Menjadi Bahagia dengan Memaafkan Masa Lalu

by - 1/31/2016


Mempunyai masa lalu yang suram tentulah bukan hal yang membahagiakan. Apalagi jika hal tersebut kemudian menjadi penghalang langkah kita ke depan. Baik menuju masa depan yang lebih baik atau pun meraih kebahagiaan yang lebih di saat ini. Merutuki dan menyesalinya pun juga malah akan menjadi beban yang tak akan terselesaikan.

Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan terhadap masa lalu itu adalah memaafkan. Dengan memaafkan, kita bisa melepaskan salah satu beban yang ada di pundak kita. Misalkan, kita menyesali mengapa dulu kita tidak benar-benar belajar giat, sehingga karir kita sekarang tidak mentok. Kita maafkan saja tingkah laku kita dulu, toh pemahaman dan kondisi kita sekarang telah membuat kita lebih memahami dan bisa bercermin dari kegagalan di masa lalu.

Artikel terkait: Cara baru saya memaafkan masa lalu

Lalu bagaimana cara kita memaafkan masa lalu untuk menjadi bahagia?

Pertama, tentukanlah dulu dan katakan bahwa kita ingin dan berhak untuk bahagia. “Jika masa lalu kita suram, bukan berarti masa depan kita akan berakhir kelam. Masa depan gemilang bukan ditentukan oleh masa lalu yang cemerlang, namun lebih ditentukan oleh seberapa kuat Anda dapat mengampuni masa lalu,” ucap Adjie Silarus , seorang meditator dan Corporate Speaker yang telah banyak memberikan training motivasi di perbagai perusahaan terkemuka.

"Kebahagiaan akan hadir dengan sendirinya ketika seseorang memilih untuk ikhlas dan mengampuni masa lalu, serta menanamkan rasa bahagia itu dalam hati serta pikiran mereka. Adjie mengibaratkan keikhlasan dan pengampunan masa lalu, seperti halnya bumi yang selalu memaafkan manusia pada setiap kesalahan yang mereka perbuat. “Manusia perlu belajar memaafkan. Jadilah orang yang pemaaf, bukan pendendam. Masa lalu bukan sesuatu yang harus dibawa dalam setiap perjalanan. Masa lalu justru adalah jalan pembuka masa depan,” kata Adjie Silarus.

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini selanjutnya menuturkan, bahwa tidak sulit untuk memulai mengampuni masa lalu yang meninggalkan trauma dalam diri. Cukup dengan memulai bermeditasi secara teratur, memejamkan mata, sadari sepenuhnya seluruh rasa dalam diri kita dan kita terima segala kebencian apa adanya. Kemudian perlahan menghirup udara, dan menghembuskan napas dengan membayangkan seolah-olah segala racun dalam hati kita peluk dengan penuh kasih sayang bersama hembusan napas itu.

Adjie Silarus mengatakan, bahwa trauma ibarat sumber karat yang memenuhi jantung, hati, dan diri seseorang, yang kemudian akan merongrong kesehatan fisik mereka sendiri. Rasa sakit dan trauma yang tidak diatasi, akan membuat seseorang merasa kecil dan sempit di tengah kehidupan yang sebenarnya besar dan luas. 

“Karenanya, bangkitlah. Anda harus mencari bahagia dengan cara ternyaman yang Anda bisa. Sembuhkan diri Anda, dan hiduplah dengan tenang di masa kini. Ampunilah trauma dan masa lalu itu"

Kunci bahagia adalah dengan belajar memadukan masa lalu, masa kini, dan masa depan, menjadi sebuah kekuatan yang utuh. Adjie Silarus menyarankan untuk belajar melupakan setiap hal buruk di masa lalu, membuang trauma, dan mengikis dendam dengan cara menenangkan diri dan memasuki keheningan. “Meditasi membantu Anda membebaskan diri dari beban jiwa. Meditasi juga dapat membantu Anda mengampuni masa lalu dan menyembuhkan trauma,” ujarnya.

Sekarang mari kita ampuni masa lalu kita. Dan jadikan meditasi sebagai salah satu gaya hidup baru kita di tahun 2016 ini.


*Disc: Repost dengan sedikit perubahan



You May Also Like

5 komentar

  1. Meski terkesan sepele namun kenyataannya sangat susah merealisasikan dengan tulus ikhlas' betul 'enggak? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya....., perlu proses yang panjang, dan tentu juga ilmu.

      Delete
  2. makasih mbak wit sudah menuliskan ini.. tahap tersulit memang memaafkan diri sendiri ya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mbakyu; sesulit saat harus mengalahkan nafsu juga

      Delete
  3. Betul Mbak Wit....
    Kata teman saya, memaafkan itu menyembuhkan luka hati.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung; silahkan tinggalkan komentar, namun mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, ya.