Ketika Tanggal Tua Bikin Takut Buka Dompet ....

by - 5/21/2016


Assalamualaikum, ...

Kamu tahu nggak prends, kalo ada hari libur yang paling nggak disukai banyak orang? Iya, hari libur di tanggal tua. Pasalnya tanggal tua seringkali membuat kita nggak bisa ngapai-ngapain. Mau keluar dompet sudah tipis, di rumah seringkali malah BT, wah kacau deh!

Kalo buat saya pribadi, tanggal tua juga sering bikin keder; bikin takut buka dompet! Nggak tahu kenapa, setiap minggu-minggu terakhir tu, biasanya minyak goreng habis, air 2 galon kosong, beras tinggal 1 liter, dan toiletris menipis, dan ... kulkas pun kosong melompong, cuma isi sayur mentah buat esok hari.

Di bulan berikutnya, saya mencoba untuk belanja kebutuhan bulanan di minggu kedua. Pikir saya, agar bahan-bahan pokok diatas nggak perlu re-stok lagi saat hari-hari terakhir bulan berjalan.

Tapi entah, saya yang salah hitung atau bagaimana, tetep saja kalo nggak air galon dan gas habis barengan, kuota inet habis atau malah toiletris menipis satu persatu. Memang bisa beli ngecer si, tapi setelah dihitung-hitung tetep saja harganya tidak akan jauh berbeda.

Lebih baper lagi kalau tiba-tiba ada notif “You are inviteed to a blogger gathering.” Halah! Apalagi kalau topik event-nya tentang parenting dan pendidikan anak; pasti langsung galau tingkat dewa.

4 trik agar tak kawatir di tanggal tua

Manusia memang dilahirkan untuk beradaptasi; mencari solusi dari setiap masalah yang sedang dihadapi. Seperti kisah si Budi ni, ia pun nggak mau terus-terusan terpuruk di tanggal tua.

Begitu juga saya. Sebagai istri, ibu, dan blogger yang bertanggung jawab merawat blog (eh, apa hubunganya ya?), saya berusaha untuk mencari solusi dari kekacauan pengeluaran saya.

#1. Menggunakan aplikasi money management untuk mengatur keuangan

Ceritanya waktu itu dapat order nulis konten keuangan dengan tema bagaimana mengatur keuangan dengan mudah.

Ya, urusan atur-mengatur isi dompet dan ATM ini memang paling menyebalkan sebetulnya. Tapi justru harus dilakukan karena disitu kunci dari teraturnya pengeluaran bukan?

Nah, kendala mengatur keuangan biasanya terjadi karena malas mencatat. Alasannya biasanya ribet, musti bolak-balik buka buku atau notes yang mungkin jumlahnya ada beberapa buah. Jadi, saya berpikir jika ingin mengatur uang dengan mudah, maka musti ada satu aplikasi yang bisa mencover semua kebutuhan pencatatan.

Di jaman ini sangat wajar bila sebuah rumah tangga memiliki beberapa pos pemasukan; jadi menurut saya alangkah mudahnya bila ada cara untuk mencatat pemasukan sekaligus pengeluaran meski dengan kategori yang berbeda-beda.

rahayupawitri


Setelah mencoba beberapa aplikasi di Play Store, tapi akhirnya pilihan saya jatuh pada aplikasi Expense Manager. Alasannya sederhana saja sih, mudah digunakan dan setiap pengeluaran-pemasukan juga mudah dipisahkan. Plus, bisa di download dan di convert ke bentuk spread sheet jadi mudah untuk dibukukan.

Hari gini, sudah hal yang wajar jika kita tidak bisa pisah dari gadget kan? Jadi, sementara update status, juga bisa update catatan keuangan, simpel dan praktis kan?

#2. Memilih belanja online

Saya ni tipe orang yang mudah lapar mata. Masuk ke mini market pengen beli kopi, bisa jadi melebar shampo, cemilan, sampai stationery lucu atau tabloid. Apalagi kalau sedang ada promo dan diskon.

Jadi daripada lapar mata, saya memilih untuk belanja online saja. Selain hemat waktu, juga nggak tergoda dengan barang-barang yang sebenarnya tidak saya butuhkan.

Belanja online juga ada keuntungannya lho. Apalagi kalau kita belanja di e-commerce besar. Kita bisa membandingkan beberapa harga dari sebuah produk. Belum lagi adanya event-event diskon harian yang biasanya di tawarkan.

Selain menahan godaan belanja yang tidak perlu, belanja online memudahkan kita membandingkan harga
Agar lebih efektif dan nggak ketinggalan event diskon, saya biasanya langganan newsletter dari e-commerce langganan. Nggak lupa pasang aplikasinya juga di smartphone, jadi saat butuh barang tinggak klik, klik, barang pun diantar sampai depan pintu.

Keuntungan lain dari belanja online adalah kita bisa memanfaatkan tambahan diskon dari situs penyedia kupon diskon. Nah, jadi dobel kan hematnya?


#3. Pisahkan budget tabungan dan manfaatkan uang elektronik

Sering nggak sih, tergoda pakai budget tabungan atau dana cadangan untuk belanja? Kalau saya sih sering. Tapi setelah agak sadar dan melek sedikit dengan teori-teori keuangan, saya memilih untuk memanfaatkan maksimal uang elektronik, guna mengerem hobi belanja saya yang kadang keblabasan.

Untuk itulah, saat terima gaji, biasanya saya langsung potong 10-20% untuk tabungan. Kebetulan gaji saya ditransfer via Paypal, jadi lebih mudah bagi saya untuk menyisihkan budget yang satu ini, tanpa tergoda untuk ngotak-atik isinya lagi (biaya narik ke Indonesia mahal atuh prens).

Budget untuk jalan-jalan ke event blogger saya masukkan sebagian ke uang elektronik. Sementara budget untuk belanja online, saya pisahkan pada rekening yang ada fasilitas internet banking-nya.

Dengan cara ini, saya akan bisa menahan diri untuk tidak menambah belanjaan macam-macam. Kalau sampai kebablasan, mau nggak mau saya harus transfer via bank kan? Padahal saya paling malas kalau harus ke bank. Bisa-bisa biaya ke bank malah lebih mahal dari jumlah transferannya. Maklum emak, pergi kemana-mana pasti bawa buntut. Jadi ongkos transport pasti dobel kan? Belum kalau anak lapar, minta jajan di jalan. Wah, wassalam deh semua lembaran warna merah dan biru di dompet.

#4. Cari tambahan pemasukan

Istilah tanggal tua - tanggal muda, hanya muncul dari mereka yang frekuensi penghasilannya hanya 1x setiap bulan, Safir Senduk 
Yah begitulah. cara terakhir saya menyiasati agar tak takut buka dompet di tanggal tua, hunting job tambahan. Tapi hasil yang satu ini biasanya nggak pasti si, kadang ada, dan kadang enggak.

Jadi, kalau pas dapat biasanya saya masukin ke pos dana cadangan. Tahu sendirilah, saat ini harga barang-barang seringkali naik (dan lupa turun). Gula yang biasanya sekilo Rp13rb aja, sekarang sudah sampai Rp16rb. Kalau nggak ada stok cadangan, bisa-bisa nggak bayaran sekolah deh.

Nah, itulah cara saya agar tak takut buka dompet lagi di tanggal tua. Bagi saya, masalah keuangan tidak hanya masalah hidup dan bertahan di hari ini; tapi juga tanggung jawab saya sebagai istri. Bukankah bagaimana istri mengelola keuangan keluarga juga akan diperhitungkan kelak di hari akhir? Jadi, menurut saya, masalah menyiasati tanggal tua, tidak hanya masalah agar nyaman dan tenang di tanggal tua, tapi juga masalah amalan yang kelak harus dipertanggung jawabkan.

Wassalamualaikum.

You May Also Like

3 komentar

  1. 4 tipsnya menarik Mbak, terlebih aplikasi money manager. Kelihatannya mudah diaplikasikan. hasilnya tentu tergantung kedisiplinan kita. Tapi, tetap, itu solusi yang menarik

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, mbak. sekeren apapun rencana tanpa disiplin memang akan bablas juga. Matur nuwun sudah mampir ya, mbak

      Delete
  2. emang benar mbak , kalau udah tanggal tua , nggak berani buka dompet :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.