Menu Sarapan Pagi Tidak Bergizi Seimbang, Ternyata Berpotensi Menurunkan Penghasilan 20%

by - 3/04/2018



Bu-ibu, besok sudah hari Senin, nih. Sudah menyusun menu untuk seminggu? Jangan lupa, menu sarpaannya pilih yang bergizi seimbang, ya Bu. Lengkapi menu karbohidratnya dengan protein, sayur, juga buah.

Sebab, menurut ibu Maidi Oktariana, Asisten Deputi Kementrian koordinator Pembangunana Manusia dan Kebudayaan RI untuk urusan Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, dan Kesehatan Lingkungan, tidak sarapan dengan gizi seimbang ternyata berpotensi menurunkan penghasilan sebesar 20%.

Gizi yang tidak seimbang dapat menyebabkan ketahanan tubuh, dan jika terjadi pada anak-anak, mengurangi potensi tumbuh kembang yang maksimal.

Karena itu, ibu-ibu, usahakan ya, menu sarapannya bergizi seimbang. Nggak perlu pilih menu yang ribet, pilih menu sederhana saja, yang penting gizinya seimbang.

Kampanye Ayo Bangun Indonesia kedua oleh Nestle


Kampanye Ayo Bangun Indonesia merupakan kampanye kedua yang digelar Nestle dalam rangka memperingati pekan sarapan nasional atau pesan 2018 pekan sarapan nasional biasanya diperingati setiap tanggal 14 sampai 20 Februari.

Kampanye yang diluncurkan pertama kali pada tahun 2017 ini, merupakan bentuk komitmen Nestle untuk mengajak masyarakat Indonesia menerapkan perilaku sarapan sehat, gizi seimbang, dan gaya hidup aktif.

Seperti yang disampaikan dalam sambutan Direktur Utama Bapak Dharnesh Gordhon, sarapan yang bergizi seimbang merupakan modal utama untuk memulai aktivitas setiap hari. Ini karena sarapan sebetulnya merupakan pemenuhan ¼ kebutuhan makan kita.

Sambutan dan acara bincang santai di Launching Ayo Bangun Indonesia kedua
bersama Nestle, Meisya Siregar, dan Prof. Hardinsyah 

Kesadaran akan gizi di Indonesia memang belum baik, namun menurut Ibu Maidi, arah perkembangan akan kesadaran gizi kini semakin meningkat. Dan anjuran gizi seimbang, juga perlu diikuti dengan kebiasaan untuk lebih aktif bergerak.

Dengan alasan inilah, kampanye Ayo Bangun Indonesia kedua ini dilaksanakan bersamaan dengan acara Car Free Day, tepatnya pada tanggal 4 Maret 2018, bertempat di halaman parkir Gedung Sarinah Thamrin.

Dalam acara ini, para pengunjung CFD diberikan tiga contoh sarapan yang bergizi seimbang, yaitu nasi goreng, sandwhich isi sayur, serta sereal. Ketiga contoh sarapan gizi seimbang tersebut, ditempatkan dalam sebuah wadah praktis, Nestle Breakfast Box, yang juga bisa digunakan untuk membawa bekal sarapan.

Dengan memberikan tiga contoh sarapan tersebut, Nestle berharap agar kita tidak lagi menganggap jika sarapan adalah sebuah beban, terlebih bagi para orangtua.

Para orangtua memang menjadi sasaran utama dalam kampanye ini. Karena, Bapak Hendra Jamal Msi, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Kesehatan dan Kesejahteraan, menyediakan sarapan bergizi seimbang untuk anak, sebetulnya termasuk pemenuhan atas hak anak.

Cara mudah menyusun menu sarapan pagi dengan gizi seimbang

Penyerahan secara simbolik
 Nestle Breakfast Box kepada duta Nestle Meisya Siregar
dan E-book Mitos dan Fakta Sarapan dari Pergizi kepada Nestle

Bagi kebanyakan orang (termasuk), menyusun menu sarapan yang bergizi seimbang itu ribet. Udah gitu, belum tentu juga anak-anak mau menghabiskan bukan? Apalagi kalau mereka bangunnya telat, udah, deh, .... End!

Seperti data yang diperoleh pada tahun 2012, jika 17-59% siswa sekolah dan remaja, tidak biasa sarapan. Begitu juga dengan 30,2 % wanita dewasa (yang masuk kategori ini ayo, ✋ he he he). Sementara 45% anak sekolah yang sarapan tidak sesuai dengan kebutuhan gizi, dan 70%-nya tidak mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral (langsung ingat nasi uduk 😀). Parahnya lagi, 90% -nya malah belum memenuhi kebutuhan sarapan. **

Karena alasan diataslah, pemerintah kemudian mencanangkan Pekan Sarapan Sehat (PESAN) sejak 5 tahun yang lalu. Tentu saja, tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama pada anak-anak, yang merupakan generasi penerus bangsa.

Menurut Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, ketua PERGIZI PANGAN, memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah

  • Meningkatkan kecerdasan dan konsentrasi anak
  • Menanamkan kebiasaan disiplin (bangun lebih pagi dan tepat waktu agar bisa sarapan)
  • Mempertahankan status gizi normal
  • Menurunkan resiko penyakit tidak menular, seperti diabetes, jantung, dan stroke
Eh bener lho, tidak sarapan memang bisa meningkatkan resiko penyakit tidak menular. Misalnya nih, karena tidak sarapan siangnya jadi makan banyak, lupa ini itu. Pas siang ketemu sama nasi, langsung habus tiga piring. Makan tanpa dikontrol kan bisa menumpuk resiko diabetes, kan?

Selain bisa meningkatkan resiko penyakit tidak menular, tidak sarapan juga bisa berakibat :
  • Tubuh cepat lelah
  • Produktivitas terganggu
  • Tubuh terasa tidak berenergi
  • Susah konsentrasi 
  • Meningkatkan resiko naiknya berat badan
Agar manfaat sarapan dapat dirasakan maksimal, Prof. Hardinsyah menyarankan agar kita berpedoman pada aturan 6J berikut ini:

#1. Jenis makanan dan minuman saat sarapan

Sarapan yang bergizi seimbang memenuhi karbohidrat, protein (lauk-pauk), sayur, buah, dan minuman. Minuman dapat berupa air putih, susu, kopi, teh dan jus. 

#2. Jumlah sarapan

Jumlah sarapan yang baik memenhi sekitar ¼ kebutuhan makanan harian. Jadi kalau kebutuhan harian 1500 kalori, paling tidak 375 kalori sebaiknya terpenuhi pada saat sarapan. 

#3. Jadwal sarapan

Sarapan terbaik dilakukan dalam jangka dua jam setelah bangun tidur, dan akan lebih baik sebelum jam 9 pagi. Diperkirakan pada jam-jam tersebut, tubuh masih menyimpan cadangan makanan saat malam hari. 

#4. Jurus mengolah

Indonesia kaya akan beragam cara mengolah makanan, baik di kukus, digoreng, dibakar, atau direbus. Untuk mengolah sarapan disarankan memilih cara mengolah yang tidak terlalu rumit dan hemat waktu. 

Selain agar kandungan gizi pada makanan tidak hilang, memilih menu sarapan praktis juga mendorong kita tidak meninggalkan sarapan bukan? Misalkan dengan memilih menu seperti yang dicontohkan Nestle. 

Kita juga dapatmendapat inspirasi sarapan lebih banyak di situs Sahabat Nestle. Oya, nggak cuma resep lho, yang ada di situs ini, tapi artikel, dan tipps seputar sarapan dengan gizi seimbang juga bisa kita peroleh disini. Jadi, ayo gabung di situs Sahabat Nestle untuk mendapat lebih banyak resep sarapan praktis dengan menu gizi yang seimbang. 

#5. Jurus menyiapkan

Jika mungkin, siapkan sarapan dengan menarik agar menggugah selera. Misalkan dengan menvariasikan makanan atau memilih menu makanan dengan aneka warna. 

#6. Jurus mengkonsumsi

Agar manfaat sarapan terasa, sarapan sebaiknya tidak dikonsumsi dengan tergesa-gesa; sambil berjalan, nyetir mobil, atau malah sambil berlari ngejar TJ. 😀

Selain meluncurkan Nestle Breakfast Box, acara kemarin juga dimeriahkan dengan peluncuran buku dan bincang sarapan sehat dengan Meisya Siregar. 

Buku yang dimaksud adalah buku "Mitos dan Fakta Seputar Sarapan" yang disusun oleh PERGIZI PANGAN bekerja sama dengan Nestle Indonesia Buku ini bisa kita unduh gratis di situs sahabatnestle.co.id, lho.

E-book Mitos dan Fakta Sarapan yang dapat diunduh
di sahabatnestle.co.id mulai tanggal 7 Maret 2018


Sementara di sesi bincang santai, Meisya Siregar bercerita bagaimana menyiapkan menu sarapan untuk 3 anaknya yang memiliki selera berbeda-beda.

Meisya memilih menu-menu yang sederhana, seperti sereal, sandwhich, atau menu yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit memasak. Tidak lupa, Meisya sering mencari ide di situs sahabatnestle.co.id plus menyediakan stok sarapan cepat saji untuk berjaga-jaga jika terlambat bangun. 


Oya, di sesi tanya jawab, ada beberapa pertanyaan untuk Prof. Hardinsyah dan Meisya Siregar, yang sepertinya dapat kita terapkan dalam keseharian kita.

#1. Sarapan untuk orang yang memiliki masalah pencernaan

Beberapa orang sering merasa sakit perut jika sarapa di pagi hari. Menurut Prof. Hardinsyah, kondisi ini banyak terjadi pada orang yang menderita maag.

Karena itu Prof. Hardinsyah menyarankan untuk minum air putih setelah abngun tidur utnuk menetralkan keasaman lambung. Ikuti dengan mengkonsumsi buah yang lembut, baru kemudian mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan protein.

Hindari untuk mengkonsumsi susu, teh, atau kopi manis terlebih dahulu.

#2. Mengatasi anak yang tidak mau sarapan

  • Ajari anak mengatur waktu agar disiplin bangun pagi
  • Gunakan cerita mengapa kita harus sarapan

#3. Trik membuat sarapan nasi uduk lebih bergizi

  • Siapkan lauk praktis tambahan misal nuget, telor ceplok
  • lengkapi dengan buah yang mudah di bawa seperti pisang, jeruk, anggur, atau apel.
Selain membuat sarapan lebih bergizi, buah juga akan menetralisir dampak buruk dari gorengan yang kita konsumsi.

Jadi yuk, kita buat sarapan pagi keluarga kita lebih bergizi seimbang. Jangan lupa, gabung dengan Sahabat Nestle untuk dapat ide sarapan yang menarik dan praktis.


**Referensi tulisan dari Release Press "Ayo Bangun Indonesia Melalui Sarapan Sehat"




You May Also Like

1 komentar

  1. Sarapan emang penting banget dalam sehari-hari saya dan keluarga. Apalgi sarapan yang bergizi, supaya gak lemes seharian beraktivitas.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.