-->

Planning dan Cari Ide Masakan di Aplikasi Yummy

Nggak bingung masak apa hari ini karena yummy app

 

Weekend, it's a planning time, ....


Selain bikin planning untuk kerjaan, saya juga bikin planning untuk kerjaan rumah tangga, termasuk di dalamnya adalah menu makanan selama seminggu. 


Buat saya, planning makanan, sama pentingnya dengan planning pekerjaan. Sering banget waktu kerja saya jadi berantakan, hanya karena saya nggak punya rencana masakan di hari berjalan. 


Alasan lainnya, anak saya tuh, bukan anak yang mudah menyesuaikan dengan menu makanan di luar rumah. Entah yang kepedesan lah, dilidah rasanya asing, ... atau ya, nggak doyan aja. Kalau buat kita pilihan jajanan di luar itu banyak, maka kebalikan buat Hana, pilihan makanan di dalam rumah itu malah banyak. Jadi, mau nggak mau masakan di rumah memang menyesuaikan selera Hana. 


Dan dari pilihan makanan Hana itulah biasanya saya bikin planning menu masakan. Tiap weekend begini, pasti saya teriak, "Adeeekkk, .... bikin daftar lauk."


Cari ide planning masakan di aplikasi Yummy 


Salah satu trik saya untuk bikin meal planning adalah membuat daftar makanan yang bisa saya masak (perlu digaris bawahi, yang saya bisa, aja ya 😀). Nah, kalau Hana sudah bikin daftar lauk, barulah menu makanan yang "saya bisa masak" itu digabungkan dengan request Hana. 


Tapi, meal planning saya minggu ini ada yang berbeda. Minggu ini saya bosen saja, lihat request lauk Hana hanya itu-itu aja, nggak jauh dari bakwan tahu, tahu isi, ayam tepung, tahu tepung, ....  Jadi, iseng tadi browsing aplikasi kumpulan resep di Play Store. Dan penasaran dengan aplikasi yang baru kali ini saya lihat, Yummy. 



Tentang aplikasi Yummy

yummy app untuk ide masak apa hari ini

Dalam keterangannya di Play Store, Yummy merupakan aplikasi kumpulan resep makanan milik IDN Media. Dan ternyata, Yummy ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 2016 (aduh, kurang gaul deh aku rasanya). Tapi memang awal kiprahnya memang dari media sosial, Facebook dan Instagram dengan nama akun @yummy.idn. 


Fokus dari Yummy adalah membahas aneka resep makanan sehari-hari, termasuk tips memasak dan tutorial masak yang dikemas dalam format "5 Langkah Memasak."


Fitur dalam aplikasi Yummy


Fitur unggulan dari aplikasi ini adalah makanan yang anti-gagal karena sudah dikurasi dan dimasak langsung oleh para Chef top di Indonesia. 


Semua resep dibuat dengan 5 langkah praktis, agar mudah diiikuti oleh semua pengguna aplikasi Yummy. 


Tentu ada kumpulan resep dari para pengguna Yummy juga, yang bisa kita akses di halaman komunitas. Dan setiap resep yang berhasil (disetujui) dipublish akan mendapat reward sebesar Rp10.000,-


Fitur unggulan lainnya adalah rekomendasi resep berdasar

  • Bahan makanan yang ada di kulkas 
  • Jumlah porsi yang ingin kita hidangkan
  • Budget masakan sebesar Rp10.000,- 


ide masak dengan Yummy App
Cara memasak dalam 5 langkah ala Yummy App


Pengalaman merencanakan masakan dengan aplikasi Yummy 


Tujuan pertama saya instal aplikasi Yummy adalah cari ide variasi makanan yang Hana doyan, yang isinya hanya, tahu, tempe, ayam, dan telur. 


Parahnya lagi, Hana tuh, cuma mau lauknya dimasak, jadi bakwan atau ditepungin. Enak sih, sebetulnya, karena nggak neko-neko, tapi kadang saya bosen aja masaknya. Apalagi kan menu kami jadi ngikut Hana, ya, mau nggak mau lauknya itu lagi, itu lagi. 


Jadi, kalau nemu resep masakan praktis (harus praktis dan mudah dibuat, ya), it's such a bless


Lebay, ya? Tapi coba tanya para mamak yang nggak suka masak, kalau ketemu resep praktis tuh, pasti serasa ketemu gamis no. 1 tapi seharga gamis obralan. 😁😁😁


Back to Yummy, ...


Pertama buka aplikasi Yummy, kita akan disuguhi jenis makanan yang sedang Trending saat ini, Event dan Promosi, Akun Official para Chef top di Indonesia, kumpulan resep makanan barat, masakan Korea, masakan dengan budget 10K, dan rekomendasi resep lainnya. 


Ada banyak ide masakan yang bisa kita coba, baik makanan untuk hidangan utama, cemilan, atau dessert. 


Saya langsung tertarik dengan resep budget 10 K. Dan penasaran dengan resep stick tahu-nya. 


Dari ngulik resep ini, saya baru tahu, kalau kita bisa mencari ide makanan based on topik atau kategori makanan (gorengan, cemilan, makanan rumahan, takjil, makanan ramadhan, makanan utama, dan lain sebagainya). 


Dan dari rekomendasi di pencarian berdasar topik ini, kita akan mendapat rekomendasi resep yang lengkap dengan lama memasaknya. 


Dibagian bawah resep, kita juga bisa membaca pertanyaan dan pengalaman pengguna Yummy yang sudah re-cook resep tersebut, kendala yang dihadapi jika ada, dan lain sebagainya. 


Ada tujuh inspirasi resep dari Yummy App yang saya masukan ke tab Favorit, yaitu 

  1. Brokoli kuah
  2. Stick Tahu 
  3. Omelet sayur
  4. Nori gulung
  5. Tempe woku
  6. Kreasi tahu telur sayur
  7. Ayam katsu

Saya memilih ketujuh masakan di atas karena "sepertinya saya bisa memasaknya", dan jika melihat bahan dasar masakannya, kemungkinan besar Hana juga akan suka. 


Oya, tab Favorit ini adalah tab untuk menyimpan daftar resep yang kita sukai atau ingin kita coba. Jadi, nanti kalau lupa resepnya, tinggal buka aplikasi Yummy, hover ke tab akun, dan scroll ke bawah, pilih menu resep favorit. 


Nah, kalau sudah dapat beberapa menu acuan seperti, bikin planning masakan jadi lebih gampang. Tinggal padu padan saja masakan sayuran atau menu lauk lainnya. 



Nggak lupa, saya masukin juga satu resep baru yang pengen saya coba di minggu ini. 


Setiap dua minggu sekali, saya usahakan untuk mencoba resep baru. Tujuannya, selain menghindari bosan, saya mencoba "meluaskan" jenis makanan yang Hana doyan. Itung-itung mengurangi sifat picky eater-nya lah. 


Dan resep yang pengen saya coba minggu ini adalah "Ayam Pedas Ricebox". Siapa tahu, bisa jadi ide bekal makan siang kalau kelak Hana sudah masuk sekolah seperti biasa kan? 


Oya, saya juga mencoba fitur mencari resep berdasar sayuran yang ada di kulkas. Caranya, 
  1. Klik menu masak
  2. Masukkan nama sayuran, pilih terapkan
  3. Masukkan nama sayuran kedua jika ada
  4. Tap menu "2 Bahan Telah Dipilih"
  5. Tap terapkan
  6. Pilih rekomendasi resep masakan 





My opinion about Yummy 



Saya termasuk emak yang nggak begitu betah di dapur. Tapi kalau disuruh setiap hari jajan diluar, juga enggak mau banget. Selain boros, menu di luar rumah paling ya gitu-gitu aja. Belum lagi, si Hana yang memang susah banget makan menu di luar rumah. 


Karena itu, dengan aplikasi Yummy, terus terang banyak membantu saya lebih mudah menyusun menu masakan. 


Pertama, karena resepnya sudah dikurasi hanya dalam 5 langkah saja. Ini jelas mengurangi "kadar stres" saya untuk masuk ke dapur. 


Yang kedua, saya nggak perlu khawatir salah nyoba resep, karena setiap resep sudah dikurasi oleh para Chef, dan kemudian disajikan dalam bentuk video. Lebih gampang diikuti, kan?  


Ketiga, ide makanan untuk satu bahan melimpah. Dari "tahu" saja, kita bisa bikin aneka makanan, baik lauk ataupun cemilan. 



ide masak dengan Yummy App
Meal planning saya minggu ini




Jujur, saya jadi pengen masukin banyak resep ke halaman Favorit, biar nggak roaming lagi kalau pengen nambah jenis masakan "yang bisa saya masak". Tapi saya nggak mau mblenger juga, prinsip lebih baik sedikit dan diselesaikan dulu, tetap harus saya pegang. #halah 😀😀


Dengan Yummy, #MasakituGampang, planning masakan juga jadi lancar. 


Masih galau besok mau masak apa? Coba cek Yummy App aja. 




Manfaat Planning untuk Kesehatan Mental

pentingnya planning untuk menjaga kesehatan mental


Jum'at. 22.20 WIB


Saya baru saja selesai mengerjakan tugas kelas "27 Hari Mengubah Hidup", dan masih ada rencana untuk planning November ini. 


Hari ini sengaja masih pengen lembur, karena besok hendak mendedikasikan hari untuk belanja dan mengurus segala keperluan yang harus dikerjakan di luar rumah. 😀


Sengaja juga masih memaksakan diri melanjutkan planning bulanan November ini. Soalnya, buat saya tuh, planning akan menjaga kesehatan mental dan kewarasan jiwa saya. 😃


Itulah mengapa saya selalu mengkhususkan satu hari di awal dan akhir bulan hanya untuk planning. Dibilang nggak punya libur, ya biar saja. Justru saya membuat planning agar setiap weekend di bulan depan saya dapat beristirahat dengan nyaman dan melakukan hobi saya. 


Begitulah, setelah dua bulan kemarin mengarungi lautan pekerjaan tanpa rencana (maaf lagi dengerin Kla Project jadi romantis, nih 😃), asli saya capek secapek-capeknya. Pernah malam nggak bisa tidur tenang gara-gara ngimpi pekerjaan dan tugas kelas online. 


Serius, se-stres itu saya. Mau dilepas butuh, ngga dilepas kok nelangsa. 😁 Saya sampai takut depresi saya balik, karena kadang jadi nangis lagi tanpa sebab. 


Program sholat on time kacau. Building habit reciting Qur'an after sala'ah, ambyar sudah. Dhuha lewat, Tahajud apalagi. 


Hidup saya berjalan auto saja. Pagi bangun, gawean, masak, gawean lagi, mandi, gawean lagi, kelas online, gawean lagi... Subhanallah, .... parah banget pokoke. 


Alhmadulillah, akhirnya ketemu ritme, dan beban kerja juga sedang sedikit berkurang, satu kelas online juga sudah selesai. Alhamdulillah. Seneng banget pokoke; meski kelasnya saya lewatin dengan prinsip, "Yang penting gue hadir. Tugas wajib dikerjakan", 😁😁 Alhamdulillah, akhirnya usai sudah. 


Bagaimana planning membantu menjaga kesehatan mental


Karena itu, biar sedikit lembur malam ini, saya jabanin saja. Lebih baik menghabiskan 20% waktu di muka untuk planning, tapi Insya Allah 80% aktivitas saya terkendali.


Sayang nggak mau lagi gedebugan karena pekerjaan yang nggak ada acuan jadwal. 


Cukup! Enough is enough! Saya nggak mau stres lagi. 


Dan malam ini saya baru nyadar, ternyata planning punya manfaat yang signifikan buat saya, menjaga kesehatan mental.


Tapi kalau mau dirunut, ini bener, lho, planning memang bisa menjaga kesehatan mental kita. Nggak percaya, coba simak 5 alasan berikut ini. 


Manfaat planning untuk kesehatan mental


Coba deh, Sahabat RPB cek tips-tips produktivitas, salah satu tips yang diberikan,- agar mampu menyelesaiakan pekerjaan atau tidak melewatkan hal-hal penting,- pasti planning.  


Apapun profesi Sahabat, entrepreneur, freelancer, karyawan swasta, kata planning ini akan disebutkan pertama kali. 


Apalagi bila Sahabat juga seorang ibu, yang tugasnya pasti bejibun, tanpa henti. Punya planning tentu sangat membantu untuk menyelesaikan pekerjaan dan menjaga kewarasan. 


Planning saat ini dianggap sebagi dasar untuk punya hidup yang seimbang, terutama jika Sahabat menjalankan profesi ganda, atau hidup di dua dunia #tsah (maksudnya itu dunia nyata dan dunia maya 😁). 


Berikut ini 5 manfaat planning untuk menjaga kesehatan mental


#1. Life balance


Planning akan membantu kita untuk tahu seberapa jauh kemampuan kita untuk menyelesaikan tugas-tugas kita, sesuai dengan profesi yang diamanahkan pada kita. 


Planning membantu kita tahu kapan harus berhenti pada peran profesional kita kapan harus berperan sebagai individu dan makhluk sosial. 


Planning juga membantu kita tahu, prioritas setiap to do list. Dengan planning Sahabat akan tahu kapan pekerjaan A harus dilakukan, kapan pekerjaan B yang tidak butuh banyak fokus bisa dilakukan. 


Hasilnya, tentu saja waktu ekstra untuk melakukan hal yang Sahabat sukai. #nontondrakoryuk ... 😂


#2. Membatasi ketidakpastian


Coba kalau kita mau pergi, tapi nggak tahu mau kemana, disana mau ngapain, perginya naik apa, kira-kira gimana rasanya? Dijamin nggak jadi pergi saking bingungya. 


Itulah mengapa planning penting. 


Saya tahu sebagai freelancer, saya harus aktif di media sosial, blog, mengamalkan strategi marketing, dan masih banyak lagi. 


Tapi saat saya tidak membuat planning, saya tidak tahu sampai kapan saya harus mengerjakan semua itu. 


Saya hanya mengerjakan "karena mereka bilang, begitu". Dan semuanya juga akan saya kerjakan otomatis, orang teriak A, saya ikut A. Orang teriak B, maka saya ikut B. Tidak ada waktu evaluasi dan koreksi, hanya terus lari. 


Saya pun nggak ngerti kapan semua pekerjaan akan selesai, karena seolah semua jadi penting, semua harus selesai sekarang juga. 


Beda halnya jika saya punya planning; hari ini mungkin saya akan fokus menulis, esok fokus pada media sosial, lain waktu mengumpulkan gambar, dan seterusnya. 


#3. Membantu fokus


Sedang masak, eh kepikiran update status. 

Sedang update status, udah mikirin besok mau bikin konten apa. 


Biasa seperti itu? 


Itu saya dua bulan kemarin, ciyus. Dan hasilnya malah nggak ada pekerjaan yang selesai. Atau kalau selesai hasilnya nggak maksimal. Wis to, cuuapek pokoke!


Jujur, planning membantu saya tahu, setiap kegitan sudah punya jatah waktu masing-masing. Jadi saya bisa fokus pada pekerjaan yang dihadapan sekarang saya kerjakan. 


#4. Membantu konsistensi


Kesel, malas bikin jadwal karena nggak pernah bisa konsisten? Sebaiknya jangan! Justru aktivitas membuat jadwal, itu juga membantu kita membentuk kebiasaan baik, dan melatih konsistensi kita. 


Dengan planning Sahabat akan mudah melacak kesalahan, kenapa nggak bisa memenuhi jadwal, apa saja gangguan yang dihadapi sehingga jadwal berantakan, dan seterusnya. 


Contoh mudah, misalnya saya yang susah update IG. tapi setelah bikin planning, ternyata saya bisa konsisten update, bisa juga melakukan IW (Instagram Walking, istilahnya saling mengunjungi akun yang follow atau like Instagram kita), follower nambah sedikit, dan engagement pun membaik (meski sedikit sih, he he he). 


Planning membantu kita konsisten. Dan seperti kita tahu konsisten termasuk modal berharga dalam hidup kita. 


#5. Peace of mind


Ini artinya apa ya, pikiran yang tenang? Anggap saja gitu, ya. 😁


Seperti yang saya sebutkan diatas itu, karena tahu setiap kegiatan sudah ada waktunya, jadi semua nggak buru-buru. Santai, tapi ada alurnya. Ah, what a peace of mind, right? 💚💚


Sebulan lalu, saya ikut kelas Instagram, dan karena ikutnya mendadak, dan memang nggak ada plan, berkalikali saya harus mendadak menyiapkan konten juga. 


Kejar-kejaran sama pekerjaan konten yang lain. Dugun-dugun kenceng, waktu koneksi internet lelet .... Mending kalau idenya nongki cantik di meja; lha kalau dia malah lari-lari ngejar kucing tetangga gimana? 


Waaa.... auto stress, Maaakkkk!!!


So kawan, mumpung masih awal bulan, bikin planning, yuk. Biar kegiatan kita lebih mindful, dan kita pun jadi lebih hepi, plus kesehatan mental lebih terjaga. 

Nggak percaya? Cobain dulu .... baru boleh nggak percaya.


Thank you for dropping by, see you at another productivity post

Rahayu

Menangkap Peluang Menghasilkan Rupiah dari Blog dengan Rencana 90 Hari



Hari itu, saya rasanya pengen nyungsep di bantal, saat seorang calon klien berkomentar atas trafik blog saya....


"Oh, trafik sebulannya hanya 1000, ya ..."

Aduh, ....malunya diriku Marimar.... ! Potensi menangkap peluang rupiah dari blog pun, akhirnya melayang. 


Sudah sejak awal tahun, trafik blog saya terjun bebas, lebih tepatnya sejak Google meng-update algoritmanya. Sudah sadar, dan sudah ngeh sejak awal. Salah satu kawan curhat saya, mbak Widi Utami juga sudah mengingatkan, jika sekarang, makin sering update, maka traffic akan terjaga.


Eh, jangan salah, saya pernah lho, mencoba tidak update blog selama tiga bulan dan trafik tetap asik saja. Tapi itu dulu, tiga tahun lalu. 😁😁😁


Makanya sedih banget, dan merasa pahit banget saat lihat trafik yang terjun bebas seperti itu. Apalagi potensi saya menghasilkan rupiah dari blog semakin kecil. 


Jujur sejak hari itu saya jadi tidak berani lagi mengajukan diri untuk mendapatkan job dari blog. Malu dengan trafik blog yang hanya seribu. 


Waktu curhat di grup Arisan Link, saya auto di cubit sayang, 


"Ya mbak Wit itu jarang update, gimana mau ngarep trafik?"


Begitulah, ini memang balada penulis konten yang belum berakhir. Website orang lain update, trafik makin bagus, tapi blog pribadi terbengkelai. 


Alasannya bisa banyak sih, tapi biasanya karena kebutuhan. 😂 (Coba sini yang penulis konten, bener nggak alasan ini?). 


Nggak berarti blog pribadi itu nggak penting, karena toh, blog juga bisa menjadi portfolio bagi seorang penulis konten. Tapi ya itu, karena sering merasa milik sendiri, jadi sering bilang (baca: mbatin ...)


"Ah, nanti aja, masih ada deadline yang lebih penting"

"Nunggu momen yang pas, ah. Blog kan sarana rekreasi, jadi nulisnya harus penuh konsentrasi."

 

Udah, gitu aja terus, sampai akhirnya hari berganti jadi minggu, minggu menjadi bulan, dan akhirnya sadar .... "Wah....aku udah nggak update sebulan." 😂😂


Jalan perjuangan (kembali) menghasilkan rupiah dari blog


Aih, judulnya ... 


Tahun ini, saya punya niat, jika tidak akan melakukan sesuatu yang saya tidak bisa berkomitmen penuh untuk menjalankannya, termasuk blog. 


Ada beberapa kegiatan yang sudah saya buang, atau memilih mundur karena saya tidak yakin mampu berkomitmen penuh melakukannya. Blog saya yang lain juga saya buang, karena memang sudah tidak ada waktu untuk mengerjakan. 


Dan untuk kegiatan yang saya simpan, saya mulai masukkan ke dalam planning dan membuat rencana bagaiamana saya akan melakukannya. 


Khusus untuk blog ini, bulan lalu saya mulai mencari cara bagaimana memperbaiki trafiknya, sambil terus mencari sistem agar saya dapat kontinyu update blog. 


Pertama, saya mengikuti saran teman untuk mengganti template dengan template berbayar. Tapi sepertinya ini tidak membantu banyak. 


Disaat yang bersamaan, saya mencatat, jika saya publish post baru, ada peningkatan trafik pada blog selama 1-3 hari. Kalau nggak update lagi, trafik pun kembali ke angka yang menyedihkan. 


Jadi, sepertinya solusi terbaik untuk kembali menangkap peluang menghasilkan rupiah dari blog saat ini hanya satu, update blog


Rencana 90 hari untuk meningkatkan peluang menghasilkan rupiah dari blog


Jujur, saya sadar, jika untuk meningkatkan trafik pada blog itu tidak hanya satu cara. Update blog tanpa optimasi, tentu tidak optimal. Butuh SEO, memanfaatkan media sosial, membangun link, dan masih banyak lagi. 


Tapi dengan kesibukan merawat 3 website, plus 1 halaman Facebook punya klien, saya memilih untuk mengfokuskan projek trafik blog ini pada satu pekerjaan dulu, update blog post yang rutin. 


Saat masih belum menemukan sistem kerja yang tepat untuk update blog dengan konsisten, saya membaca pengumuman di grup Ibu-ibu Doyan Nulis, jika akan ada 25 webinar dengan tema Menangkap Peluang dari Blog. 


Webinar ini merupakan kerjasama antara komunitas IIDN dengan IM3 Ooredoo yang baru saja meluncurkan produk IMPreneur.


IMPreneur ini merupakan produk pre-paid yang diperuntukkan untuk pelaku usaha di Indonesia, yang membutuhkan paket data, telepon dan sarana komunikasi lain untuk memperlancar bisnisnya. 


Dengan IMpreneur ini, pemilik usaha dapat dengan mudah membagikan kuota data bagi timnya sesuai dengan kebutuhan. 




Nah, dengan kerjasama ini, IM3 Ooredoo berharap ibu-ibu anggota IIDN dan masyarakat tahu jika ada alternatif untuk dapat produktif dari rumah dengan menggunakan produk yang dapat disesuaikan dengan budget sehari-hari. 


Lalu jika bukan pengusaha, apakah tidak dapat memanfaatkan paket data ini? Tentu saja bisa, dong.


Kita sebagai orangtua, yang saat ini juga membutuhkan lebih banyak paket data,- baik untuk bekerja atau sarana anak belajar-, juga bisa memanfaatkan paket IMPreneur ini. Tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan, paket mana yang hendak digunakan. 




Pengalaman mengikuti webinar IM3 Ooredoo X IIDN


Materi webinar IIDNXIM3 Ooredoo ini keren-keren; bener-bener oke untuk diikuti Blogger pemula maupun Blogger yang sudah cukup lama ngeblog, tapi masih belum bisa menghasilkan dengan maksimal.


Saya pun auto daftar webinar tersebut. Apalagi ada materi "Mendatangkan trafik Blog untuk Pemula", yang dibawakan oleh mbak Mugniar. 


Pemula? Iya, kalau dilihat dari trafik, saya kan termasuk pemula. 😄


Waktu itu saya mendaftar 4 kelas webinar saja (karena memang hanya boleh daftar empat kelas), tapi Alhamdulillah, akhirnya hampir sebagian besar webinar bisa saya ikuti. Kalau lah skip, kebanyakan hanya karena bentrok dengan jadwal meeting, atau memang jadwal saya sudah full. 


Beberapa webinar yang saya ikuti adalah:


  • Mendatangkan Trafik Blog untuk Pemula, oleh Mugniar
  • Membangun Backlink SEO Offpage, oleh Priangga
  • Menjadi Blogger Kesayangan Brand, oleh Muhammad Firman, PR ASUS Indonesia
  • Seluk Beluk Review, oleh Widyanti Yuliandari
  • Fotografi dengan smartphone, oleh Ranny Affandi
  • Tip Jitu Mendapatkan Peluang Job di Blog, oleh Widyanti Yuliandari
  • Optimasi Instagram untuk Mendukung Blog, oleh Pungky Prayitno
  • Optimasi Twitter untuk Mendukung Blog, oleh Kartika Putri Mentari
  • Memenangi Lomba Blog, oleh Widyanti Yuliandari
  • Smartphone Videography, oleh Joe Chandra P
  • Public Speaking for Blogger, oleh Sara Neyrhiza
  • Mengenal danMengoptimakan Domain Authority, oleh Irwin Andriyanto
  • Menulis Konten Berkualitas, oleh Widyanti Yuliandari


Banyak sekali ilmu yang saya peroleh dari marathon webinar IIDN bareng IM3 Ooredoo ini. Mulai bagaimana menulis konten yang berkualitas, attitude sebagai Blogger, meningkatkan trafik atau pengunjung blog, hingga bagaimana menggunakan media sosial untuk memperbesar peluang mendapatkan penghasilan dari blog. 


mendapatkan trafik blog

Tip mendapatkan trafik blog untuk Blogger pemula
ala mbak Mugniar 


Dan dari webinar ini, saya makin sadar jika seorang Blogger juga perlu tahu tentang 


  • Optimasi artikel off page 
  • Paham struktur blog yang SEO friendly
  • Cara menggunakan media sosial untuk branding ataupun trafik
  • Cara mengambil gambar dengan perlengkapan fotografi yang dimiliki
  • Cara membuat video baik untuk konten pendukung blog, atau konten untuk channel YouTube yang dimiliki


Walah, pusing saya, mengingat 5 daftar diatas. Ya, memang sedikit, tapi kalau diurai, detailnya bisa banyak banget. 


Karena itulah, saya tetap pada pilihan mencari cara agar mampu update blog dengan rutin dulu, dan barulah beranjak ke pekerjaan pendukung lainnya.

Strategi agar mampu update blog dengan rutin 


Saya memilih menggunakan kalender 90 hari untuk projek blog ini. 

Ide kalender 90 hari saya peroleh dari Megan Minss, Productivity Coach yang banyak bicara tentang cara menyelaraskan kehidupan sehari-hari dengan peran sebagai seorang enterpreneur. 


Kalender 90 hari sebetulnya untuk para pelaku usaha kecil, yang masih menjalakan usahanya sendirian (flying solo). 


Saya memilih menggunakan sistem ini, karena pekerjaan seorang owner bisnis yang masih sendirian, sebetulnya memang tidak begitu jauh dengan pekerjaan seorang Blogger. 


Biasanya para flying solo ini butuh untuk membuat konten, branding, merencanakan dan melakukan kegiatan produksinya juga sendirian. Persis kan seperti para Blogger yang masih harus melakukan semua pekerjaannya sendiri? 😁


Prinsip dari kalender 90 hari ini adalah fokus pada satu goals selama 90 hari (khusus untuk saya, berarti menaikkan trafik blog). 


Langkah selanjutnya, membuat daftar pekerjaan yang perlu saya lakukan untuk mencapai tujuan 90 hari tersebut. Kemudian membaginya lagi menjadi pekerjaan kecil dua mingguan (fokus 1 pekerjaan dalam dua minggu).


Karena masalah paling besar saya adalah update artikel, dan saya juga sudah tahu berapa lama waktu yang saya butuhkan utnuk membuat satu tulisan pada blog ini, maka saya memilih untuk menggunakan waktu satu bulan pertama untuk mengumpulkan tulisan. Baru dua bulan berikutnya yang akan saya gunakan untuk optimasi pendukung trafik lainnya. 


Tidak seperti mbak Mugniar, yang punya target 15-20 artikel per bulan, saya memilih membuat target 8 artikel saja tiap bulannya. 



Konten kalender yang saya buat di aplikasi TickTick



Sengaja saya tidak membuat target yang terlalu besar. Saya sadar pekerjaan konten saya kadang membutuhkan banyak waktu. Jadi, saya rasa lebih suka membuat target yang realistis, daripada target besar, tapi sepertinya tinggi di awan. 😁 #puitismodeon 


Goals besar saya memang meningkatkan trafik, tapi tujuan jangka pendek saya adalah membangun sistem yang memungkinkan saya untuk update blog dengan rutin, meski saya memiliki banyak pekerjaan sebagai content writer. 


Bagi saya, sistem lebih penting dibandingkan jumlah hasil yang saya peroleh. Karena sistem membuat saya mampu bertahan untuk terus menuju goals saya. Sementara jika hasil yang saya kejar, kemungkinan besar saya akan kewalahan di depan karena mengejar jumlah yang harus selesai; tapi lalu kehabisan energi di belakang, dan tidak ada tenaga lagi untuk pekerjaan lainnya. 


Hal ini juga selaras dengan nasehat mbak Mugniar, agar kita mengatur energi dan semangat agar konsisten update blog dan mendatangkan trafik. 

 

Langkah membangun sistem konsisten update blog dan mendatangkan trafik


Dengan banyaknya pekerjaan rumah tangga dan content writing, saya menggunakan sistem chunking (memecah menjadi kecil) untukagar bisa konsisten update blog. Cara ini tidak hanya membuat pekerjaan lebih ringan, tapi ketika saya hanya memiliki waktu sedikit, saya tetap bisa mengerjakan 1-2 pekerjaan kecil dan membuat daftar to-do menjadi semakin ramping. 


Langkah yang saya ambil adalah


  1. Mengumpulkan semua ide blog
  2. Membuat content planning tanggal publish setiap artikel
  3. Membagi setiap pekerjaan menulis menjadi kecil-kecil (mencari referensi, membuat outline, menyusun draft tulisan, infografis, editing, dan publish artikel), kemudian menyebarkannya pada kalender


Agar pekerjaan ini lebih mudah dan sinkron dengan pekerjaan konten, saya menggunakan aplikasi planner (TickTick). Menggunakan aplikasi digital seperti ini, akan membuat proses re-schedulenya akan lebih mudah seandainya ada satu dua pekerjaan terlewat, . 


Strategi tambahan agar konsisten update blog 

Saya sadar, proyek blog ini bukan pekerjaan santai, butuh stamina juga disiplin untuk mencapainya. Jadi saya tidak lupa saya memasukkan rencana menjaga kesehatan, mengatur waktu dengan cermat, plus mengasah fokus agar semua pekerjaan lebih mudah diselesaikan. 

Strategi lain yang saya gunakan adalah menggunakan waktu luang untuk menangkap ide atau menambah tulisan pada konten. Misalkan saat harus antri di kasir, di tukang fotokopi, saat istirahat usai bersepeda keliling, dan lain sebagainya (tapi bukan waktu untuk keluarga, ya). Entah kenapa, kalau sedang jalan keluar, dan nggak ada yang diajak ngobrol, ide biasanya mbrudul, dan sayang kalau diabaikan. 


Tapi tentu saja, cara ini butuh syarat juga, yaitu koneksi yang lancar. 


Nah, kalau Sahabat RPB sering harus beraktivitas di luar seperti saya, dan butuh koneksi yang lancar, tapi tetep irit kantong, Sahabat bisa nih, pakai IMprenuer dari IM3 Ooredoo yang sudah saya sebutkan di atas. 


Apalagi paket IMPreneur ini harganya juga terjangkau mulai dari Rp50.000,-.
Kan enak tuh, kalau kita dapat terus produktif dimana aja? 



Gitu deh, Sahabat, rencana saya untuk meningkatkan trafik blog RPB ini. Doain semoga bisa segera kembali ramai trafiknya ya, dan semoga saya bisa konsisten update blog RPB ini. 


Terima kasih sudah mampir, sampai jumpa di artikel blogging lainnya. 



Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog 
"Mengoptimalkan Peluang Dunia Blogging”












Cara Mendaftar Auto Debit BPJS Tanpa Rekening Bank

daftar-auto-debit-bpjs

Bulan Juni lalu, usai membayar tagihan BPJS milik orangtua di Indomaret, saya melihat ada pemberitahuan tentang auto debit BPJS di bagian bawah struk. 


Isi pemberitahuannya kurang lebih menyebutkan jika per 1 Sepetember 2020, pembayaran tagihan BPJS Kesehatan wajib menggunakan metode auto debit. 


Saat itu juga saya langsung bertanya pada petugas di Indomaret, dan mereka membenarkan tentang kewajiban tersebut. Mereka juga menawarkan untuk mendaftar iSaku sebagai salah satu pilihan untuk membayar secara auto debit BPJS. 


Waktu itu sih, saya tidak langsung mendaftar karena merasa sudah punya beberapa e-wallet. Rasanya ribet saja, jika harus nambah satu lagi. 


Sesampai di rumah saya langsung bertanya melalui akun resmi BPJS di Twitter. Tapi sayang, sampai satu minggu lebih DM saya tidak dibalas oleh admin BPJS. Karena masih penasaran, saya kembali bertanya, tapi kali ini via Instagram. Dan lagi-lagi, sampai saya nulis artikel ini, sama sekali enggak mendapat jawaban. 😞😞


Akhirnya, ya sudahlah pasrah, nunggu kabar lanjut aja. 


Tapi awal Agustus ini, tiba-tiba saya dapat SMS dari BPJS tentang auto debit tersebut. Jadi, iseng saya bertanya lagi via witter. Yang kedua ini, Alhamdulillah, akhirnya mendapat respon jawaban. 


Menurut petugas media sosial BPJS di Twitter, per 1 September 2020, semua nasabah BPJS memang wajin untuk mendaftar auto debet BPJS. 


Tujuan dari kewajiban ini adalah untuk menghindari leterlambatan pembayaran BPJS. 


Cara mendaftar auto debit BPJS

Menurut petugas media sosial BPJS di Twitter, ada dua cara untuk mendaftar auto debit BPJS, yaitu 


  1. Datang langsung ke kantor BPJS
  2. Mendaftar via aplikasi BPJS Kesehatan (JKN)

Untuk yang mmeiliki rekening bank, dan terhubung dengan BPJS atau punya fasilitas auto debet, sepertinya bisa langsung melakukan pendaftaran auto debet ini. Coba deh, cek dengan bank masing-masing. 


Sementara jika tidak memiliki rekening bank, Sahabat RPB bisa mengajukan pendaftaran auto debit BPJS melalui Mobile Cash. Caranya bisa melalui aplikasi BPJS Kesehatan (JKN), kok; lebih gampang dan lebih mudah. 


Meski punya rekening bank, saya juga memilih menggunakan Mobile Cash. Karena tagihan BPJS yang saya bayarkan adalah BPJS Bapak. Sementara berdasar peraturan bank Mandiri, pendaftaran auto debit saya juga untuk akun BPJS atas nama saya. 


Jadi daripada repot, saya pilih untuk mendaftar via Mobile Cash saja. Untuk keterangan lebih lanjut tentang peraturan auto debet BPJS di bank Mandiri  bisa dilihat di tautan artikel berikut ini: https://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/autodebit/detail/1


Oya, Bapak sebetulnya juga ada rekening bank, tapi proses pendaftarannya mungkin akan merepotkan untuk Bapak. Daripada pusing, dan Beliau harus repot kesana-sini, lebih baik saya sajalah yang mengurusnya. 


Daftar auto debei BPJS tanpa rekening bank yang dimaksud adalah kita mendaftar sebagai pengguna Mobile Cash, yang merupakan penyedia e-wallet dan telah bekerjasama dengan BPJS. 


Apakah e-wallet lain juga bisa mendaftar auto debit? Nah, bagian ini saya kurang tahu. Coba hubungi penyedia e-walletnya saja. Soalnya di ketentuan BPJS bunyinya hanya "seluruh merchant yang bekerjasama dengan BPJS wajib mengaplikasikan sistem auto debit."


Karena itu, tanya saja langsung pada penyedia layanan e-wallet Sahabat, ya. 

Langkah mendaftar auto debet BPJS tanpa rekening bank


Berikut ini dua langkah auto debet BPJS yang diberikan 


Daftar auto debet BPJS dari aplikasi BPJS Kesehatan (JKN)


1. Buka aplikasi BPJS, dan geser jendela menu ke kiri

daftar-auto-debit-bpjs


2. Pilih menu daftar auto debet. Akan muncul dua pilihan auto debit, menggunakan Mobile Cash atau rekening bank Mandiri. 


3. Pilih Mobile Cash, ikuti petunjuk yang ada di layar. Biasanya kita diminta memasukkan kode OTP atau PIN yang akan dikirimkan melalui SMS pada nomor telepon yang didaftarkan pada aplikasi JKN. 



Oya, dengan memilih auto debet via Mobile Cash, Sahabat RPB akan lebih mudah saat melakukan pembayaran BPJS, karena top up tetap bisa dilakukan via mini market atau merchant lain yang bekerja sama dengan Mobile Cash, seperti pegadaian dan kantor pos. 

Cara top up untuk dana Auto Debit BPJS ini juga nggak ribet kok. Berikut langkahnya: 

1. Klik tombol di kanan atas pada halaman muka aplikasi JKN, yang bertuliskan "Saldo, Rp 0.00"


daftar-auto-debit-bpjs



2. Layar akan menunjukkan gambar seperti di bawah ini. Klik tanda "+"

daftar-auto-debit-bpjs



3. Pilih merchant tempat Sahabat akan melakukan top up, nanti akan muncul nomor kode seperti dibawah ini. 

daftar-auto-debit-bpjs



Oya, ini pengalaman seusai top up di Alfamart, ya. Kode seperti diatas ternyata tidak berlaku. Tetep aja yang dimintain nomor telepon saat kita mendaftar Mobile Cash. Dan top up Rp100.000,- akan dikenai biaya Rp5000,-. 

Demikian pengalaman saya mendaftar auto debit BPJS tanpa rekening bank, sekaligus pengalaman saya saat top up Mobile Cash tadi. 

Inspirasi Mengasuh Anak Remaja dari Drama Korea Was It Love




Kalau ditanya teman, apa yang bikin betah nonton drama Korea, jawaban saya biasanya jalan cerita dan life lessonnya. Dan salah satu pelajaran yang saya peroleh akhir-akhir ini adalah dari drama Was It Love. Saya melihat ada pelajaran mengasuh anak remaja dari drama komedi romantis ini.


Secara rating, drama ini tidak bagus banget, hanya sekitar 2%, tapi saya betah aja nontonnya, karena penasaran bagaimana Noh Ae-Jung menyelesaikan masalahnya dengan putri semata wayangnya, Oh Ha Nee, yang berusia 14 tahun.


Waktu nonton episode pertama drama ini saya langsung "jatuh cinta" karena melihat konflik No Ae-Jung (diperankan oleh Song Ji Hyo) dengan anaknya. "Ah, konflik emak - anak remaja, nih," batin saya waktu itu.


Ya, saya kahir-akhir ini memang sedang tertarik dengan parenting anak remaja. Maklum, putri saya Hana juga mulai remaja. Dan jujur saya deg-degan banget menghadapi fase ini.


Inspirasi mengasuh anak remaja dari drama Korea Was It Love


Mengasuh remaja sering menjadi hal yang menakutkan untuk banyak orang tua. Pergaulan anak yang mulai diluar kontrol orang tua, emosi para ABG yang sering naik turun, plus rasa ingin tahu yang besar, sering bikin deg-degan para orang tua; termasuk saya tentu. 😊


Karena itu, kalau nemu inspirasi ngasuh anak remaja, sering saya simak baik-baik, kalau perlu dicatet, agar nanti nggak lupa saat mengalami permasalahan atau cerita serupa. Termasuk dari drama Korea Was It Love ini.


Drama ini sebetulnya bercerita tentang CLBK, alias cinta lama Ae-Jung yang bersemi kembali. Dan konflik yang terjadi antara Ha Nee dan Ae-Jung terjadi juga karena cinta lama ini.


Cara mengasuh anak remaja, inspirasi dari drama Korea Was It Love


Sebagai single mother, Ae-Jung dapat membesarkan Oh Ha Nee dengan baik. Ha Nee termasuk anak yang cukup tangguh (berani melawan teman-teman yang berusaha merundungnya), dan tahu menghargai perjuangan ibunya. Saya melihat ada 3 hal yang Ae-Jung lakukan untuk mendidik dan menjalin kedekatan dengan Oh Ha Nee


#1. Mencintai dan menerima anak sepenuhnya (termasuk teman-temannya)


Sepanjang cerita kita akan melihat bagaimana Ae Jung mencintai putri satu-satunya. Tapi memang dari awal, Ae Jung sendiri yang memilih membesarkan anaknya sendirian. Bahkan memilih tidak melanjutkan kuliahnya agar dapat melahirkan dan membesarkan Oh Ha Nee.


Ketika mereka harus pindah rumah, dan Ha Nee bertemu dengan teman baru (Dong Chan), Ae-Jung sangat menyayangi Dong Chan, bahkan berkata ia akan menunggu dan memeluk Dong Chan ketika Dong Chan bermain hingga larut malam.


Kita sering menganggap, menghadapi anak yang memasuki masa remaja itu menakutkan, sulit, dan sering bikin jantungan.


Perubahan perilaku, hobi mereka yang aneh di mata kita, kadang membuat kita memaksa anak mengikuti orang lain. "Lihat tuh, si A, si B, mereka tuh, nggak berantakan macam kamu."


Ya, mungkin maksud kita baik, kita ingin anak kita baik, tapi di mata si ABG ini bisa menjadi tanda jika kita tidak menerima mereka sepenuhnya.


Jadi, terima mereka dengan apa adanya, selama tidak melanggat aturan norma, agama, atau nilai dasar keluarga. Menerima kelebihan dan kekurangan si ABG, akan membantu mereka percaya pada kita dan tahu jika kita akan selalu ada untuk mereka.


Jangan lupa terima juga teman-teman dekatnya, seperti Ah Jeong, yang menerima Dong Chan dengan penuh suka cita.


#2. Selalu sediakan telinga


Di episode pertama dan kedua drama ini, kita sudah diajak menyimak konflik No Ae-Jung dengan putrinya, saat Ha Nee terlibat pertengkaran dengan teman sekolahnya.


Kedatangan ibunya untuk meminta maaf atas keributan tersebut, malah berujung kemaraha Ha Nee. Ha Nee marah karena merasa ibunya tidak mau mendengarkan apa yang sedang terjadi; alih-alih langsung meminta maaf kepada keluarga pembully Ha Nee dan Dong Chan.


Pertengkaran orang tua dan remaja seringkali terjadi karena perbedaan sudut pandang. Mendengar akan membantu kita untuk tahu apa saja yang telah mereka alami, dan bagaimana perasaan mereka terhadap hal tersebut.


#3. Nge-date berdua


Meskipun sibuk mengurus film yang akan ia garap, Ae Jung sering berusaha meluangkan waktu untuk makan di luar rumah atau menghabiskan waktu bersama Ha Nee di sauna.


Menginjak usia remaja, umumnya anak-anak mulai ingin dihargai privasinya. Mereka mulai bermain rahasia dan tidak mau disuruh-suruh.


Nge-date berdua bisa menjadi cara untuk orang tua agar tetap terhubung dengan anaknya. Jangan lupa, letakkan gadget dan semua hal yang menganggu perhatian kita saat menghabiskan waktu bersama, agar ia tahu, bahwa mereka ada di level VIP dalam kehidupan kita, orangtuanya.






Itulah tiga cara mengasuh anak remaja yang dapat kita contoh dari drama Was It Love? Bagaimana dengan Sahabat RPB, apakah termasuk penonton setia drama ini juga? Pelajaran apa yang dapat Sahabat peroleh dari drama ini?

4 Alasan Pentingnya Memaafkan Diri Sendiri

memaafkan diri sendiri
 

Akhir-akhir, banyak sekali orang yang membahas tentang memaafkan. Bahkan jika Sahabat RPB adalah penggemar drama korea, Sahabat akan melihat beberapa drama yang memiliki tema tentang betapa pentingnya memaafkan diri sendiri.  

Kita semua tahu, pentingnya memaafkan kesalahan orang lain agar kita tidak lagi menjadi terbeban. Terlebih kita sering mendapat nasehat jika hal tersebut adlah sebuah kebaikan. 

Meskipun, ya memaafkan kesalahan orang lain kadang enggak mudah. Prosesnya bisa tahunan atau malah sepanjang hidup kita. 

Sayangnya lagi, sebagian besar dari kita malah lebih sulit memaafkan diri sendiri dibanding memaafkan orang lain. 

Apa yang orang lain lakukan pada kita tertanam sangat kuat di dalam pikiran kita. Sehingga tanpa kita sadari, kita sering mengulang-ulang kejadian tersebut dan semakin sulit untuk memaafkan. 

Begitu juga saat kita melakukan kesalahan. Rasa menyesal dan malu, membuat ingatan akan kesalahan semakin tertanam kuat dalam pikiran kita. 

4 Alasan mengapa memaafkan diri sendiri itu penting 


Tidak memaafkan diri sendiri, baik atas kesalahan yang kita lakukan atau kesalahan yang orang lain lakukan pada kita dan membuat kita menderita, dapat menimbulkan banyak gangguan dalam hidup. 

Berikut ini adalah 4 alasan yang membuat memaafkan diri sendiri itu penting 

Manfaat memaafkan diri sendiri #1. Melepaskan 


Pernah mencoba berjalan atau mungkin melihat orang menggendong sebuah karung beras di atas pundak? Kira-kira seperti apa rasanya? 

Orang yang berjalan sambil menggendong beban tentu lebih sulit bergerak dan menatap ke depan bukan? Nah, begitu juga jika kita tidak memaafkan diri sendiri. 

Beban tersebut akan terus menerus ada dipundak kita, dan membuat “gerak” hidup dan pandangan kita terbatas. 

Memaafkan diri sendiri sama dengan melepaskan beban yang terus mengganggu hidup kita. 

Manfaat memaafkan diri sendiri #2. Karena kita (juga) pantas dimaafkan 


Di dunia ini, tidak ada seorangpun yang akan lulus dari kesalahan. Kita semua adalah manusia, artinya kita semua bisa melakukan kesalahan. 

Orang bilang, hal yang pasti dalam hidup ini adalah kematian, perubahan, dan pajak. 😂 Tapi kalau boleh menambahkan, melakukan kesalahan juga termasuk hal yang pasti dalam hidup. 

Well, it’s okay not to be okay, right? 

Manfaat memaafkan diri sendiri #3. Menyembuhkan 


Saat kita melakukan kesalahan, terlebih pada orang yang memiliki hubungan dekat dengan diri kita, rasa bersalah tersebut dapat menimbulkan stres. Dan stres ini dapat berakibat buruk pada diri kita, terutama sistem pernapasan dan daya tahan tubuh. Memaafkan diri sendiri akan membantu sistem tubuh kita bekerja lebih baik, dan tentu saja lebih sehat. 

Oya, ini adalah pengalaman nyata. 

Setahun lalu saya pernah menderita demam dan gatal-gatal parah seperti alergi. Saat sembuh, penyakit itu menyisakan gangguan pada kedua jari tangan saya. Saat bangun tidur, atau kelelahan bekerja, jempol saya sering kaku, dan gampang kesemutan. 

Alhamdulillah, setelah ikut terapi pemulihan, rasa sakit di jempol kiri saya hilang seketika. Tangan kiri saya kembali normal seperti biasa. 

Jadi, memaafkan diri sendiri itu memang menyembuhkan, membuat fisik kita lebih sehat. 

Manfaat memaafkan diri sendiri #4. Membantu untuk terus tumbuh 


Punya cita-cita ingin sukses seperti rekan kerja atau teman-teman yang lain? Cobalah maafkan diri sendiri. 

Memaafkan diri sendiri akan menghilangkan pandangan “aku tidak pantas” kepada diri kita. Sehingga kita lebih berani menghadapi tantangan, dan lebih percaya diri mencoba berbagai hal baru. 



Kita perlu berusaha untuk memaafkan diri sendiri jika kita ingin hidup bebas, tanpa beban, dan merasakan kebahagiaan yang sebenarnya. 

Memaafkan diri sendiri akan membantu kita menjalani hidup dengan penuh rasa syukur, dan bersemangat. Bagaiamanapun, apa yang sudah terjadi tidak bisa lagi kita koreksi. Tapi kita bisa memperbaiki yang terjadi saat ini untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.