kepala atau akar rambut
  2. Pijat kulit kepala dengan lembut dan perlahan
  3. Bilas sampai bersih


Cara pemakaian Yordanian Sea Salt Conditioner

  1. Tuangkan  secukupnya ke batang rambut (usahakan tidak terkena kulit kepala, ya)
  2. Diamkan selama beberapa menit bila hingga bersih


Seperti produk Scarlett lainnya, rangkaian perawatan rambut Yordanian Sea Salt Shampoo dan Conditioner ini juga disarankan untuk pemakaian di atas usia 13 tahun, dan aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui. 


Pengalaman menggunakan Yordanian Sea Salt Shampoo dan Conditioner


Kesan pertama pakai sampo ini adalah, wangiii.... 😀 Dan amazingnya, wanginya tahan lama, lho, sampai keesokan harinya aja masih terasa. Padahal kadang sorenya saya sudah keringatan karena olahraga. 


Uniknya, wanginya ini menyebar kemana-mana, anakku yang SMP sampai ketagihan bolak-balik pengen pakai. 


Yordanian Sea Salt Shampoo ini dikemas dalam kemasan botol bening, sehingga warna samponya yang biru bening terlihat dari luar. 


Untuk kondisionernya juga dikemas dalam kemasan botol bening, tapi dilengkapi dengan pumping yang bisa kita kunci saat tidak digunakan (seperti pump lock hand body Scarlett). 


Kondisionernya berupa cairan pasta kental berwarna pink keunguan.  


Jujurly, sebetulnya saya kurang suka memakai kondisioner, soalnya sering susah dibilas. Tapi beda dengan kondisioner dari Scarlett ini, meskipun viskositas dan kenampakannya seperti kondisioner lain,  tapi mudah banget untuk dibilas. 


Hasil pemakaian dari rangkaian produk ini juga langsung terasa. Rambut saya terasa lebih tebal dan terlihat mengembang. 


Rambut yang rontok pun juga banyak yang berkurang. Paling hanya satu dua helai rambut aja yang lepas. Masih terhitung sangat wajar, mengingat rambut juga ada waktu regenerasinya bukan? 


Kesimpulan

Saat menulis review ini saya sudah memakai produk Yordanian Sea Salt Shampoo dan Conditioner selam dua minggu, dengan frekuensi pemakaian 2-3 seminggu. 


Dan seperti saya sebutkan di atas, saya sangat suka dengan produk ini. Rambut rontok saya berkurang banyak. Ditambah rambut saya juga jadi wangi. Harumnya yang tahan lama bikin hepi, jadi pengen cium-cium rambut terus. 😁


So, I do recommend produk ini. Sahabat RPB perlu banget mencobanya. 


Repurchase? Jelas, dong .... 


Beli dimana

Semua produk Scarlett dapat dibeli langsung di official akun Scarlett Whitening. Sahabat RPB dapat mengunjungi langsung akun resmi Scarlett di marketplace atau Instagram resmi Scarlett (yang ada centang birunya, ya), untuk terhubung dengan akun Whatsapp pemesanan produk Scarlett. 


Produk Scarlett ini biasanya juga banyak dijual di pasaran. Tapi khusus untuk produk perawatan rambut ini saya belum lihat di sekitar komplek perumahan saya, sih, mungkin di tempat lain sudah banyak. Coba Sahabat cek saja di apotik atau toko sekitar rumah. 


Oya, kalau beli di tempat lain, jangan lupa cek keaslian produknya di link ini ya, https://verify.scarlettwhitening.com


Terima kasih sudah berkunjung di blog RPB, sampai jumpa di review produk lainnya. 

Meningkatkan Penjualan dengan Tribelio dan Instant Payment

meningkatkan penjualan dengan tribelio dan instant payment


Sedang bingung bagaimana cara meningkatkan konversi penjualan pada toko online Sahabat?  Pernah terpikir untuk menggunakan landing page dan instant payment sebagai salah satu cara untuk meningkatkan konversi? 


Mengutip artikel dari blog.hubspot.com, ada banyak cara untuk meningkatkan konversi, salah satu caranya adalah dengan menyederhanakan proses pembelian. 


Coba Sahabat bayangkan, ada sebuah iklan produk dambaan dengan harga yang sangat menarik, muncul di halaman pencarian Sahabat. Tentu saja dengan penuh semangat, Sahabat akan klik iklan pencarian tersebut. 


Saat sudah memutuskan untuk membeli, Sahabat disodorkan formulir pembelian dan pengisian data yang panjang. Sahabat diminta untuk memasukkan beberapa data pribadi terlebih dahulu, kemudian verifikasi email, memilih jenis pembayaran (yang sebelnya malah pakai virtual account dan tidak ada opsi pilihan pembayaran lain), dan masih ada beberapa tahap pembelian lagi yang harus Sahabt ikuti. 


Kira-kira, apakah Sahabat akan langsung menyelesaikan proses pembelian? 

Kalau saya sih, enggak. "Besok aja kalau ada waktu luang."


Pengalaman seperti inilah yang seharusnya Sahabat hindari. 

Seperti yang dikatakan oleh founder Tribelio.com, Denny Santoso pada sesi webinar bersama IIDB, pada tanggal 7 Juli kemarin, proses pembelian yang panjang biasanya malah membuat calon konsumen urung membeli produk kita. 


Keputusan pembelian biasanya didasarkan pada keputusan emosional. Dan di saat proses pembelian panjang, dorongan emosional itu pun perlahan menghilang. 


Contoh lain dalam praktek sehari-hari bisanya berupa tanya jawab tentang spesifikasi produk,  ketersediaan jumlah barang, cara pembelian, hingga nomor rekening dan langkah konfirmasi pembayaran. 


Lalu bagaimana cara mempersingkat keputusan dan pengalaman pembelian? 

Sahabat RPB dapat menggunakan Tribelio Landing Page untuk memberikan pengalaman pertama yang menarik terkait produk yang Sahabat tawarkan. 


tribelio page untuk meningkatkan penjualan
tribelio.page, sarana untuk membuat landing page
dan meningkatkan penjualan

Alasan Tribelio bisa membantu meningkatkan penjualan

Pernah mendengar tentang Tribelio? 
Tribelio adalah platform berbasis komunitas yang dibuat oleh Digital Marketer Expert, Denny Santoso.  Platform ini ditujukan untuk membantu para pengusaha online atau digital marketer, yang menjadikan komunitas (tribe) sebagai sarana menjaring konsumen potensial.


Di dalam Tribelio, Sahabat dapat membuat landing page, mengumpulkan data pelanggan (data base yang biasanya hanya dapat dilakukan dengan tambahan aplikasi tertentu), juga mengatur instant payment (pembayaran cepat). 


Pada saat ini ada dua jenis Tribelio yang Denny Santoso sediakan, yaitu tribelio.page dan tribelio.com. 
Jika tribelio.com diperuntukkan bagi Sahabat yang sudah memiliki based komunitas yang cukup besar,  maka tribelio.page adalah tempat memulai langkah awal membangun komunitas dan penjualan melalui landing page. 


Pada landing page inilah Sahabat akan dapat mengenalkan produk atau jasa yang Sahabat tawarkan. Sahabat juga dapat menyediakan formulir kontak yang dapat diisi oleh para calon konsumen atau pengunjung landing page milik Sahabat. 

contoh landing page tribelio
Contoh landing page
denganTribelio


Seluruh data yang diisi oleh pengunjung dapat Sahabat lihat pada dashboard tribelio,page. Data ini juga disajikan dalam bentuk spread sheet, yang nantinya dapat Sahabat gunakan untuk mengirimkan berita pembaharuan (newsletter) terkait seperti promo, artikel terbaru, update produk, dan lain sebagainya. 


meningkatkan penjualan tribelio
Tampilan dashboard Tribelio


Sebagai Blogger, saat ini saya juga menggunakan Tribelio sebagai salah satu sarana untuk memperkenalkan rahayupawitriblog.com ini kepada pembaca. 


Dan jujur saja, membuat landing page adalah hal baru untuk saya. Meski selama ini sering membuat copywriter untuk beberapa landing page situs, namun urusan tata letak, pemilihan gambar biasa dikerjakan oleh orang lain. 


Syukurlah dengan Tribelio, saya dapat membuat landing page sendiri dengan mudah. Karena Tribelio menyediakan banyak pilihan template (pola) yang bisa digunakan untuk membuat landing page profil, produk, dan jasa kita. Meskipun begitu, Tribelio juga menyediakan ruang bagi Sahabat untuk membuat desain sesuai dengan selera dan keperluan Sahabat. 


Instant payment, fitur terbaru Tribelio untuk meningkatkan pengalaman pembelian konsumen


Tribelio saat ini juga memiliki fitur instant payment, salah satu fitur yang dapat Sahabat RPB gunakan untuk mempermudah pembayaran. 


Sahabat cukup menambakan tautan pembayaran instant payment pada landing page, dan calon konsumen dapat memilih metode pembayaran yang mereka inginkan. 


Untuk lebih jelasnya, berikut kelebihan instant payment dari Tribelio: 

  1. Tersedia pilihan pembayaran dari berbagai bank nasional, baik syariah ataupun konvensional
  2. Konsumen juga dapat melakukan pembayaran melalui e-wallet, kartu kreditatau platform paylater seperti Kredivo dan AkuLaku
  3. Dapat digunakan untuk transaksi produk digital atau pun fisik
  4. Bentuk cara pembayaran hanya berupa tautan pendek, sehingga pengalaman pembeli saat melakukan pembayaran ditingkatkan 
  5. Konfirmasi pembayaran dapat langsung diperoleh oleh pembeli 
  6. Terdapat opsi untuk mengubah daftar pembelian sebagai database untuk newsletter, atau pembelian produk lainnya

Semakin penasaran bagaimana Tribelio page bisa meningkatkan penjualan online Sahabat? 
Yuk, kunjungi dan coba membuat landing page di trabelio.page.com. 


Brain Dump, Arti, Manfaat, dan Bagaimana Cara Melakukannya

manfaat journaling


Saat mengunggah tentang brain dump di status Facebook, ada seorang kawan yang bertanya, apa sebetulnya brain dump, dan apa manfaatnya. So, daripada jawabnya panjang, saya buat tulisan saja deh, tentang brain dump ini. 


Brain dump, arti dan manfaatnya

Brain dump, sebetulnya merupakan aktivitas yang biasa digunakan untuk "melepaskan" pikiran, perasaan, ide, atau apa saja yang ada dikepala,- pada media lain, misalnya buku atau catatan digital. Secara umum, brain dump membantu kita untuk menguraikan dan mengorganisasikan pikiran yang mungkin membuat kita cemas, berpikir kurang jelas (brain frog), dan lain sebagainya. 


Jika Sahabat RPB adalah penggemar film Harry Potter, tentu Sahabat ingat kebiasaan Albus Dumbledore yang suka memindahkan pikirannya ke dalam sebuah bejana (pensieve). Ya, kira-kira seperti itulah brain dumping. 


Manfaat brain dump


Hidup kita sebagai manusia tentu saja tidak hanya berfokus pada satu hal. Pekerjaan, tugas rumah tangga, tanggung jawab sosial, juga kewajiban untuk terus sebagai individu, tentu membutuhkan banyak perhatian. Tidak heran jika kita sering mudah merasa kewalahan, stres, sulit berpikir dengan kreatif, karena ... ya, terlalu banyak hal di dalam pikiran kita. 


Disinilah fungsi brain dump, membantu menjernihkan pikiran. 
Merekam pikiran dan perasaan kita di media lain akan membantu kita menemukan gambaran besar dari sebuah masalah. Sehingga kita akan lebih mudah menemukan solusi, atau tahu mana masalah yang perlu kita tinggalkan atau ditindak lanjuti. 


Dan sebagai seorang freelancer, yang kadang mengerjakan beberapa project dalam satu waktu, brain dump banyak membantu saya untuk memetakan pikiran, membantu membuat prioritas, dan tentu saja mencegah lupa. 😁


Bagaiman cara melakukan brain dump


Ada banyak cara orang melakukan brain dump, diantaranya: 

1. Mind map

Ini salah satu cara favorit saya untuk melakukan brain dumping. Saat hendak menulis artikel, atau punya rencana baru, seringkali ada banyak ide yang bermunculan di kepala. Dan dengan menuangkannya pada mind map, saya bisa melihat hal mana saja yang memang terkait dengan subject yang sedang saya kerjakan, dan mana yang tidak. 


2. Menuangkan pada catatan digital

Bentuknya bisa beragam, sebagian ada yang memilih dengan menggunakan dokumen, sementara lain memilih menggunakan journal online. 


Saya sendiri memilih menggunakan Google Keep. Fitur labelling dan warna yang ada pada Google Keep membantu saya mengkategorikan semua hal dengan lebih mudah.

3. Kertas atau buku catatan biasa

Beberapa teman saya yang menyukai bullet journal, lebih menyukai melakukan brain dump di atas kertas atau buku. Bagi mereka cara ini juga isa menjadi sarana healing yang murah meriah. 😁

Ya, siapa sih yang tidak suka mencorat-coret buku dengan gambar atau tulisan semau kita? 


Selain menggunakan Google Keep, saya juga memiliki catatan konvensional yang biasa saya gunakan untuk melakukan brain dumping. 


Catatan saya ada dua macam, lifebook dan journal. Khusus untuk journal saya membaginya menjadi empat macam, journal produktivitas, journal emosi, journal habit, dan journal bersyukur. 


Di dalam journal-journal itulah biasanya saya meletakkan brain dump, planing, dan insight harian atau quote yang tiba-tiba terlintas di pikiran. 


Agar tidak membingungkan begini saya membagi "catatan pikiran" saya. 


#1. Lifebook 


Ini merupakan buku besar semua perkembangan hidup saya. Tujuan hidup saya, alasan saya memilih tujuan tersebut, break down rencana mewujudkan, pencapaian penting dalam hidup -, semua ada di buku ini.  Dan tentu saja, jika ada brain dump terkait tujuan hidup, saya tulis disini juga. 


Lifebook ini tidak saya tidak saya sering isi, hanya di awal dan akhir tahun, atau saat ada momen tertentu yang sekira bisa mengubah life plan saya. 


#2. Journal


Pada journal lah, semua catatan keseharian biasanya saya simpan. 

Seperti namanya, journal adalah catatan keseharian yang memiliki tema tertentu. Dan milik saya adalah journal produktivitas, journal emosi, habit, dan bersyukur.

Saya memilih empat hal tersebut, karena empat hal itulah yang menjadi hal penting dalam hidup saya. 


Journal produktivitas saya berisi catatan ritme produktivitas sehari-hari. Isinya antara lain: 

  • Project yang sedang saya kerjakan
  • Bagaimana saya menyelesaikan pekerjaan 
  • Berapa lama waktu saya bekerja dan menghasilkan berapa (log focus)
  • Trial sistem produktivitas 
  • Insight harian saya
  • Brain dump terkait pekerjaan

Journal kategori ini paling tebal, karena saya menyimpan semua pikiran dan rencana karir saya disini. 


Journal yang kedua adalah journal emosi. 

Journal ini saya buat karena dulu saya punya kecenderungan overthinking dan ini sering membuat emosi saya naik turun. Di journal ini saya biasa menuliskan hal kurang baik yang terjadi, bagaimana saya menghadapinya, dan insight atau hikmah apa yang saya peroleh dari kejadian tersebut. 

Journal ini banyak membuat saya lebih tenang, dan mengendalikan overthinking saya. Sedikit membuat saya lebih bijak juga sih, #eh 😃


Journal ketiga adalah journal habit atau catatan kebiasaan yang sedang saya bangun.  

Tapi journal ini bukan habit tracker ya,. Karena saat ini saya masih menggunakan habit tracker di aplikasi ticktick saya hanya menggunakan journal habit ini sebagai review perkembangan habit saja. 

Misalnya kebiasaan olahraga selama bulan juni berapa persen, tilawah setelah sholat berapa persen, sarapan buah berapa persen dan lain sebagainya. 

Biasanya saya mengisinya di akhir bulan, atau saat tiba-tiba ada hal baru terkait dengan habit yang sedang saya bangun. 


Bagaimana denga jurnal bersyukur atau gratitude journal? Ya, tentu saja berisi catatan hal-hal apa yang saya syukuri di hari berjalan. 


Banyak ya, catatan saya? 

Ya, begitulah, hidup saya memang penuh dengan tulisan. 😁


Seperti yang pernah saya tulis pada artikel "Manfaat Journaling", semua catatan tersebut sebetulnya hanya berfungsi sebagai tracker. Dalam ilmu perkembangan diri, semua hal yang tidak dicatat, maka tidak akan bisa dilihat kesalahan dan kemajuannya. Akibatnya, kita pun akan kesulitan melihat perkembangannya. 


Dan tentu saja, inilah cara saya untuk melakukan brain dumping, mengeluarkan pikiran atau apa yang dirasakan pada media lain, tepat seperti pensieve-nya Dumbledore. 😀 Terkadang membaca journal membuat saya bersyukur dan bangga, bahwa sudah ada banyak perubahan yang saya buat. Mengetahui hal ini memotivasi saya untuk terus belajar dan tumbuh, juga yakin jika pada saatnya, saya akan sampai pada tujuan.


Ide-ide yang saya simpan di Google Keep, selain membantu saya tidak melupakan hal penting, juga biasa menjadi sumber inspirasi saat saya butuh ide-ide segar untuk project yang berjalan. 


Jadi, yuk, biasakan untuk melakukan brain dump, agar pikiran lebih lega, dan kita bisa menghasilkan hal-hal kreatif yang bermanfaat untuk sesama. 


Terima kasih sudah bersedia berkunjung, semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Sahabat. 

Rahayu Pawitri for rahayupawitriblog.com

Review Masker Scarlett Facecare, Herbalism Mugwort Mask dan Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask

review_masker_scarlett_facecare


Hai, hai, ...ketemu lagi dengan  review Scarlett Facecare. 😃 Semoga nggak bosen, ya. Saya memang lagi seneng nyoba-nyoba produk facecare nih, in the name of self-care gitu. 😊


Bulan ini saya mencoba 2 produk masker dari Scarlett, "Herbalism Mugwort Mask" dan "Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask". 


Niat awal, sebetulnya hanya ingin coba produk "Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask" saja untuk melengkapi set Scarlett Brightly yang sudah saya pakai sehari-hari. Tapi karena pas baca di Instagram Scarlett masker "Herbalism Mugwort Mask"  juga bisa untuk eksfoliasi wajah, akhirnya ya, angkut juga deh, masker ini.  


Sejak salah seorang teman di Facebook mengunggah status tentang eksfoliasi saya jadi kepo. Meski sudah biasa dengan perawatan yang lebih komplit, -pakai serum, sun block, daily facecare-, tapi tetep aja, kalau step komplit sampai maskeran atau malah eksfoliasi masih belum bisa jalankan. 


Alasan utamanya, "kayaknya kok ribet, ya?" 😃 Alasan keduanya, enggak ngerti milih produknya. 


Tapi kalau pas duduk di depan kaca, lihat komedo di hidung, bintik-bintik hitam yang makin banyak, kulit bekas jerawat yang benjol-benjol; baru deh, berasa, "Wah, kudu maskeran rajin sama ekfoliasi, nih!" 


Oya, bicara tentang ekfoliasi, sejujurnya, saya tuh nggak paham banget, cuma tahu ada dua macam saja, kimia dan fisik. Eksfoliasi kimia sebaiknya dilakukan oleh seorang ahli atau dokter karena tujuannya untuk memperbaiki kerusakan wajah sementara eksfoliasi fisik kadang bisa dilakukan sendiri kadang disebut dengan scrubbing. 


Makanya, waktu tahu ada produk Scarlett yang bisa digunakan untuk eksfoliasi, saya jadi pengen coba. 


Kenalan dengan "Herbalism Mugwort Mask" dan "Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask"


Sebelum ke pengalaman pakai maskernya, kenalan dulu ya, dengan kedua masker dari Scarlett Facecare ini. 


Herbalism Mugwort Mask


Akhir-akhir ini produk perawatan wajah dengan bahan dasar Bamboo Charcoal sedang banyak dicari orang. Sifatnya yang mampu menyerap minyak dan kotoran pada wajah membuat produk dengan bahan dasar ini jadi favorit. 


Dan dengan kandungan bahan Bamboo Charcoal ini , Scarlett menyebut produk masker mereka mampu untuk 

  • Membantu menghidrasi dan menenangkan kulit
  • Membantu produkdi kolagen 
  • Menyamarkan pori dan noda bekas jerawat, sehingga kulit terlihat lebih cerah
  • Menyerap minyak berlebih 
  • Berfungsi sebagai natural eksfoliator (Herbalism Mugwort Mask mengandung Bamboo Charcoal)
  • Menjaga kelembapan kulit 
  • Antioksidan 


review_masker_scarlett_herbalism_mugwort_mask


Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask

Namanya panjang, ya. 😃 Kata "Soothing-nya" itu bikin saya penasaran. Ngebayangin panas-panas habis olahraga trus maskeran pakai Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask, sepertinya jadi auto adem.


Produk yang dikemas seperti kemasan Brightly Ever Serum ini, mempunyai kandungan utama 
  • Niaciamide
  • Vitamin C
  • Grape Fruti Water
  • Seven Berry ekstract
  • Ginseng ekstrak 
  • Centella Asiatica
  • Rose Flower Water


review_masker_scarlett_seriously_soothing-gel_mask


Menurut keterangan resmi di Instagram Scarlett, Serioulsy Shooting & Hydrating Gel Mask ini, fungsi utamanya membantu menghidrasi dan sebagai anti-oksidan melindungi wajah dari terpaan sinar matahari yang bisa membuat wajah terlihat lebih kusam. 


Review Seriously Shooting & Hydrating Gel mask dan Herbalism Mugwort Mask


Sebelum mulai pakai kedua produk ini saya mencoba dulu di bagian lengan dalam, sekedar untuk tahu, apakah kandungan kedua masker sesuai dengan kulit wajah saya. Alhamdulillah, saat dioleskan di lengan, kedua masker tidak menimbulkan efek apa-apa. So, mantap deh mencoba. 


Produk yang pertama saya coba adalah Herbalism Mugwort Mask (enggak sabar pengen coba ekfoliasi maksudnya).


Cara pakainya tentu saja cuci muka dulu dengan sabun wajah Scarlett Brightening Facial Wash. Kemudian dilanjutkan dengan mengaplikasikan masker Herbalism Mugwort mask. 


Produk Herbalism Mugwort Mask ini teksturnya kental tapi terlihat kalau kandungan airnya cukup banyak. 


Di dalam kemasan produk, Scarlett sudah menyertakan spatula kecil yang berfungsi untuk mengaplikasikan masker. Jadi kita nggak perlu repot-repot beli atau malah olesin masker pakai tangan. Spatulanya kecil, dan pas banget dengan kemasan botol masker. Seusai pakai, kita tinggal cuci, keringkan, dan simpan spatulanya ke dalam kemasan botol guna menjaga kebersihannya. 


review_masker_scarlett_facecare


Saat mencoba mengaplikasikan Herbalism Mugwort Mask ini, wajah saya baik-baik saja, tapi saat nunggu masker mengering, timbul rasa gatal di wajah dan diikuti dengan rasa panas. 


Karena khawatir, saya nggak nunggu masker mengering, langsung cuci muka dan kompres dengan air es. Sepertinya, saya kurang cocok dengan produk Herbalism Mugwort Mask.


Yach, sedih deh, musti hunting lagi produk untuk eksfoliasi.  Padahal saya sudah suka sama produknya. Senang aja gitu bisa nemu produk eksfoliasi yang juga yang satu merk dengan produk facecare yang saya pakai sehari-hari. Tapi ya, mau gimana lagi. 


Setelah 2 hari memastikan kondisi wajah saya baik-baik saja, saya mulai mencoba produk masker Serioulsy Shooting & Hydrating Gel Mask. 


Kali ini sebelum sebelum aplikasikan ke wajah, saya coba lagi di belakang telinga yang katanya, termasuk kulit yang lebih sensitif dibandingkan kulit lengan bagian dalam. 


Pas cobain di belakang telinga ada sedikit rasa panas, tapi hanya sedikit (hampir tidak begitu terasa) dan itu pun hanya sesekali muncul. Biar aman, saya coba dulu aplikasikan di leher. Alhamdulillah, aman, nggak ada reaksi apa-apa. Adem dan seger.


Keesokan harinya barulah saya coba untuk aplikasi di wajah. Alhamdulillah tetep aman. Hasil setelah menggunakan produk ini kulit jadi terasa lebih lembut, dan kencang. 


review_masker_scarlett_facecare


Kesimpulan: 

Dari hasil mencoba kedua produk masker Scarlett ini, hasil seperti yang dijanjikan oleh kedua masker tersebut memang belum terlihat nyata (ya, kan saya baru dua kali coba he he he). Hasil langsung yang saya peroleh adalah kulit yang lebih halus, lembut, dan tumpukan komedo yang sering mengganggu di bagian hidung juga berkurang. 


Meskipun produk Herbalism Mugwort Mask kurang sesuai untuk kulit saya, tapi setelah pemakaian dan radang menghilang, kulit saya juga terlihat lebih bersih dan segar. 


Oya, saat kemarin mengalami radang tersebut, saya mencoba bertanya pada customer care Scarlett; dan ternyata Herbalism Mugwort Mask memang lebih pas untuk pemilik kulit wajah normal cenderung berminyak. Sementara tipe kulit saya kan normal cenderung kering. Jadi, mungkin ini yang menjadi salah satu sebab saya kurang cocok dengan masker Herbalism Mugwort Mask. 


Tapi, bagaimanapun juga reaksi wajah setiap orang kan berbeda-beda, ya. Salah seorang teman yang kulitnya cenderung kering tidak mendapat masalah apapun saat mencoba Herbalism Mugwort Mask. 


So, kalau ingin coba masker ini, tidak ada salahnya sih, tetep dicoba aja. Apalagi harga produk Scarlett memang terjangkau dan mudah didapatkan apotik atau counter sekitar rumah. Nggak ribet kalau pas habis, kan?


Kalau ragu dengan keaslian produk Scarlett yang Sahabat beli di apotik atau  toko, Sahabat RPB dapat mengunjungi tautan di bawah ini. Isi data sesuai form yang muncul, dan tunggu hasil pengecekan dari data Scarlett. 



cara_cek_keaslian_produk_scarlett_facecare

Jika produk yang Sahabat miliki asli, maka akan muncul pop up notifikasi seperti di bawah ini. 


cara_cek_keaslian_produk_scarlett_facecare


Untuk nomor BPOM-nya Sahabat juga bisa cek dengan cara memindai barcode yang ada di kemasan produk Scarlett. 


cara_cek_nomor_bpom_scarlett_facecare


Pengen lebih gampang membeli produk asli tanpa harus verifikasi? Kunjungi aja tautan di bawah ini



Atau kunjungi akun resmi Scarlett di Instagram 
@scarlett_whitening. 

Sebelum ditutup, saya mau cerita, ah. 

Kemarin usai mencoba Herbalism Mugwort Mask itu, saya jadi punya angan-angan, andai Scarlett punya set kemasan sample untuk konsumen yang ingin mencoba produk perawatan wajah Scarlett. Kan enak tuh, kalau ingin coba tidak perlu membeli yang kemasan besar. Kemasan sample kan juga bisa jadi alternatif tetap glowing dengan Scarlett saat travelling, ya nggak? 


Okay, gitu ya, cerita review-ku. Terima kasih sudah bersedia berkunjung, semoga review aku bermanfaat untuk Sahabat yang sedang cari produk masker atau perawatan sehari-hari. 


See you at another product review, ya. 

Rahayu Pawitri for rahayupawitriblog.com

Menyiapkan Dana Cadangan dengan Passive Income

kelas bisnis online passive income
Sumber gambar: koleksi premium canva.com



Sebagai seorang freelancer, sudahkah teman-teman menyiapkan dana cadangan? Bagaimana jika menyiapkannya dengan membangun passive income?  


Seperti kita semua sudah sadari, salah satu syarat wajib seorang Freelancer adalah punya self-management, terutama kemampuan mengatur waktu dan keuangan. Sifat pekerjaan Freelancer yang “tidak pasti” menuntut Freelancer agar mempunyai cukup persiapan saat kondisi darurat dan masa depannya (saat pensiun). Karena itu, wajib bagi seorang Freelancer untuk memiliki dana darurat, dana kesehatan, dan tentu saja dana pensiun.  


Menyiapkan ketiga dana tersebut tidak mudah, seringkali memaksa seorang Freelancer untuk bekerja lebih keras. Tapi kadang hal ini pun tidak mudah dilakukan. Bagaimanapun waktu kita terbatas, hanya 24 jam. Dan setiap jamnya, tidak mungkin diisi dengan kerja, kerja, dan kerja agar kebutuhan ketiga dana tersebut terpenuhi.  


Salah satu cara yang bisa seorang Freelancer lakukan, adalah mulai membangun sumber pendapatan baru melalui passive income.  


Cara membuat passive income, untuk seorang Freelancer 



Apa yang ada dibenak Sahabat RPB bila mendengar tentang passive income, MLM?  Padahal mendapatkan passive income enggak selalu harus dari MLM, lho. Ada banyak cara untuk mendapatkan pendapatan pasif, terlebih jika profesi Sahabat saat ini adalah seorang Freelancer. 


Passive income umumnya diartikan sebagai penghasilan sampingan. Tapi sebetulnya passive income adalah penghasilan yang diperoleh seseorang dengan melakukan aktivitas yang sedikit tapi memberikan hasil yang memuaskan 


Tanggal 21 Mei kemarin, saya berkesempatan untuk mengikuti event Xpreneur Summit Indonesia 2022 dengan tema Wealth Automation.  Acara yang diisi oleh banyak ahli bisnis ini bertujuan untuk memberikan bimbingan kepada peserta,- karyawan, profesional, Business Owner, konsultan, dan Freelancer,- agar dapat menciptakan dan mengembangkan bisnisnya melalui pendapatan pasif.  


Xpreneur Summit 2022 kali ini diisi oleh banyak pembicara, seperti  
 
  1. James Gwee, Sales Xpert & Indonesia’s Favorite Trainer & Seminar Speaker 
  2. Tom MC Ifle, Indonesia’s #1 Business Coach & CEO of Top Coach Indonesia 
  3. Sunil Tolani, Founder dari Mindset Merdeka & Calibreworks 
  4. Roy Shakti, Pakar Kartu Kredit No. 1 di Indonesia 
  5. Hendra Hilman seorang FMCG Sales & Distribution Xpert 
  6. Anthony Sudarsono yang dikenal dengan juragan belasan kost eksekutif di usia 25 tahun

Saya mendapat pencerahan passive income untuk freelancer dari pemaparan yang diberikan oleh bapak Joshua Tan praktisi bisnis, dan founder Xpreneur & Lightrees Group; tempat belajar bisnis online dengan bimbingan banyak pakar dan praktisi bisnis online. 


Menurut Beliau, di zaman serba digital ini penting mendapatkan penghasilan yang konsisten. Dan akan lebih baik jika penghasilan tersebut kita hasilkan dengan mengeluarkan tenaga dan waktu yang sedikit. 


kelas bisnis online passive income
Sumber gambar: dokumen pribadi pada saat live zoom event Xpreneur Summit 2022

Tidak berarti uang besar tidak baik, tapi kalau besar namun hanya sesekali dapatnya, maka kita akan kerepotan sendiri untuk memenuhi kebutuhan kita. Caranya tentu saja dengan membangun wealth automation, mengubah pendapatan aktif, yang notabene kita "tukar" dengan tenaga dan waktu; menjadi pendapatan pasif. Hasilnya, kita akan tetap memiliki penghasilan, tapi waktu dan tenaga yang kita keluarkan tidak sebanyak saat mengusahakan pendapatan aktif. 

Bagaimana cara mendapatkan passive income bagi Freelancer 

Ada banyak cara kaya dengan pendapatan pasif bagi seorang Freelancer. Sahabat RPB bisa membuat e-book misalnya. Sebagai seorang praktisi bisnis online, bapak Joshua Tan menyarankan agar kita mengubah ketrampilan kita menjadi produk. Ini adalah salah satu cara membuat passive income. Misalnya dengan membuat automated seminar, online course, dan lain sebagainya. 


Untuk mendapatkan passive income terbaik, bapak Joshua juga menyarankan agar kita tidak mencukupkan diri dengan membuat produk saja. Kita juga perlu mengadaptasi strategi yang tepat agar produk yang kita buat bisa menjadi sumber penghasilan passive income terbaik. Pak Joshua menyebutnya dengan nama Value Ladder Funnel. 

kelas bisnis online passive income
Sumber gambar: dokumen pribadi saat live zoom Xpreneur Summit 2022

Saya penasaran dengan tips otomasi kekayaan Joshua Tan ini, karena ternyata setiap produk yang kita buat punya karakter berbeda untuk memasarkannya. Untungnya, pak Joshua membuka kelas bisnis online yang bisa diikuti siapa saja, termasuk kita para Freelancer. Saya juga sedang menunggu buku Beliau tentang wealth automation yang kabarnya, tidak lama lagi akan terbit. 


Jika ingin mengikuti kelasnya, Sahabat dapat mengunjungi website kelas bisnis online dari Xpreneur. Ya, memang sih kita bisa join di kelas belajar bisnis dimana saja tentang stream passive income ini, tapi berdasarkan pengalaman belajar mandiri selama ini, belajar dengan bimbingan ahlinya lebih menguntungkan. 


Kita tidak hanya akan mendapat lebih banyak ilmu, tapi juga bisa mempercepat keberhasilan dari aktivitas belajar yang bisa kita lakukan. Coba bayangkan, jika belajar sendiri kita perlu menyusun silabus sendiri, belum lagi trial and error nya. Proses ini tentu berbeda jika kita belajar langsung pada ahlinya. Kita bisa menyerap ilmu dari berbagai sumber dalam satu waktu. 


Belum lagi Kelas Bisnis Xpreneur ini berisi pengalaman dari para mentor yang bisa kita jadikan tambahan pengetahuan juga. Masuk akal bukan, jika belajar pada ahli itu seperti “shortcut” untuk sukses dengan wealth automation


Jadi, yuk, jangan ragu lagi, mulai lah membangun passive income dengan mendaftar di kelas bisnis online yang tepat.