Ingin Mengoptimalkan Prestasi Anak di Masa Depan? Pilihlah Alur Pendidikan yang Mengembangkan Bakat dan Minatnya

by - 5/01/2016

Sampoernaschoolsystem_steamkurikulum_pendidikananak_prestasianak

Aku mau jadi penemu. Aku mau bikin robot Appo untuk bantu kerja ibu.

Itulah impian Hana yang sering ia ceritakan kepada saya, atau siapa saja yang bertanya kepadanya tentang cita-citanya.

Bermula dari ketertarikannya pada robot juga buku “Kartun Kimia” koleksi saya, ia mulai memiliki cita-cita untuk menjadi seorang penemu.

Bicara dengan Hana, sama arti bicara berdasarkan logika; menjelaskan apapun harus dengan logika, jika perlu malah menunjukkan fakta ilmiah.

Akan lebih mudah bagi saya melarangnya jajan makanan sembarang tempat dengan menunjukkan bentuk bakteri dan akibatnya ketika masuk ke tubuh, dibanding ngotot berkata “Itu bukan makanan sehat.”

Fakta alam semesta seperti bagaimana bumi berputar, mengapa ada siang-malam, bagaimana tanaman tumbuh atau cara hidup hewan adalah beberapa topik favoritnya.

Karena itulah ketika ia menceritakan cita-citanya, saya pun menyetujuinya. Sebisa mungkin saya mendukungnya dengan memberikan buku-buku fakta alam semesta,bahasan sains yang dikemas dalam bentuk dongeng, atau malah belajar mengamati tumbuhan dan hewan di belakang rumah.

Saya sadar apa yang saya lakukan baru sampai tahap memupuk cita-citanya; namun belum sampai pada tahap bagaimana cara meraih cita-cita yang Hana impikan.

Saya ingin Hana meraih cita-citanya sedini mungkin. Bukan, ini bukan sebuah ambisi karena nilai uang, prestis, atau semacamnya; tapi menurut saya, bila ia berkesempatan mewujudkan satu impiannya di usia yang muda, akan masih banyak kesempatan baginya untuk mewujudkan impian-impiannya yang lain.

Untuk itulah, ketika KEB diundang oleh Sampoerna Academy pada talk show “Memahami Pentingnya Alur Pendidikan yang Tepat untuk Mengoptimalkan Prestasi Anak di Masa Depan” saya pun langsung mendaftarkan diri.

Pentingnya memilih alur pendidikan yang tepat untuk masa depan anak

Sampoernaschoolsystem_steamkurikulum_pendidikananak_prestasianak

Ada dua nara sumber dalam talk show yang digelar pada 1 Maret 2016 kemarin; psikolog Ratih Ibrahim dan Dr. Marshall E. Schott, seorang ahli di bidang edukasi STEM.

Menurut psikolog Ratih Ibrahim, idealnya pendidikan anak direncanakan sejak dini, bahkan sejak merencanakan untuk berkeluarga. Dengan merencanakan sejak dini, orangtua akan lebih mudah menentukan pola pengasuhan yang ingin mereka terapkan, apa saja yang akan dilakukan untuk mendorong anak menuju cita-citanya, dan yang tak kalah pentingnya; bagaimana mempersiapkan biaya untuk pendidikan mereka kelak.

Masih menurut Ratih Ibrahim, ada banyak faktor yang harus orangtua pertimbangkan saat merencanakan pendidikan anak, salah satunya adalah memilih pendidikan berkualitas yang mampu mengakomodasi kemampuan dan bakat anak, serta sesuai dengan karakteristik dan daya kembang setiap anak.

Kejelian orangtua dalam mengidentifikasi potensi anak dan melakukan perencanaan alur pendidikan yang tepat, memegang peranan penting untuk memastikan prestasi dan menjamin kesuksesan anak kelak, Ratih Ibrahim

Dan sebagai praktisioner pendidikan global, Dr. Marshall Schoot menambahkan bahwa saat ini dunia sedang menghadapi permasalahan dengan pendidikan anak. Bahwa sebenarnya kita tidak benar-benar menyiapkan anak untuk menghadapi tantanga global.

Data dari World Bank menyebutkan 84% dari tenaga ahli di bidang manufakturing mengalami kesulitan saat harus mengisi posisi managerial, sementara 69% dilaporkan kurang memiliki ketrampilan kerja yang baik.

Penelitian dari McKinsey Global Institute memprediksi, di tahun 2030, Indonesia bisa menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke-7 di dunia, bahkan mampu melampaui Jerman dan Inggris. Tapi dengan catatan, Indonesia harus memiliki 113 juta generasi muda dengan kemampuan memadai.

Sampoernaschoolsystem_steamkurikulum_pendidikananak_prestasianak
Coba baca dengan teliti, dan kita akan tahu kenapa Indonesia pada akhirnya sering mengimpor teknisi 


Indonesia butuh setidaknya 175 ribu teknisi setiap tahun untuk mencapai cita-cita tersebut. Sementara saat ini, kita hanya mencetak 42 ribu teknisi setiap tahun. Belum lagi bila bicara kualitas, hmm ... Besar sekali ya, PR kita.

Bagaimana merencanakan alur pendidikan yang tepat untuk anak

Setiap orangtua pasti ingin anaknya sukses. Dan ada dua kunci utama yang akan menghantarkan anak pada kesuksesan, yaitu kepengasuhan dan pendidikan.

4 kompetensi dasar yang setiap anak harus miliki untuk mendukung kesuksesannya


#1. Kepengasuhan atau parenting

Seperti telah diungkapkan diatas, gaya kepengasuhan kita adalah awal mula bagi kesuksesan anak.

Kesuksesan anak didukung oleh 4 kompetensi dasar, yaitu ketrampilan sosial, bahasa, ketrampilan kognitif, kemampuan memecahan masalah, dan atitude yang baik.

Dan gaya kepengasuhan yang kita pilih haruslah mampu mendukung keempat kompetensi dasar tersebut untuk berkembang dengan baik.

#2. Memilihkan pendidikan yang tepat

Bicara tentang pendidikan anak sebenarnyalah tidak hanya bicara tentang sekolah. Saat ini orangtua harus mampu memahami tujuan dari pendidikan dalam konteks yang lebih luas. Memandang konsep sebagai satu kesatuan yang utuh, tidak hanya terbatas pada kata “sekolah”

Pendidikan yang tepat untuk anak adalah pendidikan yang mampu mengembangkan anak secara utuh, dan dengan alur pendidikan yang jelas dari pendidikan usia dini hingga pendidikan tinggi kelak.

Langkah menentukan alur pendidikan yang tepat untuk anak

Alur pendidikan yang tepat harus mampu mengembangkan anak secara utuh. Karena itu untuk menentukan alur pendidikan yang tepat, langkah pertama yang harus orangtua pilih adalah mengenal bakat dan minat anak. 

Berikan stimulasi dan kesempatan untuk anak untuk mengeksplorasi dunia disekitarnya. Kita dapat bermain, membawa mereka jalan-jalan ke pelbagai tempat untuk memperluas wawasan dan mengenalkan banyak profesi.

Langkah kedua adalah memilih sekolah yang tepat untuk anak. Sekolah yang bagus dan tepat untuk anak, bukanlah sekolah yang sekedar lengkap sarana dan prasarananya saja; namun sekolah tersebut harus mampu mengakomodasi minat dan bakat anak, menerapkan alur pendidikan yang akan menghantar anak mencapai tujuannya, dan berwawasan global.

Kurikulum yang digunakan juga harus mampu membantu anak untuk memecahkan pelbagai permasalahan yang kelak akan dihadapinya sekaligus sesuai dengan kualifikasi secara akademis.

4 macam kurikulum di Indonesia

Di Indonesia sendiri ada empat macam kurikulum, yaitu

#1. Cambridge, yang menekankan pada spesialisasi dan penelitian ilmiah.

#2. International Baccalaureate, menekankan pada pengembangan akademis dan personal.

#3. Kurikulum Dinas Pendidikan, yang menekankan pada aspek spiritual, dan pengembangan diri.

#4. Kurikulum Amerika, yang menekankan pada aspek pengetahuan, kognitif, dan pengembangan sosial anak (Science, Technology, Engineering, Art, and Math/ STEAM).

Sampoerna School System, contoh sekolah dengan alur pendidikan dasar hingga perguruan tinggi

Pic. Source: Sampoerna Academy Fanpage

Saat mendengar kata Sampoerna, ingatan saya langsung melayang pada Sampoerna Foundation yang dulu banyak dikenal sebagai salah satu wadah bagi insan-insan muda berpotensi untuk mengembangkan jiwa leadership sekaligus unggul dalam bidang yang menjadi keahliannya.

Dan kini Sampoerna Foundation menghadirkan Sampoerna School System yang menawarkan alur pendidikan berkualitas internasional hingga perguruan tinggi. Dengan memilih kurikulum berbasis STEAM (baca: stem), Sampoerna School System akan memandu siswa selama dan setelah perjalanan pendidikannya sambil menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kewirausahaan, dan tanggung jawab sosial.

Dalam slah satu sesi tanya jawab, ibu Nenny Soemawinata, Chief Executive Officer Putera Sampoerna Foundation, memberi gambaran bagaimana kurikulum di Sampoerna School System berjalan.

Misalkan ketika seorang anak menyukai boneka Barbie, dan dia sedang mendalami materi kelistrikan. Maka ia akan diminta merancang lampu yang tepat untuk rumah Barbie. Tentu saja rancangan tersebut juga harus memperhatikan aspek estetika sesuai image Barbie.

Disinilah aspek seni, bergabung dengan aspek science. Dan karena membuat sesuatu untuk apa yang anak suka, maka anak tidak akan merasa terbebani.

Uniknya, meski menggunakan kurikulum STEAM, tapi Sampoerna Academy juga mengimplementasikan Kurikulum Standar Pendidikan Nasional, Cambridge International General Certificate of Secondary Education (IGCSE), Cambridge International A/AS Level, dan Singapore Math.

Sampoerna Foundation juga identik dengan program pendidikannya yang berorientasi pada kewirausahaan dan leadership.

Kedua hal tersebut juga dikembangkan di Sampoerna Academy dalam program Youth Entreprenuership Program (kewirausahaan) dan ekstrakurikuler Pathway to Leadership dan Life Long Learning,

Ada dua program yang ditawarkan Sampoerna Academy yaitu day-school (untuk TK hingga sekolah menengah atas) dan boarding school (khusus SMA).

Jujur, saya tidak bisa nahan untuk tidak jatuh cinta pada Sampoerna School. Kurikulum yang berbasis science, sesuatu yang sangat diminati Hana. Mau tak mau saya titipkan mimpi pada Yang Kuasa, semoga Hana mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan disana.

Alasan lainnya, sistem STEAM yang dipilih Sampoerna memberi kesempatan kepada siswa SMA kelas 10 untuk mengikuti American College Program sebanyak 60 sks, atau setara dengan dua tahun perkuliahan di universitas.

Nilai yang diperoleh nantinya bisa ditransfer saat menempuh pendidikan tinggi di lebih dari 1000 universitas di Amerika. Program percepatan ini disebut FASTRACK.USA. Dengan cara ini, total pendidikan formal yang biasanya bisa ditempuh dalam waktu 16 tahun, bisa hanya ditempuh dalam kurun waktu 14 tahun. Seperti keinginan saya, yang ingin Hana mencapai cita-citanya sedini mungkin.

Hari itu saya juga bertemu dengan ibu Albertina, direktur dari Dana Siswa Bangsa, penyedia layanan bantuan 3 tahun biaya (Soft Education Financing),-bukan beasiswa,- bagi siswa untuk bersekolah di Sampoerna Academy.

Siswa yang ingin bersekolah di Sampoerna dapat mengajukan pinjaman Dana Siswa Bangsa, yang kelak dikembalikan ketika mereka sudah bekerja.

Jadi, jangan kawatir untuk memancang mimpi, memberikan alur pendidikan yang tepat untuk anak-anak kita.

Semoga informasi diatas bermanfaat, ya... Selamat merencanakan pendidikan untuk anak-anak Anda.  

You May Also Like

13 komentar

  1. dapat rekomendasi disini nih, makasih mak

    ReplyDelete
  2. Keren mbak sharingnya. Berasa ketinggalan jauh dlm hal ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dik, semakin ngerasa, berat banget pesaing anak-anak kita nanti.

      Delete
  3. Menarik sekali sharing session nya mbak, banyak hal positif yg bisa diambil

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, mbak, paling tidak, kita jadi tahu bagaimana memilih pendidikan yang tepat untuk anak.

      Delete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  5. Yang banyak terjadi adalah orang tua memilih sekolah anaknya karena dekat

    ReplyDelete
  6. Dedek Hana calon ilmuan ya, sedari kecil sudah terbiasa mendapat penjelasan secara ilmiah (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, mbak amin. Penjelasan ilmiah tu... kalo buat saya, adalah cara terbaik untuk ngeless sama anak. Dan anak juga nggak bisa bantah kan? he he he

      Delete
  7. Makasih banyak buat sharingnya mbaaak...
    Memang sebagai orang tua kita harus peka dengan minat anak sedari kecil agar bisa segera diarahkan yah mbaaak...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.