3 Persiapan Masuk Sekolah Dasar Islam Terpadu, yang Sebaiknya Anak Sudah Miliki

by - 3/26/2017

persiapan_masuk_sdit


Semalam Hana lagi-lagi merengek, kebingungan tidak bisa membaca huruf Arab dalam buku pelajaran bahasa Arab.

Gara-garanya, kosakata yang digunakan disana menggunakan huruf mati dan tawjid yang belum ia paham benar.

Saya pikir ini salah saya juga kenapa dulu tidak memasukkan Hana ke pendidikan TPA atau kelompok-kelompok pengajian lain agar ia lebih terampil membaca huruf Arab. Akhirnya gini deh, giliran masuk SDIT, Hana masih sering kebingunangan membaca tulisan Arab.

Hal yang sebaiknya dikuasai anak sebelum masuk SDIT


Setelah hana masuk sekolah selama beberapa bulan ini, saya sadar, jika ingin memasukkan anak ke Sekolah Dasar Islam Terpadu, agar lebih mudah, memang sebaiknya anak menguasi 3 hal utama berikut ini

1. Membaca


Materi di sekolah Hana menggunakan tematik, dan tidak terlalu banyak menggunakan text book seperti kurikulum-kurikulum sebelumnya. Isi buku pelajarannya pun nggak begitu banyak tulisan. Mencatat materi pelajaran pun biasanya juga tidak banyak.

Hanya saja, karena di SDIT biasanya ada pelajaran hapalan, atau bahasa asing lain, kemampuan membaca tentu akan sangat membantu anak di sekolahnya.
Alhamdulillah di sekolah Hana si ada pelajaran tambahan untuk yang belum lancar membaca. 

Tapi menurut saya, jika anak sudah mampu membaca, hal ini akan lebih nyaman dan memudahkan anak untuk mengikuti pelajaran. 

Jadi, bila saat ini sudah berniat memasukkan si kecil ke SDIT, sementara kemampuan membacanya masih kurang, coba tanya ke sekolahnya terlebih dahulu, apakah nanti akan ada bantuan dari sekolah untuk meningkatkan kemampuan membacanya tersebut. 

Oiya, yang saya maksud dengan kemampuan membaca tidak hanya melafalkan rangkaian kata ya, tapi juga memahami apa yang dimaksudkan dalam bacaan.

2. Mengaji/ mengenal dan mampu membaca huruf Arab


Begitu masuk sekolah, Hana sudah mulai diwajibkan menghapal juz'amma. Tidak ada standar khusus, kapan anak harus selesai menghapal surah pendek. Hanya, namanya anak-anak, kompetisi mulai muncul saat teman-temannya sudah mampu menghapal beberapa surah, sementara ia hanya beberapa saja.

Meskipun sudah mampu membaca Iqra 3, tapi membaca rangkaian huruf arab yang panjang masih sedikit sulit untuk Hana. 

Jadi, kalau memang sudah niat memasukkan anak ke SDIT, mempersiapkan anak mengenal dan membaca huruf Arab termasuk persiapan yang tak kalah pentingnya.

Artikel terkait: Akhirnya, Anakku Mau Ngaji Juga

3. Lulus toilet training


Rata-rata jam belajar di SDIT itu full time, dari pagi samapai siang. Akan sangat merepotkan jika anak belum lulus training. Kasihan atuh gurunya kalau masih harus membantu muridnya ke akamar mandi kan?

Iya, si mereka sudah dipersiapkan untuk hal itu, tapi tetep, ngajar aja udah capek lho, masak kita musti tambahin lagi dengan pernak-pernik seperti itu kan? 

So, mumpung masih ada waktu, mantapkan hati untuk melatih agar mampu mememnuhi kebutuhan pribadinya sendiri. Oke?


Oya, saya ada catatan lain ni. Ketiga persiapan diatas itu memang sepertinya mudah dan sepele, tapi pada prakteknya, it can drive you crazy

Butuh kesabaran lebih dari kesabaran kamu nungguin episode lanjutan ongoing drama. 😂😂😂 Rasanya antara baper, kesel, sebel, dan ...el ...el lainnya. Jadi, siapkan hati. Kalau udah kesel take a break dulu, jangan sampai malah jadi ngomel-ngomel panjang pendek sama anak. Okay? 

You May Also Like

2 komentar

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.