Sisi Kelam BPJS

by - 6/01/2015


Pic from suaranews.com

Ini adalah cerita tentang BPJS di kampung halaman saya. tidak meng-generalisasi seluruh sistem BPJS di Indonesia. Saya yakin masih ada praktek BPJS ditempat lain yang lebih baik (semoga)

Kemarin dapat telepon dari ayah dan ibu (semoga Allah selalu menjaga kesehatan dan keselamatan Beliau berdua).
"Nduk, BPJS Bapak dan Ibu di buang saja, yo. Wis ga usah dibayarke maneh"
Alasan Beliau, di kota Parakan sekarang susah bila harus berobat dengan BPJS.

BPJS hanya bisa digunakan bila berobat lebih dari satu minggu, kurang dari satu minggu, ya harus bayar sendiri.
E...tapi, baru dua hari masuk RS sudah disuruh pulang. So, what the .....??????

Dulu daftar minta Bapak dan Ibu daftar BPJS karena kawatir kondisi Bapak yang sudah sepuh dan harus bolak-balik RS. Sampe sudah buka rekening bank, yang sebenarnya Beliau berdua tidak pernah mau berhubungan dengan hal semacam itu.
Mula niat Beliau berdua, "Buat jaga-jaga saja. Kalo lah ga sakit, ya sudah anggap sadaqoh".

Alhamdulillah, selama dengan BPJS ga pernah sakit. Tapi saat salah satu nenek sakit dan hendak menggunakan BPJS malah ditolak. Rawar inap di RS baru dua hari sudah disuruh pulang. Padahal untuk membayar BPJS keluarga Beliau, Masya Allah perjuangannya.

Saat ini di Parakan, setidaknya adalah mereka yang menjadi kenalan Bapak dan Ibu "mengundurkan diri" dari BPJS dengan cara tidak lagi membayar iuaran bulanan. Begitu juga dengan Bapak dan Ibu.

Bagi kami, warga Parakan yang tidak memiliki pendapatan tetap, membayar BPJS saja sebenarnya sudah berat. Tapi sungguh karena kami ingin mendapat jaminan kesehatan, makanya saat harus buka rekening pun kami jalani.

Tapi pada prakteknya, kami malah tidak mendapat apa yang kami harapkan. Yang ada uang melayang, sehat pun terbang.

Pertanyaan saya, kemana uang kami sekarang? Kenapa sistem Indonesia seolah sulit sekali berpihak pada rakyat? Apa rakyat hanya ada pada saat kampanye?

Bila ada kawan yang bisa bantu kami, warga Parakan, tolong bantu kabarkan dan perbaiki praktek BPJS di kota Parakan. Saya, sebagai penulis post in masih percaya, BPJS bisa menjadi salah satu jaminan bagi kesehatan rakyat. Tapi mungkin prakteknya saja yang harus diperbaiki.

Rahayu Pawitri

Wong Parakan

You May Also Like

4 komentar

  1. Memang perlu banyak yg perlu diperbaiki ya..terutama pelayanan. Jujur semenjak ada bpjs, dan mau berobat saya suka bnggung. Aturannya itu loh..akhirnya ya sudah ke swasta aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serba salah ya, Mak. Ga ngikut, katanya wajib, tapi ngikut, mau pake juga belum tentu keterima. capcay deh....

      Delete
  2. Sadisss #komen negatif saya yang miris melihat tumpang tindih sistem yang berlaku di negara kita ini mbak. Wong cilik jadi serba salah, maju kena mundur juga kena. Semoga keadilan dan kemerataan kesehahteraan bisa ditegakkan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tapi Alhamdulillah sekarang sudah clear mbak. Meski sempet repot telepon sana-sini. Ya, memang pemerintah harus bisa bersegera untuk memperbaiki sistem yang berjalan di negeri ini.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.