-->

Membangun Kebiasaan Baik Membaca Al Quran Seusai Sholat

cara konsisten membaca al quran



Selama ini kita sudah sering mendengar tentang manfaat membaca Al-Quran dalam hidup. 

Tapi seringkali juga, kita masih meninggalkan amalan yang bermanfaat ini. 

Alasannya banyak, mulai dari tidak ada waktu, kecapekan, lupa, dan masih banyak lagi. 

Jujur, saya pun pernah mengalami problem yang sama, dan pakai alasan yang sama seperti di atas.


Waktu itu membaca Al Qur'an, paling mentok pas magrib aja; itupun paling cuma satu rukuk atau setengah halaman Alquran. Dan seperti itu aja, sudah membuat saya merasa jumawa. Parah banget, kan?


Ketika hidayah datang, membaca Al-Qur'an usai sholat, akhirnya menjadi tantangan

Suatu hari, nggak sengaja saya mampir di sebuah grup bisnis, disana ada yang update status jika "membaca Alquran setelah sholat, adalah cara kita berdoa kepada Allah." 


Bahkan, pada status tersebut juga menyebutkan jika berdoa setelah membaca Al-Qur'an usai sholat akan lebih banyak dikabulkan.  


Jujur waktu itu memang kepengen banget bisa punya penghasilan yang cukup, dan kepengen bisa segera punya rumah sendiri. Jadi, sejak saat itu saya pun berusaha rutin untuk membaca Al-Qur'an seusai sholat.


Begitulah, se-matre itu memang motivasi saya membaca Al-Qur'an seusai sholat. Tapi kalau nggak minta Allah, mau minta pada siapa coba? 


Tapi, meski dengan motivasi sebesar itu, se-ingin itu, ternyata membangun kebiasaan baik membaca Al-Qur'an seusai sholat, belum bisa saya wujudkan.  


Habis subuh bisa, dhuhur, asar, lewat. Magrib oke, Isya sudah malas. Sehari lancar, berminggu-minggu kemudian gagal. Balik lagi ke kebiasaan lama. 


Di luar sana memang ada nasehat, 

"Jika kau menginginkan sesuatu tapi tak segera memulainya, bisa jadi keinginan itu tak sebenarnya kamu inginkan."


Jujur saja, kalimat di atas (motivasi kurang) membuat saya sering merasa bersalah. Mudahnya, minta melulu sama Allah, tapi perintah untuk membaca Al-Qur'an saja tidak dilakukan. Dunia melulu yang diurusin. *Negative self-talk detected.


Rasa bersalah juga muncul karena ada pikiran, kalau untuk kepo status orang aja tahan berlama-lama, masak sih baca Al-Qur'an harus dari sedikit-sedikit, mana ketaatan sebagai hamba. 


Dan ini kemudian memicu saya untuk membaca Al-Qur'an berlembar-lembar. Tapi dilain waktu malah nggak baca sama sekali. Karena merasa, kalau baca sedikit ya, buat apa. Paling banter baca seusai sholat maghrib aja, seperti kebiasaan lama. 


Membangun kebiasaan (yang kemudian kita harapkan untuk menetap selamanya), memang tidak mudah; reward, AMBAK pun kadang nggak mempan. Ada faktor pikiran, keyakinan, dan juga perasaan yang mempengaruhi. (Insya Allah, kapan-kapan tak nulis tentang habit, ya). 


Alhamdulillah Allah akhirnya beri jalan. Nggak sengaja waktu itu melihat potongan ceramah Ustadz Khalid Basalamah di status WA mbak Kiki, tentang bagaimana mengatur waktu sebagai seorang muslim. 


Dari situ akhirnya saya lebih percaya diri, lebih memilih membangun konsistensi dulu, dibanding mengutamakan hasil, misalnya bisa membaca sekian lembar dalam sehari. 


Alhamdulillah juga, motivasinya sekarang mulai bergeser, nggak sekedar agar doa dikabulkan tapi lebih kepada membangun otot komitmen dan konsistensi


Cara saya membangun kebiasaan rutin membaca Alquran seusai sholat

Seperti kita tahu Islam sangat konsen terhadap penggunaan waktu. Apalagi pada surat Al-Ashr Allah sudah bersumpah "Demi masa".


Sebagai Muslim memang sudah patutnya kita pandai mengatur waktu, agar ibadah wajib tidak terlewat dan dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. 


Tapi seperti yang saya sebutkan di atas, jujur saya punya beberapa motivasi selain ibadah saat memulai kebiasaan ini, yaitu 

#1. Punya banyak mimpi

Dan saya percaya hanya Allah saja yang bisa penuhi. Dari pengalaman selama ini, saya merasa jika campur tangan Allah sangat besar dalam terwujudnya mimpi-mimpi saya. Dapat pekerjaan yang sesuai passion, dikumpulkan dengan orang-orang yang sepemikiran, sampai hal remeh-temeh, terasa sekali kehadiran Allah disana. 


Nggak berarti saya nggak mau berusaha dong, tetap ikhtiar saya lakukan, yang terbaik malah. Tapi tetap hasil akhir Allah yang tentukan. 


Saya nggak akan bisa mencapai setiap keinginan juga tanpa seizin Allah.  


Contoh mudahnya, saat saya sudah berusaha serapi mungkin mengatur waktu, tapi ada aja kejadian yang sering membuat jadwal jadi berantakan. Karena itu tanpa pertolongan Allah, saya percaya kalau manajemen waktu saya tidak akan pernah berhasil. 


#2. Tanggung jawab waktu

Motivasi yang kedua datang setelah membaca buku Produktif Muslim. 

Menurut Mohammed Faris, si Penulis buku, produktivitas bagi seorang muslim tidak hanya masalah duniawi, seperti menyelesaikan to-do list, membaca lebih banyak buku, mengembangkan bisnis, dan lain sebagainya. 


Produktivitas bagi seorang muslim, juga ada faktor spiritualitasnya. yaitu tanggung jawab dalam memanfaatkan waktu yang sudah Allah berikan. 


#3. Pengen 

Hi hi hi, enggak banget alasannya, ya? 

Selama ini saya sering dengar nasehat jika dengan rutin membaca Al-qur'an, maka Al-Qur'an juga akan selalu menjaga kita dimana saja, kapan saja. 


Nah, saya pun pengen seperti itu, dijaga oleh Al-Qur'an, dijaga oleh Allah. Bukankah tidak ada sebaik-baik penjaga selain Allah kan? 

Dan berikut ini cara saya membangun kebiasaan baik untuk bisa membaca Alquran seusai sholat


Cara saya membangun kebiasaan baik membaca Al-ur'an seusai sholat

Kebiasaan ini saya bangun berdasarkan teori-teori membangun kebiasaan baik yang sering saya baca. 

1. Mulai dari yang paling kecil

Setiap kali ingin memulai sesuatu yang baru, apalagi jika menyangkut ibadah, kita seringkali ingin yang besar, yang banyak. 


Ya masak kita bisa berjam-jam ngobrol di WA, scrolling Facebook,Instagram tapi baca Qur'an masak cuma sebentar banget. 


Sayangnya, cara otak kita bekerja tidak seperti itu. Otak kita tuh, paling malas dengan perubahan. Makanya, ia akan berusaha sekuat tenaga agar kita tidak melakukan apa yang harus kita lakukan. 


Itulah mengapa, kita perlu mulai kebiasaan ini dari yang paling kecil, paling sedikit. 


Tidak masalah kalau saat ini hanya sanggup baca 5 ayat dulu. Pada tahap ini, lebih penting showing up, dibanding berapa banyak yang sanggup  kita baca.  


Oh tentu akan ada godaan seperti yang saya sebutkan di atas (scroll IG aja betah berjam-jam, masa naca Qur'an cuma 5 ayat). Tapi abaikan saja dulu bisikan ini. Tahap ini adalah latihan kita membangun konsistensi. Kelak, jika sudah terbiasa, jangankan 5 ayat, 20 ayat aja nggak bakal terasa. 


#2. Track kemajuan


Tracking kemajuan ini tidak tentang jumlah ayat ya, tapi apakah kita sanggup showing up atau enggak. Istilah mudahnya, habit tracker, melacak kebiasaan baik yang sedang kita bangun. 


Tools-nya boleh apa saja, pakai konvensional ala temen-teman yang suka buljo bisa, mau pakai app habit tracker juga monggo. terserah. 


Fungsi dari tracking ini selain untuk mengetahui sejauh mana kemajuan yang kita buat, kita juga bisa gunakan sebagai motivasi bahwa kita sedang berada di jalur menuju impian kita. 


#3. Tingkatkan tantangan


Manusia itu dasarnya mudah banget bosan. Saya juga begitu, ketika konsistensi sudah sanggup dibangun, saya pun bertanya, "kok mulai ada yang kurang, ya". 


Nah, dibagian ini, Sahabat RPB bisa mulai meningkatkan tantangan, entah dengan menambah jumlah ayat yang dibaca, menuliskan ayat yang berkesan, atau malah mau sambil menghapalkan. 


Saat bosan kemarin, saya tambahi waktu interaksi Al-Qur'an dengan menghapal surah pendek. Sesekali kalau ada surah yang ngena di hati, saya tulis dalam journal saya. Dengan cara ini Alhamdulillah, interaksi dengan Al-Qur'an semakin terasa menyenangkan. 


Selamat mencoba, semoga tips di atas dapat membantu Sahabat membangun kebiasaan baik membaca Al-qur'an. 

Sampai jumpa di artikel #produktivitas lainnya. 









 




Review Scarlett Brightly Ever After Serum dan Brightening Facial Wash


Sudah pernah dengar tentang Scarlett Face Care, Sahabat RPB? Itu lho, produk perawatan wajah yang lagi happening banget, karena harganya yang terjangkau, tapi kulaitasnya nggak kaleng-keleng. 

Btw, sudah hampir sebulan ini saya cobain produk dari Scarlett.  

Awalnya tergoda dengan obrolan teman-teman di grup plus lihat review dari beberapa YouTuber. 

Dari dulu masalah saya tuh cuma satu, noda bekas jerawat yang menghitam, plus wajah yang kusam. 

Sudah sering curhat ke teman-teman face care apa yang pas gitu, tapi selalu maju mundur kalau disuruh cobain produk perawatan yang namanya "serum". 😁

Nah, karena kebetulan yang review Scarlett dah banyak, dan rata-rata bilang, oke, akhirnya mantep deh cobain. 

Penasaran hasilnya? Baca sampai habis, ya. 

Tentang Scarlett Face Care 

Ada dua line produk utama dalam rangkaian produk perawatan wajah Scarlett Brightly Series (produkya berwarna pink) dan Acne Series (berwarna ungu). 

Karena masalah saya adalah kulit yang kusam maka produk yang saya pilih adalah Scarlett Brightly. Tapi berhubung pada tahap mencoba saya hanya memilih dua produk saja, yaitu Brightly Ever After Serum dan Scarlett Brightening Facial Was. 


1. Brightly Ever After Serum

Kemasan Scarlett Brightly Ever After Serum ini cukup oke menurutku. Untuk produknya, dikemas dalam kertas karton berwarna putih dan kombinasi pink salmon. Serumnya di kemas dalam botol bening tutup pipet untuk memudahkan pengambilan serum. 

Di dalam kotak, botol diletakkan dalam wadah plastik berntuk persis seperti botol Scarlett Brightly Ever After Serum. Dengan kemasan dobel safety begini, kita tentu ngak perlu khawatir jika produk serum ini akan pecah atau tumpah, misalkan saja selama pengiriman, atau saat kita bawa bepergian. 



Informasi produk: 

1. Isi kemasan: 15 ml

2. Tekstur serum: pink keruh 

3. Active ingridient: 

  • Gluthathione 
  • Phyto whitening,
  • Vitamin C
  • Nacinamide
  • Lavender water
4. Cocok untuk jenis kulit: all skin type

5. Cara pemakaian: 
  1. Teteskan 2-3 tetes, dan pijat ringan 
  2. Diamkan beberapa saat
  3. Gunakan perawatan wajah selanjutnya. 
6. BPOM RI NA: 18201901367


#2. Brightening Facial Wash 

Seperti juga Scarlett Brightly Ever After Serum, kemasan Scarlett Brightening Facial Wash ini juga punya kemanan doble. 

Di bagian luar facial wash ini dikemas dalam kemasan kardus tinggi berwarna putih, dengan gambar taburan kelopak bunga mawar. Bunga yang ternyata juga menjadi salah satu bahan pembuat sabun muka ini. 

Dibagian dalam, masih terdapat kardus pengaman berbentuk kotak yang berfungsi untuk menjaga produk. 

Tidak seperti produk facial wash umumnya yang berbentuk tube, Scarlett Brightening Facial Wash dikemas dalam kemasan botol plastik bening dan tinggi. 


Informasi produk: 

1. Isi kemasan: 100 ml

2. Tekstur: Bening, kental, dengan serpihan kelopak bunga mawar

3. Active ingridients: 
  • Gluthationate yang berfungsi meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit, melindungi dari radikal bebas, dan tentu saja, mencerahkan kulit. 
  • Vitamin E untuk melembapkan kulit, mengatasi peradangan, dan menenagkan kulit. 
  • Rose petal; menyegarkan kulit wajah, dan 
  • Aloe vera yang berfungsi menenangkan kulit, meredakan peradangan kulit, melembapkan dan menghaluskan kulit wajah
4. Cara pemakaian: 
  • Tuangkan facial wash ke telapak tangan. usap secara merate ke seluruh area wajah, lalu bilas. 
  • Gunakan setiap hari, pagi dan malam untuk hasil yang maksimal. 

4. BPOM RI NA: 18181202303


Review Scarlett Brightly ever after serum dan facial wash

Ini pertama kali saya pakai brightly serum. Dan penasaran banget sama hasilnya nanti. 

Oya, pengemasan dan pengiriman produk Scarlett ini oke bener memang. Setiap produknya nggak hanya dikemas biar aman dari tumpah atau bocor, saat pengiriman pun, tetep dikasih bubble wrap, jadi produk dobel aman selama proses distribusi. 

Saya juga dapat bonus sticker yang bisa dipakai sebagai hiasan saat menulis journal atau planner.

Oke, back to review. 

Produk yang saya coba pertama kali adalah Scarlett Facial Wash. 

Kesan pertama langsung suka sama harumnya, lembut banget. Saat dibilas pun memberikan kesan bersih, meski produk ini memiliki fungsi melembapkan wajah. 

Untuk serumnya, kesan melembapkan itu langsung terasa. Dan setelah pemakaian hampir dua minggu, saya merasa jika kulit wajah saya semakin lembut dan halus. 

Ternyata bener, rahasia tampil gelowing itu memang perlu perawatan yang paripurna. Nggak bisa hanya pilih facial wash aja, pelembap aja, atau malah hanya bedak aja. 

Perawatan dasar dengan serum (apalagi untuk emak seusia saya) perlu dilakukan juga. 

Oya, seperti yang saya sebutkan di atas Scarlett Brightly Ever After Serum ini, punya 4 kandungan utama yang masing-masing memang berfungsi untuk mencerahkan, melembapkan, sampai memudarkan noda di wajah. 


Dan inilah hasil penggunaan dua produk Scarlett Face Care selama hampir 1 bulan. Kelihatan kan ya bedanya? 




Eh, tapi disclaimer dulu ya, hasil di atas tentu tergantung dengan kondisi kulit sebelum pemakaian, ya. Jadi hasil dari pemakaian produk ini, tentu berbeda antara satu dengan yang lainnya. 

Harga produk Scarlett Face Care

Ini juga salah satu keunikan dari produk Scarlett, semua produk Scarlett punya harga sama yaitu, Rp75.000,-. Terjangkau banget kan harganya? 


Dan kalau ditanya, apakah akan terus menggunakan produk Scarlett Face Care? Tentu jawabannya, "iya", dong. Sudah mumer, terbukti lagi kualitasnya untuk
membuat kulit wajah lebih cerah. 

Sekian, review Scarlett Brightly Ever After Serum dan Brightening Facial Wash; terima kasih sudah bersedia berkunjung, sampai jumpa di review produk berikutnya. 

Eh, eh, selain Scarlett Face Care, saya akhirnya coba juga Scarlett Body Care, lho! Review-nya ada di post sebelum ini. 

Asik, #DirumahAjaBarengScarlett 

Review Scarlett Brightening Body Care (Body Scrub, Shower Scrub, dan Body Lotion)




Apa yang paling nggak bikin BT saat PPKM seperti ini? Kesempatan untuk manjakan diri dan dengan rangakaian produk body care yang terpercaya.


Misalkan dengan  produk Scarlett Brightening Body Care. 


Tentu saja, alasan awalnya tergoda review teman-teman blogger. Tapi ada satu Youtuber yang membuat saya mantap cobain Scarlett Body Care ini. Si Youtuber nggak review tentang Scarlett sih, tapi dia bilang (lebih tepatnya, nunjukkin) kalau sebelum bikin video dia pasti pakai hand body Scarlett. Soalnya selain lembut, bisa bikin kulit lebih cerah. 

Review Scarlett Brightening Body Care

Ada tiga produk yang saya coba yaitu, 
  1. Scarlett Body Scrub Romansa
  2. Scarlett Brightening Shower Scrub
  3. Freshly Fragrance Brightening Body Lotion 

Saat produk datang, semua dikemas dalam bubble wrap yang tertutup rapat. Bahkan untuk body lotion, kemasannya masih dilengkapi dengan kunci pengaman, yang membuat produk aman dan tidak rusak selama dalam pengiriman. 

Dan berikut, pengalaman saya setelah menggunakan ketiga produk di atas. 

1. Scarlett Body Scrub varian Romansa





Informasi produk:

1. Isi kemasan: 250 ml

2. Tekstur: berbentuk cream dengan bulir-bulir lembut 

3. Kandungan aktif: Niacimide, Glutathione, Vitamin E, dan Kojic Acid

4. Cara menggunakan: oleskan pada tubuh secara merata, biarkan 2-3 menit dan bilas

Di bagian dalam produk ini masih terdapat segel pengaman yang dibuat dari alumunium foil dengan logo hologram Scarlett. 

Begitu membuka bagian pengamannya, aroma menyegarkan langsung tercium. Bulir-bulirnya yang lembut nyaman mengekfoliasi kulit dan membersihkan kotoran yang menempel. Kulit saya jadi terasa setiap kali habis memakai body scrub ini. 

Oya, saya punya masalah dengan kulit dibagian lutut dan siku. Selain menghitam, kadang juga terasa gatal saking keringnya. Alhamdulillah, setelah menggunakan body scrub setiap dua hari sekali perlahan-lahan masalah tersebut teratasi. 

2. Scarlett Brigtening Shower Scrub Pomegrante




Informasi produk: 


1. Isi kemasan: 300 ml

2. Tekstur: Cairan kental berwarna ungu dengan bulir-bulir lembut

3. Kandungan aktif: Niacimide, Glutathione, Vitamin E, dan Kojic Acid

4. Cara menggunakan: Basahi tubuh, usapkan sabun ke seluruh bagian tubuh, dan bilas dengan air. 

Scarlett Brightening Shower Scrub Pomegrante, di kemas dalam kemasan botol plastik berulir dengan tutup flip untuk memudahkan pemakaian. 

Busa yang dihasilkan dari shower scrub ini tidak terlalu banyak, meski nggak terlalu sedikit juga, sih. Cukup lah pokoknya. Wanginya juga lembut, seperti permen karet. 

Kesan saya setelah menggunakan shower scrub ini, kulit menjadi terasa lebih halus, lembut, dan lebih wangi. 

3. Scarlett Freshly Fragrance Brightening Body lotion




Informasi produk: 

1. Isi kemasan: 300 ml

2. Tekstur: Cairan kental berwarna putih cream

3. Kandungan aktif: Niacimide, Glutathione, Vitamin E, dan Kojic Acid

4. Cara menggunakan: Usapkan ke seluruh tubuh untuk hasil yang maksimal. Dapat digunakan sebagai lotion pagi dan malam hari. 

Nah, ini nih, produk favorit saya, wanginya itu lho, ... memberi kesan elegan, seperti pakai eu de cologne. Wanginya juga tahan lama. Bahkan usai wudhu pun, wanginya masih terasa. 

Dan ternyata bener seperti kata si Youtuber yang pernah saya lihat, produk Scarlett memang membuat kulit terasa lebih halus dan auto terlihat lebih putih. Kulit saya yang kering jadi terlihat seperti terawat. Pokoknya bakal jadi body lotion terfavorit. 

Kemasannya juga membuat saya jatuh cinta. Beda dari body lotion lainnya, Scarlett Body Lotion dikemas dalam wadah botol plastik dengan tutup berpompa yang dilengkapi dengan lock-unlock. Unik banget pokoknya. 

Jadi, kalau Sahabat RPB kenapa review Scarlett bagu semua? Ya, karena memang produknya berkualitas, kok. 

Pertama, tentu saja sudah terdaftar di BPOM, merupakan produk yang tidak diujicobakan pada hewan (no tested animals), bahkan sudah bersertifikasi halal. 

Kedua, bahan-bahan yang digunakan dalam produk Scarlett juga merupakan bahan-bahan terpilih, yang memang mencerahkan, melembutkan, dan menutrisi kulit. 

Harga dan tempat pembelian

Seluruh produk Scarlett Body Care harganya sama Rp75.000,- Tapi, jika ingin lebih hemat, kita dapat membeli paket yang isinya 5 item dengan harga Rp300.000,-. Btw, kalau beli kemasan ini, Sahabat bisa dapat bok kemasan yang eksklusif lho, plus ada bonus di dalamnya. 

Untuk pemesanan Sahabat RPB dapat mengunjungi akun Instagram resmi @scarlett_whitening, atau membuka tautan https://linktr.ee/scarlett_whitening


Okay, sekian review Scarlett Body Care kali ini. Terima kasih sudah bersedia berkunjung, sampai jumpa di review produk berikutnya. 

So, yuk nikmati #DiRumahAjaBarengScarlett Body Care. 

Mitos Kusta dan Upaya Pemberantasan Kusta di Indonesia

Mitos kusta dan upaya pemberantasan kusta

 

Apa yang Sahabat RPB bayangkan saat mendengar kata kusta? 


Dulu pertama kenal kusta dari sinetron jadul di TVRI (sayang, lupa judulnya), saat bocah pemeran utama dilarang bergaul dengan seorang kakek pembuat tembikar yang menderita kusta. Diceritakan dalam sinetron tersebut, jika si Kakek bisa menularkan kusta, penyakit kulit yang dapat membuat kita kehilangan salah satu anggota tubuh. 


Cerita dalam sinetron itu bener-bener membekas lho, di ingatan saya. Sampe dulu kalau ketemu orang dengan kelainan kulit jadi mikir yang enggak-enggak. 


Dan ternyata, hingga saat ini stigma di masyarakat tentang penyakit kusta masih tetap ada. 


Mitos penyakit kusta


Ada beberapa mitos tentang penyakit kusta yang masih terus dipercaya oleh masyarakat, diantaranya

#1. Kusta mudah menular

Banyak yang beranggapan (termasuk saya) jika kusta bisa menular hanya dengan bersentuhan. Akibatnya, banyak penderita kusta yang kemudian dikucilkan. 


Kusta akan menular jika penderita batuk atau bersin (droplet), dan udara yang tercampur dengan bakteri penyebab kusta terhirup oleh kita. Tapi ini pun tidak begitu saja menginfeksi. Orang dewasa yang punya kekebalan tubuh yang baik, akan sulit tertular penyakit ini. 


Kusta akan mudah menular jika si penderita terlambat atau tidak segera diobati. Karena itu, jika menemui orang yang terindikasi menderita kusta, sebaiknya kita tidak buru-buru mengucilkan. Tapi mintalah padanya untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat agar segera mendapat perawatan. 


Di Puskemas nanti, petugas kesehatan akan memberikan panduan bagaimana cara minum obat agar cepat sembuh. 


#2. Kusta tidak bisa disembuhkan

Kepercayaan ini juga membuat penderita kusta dijauhi oleh masyarakat. Faktanya, penderita kusta memiliki kesempatan bisa sembuh total, dan tidak akan menulari orang lain bila sudah sembuh (Penderita kusta butuh waktu penyembuhan selama 6-12 bulan agar dapat sembuh dengan tuntas). 


Kusta juga tidak akan menular jika penderita sudah minum obat. 


Kemungkinannya untuk re-infeksi (terinfeksi kembali) juga sangat kecil; tapi bisa mengalami reaksi seperti nyeri saraf, dan demam). Karena itu bila kita mengenal kawan, atau keluarga yang terindikasi kusta, bantu penderita untuk mau menjalani pengobatan hingga tuntas. 

#3. Kusta menyebabkan penderitanya cacat

Faktanya, bakteri penyebab kusta biasanya akan menyerang saraf, dan membuat si penderita tidak merasakan sakit (mati rasa). Akibatnya, jika bagian tersebut luka, penderita tidak akan menyadari, dan memicu kerusakan yang permanen. 


Kondisi ini sebetulnya dapat dicegah jika penderita segera melapor ke Puskesmas. Di Puskesmas nanti, penderita akan di bimbing bagaimana menangani bagian tubuhnya saat terjadi luka atau mengalami infeksi penyakit lain. 

Upaya pemerintah memberantas kusta dan memperbaiki stigma di masyarakat

Banyak yang mengira, penyakit kusta sudah tidak ada di Indonesia. Kenyataanya, justru Indonesia menduduki peringkat ketiga terbanyak terkait dengan jumlah penderita kusta. 


mitos kusta dan upaya pemberantasan kusta


Ada beberapa upaya yang pemerintah telah lakukan untuk memberantas dan mengubah stigma di masyarakat tentang Kusta di masa pandemi ini. Seperti yang disampaikan oleh bapak Komarudin, S. Sos.M.Kes, dalam obrolan Ruang Publik bersama KBR, Wasor Kusta Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. 

1. Mengkampanyekan 3M dalam menangani kusta. Dan tidak hanya penderita, tapi petugas kesehatan pun wajib melaksanakan prokes 3M ini. 
2. Mengadakan program perekrutan petugas/ kader untuk mencegah perluasan kusta.
3. Mengadakan pemeriksaan kelainan kulit. 
4. Melatih penderita yang sudah sembuh agar mampu memberikan testimoni guna mengurangi stigma kusta di masyarakat. 
5. Memberikan pelatihan ketrampilan hidup kepada penderita agar kelak mereka dapat mandiri dan memenuhi kebutuhan hidupnya. 


Sebagai anggota masyarakat, kita juga dapat mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan dan mengubah stigma kusta ini dengna tidak mengucilkan atau mendiskriminasi penderita kusta. 


Seperti yang disampaikan oleh bapak Dr. Rohman Budijanto SH Mh , Direktur Eksekutif The Jawa Pos Institute of Pro-otonomi-JPIP; media nasional Jawa Pos yang tidak membedakan antara calon tenaga kerja yang sehat jasmani atau disabilitas. Termasuk apakah calon tenaga kerja menderita kusta ataupun tidak. Bagi Jawa Pos, fisik seseorang tidak akan mempengaruhi, selama skill atau ketrampilan bekerja mereka sesuai dengan kebutuhan Jawa Pos. 


Saat ini, vaksin untuk mencegah penyakit kusta memang belum ditemukan, tapi dapat didiagnosa sejak dini agar pengobatan dan perawatan yang tepat dapat segera dilakukan. 


Review Kelas 27 Hari Mengubah Hidup, Ruangtraining.com

review kelas 27 hari mengubah hidup by darmawan aji



Pernah mendengar tentang kelas self development "27 Hari Mengubah Hidup"? Penasaran, seperti apa sih kelasnya, dan apakah cukup ngefek untuk kehidupan kita? 


Baca ulasannya, sampai tuntas di artikel ini, ya 


Sekitar akhir Juli 2020, saya mendapat broadcast dari coach Aji, kalau Beliau punya kelas baru bernama "27 Hari Mengubah Hidup". Sayangnya, waktu itu pas barengan dengan kelas animasi yang baru saja saya daftar. Jadi, terpaksa skip. 


Alhamdulillah, akhirnya bisa ikut batch ketiga di bulan Oktober 2020. 


Alasan daftar kelas "27 Hari Mengubah Hidup"


Sebetulnya, saya pernah ikut kelas serupa (tapi tak sama 😃) dengan kelas ini, namanya kelas "Tantangan Produktivitas 27 Hari". Dan Alhamdulillah, kelas ini pun memberi pencerahan pola produktivitas yang tepat untuk saya. Review detilnya bisa dibaca pada artikel "Review Kelas Online Tantangan Produktivitas 27 Hari"


Tapi menurut Coach Aji, kelas ini banyak perubahan dan lebih lengkap. 


Satu hal yang paling membuat saya tertarik dengan kelas 27 HMH adalah IKIGAI. 


Kebetulan waktu itu baru saja membaca topik ini di blog Coach Aji, dan auto penasaran banget. 


Waktu habis baca artikel IKIGAI tersebut, saya langsung wondering, "apakah aku sudah tepat memilih pekerjaan? Kalau iya, kenapa kadang terasa berat, dan nggak bikin aku bahagia?"


Alasan lainnya, saya sudah mencoba membangun kebiasaan baik; yang kata para motivator adalah kebiasaan yang sering dilakukan oleh para orang sukses. Misalnya membangun morning routine, olahraga, membaca buku, belajar hal baru, journaling, etc. 


Tapi seperti kata Neil Patel di salah satu video-nya, kebiasaan itu tidak membawa saya kemana-mana, semua jalan di tempat, termasuk pekerjaan. 


Makanya penasaran banget pengen ikut kelas ini, karena pengen tahu kenapa kebiasaan yang saya bangun, kok enggak membantu saya mencapai tujuan hidup saya. 


Alasan yang ketiga, adalah membebaskan diri dari "kutukan". 😁


Seperti yang pernah saya tulis di post "My Awesome Review 2018" jika salah seorang guru SMK pernah berkata, jika saya tidak akan pernah dapat menyelesaikan satu pekerjaan pun. 


Dan bagi saya ini seperti sebuah "kutukan". Ketika saya gagal, saya jadi punya kecenderungan menyalahkan diri sendiri, jika saya memang tidak pernah bisa menyelesaikan apapun. Hasilnya, saya pun akan murung, bad mood, selama berhari-hari. 


Karena itulah, waktu mendapat kesempatan ikut kelas tersebut, saya bener-bener berniat menyimak, mencatat, dan mengerjakan semua tugas yang diberikan di dalam kelas. 


Tentang kelas "27 Hari Mengubah Hidup"


Setiap tahun baru kita sering mendengar joke, 


"Resolusi gue tahun ini adalah melanjutkan resolusi tahun lalu, yang merupakan resolusi dari tahun kemarin yang belum selesai". 


Kesannya sih memang lucu, ya. Dan jujur saya pun dulu termasuk yang tidak begitu peduli dengan resolusi ini. 


Tapi ....


Kadang kalau lihat kesuksesan teman yang merintisnya barengan, kadang jadi nelangsa, kan ya? 

"Aduh, ngapain aja gue selama ini?"

"Dulu tuh, dia cupu banget lho, kok sekarang udah jadi pengusaha sukses gitu?"

"Masya Allah, iqra aja dulu lancaran gue, kok sekarang dia malah udah hapal 20 juz?"

Auto minder, deh. 😀


Hampir sebagian besar dari kita memang tanpa sadar memilih hidup seperti air mengalir, membiarkan lingkungan dan kebiasaan kita sehari-hari yang menggerakkan aktivitas keseharian kita. Barulah ketika ada kejadian tertentu (dengar kabar kesuksesan teman misalnya), kita pun sadar, "Ngapain aja gue, selama ini?"


Cita-cita punya, ... tapi entah dia menghilang kemana

Tujuan hidup? Tahu dong, sudah sering dengar ceramahnya dari para motivator, pak Ustadz, juga Ustadzah. Tapi, ya gitu deh, susah konsisten. 


Nah, kira-kira seperti itulah isi dari kelas 27 Hari Mengubah Hidup ini; membuat perubahan, kemudian merencanakan, menganalisa dan mengasah kekuatan potensi diri, termasuk belajar mengatasi hambatan yang mungkin muncul. 


Kelas 27 HMH ini diciptakan oleh Darmawan Aji, seorang Productivity Coach, dan seorang praktisi NLP, dan penulis 6 judul buku laris, dan 1 planner. 

  • Productivity Hack
  • Hypnowriting
  • Hypnoselling
  • Life by Design
  • Mindful Life
  • Self-Coaching, plus 
  • 12 Week Productivity Planner.


Materi dalam kelas "27 Hari Mengubah Hidup"


Seperti yang saya ceritakan sepintas di atas, dalam kelas 27 hari ini kita akan belajar bagaimana mengubah dan mencapai tujuan hidup kita. 




Prinsip kelas ini menggunakan prinsip perubahan ala Gregory Bateson yang terdiri dari tiga level, yaitu Change, Learn, and Growth. 


Hari ke 1-3, materi persiapan; Melakukan persiapan untuk belajar dan tumbuh dengan lebih efektif. 

Hari ke 4-9 materi Change; merupakan materi bagaimana mengubah perilaku yang terlihat

Hari ke 10-19, materi Learn; pada materi ini kita akan belajar mengenali kemampuan dan ketrampilan yang sudah kita miliki agar perubahan lebih mudah dilakukan.

Hari ke 20-27; materi Growth; bagaimana melakukan perubahan mindset, belief, dan identitas


Proses pembelajaran dilakukan dalam grup Facebook tertutup. Setiap hari peserta akan mendapatkan materi sesuai dengan kategori di atas. Proses pembelajaran berlangsung dari Senin-Sabtu (Ahad libur). 


Materi disampaikan dalam bentuk tertulis di dalam grup, ditambah dengan suplemen pelajaran berupa video (dengan media YouTube), sheet untuk latihan, dan interaktif melalui zoom. (Alhamdulillah pas batch saya mendapat bonus tambahan dua kali sesi zoom). 


Oya, kelas ini terdiri dari dua kategori, kelas paket Basic, dan kelas paket Advance. Kelas basic berlangsung selama 27 hari (pas saya ada tambahan hari), kalau kelas advance berlangsung selama 3 bulan. 


Yang saya ikuti adalah kelas basic, jadi nggak begitu paham untuk yang kelas yang Advance. 


Pengalaman belajar di kelas self development "27 Hari Mengubah Hidup"


Karena memang sudah niat ikut, jujur ya exciting banget pas kelas di buka. 


Masuk ke materi pertama (materi persiapan) kami diminta membuat komitmen, juga mempersiapkan bagaimana kami akan mencatat dan mengerjakan latihan, juga mencari partner belajar. 


Apakah latihan harus dikerjakan? Buat saya wajib! 🔔


Ya, ngapain ikut kelas kalau nggak mau ngerjain latihan? Setiap jawaban dari tugas memang bisa dijawab di kepala kok, nggak susah dan nggak perlu pakai hitungan njelimet. Tapi apa iya, kalau hanya dijawab di kepala, semua alurnya bisa dilihat nanti, dan benar-benar membantu mengubah hidup? Susah kan?


🍵 Jadi, kalau ingin masuk kelas ini, jangan lupa siapkan buku atau catatan digital. Coach Aji nggak mewajibkan kok, mau nulis/ mencatat, dan mengerjakan tugas pakai apa; digital boleh, konvensional silahkan.  


Saya sendiri memilih menulis latihan dan materi di buku binder. Tujuannya, jika kelak tahun depan saya ingin merencanakan hidup lagi, tinggal menyisipkan saja perubahan yang saya buat, tidak perlu mengulang semua dari depan. 


Persiapan kedua yang harus teman-teman siapkan adalah waktu. ⌛⌛


Bagi saya, kelas ini benar-benar dapat mengubah hidup saya, salah satunya ya, karena melatih komitmen juga. Di awal kelas saya memilih menyimak pelajaran jam  8 pagi, tapi karena sering terganggu dengan jadwal pelajaran sekolah Hana, akhirnya pindah ke jam 9 malam, saat semua pekerjaan di rumah sudah selesai, dan saya benar-benar punya waktu untuk diri saya sendiri. 



review-kelas-27-mengubah-hidup-ruangtraining
Preview materi kelas 27 HMH dan
kolom cek perkembangan tugas


Masuk hari keempat (kategori pelajaran CHANGE), tugas dimulai. Pada tahap awal ini kami diminta memetakan kondisi kami saat ini; apa yang sudah dimiliki, dan apa yang diinginkan. 


Buat saya, ini adalah tugas terpanjang dari tugas-tugas yang lain, jawabannya banyak dan panjang-panjang. Saya memetakan posisi dengan membedakan setiap kategori hidup juga. Jadi ya gitu, lama. Jujur pas bagian ini saya merasa seperti menulis ulang Life Book. 😀😀


Pas mengerjakan tugas ini juga, saya jadi sadar, sebetulnya 

  • Apa saja yang saya sudah saya miliki 
  • Saya miliki tapi tidak saya inginkan
  • Saya inginkan tapi belum saya miliki
  • Dan tidak saya inginkan juga tidak saya miliki.

💕 Menuliskan atau menuangkan keempat hal tersebut, juga mengubah mindset saya. Sehingga saya lebih yakin dengan apa yang saya inginkan.


Sebetulnya, lama-tidaknya mengerjakan tugas, tergantung setiap peserta. Apa yang ditulis kan memang hidup masing-masing, keseharian masing-masing. Wajar kalau waktu yang dibutuhkan setiap peserta berbeda-beda. Saya sendiri rata-rata membutuhkan waktu 30 menit sampai 1 jam untuk mencatat dan mengerjakan tugas. 


Ada beberapa hari juga saya dan partner akuntabilitas sempat terseok mengerjakan tugas. Tidak karena kami malas mengerjakan, hanya bingung saja belum nemu jawabannya. Alhamdulillah ada beberapa sesi Live zoom, sehingga kami berkonsultasi langsung pada Coach Aji. 


Saya juga sempat beberapa kali mengubah prioritas, dan inilah yang kemudian membuat saya terseok mengejar ketinggalan tugas. 


Akhirnya saya menggunakan waktu libur kelas untuk mengejar ketinggalan. Dan syukurlah, cara tersebut membantu saya bisa "berjalan beriringan" lagi dengan teman-teman yang lain. 


Tugas di kelas 27 HMH ini saling berkaitan. Jadi, tidak bisa di skip, harus dikerjakan satu per satu, berurutan. Setiap tugas, akan menjadi pondasi untuk mengerjakan tugas berikutnya. 


Itulah mengapa, di awal materi isinya hanya membuat komitmen, dan mencari partner akuntabilitas. Karena kedua hal yang sepele ini benar-benar bisa membantu kita menyelesaikan setiap tantangan dengan baik. 


Di akhir minggu, peserta juga mendapat rangkuman materi dari Coach Aji, sehingga Insya Allah akan lebih mudah jika ingin review. 


Oya, di setiap materi dan tugas, peserta juga akan diminta membuat insight dan melapor jika sudah mengerjakan tugas. Nah, inilah yang nantinya bisa jadi pengukur seberapa besar komitmen peserta dengan komitmen untuk mengubah dirinya. 


Di grup facebook ini juga terdapat kolom untuk mengecek perkembangan pelajaran kita. 


Misalkan Tahap kedua terdiri dari 8 tugas, maka jika kita belum check tugas tersebut, maka bagian yang terlewar akan langsung kelihatan.


Pokoke enak deh, saya jadi merasa belajar membangun akuntabilitas saya sendiri.  


Apakah berat mengikuti kelas ini? Tergantung pribadi masing-masing, sih. 


Saya karena sudah capek dengan "hidup gue kok gini-gini aja", jadi semua tantangan saya lakukan dengan senang hati, nggak terasa berat. Asik aja. 


review-kelas 27 HMH dari ruangtraining
Materi dalam bentuk video di YouTube


Review kelas "27 Hari Mengubah Hidup"


Disclaimer:

Sebelum masuk ke tanggapan dan review, saya ceritakan dulu ya, kondisi saya saat masuk kelas ini. 


Seperti juga dengan kelas online  lainnya, hasil yang diperoleh (dalam hal ini perubahan hidup berupa perubahan perilaku, cara berpikir, juga kebiasaan sehari-hari) akan sangat tergantung dari pengetahuan, tekad, juga pengalaman masing-masing. Jadi, hasil dan pengalaman yang saya peroleh, sebetulnya juga dipengaruhi ketiga hal tersebut. 


Saat masuk kelas ini, jujur saya sudah banyak mengenal juga praktek hal-hal yang terkait dengan materi dan tugas dalam kelas, seperti 

  • Building habit (membangun kebiasaan baik) 
  • Time management (pengaturan waktu)  
  • Cukup paham dengan kekurangan juga kelebihan saya sendiri (terkait dengan self efficacy dan willpower)
  • Sudah punya sistem yang memang membantu dalam keseharian saya


Karena itu, bagi saya materi di dalam kelas ini sudah biasa, dan lebih mudah saya praktekkan. 


Contoh saat materi pada hari #12, tentang menguatkan willpower dengan meditasi, journaling, menciptakan kebiasaan baru, olahraga rutin, melakukan tracking, dan lain sebagainya.


Kebiasaan di atas memang sudah saya bangun dan miliki. jadi saya hanya perlu memolesnya dan menyesuaikannya agar dapat membantu saya mencapai tujuan. 


Btw, dari kelas ini akhirnya saya tahu, apa alasan habit saya belum membawa saya kemana-mana. Selain karena belum sesuai dengan goals yang saya inginkan, habit tersebut saya lakukan hanya sekedar ingin saja, bukan merupakan bagian dari identitas saya. 


Tapi Alhamdulillah, meskipun belum tepat, habits tersebut telah membantu saya menguatkan otot willpower, dan memupuk self efficacy. 


Saya pun juga belajar bagaimana membangun struktur kebiasaan yang tepat, agar habit baru yang sedang dibentuk tidak sulit untuk dilakukan. 


Jadi kalau ditanya, seberapa besar manfaat kelas "27 Mengubah Hidup"? 


Banyak, sangat banyak. It's does a life changing for me. 


Saya memasuki tahun 2021 dengan lebih pede, nggak gamang lagi. Kalau ada teman yang ramai daftar job ini-itu, saya nggak mudah teralihkan. Sekarang seperti punya rem sendiri, mana yang membantu mencapai tujuan, apa prioritas saya, intinya, saya lebih percaya diri dan lebih berani berdiri di kaki saya sendiri. 


Btw, mengenal apa yang kita mau dan apa yang enggak tuh, bermanfaat banget, lho. Pertama nggak bikin kita asal "Yes" aja. Terus berani "bilang TIDAK" kalau memang nggak pas di hati, atau terlalu mengganggu keseharian. Hasilnya. LEBIH HAPPY, dong ... 😃😃


Harga kelas "27 Hari Mengubah Hidup"

Kelas online ditawarkan dengan harga yang cukup murah menurut saya, apalagi kalau melihat hasilnya, wah murah pakai banget!



review kelas 27 hari mengubah hidup darmawan aji




Harga kelas 27 Hari Mengubah Hidup:

Paket basic Rp 280.000

Paket Advanced Rp 370.000


---------------------------------------------

My rate for this class: 🌟🌟🌟🌟🌟


Sekian review saya tentang kelas "27 Hari Mengubah Hidup" dari ruangtrainging.com

Silahkan ikuti tautan berikut, kalau Sahabat RPB ingin mengikuti kelasnya: "27 HMH"
Oya, kelas ini bukan kelas self paced, ya, artinya kita nggak bisa daftar kapan saja. Silahkan hubungi nomor WA berikut jika https://wa.me/62816995148


See you @ another class review, ya. Thank you for dropping by ... 


Berbagai Jenis Kain yang Digunakan dalam Membuat Sweater

 

bahan kain untuk membuat sweater


Hai, hai, ada yang suka dengan baju sweater? Udah ngeh belum, kalau bahan sweater biasannya beda-beda? Apa aja,? Tambah wawasan yuk, dengan kenalan berbagai jenis kain yang biasa digunakan dalam membuat sweater. 


Sweater merupakan salah satu fashion item yang pasti dibutuhkan saat musim dingin ataupun musim hujan. Sweater memiliki bahan dasar kain yang tebal dan bisa membantu mengatasi cuaca dingin. Selain itu, sweater ini dapat digunakan di luar musim hujan. Jika dirasa udara sedang dingin Sahabat RPB bisa menggunakan sweater sebagai penghangat tubuh. 


Jenis-jenis kain yang digunakan dalam membuat sweater 

Untuk Sahabat RPB yang mau coba usaha atau sekedar biar tahu aneka jenis sweater yang cocok buat dipakai sehari-hari, coba simak aneka jenis kain yang biasa digunakan untuk membuat sweater di bawah ini. 


#1. Kain Fleece 

Kain fleece merupakan jenis kain yang digunakan dalam membuat sweater yang memiliki tekstur berbulu dan memiliki lapisan serat seperti kapas pada salah satu sisi permukaan kainnya. 


Kain ini biasanya terbuat dari campuran cotton dan wool. Kain fleece memiliki tekstur yang lembut, menyerap air, hangat dan tidak panas. 


Kain fleece ini tidak hanya digunakan dalam membuat sweater, melainkan dapat digunakan untuk membuat jaket, hoodie dan jumper. 


Kain fleece memiliki berbagai macam jenis antara lain; 

  1. Kain Cotton Fleece; Kain cotton fleece merupakan jenis kain yang memiliki konsentrasi katun lebih banyak dibanding polyesternya. Kain cotton fleece ini memiliki warna yang lebih cerah dan lebih ringan dibandingkan dengan jenis bahan fleece lainnya. 
  2. Kain Polar Fleece; Kain polar fleece merupakan jenis kain yang terbuat dari campuran polyester dengan katun, viscose dan serat sintetik lainnya. 
  3. Kain Polyester Fleece; Kain polyester fleece merupakan jenis kain yang mengandung polyester yang cukup banyak, sehingga kain ini memiliki tekstur yang lebih kaku dan tampilannya lebih mengkilap dibandingkan dengan kain cotton fleece. 
  4. Kain CVC Fleece; Kain CVC fleece ini merupakan jenis kain yang tersusun dari komposisi 55% cotton combed dan 45% viscose. Memiliki tingkat susut pola yang lebih kecil dari bahan katun biasa dan menyerap keringat. 


#2. Kain Terry Doors 

Kain terry doors ini merupakan jenis kain yang memiliki karakteristik seperti fleece yang belum diberi bulu, dan memiliki tekstur seperti handuk didalamnya. Kain ini juga memiliki tekstur yang lebih tebal dibandingkan dengan kain baby terry. 


#3. Kain Baby Terry 

Kain baby terry merupakan jenis kain yang memiliki tekstur lembut, tebal, agak berbulu dan memiliki lipatan serat kecil pada salah satu sisinya. Sedangkan bagian dalamnya memiliki tekstur yang lembut seperti selimut. Kain ini juga memiliki nama lain baby tray, tray da nada juga yang menyebut dengan nama terry. 


Kain baby terry ini termasuk ke dalam bahan kain yang memiliki daya serap air yang tinggi karena terbuat dari katun. 


Pada awalnya kain ini digunakan dalam pembuatan handuk mandi, namun sekarang digunakan untuk pembuatan sweater, zip up hoodie, jumper, cardigan dan jaket untuk anak. 


#4. Kain Wool 

Kain wool merupakan jenis kain yang berbahan dasar serat wool dan telah mengalami proses penyisiran sehingga memiliki kualitas yang tinggi. Kain wool ini secara umum memiliki sifat yang cukup berat, hangat dan halus sehingga sangat cocok jika digunakan untuk menghangatkan tubuh. 


Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai jenis kain yang digunakan dalam membuat sweater. Semoga dengan informasi ini dapat membantu Sahabat RPB memilih kain yang digunakan untuk membuat sweater yang cocok. Semoga Bermanfaat!