Tia Marty, Penulis Buku dengan Banyak Karya

by - 8/13/2016



Suatu siang di atas KRL

"Lagi sibuk apa mbak sekarang?"
"Aku lagi ngikut kelas script mbak Rahmawati, tapi kayane aku mau mundur aja mbak."
"Lho, napa?"
"Ngga kuat, mati ide mlulu."

Begitulah obrolan sekilas saya dengan mbak Tya. 

Usai pertemuan itu, lama... Sekali saya tidak lagi bertemu mbak tya. Sampai beberapa hari lalu ketika blog walking di beberapa teman komunitas Blogger Perempuan, saya akhirnya tahu, bila mbak Tya kini malah berprofesi sebagai penulis skenario lepas. 

Tia Marty, penulis buku, skenario, dan blogger


Dua tahun mencoba banyak genre kepenulisan, bagi saya ni, genre fiksi adalah genre yang paling sulit. Pada genre ini, bisa jadi saya hanya sebatas penikmat saja. Karena itu, kalau ada teman yang bisa menulis buku, apalagi hingga menjadi sebuah novel atau malah skenario film, wah ... daebak!

Karena itu waktu baca ulasan teman-teman bila beberapa film komedi situasi yang tayang di TV adalah hasil karya mbak Tia, wah ... saya jadi kagum padanya.

Foto kiriman Tia (@tiamartyalzahira) pada

Waktu itu memang sempat heran saat melihat time line mbak Tya, yang woro-woro sitkom Sekolah Internasional dan Bro and Bry. Saya berpikir mungkin mbak Tya pernah menghadiri event launchingnya sehingga ia pun bertugas untuk mempromosikan sitkom itu juga. Nggak tahunya .... he  he he

Oya, mbak Tia tu nggak hanya gape di dunia online lho. Kakak yang pendiam ini, kiprah usahanya juga banyak. Mulai dari berjualan pulsa sampai jus dan baju. Komplit kan?

Tentang tiamarty.com


Saya kenal mbak Tia sejak sekitar tiga tahun yang lalu. Saat itu kami bersama datang ke acara penyerahan hadiah salah satu produk untuk ibu hamil. Sejak saat itu kami kemudian bertemu beberapa kali. Tapi ada yang satu yang saya heran, saya tidak pernah bisa menemukan tulisan blog mbak Tia, secara Beliau kan eksis banget di banyak event plus punya tugas sebagai koordinator IIDN Jabodetabek.

Hingga saat bertemu di acara HUT NOVA setahun yang lalu, mbak Tia bercerita bila ia ingin memulai lagi membangun blog-nya. Tentu saja saya dan mbak Suci (Risalah Husna), mendukung penuh keinginan Mbak Tia.

Tapi lagi-lagi, mbak Tia seolah kembali menghilang. Jangankan sempat mampir di blog mbak Tia, alamat blog-nya saja saya nggak tahu he he he.

Dan kini ketika kami satu kelompok dalam arisan link, dan mbak Tia menjadi pemenang, akhirnya saya berkesempatan untuk ngulik blog mbak Tia, tiamarty.com

Tampilan blog Tia ternyata masih sangat sederhana, sesederhana pemiliknya, yang lebih memilih banyak menulis dibanding mempercantik blog-nya he he he. Maklumlah, mbak tia kan masih harus berjibaku dengan tugas-tugas kuliah dan jadwal menulis bukunya.

Tapi ni ..., andai saja mbak Tia bersedia meluangkan waktu sedikit.... saja untuk memberi tambahan akun media sosial, halaman/ kategori blogpost di bawah header, juga portofolio Beliau, pasti lebih ajib. Siapa tahu ada produser besar yang mampir dan menawari membuat script film, kan ajib tu ...

Pengen kenal lebih jauh dengan mbak Tia?  Kepoin aja aku media sosialnya

Twitter: @tia_alzahira
Facebook: tia.alzahira
Instagram: @tiamartyalzahira


You May Also Like

16 komentar

  1. wah daebak.. saran-saran dari Mbak Wiwit selalu pas dan transparan tapi membangun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ha ha ha.... tadiya aku heran, kenapa ada kata "daebak", rupanya aku duluan yang pakai hi hi hi.

      Alhamdulillah kalau sarannya dianggap seperti itu. Matur nuwun. Mbak rani pasti jadi yang nomer satu ni

      Delete
  2. Tulisan fiksi kita kalo sampe berbuah karya wuahhhh daebk bangeeet wes, Mba Tia ini menginspirasi bangeeet :D

    Mudahan suatu saat bisa bersilaturahmi langsung ya dengannya :)

    ReplyDelete
  3. Ternyata mbak Rahayu dan mbak Tia sudah lama kenal ya? Itulah uniknya ikut komunitas, selain bisa menambah teman baru, bisa juga menyatukan lagi teman lama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mbak. Semoga nggak ada yang sebel, "elo lagi, elo lagi" ha ha ha

      Delete
  4. Ajib banget nih sarannya Mbak hihi
    Makasih yooo

    ReplyDelete
  5. Mbak Tia itu diam- diam menghanyutkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya. kalau ketemu tu juga gitu, dieeemmm aja. Tapi kalo sudah di gongin, wa...cerita ga ada habisnya. Dan biasanya yg diceritain pasti seputar ... FLP ha ha ha

      Delete
  6. Kalo inget pertemuan kita di Kudo rasanya pengen ngakak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagian yang mana, yang mau pingsan di busway he he he

      Delete
  7. Waah baru tau, kalau mbak Tia jualan juga...keren... masih masih aja sempet ini itu, tapi juga menghasilkan karya yang dikenal banyak orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mbak. Mumpung masih single, jadi pengen banyak karya katanya ha ha ha (nglirik mbak tya)

      Delete
  8. iya jeung Tia, ditambahin atuh info akun medsos-nya ^_^

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.