8 Hal yang Dapat Membantu Ibu Bekerja dari Rumah Mengatur Waktu Lebih Baik

by - 4/27/2018

ibu_bekerja_dari_rumah_mengatur_waktu

Saat mengisi materi untuk komunitas ODOP salah satu yang dipertanyakan peserta adalah bagaimana cara mengatur waktu dengan banyak pekerjaan, termasuk dengan pekerjaan rumah tangga

Saat itu saya hanya menjawab, "Ya, diatur saja."😁

Saya rasa setiap kita pasti akan menyesuaikan diri dengan masalah yang sedang kita hadapi. Jadi, saat memantapkan diri bekerja dari rumah, tentu kita pun akan menyesuaikan diri, dan mengatur diri agar dapat melakukan pekerjaan dengan baik.

Yang menjadi masalah, kalau kemudian ada satu-dua pekerjaan atau kewajiban sebagai ibu rumah tangga yang terbengkelai. Atau kita merasa kelelahan karena kurang waktu istirahat.

Disinilah kemudian "bagaimana mengatur waktu" menjadi penting bagi ibu yang bekerja dari rumah.

Kendala mengatur waktu yang sering dihadapi ibu bekerja dari rumah


Oya, saya pernah, lho membuat daftar penghambat produktivitas kerja ibu. Daftarnya mulai dari koneksi data, media sosial, hingga obrolan di grup-grup chat online.

Sebagai ibu yang bekerja dari rumah, jujur saya merasa mengatur waktu atau time management merupakan tantangan tersendiri.

Apalagi saat ini putri saya belum bisa banyak membantu pekerjaan. Dia sudah bisa memenuhi kebutuhan pribadi seperti makan, mandi, ganti baju saja, saya sudah merasa sangat bersyukur.

Kita semua tahu, ketika berhubungan dengan anak kecil, selalu saja pengaturan waktu kita akan berantakan. Entah karena bertengkar dengan teman, tiba-tiba demam, makanan yang tumpah, dan seterusnya.

Kadang saya merasa seolah tidak ada waktu untuk bernapas karena harus berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya. Padahal di sisi lain kita juga ingin menjadi seorang pekerja dari rumah aka. freelancer yang profesional.

Hingga pada akhirnya hanya bisa bersyukur jika ada satu atau dua list dari kewajiban atau daftar pekerjaan yang ingin dikerjakan di hari itu, sukses dikerjakan.

Untuk itulah, selain terus trial and error metode time management, saya juga tetap melakukan beberapa hal yang dapat membantu saya lebih produktif di rumah.

8 Hal yang dapat membantu ibu bekerja dari rumah mengatur waktu 


#1. Punya jadwal

Jadwal sangat penting bagi ibu yang bekerja dari rumah. Dengan jadwal ibu akan tahu;

  • Pekerjaan yang harus dikerjakan dihari yang berjalan
  • Urutan prioritas pekerjaan
  • Mapping atau gambaran waktu yang kita miliki dihari yang berjalan

Membuat jadwal itu memang membosankan, menyebalkan! Sama menyebalkannya dengan menulis catatan pengeluaran. 😀

Tapi bagaimana kita akan mengatur waktu jika jenis dan jumlah pekerjaan yang harus kita lakukan tidak kita ketahui? Bagaimana pula kita akan menentukan prioritas pekerjaan jika tidak ada jadwal? Apa iya, kita benar-benar memiliki cukup waktu untuk mengerjakan semua pekerjaan, jika mapping waktu tidak punya?

Jadi, meski menyebalkan, cobalah buat jadwal, Bu-ibu. Dan Ibu-ibu akan tahu, betapa membantunya daftar pekerjaan itu.



#2. Tahu waktu produktivitas pribadi


Waktu produktif yang saya maksud adalah waktu yang akan membuatmu mampu menyelesaikan to do list yang terkait dengan pekerjaan.

Sebagai penulis lepas, waktu produktif saya adalah saat terbaik bagi saya untuk menyelesaikan satu tulisan dalam waktu tertentu.

Bagi ibu, mungkin berarti waktu untuk menuangkan ide baru, mencatat perkembangan usaha, dan lain sebagainya.

Mengetahui waktu produktif dapat membantu kita untuk memetakan waktu yang tepat untuk bekerja.

Saya pribadi memilih waktu sebelum subuh, dan saat Hana dan Ayah sudah berangkat ke tempat aktivitas masing-masing, sebagai waktu produktif saya untuk bekerja.

Karena itu, saya usahakan untuk  menulis atau mengumpulkan referensi sebelum subuh. Plus, berusaha mengatur waktu agar pekerjaan rumah sudah selesai begitu Hana dan Ayah berangkat.


#3. Ketahui hal-hal penghambat produktivitas

Ya, seperti yang saya ceritakan pada post "Penghambat Produktivitas Ibu" (link telah tersedia pada paragraf 6), ada banyak hal yang bisa menghambat kerja ibu.

Kalau bagi saya, koneksi data sering menjadi penghambat produktivitas terbesar. Jadi, saya tandai jam berapa saja biasanya koneksi lelet. Lalu pilih pekerjaan yang tidak menggunakan koneksi data di jam-jam tersebut.

#4. Note dan aplikasi produktivitas

Dulu saya memakai Google Keep, To Do Ist, dan Timeline untuk menyimpan referensi tulisan, catatan kecil, juga mapping waktu.

Tapi sekarang saya hanya menggunakan buku biasa untuk menulis to do list, kebutuhan rumah tangga yang harus dibeli, atau janji-janji dan ide-ide pengembangan usaha kecil saya.

Saya pindah ke cara konvensional dengan pertimbangan, saat handphone kehabisan baterai, bagaimana saya hendak update to do list kan?

Masih ada dua aplikasi yang saya pakai, tapi berfungsi untuk menyimpan referensi. Dan saya memilih aplikasi yang dapat disinkronkan dengan komputer. Sehingga saat baterai handphone habis, saya bisa tetap mengakses file dari komputer.

Aplikasi produktivitas lain yang saya gunakan adalah Pomodoro. Aplikasi yang berfungsi untuk mengontrol fokus kita pada satu pekerjaan.



#5. Miliki tempat khusus untuk bekerja


Saya dulu suka menulis di karpet depan TV. Tapi ternyata hal itu tidak efektif. Disana saya malah sering tergoda dengan cemilan yang nongkrong cantik di dedepan mata. 😀 Karena tidak ada meja, ngetiknya pun harus sambil tiduran.

Selain cepat lelah, kerja di depan TV juga memaksa saya harus bolak-balik berdiri mengambil keperluan bekerja, seperti charger, buku tulis, referensi dan lain sebagainya.

Jadi, akhirnya saya minta dibuatkan meja, dan memilih untuk bekerja dari kamar belakang. Cara ini ternyata membuat saya mampu lebih berkonsentrasi.

Kalau kata ahli produktivitas sih, ruang kerja di rumah sebaiknya juga dibuat tertutup dan mencegah kita dari melihat pekerjaan rumah tangga. Menurut mereka, pekerjaan rumah tangga bisa mengganggu konsentrasi kerja para ibu.

#6. Buat jadwal main dengan anak

Bekerja dari rumah memang lebih mudah untuk menentukan waktu bekerja. Tapi tidak ketika si kecil di rumah merasa diabaikan. Karena itu saya membuat kesepakatan kapan saya sebaiknya ngobrol dan bermain dengan Hana.

Dengan cara ini, Alhamdulillah, Hana tidak lagi komplain. Bonusnya, Hana pun jadi lebih belajar mandiri memenuhi kebutuhannya.



#7. Punya cara untuk menghadiahi diri sendiri


Biar selalu semangat, sesekali berilah diri sendiri hadiah. Kita sudah kerja keras bukan? Tidak ada salahnya berisitirahat sejenak; nonton drakor, stalking akun gosip, sesekali ngumpul bareng teman komunitas, atau apalah. Tidak perlu merasa bersalah; we deserve it!



#8. Badan dan pikiran yang sehat


Tahukah Bu-ibu, mengatur waktu itu butuh kesehatan pikiran dan badan. Kesehatan pikiran agar kita terbiasa fokus, mengatasi stres yang sering datang tanpa permisi, juga menjernihkan pikiran karena banyaknya pekerjaan.

Mengatur waktu juga butuh badan yang sehat. Nggak mungkin kan memenuhi setiap jadwal kalau tubuh sedang lelah? Jadi, olahraga-lah! Pilih makanan yang sehat!

Olahraga tidak hanya membantu kita untuk lebih sehat, tapi juga membantu tetap produktif. Bukan rahasia lagi, perdaran darah yang lancar akan lebih menguatkan daya pikir kita.

Kerja dari rumah sering memaksa kita duduk lebih lama. Karena itu sempatkan untuk bergerak 30 menit. Saya nggak mau pakai kata "meski" disini; usahakan dan sempatkan diri berolahraga. Percaya deh, Bu-ibu akan merasakan manfaatnya segera.





Itulah 8 hal yang selama ini telah membantu saya untuk dapat mengatur waktu dan bekerja dari rumah sebaik mungkin. Bagaimana dengan Ibu-ibu yang juga kerja dari rumah; punyakah cara lain untuk bisa membantumu menjadi lebih produktif?


Thankyou for dropping by, see you at another #produktivitas post. Rahayu at rahayupawitri@gmail.com


You May Also Like

6 komentar

  1. Emang masalahnya ada di anak ya, haha. Kadang udah nangkring depan laptop buat kerja, eh anak minta yutuban. Hmm. Harus pandai mengaatur jadwal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau itu mah tanda beli laptop baru mbak wkwkkkk

      Delete
  2. Mbak Wut masalah waktu disiplin banget dan terencana..
    Jadi banyak belajar dari artikel mbk Wit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih tepatnya, diusahakan selalu disiplin, mbak. Tuntutan ATM #eh
      ha ha ha

      Delete
  3. Mbak Wiwit yang anaknya udah besar aja masih kerepotan ya.. Aku kadang berhari-hari nggak nulis karena tiap mau nulis, adaaaa aja ulah Aga.

    Baru mau ngadep komputer, dia minta nonton film di komputer juga. Buka laptop, dia pindah pengen nonton di laptop. Gituuuu aja terus.

    Misal udah bisa nulis pun, ada aja selingannya. Yang minta maem lah, yang minta digambarkan power rangers lah, yang mau pup lah.. macem-macem..

    Pengen bisa nulis malam, tapi saya ngga betah begadang. Pengen nulis pagi, tapi bangunnya suka kesiangan. Duuuh, curcolnya jadi kepanjangan.. 😁

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.