4 Tips Mudik Tanpa Bawa Banyak Gembolan

by - 6/18/2017



Si Dady melongo ketika melihat saya mengeluarkan semua baju harian Pricess kecil dari dalam lemari.
"Emang mau dibawa semua itu?" begitu tanyanya. Belum sempat saya jawab, terdengar teriakan Princess, "Ibu.... aku pakai baju apa? Kosong ni lemari, nggak ada baju...!" 😀

Ya, saya pikir karena si kecil memang tidak ada baju cadangan di kampung halaman, jadi ya, lebih baik saya bawa semua. Nggak bingung nanti disana.

Tapi saat dengar teriakan Princess tadi, saya jadi ingat kalau di tahun lalu saya juga bersikap demikian, dan ternyata malah ada banyak baju yang nggak sempat kepake. Pulang-pergi, si baju masih terlipat rapi 😊.

Akibatnya, gembolan saat mudik kemarin buanyak banget ... koper, tas kompi, tas bekel Hana, juga tas oleh-oleh. Padahal kami kan cuma bertigah. 😑

So tahun ini saya nggak mau lagi banyak gembolan, yang praktis-praktis aja. Jadi inilah yang saya lakukan agar mudik tahun ini tidak "kelebihan beban".

Tips mudik tanpa beban berlebih

Tips mudik #1. Buat daftar acara selama pulkam


Iya, daftar acara selama dikampung mau kemana aja; sholat hari raya, silahturahmi mau kemana aja, pengen maen kemana, dan seterusnya. 

Buat apa? Biar baju yang dibawa nggak berlebih. Apa iya, selemari harus diangkut semua? Enggak kan? 

Tips mudik #2. Buat daftar barang dan baju apa aja yang hendak dibawa


Nah, kalau sudah tahu acara di kampung halaman, kan tinggal pilih baju yang mau dibawa. Saran saya si, kalau bisa yang mudah dipadu padan. Untuk baju anak, pilih yang simpel dan nggak terlalu ngribetin gerak anak. Dan tentu, bisa juga dipadu-padankan baju yang satu dengna yang lain. 

Membuat daftar barang yang dibawa juga mencegah kita lupa dari barang-barang yang memang kita butuhkan. Jangan lupa, bawa juga daftar barang ini saat mudik. Jadi, pas siap balik nanti nggak ada barang yang ketinggalan. 

Tips mudik #3. Pindahkan file penting ke cloud server


Buat kamu yang senasib dengan saya, jangan lupa juga pindahkan file-file penting ke cloud server atau notes online lainnya. Daripada bawa buku planning content, catetan kerjaan, data base, dan pernik-pernik lain yang penting, saya manfaatkan kalender di kompi, Google drive dan juga Google keep. 

Tips mudik #4. Smart packing


Packing yang paling ngrepotin itu, packing baju dalam anak, toiletris, juga aneka pernik gadget seperti charger, kabel data, wifi, atau flash disk. 

Untuk baju dalam si kecil, saya pilih memasukkannya ke setiap baju yang dibawa. Selain mencegah bawa baju berlebih, packing model gini bikin koper lebih rapi. 

Baju saya? He he he saya mudik biasanya cuma bawa selembar baju di koper dan baju yang nempel di badan. Kok bisa? Bisa dong, nanti saya ceritain di post yang lain ya...

Masukkan juga toiletris dan pernik-pernik lain ke sealable plastik, tas mungil, pouch atau apa aja yang bisa ditutup rapi. Jangan lupa masukkan catetan juga, biar nanti pas pulang nggak ketinggalan ya. 

Alhamdulillah, dengan 4 cara diatas, koper saya bisa berkurang 1 biji. Sebetulnya dua si, tapi berhubung yang satu itu koper punya si Princess, dan berisi semua pernak-pernik yang mau (dan harus dibawa), yo wis, nggak bisa ditawar lagi. Terpaksa dibawa.

Semoga tips saya bisa membantu, ya. Selamat mudik, semoga selamat sampai ditujuan, dan sehat terus sampai nanti kembali ke tanah rantau. See you, salam hangat saya untuk keluarga Anda. 

Oya, jangan lupa kalau pengen ngobrol tentang parenting, content writing, jasa penulisan lainnya bisa kontak WA/ tele di 0821 1271 5376. 😊



You May Also Like

4 komentar

  1. Ya Allah mbak.. mudik masih sempet mikir kerjaan? kalau aku yang jadi njenengan, mudik is liburan. No more handle a job, bawa laptop itu berat. Tapi kalau nggak dibawa juga kepikiran. Weleh ribetnya hidup di jaman seperti ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yach, itulah repotnya jadi freelancer. Tapi Alhamdulillah, aku suka kerjaanku ini, jadi mau libur atau enggak asik wae lah.

      Delete
  2. kl org dewasa bs bawa dikit... tp anak2 rada susah jg ya dibilangin dan memang kebutuhan mereka banyak (bukan pakaiannya tapi yg lain).

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, mulai dari mainan sampe cemilan. tp ya kadang butuh juga, biar nggak bosen juga si di jalan he he he

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.